Laporan Utama

Kepala Biro Persidangan II Sekretariat Jenderal DPR RI Cholida Indryana menerima BAPEMPERDA DPRD Kab. Mojekerto.

JAKARTA (KoranTransprnsi.com) - Badan Pembentukan Peraturan Daerah (BAPEMPERDA) merupakan alat kelengkapan DPRD yang bersifat tetap dan memiliki peran yang spesifik. Untuk itu segala persoalan internal dipandang sebagai urgensi yang harus segera diselesaikan. Hal ini mendorong BAPEMPERDA DPRD Kabupaten Mojekerto melakukan kunjungan ke DPR RI dalam rangka konsultasi terkait keabsahan BAPEMPERDA.

Diketahui, BAPEMPERDA dibentuk dalam rapat paripurna DPRD. Susunan dan keanggotaannya dibentuk pada permulaan masa keanggotaan DPRD dan permulaan tahun sidang. Dimana pada saat itu ditetapkan jumlah anggotanya sebanyak 13 orang. Kemudian dalam pasal 64 yang dimuat pada tata tertib peraturan daerah (Perda) dinyatakan bahwa jumlah anggota BAPEMPERDA harus setara dengan jumlah anggota komisi.

Sementara baru-baru ini ada perubahan pada jumlah anggota komisi. Dimana ada satu anggota komisi yang pindah ke komisi lain. Artinya ada penambahan dan pengurangan jumlah anggota pada komisi terkait. Sehingga bagi sebagian pihak yang merujuk pada pasal 64 jumlah anggota BAPEMPERDA tidak sesuai tata tertib yang berlaku. Dengan adanya perbedaan tersebut, hal ini menjadi perdebatan di DPRD Kabupaten Mojekerto. Keabsahan BAPEMPERDA dipertanyakan.

Meanggapi hal ini, Kepala Biro Persidangan II Sekretariat Jenderal DPR RI Cholida Indryana yang menerima delegasi DPRD Mojokerto tersebut menilai, hal ini tidak perlu dipermasalahkan dan dibawa ke paripurna selama surat keputusannya belum berubah.

“Menurut saya kalau Sknya belum berubah tidak perlu ya. Kata setara itu kan berbeda dengan sama. Kalau beda 11, 12, 13 itu kan masih setara kecuali dari 11 menjadi 20 itu kan jauh beda. Kecuali kalau diberikan sanksi tapi itu kan bukan pelanggaran kode etik perorangan,” tutur Iin sapaan akrab Cholida, saat menerima audiensi BAPEMPERDA Kabupaten Mojekerto di Gedung Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI, Senayan, Jakarta

Ia  mengingatkan banyak hal yang jauh lebih penting untuk diprioritaskan mengingat tugas yang diemban salah satu AKD DPRD ini seperti menyusun rancangan program BAPEMPERDA, menyiapkan rancangan Perda, melakukan pengharmonisasian, pembulatan, penetapan konsepsi rancangan Perda yang diajukan anggota, membuat laporan kinerja, melakukan penyempurnaan rancangan Perda berdasakan hasil evaluasi gubernur dan lain sebagainya.

“Kalau dipermasalahkan terus kayak gini kapan BAPEMPERDAnya mau kerja, mau membuat peraturan-peraturan padahal kan udah banyak peraturan-peraturan yang harus segera dibahas kalau dipermasalahkan terus kapan mau selesai peraturan-peraturan tersebut padahal itu sudah urgent sekali untuk masyarakat sekitarnya,” ungkap Iin.

