Laporan Khusus

Deputi Bank Indonesia Mirza

Jakarta (KoranTransparansi) - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia ( BI) Mirza Adityaswara mengharapkan agar para pelaku usaha swasta untuk tidak takut dalam mengembangkan bisnisnya (ekspansi) pada tahun politik di 2018.

Menurutnya, dalam tahun politik tidak perlu ada kehawatiran yang berlebih dari pelaku usaha dalam negeri. "Sektor swasta apa yang ada di rencana, misalnya, untuk ekspansi 2018, laksanakan. Kalau pemilu setiap lima tahun sekali ada kok. Tidak ada yang baru," ujar Mirza.

Mirza menambahkan, ekonomi nasional saat ini telah beranjak dari titik rendah saat mendapatkan dampak dari penurunan harga komoditas di pasar global pada 2015. Sementara itu, pada tahun 2018 atau tahun politik, BI memproyeksikan ekonomi Indonesia akan tumbuh di rentang 5,1 sampai 5,5 persen secara year-on-year (yoy). 

Kemudian dari sisi penyaluran kredit perbankan, Mirza mengatakan, tahun 2018 pertumbuhan kredit akan berada pada posisi 10 persen sampai 12 persen yoy. Sedangkan untuk akhir tahun ini, Bank Indonesia memperkirakan, pertumbuhan ekonomi kuartal III 2017 sebesar 5,1 sampai 5,2 persen. Dan, meningkat menjadi 5,3 sampai 5,4 persen pada kuartal IV 2017.

Sementara Kamar Dagang dan Industri ( Kadin) Indonesia mengungkapkan para pengusaha akan lebih waspada dalam melaksanakan kegiatan usahanya pada tahun 2018. Hal itu dikarenakan 2018 merupakan tahun politik, di mana akan ada ratusan Pilkada serentak yang dilaksanakan sekaligus menjadi pemanasan jelang Pilpres 2019.

" Tahun politik buat pengusaha adalah tahun yang menurut saya harus waspada. Artinya, pasti ada semacam was-was, kehati-hatian siapa nanti yang akan memimpin, kalau memimpin dia akan melakukan apa," kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perdagangan Benny Soetrisno.

Menurut Benny, kewaspadaan yang dilakoni pengusaha dalam arti tetap menjalankan kegiatan usahanya seperti biasa, namun dilakukan dengan lebih hati-hati. Meski mengaku tetap waspada, menurut Benny, Kadin memandang ada sektor tertentu yang akan tumbuh cukup signifikan didorong oleh kondisi tahun politik.

"Ini kesempatan juga, aktivitas politik menghela aktivitas ekonomi. Misalnya orang kampanye, butuh banner, tempat logistik, minuman pasti laku. (Jualan) nasi padang pun jalan," tutur Benny.

Dia juga menyinggung tentang prediksi pemerintah mengenai tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2018 mencapai 5,4 persen. Dari prediksi itu, Benny melihat pemerintah optimistis sejumlah lini indikator tingkat pertumbuhan ekonomi akan meningkat, salah satunya dalam hal konsumsi masyarakat.

Namun, dia berharap yang meningkat nanti bukan hanya dari sektor konsumsi, melainkan juga dari segi investasi serta ekspor.

Potensi kenaikan tingkat pertumbuhan investasi dan ekspor sudah nampak pada data kuartal III 2017 yang menampilkan pertumbuhan cukup tinggi, yaitu 7,1 persen untuk investasi dan ekspor di angka 17 persen.

Tahun 2018, seiring dengan pelaksanaan pilkada di 171 daerah. Selain itu tahun depan tahapan Pemilihan Presiden juga akan dimulai. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku optimistis di tahun politik tersebut perekonomian Indonesia tidak akan terganggu. Sri Mulyani pun mengimbau para pelaku usaha tetap fokus menjalankan bisnisnya. "Kita harap siklus politik jangan berpikir pesimis bahwa ekonomi terganggu," ujar Sri Mulyani.

Menurut dia, Indonesia sudah berkali-kali mengalami situasi politik yang berbeda-beda. Meski tensi politik memanas, tapi Sri Mulyani percaya hal itu tidak berdampak terhadap perekonomian. "Walaupun situasi politik tegang tapi kondisi sekarang semakin bagus," ucap Sri Mulyani..

