Laporan Utama

Presiden Joko Widodo dalam acara pembagian sertifikat tanah di lapangan Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis.

PONTOANAK (KT) - Presiden Joko Widodo menargetkan seluruh sertifikat tanah di Indonesia selesai dibagikan kepada masyarakat pemilik tanah pada 2025.

"Target saya pada 2025 harus rampung urusan sertifikat, artinya lagi pegawai BPN (Badan Pertanahan Nasional) tidak tidur, pokoknya saya kejar terus saya ikuti prosesnya," kata Presiden Joko Widodo dalam acara pembagian sertifikat tanah di lapangan Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis.

Pada hari itu Presiden Joko Widodo membagikan 110.394 sertifikat untuk lahan di Kalimantan Barat.

Pada saat yang bersamaan ada 6 menteri Kabinet Kerja yang membagikan sertifikat di 6 provinsi lain yaitu di Jawa Timur dibagikan oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo sekitar 469 ribu sertifikat, di Makassar oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman sebanyak 90.543 sertifikat.

Selanjutnya Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri sebanyak 63.926 sertifikat di Sulteng, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur membagikan 82.121 sertifikat di Jambi, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar membagikan 122 sertifikat di Lampung dan 140.335 sertifkat dibagikan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno di Palembang.

"Sebelumnya saya minta sertifikatnya diangkat semua yang di Kalbar, Sulteng, Sulses, Jatim, Lampung, Jambi, Sumsel diangkat semuanya mau saya hitung. Jangan turun dulu di seluruh Indonesia mau saya hitung," tutur Presiden.

Ada total 1.080.000 sertifikat yang dibagikan dari seluruhnya 4,2 juta sertifikat yang dibagikan sepanjang 2017 dari target 5 juta sertifikat.

"Target kita 5 juta yang dibagikan tahun ini, tahun depan 7 juta, tahun 2019 target kita 9 juta, pokoknya pegawai BPN, kanwil BPN gak tidur, gak tahu berapa tahun," ungkap Presiden.

Presiden bahkan mengaku sudah mengangkat ribuan juru ukur baru untuk mempercepat proses sertifikasi tanah.

"Katanya Pak Menteri ke saya, Pak 'juru ukurnya kurang Pak', sudah dicari, sudah berapa pak? Sudah tambah 4.600 juru ukur, kalau kurang tambah lagi tidak ada alasan rakyat tidak pegang sertifikat," ucap Presiden, menegaskan.

Menurut Presiden, sudah berpuluh-puluh tahun BPN hanya membagikan 400-500 ribu sertifikat per tahun.

"Saya hitung kalau dari 126 juta warga yang harus pegang sertifikat dan saat ini baru diberikan 46 juta sertifikat, berarti masih 80 juta sertifikat yang dibagikan. Kalau setiap tahun 500 ribu sertifikat, baru 160 tahun selesai saya gak mau itu," tukas Presiden.(MIN)

Marsekal Hadi dan Jenderal Gatot. (Foto: Agus Suparto-Fotografer Istana Kepresidenan)

JAKARTA (KT) - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menegaskan tidak ada istilah like and dislike dalam pembinaan karier prajurit TNI. Hadi mengatakan keputusannya membatalkan rotasi jabatan 16 perwira tinggi (Pati) didasari evaluasi yang berkesinambungan.

"Tidak ada istilah di dalam pembinaan karier adalah like and dislike," tegas Hadi di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Rabu (20/12/2017)

Hadi menjelaskan pembatalan mutasi itu karena para Pati masih diperlukan di jabatannya semula. Ini berdasarkan perhitungan tantangan yang akan dihadapi organisasi.

"Untuk mengemban amanah sebagai Panglima TNI, saya telah melaksanakan evaluasi berkesinambungan terhadap sumber daya manusia untuk memenuhi kebutuhan organisasi dan tantangan tugas kedepan," jelas Hadi.

Penilaian dirotasi atau tidaknya prajurit TNI, lanjut Hadi, juga didasarkan pada penilaian tentang profesionalitas kerja dan perilaku prajurit.

"Dasar penilaian SDM adalah profesionalitas dan manned system. Terkait dengan pembinaan karier prajurit TNI itu sudah baku, semua berdasarkan profesionalitas dan manned system yang selalu kita lakukan," terang Hadi.