Mendengar penjelasan Iin, Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Ismail Pribadi mengaku puas dan tidak lagi khawatir sekembalinya ke Mojokerto untuk mejelaskan hasil konsultasi ini. “Terimakasih bu Iin untuk penjelasannya. Artinya sudah clear ya jadi sudah tidak masalah. Biar kami enak juga jelaskan disana nanti,” tutup Ismail. (rom/min)

Laporan Wartawan Transparansi : Kebijakan Saudi Arabia Bikin Bingung Penyelenggara Umrah

Larangan Ziarah Mekah, Jamaah Umroh Kelimpungan

KEBERANGKATAN Jamaah umroh medio pertengahan April 2018, saat berada di Mekah, sempat dibikin deg-degan. Usai melaksanakan umrah wajib dari Madinah Munawaroh dengan mengambil miqot di Bir Ali (Bikru Ali) di masjid Julzulaifah atau dikenal juga dengan sebutan masjid Sajarah (Pohon), karena adanya kebijakan dari pemerintah Kerajaan Saudi Arabia, melarang jamaah umroh untuk melakukan ziarah ke tempat-tempat yang populis untuk dikunjungi.

Tempat tempat yang dilarang itu seperti Padang Arofah, Musdalifah, Mina dengan mengambil miqot di Ji’ronah serta kawasan Hudaibiyah, menziarahi museum Haromain (museum Kiswah) areal pertenakan onta dan mengambil miqot di masjid Asy-Syumais (Hudaibiyah).

Kebetulan, H. S. Makin Rahmat, Penanggung Jawab KoranTransparansi.com dan WartaTransparansi.com serta Koran Transparansi (edisi cetak) sebagai Tour Leader (TL) PT. Arofahmina, Travel Umroh dan Haji Plus mendampingi 50 jamaah umroh pada tanggal 18 April 2018. Bos qubabooking, Ustadz Hamzah, dan kordinator Tim Handling Irsyadi sempat bingung dengan edaran resmi yang ditujukan kepada perusahaan dan muasasah penyelenggara umroh.  

Apalagi disertai ancaman, kalau melanggar, selain sopir kena denda, perusahaan bus (Rawaheel) akan terancam pencabutan izin.

Bagaimana tetap memberikan pelayanan yang maksimal dan terus menjaga semangat jamaah dalam beribadah lebih aman, khusyuk, dan menyenangkan, trik TL dan dukungan para muthowif (guide) yang pengalaman mempunyai peran cukup penting. Apalagi, situasi dan keadaan lapangan seringkali tidak sesuai dengan buku panduan beribadah.

“Alhamdulillah, selama kami mendampingi jamaah dari Arofahmina, ustadz TL yang mendampingi jamaah sangat berpengalaman dan penuh perhatian sehingga cepat mengatasi segala persoalan di lapangan dengan solusi sebaik mungkin. 

Intinya, tidak menganggu tujuan utama beribadah di dua tempat suci, yaitu Mekah-Madinah,” ucap Ustadz Sadrun, muthowif asli Lombok dan Ustadz Harun yang punya perhatian luar biasa untuk mensupport beribadah.

Labbaik Allahumma Labbaik. Labbaik Laasarikallabbaik. Maha besar Allah Dzat Yang Maha Suci dan semata berkat RidloNya, serta salam dan shalawat selalu tercurah kepada Baginda Muhammad SAW, keberangkatan jamaah umroh  paket VIP dan Astandar  18-26 April 2018, berjalan lancar, banyak diberikan kemudahan.  

Walaupun jumlah jamaah 50 orang dengan menggunakan dua  bus Rawaheel, tetap semangat, sehingga proses perjalanan di Haromaian (Madinah dan Mekkah) penuh dengan kekompakan, kekeluargaan dan ibadah lebih khusuk, guyub dan rukun. Semua diluar dugaan dan kemampuan kita. Luar biasa.

Ibadah di Madinah

Perjalanan jamaah umroh  18 April, sesuai jadwal, mulai keberangkatan dari terminal T-1 Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo hingga tiba Rabu malam (18/04/2018) sekitar pukul 22:45 WSA (Waktu Saudi Arabia),  di bandara Prience Abdullah bin Abdul Aziz Madinah. 

Usai melalui pemeriksaan imigrasi sekitar 1 jam baru seluruh jamaah bisa keluar dari terminal haji dan menuju ke hotel  Rawda Royal Inn untuk paket VIP dan Hotel Nozol Royal Inn untuk jamaah paket Standar. 

