Maritim

 Pemerintah Kabupaten Situbondo, mendapatkan bantuan hibah satu unit kapal kayu untuk penunjang pariwisata dari Kementerian Perhubungan, yang dapat mengangkut sekitar 35 orang penumpang. (foto Antara)

Situbondo (KoranTtransparnsi.com) - Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, memiliki kapal pesiar mini yang sengaja dipersiapkan pemerintah daerah setempat untuk menyambut tahun kunjungan wisata 2019.

"Kapal Motor Banawa Nusantara XI ini merupakan bantuan dari Kementerian Perhubungan, dan dimanfaatkan menjadi kapal pesiar mini bagi wisatawan," ujar Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Situbondo Tulus Priatmadji di Situbondo, Selasa.

Ia menjelaskan, KM Banawa Nusantara XI yang dijadikan kapal pesiar mini khusus wisatawan yang berkunjung ke Situbondo telah diresmikan oleh Bupati Situbondo Dadang Wigiarto dan Wakil Bupati Yoyok Mulyadi  di Pelabuban Kalbut, Kecamatan Mangaran.

Sejumlah pejabat di Situbondo ikut menikmati Kapal Baru tersebut sebelum diperuntukan masyarakat umum. Diantaranya adalah Bupati Situbondo Dadang Wigiarto (ketiga kanan), Wakil Bupati Yoyok Mulyadi (kedua kanan), Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Kalbut Situbondo Nanang Afandi (kiri), Kepala Dinas Perhubungan Situbondo Tulus Priatmadji (kanan), menaiki kapal pesiar mini (kapal kayu) di Pelabuhan Kalbut, Mangaran, Situbondo, Jawa Timur

Dengan memiliki kapal pesiar mini tersebut, katanya, pemandu wisata siap membawa wisatawan menikmati keindahan pantai di Kabupaten Situbondo, dan para wisatawan bisa menikmati luas pantai Situbondo mulai ujung barat di Pantai Tampora, Kecamatan Banyuglugur, hingga Pantai Bama di Kecamatan Banyuputih.

"Bupati dan Wakil Bupati Situbondo serta sejumlah kepala OPD, kemarin langsung mencoba kapal pesiar mini tersebut berkeliling perairan Kalbut. Kalau kapasitas kapal pesiar mini itu 50 orang," kata mantan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Situbondo itu.

Sementara Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto mengemukakan bahwa kapal pesiar mini berkapasitas 50 penumpang ini akan jadi pembeda bagi wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Situbondo.

"Dengan adanya kapal motor akan melengkapi destinasi wisata di Situbondo, wisatawan memiliki banyak pilihan menikmati wisata bahari di Situbondo. Oleh karena itu kami meminta Dinas Perhubungan menjaga fasilitas transportasi laut tersebut karena akan menunjang tahun kunjungan wisata 2019," tuturnya. (guh)

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti

YOGYAKARTA (KT) - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berpesan kepada generasi muda agar membangun jiwa kemandirian sejak dini serta berpikir maju untuk masa depan.

"Mandiri dalam pengertian saya adalah kita harus `liberate our mind` (membebaskan pikiran kita) dulu," kata Menteri Susi dalam acara Lustrum XII SMA 1 Yogyakarta di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, Jumat.

Susi yang juga alumni SMA 1 Yogyakarta mengaku telah membangun kemandirian sejak dirinya masih duduk di bangku SMA 1 Yogyakarta. Mandiri, dalam kaca mata Susi harus diawali dengan membangun jiwa yang merdeka.

"Kita harus membebaskan diri kita dulu dari hal-hal yang menekan kita dan menjadikan pribadi yang ragu-ragu," kata Susi kepada ratusan alumni dan siswa SMA teladan di Yogyakarta itu.

Menurut dia, berbagai pencapaian di bidang usaha perikanan, pendirian Maskapai Susi Air, hingga beragam kebijakan kelautan yang dimunculkan selama ini adalah buah dari pola berpikir mandiri yang dilandasi kebebasan berpikir sejak dini.

"Mau kerja pun kalau pikiran kita tidak bebas kita tidak akan bisa ke mana-mana. Makanya harus berpikir bebas dulu dan itu keyakinan dalam diri saya," kata dia.

"Saya dulu berpikiran kalau tidak mau terlalu diatur bapak ibu saya, ya saya harus cari duit sendiri," kata dia.