Hadi membatalkan sebagian keputusan Panglima TNI sebelum dirinya, Jenderal Gatot Nurmantyo, terkait dengan pemberhentian dan pengangkatan 84 perwira tinggi (pati) TNI. Salah satunya, Letjen TNI Edy Rahmayadi tetap menjadi Pangkostrad.

Pembatalan tersebut tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/982.a/XII/2017 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan TNI yang dikeluarkan dan ditandatangani Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto pada Selasa, 19 Desember 2017.

Dalam surat keputusan itu disebutkan perubahan pada Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/982.a/XII/2017 yang dikeluarkan dan ditandatangani oleh Jenderal Gatot Nurmantyo pada 4 Desember 2017 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan TNI atas nama 84 perwira tinggi TNI, termasuk Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi.

Dalam keputusan tersebut, ada 16 nama yang mengalami perubahan. Nama-nama tersebut sebelumnya tertulis sebagai berikut: 

1. Letjen TNI Edy Rahmayadi dari Pangkostrad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun dini),

2. Mayjen TNI Sudirman dari Asops Kasad menjadi Pangkostrad

3. Mayjen TNI AM Putranto, dari Pangdam II/Swj menjadi Asops Kasad.

4. Mayjen TNI Subiyanto dari Aspers Kasad menjadi Pangdam II/Swj

5. Brigjen TNI Heri Wiranto, dari Waaspers Panglima TNI menjadi Aspers Kasad

6. Brigjen TNI Gunung Iskandar dari Waaspers Kasad menjadi Waaspers Panglima TNI

7. Kolonel Inf Agus Setiawan dari Pamen Denma Mabesad menjadi Waaspers Kasad

8. Mayjen TNI Agung Risdhianto, dari Dankodiklat TNI menjadi Staf Khusus Kasad

9. Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono dari Dankormar menjadi Dankodiklat TNI

10. Brigjen TNI (Mar) Hasanudin dari Kas Kormar menjadi Dankormar

11. Brigjen TNI (Mar) Nur Alamsyah dari Danpasmar II Kormar menjadi Kas Komar

12. Kolonel Mar Edi Juardi dari Asops Kormar menjadi Danpasmar II Kormar 

13. Brigjen TNI Edison Simanjuntak dari Pa Sahli Tk II Ekku Sahli Bid Ekkudag Panglima TNI menjadi Staf Khusus Panglima TNI

14. Brigjen TNI Herawan Adji dari Dir F Bais TNI menjadi Pa Sahli Tk II Ekku Sahli Bid Ekkudag Panglima TNI

15. Kolonel Kav Steverly Christmas P dari Pa Sahli Tk II Poldagri Sahli Bid Polkamnas Panglima TNI menjadi Dir F Bais TNI

16. Kolonel Inf Syafruddin dari Paban IV/Ops Sops TNI menjadi Pa Sahli Tk II Poldagri Sahli Bid Polkamnas Panglima TNI

Dengan adanya keputusan ini, mutasi keenam belas perwira tinggi tersebut tidak ada alias dihilangkan. Ke-16 pati itu tidak lagi masuk dalam mutasi 84 perwira tinggi dalam surat keputusan Panglima TNI sebelumnya.

"Dengan demikian, maka Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/982.a/XII/2017 tanggal 4 Desember 2017 telah diadakan perubahan," demikian isi kutipan dalam surat keputusan tersebut. (min)

2018, Kemendikbud Fokus Garap Anak Yatim Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, beberapa waktu lalu. Ia menyebut, salah satu fokus kerja Kemendikbud di 2018 adalah menggarap anak yatim

JAKARTA (KT) - Pemerinatah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mulai tergerak untuk menangani masalah pendidikan anak yatim. Pada tahun anggaran 2018 nanti, Kemendikbud akan memprioritaskan empat program untuk dilaksanakan yang salah satu diantaranya  membantu anak yatim. 

Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan, persoalan anak yatim ini menjadi bagian optimalisasi Program Indonesia Pintar (PIP). Dikatakannya, ada sekitar 980 ribu anak yatim yang bakal mendapat bantuan pihaknya melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP). Menurut dia, gagasan ini datang dari Presiden Jokowi, beberapa waktu lalu. 