Sebetulnya, pembagian kunci sudah diberikan dalam perjalananan  menuju hotel. Sampai di hotel, jamaah masih diperkenankan istirahat dan mengambil wudlu sekitar 45 menit. Pukul 01:45 WSA atau Kamis dini hari, seluruh jamaah berkumpul untuk melaksanakan shalat jamak takhir, Maghrib-Isya di  halaman masjid Nabawi (sebelah kanan pintu utama), dekat pintu 17-18. 

Usai shalat, jamaah pria minta diantarkan ke Raudlo sekalian mengenalan lingkungan di sekitar masjid. Kegiatan berakhir, sebelum adzan pertama Subuh di hari Kamis (19/04/2018). Sedang jamaah perempuan diantar ustadz Sadrun dan Ustadz Harun kembali ke hotel sambil menunggu untuk shalat malam dan Subuh tiba. 

Alhamdulillah, sebagian besar jamaah pria bisa langsung menuju ke Roudlo (tempat mustajabah) antara rumah Rasulullah dengan mimbar masjid Nabawi.  Waktu shalat Subuh yang sekarang mundur, yaitu 05:50 WAS, sempat membuat sebagian jamaah bingung dipikir saat Adzan pertama pukul 04.29 sudah waktunya shalat Subuh.  Termasuk usai shalat harus menunaikan shalat jenazah berjamaah.

Patut disyukuri, di hari kedua di Madinah, jamaah bisa melakukan pengenalan dan ziarah di sekitar masjid Nabawi, termasuk ke Roudlo yang menjadi idaman setiap muslim ketika berada di Madinah. 

Bahkan, jamaah perempuan mendapat kesempatan istimewa didampingi muthowifah  Ustadzah Juni untuk mengawal ke Roudlo, usai sarapan, sekitar pukul 08.35 WSA. “Masya-Allah, begitu dahsyatnya ketika berada di Raudlo. Walau berdesak-desakan, air mata tidak bisa terbendung. Doa pun terasa beda. Allahu-Akbar,” kata Rochim, salah satu jamaah.

Sesudah Ashar, jamaah bisa berkumpul di pintu 22 dilanjutkan ke jalur kiri masjid Nabawi untuk mengikuti program ziarah dalam Madinah, sekaligus mengunjungi museum Al-Quran, masjid Abu Bakar, Masjid Ghomamah, hingga menjelang waktu Maghrib tiba. 

Pada hari ketiga, Jumat (20/04/2018), agenda ziarah Kota Madinah juga berjalan lancar. Usai berjamaah Subuh dan sarapan mengikuti program Ziarah luar Madinah, pertama mendatangi masjid Quba dengan keadaan suci hadas dari hotel untuk menjalankan salat dua rakaat dengan faedah mendapat pahala setara dengan ibadah umroh. 

Dari masjid Quba, jamaah mengunjungi kebun kurma Al Faisol. Seperti biasa, jamaah mulai memborong berbagai kebutuhan. 

Target berikutnya, ziarah dilanjutkan ke Jabal Uhud, tempat 70 Suhada Uhud menjadi korban perang Uhud, termasuk paman Rasulullah Hamzah bin Abdul Muntholib dan Mus’  ab bin Umaer.  

Sebelum kembali ke hotel, jamaah sempat mendapat keterangan dari muthowif sejarah masjid Khandaq dan Kiblaten. Kebetulan, hari Jumat seluruh jamaah mengikuti shalat di Masjid Nabawi al-Munawaroh as-Syarif. Usai Ashar, jamaah mengikuti program pemantapan manasih umroh di halaman masjid Nabawi dan persiapan perjalanan menuju ke Mekah. 

“Kami juga mengintruksikan kepada jamaah untuk melaksanakan jamak takdir Maghrib-Isya saat tiba di Mekah, sebelum melaksanakan thowaf dan sai. Usai makan siang, seluruh jamaah bergerak menuju ke Mekah, atau sekitar pukul 14:35 WSA, menuju ke Bir Ali untuk mengambil miqot,” ujar Ustadz Harun yang berada di bus 2.