Sri Mulyani membandingkan siklus politik di negara lain tidak membuat perekonomian lemah. Karena pertumbuhannya kata Sri Mulyani masih ditopang oleh konsumsi. "Tentu dengan dukungan faktor seperti daya beli," kata Sri Mulyani. 

Ada 171 wilayah yang akan menggelar pilkada di Indonesia..Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menjelaskan, pesta demokrasi tersebut akan menyumbang pertumbuhan investasi 0,37% ke produk domestik bruto (PDB) Indonesia. 

"Dari Pilkada, kita sudah hitung ada delta pertumbuhan investasi baru 0,37%, itu baru dari Pilkada kasih sumbangsih ke investasinya ya," ujar Agus di Gedung BI, Jakarta Pusat.

Agus menjelaskan, meskipun tahun depan adalah tahun politik para investor diminta tidak perlu khawatir, karena Indonesia sudah rutin menjalani kondisi demokrasi seperti itu.

"Indonesia sudah sering hidup di suasana demokrasi seperti itu dan tidak pernah terjadi kondisi negatif ke ekonomi. Pilkada itu bisa jadi daya dorong ke perekonomian Indonesia," ujarnya.

Menurut Agus saat ini kondisi Indonesia sudah memiliki kondisi ekonomi yang menuju perbaikan dan tumbuh berkesinambungan. Dia menjelaskan tahun ini di pasar modal saja indeks harga saham gabungan (IHSG) telah memecahkan rekor baru yakni di atas 6.000.

"Pasar modal tidak mungkin berkembang jika stabilitas sistem keuangan dan makro ekonominya tidak terjaga," ujar Agus. Kemudian investasi dinilai cukup membaik, hal ini tercermin dari nilai impor yang meningkat namun untuk barang modal dan barang baku.

Menurut Agus ini adalah persiapan pelaku usaha untuk berekspansi tahun depan dan siap untuk bergerak. "Saya optimis pertumbuhan ekonomi tahun depan bisa lebih baik," imbuh dia.

Pemerintah Melindungi

 Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menegaskan, kepada para investor agar tidak perlu khawatir dalam menanamkan modalnya atau melakukan perluasan usahanya di Indonesia, meskipun akan menghadapi tahun politik.

Menurut politisi Partai Golkar ini, telah banyak perusahaan skala gobal dan internasional yang sudah menanamkan modalnya di Indonesia. “Banyak perusahaan luar negeri yang sudah bertahan 30 sampai 40 tahun tetap tenang menjalankan bisnisnya,” ucapnya melalui pernyataan resmi.

Airlangga menambahkan, apapun yang terjadi di dalam politik nantinya, pemerintah akan memberikan perlindungan bagi para pelaku industri agar tidak menghalangi minat mereka membangun pabrik atau menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk mendukung rantai pasok global.  "Indonesia sudah menjadi negara yang dewasa dalam berdemokrasi,” ujarnya.

Sebelumnya, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara mengharapkan agar para pelaku usaha swasta untuk tidak takut dalam mengembangkan bisnisnya (ekspansi) pada tahun politik mendatang. Menurutnya, dalam tahun politik tidak perlu ada kehawatiran yang berlebih dari pelaku usaha dalam negeri. (kh)

 

Foto  : Anggota Komisi 3 DPR-RI Adies Kadir (baju hitam) menjenguk Dava Andhika Putra yakni bocah kelainan usus keluar dari perut yang tinggal di Desa Masangan, Sidoarjo, Jawa Timur

Sidoarjo - Doktor Adies Kadir tergopoh gopoh meninggalkan ruang seminar nasional anti korupsi di Sunscity Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (19/1/2018). Padahal disitu sederet narasumber seperti Kapoles, Kajari, Ketua DPRD Sidoarjo dan Ahmad Fiyadh UB sang penggagas seminar belum mendapat kesempatan menyampaikan pandangannya tentang korupsi kecuali Bupati Sidoarjo Saiful Illah.

Sedang Adies mendapat kesempatan bicara pertama dengan menekankan agar generasi muda menjauhi Korupsi dan pejabat maupun anggota DPR untuk tidak bermain main dengan Korupsi.

