Laporan Utama

Foto : Rombongan peserta LKTW Pemprov Jawa Timur saat diterima Bupati Malang Rendra Kresna di Pendopo Agoeng Selasa (28/8/2018) malam.

Perlu data yang valid

Terhadap keberhasilan Gubernur Jawa Timur  Soekarwo dibidang peternakan tersebut anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur Pranaya Yudha mengakui bahwa Jawa Timur menjadi barometer peternakan secara nasional. Produksisapi dan daging sapi melimpah.

“Cukup beralasan kalau kemudian Gubernur mengeluarkan statemen penolakan terhadap daging impor. Stok sapi Jawa Timur melimpah. Itu saya sepakat,” tegas Yudha panggilan akrapnya ketika dikonfirmasi di kantornya Jalan Indrapura Surabaya.

Keberpihakaan kita harus jelas. Artinya, gubernur harus  memikirkan rakyatnya. Bulan ramadhan, lebaran, tahun baru dan Idul Qurban adalah hari baik bagi peternak Jawa Timur. Saatnya mereka menikmati keuntungan.

Selain itu, program nasional Upsus Siwab harus menjadi pemicu sekaligus memperkokoh posisi Jawa Timur secara nasional."Opsus Siwab bertujuan untuk meningkatkan jumlah populasi ternak di Jawa Timur," 

Anggota DPRD paling muda ini menyatakan,  kendala yang selalu ada adalah pendataan yang kurang valid antara data jumlah populasi ternak (populasi surplus) dan data jumlah ternak siap potong. Data pemotongan di RPH sekarang ini trennya menurun sejak tahun 2012 meski dalam skala nasional masih yang tertinggi dan tebaik.

Temuan kami dilapangan banyak faktor mengapa cenderung menurun. Penyebabnya adalah jumlah populasi mayoritas milik rojokoyo, perlu adanya pengendalian pemotongan ternak betina produktif sekaligus solusinya agar peternak rojokoyo bisa hidup tanpa harus memotong ternak betina produktif.

Dan faktor ketiga, perlunya diadakan kebijakan inovatif jangka panjang seperti mengoptimalkan RPH RPH yang sudah ada untuk mengelola bisnis penggemukan sapi siap potong.

Disnak Jawa Timur, perlu serius mengkonsep dan menjalankan BUMD yang fokus masalah pembibitan ternak untuk ketersediaan jumlah ternak siap potong dan stabilitas harga daging.

Menjawab pertanyaan perlunya subsidi angkutan untuk menekan tingginya harga daging, Prana Yudha mengatakan, eksekutif dan legislatif memang perlu mendiskusikan ini.

Sepanjang itu benar benar memberikan manfaat untuk untuk masyarakat Jawa Timur, bisa dilakukan. Sebab jangan sampai angkutannya disubsidi, tapi sapinya dibawa keluar provinsi. Jadi yang disubsidi hanya yang beredar di Jawa Timur saja.

Subsidi angkutan itu bisa dilakukan kalau untuk antar Kota/Kabupaten dalam provinsi. Karena dananya bersumber dari APBD, maka peruntukannya juga untuk rakyat Jawa Timur. Namun yang paling urgen untuk saat ini adalah pendataan yang harus benar benar valid.

Pendataan dan penataan itu mulai dari jumlah sapinya, pembuntingan setiap tahunnya, dasar pembentukan BUMD,RPH. Semuanya harus ada dasar hukumnya. kata Yudha. (Amin Istighfarin)

Bupati Malang DR Rendra Kresna dan Kepala Disnak & Kesehatan Hewan Kab. Malang Nurcahyo,SH,M.Hum

20 Tahun Bergelut Dengan Sapi

Kabupaten Malang menjadi  salah satu daerah yang memiliki populasi sapi terbesar dalam skala daerah baik sapi potong dan sapi perah.

Bukan hanya sapi potong yang berkembang, tapi juga sapi perah, kambing PE, dan unggas baik berbasis daging potong dan petelur. Khusus untuk persapian  Bupati Malang Rendra Krena  mengaku sudah cukup lama bergelut dengan sapi yaitu sejak dirinya masih anggota DPRD Kabupaten Malang sampai pimpinan DPRD dan  bupati 2 periode. Hampir 20 tahun. Jadi saya paham betul," tandasnya.

Saat ini, diwilayah kerjanya tersedia 230.000 ekor sapi. Setiap tahunnya lahir anak sapi (pedet) 60.000 ekor lebih. Harga pedet antara sudah diatas Rp 8,5 juta atau diatas Rp 500 milliar.