Larangan Ziarah di Mekkah

Perjalanan menuju Mekah, tidak ada kendala berarti. Diiringi bacaan talbiyah, sholawat dan kalimat thoyyibah, sekitar pukul 20;40 WSA memasuki kota, bersamaan dengan selesainya sholat berjamaah Isya’ di Masjidil Harom. 

 

Sedikit istimewa, bus Rawahel disopiri Jainul dan Lalu dari Lombok begitu lihai hingga tiba di Pullman kawasan Zam-zam Tower untuk VIP dan Hotel Mira Ajyad untuk paket Hemat. Sambutan Irsyadi kordinator timQubabooking Saudi Arabia dibantu juga cekatan, hingga sebelum berangkat ke masjidil Haram, nyaris semua koper sudah terbagi ke kamar jamaah.

Labbaik Allahumma Labbaik. Alhamdulillah, kordinasi bersama Ustadz  Sadrun dan Ustadz Harun, membantu proses pembagian kunci bagi jamaah. “Kami berbagi tugas, Ust. Sadrun lebih fokus di garis belakang. 

23:00 WSA, usai makan malam dan kondisi jamaah siap tempur menyelesaikan thowaf dan sai, rombongan menuju masjidil Haram dan sepakat melaksanakan Jamak Takhir, Maghrib-Isya, sebelum menyempurnakan umroh, yaitu Thowaf, sai dan tahallul. Walau sempat saling menunggu proses penyesuaian pemakaian APS kepada jamaah berjalan lancar.”

Alhamdulillah pelaksanaan umroh pertama berjalan tertib, sangat terbantu dengan fasilitas APS atau headshet yang disediakan Arofahmina, termasuk bisa melakukan pemotretan di masjidil Haram dengan baground Baitullah dan terlihat dominan bangunan megah Zamzam Tower. 

Pada hari Ahad malam, tim di Mekah sempat dibikin pusing dengan surat edaran dari pihak Kerajaan Saudi melarang seluruh tempat ziarah untuk dsinggahi. Padahal  Senin (23/04/2018), kami harus ziarah Mekah sambil umroh dengan miqot di Ji’ronah. Setelah kordinasi dan musyawarah dengan Tim Mekah Ustadz Hamzah dan Irsyadi, diputuskan memakai perusahaan bus lain, karena pihak Rawaheel tidak berani mengantar.

 “Kalau begitu pakai bus lain. Yang penting bisa ambil miqot di Ji’ronah,” kata Hamzah meminta ke Irsyadi.

Berikutnya, walaupun tidak sesuai agenda, jamaah melaksanakan agenda ziarah Mekah,mengunjungi Padang Arofah (tanpa turun di jabal Rahmah, Jabal Tsur, Musdzalifah, Mina, dan Jabal Nur (Gua Hiro), dilanjutkan mengambil miqot di masjid Ji’ronah untuk melaksanakan paket umroh kedua. “Kebetulan, hanya jamaah Arofahmina saat itu bisa turun ke Padang Arofah. Jadi, menambah semangat jamaah,” ulas Rofiqo, sopir yang mengantar jamaah.

Pada malam hari pun, jamaah begitu semangat mengikuti jadwal dipandu melaksanakan Tahajjud dan sholat di Khijir Ismail. 

 

Alhamdulillah, banyak jamaah meneteskan air mata haru dan bahagia bisa berdoa di Khijir Ismail, setelah thowaf sunnah. “Suasana di tempat mathof memang agak krodit, karena jamaah pria tidak harus  menggunakan ihram supaya bisa thowaf di bawah. Malah, ada beberapa jamaah diberikan kemudahan bisa mencium Hajar Aswad. Alhamdulillah,” tambah Nani, jamaah asal Surabaya.

Ternyata, muncul info terbaru, bahwa untuk bisa berizarah ke tempat yang dilarang, penyelenggara umroh harus menyerahkan daftar nama jamaah dengan nomor paspornya. “Kebetulan, Arofahmina sudah menyiapkan data komplit. 

