Laporan Khusus

Mendagri Kukuhkan Pengurus APPSI Kepemimpinan Pakde Karwo

Jakarta (KoranTrasparansi.com) - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengukuhkan kepengurusan Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) periode tahun 2015-2019, yang dipimpin Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo sebagai ketua umum, di Hotel Borobudur Jakarta, Senin (2/7). 

Gubernur Jawa Timur Pakde Karwo meresmikan Jembatan Widang Tuban. Selain itu Gubernur juga melihat dari dekat tol di Nganjuk menjlang lebaran 2018.

Nganjuk (KoranTransparansi.com) - Menjelang libur lebaran, Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo meninjau kesiapan infrastruktur jalan, termasuk jembatan yang akan dilalui para pemudik, Rabu (6/6) pagi. 

Kunjungan diawali dengan pembukaan Jembatan Widang Tuban untuk kendaraan. Dengan dibukanya Jembatan Widang ini, kendaraan dari arah Lamongan menuju Tuban maupun sebaliknya bisa menggunakan dua ruas jembatan. 

Jembatan sudah dites kemampuan dan kekuatannya untuk dilalui kendaraan. Berdasarkan hasil tes kelayakan jembatan, kendaraan bermuatan besar yang diperbolehkan maksimal 40 ton beban total. “Karena maksimalnya 40 ton, truk atau kendaraan bermuatan besar, truk tidak boleh berjejeran saat melewati jembatan ini,” tegas Pakde Karwo.

Sementara itu, Kepala BBPJN VIII I Ketut Dharmawahana menjelaskan, sebelum pembukaan jembatan, pihak BBPJN VIII telah melakukan tes pembebanan dengan melewatkan kendaraan bermuatan berat dengan total maksimal 40 ton. Setelahnya, dievaluasi kembali, apakah berdampak pada kondisi jembatan. 

“Yang dikatakan jembatan berfungsi baik itu ketika dilalui kendaraan bermuatan berat jembatan turun sedikit, kemudian setelah dilewati kondisi jembatan kembali pada posisi awal. Artinya keelastisan jembatan berfungsi normal,” ujarnya sambil menambahkan pihaknya melakukan monitoring terhadap fungsi jembatan setiap dua minggu sekali hingga akhir tahun.

Apresiasi Penyelesaian Infrastruktur

Disela-sela kunjungannya, Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim, menyampaikan apresiasi atas penyelesaian pembangunan infrastruktur jalan tol fungsional Kertosono-Wilangan sepanjang 38 Km, termasuk penyelesaian Jembatan Besuk yang berada di atas Sungai Avur Besuk. 

Jembatan tersebut ada di antara Desa Bandar Kedungmulyo dengan Gondang Manis, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang, yang dijadwalkan selesai Jumat tanggal 8 Juni dan beroperasi pada Sabtu tanggal 9 Juni mendatang.

Menurutnya, dengan beroperasinya tol fungsional ini sangat membantu para pemudik untuk menghindari kemacetan di jalur utama saat arus mudik dan balik tahun 2018.

"Ini sebagai solusi mengatasi kepadatan mobilitas transportasi di jalan utama dari Surabaya ke luar kota," ujar Pakde Karwo sambil menjelaskan jika tol fungsional Kertosono-Wilangan sudah difungsikan artinya jalur tengah hingga ke Ngawi semua dilalui tol saat mudik besok.

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja (Satker) Tol Solo-Kertosono Agung Sutarjo menjelaskan, jalur tol fungsional Kertosono-Wilangan yang digunakan satu arah dari Surabaya hingga H+2. Apabila terjadi kemacetan, jembatan bailey yang berada di samping Jembatan Besuk juga akan dipergunakan.

“Pada hari mudik dari timur ke barat keluarnya di Caruban, satu arah semua. Setelah H+2 dari barat ke timur bisa lewat jalan tol fungsional,” jelasnya.

Dijelaskan, untuk jalan tol fungsional, dioperasikan pada pukul 07.00-17.00 WIB. Apabila kondisi jalan pantura terjadi kemacetan, maka aparat akan mengalihkan ke jalan fungsional tadi.

“Jam operasionalnya fleksibel. Intinya ruas jalan fungsional kita ini sudah cukup nyaman dan tidak membahayakan pengguna jalan,” katanya.

Target Desember 2018, Jalan Tol Kertosono-Wilangan Selesai Dikerjakan

Setelah masa arus mudik dan balik selesai, Agung menargetkan, jalan tol ini bisa selesai dikerjakan atau tidak lagi menjadi fungsional sekitar Desember 2018. Untuk progres dari total Jalan tol Kertosono-Wilangan telah mencapai sekitar 73 persen. 