Sedangkan untuk sapi perah tersedia  90.000 ekor lebih. Jadi untuk ketersediaan daging,  Jawa Timur plus dengan daerah lainya sangat  terpenuhi, bahkan lebih. Jadi kalau Pak Gubernur Pakde Karwo menolak daging impor, salah satunya alasanya ini. Pak Gubernur berfikir rakyatnya harus sejahtera dulu.

Dari peternakan saja, sumbangsih untuk PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Kabupaten Malang kisaran 2 sampa 3 persen atau sekitar Rp 1,5 triliun lebih. PDRB Kabupaten Malang pada tahun 2017 sekitar Rp 8,27 triliun 

Tapi PDRB itu sumbernya tidak saja pertanakan, melainkan dari industri olahan, pertanian, perdagangan, perkebunan dan lainya.

Lalu apa yang membedakan Kabupaten Malang dengan daerahnya lainnya di Jawa Timur, Rendra Kresna mengatakan, pertama karena masyarakat senang bertenak. Minatnya memang sudah ada.

Kedua eksistensi, pemerintah serius menfasilitasi peternak. Dan tidak kalah pentingnya adalah peran pejuang pejuang peternakan yang kita sebut ensiminator yang ada di desa desa. Mereka bukan pegawai negeri, bukan pegawai daerah.

Tapi mereka berkomitmen dan pemberintah memberikan fasilitas, memberikan pelatihan dan keperluan hanya mereka butuhkan. Pembekalan , ilmu  termasuk insiminasi buatan. Potensi peternakan di Kabupaten Malang tidak mengada-ada.

Tak terkecuali, adalah keberadaan BPIB Singosari yang merupakan hasil sumbangan dari Pemprov Jatim.

Kala itu Gubernur Jatim, Imam Utomo mendatangkan sapi pejantan dari Australia, kini terus dikelola di BPIB sehingga menghasilkan semen beku yang bisa dipesan oleh siapapun, baik untuk semen beku bibit jantan, betina sampai kembar dengan harga murah.

“Setiap tahunnya kita bertemu dengan mereka, peterna maupun insiminatoruntuk diberikan pelatihan. Peserta luar negeri banyak mengikuti pelatihan di BPIB. Kita memiliki 67 petugas inseminator. Mereka memiliki semangat tinggi turun langsung ke para peternak di desa-desa.

Rata-rata anak sapi atau pedet 60 ribu per tahun dari inseminasi BPIB. Jumlah itu belum termasuk yang alami dan baru jenis sapi potong. Jumlah populasi sapi kurang lebih 230 ribu ekor sapi potong dan 90 ribu sapi perah. Itu diluar sapi pabrikan.

Didampingi Kepala Dinas Peternakan & Kesehatan Hewan Pemkab Malang Nurcahyo,SH,M.Hum, Rendra Kresna menyatakan, dalam perkembangannya petani ternak di Malang sudah terbagi dalam klaster klaster.

Ada spesialisasi pedet. Mereka ini hanya bermain kusus pedet usia 0 bulan sampai 6 bulan. Lalu adalagi yang spesialisasinya usia satu sampai dua tahun.

Bagi mereka yang spesialis pedet cenderung membeli yang betina, lalu diikutkan program penggemukan. Jadi keuntungannya berpindah pindah sesuai profesinya. “Mereka itu sudah punya ilmunya,”

Dinas Pertenakan tidak bermain disitu melainkan pada tataran  budidaya dari memelihara indukan, membuntingkan, menjaga sehatan, menjadikan bibit bagus. Kalau harga itu yang menentukan adalah pasar.

Kalau harga pedet atau sapi lagi bagus, ya silahkan saja pembeli nego dengan pemilik ternak. Tugas pemerintah adalah melindungi ternaknya, dagingnya, dan aman untuk di kunsumsi.

Menyingung soal harga daging sapi yang cenderung variatif, Kadis Peternakan Kabupaten Malang Nurcahyo mengatakan, yang membuat mahal bukan harga sapinya melainkan darimana sapi itu didatangkan atau transportasinya.

Untuk orang Malang, harga daging kisaran Rp 100ribu. Tapi sampai di Surabaya, perlu ada tambahan biaya angkutannya. Biaya transportasinya itu menjadikan daging mahal.

Menurutnya, harga daging di Malang kisaran Rp 100ribu. Tapi kedepan daging di Surabaya tidak setinggi sekarang. Kemudahan akses jalan tol akan memperlancar distribusi ternak dari Malang ke Surabaya.