Meski mandiri dan merdeka, menurut dia, generasi muda saat ini harus sudah memliki perencanaan serta berpikir matang untuk kemajuan di masa depan. "Merencanakan masa depan dan bekerja untuk masa depan," kata Susi dalam acara yang juga dihadiri sejumlah tokoh alumni SMA 1 Yogyakarta lainnya seperti Ketua DPP PPP Romahurmuzy.  (min)

Kemenko Maritim Percepat Pengembangan Jalur Selatan Jawa

JAKARTA (KT) - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Maritim) mempercepat pembangunan jalur pelayaran perintis di bagian selatan Pulau Jawa, terutama pembangunan berbagai infrastuktur pendukung guna menciptakan keseimbangan dengan kawasan utara.

Percepatan pembangunan itu bertujuan untuk mendukung program tol laut yang telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. Selain itu, agar kesenjangan sarana dan prasarana antara utara dan selatan Pulau Jawa bisa dikurangi.

"Sebagaimana kita ketahui, selatan Jawa itu adalah bagian dari Pulau Jawa yang kurang berkembang, kita sedang menginventarisasi masalah-masalah yang terjadi di selatan Pulau Jawa, kemudian kita carikan jalan keluarnya," kata Deputi Bidang Koordinasi Infrastuktur Kemenko Kemaritiman Ridwan Djamaluddin dalam siaran pers di Jakarta, Rabu.

Ridwan saat Rapat Koordinasi (Rakor) Pengembangan Jalur Perintis di Selatan Pulau Jawa di Semarang, Selasa (10/10), mengatakan kementerian akan mengadakan rakor tingkat menteri untuk membahas lebih lanjut permasalahan-permasalahan yang terjadi.

Rakor tersebut melibatkan Kementerian Perhubungan, Kementerian ESDM, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pariwisata dan Kementerian Pekerjaan Umum-Perumahan Rakyat.

"Ini berpotensi akan menjadi Rakor Pusat dan Daerah Kemaritiman-Bank Indonesia yang selama ini kita lakukan. Dari daerah kita akan undang pemprov dan tujuh pemkab penggagas, karena ada beberapa infrastuktur prioritas yang diharapkan oleh wilayah-wilayah di Selatan Pulau Jawa," imbuhnya.

Asisten Deputi Infrastuktur Konektivitas Sistem Logistik Kemenko Maritim Rusli Rahim menjelaskan mengenai tingkat kesulitan pengembangan jalur perintis di Selatan Pulau Jawa.

Menurut dia, Laut Selatan memiliki kompleksitas tersendiri, di antaranya level gelombang yang tinggi. Oleh karenanya, lanjut Rusli, bila ditinjau dari aspek pelayaran maka perlu adanya dukungan penuh dari berbagai pihak untuk merealisasikannya.

"Jalur Selatan relatif sulit dengan tingkat gelombang yang cukup tinggi, sehingga kalau kita dari aspek pelayaran perlu ada satu dukungan penuh baik itu sarana dan prasarana," jelasnya.

Dalam Rakor Pengembangan Jalur Perintis di Selatan Pulau Jawa itu turut hadir perwakilan dari tujuh kabupaten terkait diantaranya Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Kulonprogo, Kabupaten Pacitan dan Kabupaten Trenggalek.

Sebagian besar perwakilan menyampaikan berbagai kendala dan potensi di masing-masing wilayahnya.

Sebagai kesimpulan rapat, daerah-daerah di Selatan Pulau Jawa sudah harus mempersiapkan potensi unggulan sehingga dapat meningkatkan perekonomian daerah setempat, termasuk kemudahan dalam pemenuhan rantai pasok dan logistik dari wilayah kabupaten di Jalur Selatan.

Jalur pelayaran perintis di Selatan Pulau Jawa ditargetkan bisa terealisasi pada akhir 2019. Realisasi tersebut diharapkan pula dapat meminimalisir beban kepadatan Jalur Utara Jawa serta menumbuhkan pusat ekonomi baru di bagian Selatan Pulau Jawa.(ant)

Wakil Kapolri Komjen Pol. Syafruddin.

Jakarta (KT) - Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin menyatakan konflik Semenanjung Korea mengancam stabilitas keamanan di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Jakarta (KT) - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menekankan pentingnya aspek kedaulatan agar Republik Indonesia dapat benar-benar melakukan pengelolaan perikanan yang bermanfaat bagi kepentingan nasional dan bukan asing.

Ilustrasi kapal nelayan.

Kendari (KT) - Menteri Perikanan dan Kelautan Republik Indonesia, Susi Pudjiastuti, mengatakan kapal nelayan dengan ukuran di bawah 10 gross tonnase (GT) bebas izin.

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...