“KPK bisa mendeteksi dengan radius 10 km. Semua pembicaraaan pasti terekam,”

Anggota Komisi 3 DPR RI itu juga tidak mengumumkan ke audien kecuali moderator Makin Rahmat yang mengijinkan Pak Adies meninggalkan tempat dulu karena ada kegiatan diluar.

Lalu, Adies  juga minta agar mobil pengawal (Patwal)  jalan cepat mengingat waktunya sudah mepet.

"Saya punya janji menjenguk Dava, nanti kalau terlambat gak enak dikira bohong,” . ungkap Adies pada koran ini bisik bisik yang mengikutinya.

Dava Andhika Putra, adalah bocah penderita kelainan usus keluar dari perut yang tinggal di Desa Masangan, Sidoarjo, Jawa Timur. "Astagfirullah, perut Dava luka sekitar 15 cm, lukanya menganga dan terus mengeluarkan cairan,".

Dava menderita Omphalocele, yakni kelainan sejak lahir. Ia sempat menjalani operasi di salah satu rumah sakit di Surabaya saat berusia 1 tahun. Ketika itu, ukuran usus yang menonjol sudah sebesar genggaman tangan orang dewasa.

Andi, orang tua Dava kepada Adies Kadir menceritakan bahwa setelah dioperasi tahun 2007 kondisi Dava tidak membaik karena lubang di bagian perutnya tidak tertutup dengan sempurna. Bahkan 5 bulan kemudian, ususnya kembali terlihat dan keluar lagi dari perut.

Karena keterbatasan biaya, Dava tidak kembali  ke rumah sakit. Sehingga kondisi mengenaskan harus dialami hingga Dava berumur 12 tahun.

Apalagi dokter mengatakan biaya operasinya besar dan kalaupun dioperasi taruhannya adalah nyawa. Dokter menvonis pasca operasi besar usia Dava tidak berumur panjang. "Saya lemes pak Adies," terang Andi.

Dan selama 11 tahun, akhirnya diputuskan oleh Andi dan Mike untuk merawat Dava sendiri tanpa campur tangan medis. Bahkan pengobatan alternatif di berbagai daerah pun ditempuhnya. Saat ini Dava berusia 12 tahun, kelas 6 SD.

Andi tidak punya pekerjaan tetap. Sehari hari hanya naksi online dengan penghasilan antara Rp50 ribu sampai Rp100 ribu per hari.

Masih cerita Andi kepada Adies Kadir, ia berterima kasih atas perhatian dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang sudah membantu untuk pengurusan administratif termasuk layanan BPJS (masih dalam proses). Andi punya dua anak. Dava nomor satu, dan adheknya masih kecil.

Melihat penderitaan anaknya, Dava, Andi kini hanya melakukan pengobatan non medis. Saya memang diuji kesabaran.

Sementara itu  Adies mengatakan , kedatangan saya ke sini untuk melihat adik Dava yang sedang sakit. Saya sendiri baru tahu setelah di hubungi salah seorang teman.

Ia mengemukakan, saat ini Dava masih melakukan perawatan alternatif dan sudah trauma dengan pengobatan di dokter dan rumah sakit.

"Karena menurut pengakuan orang tuanya,  anaknya usai dioperasi kondisinya kurang baik hingga akhirnya usus yang ada di perutnya tersebut kelihatan dan hanya ditutup dengan menggunakan kain kasa," katanya.

Oleh karena itu, dirinya meminta kepada pemerintah supaya masyarakat tidak merasakan trauma lagi saat berobat ke dokter atau juga ke rumah sakit.

"Ini masih di Sidoarjo saja, belum di Jawa Timur atau bahkan di Indonesia sekalipun. Oleh karena itu, permasalah ini harus segera dicari jalan tengah dan solusinya supaya bisa menjadi lebih baik," ucapnya.

Ia menjelaskan, bagaiman dengan pemerintah dan juga paramedis yan ada kalau terjadi peristiwa seperti ini, jangan sampai masyarakat menjadi paranoid dengan tim medis yang ada sehingga mereka memilih untuk melakukan pengobatan alternatif, terutama untuk masyarakat dari kalangan menengah bawah.