Nurcahyo menjelaskan, meski Malang termasuk penopang sapi di Jatim namun untuk memenuhi kebutuhan susu warga Malang ternyata masih kurang. Penyebabnya karena dari peternak langsung menjual ke Nestle. Dan pasokan dari peternak untuk kebutuhan Nestle masih sangat kurang.

Untuk mengakselerasi percepatan target pemenuhan populasi sapi potong dalam negeri, Jawa Timu telah melakukan program Upsus Siwab (Usaha Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting).

Ini adalah program nasional Kementerian Pertanian dalam rangka melakukan percepatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting (UPSUS SIWAB).

Upaya ini dilakukan sebagai wujud komitmen pemerintah dalam mengejar swasembada sapi yang ditargetkan tercapai pada tahun 2026 mendatang.

Diharapkan melalui Upaya Khusus ini terwujud Indonesia yang mandiri dalam pemenuhan pangan asal hewan, dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat.

Kepala Disnak Jatim, Drh. Wemmi Niamawati, MMA mengatakan, bila tahun sebelumnya, UPSUS SIWAB dilaksanakan pada sapi potong, tahun ini akan dilaksanakan pada sapi perah. Belum lama ini, Disnak Jawa Timur juga melakukan Rakor (Rapat Koordinasi) Upsus Siwab Sapi Perah.

Koordinasi dilaksanakan dengan pengurus KUD sapi perah, perusahaan sapi perah, GKSI serta perwakilan dinas kabupaten/kota yang memiliki potensi sapi perah.

Populasi sapi perah dan produksi susu sapi di Jawa Timur adalah sebanyak 54% dari nasional.

“Meskipun kontribusi Jawa Timur terhadap nasional cukup tinggi, namun masih perlu dikembangkan lagi karena kebutuhan Industri Pengolah Susu untuk nasional masih kurang sekitar 800 ton per hari”,

Ditambahkannya, biogas perlu terus digalakkan bagi anggota KUD. Kadisnak mengharapkan ternak yang keluar dan masuk ke Jatim, dilaporkan dan atas rekomendasi dinas kabupaten/kota serta mendapatkan izin dari dinas provinsi. Hal tersebut dimaksudkan untuk menjaga wilayah Jatim dari penyakit hewan menular.

Pada tahun 2018, di Jatim disediakan 245 ribu straw bibit sapi perah Fresien Holstein (FH) bagi peternak. Bagi ternak sapi perah yang bukan anggota KUD dan GKSI, masih bisa diikutkan UPSUS SIWAB seperti pada sapi potong.

Melalui UPSUS SIWAB, petugas KUD diwajibkan melaporkan hasil IB, PKB dan kelahiran melalui ISIKNAS. Pelatihan pelaporan iSIKHNAS bagi petugas KUD dilakukan oleh dinas kabupaten/kota 

Selain sosialisasi UPSUS SIWAB, juga dilaksanakan sosialisasi asuransi ternak, Nomor Kontrol Veteriner (NKV) serta pembebasan brucellosis. Untuk tahun 2018 ini disediakan 20 ribu Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) bagi peternak sapi di Jatim.

Pada tahun 2017, KUD Setia Kawan – Nongko Jajar mendaftarkan 5.000 ekor sapi perah untuk ikut asuransi. Dengan adanya asuransi tersebut, sangat membantu peternak, karena pada tahun tersebut peternak memperoleh biaya asuransi sebanyak 960 juta dari 96 ekor sapi yang mati.

Untuk menuju sukses 2026 , Disnak Jawa Timur telah menetapkan UPSUS SIWAB secara bertahap dan tahun 2018 ini memiliki target : target IB 1.295.600 akseptor, target kebuntingan 1.005.629 ekor, target kelahiran 939.136, penanaman HPT 30 hektar (300.000 stek), dan pngndalian pemotongan produktif 6 lokasi

Sebaliknya kontribusi Upsus Siwak  Jawa Timur untuk nasional tahun 2018 targetnya: insiminasi buatan 1.295.600 (nasional 3.000.000) atau 43,20 persen, kebuntingan 1.005.629 (nasional 2.307.794) atau 43,58 persen dan kelahiran 933.136 dari target nasional 2.148.048 atau 43,72 persen.  (Amin Istighfarin)

Sebanyak 150 sapi milik warga Wonoayu Kecamtan Wajak mengikuti demo insiminasi buatan , pada Rabu (29/8/2018)

 “Bahagia itu sederhana, dimana hati selalu bersyukur atas apa yang kita dapat”

Kalimat bijak diatas cocok untuk seorang laki laki bernama Usman, 30 tahun, penduduk desa Wonoayu Kecamatan Wajak Kabupaten Malang, Jawa Timur. Usman adalah peternak sapi yang sukses di desanya. Ia juga  dikenal sebagai tukang batu yang mumpuni. Selain itu, Usman seorang petani yang produktif dengan sawah miliknya seluas 1 hektar.