"Memberikan fokus pada siswa yatim, baik yang masih dalam keluarga maupun panti asuhan," ucapnya, di Kantor Kemendikbud di Jakarta, Selasa (19/12). 

Terobosan, lanjutnya, sudah dilakukan Kemendikbud pada 2017 dan 2018 berupa KIP berbentuk kartu ATM. Artinya, dana yang diterima para siswa dalam PIP bukan berupa uang tunai. Sehingga para siswa bisa menarik saldo sesuai keperluan. Sisanya bisa digunakan sebagai tabungan. 

Awalnya, aku dia, ada kesulitan penerapan gagasan KIP berupa ATM tersebut. Terutama di SD yang pesertanya masih di bawah umur. Namun Kemenndikbud melakukan komunikasi dengan OJK dan pihak bank, sehingga seluruh pemegang KIP bisa menerima dana secara non tunai. Hal ini juga, menurutnya, sebagai upaya mewujudkan melek perbankan (banking literacy). 

Selain optimalisasi PIP, Muhadjir juga tiga fokus Kemendikbud lainnya. Yakni, Revitalisasi Pendidikan Vokasi atau Kejuruan, Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), dan peningkatan mutu Ujian Nasional (UN). 

Dalam hal revitalisasi pendidikan vokasi, Kemendikbud mengaku akan melakukannya melalui pembenahan kurikulum SMK agar selaras dengan kebutuhan di dunia usaha dan standar kompetensi kerja nasional Indonesia (SKKNI).

"Salah satu caranya dengan mengevaluasi jurusan-jurusan yang sulit diserap dunia usaha. Pendidikan vokasi akan difokuskan pada maritim, pariwisata, pertanian, dan industri kreatif," Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi menambahkan, di kesempatan yang sama. 

Guru-guru vokasi, katanya, juga akan diberikan program keterampilan ganda. Guru-guru pengampu mata pelajaran adaptatif di SMK, seperti matematika, Kimia, Bahasa Indonesia, dan sebagainya, akan diberikan pendidikan keterampilan. Misalnya di SMK Grafika, guru akan diberi pendidikan desain. Sehingga akan memiliki kemampuan mengampu mata pelajaran produktif. 

Tentang pendidikan karakter, Kemendikbud juga akan melakukannya lewat Peraturan Presiden Nomor 87 tahun 2017 agar menjadi gerakan bersama dengan pelibatan dan kerja sama antar sekolah, keluarga, dan masyarakat. Jam kerja guru pun akan disesuaikan dengan jam kerja PNS, yaitu 40 jam per minggu. 

"Masalahnya selama ini kan guru dianggap bekerja hanya kalau ada di dalam kelas. Padahal di luar kelas mereka juga melakukan tugas sebagai guru," kata Muhadjir. 

Dengan itu, guru tidak harus mengajar di dalam kelas. Pendidikan karakter bisa dibangung di luar ruang. Muhadjir menyampaikan, sistem pendidikan nantinya akan diarahkan untuk belajar dari lingkungan, tidak mesti di dalam ruangan. Dengan adanya penyesuaian jam kerja guru, maka hal ini dimungkinkan. 

Soal fokus peningkatan mutu UN, Kemendikbud juga akan mengoptimalisasi pelaksanaan ujian nasional berbasi komputer (UNBK). Pada 2017,  sudah ada 33.448 sekolah yang melaksanakan UNBK. Dengan kata lain, sudah ada 49% peserta UN yang mengikuti UNBK. Diharapkan tahun depan, kata Muhadjir, bisa terus bertambah. Setidaknya tahun depan, seluruh provinsi bisa ikut menyelenggarakan UNBK. (rin)

Pemprov dinilai memenuhi berbagai kriteria utama penerima Dana Rakca Award, diantaranya  pemerintah daerah telah mendapatkan opini WTP atau WDP dari BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) dan bisa menetapkan Perda APBD tepat waktu.

BOGOR (KT) - Pemprov Jatim kembali mengukir prestasi di masa kepemimpinan Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo. Kali ini, Pemprov meraih penghargaan Dana Rakca dari Menteri Keuangan RI.Penghargaan diserahkan oleh Presiden RI, Ir. Joko Widodo kepada Pakde Karwo di Istana Kepresidenan, Bogor, Rabu(6/12).