Jadi, tidak ada masalah berarti, besok jadwal ke Hudaibiyah bisa. Kalau pertenakan onta memang ditutup,” kata Sadrun, setelah kordinasi dengan tim Handling.

Memang, sesuai kesepakatan, Selasa (24/04/2018), usai sarapan, jamaah dengan menggunakan pakaian ihram dari hotel melaksanakan umroh di Hudaibiyah, Mekkah. Kebetulan izin masuk ke museum Haromain (museum Kiswah) ada kendala, karena menggunakan dua bus, akhirnya dapat jam 12 siang. Jadi, kami baru kumpul di loby Hotel masing-masing jam 10 siang.

Berikutnya, saat mendatangi pertenakan onta ternyata lokasi pertenakan sepi. Maka, jamaah sepakat melanjutkan perjalanan dan mengambil miqot di Hudaibiyah, masjid Asy-Syumais.  Pelaksanaan umroh dari miqot Hudaibiyah juga berjalan lancar, hampir seluruh jamaah ikut program tersebut. 

Pelaksanaan umroh ketiga juga berjalan tertib, kompak dan penuhh keguyuban. Beberapa jamaah yang pernah ikut umroh mengakui, ada nilai lebih dari umroh sebelumnya. 

Menjelang kepuangan, Rabu dini hari (25/04/2018), mulai pukul 03:15 WSA, seluruh jamaah ikut program tausiah, sholat Hajat, Tahajjud. Karena mengambil lokasi di areal Thowaf, jamaah perempuan akhirnya pindah tempat. Alhamdulillah, proses shalat Tahajjud dan tausiah berjalan lancar. Saat thowaf wada’ sebelum shalat Subuh penuh dengan keharuan dan derai air mata.

Persiapan kepulangan ke tanah air menjadi hari yang begitu mendebarkan, sedih, gembira, dan gelisah berkecamuk. Sedih karena harus meninggalkan kota paling suci di muka bumi, gembira sebentar lagi kembali ke Indonesia untuk menemui keluarga dan kerabat yang selama ini bercengkrama. 

Hal yang tidak disangka, tujuan menikmati jalan-jalan di Corniche kawasan Balad, Jeddah, terganggu dengan adanya peristiwa kebakaran. Jadi, jamaah akhirnya beralih ke beberapa tempat untuk berbelanja sesuai kebutuhan. “Waduh, kok ada kebakaran. Jadi, gak jadi ke tempat Sultan Murah dan Ali Murah,” keluh abah Sutopo. 

Jamaah pun bisa sampai ke bandara Jeddah, sebelum pukul 17.15 WSA, sesuai dengan perencanaan awal. Saat menunggu terbang pun menjadi waktu menjemuhkan. Untungnya, beberapa jamaah terlihat lelap dalam kecapaian. 

Setelah take off pukul 23.20 WSA,  sebelum landing, akhirnya pesawat Saudi Airlines mendarat pukul 13. 40 WIB di bandara Internasional, Juanda Surabaya di Sidoarjo. Yang paling berkesan, terlihat wajah sumringah dari jamaah umroh. Mudah-mudahan umroh jamaah mabrur. Amiin ya rabbal ‘alamiin. Barokallah. (mat)

Gubernur Jawa Timur Dr Soekarwo saat membuka pameran JFME di Surabaya, Jumat (5/5/2018) malam.

SURABAYA - Produktivitas sektor perikanan di Jawa Timur terus meningkat. Bahkan peningkatan PDRB Jatim ditopang dari sektor ini. 

Pemprov Jatim terus mengembangkan sektor perikanan mulai hulu hingga hilir agar hasilnya lebih optimal, dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat

Gubernur Jatim Soekarwo saat membuka Jatim Fish And Marine Exhibition (JFME) di Surabaya, Jumat (4/5) malam mengatakan, produksi perikanan pada tahun 2017 mencapai sekitar 1,6 juta ton.
 