“Untuk orang seperti saya, kalau mau hidup hemat  dan tidak neko neko, sudah cukup. Sapi menjadi simpanan. Ibaratnya emas. Baru dijual juika keadaan darurat," ungkap Usman, bapak satu anak ini kepada wartawan dirumahnya Desa Wonoayu, Rabu (29/8/2018).

Usman hidup dalam keluarga yang bahagia. Dirumahnya hanya ada  istri, satu anak, dan mertuanya. Meski usia mertuanya sudah menginjak 60 tahun, namun masih mampu ngarit (mencari rumput) untuk pakan ternak dan berkebun

Penghasilannya sebagai tukang batu Rp 525.000/minggu.Awalnya sapinya hanya satu. Setelah ikut kelompok ternak sapi di Desanya Wonoayu, berikut program insiminasi buatan (IB), kini berkembang menjadi tujuh.

Dia bercerita bahwa merawat sapi ternyata sangat mudah. Makanannya hanya rumput biasa. Diusahakan tidak dikasi makan damen  kering. Sebab bisa menjadikan sapi kelihatan tidak sehat,kurus. Seminggu dua kali ada makanan yang bergizi misalnya dari katul dan vitamin. Untuk vitamin ini ada bantuan dari pemerintah (Disnak).   

Untuk sapi yang ia miliki, tergolong sapi bagus dengan harga kisaran Rp 23 juta. Dan pedetnya, usia sampai enam bulan antara Rp 8 jutaan sampai Rp 10 juta. Untuk sapi yang baik, tandanya kepalanya besar, kaki besar, pantatnya press (montok) dan badan memanjang. Jenis ini harga pasti tinggi “Kami berharap pemerintah bisa membantu vitamin terutama saat bunting,” harap Usman.

Menyinggung soal kawin suntik, dikatakan Usman, untuk kawin Suntik biaya Rp 65.000/suntik. Kalau gagal, kawin suntik berikutnya hanya dipungut biaya Rp 30 ribu saja. Biasanya sekali langsung bunting, tapi juga ada yang sampai enam kali. Tapi biayanya tetap tidak ada tambahan. Bagi peternak sapi juga harus paham pada saat mana harus kawin suntik. “Ada tanda tandanya,” ucapnya.

Hari itu, UPT Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur di Malang sengaja melakukan demo Sapi dengan melibatkan 150 ekor, 130 diantaranya adalah sapi betina. Tujuannya,  kepada publik bahwa Wonoayu memang gudangnya sapi, pemeriksaan pembuntingan dan insiminasi buatan (IB). Pertama adalah dokter hewan. Kedua petugas insiminator yang sudah mengikuti pelatihan pembuntingan.

Hari ini ada 60 petugas insiminator. Namun yang bisa melakukan pembuntingan hanya 20 oang saja. Untuk menjadi petugas insiminator saratnya punya jam tebang sekurang kurangnya 2 tahun dan bersertifikat. Jadi 20 oang itu yang memiliki kompetensi.terang Iswahyudi Kepala UPT Dinas Peternakan Jatim di Malang.

Di Kabupaten Malang hampir semua Kecamatan memiliki sentra petenakan binaan . Hanya saja di Wonoayu, Kecamatan Wajak relatif lebih banyak ketimbang desa lainya. Kepala Desa Wonoayu Wina Ernama,S.Sos,Msi menyatakan, Wonoayu berada di ketinggian 50 meter diatas permukaan laut. Desa ini dihuni 392 KK (Kepala Keluarga), dengan jumlah sapi 886 ekor

Pada umumnya penduduk tidak hanya berternak sapi, tapi juga ada Kambing dan ayam. Jadi rata rata satu rumah minimal ada 2 sapi.

Dalam lima belas tahun terakhir ini penduduk desa Wonoayu, perkembangannya sangat pesat. Semula rumah rumah penduduk tidak sekokoh ini. Jalan utama tidak sebagus sekarang beraspal mulus. Mayoritas penduduknya sebagai petani sawah dan berternak.