“Target pada kontrak selesai pada tahun 2019, tetapi kita sudah bisa menyelesaikan pada Desember 2018,” harapnya.

Saat kunjungan Pakde Karwo ini, jalan sudah dalam kondisi dibeton, dengan beberapa gundukan tanah  masih dijumpai di sisi kanan dan kiri jalan dan lampu penerangan belum tersedia. Namun demikian, Agung  menegaskan petunjuk jalan seperti spot light sudah tersedia saat pemanfaatan sebagai tol fungsional. 

Hari ini, Pakde Karwo Resmikan Pengoperasian Jembatan Widang 

Sebelum meninjau tol fungsional Kertosono-Wilangan, Gubernur Jatim Pakde Karwo bersama Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII I Ketut Dharmawahana dan Bupati Tuban Fathul Huda meninjau sekaligus meresmikan pengoperasian Jembatan Babat-Widang yang menghubungkan Kabupaten Lamongan.(den/med)

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berbincang dengan penumpang bus antar kota dan provinsi saat meninjau kesiapan sarana dan prasarana jelang angkutan lebaran, di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, Minggu (3/6/2018).

 

 

JAKARTA (KoranTransparansi.com) - Lebaran Tahun 2018 atau Idul Fitri 1439 Hijriah tinggal beberapa hari lagi, sesuai hitungan kalender yaitu jatuh pada 15-16 Juni.

Sejumlah persiapan sudah dilakukan Pemerintah, mulai dari upaya menuntaskan pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, memastikan keamanan dan kenyamanan layanan transportasi, pengaturan arus lalu lintas, hingga persediaan dan distribusi bahan bakar serta kebutuhan pangan.

Kementerian Perhubungan memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada H-6 Lebaran 2018 atau hari Sabtu (9 Juni), bergeser dari perkiraan sebelumnya H-3 seiring dengan penambahan cuti bersama yang mengakibatkan waktu libur semakin panjang.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperkirakan puncak arus mudik layanan KAI di Pulau Jawa akan terjadi pada H-2 Lebaran, PT Jasa Marga (Persero) sebagai perusahaan penyedia jasa jalan tol memperkirakan arus mudik Lebaran akan mencapai puncaknya di Gerbang Tol Cikarang Utama pada H-3 atau 12 Juni 2018.

Pada saat itu, volume lalu lintas diperkirakan mencapai 116.270 kendaraan per hari.

Sementara PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkirakan puncak arus mudik Lebaran 2018 di penyeberangan Merak-Bakauheni terjadi pada 11 dan 12 Juni.

Pada infrastruktur jalan tol, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan sejumlah ruas tol sudah bisa digunakan sebagai tol fungsional seperti ruas Brebes Timur hingga Semarang yang akan mulai dibuka 8 Juni.

"Kami rembukan dengan Menteri PUPR, Kakorlantas, Kapolda, kami akan buka fungsional pada Jumat mulai jam 6 pagi," kata Budi Karya.

Pada ruas ini, Budi Karya menjelaskan puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 8 Juni (H-7) dan 9 Juni (H-6), sehingga jalan tol fungsional sepanjang 150 kilometer tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif bagi pemudik yang menuju ke Semarang, selain melewati jalur Pantura.

Sedangkan jalan tol fungsional dari Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, dan Batang-Semarang sepanjang 132 km ditargetkan bisa dilalui pada H-2 Lebaran.

Untuk mengantisipasi menumpuknya masyarakat pada arus puncak Lebaran, Menhub turun langsung meninjau tiga lokasi yaitu Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Terminal Bus Pulo Gebang, Jakarta Timur, serta Stasiun Kereta Api Gambir, Jakarta Pusat.

"Saya ingin memastikan lokasi yang nanti akan dipadati penumpang saat mudik dan balik dalam kondisi siap dan nyaman sehingga bisa menampung dan melayani penumpang dengan baik," katanya.

Mengantisipasi lonjakan penumpang sejumlah perusahaan transportasi juga disiasati dengan menambah frekuensi perjalanan.

Garuda Indonesia Group misalnya, menyiapkan sedikitnya 150.510 kursi penerbangan ekstra??mengantisipasi peningkatan trafik penumpang selama mudik dan balik Lebaran 2018, yang diperkirakan berlangsung 8 Juni- 24 Juni 2018 untuk rute domestik dan internasional.

Kapasitas penerbangan tambahan tersebut terdiri dari 768 frekuensi penerbangan tambahan yaitu 480 penerbangan Citilink dan 288 penerbangan Garuda Indonesia.