Rinciannya , produksi perikanan budidaya sebesar 1.189.494 ton, dan produksi perikanan tangkap sebesar 427.459 ton. “Perkembangan produktivitas sektor ini luar biasa, sebab pada Tahun 2012 produktivitasnya masih di angka 800 ribu ton,” katanya.

Produktivitas ini, lanjut Pakde Karwo, berdampak positif pada kontribusi sektor perikanan dan kelautan terhadap PDRB Jatim, yakni sebesar Rp. 50,99 triliun atau 2,53% dari total PDRB Jatim yang sebesar Rp. 2.019,2 trilyun pada tahun 2017. Sedangkan capaian ekspor hasil perikanan Tahun 2017 sebesar 198.866,761 ton dengan nilai sebesar 1,2 milyar US$ atau sekitar Rp. 16 triliun.

Agar produktivitas sektor ini terus meningkat, imbuh Gubernur kelahiran Madiun ini, Pemprov Jatim menerapkan konsep asli Jatim, pengembangan hulu hingga hilir perikanan, dengan memberikan nilai tambah komoditi perikanan masyarakat melalui industrialisasi di petani. 
 
Untuk itu, Pemprov melalukan peningkatan mulai Sumber Daya Manusia (SDM), akses permodalan, teknik pengolahan, hingga strategi penjualan produk perikanan.

Untuk SDM, Pakde Karwo minta praktek satu hari melaut atau one day fishing yang dilakukan nelayan dapat ditinggalkan, diharapkan nelayan bisa 2-3 hari untuk menangkap ikan. “Jika 2-3 hari, tentu hasil tangkapan lebih banyak. Jadi perahunya ditingkatkan kapasitasnya agar muat ikan lebih banyak, dulu muatan 5 gross ton (GT), sekarang bisa 10-20 GT” katanya.

Kemudian setelah berlabuh, nelayan diharapkan tidak langsung menjual ikan hasil tangkapannya, tapi diolah terlebih dahulu menjadi produk industri primer, atau sekunder. Contohnya, diolah jadi abon,  krispi, nugget, bakso ikan, dan sebagainya, sehingga memiliki nilai tambah, dan sekaligus diversifikasi produk perikanan. 

“Kami memberi pelatihan maupun keterampilan pada nelayan agar mampu mengolah hasil tangkapannya, kemudian untuk modalnya, kita berikan akses permodalan kepada nelayan dengan suku bunga yang ringan, hanya 6%. Jauh lebih ringan dari produk industri jasa keuangan di perbankan pada umumnya”  jelasnya. 

Kemudian, Pemprov Jatim juga akan membangun SMK khusus perikanan dan kelautan di daerah yang berbatasan dengan laut. “Nanti akan ada SMK yang khusus mengolah ikan agar memiliki nilai tambah dan bisa diterima pasar internasional, kemudian juga ada SMK yang terkait dengan kelautan, jadi lulusannya bisa mengerti teknologi kelautan, jika ada perahu rusak juga bisa memperbaiki” ujarnya. 

Pakde Karwo optimis konsep asli Jatim tersebut akan sukses dan bisa meningkatkan kesejahteraan petani maupun nelayan. “Ini konsep genuine sekali, asli khas Jawa Timur-an, meningkatkan kemakmuran petani, bukan karena menambah lahan, tapi mengolah hasil tangkapannya agar mempunyai nilai tambah” pungkasnya. (guh)
Usai Menerima Penghargaan, Bupati Anas Poto Bersama Presiden

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan Penghargaan Pembangunan Daerah terbaik kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Jakarta, Senin (30/4). Penghargaan yang sebelumnya dikenal dengan Anugerah Pangripta Nusantara ini diberikan Jokowi kepada Anas pada acara pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional Rencana Kerja Pemerintah 2019.

Penghargaan diberikan karena Banyuwangi dinilai berprestasi dalam perencanaan dan pencapaian pembangunan. Bupati Anas menyatakan berterima kasih atas apresiasi dari pemerintah pusat kepada Banyuwangi.

