Laporan Khusus

Published in Laporan Khusus

Menyorot Performa BUMD Milik Pemprov Jatim

Apr 20, 2017 Publish by 
Menyorot Performa BUMD Milik Pemprov Jatim

Sumber PAD yang Tak Berkontribusi Gede
---------------
Diharapkan menjadi salah satu sumber PAD, nyatanya kontribusi BUMD milik Pemprov Jatim masih 'memble' alias belum signifikan. Reotnya lagi, DPRD Jatim hanya memiliki kewenangan menyetujui soal penyertaan modal namun tak memiliki peran dalam pengawasan.
---------------

PERFORMA Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jatim hingga saat ini masih menjadi sorotan. Ini karena kontribusinya yang minimalis dibandingan dengan penyertaan modal dari Pemprov yang nilainya cukup besar.

Padahal, perusahaan ini diharapkan bisa menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Jawa Timur. Nyatanya, meski berkontribusi nilainya sangat kecil. Dari 9 BUMD yang dimiliki pemprov Jatim, hanya satu yang dinilai memiliki performa moncer, yakni PT Bank Jatim.

Anggota Komisi C DPRD Jatim, Anwar Sadad menilai secara garis besar performa BUMD Jatim masih kurang optimal. Artinya belum sepenuhnya sesuai harapan. “Kecuali Bank Jatim, ini yang paling moncer kinerjanya,” terangnya.

Sedangkan BUMN lain itu yang dirasa belum optimal,  salah satunya Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Jatim. Namun, belum maksimalnya kinerja BUMD dalam meberikan pemasukan bagi Provinsi sepertinya masih mendapat ampun dari DPRD Jatim.

Penyebabnya, tugas BUMD ini tidak sepenuhnya berorientasi bisnis, namun untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat Jatim agar bisa mandiri.

“Bank ini ada fungsi khusus yang untuk pemberdayaan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). Sehingga kinerjanya kalah dengan Bank Jatim,” paparnya.

Hanya saja, Sadad tidak ingin hal ini menjadikan merosotnya kinerja BUMD yang selama ini mendapat support penuh dari pemerintah provinsi. Sayangnya, target pendapatan yang dibebankan pada sejumlah perusahaan milik Pemprov tidak terlalu besar.

Selain itu DPRD Jatim yang selama ini dilibatkan dalam pemberian penyertaan modal tidak berdaya dalam mengawasi kinerja BUMD. Salah satunya terbatasnya kewenangan pengawasan komitmen operator BUMD.

Dewan memiliki kewenangan menyetujui soal penyertaan modal dari Pemprov, namun tidak memiliki peran dalam pengawasan. Contohnya, terkait analisis bahwa target PAD dari Dewan selalu mentah dengan alasan SHU semuanya diputuskan dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham).

“Padahal saat penyertaan modal gubernur minta persetujuan DPRD. Harusnya seperti UU BUMN dong, yang mengatur peran DPR dalam fit and proper test Dirut BUMN. Sehingga DPR bisa mengawasi langsung. Sedangkan di BUMD tidak bisa,” terang anggota Fraksi Gerindra itu.

Genjot Kinerja
Pemprov Jawa Timur terus menggenjot kinerja seluruh BUMD yang ada di Jatim. Hal ini dilakukan agar jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) makin bertambah, meskipun kondisi perekonomian sedang lesu.

Sementara itu Pemprov Jatim optimistis setoran deviden dari BUMD milik Pemprov meningkat untuk 2017 ini. Dari sembilan BUMD, ada beberapa BUMD yang pendapatannya mengalami penurunan di 2016, di antaranya PT Panca Wira Usaha (PWU) dan PT Surabaya Industri Estate Rungkut (SIER).

Untuk PT PWU target realisasi pendapatan di 2015 lalu mencapai Rp 3.834.038.000, namun di 2016 turun menjadi Rp 1.800.000.000. Sedangkan untuk realisasi pendapatan 2017 ditarget naik mencapai Rp 3.989.000.000.
PT SIER target realisasi pendapatan di 2015 lalu mencapai Rp 7.765.755.158, namun di 2016 ini turun menjadi Rp 7.143.436.209. Sedangkan realisasi pendapatan tahun 2017 ditarget naik mencapai Rp 3.989.000.000.

Dari sembilan BUMD milik Pemprov pada tahun lalu hampir semuanya naik, tapi memang tidak signifikan. Dan dinilai masih rasional. Memang ada beberepa yang turun PWU dan SIER karena permintaan yang berkurang. Apalagi, kondisi perekonomian Indonesia di 2017 yang diprediksi posisinya tidak begitu baik.

Diketahui, semua BUMD milik Pemprov ditargetkan terdapat kenaikan. Hanya ada satu perusahaan yang tidak ditarget mmeningkat PAD-nya untuk 2017 yakni PT JGU (Jatim Graha Utama). Sedangkan target kenaikan yang paling tinggi yaitu untuk PT PWU hingga lebih dari 150 persen dari realisasi sebelumnya.(zal/abn)

REALISASI DAN TARGET PAD BUMD JATIM

Realisasi 2015-2016
1.    Perusahaan Daerah Air Bersih: Rp 1.921.936.480-Rp 1.909.356.747
2.    PT Bank Jatim: Rp 321.355.605.305-Rp 330.107.286.864
3.    PT BPR Jatim: Rp 9.597.776.000-Rp 11.471.075.500
4.    PT PWU: Rp 3.834.038.000-Rp 1.800.000.000
5.    PT JGU: Rp 2.750.000.000-Rp 3.000.000.000
6.    PT PJU: Rp 1.674.434.684-Rp 5.150.000.000
7.    PT Jamkrida: Rp 550.000.000-Rp 600.000.000
8.    PT SIER: Rp 7.765.755.158-Rp 7.143.436.209
9.    PT ASKRIDA: Rp 2.773.787.844-Rp 2.949.596.938

Target 2017
1.    Perusahaan Daerah Air Bersih: Rp 1.910.000.000
2.    PT Bank Jatim: Rp 333.000.000.000
3.    PT BPR Jatim: Rp 11.700.000.000
4.    PT PWU: Rp 3.989.000.000
5.    PT JGU: Rp 3.000.000.000
6.    PT PJU: Rp 5.500.000.000
7.    PT Jamkrida: Rp 650.000.000
8.    PT SIER: Rp 8.263.301.142
9.    PT ASKRIDA: Rp 3.123.088.281

banner