Adies Kadir menjenguk Dava selama hampir 45 menit. Setelah itu Adies berkunjung ke Desa Cangkringsari Kecamatan Wonoayu untuk membantu dua Masjid yang kini masih dalam pembangunan. (min)

 

 

Melawan Cuaca Ekstrim Madinah, Strategi Thowaf di Lantai Dasar

Laporan  Khusus Wartawan KoranTransparansi

H Makin Rachmad 

 PUNCAK  pelaksanaan Umroh biasanya terjadi pada bulan Desember atau memasuki Rabiul Awal dan Rabiul Akhir. Selain, masyarakat Timur Tengah mulai menjalani libur panjang akhir tahun masehi, cuaca dingin dan kenikmatan beribadah di Haromain (dua tempat suci, Mekkah-Madinah) tetap menjadi idola kaum muslimin seluruh dunia untuk berziarah.

Penghargaan diserahkan Ketua DPN IAI Prof. Mardiasmo, MBA, Ph.D dan Ketua Dewan Penasihat Nasional IAI Dr. Moermahadi Soerja Djanegara, SE, Ak dengan disaksikan oleh Wapres RI Jusuf Kalla.  ( kt/rin )

SEMARANG (KT) - Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini,  penghargaan "Akuntan Award 2017" diberikan oleh  Dewan Pengurus Nasional Ikatan Akuntansi Indonesia (DPN IAI).

Penghargaan diserahkan Ketua DPN IAI Prof. Mardiasmo, MBA, Ph.D dan Ketua Dewan Penasihat Nasional IAI Dr. Moermahadi Soerja Djanegara, SE, Ak dengan disaksikan oleh Wapres RI Jusuf Kalla pada pada acara Pembukaan International Seminar IAI 60th Anniversary Toward 2030: Transforming Role Professional Accountants in the New Economy Order di Ballroom Hotel Crowne Plaza Semarang, Kamis (14/12) siang. 

Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasi, prestasi, inovasi dan kontribusi dalam implementasi governance, transparansi, dan akuntabilitas di Indonesia, yang hal tsb menjadi terangkatnya citra profesi akuntan di masyarakat.

Menjawb pertanyaan media mengenai arti penghargaan ini, Pakde Karwo-sapaan Gubernur Jatim ini mengatakan baginya penghargaan sebagai keberhasilan semua pihak, baik Pemprov Jatim sebagai tim work maupun masyarakat Jatim secara keseluruhan terkait pengelolaan pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Langkah tersebut penting dilakukan untuk mewujudkan good governance.

"Semoga akuntan award ini semakin mendorong meningkatkan kinerja Pemprov. Jatim dalam memberikan layanan kepada masyarakat dengan semakin lebih baik" harapnya. 

Pakde Karwo juga mengucapkan terimakasih atas kepercayaan kepada IAI,  sebuah lembaga profesi besar yang telah berdiri dan berkiprah sejak lama, 60 tahun lalu, kepada dirinya. 

Dalam sambutannya, Wapres RI Jusuf Kalla mengatakan akuntan merupakan sangat penting, terutama karena didasarkan pada disiplin, dedikasi dan trust. Tanpa ketiganya, profesi akuntan akan kurang mendapat penghargaan.

“Modal utama akuntan adalah trust dan keahlian. Banyak hal-hal yang tentu menjaga. Tanpa akuntan, negara ini akan kocar-kacir, perusahaan tidak tahu apa yang harus dilakukan,” ujar Wapres RI.

Untuk itu, lanjutnya, menjaga etika profesi ini, termasuk memegang kerahasiaan, dengan baik harus dilakukan untuk memperoleh trust tsb. Alasannya,  akuntan merupakan profesi yang memegang kerahasiaan. 

Untuk itu, Wapres RI yang akrab disapa JK berharap agar akuntan juga tidak hanya mencari kesalahan, tetapi memberikan solusi agar perusahaan berjalan dengan baik dan transparan.

Dalam kesempatan sama, Wapres RI juga menyampaikan profesi akuntan sangat dinamis. Dengan perkembangan teknologi, akuntan lebih terbantu, sehingga laporan harian, bulanan, dan tahunan bisa diperoleh saat itu juga.