"Dukungan pemerintah pusat terhadap inovasi daerah sangat kuat, sehingga memotivasi Banyuwangi untuk terus berbenah, berupaya menghasilkan kinerja yang terukur dalam membangun daerah sesuai program Nawacita Presiden Jokowi," jelas Anas.

Anas melanjutkan, Banyuwangi mendapatkan penilaian terbaik berdasarkan beberapa aspek penilaian. Salah satunya, adalah analisis teknokratis Banyuwangi untuk perencanaan program dinilai baik, khususnya dalam menyusun pagu indikatif untuk kecamatan.

“Tahap awal, kami menyusun kuadran yang membagi wilayah kecamatan menurut tingkat pendidikan, kesehatan, dan perekonomian hingga terlihat kecamatan mana yang tertinggal atau lebih maju dari lainnya," kata Anas.

Dari kuadran tersebut,  papar Anas, anggaran lantas dialokasikan  menyesuaikan kondisi di setiap kecamatan. Untuk kecamatan dengan skor rendah, anggaran akan digelontor ke arah sana. Jadi tidak semua kecamatan dipukul rata anggarannya.

"Jadi kuadran tersebut, menjadi acuan kami untuk menetapkan pagu anggaran di setiap kecamatan. Misalnya Kecamatan Wongsorejo yang sebelumnya berada di kuadran empat atau rendah, sekarang sudah naik ke kuadran yang lebih tinggi karena semua program kami fokuskan kesana. Mulai pendidikan, kesehatan, hingga sektor pertanian,” beber Anas.

Selain itu, jelas Anas, sejumlah inovasi pembangunan daerah yang dikerjakan juga menjadi tambahan poin tersendiri dalam penilaian. Mulai dari program Rantang Kasih yang mendistribusikan makanan bergizi tiap hari ke warga lanjut usia, Garda Ampuh untuk anak putus sekolah, kolaborasi dengan Go-Jek menyediakan layanan antar obat untuk warga miskin, hingga Mal Pelayanan Publik yang pertama di Indonesia yang dibangun oleh pemerintah kabupaten.

"Semua inovasi yang dinilai adalah inovasi yang mengarah pada upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat, kemudahan pelayanan publik, hingga inovasi yang berupaya meningkatkan daya saing daerah. Di bidang daya saing yang dinilai adalah ikhtiar membangun terminal wisata terpadu dan pembangunan bandara yang mengangkat kearifan lokal," ungkap Anas. 

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banyuwangi Suyanto Waspotondo menambahkan, semua sistem pembangunan itu mampu menghasilkan sejumlah capaian. Di antaranya kemiskinan yang melorot drastis ke level 8,6 persen dari sebelumnya selalu di atas dua digit. Pendapatan per kapita juga melonjak menjadi Rp41,46 juta pada 2016. “Jadi bukan hanya perencanannya yang bagus, tapi juga dicek capaian pembangunannya, apa dampaknya ke ekonomi masyarakat,” ujarnya. (ari)

Kepala Badan Intelijen Negara, Jenderal Polisi Budi Gunawan.

 

 

 

 

 

Semarang (KoranTransparansi.com) - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Budi Gunawan, mengungkapkan, sekitar 39 persen mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi telah terpapar paham radikal.

 

Menurut mantan mantan wakapolri ini saat menjadi pembicara kunci dalam Kongres IV BEM PTNU se-Nusantara di Semarang, Sabtu, kondisi tersebut didasarkan atas penelitian BIN yang dilakukan pada 2017 lalu.

 

Menurut dia, 15 provinsi di Indonesia menjadi perhatian pergerakan radikalisme itu.

 

Dari penelitian itu juga diketahui tiga perguruan tinggi di Indonesia mendapat perhatian karena kondisinya bisa menjadi basis penyebaran paham radikal.

 

Namun, Gunawan tidak mengungkapkan identitas ketiga perguruan tinggi itu. Berdasarkan penelitian itu, juga diketahui peningkatan paham konserfatif keagamaan.