Generasi mudanya,saat ini sudah mulai menyerbu Kota. Namun juga banyak yang bekerja di luar negeri (TKI) terutama wanitanya. Malaysia, Hongkong, Taiwan dan Singapura menjadi tujuan utamanya. Kalau Timur Tengah hampir tidak ada.

Melihat perlompatan ekonomi yang demikian pesat, Bu Kades Ernama, mengaku  kawatir akan terjadi krisis petani ternak di desanya. Sebab generasi penerusnya cenderung memilih hidup di kota baik sebagai pekerja maupun wiraswasta.

Kami selalu mendorong untuk mencari pengalaman baru. Namun kalau arus urbanisasi ini tidak bisa dibendung, kedepan lalu siapa yang meneruskan . Padahal desa Wonoayu sangat dikenal sebagai gudangnya ternak sapi.

Dulu rumah rumah disini berdiri seadanya. Tapi sekarang sudah bata merah. Bagus bagus. Setiap rumah sudah ada sepeda motor dan bahkan mobil,termasuk peralatan elekronik lainya seperti teevisi.

Jalan juga sudah beraspal mulus. Sebagian dibangun oleh Pemkab Malang melalui APBD, anggaran dana desa (ADD) dan  swadaya masyarakat.

Kami selalu membangun komunikasi dengan Pak Miskat , anggota DPRD Kab Malang yang kebetulan penduduk asli Wonoayu. Beliau ini sangat perhatian dengan desanya. tegas Bu Kades sambil melirik Miskat yang ada di disebelahnya. 

“Sapi, kambing dan ayam ini menjadi simbol kesejahteraan  masyarakat Wonoayu,” ucapnya.

Peternakan Sapi ini mulai ada sejak 1990. Mulanya hanya sekitar lima orang. Itupun ada keengganan menerima bantuan dari Pemkab. Saat itu pola asuhnya masih sangat tradisional.  Kemudian tahun 2003 mulai ada  program yang lebih modern yaitu IB (insiminasi buatan/kawin buatan).

Ernama,S.Sos,MSi yang akan mengakhiri jabatanya kali kedua pada tahun 2019 menjelaskan, kegiatan warganya selain bertani, beternak sapi, kambing dan ayam, ada pekerjaan lain yaitu tanaman hias yang setiap minggunya bisa mengirim 2 sampai 3 truk ke Jawa Tengah. Juga produksi kripik tempe.

Hari ini desa Wonoayu punya Icon yang sangat ektrem yaitu olahraga bermotor kusus tril 1500cc, Pacuan Kuda dan Kolam renang. Sekolah sepakbola (SSB) juga mulai kita bina.

Belum lama ini kita adakan lomba motor piala Menpora dengan melibatkan pembalap pembalap se Jawa, Bali, Kalimantan dan Sulawesi.

Areal balap motor sangat menantang karena medanya  berbukit. Arena pacu motor dan lapangan sepakbola terus kita benahi. tandas Ernama setengah promosi keberhasilannya itu.

Pertumbuhan populasi Sapi di Jawa Timur selama kurun waktu empat tahun terakhir sejak 2015 sampai 2017 mengalami kenaikan sampai 3,77 persen.

Pada tahun 2015 misalnya ketersediaan sapi potong mencapai 4.267.325 ekor, lalu 2016 meningkat menjadi 4.407.807 ekor dan tahun 2017 menjadi 4.573.893 ekor.

Sedangkan untuk sapi perahan juga dari tahun ke tahun menglamani kenaikan. Tahun 2015 sampai 2017 terjadi kenaikan 4,03 persen. Pada tahun 2015 tercatat 256.947 ekor, tahun 2016 265.002 dan tahun 2017 menjdi 275 675 ekor sapi.

Lalu bagaimana dengan kontribusi Jawa Timur dalam pengadaan pangan  nasional. Data di Dinas Peternakan Jawa Timur menunjukan nilai positif dengan menyumbang 28 persen.

Populasi Jawa Timur untuk sapi potong 4.573.893 ekor, sedangkan angka nasional hanya 16.599.247. Sapi perah populasinya 275.675 ekor.

Sebaliknya untuk produksi daging dan susu sapi di Jawa Timur  pada tahun 2017 mencapai 102.932 ton, sedang tahun yang sama produksi nasional hanya 531.757 ton atau sekitar 19 persen.

Untuk produksi susu pada tahun 2017 mencapai 513.715 ton, sedang produksi nasional hanya 928.893 ton atau menyumbang 55 persen untuk nasional.