Mudik Gratis BUMN

Dalam menyambut mudik Lebaran 2018, Kementerian BUMN menggelar program Mudik Gratis BUMN memberangkatkan sekitar 200.000 orang, dengan menggunakan tiga jenis angkutan, yaitu bus, kereta api dan kapal laut.

Kementerian BUMN ingin memastikan bahwa sinergi BUMN ini dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat pada hari besar keagaamaan, sehingga arus mudik bisa berjalan lancar, aman dan nyaman.

Perum Damri akan menyediakan 275 armada bus untuk mengangkut 11.036 peserta mudik gratis yang dikumpulkan oleh 14 BUMN lain seperti di antaranya PT Taspen (Persero), PT Angkasa Pura II (Perser), PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pertamina (Persero), dan PT Jamkrindo (Persero).

Rute yang disediakan melalui wilayah Jawa dan diperluas ke wilayah Sumatera, Kalimantan hingga Sulawesi dengan rute antara lain Jakarta menuju ke sejumlah kota seperti Cirebon, Pati, Yogyakarta, Pekalongan. Selanjutnya, Solo, Semarang, Kediri, Klaten, Cilacap, Madiun, Malang, Surabaya, Purwokerto hingga di luar Pulau Jawa seperti Bandar Lampung, Medan, Aceh, Makassar, Samarinda, Banjarmasin dan Mataram.

Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Damri, Tatan Rustandi mengatakan, persiapan mudik ini dilakukan atas inisiatif dari Kementerian BUMN dalam rangka memastikan semua BUMN jasa transportasi dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pada saat mudik.

Program Mudik Gratis ini bertujuan untuk mengalihkan pemudik yang biasa menggunakan sepeda motor ke moda transportasi yang lebih nyaman dan aman, sekaligus menjadi upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas jalan.

Khusus transportasi kereta api, Menteri BUMN Rini Soemarno juga ingin memastikan pelayanan KAI lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Didampingi Dirut KAI Edi Sukmoro, Rini meninjau kesiapan PT KAI di Stasiun Senen, Jakarta dalam melakukan persiapan arus mudik lebaran 2018 dalam rangka acara "Mudik Bareng KAI".

Rini melihat langsung dari dekat fasilitas layanan KAI yang wajib disediakan bagi calon pemudik di Stasiun Senen, Jakarta.

Selama arus mudik dan arus balik, KAI akan mengoperasikan 393 perjalanan, lebih banyak 40 perjalanan dibanding tahun sebelumnya.

Meskipun Pemerintah mengadakan Mudik Gratis BUMN, memastikan keamanan dan kenyamanan pemudik, namun pemudik bermotor harus tetap memperhatikan faktor keselamatan.

Masyarakat Transportasi Indonesia meminta pemudik yang menggunakan motor untuk memperhatikan faktor keselamatan dengan mengatur waktu istirahat, membatasi penumpang dan barang bawaan.

"Pemudik dengan kendaraan roda dua tahun ini masih tinggi dan berisiko menyumbang angka kecelakaan, pemotor harus mengutamakan keselamatan," kata Presidium MTI Muslih Zaenal Asikin.

MTI memperkirakan, angka pemudik kendaraan roda dua pada 2018 mencapai lebih dari 6,39 juta. Setiap tahun, pemudik kendaraan roda dua selalu menyumbang 70 persen angka kecelakaan.

Salah satu faktor penyebab kecelakaan adalah kelelahan pengemudi sehingga pemotor perlu sering beristirahat untuk memulihkan kondisi.

Faktor Keamanan

Mudik Lebaran sudah menjadi sebuah tradisi bagi masyarakat Indonesia. Dari tahun ke tahun tentu harus ada peningkatan dari sisi kapasitas maupun dari sisi keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Untuk itu, peran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polri menjadi penting dalam memastikan keamanan selama arus mudik maupun arus balik.

"TNI dibantu Polri dan instansi lainnya akan menjaga keselamatan dan keamanan bagi seluruh masyarakat, khususnya yang merayakan Hari Raya Idul Fitri 1439 H," kata Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Bahan Bakar Minyak (BBM) setiap menghadapi Lebaran, menjadi salah satu isu utama yang harus diamankan pasokannya oleh Pemerintah, yaitu konsumsi BBM harian secara nasional diperkirakan naik rata-rata 15 persen.

Untuk mengantisipasi kemungkinan kelangkaan BBM karena jumlah permintaan, PT Pertamina (Persero) selama Ramadhan dan Idul Fitri 2018, meningkatkan stok dan penyaluran dari rata-rata harian normal 90.000 kiloliter menjadi sekitar 104.000 kiloliter.