 

Dari survei yang dilakukan diperoleh data 24 persen mahasiswa dan 23,3 persen pelajar SMA setuju dengan jihad untuk tegaknya negara Islam. "Kondisi ini mengkhawatirkan karena mengancam keberlangsungan NKRI," katanya.

 

Kondisi itu, lanjut dia, juga diperkuat dengan keterlibatan seorang pemuda lulusan salah satu PTN yang terlibat dalam teror di Jakarta beberapa waktu lalu.

 

"Ini semakin menegaskan bahwa lingkungan kampus sudah menjadi target bagi kelompok radikal untuk memobilisasi calon teroris baru.

 

Oleh karena itu, lanjut dia, mahasiswa harua mampu memilah mana yang baik dan mana yang buruk. Fenomena radikalismen di kalangan mahasiswa sangat besar dari aspek potensi ancaman.

 

Ia menggarisbawahi peran strategis mahasiwa untuk mewujudkan masyarakat yang madani.

 

Sejarah, lanjut dia, mencatat gerakan mahasiswa yang menjadi motor perubahan di Indonesia. "Jangan mahasiswa justru diperalat oleh kelompok radikal untuk memecah belah tatanan masyarakat yang kita bangun," katanya.

Bulog Sulteng prioritaskan penjualan beras medium  menghadpi pyasa Ramdhan dan Lebaran

Sulteng  (KoranTransparansi.com) - Kepala Bidang Pengadaan dan OPP Perum Bulog Sulteng, Bahar Haruna, mengungkapkan menjelang bulan suci Ramadhan pihak Perum Bulog bersama tim Satgas Pangan telah melakukan Operasi Pasar.

"Untuk operasi pasar (OP) sudah satu minggu kami laksanakan di dua pasar induk kota Palu Masomba dan Manonda. " Kata Bahar Haruna, Selasa (24/04/2018), di Palu.

Selain operasi pasar yang digelar di dua pasar induk kota Palu, pihak bulog juga berkunjung ke beberapa kios pedagangan beras." Hampir beberapa kios pedagang beras kami sudah masuk untuk menyampaikan agar mereka bisa menjual beras medium. Ini diharapkan agar tidak terjadi kelangkaan beras medium dipasaran, "Jelasnya.


Antisipasi yang ditempuh pihak bulog ini menurut bahar, sesuai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nom. 57/2017 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) Beras.

"Kami bergerak sesuai Permendag agar tidak ada kelangkaan beras medium dipasaran. Jika pedagang tidak memiliki beras medium maka bulog siap mengisinya dengan harga tebus yang diberikan ke padagang Rp. 8.100 per Kg.

Dan untuk harga jual harus di bawah HET, untuk beras medium Rp9.450/kg. Sedangkan untuk beras premium HET per kg Rp. 12.800. "Ungkapnya.


Selain itu pihak bulog juga memberikan solusi dalam proses penjualan beras medium untuk membantu mempermudah distribusi penjualan kepedagang. "Informasi dipasaran untuk beras medium ada kelangkaan karena itu kami pihak bulog siap mengisi ketersediaannya dengan cara mengantar langsung ditempat pedagang atau pedagang datang langsung dibulog, "tuturnya.


Bahar menjelaskan, jika pihak pedagang membeli langsung di gudang bulog maka harga yang dibayar Rp. 8.100 untuk per kg.

Namun jika pedagang meminta opsi kedua yakni, beras diantar langsung ke tempat maka pedagang cukup dikenakan biaya pengantaran. Sementara kesiapan beras medium saat ini kata Bahar bisa bertahan lima bulan.

"Untuk kesiapan beras medium bulog, bisa sampai lima bulan kedepan. Jadi untuk puasa, lebaran masi aman. Sekarang sudah April kemungkinan hingga September, masih aman. "Paparnya.


Saat ini diperkirakan kesipan beras berkisar 10.000 yang diperuntukan di beberapa pasar di kota palu. "Waktu rapat yang kami gelar, ada beberapa pasar yang akan kami salurkan selain dua pasar induk. Termaksud pasar tradisional Talise, Tavanjuka, "terangnya. (R.Nur)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...