Selain kepada Gubernur Jatim, Akuntan Award 2017 diberikan kepada Wakil Ketua BPK RI Bahrullah Akbar, Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna H. Laoly, dan CEO BCA Jahja Setiaatmadja. (rin)

Anggota DPD asal Jatim, Ahmad Nawadi dan Dir Perlindungan WNI Kemlu, Lalu Iqbal menghadiri pemakaman TKI asal Bangkalan korban kebakaran. (foto/istimewa)

KUALA LUMPUR (KT) - TKI asal Bangkalan, Jatim, Samsul (26) korban kebakaran rumah di Kampung Baru, Sungai Petani, Kedah, Malaysia (7/12) lalu akhirnya dimakamkan di Pekuburan Islam Taman Uda, Lebuhraya, Kedah, Malaysia, Senin pukul 14.25 waktu setempat.

Pemakaman tersebut dihadiri Ahmad Nawardi, anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Jawa Timur, Direktur Perlindungan TKI Kemenlu, Lalu Iqbal, Konjen Konsulat Jenderal Penang Iwanshah Wibisono dan istri, staf lokal Konjen dan sejumlah kerabat dan teman almarhum.

Sebelum di makamkan janazah diberangkatkan dari kamar mayat Hospital Sultanah Bahiyah Kedah kemudian di-shalatkan di Masjid Taman Udah dan dibacakan doa serta tahlil.

Nawardi menyatakan sangat sedih dan mengucapkan bela sungkawa atas kematian korban.

Dia mengucapkan terima kasih kepada Menlu dan Dubes RI di Malaysia yang memberikan simpati dan mengurus semua kebutuhan pemakaman.

"Tentu saya mewakili warga Jawa Timur khususnya keluarga almarhum di Madura mengucapkan terima kasih kepada Menlu dan Dubes RI untuk Malaysia," kata Senator kelahiran Madura ini.

Menurutnya, hari ini baru satu jenazah dari enam janazah korban kebakaran yang dapat dimakamkan, sedangkan lima janazah yang lain termasuk istri almarhum Samsul, Toyibah, belum bisa di makamkan, karena pihak pemerintah Malaysia masih melakukan pencocokan profiling DNA korban dari polisi Indonesia oleh polisi Malaysia.

Konjen sudah maksimal berkomunikasi dengan pihak polisi Malaysia agar janazah ini secepatnya di makamkan sesuai dengan permintaan pemerintah RI dan keluarga korban.

"Namun, pemakaman tidak bisa cepat karena prosedur dan proses identifikasi korban musibah di Malaysia berlangsung ketat. Sehingga pihak RI tidak bisa mengintervensi termasuk lewat diplomasi," katanya.

Direktur Perlindungan TKI, Lalu Iqbal menambahkan pemerintah Malaysia berjanji dalam waktu dekat lima jenazah lainnya akan segera di makamkan.

Bahkan Konjen telah meminta janazah dimakamkan di kuburan Islam di daerah Kampung Baru, Sungai Petani, Kedah.

"Sehingga sewaktu waktu kerabat korban dapat berziarah ke makam almarhum. Ini juga permintaan kerabat almarhum," ucapnya. (guh)

Gelombang  Jamaah Umroh Mulai Menyerbu Haromain (2)

Tetap Semangat, Sabar, Tidak Boleh Takabbur

Laporan Wartawan Koran Transparansi.Com

H Makin Rahmat

PERJALANAN (safar) ritual ibadah umroh ke Mekah-Madinah, bagi setiap  jamaah calon dolifullah, bukan sekedar bisa melunasi pembayaran dan ingin mendapat fasilitas. Bagaimana pun, jamaah harus mempersiapkan segala bekal. Tentu saja, pengertian mampu bagi yang bepergian ke Makkatul Mukaromah dan Madinatul Munawaroh bukan hanya fulus (uang), kesiapan fisik, mental dan jiwa untuk menyatuh dalam rangkaian ibadah mengagungkan asma Allah dan berziarah ke Baginda Rasulullah SAW menjadi begitu istimewa.

Pilihan paket umroh memang bagian dari ikhtiar agar bisa beribadah dengan nikmat dan maksimal. Sekali lagi, untuk lebih menanamkan kekuatan lahir-batin bagi jamaah adalah kesinambungan hidup untuk memburu ridlo Allah dan menjemput ajal dengan khusnul khotimah. Jamaah harus bisa menjaga diri, dari perbuatan yang dilarang, berkata kotor, berdebat, berbantah-bantahan, dan bisa menahan amarah. Intinya, jamaah tetap semangat, melatih sabar, dan tidak boleh over ackting alias takabbur. Faedah umroh memang istimewa.

