KEDIRI (koran transparansi.com) - Langkah yang ditempuh Komunitas Peduli Pendidikan melakukan aksi demo di depan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, bertempat di Jalan Jaksa Agung Suprapto Mojoroto Kota Kediri, yang menyuarakan masih masaknya pungutan liar ( pungli) tingkat SMA/SMK, Senin (16/7/2018), masih dalam pembahasan internal Dinas Pendidikan.

Saat melakukan orasi, Supriyo SH selaku koordinator aksi mengatakan,bahwa sistem pendaftaran online melalui PPDB yang telah diberlakukan tidak memiliki aturan yang jelas terkait prosedural pendaftaran, anggaran maupun penerimaan siswa. Akibatnya, di dalam pelaksanaan banyak yang bermain uang agar bisa masuk di sekolah favorit.

“Dengan tidak jelasnya aturan itu,diduga mereka bermain. Ahirnya, orang tua yang tidak berkecukupan tidak memiliki akses. Buktinya,anak – anak kita yang mempunyai nilai diatas rata – rata mempunyai prestasi justru malah tidak diterima di sekolah – sekolah favorit. Malah anak anak yang dari luar daerah yang nilainya tidak baik malah diterima,” jelas Priyo, saat orasi, Jumat (13/7/2018),lalu.

Lelaki yang keseharianya menjadi advokat tersebut juga mengatakan, dengan gamblang bahwa di dalam sistem PPDB terdapat pungutan liar yang menyusahkan masyarakat.

“Kita paham ada isu uang disana. Makanya kita kesini juga bertanya apa itu uang gedung? kalau dasar terbitnya aturan memang untuk pemeliharaan gedung itu nanti akan terjadi doubel RAB tidak? karena yang saya tahu dari provinsi juga ada uang pemeliharaan gedung,” terangnya.

Priyo juga menyoroti terkait adanya iuran sukarela komite yang seharusnya tidak terus menerus dimintai.

 “Dasarnya apa? Dibuat apa? Sampai sekarang kita semua kan tidak tahu. Yang ada orang tua hanya di getok ada pembayaran PPDB, uang gedung hingga uang masuk yang dasarnya hanya kedok daripada pungutan liar,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Trisilo Budi P mengatakan, terkait beberapa pembayaran pihaknya akan menindak lanjuti temuan itu. Namun, dirinya mengaku pada dasarnya untuk operasional sekolah memang dibutuhkan dana yang cukup besar.

“Pada dasarnya untuk menciptakan siswa yang berkualitas, pandai dibutuhkan dana yang cukup besar salah satu contoh yang utama yaitu guru harus yang berkualitas dan hal itu membutuhkan dana yang cukup besar,” ungkapnya.

Lebih lanjut mengenai uang gedung Trisilo mengatakan akan membicarakan hal tersebut dengan sekolah – sekolah terkait. Ia berharap nantinya akan ada kesepakatan ditiadakannya uang gedung tersebut.

“Saya juga siap menindak lanjuti terkait uang gedung. Nantinya saya upayakan untuk uang gedung ditiadakan atau dengan kesepakatan bersama tidak ada paksaan,” tegasnya.

Sementara, apabila memang ditemukan adanya pungutan liar nantinya pihaknya akan memberikan sanksi kepada pihak terkait dalam hal ini kepala sekolah.(bud)

Lamongan (KoranTansparansi.com) - Seluruh siswa di tanah air serentak masuk sekolah hari ini, Senin (16/07/2018) setelah libur panjang. Begitu juga dengan siswa MAN 1 Lamongan. Bahkan sejak pukul 06.30 WIB, seluruh siswa MAN 1 Lamongan berjumlah 1.210 anak sudah mulai berkumpul di halaman madrasah untuk lebih dahulu mengikuti upacara pembinaan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) tahun ajaran 2018/2019.

Bukan hanya siswa, seluruh civitas akademika madrasah juga ikut dikumpulkan untuk sekaligus mendapat arahan dari Kepala MAN 1 Lamongan Akhmad Najikh. Seluruh siswa membentuk baris berigade di halaman madrasah berdasarkan kelas masing-masing, sementara para guru dan karyawan berjajar di seberang depan siswa. 