 Begitu mendarat di Bandara Juanda Surabaya ,Persebaya yang baru saja menjuara Liga 2 langsung diarah keliling Kota Surabaya.(kt/nov)

SURABAYA  (KT) - Liga 1 musim depan dipastikan akan berjalan menarik. Tim-tim tradisional di Indonesia sudah mulai kembali menunjukkan tajinya, khususnya Persebaya Surabaya.

Selain itu, PSMS Medan dan PSIS Semarang, tiga tim era perserikatan yang melegenda itu akhirnya kembali. Ketiganya akan saling sikut jadi yang terbaik di kasta teratas liga Indonesia. Mereka akan bergabung dengan klub-klub legendaris lainnya, macam Persija Jakarta, Persib Bandung, PSM Makassar, hingga Persipura Jayapura. Tentu ini bakal membuat publik sepak bola Indonesia kian penasaran untuk musim depan.

"Akhirnya tiga perserikatan yang melegenda kembali ke Liga 1, ini akan meramaikan kompetisi musim depan. Kalau soal bisa bersaing atau tidak, pasti mereka semua akan berbenah," ungkap Pelatih PSMS, Djadjang Nurdjaman.

Bajul Ijo –julukan Persebaya—membuktikan sebagai  tim terkuat dengan meraih juara Liga 2 musim 2017 setelah melewati beberapa rintangan. Pada babak final, tim berjulukan Bajul Ijo sukses menenggelamkan perlawanan skuat PSMS Medan 3-2 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Selasa (28/11/2017).

Sempat tertatih di awal kompetisi, akhirnya dengan segenap upaya yang dilakukan manajemen membuahkan hasil apik.  Salah satunya, tim manajemen bahkan sempat merombak susunan tim pelatih hingga mendatangkan beberapa pemain.

Di balik suksesnya Persebaya dalam merebut trofi juara Liga 2, ternyata ada beberapa fakta unik dan menarik yang tak diketahui. Dimulai dengan perjuangan Persebaya untuk bisa berkompetisi di Liga 2 musim ini tidaklah mulus. Beragam upaya dilakukan elemen Persebaya untuk memulihkan status mereka di PSSI. Akhirnya, setelah sempat terkendala kasus dualisme, pada Januari 2017 status mereka dipulihkan dan berhak untuk berkompetisi.

 Kemudian, hadirnya Alfredo Vera yang sebelumnya sukses  bersama Persipura di Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016, memberikan berkah bagi Persebaya. Tangan dinginnya mampu  membawa Persebaya bangkit setelah sebelumnya sempat terpuruk di awal-awal kompetisi bersama pelatih Iwan Setiawan.

Alfredo sendiri mampu mengemas tim dengan materi pemain mudanya menjadi tim terbaik. Bahkan pemain muda seperti Irfan Jaya yang menyandang status top skorer ISL U-21 bersama PSM Makassar menunjukkan kelasnya bersama Persebaya. Winger mungil itu yang  didatangkan Persebaya pada 2016, pada Liga 2 kali ini ia mendapat apresiasi sebagai pemain terbaik  Liga 2 2017.

Persebaya pun dipastikan akan mempertahankan Angel Alfredo Vera sebagai pelatih. Manajemen klub berjuluk Bajul Ijo itu puas dengan kinerja pelatih asal Argentina tersebut. "Kami cukup puas dengan coach Angel Alfredo Vera. Kami akan pertahankan dia," kata Chairul Basalamah.

Tidak hanya pelatih kepala, Persebaya juga berencana mempertahankan asisten pelatih sampai kit man untuk menghadapi Liga 1 musim depan. "Asistennya semua kita pertahankan sampai kit man juga kita pertahankan. Karena kita bentuk tim ini sudah seperti keluarga," ucapnya.

Yang menjadi masalah saat ini, aturan di PSSI hanya pelatih berlisensi A  AFC untuk menukangi tim di Liga 1.  Namun  Alfredo Vera tak khawatir soal lisensinya untuk Liga 1 bersama Persebaya Surabaya. Lisensinya kata dia, sudah aman untuk musim depan. "Saya bicara dari dahulu, kalau sekarang lisensi tak masalah. Karena semua pelatih Argentina punya lisensi yang sama," ungkap Alfredo usai laga.