Dalam hadits riwayat Muslim menyebut: “Antara umroh ke umroh berikutnya menghapus doa diantara keduanya.” Hadits lain, riwayat Bukhari-Muslim yang menyebut tentang keistimewaan mengunjungi tiga masjid, yaitu masjidil Harom, masjid Rasulullah (masjid Nabawi) dan masjidil Aqso. Atau hadits riwayat Ahamd dan Thobrani, Baginda Rasulullah SAW bersabda: bahwa shalat di masjidku (masjid Madinah An-Nabawi) lebih afdlol 1.000 kali dari shalat di masjid lain, kecuali masjidil Harom lebih afdlol 100.000 kali keistimewaannya.

Berjimbun dalil dan hujjah mengenai keberkahan orang melaksanakan umroh. Yang jelas, tidak semua orang mampu mempunyai kesempatan untuk bisa berziarah dan berumroh ke Haromain. Nikmat sehat dan kesempatan ikut menjadi penentu, bagaimana dloifullah lebih tawakkal dan pasrah saat menjalankan ibadah di tanah suci.

Pengalaman selama mendampingi para tamu Allah, saat manasik umroh merupakan pintu pembuka keseriusan dloifullah merajut diri sebagai persiapan batin. Bukan soal berapa kali sudah berumroh, sebab saat manasik umroh terjadi interaksi antar jamaah untuk saling mengenal. Inilah, proses bagian takdir dimulai. Allah telah memberikan pilihan awal adanya persahabatan satu keluarga besar dari latar belakang berbeda. Tanpa sadar, ikatan ukhuwah telah terbentuk dalam rombongan tergabung dalam travel umroh atau haji.

Walau begitu, ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh jamaah tentang kondisi saat berada di Madinah dan Mekah. Ada cacatan penting, diantaranya jamaah perempuan jika ingin ke raudlo bisa melalui gate (pintu) 25, waktu yang longgar pada saat waktu Dluha dan usai shalat Isya. “Alhamdulillah, di Arofahmina, kami selalu dibimbing oleh muthowifah atau ustadza yang berpengalaman, seperti ustzadza Yuli, Rokhmah yang telah disiapkan tim di Madinah. Kami diarahkan semua berada di karpet hijau,” kata bu Endang, jamaah rutin Arofahmina, asal Surabaya.

Selain ziarah ke makam Baqi, dan ziarah rutin seputar Madinah sekarang  jamaah mengunjungi museum Asmaul Husna di depan gate 13 dan museum Al Quran di areal gate 4. “Biasa jamaah penasaran, kapan atap masjid Nabawi terbuka. Kalau bagian halaman usai Subuhm sedang di bagian dalam terbuka setelah shalat Ashar,” tutur Ustadz Hamzah.

Begitu pula di Mekah. Kondisi saat ini, kawasan thowaf (mathof) sedang direnovasi. Banyak yang belum tahu, bagaimana kalau ingin thowaf di lantau dasar atau harus di lantai 2 dan 3. Ternyata, bila ingin thawaf di lantai dasar, jamaah harus lewat gate 74, 79 dan 93 yang ada tanda tulisa “to mataf” kemudian turun memakai escalator. “Karena ada renovasi perbaikan sumur Zam-zam sekitar 7 bulan, maka thawaf di lantai dasar mengantri, menggunakan system buka tutup, sekitar 1 jam. Kalau ingin thawaf di lantai atas bisa lewat gate 91 atau gate lain dengan tanda ‘to roof’,” lanjut ustadz Gupri, asal Lombok.

Fasilitas lain di seputar masjidil Haram, yaitu adanya pembagian buku agama gratis dari berbagai bahasa di gate 93, jamaah bisa menonton video tutorial umroh di gate 74, perpustakaan masjid di gate 79, dan jika ingin mendengarkan khutbah shalat Jumat, jamaah bisa bawa headseat dengan frekwensi FM 90.500 Mhz. “Selama ini jamaah sering bertanya, bagaimana cara mengambil uang, selain money changer, ada ATM berlogo vsa, master card disamping hotel Dar At-Tauhid. Makanan juga sudah menyebar baik di Hilton atau di Zam-zam Tower. Tapi, yang paling diburu jamaah Al-Baik ada di Jabal Omar Hilton lantai 4,” papar Hamzah.

