Laporan Utama

Published in Laporan Utama

Menanti Aksi Persebaya di Pentas Liga 1

Dec 03, 2017 Publish by 
 Begitu mendarat di Bandara Juanda Surabaya ,Persebaya yang baru saja menjuara Liga 2 langsung diarah keliling Kota Surabaya.(kt/nov)
Begitu mendarat di Bandara Juanda Surabaya ,Persebaya yang baru saja menjuara Liga 2 langsung diarah keliling Kota Surabaya.(kt/nov)

SURABAYA  (KT) - Liga 1 musim depan dipastikan akan berjalan menarik. Tim-tim tradisional di Indonesia sudah mulai kembali menunjukkan tajinya, khususnya Persebaya Surabaya.

Selain itu, PSMS Medan dan PSIS Semarang, tiga tim era perserikatan yang melegenda itu akhirnya kembali. Ketiganya akan saling sikut jadi yang terbaik di kasta teratas liga Indonesia. Mereka akan bergabung dengan klub-klub legendaris lainnya, macam Persija Jakarta, Persib Bandung, PSM Makassar, hingga Persipura Jayapura. Tentu ini bakal membuat publik sepak bola Indonesia kian penasaran untuk musim depan.

"Akhirnya tiga perserikatan yang melegenda kembali ke Liga 1, ini akan meramaikan kompetisi musim depan. Kalau soal bisa bersaing atau tidak, pasti mereka semua akan berbenah," ungkap Pelatih PSMS, Djadjang Nurdjaman.

Bajul Ijo –julukan Persebaya—membuktikan sebagai  tim terkuat dengan meraih juara Liga 2 musim 2017 setelah melewati beberapa rintangan. Pada babak final, tim berjulukan Bajul Ijo sukses menenggelamkan perlawanan skuat PSMS Medan 3-2 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Selasa (28/11/2017).

Sempat tertatih di awal kompetisi, akhirnya dengan segenap upaya yang dilakukan manajemen membuahkan hasil apik.  Salah satunya, tim manajemen bahkan sempat merombak susunan tim pelatih hingga mendatangkan beberapa pemain.

Di balik suksesnya Persebaya dalam merebut trofi juara Liga 2, ternyata ada beberapa fakta unik dan menarik yang tak diketahui. Dimulai dengan perjuangan Persebaya untuk bisa berkompetisi di Liga 2 musim ini tidaklah mulus. Beragam upaya dilakukan elemen Persebaya untuk memulihkan status mereka di PSSI. Akhirnya, setelah sempat terkendala kasus dualisme, pada Januari 2017 status mereka dipulihkan dan berhak untuk berkompetisi.

 Kemudian, hadirnya Alfredo Vera yang sebelumnya sukses  bersama Persipura di Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016, memberikan berkah bagi Persebaya. Tangan dinginnya mampu  membawa Persebaya bangkit setelah sebelumnya sempat terpuruk di awal-awal kompetisi bersama pelatih Iwan Setiawan.

Alfredo sendiri mampu mengemas tim dengan materi pemain mudanya menjadi tim terbaik. Bahkan pemain muda seperti Irfan Jaya yang menyandang status top skorer ISL U-21 bersama PSM Makassar menunjukkan kelasnya bersama Persebaya. Winger mungil itu yang  didatangkan Persebaya pada 2016, pada Liga 2 kali ini ia mendapat apresiasi sebagai pemain terbaik  Liga 2 2017.

Persebaya pun dipastikan akan mempertahankan Angel Alfredo Vera sebagai pelatih. Manajemen klub berjuluk Bajul Ijo itu puas dengan kinerja pelatih asal Argentina tersebut. "Kami cukup puas dengan coach Angel Alfredo Vera. Kami akan pertahankan dia," kata Chairul Basalamah.

Tidak hanya pelatih kepala, Persebaya juga berencana mempertahankan asisten pelatih sampai kit man untuk menghadapi Liga 1 musim depan. "Asistennya semua kita pertahankan sampai kit man juga kita pertahankan. Karena kita bentuk tim ini sudah seperti keluarga," ucapnya.