Melihat produksi yang sedemikian besar baik sapi potong, sapi perah, daging sapi dan susu menempatkan Jawa Timur diperingkat 1 nasional sekaligus menjuluki Jawa Timur sebagai lumbungnya peternakan.

Untuk mendukung ketahanan Jawa Timur sebagai sentra peternakan, Dinas Peternakan memiliki 7 UPT (Unit Pelaksana Tekinis). Sentra petenakan itu ada di Jombang, Madura, Lamongan, Madiun, Tuban dan Kabupaten Malang yang terbesar. Didukung 20 Laboratorium, tiga diantaranya milik Pemprov yaitu di Tuban, Madura dan Malang,serta 17 Lab milik Pemkab/Kota.

Jawa Timur juga memiliki rumah potong hewan terbanyak diantaranya yaitu 134 RPH (131milik pemerintah) dan 3 RPH milih swasta, 202 pasar hewan, 19 pabrik pengolahan pakan ternak, 35 pos IB (Insiminasi Buatan), 8.500 kelompok Ternak,  dan 67 Koperasi Ternak, serta 1 balai besar inseminasi buatan (BBIB) di Singosari Malang dan UPT IB Disnak Jawa Timur.

Sementara itu memperceat peningkatan populasi ternak Disnak Jawa Timur juga terus melakukan pelatihan pelatihan terhadap SDM (Sumber Daya Manusia).

Sampai tahun 2017 tercatat ada 364 petugas medik (dokter hewan), petugas paramedik veteriner 636 orang, petugas insiminator (IB) 1.436 orang, petugas pemeriksa kebuntingan (PKB) 1.129 orang. (Amin Istighfarin)

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Surabaya (KoranTransparansi.com) - Sebanyak 2/3 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) menyumbangkan kaum intelektual di Jawa Timur. Kaum intelektual tersebut berasal para mahasiswa maupun lulusan mahasiswa dari universitas sehingga melahirkan masyarakat Jatim yang cerdas dan berakhlak mulia

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo saat memberikan sambutan dihadapan Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo pada acara Kuliah Umum Wawasan Kebangsaan dan Pembukaan Rakernas Lembaga Pendidikan PGRI  di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Kamis (6/9). 

Dikatakannya, kaum intelektual di Jatim telah memberikan warna positif bagi pembangunan di Jatim. Saat ini jumlah, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Jatim sebanyak 10 universitas sedangkan jumlah PTS sebanyak 326 universitas.

Dari jumlah itu, lanjut Pakde Karwo jumlah mahasiswa di Jatim sebanyak 721.682 orang terdiri dari mahasiswa PTN sebanyak 209.463 orang dan PTS sebanyak 512.219. "Kehadiran Bapak Presiden di Jatim sangatlah tepat untuk memberikan motivasi kepada generasi muda, karena sebanyak 2/3 kaum intelektual berasal dari PTS di Jatim," ujarnya.

Tingkatkan Kualitas dengan IT

Sementara itu, dihadapan ribuan mahasiswa yang hadir, Presiden Jokowi mengingatkan untuk terus meningkatkan kualitas diri dengan memanfaatkan informasi teknologi (IT). Terlebih, saat ini telah terjadi Revolusi Industri 4.0.

Revolusi industri 4.0, tambahnya merupakan perpaduan antara teknologi, ilmu pengetahuan yang mengedepankan akses dan kecepatan. Maka, generasi muda harus segera untuk menyesuaikan diri. "Mau tidak mau, suka tidak suka kita harus menghadapi Revolusi Industri ke 4.0. Apakah kita ditinggal ataukah melompat jauh seiring dengan perkembangan itu," terangnya.

Diakhir arahannya, Kepala Negara menegaskan, bahwa meskipun teknologi tumbuh secara cepat namun generasi muda tidak boleh melupakan jati diri sebagai bangsa yang besar. "Sebagai kaum intelektual mahasiswa harus senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa seiring dengan era teknologi.  Kita harus sadar bahwa Indonesia adalah negara besar yang mempunyai potensi maupun kekuatan yang luar biasa," tegasnya. 

Terkait PGRI, Presiden menyatakan, bahwa PGRI lahir dari perjuangan Bangsa Indonesia. Peranan PGRI sangatlah strategis dalam rangka mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Presiden berharap, PGRI terus mampu menjadi organisasi yang dapat mencetak kaum intelektual.  Terutama, mencetak generasi muda kader anak didik bangsa.  "Terima Kaaih PGRI teruslah berjuang dan isi kemerdekaan melalui pendidikan nasional," tutupnya.

