Laporan Utama

Published in Laporan Utama

Menggali Potensi Sapi Sebagai Simbol Kesejahteraan Masyarakat Desa Wonoayu (Bagian 2)

Sep 14, 2018 Publish by 
Bupati Malang DR Rendra Kresna dan Kepala Disnak & Kesehatan Hewan Kab. Malang Nurcahyo,SH,M.Hum
Bupati Malang DR Rendra Kresna dan Kepala Disnak & Kesehatan Hewan Kab. Malang Nurcahyo,SH,M.Hum (kt/min)

20 Tahun Bergelut Dengan Sapi

Kabupaten Malang menjadi  salah satu daerah yang memiliki populasi sapi terbesar dalam skala daerah baik sapi potong dan sapi perah.

Bukan hanya sapi potong yang berkembang, tapi juga sapi perah, kambing PE, dan unggas baik berbasis daging potong dan petelur. Khusus untuk persapian  Bupati Malang Rendra Krena  mengaku sudah cukup lama bergelut dengan sapi yaitu sejak dirinya masih anggota DPRD Kabupaten Malang sampai pimpinan DPRD dan  bupati 2 periode. Hampir 20 tahun. Jadi saya paham betul," tandasnya.

Saat ini, diwilayah kerjanya tersedia 230.000 ekor sapi. Setiap tahunnya lahir anak sapi (pedet) 60.000 ekor lebih. Harga pedet antara sudah diatas Rp 8,5 juta atau diatas Rp 500 milliar.

Sedangkan untuk sapi perah tersedia  90.000 ekor lebih. Jadi untuk ketersediaan daging,  Jawa Timur plus dengan daerah lainya sangat  terpenuhi, bahkan lebih. Jadi kalau Pak Gubernur Pakde Karwo menolak daging impor, salah satunya alasanya ini. Pak Gubernur berfikir rakyatnya harus sejahtera dulu.

Dari peternakan saja, sumbangsih untuk PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Kabupaten Malang kisaran 2 sampa 3 persen atau sekitar Rp 1,5 triliun lebih. PDRB Kabupaten Malang pada tahun 2017 sekitar Rp 8,27 triliun 

Tapi PDRB itu sumbernya tidak saja pertanakan, melainkan dari industri olahan, pertanian, perdagangan, perkebunan dan lainya.

Lalu apa yang membedakan Kabupaten Malang dengan daerahnya lainnya di Jawa Timur, Rendra Kresna mengatakan, pertama karena masyarakat senang bertenak. Minatnya memang sudah ada.

Kedua eksistensi, pemerintah serius menfasilitasi peternak. Dan tidak kalah pentingnya adalah peran pejuang pejuang peternakan yang kita sebut ensiminator yang ada di desa desa. Mereka bukan pegawai negeri, bukan pegawai daerah.

Tapi mereka berkomitmen dan pemberintah memberikan fasilitas, memberikan pelatihan dan keperluan hanya mereka butuhkan. Pembekalan , ilmu  termasuk insiminasi buatan. Potensi peternakan di Kabupaten Malang tidak mengada-ada.

Tak terkecuali, adalah keberadaan BPIB Singosari yang merupakan hasil sumbangan dari Pemprov Jatim.

Kala itu Gubernur Jatim, Imam Utomo mendatangkan sapi pejantan dari Australia, kini terus dikelola di BPIB sehingga menghasilkan semen beku yang bisa dipesan oleh siapapun, baik untuk semen beku bibit jantan, betina sampai kembar dengan harga murah.

“Setiap tahunnya kita bertemu dengan mereka, peterna maupun insiminatoruntuk diberikan pelatihan. Peserta luar negeri banyak mengikuti pelatihan di BPIB. Kita memiliki 67 petugas inseminator. Mereka memiliki semangat tinggi turun langsung ke para peternak di desa-desa.

Rata-rata anak sapi atau pedet 60 ribu per tahun dari inseminasi BPIB. Jumlah itu belum termasuk yang alami dan baru jenis sapi potong. Jumlah populasi sapi kurang lebih 230 ribu ekor sapi potong dan 90 ribu sapi perah. Itu diluar sapi pabrikan.

Didampingi Kepala Dinas Peternakan & Kesehatan Hewan Pemkab Malang Nurcahyo,SH,M.Hum, Rendra Kresna menyatakan, dalam perkembangannya petani ternak di Malang sudah terbagi dalam klaster klaster.

Ada spesialisasi pedet. Mereka ini hanya bermain kusus pedet usia 0 bulan sampai 6 bulan. Lalu adalagi yang spesialisasinya usia satu sampai dua tahun.

Bagi mereka yang spesialis pedet cenderung membeli yang betina, lalu diikutkan program penggemukan. Jadi keuntungannya berpindah pindah sesuai profesinya. “Mereka itu sudah punya ilmunya,”

Dinas Pertenakan tidak bermain disitu melainkan pada tataran  budidaya dari memelihara indukan, membuntingkan, menjaga sehatan, menjadikan bibit bagus. Kalau harga itu yang menentukan adalah pasar.