Khusus di sejumlah titik di area Jawa dan Sumatera, Pertamina menyiagakan 63 titik KIOSK Pertamax yang menyediakan produk BBM nonsubsidi menjelang arus mudik Lebaran 2018.

"Dari 63 KIOSK tersebut, sebanyak 57 KIOSK tersebar di beberapa titik jalur mudik Jawa, tol dan non-tol, serta 6 titik KIOSK di jalur Sumatera," kata Adiatma.

Kementerian Perhubungan memperkirakan jumlah pemudik menggunakan roda dua diperkirakan mencapai 7,67 juta, naik dibanding tahun 2017 yang mencapai 6,8 juta. Sementara jumlah pemudik yang menggunakan roda empat diperkirakan mencapai 3,46 juta, naik dari tahun 2017 yang mencapai 3,1 juta.

Secara keseluruhan, Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menilai, kesiapan jalur mudik 2018 lebih baik dibanding 2017. Dari sisi infrastruktur jalur mudik 2018 juga didukung oleh tersambungnya jalan tol Jakarta-Surabaya baik secara operasional maupun fungsional. 

"Tahun ini, kami laporkan ke DPR dalam raker (rapat kerja) kemarin (4/6), jalur mudik lebih baik dibanding tahun lalu. Kondisi jalan nasional tahun ini 90 persen mantap," katanya. (ant/tim)

 

Peringatan Hari Lahir Pancasila Momentum Aktualisasikan Nilai-Nilai Pancasila

Surabaya (Korantaransparansi.com) - Hari Lahir PancasiIa yang diperingati  setiap tanggal 1 Juni, harus dimanfaatkan sebagai   momentum mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila. Selain itu, juga menjadi momentum pengingat dan pemacu semangat dalam berbangsa dan bernegara. 

“Pancasila adalah berkah indah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa kepada masyarakat Indonesia  melalui perenungan dan  pergulatan,” ujar Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo membacakan sambutan Presiden RI  pada Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, di Gedung Negara Grahadi, Jumat (1/6).

Oleh sebab itu, lanjutnya, pemikiran dan kejernihan batin para founding fathers Indonesia harus terus diamalkan sebagai warisan mulia  untuk kemajuan bangsa. Juga, sekaligus sebagai sumbangsih Indonesia kepada masyarakat dunia.

Ditambahkan,  Pancasila pertama kali diuraikan secara jelas oleh Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945. Kemudian dituangkan dalam Piagam Jakarta pada tanggal 22 Juni 1945, dan dirumuskan secara final pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh para pendiri bangsa Indonesia yang berasal  dari berbagai kelompok, golongan dan latar belakang.

“Mereka duduk bersama untuk menetapkan Pancasila sebagai pemersatu segala perbedaan,” tambahnya. Oleh karena itu, Pancasila menjadi  falsafah dan dasar negara yang kokoh, serta sebagai fondasi dibangunnya Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Rangkaian proses besar tersebut, lanjut Pakde Karwo, harus selalu diingat, didalami  semangatnya, dan  dipahami rohnya. Selain itu, menjadi tugas dan tanggung jawab bersama untuk memastikan bahwa Pancasila selalu hadir dalam setiap sudut kehidupan, hati dan pikiran. “Pada peringatan Hari Lahir Pancasila di tahun 2018 ini, kita harus meneguhkan semangat kita untuk bersatu, berbagi, dan berprestasi," tuturnya.

Berbagi Pengalaman Bhinneka Tunggal Ika

Menjawab pertanyaan media mengenai bayangan intoleransi, Gubernur Jatim Pakde Karwo mengatakan negara manapun di dunia saat ini selalu berproses menjadi masyarakat yang majemuk, walaupun kemajemukan juga dibayang-bayangi oleh resiko intoleransi, ketidak-bersatuan dan ketidakgotongroyongan. " Saatnya kita berbagi pengalaman dalam berbhinneka tunggal ika atau bertoleransi, serta dalam membangun persatuan dan kebersamaan," ungkapnya.

Menurutnya, kunci aktualisasi nilai Pancasila adalah  sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, yang menjadi kausa prima  terwujudnya sila kedua sampai kelima. Salah satu implementasi sila pertama saat ini diantaranya berupa saling peduli dan berbagi, diantaranya peduli dan berbagi dengan lingkungan, yang agama juga memerintahkan, dalam bentuk sodakoh dan zakat.  “Itulah working ideology Pancasila, ketika disparitas semakin tinggi, masyarakat yang mampu menyisihkan sedikit rejekinya untuk masyarakat banyak,” ujarnya mencontohkan.