Hadir dalam kesempatan itu, Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifudin, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Gubernur Jawa Timur. (min)

Gerhana bulan total atau "Blood Moon" terlihat dari kawasan Pasar Baru, Jakarta, Sabtu (28/7/2018) dini hari. Gerhana Bulan tersebut merupakan yang terlama pada abad ini dengan durasi sepanjang 103 menit dan seluruh proses gerhana sekitar 6,5 jam

 

Nairobi, Kenya (KoranTransparansi.com) - Bulan yang berwarna merah darah saat bergerak menuju bayangan Bumi dalam gerhana bulan terpanjang selama abad ke-21 memesona para pengamat bintang di berbagai belahan dunia antara Jumat malam dan Sabtu dini hari.

Dari Cape of Good Hope sampai Timur Tengah; dan dari Kremlin sampai Pelabuhan Sydney, ribuan orang mengarahkan pandangan ke bintang-bintang untuk melihat bulan, yang berubah gelap sebelum bercahaya oranye, kecokelatan dan merah tua dalam bayangan Bumi.

Gerhana total berlangsung satu jam, 42 menit, dan 57 detik, meski gerhana sebagian mendahului dan menyusul, yang artinya bulan menghabiskan total hampir empat jam di bayangan umbra Bumi menurut Badan Aeronautika dan Antariksa Amerika Serikat (NASA).

Gerhana paling penuh bisa dilihat dari Eropa, Rusia, Afrika, Timur Tengah, serta sebagian besar Asia dan Australia meski awan menutupi bulan di beberapa tempat. Namun gerhana tidak bisa dilihat dari Amerika Utara atau kebanyakan wilayah Pasifik.

Reuters memetakan gerhana dari berbagai bagian dunia, menangkap kilau oranye dan merah bulan di atas Kairo; Kuil Poseidon di Cape Sounion, dekat Athena; desa Bavaria Raisting di Jerman; pantai Rio di Brazil; dan Johannesburg.

Di Nairobi, warga Kenya melihat bulan saat menjadi gelap.

"Tentang semua inilah hidup: momen-momen magis seperti ini," kata Teddy Muthusi saat menyaksikan gerhana dari Uhuru Park di Nairobi. "Sangat indah. Sangat bernilai."

Di tepi Sungai Gangga, India, kuil-kuil ditutup menjelang gerhana.

Sementara orang-orang yang antusias menyaksikannya menggunakan teleskop di Marina South Pier di Singapura dan Observatorium Al Sadeem di Al Wathba dekat Abu Dhabi.

Ratusan orang di Australia membayar untuk menyaksikan gerhana dari Observatorium Sydney sebelum matahari terbit.

Di Indonesia, orang-orang juga menyaksikan gerhana, dan warga muslim mendirikan shalat khusuf di masjid-masjid.(kh)

Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo ketika memberikan paparan di Kantor Kemenpan RB Jl. Jendral Sudirman Kav. 69, Jakarta, Selasa (17/7),

 

Surabaya (KoranTransparansi.com) - Kolaborasi Pembinaan Ekonomi Terpadu Kopi Arabika (Kabinet Arabika) dan Sarana Informasi dan Pelayanan Terpadu Pekerja Migran Indonesia (simPadu-PMI) Jawa Timur yang  masuk sebagai 99 top inovasi pelayanan publik nasional Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tahun 2018, saat ini dalam proses penilaian menjadi 40 top inovasi nasional dan menjadi inovasi unggulan Jatim.

Paparan tentang kedua inovasi layanan publik ini dilakukan Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo di Kantor Kemenpan RB Jl. Jendral Sudirman Kav. 69, Jakarta, Selasa (17/7),  pada acara Presentasi dan Wawancara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2017 di Lingkungan Kementerian/Lembaga, Pemda, BUMN, dan BUMD yang berlangsung pada tanggal 9-23 Juli 2018.

Bertindak sebagai panelis atau tim penguji terdiri dari lima orang, yaitu Prof JB Kristiadi, Prof. Eko Prasojo, Dr. Wawan Sobari, Nurzaman Mochtar, dan Indah Suksmaningsih.  

Dalam paparannya, Pakde Karwo-sapaan akrab Gubernur Jatim menjelaskan Kabinet Arabika sebagai salah satu cara mengajak petani di Jatim untuk lebih sejahtera. Konsep dasar dari inovasi Kabinet Arabika ini adalah memberikan nilai tambah kepada petani kopi khususnya arabika, yang peminat dan harga pasar lebih bagus 2.5 kali lipat dibandingkan dengan kopi robusta. 