Yang menjadi masalah saat ini, aturan di PSSI hanya pelatih berlisensi A  AFC untuk menukangi tim di Liga 1.  Namun  Alfredo Vera tak khawatir soal lisensinya untuk Liga 1 bersama Persebaya Surabaya. Lisensinya kata dia, sudah aman untuk musim depan. "Saya bicara dari dahulu, kalau sekarang lisensi tak masalah. Karena semua pelatih Argentina punya lisensi yang sama," ungkap Alfredo usai laga.

Sebagai informasi, Alfredo punya lisensi dari Conmebol. Dia yakin lisensinya itu tak lagi jadi masalah. "Anda bisa lihat Mario Gomez (pelatih Persib) juga pasti punya lisensi yang sama. Saya juga sudah pegang tiga tim, maka tak perlu lagi kursus pelatih," tandas dia. 

Rangkuman Perjalanan Bajul Ijo Tahun 2017

8 Januari 2017

Merupakan tanggal penting yang akan selalu diingat oleh seluruh pencinta Persebaya. Pada tanggal ini status Persebaya dipulihkan oleh PSSI dalam Kongres Tahunan yang dilaksanakan di Bandung. Persebaya juga disahkan sebagai peserta Liga 2 2017.

30 Januari 2017

Masih pada bulan yang sama, Persebaya memulai pembentukan tim dengan menunjuk Iwan Setiawan sebagai pelatih.

8 Maret 2017

Sebelum terjun di kompetisi Liga 2 2017, Persebaya ambil bagian pada turnamen Piala Dirgantara yang dilangsungkan di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Persebaya berhasil menjuarai turnamen ini setelah mengalahkan Cilegon United dengan skor 2-0.

19 Maret 2017

Persebaya menggelar uji coba melawan PSIS Semarang di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Pertandingan berlabel Homecoming Game ini menandai kembalinya Green Force ke kancah sepak bola Indonesia.

20 April 2017

Inilah laga pertama Persebaya di kompetisi Liga 2 2017. Persebaya berjumpa sesama tim Jawa Timur (Jatim), Madiun Putra. Sayang, Green Force gagal memetik kemenangan di laga ini setelah dipaksa bermain imbang 1-1.

27 Mei 2017

Persebaya resmi menunjuk Angel Alfredo Vera sebagai pelatih kepala menggantikan Iwan Setiawan. Pemberhentian Iwan adalah buntut insiden dengan Bonek di Martapura. Debut Alfredo Vera sebagai pelatih Persebaya tak berjalan mulus. Rendi Irwan Saputra dan kawan-kawan kalas atas PS Badung dalam pertandingan uji coba di Bali pada 10 Juni 2017.

12 Oktober 2017

Persebaya secara mengejutkan kalah dari Kalteng Putra dengan skor 0-1 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Kekalahan ini memantik reaksi kecewa dari berbagai pihak, tak terkecuali suporter setia Persebaya. Di lapangan, para pemain tak kuasa menahan tangis akibat kekalahan kedua sepanjang musim itu. Meski kalah, Persebaya tetap lolos ke babak delapan besar dengan status runner-up.

25 November 2017

Persebaya mengalahkan Martapura FC dengan skor 3-1 dalam semifinal Liga 2 2017 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Kemenangan ini tak hanya mengantarkan Persebaya ke final Liga 2, Green Force juga menggenggam tiket promosi ke Liga 1 musim depan.

28 November 2017

Stadion GBLA menjadi saksi kemenangan dramatis atas PSMS Medan dengan skor 3-2. Sukses menjinakkan Ayam Kinantan - julukan PSMS, membuat Persebaya menahbiskan diri sebagai juara Liga 2 2017. Ini adalah gelar juara liga pertama dalam sebelas tahun terakhir. Persebaya terakhir kali mengangkat piala setelah menjuarai Divisi Satu Liga Indonesia tahun 2006 silam. (nov)

 

 

 

banner