Pakde Karwo juga mengingatkan momen Bulan Ramadhan sebagai saat paling baik untuk saling berbagi dan peduli kepada lingkungan.  Dengan sering membuka pintu untuk berbuat kebaikan akan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Sebaliknya, jika ada yang mengunci pintu kebaikan, berarti pemahaman tentang Pancasila masih kurang.

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, yang berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya berlangsung semarak. Sekitar 1.607 undangan dan 785 peserta mengikuti jalannya upacara. Hadir dalam kegiatan ini a.l. jajaran Forkopimda Jatim seperti Ketua DPRD Jatim, Pangdam V Brawijaya, Sekdaprov Jatim. Juga, para pimpinan OPD di jajaran Pemprov. Jatim.

Sementara itu, peserta upacara a.l.  karyawan Satpol PP Prov. Jatim, Korpri. Pemprov. Jatim, taruna AAL, TNI , POLRI, mahasiswa, menwa, pelajar SMU dan SMK, Pramuka, Tagana, dan Karang Taruna. Acara juga dimeriahkan oleh Paduan Suara UPN Surabaya. (den/fir)

Suasana tempat thowaf sudah normal kembali.

KEISTIMEWAAN bulan Sya’ban sudah tidak diragukan lagi kemasyhurannya. Walau masih ada khilafiyah (perbedaan) mengenai amaliyah, namun bulan yang datang setelah bulan Rajab (Sahrulllah), menjadi bagian penting dalam menyongsong bulan suci Ramadan. 

Mengapa bulan Sya’ban menjadi istimewa, terutama bagi hamba Allah yang memenuhi panggilanNya sebagai Dloifullah (tamu Allah)? Yang jelas, Rasulullah SAW bersabda dalam doanya: “Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Sya’ban serta pertemukan kami di bulan Ramadan.” Subhanallah!!!.

Artinya, rangkaian bulan Rajab, Sya’ban dan Ramadan mempunyai kaitan erat dan saling berhubungan guna memperoleh kedudukan yang mulai di hadapan Allah Yang Maha Rahman-Rahiim. Tentu, bagi dloifullah memperoleh kemabruran adalah tujuan utama dalam beribadah haji dan umroh. 

Lebih dari itu, mengapai kesempurnaan dalam beribadah umroh dan haji perlu pengabdian dan pengorbanan saat berada di tanah air, yaitu berusaha memahami dan mengamalkan segala apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi segala laranganNya. Setidaknya, salah satu kompetensi untuk meraih gelar mabrur, yaitu orang-orang yang mampu menafkahkan hartanya dalam keadaan lapang dan sempit, mampu menahan diri dalam amarah (nafsu) serta mempunyai jiwa pemaaf terhadap manusia. 

Dalam konteks bulan Sya’ban, termasuk salah satu bulan yang diagungkan dalam Islam. Khususnya, pada malam Nisfu Sya'ban (15 Sya’ban), Allah SWT turun ke langit dunia dan memberi syafaat (bantuan) bagi siapa saja yang meminta pada malam itu hingga terbit Fajar.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Jika terjadi malam nisfu Sya'ban, maka shalatlah kamu sekalian pada malam harinya, dan puasalah kamu sekalian pada siang harinya. Karena sesungguhnya Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi turun pada malam tersebut ke langit dunia mulai dari terbenam matahari dan berfirman,

k ada orang yang meminta ampun, sehingga Aku mengampuninya? 

Apakah tidak ada orang yang meminta rezeki, sehingga Aku memberinya rezeki? 

Apakah tidak ada orang yang terkena bala, sehingga Aku dapat menyelamatkannya? 

Apakah tidak demikian, apakah tidak demikian, sehingga terbit fajar."

Tentu saja, bagi jamaah umroh yang safar (bepergian) di bulan Sya’ban mempunyai keutamaan-keutamaan. Apalagi, kondisi di Makkatul Mukaromah setelah renovasi tempat areal Mathof (tempat Thowaf) selesai di sekitar Zam-zam, diberikan kebebasan kepada jamaah untuk melaksanakan thawaf sunnah di lantai dasar tanpa harus memakain ihram bagi jamaah pria. 

“Memang sejak pertengahan Rajab, mathof di lantai dasar sudah terbuka untuk umum. Artinya, sebelumnya ada larangan, yang di lantai dasar thowaf harus memakai ihram bagi jamaah laki, sekarang sudah bebas,” kata ustadz Muhammad Mujahid, salah satu Tour Leader (TL) senior dari PT. Arofahmina di Jl. Kartini Surabaya.

