Laporan Utama

Published in Laporan Utama

Harusnya Bangga dengan Pembinaan Sendiri

May 04, 2017 Publish by 
Pengurus KONI periode 2017-2022 foto bersama gubernur dan wakil gubernur Jatim usai dilantik Gedung Grahadi Surabaya
Pengurus KONI periode 2017-2022 foto bersama gubernur dan wakil gubernur Jatim usai dilantik Gedung Grahadi Surabaya KT/Istimewa

PENGURUS KONI Jawa Timur periode 2017/2021 Hari Jumat, tanggal 28 April lalu resmi dilantik olek KONI Pusat di gedung Negara Grahadi Surabaya. Jumlah pengurusnya, lebih ramping dari kepengurusan sebelumnya yang hanya 77 orang. Itu berarti KONI Jawa Timur kedepan akan lebih efisien dalam sisi anggaran.

Lalu akan seperti apa KONI Jawa Timur melihat propek PON XX di Papua nantinya. Akankah tetap menargetkan juara umum, atau tetap peringkat dua seperti PON Jabar atau malah sebaliknya. Jika mengacu pada PON XlX Jabar, sesungguhnya persiapan Jawa Timur jauh lebih bagus. Karena Jawa Timur telah melakukan lompatan yang perlu mendapat apresiasi dari insan olahraga di negeri ini. Pasalnya KONI Jawa Timur sudah menerapkan sport scince, psikologi olahraga dan teknologi kesehatan olahraga. Dan itu disiapkan dengan dana yang tidak sedikit.

Konsep yang ditawarkan Erlangga Satriagung selaku Ketua Umum KONI Jawa Timur tersebut direspon positif Gubernur Jawa Timur Sokarwo dengan memenuhi kebutuhan anggaran, DPRD Jawa Timur pun makmum. Al hasil di PON XlX Jabar 2016, Jawa Timur mengantongi 132 medali emas, 138 perak dan 13 perunggu. DKI Jakarta, 132 emas, 124 perak dan 118 perunggu. Sedang tuan rumah Jawa Barat dengan segala cara yang dia miliki mengantongi 217 emas, 157 perak dan 157 perunggu merebut juara umum.

Dengan segala perhitungan yang sangat matang mulai dari sisi atlet, anggaran maupunn strategi , didukung penyertaan pendapingan tim gizi, tim kesehatan, tim psykoligi dan lainya, target emas KONI Jawa Timur adalah 135 emas. Jika itu dicapai maka Jawa Timur sudah menjdi juara umum. Namun fakta lapangan ternyata tidak demikian. Tradisi tuan rumah tampil sebagai juara umum ternyata belum bisa dirubah. Jawa Timur harus rela diurutan dua. Target emasnya 135 berhasil di realisasi 132. Dari jumlah itu maka bisa di klim bahwa KONI Jawa Timur sudah berhasil memenuhi target.

Diluar arena, tugas KONI Pusat berikutnya bersama PB PON adalah memastikan apakah tes doping berjalan apa tidak. Sebab sampai PON berakhir tidak ada pernyataan resmi ke media massa dari KONI Pusat dan PB PON adakah medali emas yang dibatalkan gara gara doping.

Kalau tradisi tuan rumah selalu menjadi juara umum PON, pertanyaannya akankah Papua yang pada PON Jabar menempati peringkat 8 dengan 17 emas, 19 perak dan 32 perunggu bisa menenggelamkan Jabar, DKI Jakarta dan Jatim. Jawabnya bisa tidak bisa iya.

Sepertinya PON tidak jauh beda dengan mengurus politik. Bursa perpindahan atlet dari satu provinsi ke provinsi lain di negeri ini sudah biasa terjadi. KONI Pusat yang punya otoritas dan kekuasaan sepertinya membiarkan “ Harusnya KONI juga bangga dengan pembinaanya sendiri.” (min)

banner