Kalau harga pedet atau sapi lagi bagus, ya silahkan saja pembeli nego dengan pemilik ternak. Tugas pemerintah adalah melindungi ternaknya, dagingnya, dan aman untuk di kunsumsi.

Menyingung soal harga daging sapi yang cenderung variatif, Kadis Peternakan Kabupaten Malang Nurcahyo mengatakan, yang membuat mahal bukan harga sapinya melainkan darimana sapi itu didatangkan atau transportasinya.

Untuk orang Malang, harga daging kisaran Rp 100ribu. Tapi sampai di Surabaya, perlu ada tambahan biaya angkutannya. Biaya transportasinya itu menjadikan daging mahal.

Menurutnya, harga daging di Malang kisaran Rp 100ribu. Tapi kedepan daging di Surabaya tidak setinggi sekarang. Kemudahan akses jalan tol akan memperlancar distribusi ternak dari Malang ke Surabaya.

Nurcahyo menjelaskan, meski Malang termasuk penopang sapi di Jatim namun untuk memenuhi kebutuhan susu warga Malang ternyata masih kurang. Penyebabnya karena dari peternak langsung menjual ke Nestle. Dan pasokan dari peternak untuk kebutuhan Nestle masih sangat kurang.

Untuk mengakselerasi percepatan target pemenuhan populasi sapi potong dalam negeri, Jawa Timu telah melakukan program Upsus Siwab (Usaha Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting).

Ini adalah program nasional Kementerian Pertanian dalam rangka melakukan percepatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting (UPSUS SIWAB).

Upaya ini dilakukan sebagai wujud komitmen pemerintah dalam mengejar swasembada sapi yang ditargetkan tercapai pada tahun 2026 mendatang.

Diharapkan melalui Upaya Khusus ini terwujud Indonesia yang mandiri dalam pemenuhan pangan asal hewan, dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat.

Kepala Disnak Jatim, Drh. Wemmi Niamawati, MMA mengatakan, bila tahun sebelumnya, UPSUS SIWAB dilaksanakan pada sapi potong, tahun ini akan dilaksanakan pada sapi perah. Belum lama ini, Disnak Jawa Timur juga melakukan Rakor (Rapat Koordinasi) Upsus Siwab Sapi Perah.

Koordinasi dilaksanakan dengan pengurus KUD sapi perah, perusahaan sapi perah, GKSI serta perwakilan dinas kabupaten/kota yang memiliki potensi sapi perah.

Populasi sapi perah dan produksi susu sapi di Jawa Timur adalah sebanyak 54% dari nasional.

“Meskipun kontribusi Jawa Timur terhadap nasional cukup tinggi, namun masih perlu dikembangkan lagi karena kebutuhan Industri Pengolah Susu untuk nasional masih kurang sekitar 800 ton per hari”,

Ditambahkannya, biogas perlu terus digalakkan bagi anggota KUD. Kadisnak mengharapkan ternak yang keluar dan masuk ke Jatim, dilaporkan dan atas rekomendasi dinas kabupaten/kota serta mendapatkan izin dari dinas provinsi. Hal tersebut dimaksudkan untuk menjaga wilayah Jatim dari penyakit hewan menular.

Pada tahun 2018, di Jatim disediakan 245 ribu straw bibit sapi perah Fresien Holstein (FH) bagi peternak. Bagi ternak sapi perah yang bukan anggota KUD dan GKSI, masih bisa diikutkan UPSUS SIWAB seperti pada sapi potong.

Melalui UPSUS SIWAB, petugas KUD diwajibkan melaporkan hasil IB, PKB dan kelahiran melalui ISIKNAS. Pelatihan pelaporan iSIKHNAS bagi petugas KUD dilakukan oleh dinas kabupaten/kota 

Selain sosialisasi UPSUS SIWAB, juga dilaksanakan sosialisasi asuransi ternak, Nomor Kontrol Veteriner (NKV) serta pembebasan brucellosis. Untuk tahun 2018 ini disediakan 20 ribu Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) bagi peternak sapi di Jatim.

Pada tahun 2017, KUD Setia Kawan – Nongko Jajar mendaftarkan 5.000 ekor sapi perah untuk ikut asuransi. Dengan adanya asuransi tersebut, sangat membantu peternak, karena pada tahun tersebut peternak memperoleh biaya asuransi sebanyak 960 juta dari 96 ekor sapi yang mati.

Untuk menuju sukses 2026 , Disnak Jawa Timur telah menetapkan UPSUS SIWAB secara bertahap dan tahun 2018 ini memiliki target : target IB 1.295.600 akseptor, target kebuntingan 1.005.629 ekor, target kelahiran 939.136, penanaman HPT 30 hektar (300.000 stek), dan pngndalian pemotongan produktif 6 lokasi

Sebaliknya kontribusi Upsus Siwak  Jawa Timur untuk nasional tahun 2018 targetnya: insiminasi buatan 1.295.600 (nasional 3.000.000) atau 43,20 persen, kebuntingan 1.005.629 (nasional 2.307.794) atau 43,58 persen dan kelahiran 933.136 dari target nasional 2.148.048 atau 43,72 persen.  (Amin Istighfarin)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...