Ditambahkan Ustadz Gufri, muthowwif asal Lombok, transisi dari musim dingin ke panas, juga memberikan kefaedahan bagi masyarakat Makkah-Madinah. “Tentu saja, jamaah bakal memperoleh keutamaan dan masa panen kurma yang bagus. Jadi, menjelang Ramadan dan memasuki bulan Haji (Syawal, Dzulqoddah, dan Dzulhijjah) merupakan puncak dari rangkaian ibadah haji yang sangat ditunggu umat muslim sedunia,” paparnya.

Hal lain yang diperlu diketahui di bulan Sya’ban, kemenangan umat muslim dalam peperangan Bani Mustalik pada tahun 5 Hijrah. Peperangan ini lebih masyhur disebut perang yang mengambarkan kekokohan iman para sahabat, apalagi setelah terjadinya perang Badar di akhir tahun 4 Hijrah.

Berikutnya, berdasarkan hadits riwayat An Nasai dan Abu Dawud dan ditashih oleh Ibnu Huzaimah dari Usamah bin Zaid, katanya, "Aku berkata, Wahai Rasulullah, aku tidak melihat tuan berpuasa dari satu bulan dari beberapa bulan seperti puasa tuan di Bulan Sya'ban."

Beliau menjawab, "Itu adalah bulan yang dilupakan oleh manusia antara bulan Rajab dan Ramadan. Bulan Sya'ban itu bulan amal-amal diangkat ke hadapan Tuhan semesta alam. Oleh karena itu, aku senang apabila amalku diangkat, sedangkan aku berpuasa."

“Sya’ban juga disebut bulan membaca Al-Quran, sesuai hadits riwayat Anas RA, "Adalah orang-orang muslim apabila masuk bulan Sya'ban, mereka membuka mushaf-mushaf Al Qur'an dan membacanya, mengeluarkan zakat dari harta mereka untuk memberi kekuatan kepada orang-orang yang lemah dan orang-orang miskin untuk melakukan puasa Ramadan.

" Berkata Salamah bin Suhail, "Telah dikatakan bahwa bulan Sya'ban itu merupakan bulannya para qurra' (pembaca Al Qur'an)." Dan adalah Habib bin Abi Tsabit apabila masuk bulan Sya'ban dia berkata,

"Inilah bulannya para qurra'."

“Jadi, bukan hanya pecinta AlQuran, pada niaga (pedagang) juga menyempatkan diri untuk menghormat bulan Sya’ban. Dari 'Amr bin Qais Al-Mula'i apabila masuk bulan Sya'ban dia menutup tokonya dan meluangkan waktu (khusus) untuk membaca Al-Qur'an. Sangat istimewa sekali, bulan Sya’ban," ulas Gus Rofiq, sapaan Romo Kiai Rofiq Siraj.

Sebagian besar ulama salaf menyakini, bahwa Sya’ban merupakan bulannya Baginda Rasulullah SAW. Hal ini berdasarkan sabda baliau yang berbunyi, "Bulan Rajab itu adalah bulan Allah, bulan Sya'ban adalah bulanku dan bulan Ramadan adalah bulannya umatku.

"Bahkan, salah satu riwayat menyebut, Rasulullah SAW pada setiap setiap malam tanggal 15 Sya'ban selalu melakukan shalat malam dengan sangat lama, menunaikan kewajiban bersyukur kepada Allah SWT, sehingga Al-Hafidh Al-Baihaqi dalam kitab Musnadnya meriwayatkan hadits dari A'isyah ra katanya "Rasulullah SAW pada suatu malam bangun, lalu melakukan shalat. Beliau memperlama sujud, sehingga aku mengira beliau telah wafat. Setelah aku melihat yang demikian itu, aku bangun sehingga menggerakkan ibu jari beliau, dan ibu jari beliau bergerak."

Yang istimewa, ternyata pada setiap malam Nisfu Sya’ban Rasulullah SAW selalu mendoakan umatnya, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Dalam hal ini, Sayyidina Ali ra menceritakan sebagai berikut, 

"Sesungguhnya Rasulullah SAW keluar pada malam ini (malam nisfu sya'ban) ke Baqi' (kuburan dekat masjid Nabawi) dan aku mendapatkan beliau dalam keadaan memintaan ampun bagi orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan dan para syuhada."

Intinya, banyak hadits-hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hambal dalam kitab musnad beliau, Imam At-Tirmidzi At-Thabrani, Ibnu Hibban, Ibnu Majah, Al Baihaqi dan An Nasai, yang menetapkan bahwa Rasulullah SAW adalah memuliakan malam Nisfu Sya'ban dengan memperbanyak shalat, doa dan istighfar. 