Menabur Keberkahan

Persyaratan normal yang harus dipenuhi jamaah, sebelum umroh adalah lunas pembayaran, mempunyai paspor dengan masa berlaku minimal 6 bulan, sudah melaksanakan vaksin influenza dan manginitis, bekal selama perjalanan dan memahami kondisi cuaca di dua tanah suci. Jarang sekali, jamaah mencari tahu mengapa dirinya dapat panggilan sebagai dloifullah.

Mengapa demikian? Untuk itulah, tugas kita bersama untuk menyamakan persepsi, menyatukan niat suci agar tidak salah dalam bertindak dan mewujudkan tujuan mulia. Masih sering ditemui, ada jamaah berangkat umroh karena penasaran dengan cerita dan kisah orang sepulang dari haji atau umroh. Ada pula, karena tuntutan gengsi sehingga perjalanan ritual ke tanah suci hanya dianggap formalitas di lingkungan masyarakat, atau menjadi ajang membanggakan diri. Naudzubillah mindalik.

Maka, perlu ada pelurusan dari beragam niat bengkok sehingga para dloifullah tidak salah dalam melangkah. Bukankah, dalam bacaan talbiyah sudah gamblang, bahwa manusia hadir ke Haromain karena memenuhi panggilan Allah dan tidak mensekutukan. Artinya, hal paling mendasar adalah mendahulukan Allah SWT di atas segala-galanya. Bergesernya niat, bisa membawa implikasi yang kurang baik dalam beribadah.

Bila, jamaah memahami niat mulia tidak mensekutukan Allah, taat Allah dan Rasulullah serta berbakti kepada kedua orangtua sebagai pijakan menapak di Haromain, yakinlah tanpa sadar telah menabur keberkahan. Saat berdoa di tempat-tempat mustajabah (tempat yang mendapat keistimewaan) terkabulnya doa, maka bukan hanya sekedar mengetuk pintu langit dan memancarkan cahaya Ilahi, ada kepuasan batin untuk merengkuh ridlo-Nya.

Disertai bekal ilmu dan takwa, hampir dipastikan menghantarkan setiap dloifullah selalu rindu Baitullah di Makkatul Mukaromah dan rindu Rasulullah di Madinatul Munawaroh tidak pernah padam. Otomatis, saat kembali ke tanah air, ada keberkahan. Tanda-tanda yang perlu diperhatikan, kepedulian seorang hamba baik dalam keadaan lapang atau sempit untuk memberikan sebagian rejekinya. Mampu mengendalikan amarah dan menjadi pemaaf terhadap manusia.

Jujur, tanpa terasa ada tangisan kedamaian saat jamaah memanjatkan doa di Roudlo atau pancaran cahaya terus menyelusup ke relung hati, ketika raga masih diberi kesempatan bisa memandang Baitullah, thowaf, shalat di Maqom Ibrahim, di Khijir Ismail dan menumpahkan segala permohonan maaf atas gelimang doa seorang hamba yang dloif. “Bukan hanya seorang muslim mengakui kelebihan Baitullah. Kami saat memandang Kabah tidak mampu membendung air mata,” ujar Mohammad Ali, asal Krian, Sidoarjo.

Allahumma zidhadaalbaita tasyrifaan wata’dlimaan watakriiman wamahaabathaan wazidman syarrofahu wa’adlomahu wakarromahu miman hajjahu awi’tamarohu tasyrifaan wata’dlimaan watakrimaan wabirro. (Ya Allah, tambahkan kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan wibawa pada bait (Kabah) ini. Dan tambahkan pada orang-orang yang memuliakan, mengagungkan, dan menghormati diantara mereka yang berhaji atau umroh dengan kemuliaan, keagungan, kehormatan dan kebaikan.

Begitu pula senandung doa dalam setiap putaran thowaf yang berlawanan dengan arah jam, bukan sekedar menaburkan kemulian, keagungan, kehormatan dan kebaikan, ada getaran hebat sehingga yang diluar nalar bisa berbalik seizin Sang Tuan Rumah, yaitu Allah Azza wajalla. Kita harus tetap fokus, bagaimana setelah pulang umroh, kita bisa menjalankan thowaf dan sai di tanah air. Insha-Allah umroh kita mabrur. Aamiin ya rabbal ‘alamiin. (mat)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...