“Saya ucapkan selamat datang di kampus hijau,” ucap Akhmad Najikh mengawali sambutan pembinaanya, Senin (16/07/2018).

Akhmad Najikh mengaku senang melihat wajah-wajah para civitas akademika yang berseri-seri penuh ceriah datang ke madrasah mengawali tahun ajaran baru.Dirinya yakin ke depan madrasah akan lebih baik lagi karena dirinya melihat adanya potensi itu, baik dari siswa maupun dari para guru. 

“Karena untuk menjadikan madrasah hebat, faktor utama bukan kepala madrasah. Saya ini tidak ada apa-apanya. Yang bisa membuat madrasah hebat adalah karena adanya sinergitas siswa dan guru. Kalau siswa dan guru saling terintegrasi, semuanya akan tercapai,” tegas dia.

Untuk itu, dirinya perlu menyampaikan tiga pesan untuk mewujudkan semua itu. Pertama, lanjut dia, seluruh civitas akademika diharapkan masuk ke madrasah secara totalitas jiwa dan raga, baik untuk siswa maupun guru. 

Diharapkan ke depan, tidak ada lagi siswa datang ke madrasah hanya fisiknya semata, sementara jiwa dan pikirannya di rumah atau di tempat main. “Bapak-ibu guru juga demikian, mengajar dengan hati, dengan jiwa jasmani dan rohani. Anak-anak juga harus begitu, mengikuti pelajaran dengan hatinya,” ujar dia.

Kedua, kata dia, dirinya berharap siswa berniat ke madrasah untuk belajar mencari ilmu, bukan berniat ingin bertemu siapa atau kepentingan lain, apalagi datang karena dipaksa orang tua. Bagi dia, niat tersebut akan sangat menentukan hasil. “Kalau niatnya sudah salah, maka hasilnya juga akan tidak maksimal,” tutur dia.

Ketiga, kata dia, disiplin. Menurut dia, disiplin akan menjadi faktor penting dalam proses belajar mengajar di madasah. Disiplin bukan hanya menjadi keharusan bagi siswa, tetapi juga semua dewan guru. “Mari kita sama-sama berdoa supaya anak-anak madrasah ini menjadi anak hebat bermartabat. Belajar dengan baik untuk menjadi ilmu yang bermanfaat,” kata dia.

Sementara  itu, Waka Kurikulum MAN 1 Lamongan Suminto menambahkan kegiatan matsama siswa baru kelas X akan dilasnakan selama empat hari, mulai Senin (16/07/2018) hingga Kamis (19/07/2018). 

Dikatakan, kegiatan matsama ini penting untuk mengenalkan madrasah pada para siswa baru. Diharapkan, mereka tahu jati diri madrasah, mulai dari visi-misinya hingga program yang dimiliki madrasah. “Madrasah kita ini punya ciri khas dan keunggulan, berbeda dengan sekolah lain,” tutur Sumino.

Selain memang memberikan porsi konten agama sebagaimana madrasah lain, lanjut dia, MAN 1 Lamongan memiliki program unggulan di bidang ketrampilan. Bahkan, madrasah juga menjalin kerjasama dengan ITS Surabaya untuk membuka Program Pendidikan Terapan dalam Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Prodistik), sebuah program serata diploma. Jadi, siswa lulus dari madrasah sekaligus mendapat ijazah diploma dari ITS.

Selain prodistik, lanjut dia, materi lain yang juga akan disampaikan pada siswa baru adalah mengenai adiwiyata, ICT, kegiatan-kegiatan ektrakurikuler mulai kegiatan drumband hingga jurnalistik. 

“Dan tidak kalah penyingnya adalah mengenai absensi karena kita sudah bertekad untuk menjadikan MAN 1 Lamongan sebagai madrasah digital. Jadi, semua siswa yang masuk atau tidak akan otomatis muncul laporan yang langsung terbaca oleh orang tua masing-masing,” ucap dia. (min)

 

 
KEDIRI (KoranTransparansi) - Niatan Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam merampungkan mangkraknya jembatan Brawijaya selama beberapa tahun, akhirnya terjawab dan akan melanjutkan proses pembangunan jembatan dalan tahun ini.
 