Jadi, bukanlah perbuatan bid'ah dan bukan pula perbuatan aneh jika malam nisfu Sya'ban dijadikan malam untuk banyak berzikir, berdoa dan istighfar dan melakukan shalat bagi kaum muslimin.

Maka tak heran, kalau Imam Al-Ghazali mengistilahkan malam Nisfu Sya'ban sebagai malam yang penuh syafaat (pertolongan). Menurut Al Ghazali, pada malam ke 13 di bulan Sya'ban, Allah SWT memberikan tiga syafaat kepada hamba-hambanya. 

Sedangkan pada malan ke-14, seluruh syafaat itu diberikan secara penuh. Sehingga pada malam ke-15, umat Islam mempunyai kesempatan menebar kebaikan dan amalan sholiha sebagai penutup amalnya selama satu tahun. Subhanallah. Wallahu a’lam bish-showab. (makin rahmat)

Dari depan Dr Nik Adzreiman, Djoko Tetuko, Hadi Ismanto, dan Yoyon.  Dr Nik adalah sahabat Djoko dari Malaysia saat menikmati indahnya Bromo, Selasa (3/4/2018)

Laporan Khusus Wartawan Transparansi Djoko Tetuko

Laporan khusus pada penerbitan ini memang sengaja menyajikan salah satu obyek wisata bertaraf internasional, Taman Nasional Bromo Tengger, setelah sekian lama banyak menulis tentang politik dan geliat sosial di negeri ini dengan berbagai pernik kritik konstruktif. 

Menulis laporan wisata dan kuliner sekedar untuk mengendorkan saraf menghadapi Pilkada 2018 kemudian Pilpres 2019 dengan tensi cukup tinggi, sehingga menurunkan suhu politik dengan tulisan ringan yang berbobot serasa menghibur. 

Taman Nasional Bromo Tengger sudah tidak bisa disangsikan lagi keindahan panorama dan keelokan bukit pembentang mengelilingi lautan pasir Gunung Bromo dan Gunung Batok, sebuah pemandangan menakjubkan. Bahkan tidak berlebihan menyebut sebagai keajaiban Ilahi yang nampak dalam mimpi sekejab. Potret kenikmatan dari Allah SWT dalam bentuk alam membentuk begitu mempesona dalam pandangan mata siapa saja.

Taman Nasional Bromo Tengger merupakan bentangan lautan pasir dan savana dengan cincin bukit cukup indah mempesona dan dua gunung berpadu dalam irama syahdu Gunung Bromo yang masih aktif dan Gunung Batok yang sudah tidak aktif berdampingan seperti pasangan pengantin nan berpadu kasih. 

Satu lagi sebuah keindahan nan hijau, satu lagi dengan keindahan lukisan batu dan tanah coklat agak putih dihiasi kebulan asap dari kawah yang nampak bersahaja bersama rona rona fatamorgana lekuk bibir gunung.

Taman dengan bentangan barat-timur 20-30 km dan selatan-utara 40 km, ditetapkan sejak tahun 1982 dengan luas wilayah sekitar 50 hektar. Di kawasan ini terdapat kaldera lautan pasir dengan luas 6290 hektar. 

Batas lautan pasir berupa ukiran dinding terjal (baca, bukit ) dengan ketinggian 200-700 meter, dengan wilayah Gunung Bromo di Desa Cemorolawang Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo dan Gunung Batok di Desa Wonokitri Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan dan sebagian masuk wilayah Kabupaten Malang dan Lumajang.

Salah satu keajaiban bisa menyaksikan matahari tenggelam ( antara pukul 17:0-17:20) dan matahari terbit antara pukul 05:00-05:30, dari beberapa  ketinggian yang sudah diberi akses dapat melihat dari dibangun sebuah bangunan view di beberapa tempat, di Bromo Hill, Kingkong Hill, atau bibir Cemorolawang sebelum turun ke lautan pasir, yang sebagian seperti makhluk selalu berbisik, sehingga dinamakan kawasan “Pasir Berbisik”. 

Dua bulan yang lalu bersama Camat Sukapura, Yulius, bersama Tim Koran Transparasni sengaja melihat sunset (matahari tenggelam) dari bibir Cemorolawang, alhamdulillah berhasil mengabadikan beberapa foto cukup apik dan sangat menakjubkan, pada waktu itu sunset pada pukul 16:50-17:10, sebuah keindahan Taman Nasional Bromo Tengger, sekejab memberikan mimpi indah dengan sinar matahari kuning ke merah merahan menyapa dan senyum ramah bersama awan awan yang setia berterbangan menghiasi.