Agar nilai tambah petani meningkat, lanjut Pakde Karwo, perlu dilakukan intervensi  pemerintah, mulai kualitas dan kuantitas bibit di petani,  pendampingan pada saat tanam dan panen, pengolahan produksi di tingkat petani, pemasaran, sampai dengan pembiayaan bunga rendah. 

Langkah tsb dilakukan a.l. karena permasalahan-permasalahan seperti lambatnya pengembangan kopi arabika yang disebabkan kualitas bibit tidak unggul, kualitas produksi kurang berdaya saing yakni asalan, hanya menghasilkan produk primer berupa biji, serta terbatasnya akses permodalan dan pemasaran. 

Melalui inovasi tsb, menurut Gubernur Jatim asal Madiun ini, pendapatan petani bertambah besar atau menjadi lebih sejatera. Apabila awalnya pendapatan petani hanya sebesar Rp. 70,3 milyar/tahun/ha atas penjualan greenbean asalan-ose kopi yang diambil tanpa melihat tingkat kemasakan.

Dengan inovasi ini, pendapatan petani bertambah menjadi Rp. 266,6 milyar/tahun/ha atau naik 378% ketika menjual dalam bentuk greenbean premium. Sementara itu, ketika kopi dijual dalam bentuk greebean roasted  nilainya menjadi Rp. 643,1 milyar atau naik 913%.

Ditambahkan, pengembangan kopi arabika di Jatim selama ini meliputi area lahan seluas 16.691 ha dengan total produksi mencapai 6.829 ton/ tahun. Sementara, prospek dari kopi arabika Jatim sendiri memiliki potensi lahan sebesar 30.520 ha, yang tersebar di kawasan pengembangan ijen raung seluas 13.700 Ha, argopuro 3.200 ha, Bromo Tengger Semeru 10.120 ha, dan Wilis seluas 3.500 ha. 

Sementara itu, terkait inovasi sim-Padu PMI Pakde Karwo menjelaskan inovasi terutama berupa pendirian layanan satu atap, pembuatan layanan aplikasi informasi kerja, konsultasi dan pengaduan berbasis on line, dan konsultansi pemberdayaan pekerja migran Indonesia Jatim.

Inovasi ini akan mampu mengubah pengiriman para tenaga kerja Indonesia (TKI) Jatim dari sektor informal menuju sektor formal sehingga lebih memberikan perlindungan terhadap para TKI dan turunnya pekerja migran bermasalah di tempat kerja.

Dengan inovasi  ini, lanjutnya, para pekerja formal terdata dan terakses melalui sistem di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov. Jatim dan Kementerian terkait sehingga terhadap permasalahan-permasalahan yang ada bisa terdeteksi untuk diberikan bantuan penyelesaian.

Sedangkan, untuk sektor informal yang sering terjadi permasalahan, pihaknya terus melakukan pembenahan  sektor ini melalui peningkatan kualitas Balai Latihan Kerja. 

Terhadap presentasi apakde Karwo, Panelis Prof. JB Kristiadi memberikan pujian atas paparannya, yang dinilainya sebagai solusi terhadap sektor pertanian dan perkebunan di Indonesia. "Apa yang dikerjakan oleh Jatim bisa digunakan menjadi proyeksi nasional, terutama dalam memberikan nilai tambah, pendampingan hingga akses permodalan," jelasnya. 

Sementara itu,  panelis, Wawan Sobari mengilustrasikan paparan Gubernur Jatim tersebut tidak terlepas dari konsep Jatimnomics yang memberi perhatian pada sektor hulu - hilir yang tujuannya memberikan nilain tambah bagi petani, khususnya kopi, yang sangat memberikan manfaat bahi para petani.

Demikian pula, konsep Jatimetik, yang diilustrasikannya bahwa pekerja migran asal Jatim diberikan  nilai-nilai etika dan moral yang menjadi ciri khas dari masyarakat Jatim selain kompetensi dan keahlian yang dimiliki. Dengan upaya tsb , pihak mitra senang dengan kinerja TKI Jatim yang berkompeten dan relatif patuh kepada pimpinannya.

Turut mendampingi Gubernur Jatim dalam kesempatan ini,  yaitu Kepala Dinas Perkebunan Prov. Jatim Ir Karyadi MM, Kadisnaker Prov. Jatim Setiajid, Plt. Kepala Biro Humas dan Protokol Benny Sampir Wanto, dan Plt. Kepala Biro Organisasi Setda. Prov. Jatim Budi Supriyanto. (min)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...