Hal ini terlihat, dalam doa bersama dalam mewujudkan pembangunan jembatan, Sabtu (14/7/2018), yang bertempat di bawah jembatan Brawijaya.Dan, saat acara berlangsung berjalan lancar dan penuh hikmat. 
 
Menurut Sunyata, Pelaksana Harian Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Kediri, acara doa bersama ini merupakan langkah awal dilanjutkannya proyek pembangunan Jembatan Brawijaya Kota Kediri yang sempat mangkrak.
 
 “Kemarin kami sudah melakukan uji beban jembatan dan sudah teken kontrak " ujar Sunyata, pelaksana harian Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. 
 
Lebih lanjut ia menuturkan, bahwa pembangunan jembatan nantinya meliputi plat lantai, pengaspalan jalan, penggantian elastemer beserta asesoris arsitekturnya seperti lampu gapura. 
 
“Semua sudah diinvetarisasi, mana-mana yang harus dikerjakan untuk kelanjutan pembangunan ini. Kemungkinan nanti area tepat di bawah jembatan juga akan di lokalisir sementara untuk pengamanan,” terangnya.
 
Selain doa bersama, dalam acara tersebut juga dilakukan pemotongan tumpeng yang dilanjutkan dengan ramah tamah. Turut hadir dalam acara ini sejumlah tokoh agama, tokoh masayarakat , Inspektur Kota Kediri, Satpol PP beserta beberapa personil Dinas Pekerjaan Umum.(bud)
 
 
 
Area 

Surabaya (KoranTransparansi.com) - Suasana penuh keakraban dan kegembiraan mewarnai acara Halal Bi Halal dan Temu Alumni Asrama Mahasiswa Bhinneka Tunggal Ika eks Blauran 57 A Surabaya di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (15/7). Halal bihala ini a.l. juga dimaksudkan untuk mengenang 60 tahun kebersamaan alumni yang dimulai pada tahun 1958-2018.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo menyampaikan kenangan mendalamnya, khususnya terhadap Asrama Bhinneka Tunggal Ika dan para alumninya. 

Menurut Pakde Karwo-sapaan akrab Gubernur Jatim ini, asrama Bhinneka Tunggal Ika telah memberikan pelajaran hidup dan sesuatu yang luar biasa bagi dirinya. Hubungan persaudaraan, kesetiakawanan, dan kebersamaan yang terjalin antar satu dengan lainnya sangat kuat hingga hari ini. “Alhamdulillah kita bisa menjadi manusia yang lebih baik daripada sebelumnya dan sekaligus bermanfaat bagi lainnya," ujarnya. 

Didampingi teman seperjuangannya semasa di asrama, Pakde Karwo dalam kesempatan ini berkomitmen untuk terus berupaya memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk merenovasi gedung asrama saat ini menjadi lebih baik dan layak.

"Kami punya rencana merenovasi asrama yang ada, dari dua lantai menjadi lima lantai, yang akan dipergunakam untuk lahan parkir, kamar asrama mahasiswa, ruang belajar hingga ruang pertemuan. Insyallah dengan bantuan dari teman teman, tahun 2019 akan bisa selesai dan rampung sehingga bisa di pergunakan," jelasnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Bhinneka Tunggal Ika Dr. Soebandi A. Sp. OG mengatakan, tujuan dari kegiatan temu alumni diantaranya untuk memperkuat tali silaturahmi antar kawan lama, seangkatan dan kawan yang lebih muda. "Kami setiap tahun, selalu mengadakan acara ini untuk mempererat tali persaudaraan diantara alumni yang dulu pernah tinggal di asrama," ujarnya. 

Dirinya jyga mengucapkan terima kasih kepada Pakde Karwo yang telah banyak membantu, salah satunya melakukan renovasi gedung, hingga pemeliharaan gedung asrama.  Dahulu, asrama berada di Jl. Blauran no 57A, dan saat ini, di Jl. Mulyosari no 370 Surabaya. 

"Kesan saya terhadap Pakde Karwo, beliau adalah sosok yang familier, suka bergaul dan sabar. Harapan kami ke depan adalah persaudaraan antar alumni tetap terjaga, selalu kompak, dinamis dan silaturahmi terus terjalin," ungkapnya. (min)

Page 1 of 1726
banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...