Sebagai informasi, Alfredo punya lisensi dari Conmebol. Dia yakin lisensinya itu tak lagi jadi masalah. "Anda bisa lihat Mario Gomez (pelatih Persib) juga pasti punya lisensi yang sama. Saya juga sudah pegang tiga tim, maka tak perlu lagi kursus pelatih," tandas dia. 

Rangkuman Perjalanan Bajul Ijo Tahun 2017

8 Januari 2017

Merupakan tanggal penting yang akan selalu diingat oleh seluruh pencinta Persebaya. Pada tanggal ini status Persebaya dipulihkan oleh PSSI dalam Kongres Tahunan yang dilaksanakan di Bandung. Persebaya juga disahkan sebagai peserta Liga 2 2017.

30 Januari 2017

Masih pada bulan yang sama, Persebaya memulai pembentukan tim dengan menunjuk Iwan Setiawan sebagai pelatih.

8 Maret 2017

Sebelum terjun di kompetisi Liga 2 2017, Persebaya ambil bagian pada turnamen Piala Dirgantara yang dilangsungkan di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Persebaya berhasil menjuarai turnamen ini setelah mengalahkan Cilegon United dengan skor 2-0.

19 Maret 2017

Persebaya menggelar uji coba melawan PSIS Semarang di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Pertandingan berlabel Homecoming Game ini menandai kembalinya Green Force ke kancah sepak bola Indonesia.

20 April 2017

Inilah laga pertama Persebaya di kompetisi Liga 2 2017. Persebaya berjumpa sesama tim Jawa Timur (Jatim), Madiun Putra. Sayang, Green Force gagal memetik kemenangan di laga ini setelah dipaksa bermain imbang 1-1.

27 Mei 2017

Persebaya resmi menunjuk Angel Alfredo Vera sebagai pelatih kepala menggantikan Iwan Setiawan. Pemberhentian Iwan adalah buntut insiden dengan Bonek di Martapura. Debut Alfredo Vera sebagai pelatih Persebaya tak berjalan mulus. Rendi Irwan Saputra dan kawan-kawan kalas atas PS Badung dalam pertandingan uji coba di Bali pada 10 Juni 2017.

12 Oktober 2017

Persebaya secara mengejutkan kalah dari Kalteng Putra dengan skor 0-1 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Kekalahan ini memantik reaksi kecewa dari berbagai pihak, tak terkecuali suporter setia Persebaya. Di lapangan, para pemain tak kuasa menahan tangis akibat kekalahan kedua sepanjang musim itu. Meski kalah, Persebaya tetap lolos ke babak delapan besar dengan status runner-up.

25 November 2017

Persebaya mengalahkan Martapura FC dengan skor 3-1 dalam semifinal Liga 2 2017 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Kemenangan ini tak hanya mengantarkan Persebaya ke final Liga 2, Green Force juga menggenggam tiket promosi ke Liga 1 musim depan.

28 November 2017

Stadion GBLA menjadi saksi kemenangan dramatis atas PSMS Medan dengan skor 3-2. Sukses menjinakkan Ayam Kinantan - julukan PSMS, membuat Persebaya menahbiskan diri sebagai juara Liga 2 2017. Ini adalah gelar juara liga pertama dalam sebelas tahun terakhir. Persebaya terakhir kali mengangkat piala setelah menjuarai Divisi Satu Liga Indonesia tahun 2006 silam. (nov)

 

 

 

Presiden ke 6 SBY ikut turba di Pacitan

Presiden ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang asli kelahiran Pacitan Jawa Timur menengok warganya yang terkena bencana banjir dan tanah longsor di beberapa lokasi. Bencana Pacitan kini menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi Jawa Timur setekah Bupati Pacitan menyerahkan agar bencana tersebut dijadikan bencana provinsi.

Sementara Gubdernur akan melakukan penanganan cepat dengan anggaran yang sudah disiapkan. Secara teknis pemulihan infrastruktur akan dilakkan leh prajurit Kodam V Brawijaya dan Polda Jawa Timur. (foto/kt/min)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...