Selasa (3 April 2018) kenbali ke Taman Nasional Bromo Tengger bersama beberapa teman dari Univeristas Muhammadiyah Sidoarjo dan Universitas Utara Malaysia, tetapi hanya sekejab menyaksikan sunset karena datang tepat pukul 17:00, tetapi keajaiban Bromo terasa selalu hadir dengan keindahan di langit langit tersisa, matahari “pamit” menyinari bumi Indonesia dan sekitarnya dengan warna kuning berbalut merah agak hitam, kadang berubah putih kebiru-biruan.

Empat Destinasi 

Sebuah pemandangan nan ajaib dengan keabadian alam sangat memukau mata memandang, ketika remang remang dini hari pukul 03:00 Trubus, jasa sopir mobil jepp mengetuk pintu kamar S 12 di hotel Lava View, maka bersama rombongan siap-siap berangkat untuk menyaksikan sunrise (matahari terbit), alhamdulillah pukul 04:00 sampai di Bromo Hill, dengan menikmati pisang goreng dan teh manis hangat terasa seperti minum di surga.

Begitu nikmat dan nyaman dalam kondisi udara dingin mencapai 2 derajat, ditemani teh dan pisang goreng sebagai pengantar menyesuaikan situasi dan kondisi, juga dingin sepoi poi pagi menjelang subuh. Pukul 04:17 waktu subuh dengan adzan di sebuah tempat ibadah yang disediakan terdapat sekitar 12 sajadah, sebuah bangunan tripleks tetap sangat sederhana dan cukup untuk sholat berjamaah. 

Selepas sholat subuh bersama rombongan akan melanjutkan naik tangga ke Bromo Hill, karena dari ketinggian itu, kata Trubus (35) asli suku Tengger yang sudah dikarunia 2 putra, bisa menyaksikan sunrise. 

Tetapi baru melangkah ke arah tangga sudah ditawari tukang ojek pak Aru (40) dan Darma (33) untuk ke view yang lebih tinggi di puncak Kingkong. Pada saat tamu dari Malaysia Dr Bahatiar Minahad  dan Dr Nik Adzreiman ditawari dan mengiyahkan, rombongan langsung menempuh perjalanan dengan ojek menuju puncak Kingkong. 

Sampai dibatas paling akhir kemudian jalan sekitar 200 meter sudah ada sekitar 500 wisatawan lokal dan mancanegara menunggu sunrise juga. Tempat yang disediakan sudah hampir penuh dengan wisatawan yang sabar dengan handsphone dan kamera menunggu sunrise, sebuah pemandangan mengasyikkan dan terasa penat di Surabaya tiba tiba lenyap terselimuti udara dingin dan angin kencang yang “bernyanyi” merdu. MasyaAllah..., subhanallah .., ciptakan Allah SWT yang Maha Hebat, alhamdulillah pula rombongan berhasil meyaksikan sunrise dari ketinggian puncak Kingkong dengan menyaksikan pula tiga gunung (Bromo, Batok, dan Semeru) seakan akan di depan mata. Juga karena awan terang benderang, maka matahari menyapa dengan senyum indah di pagi buta dengan warna dan wajah amat Ayu menawan bak menikmati secawan air tape ketan hitam yang mulai berasa agak panas dan memanaskan tubuh. 

Alhamdulillah rombongan melanjutkan ke satu lagi Kingkong Hill di bawah puncak Kingkong yang paling tinggi, juga dapat menyaksikan keajaiban lautan pasir berangkulan akrab bersahabat dengan Gunung Batok dan Gunung Bromo yang terus “merokok” dengan asap mengepul ke udara menyatu dengan awan tebal dan tipis yang berlompatan seperti main layang layang. 

Di Bromo Hill rombongan melanjutkan foto-foto dan menyaksikan keindahan sekitar yang juga tidak kalah takjubnya dibanding di dua tempat sebelumnya. Apalagi sinar mentari sudah mulai menyinari dengan terang benderang menjadikan keabadian warna sangat indah, dihiasi pelangi tiba tiba muncul melambaikan tangan di atas Gunung Bromo. Subhanallah. 

Bersama rombongan yang memang sengaja ingin menikmati keajaiban dan keindahan 4 destinasi, maka perjalanan bersama jepp hardtop berlanjut ke Padang pasir dekat lautan pasir lereng kaki menapak ke puncak Gunung Bromo, dan baru turun dari mobil sudah ditawari naik kuda ke tengah tengah gunung dekat tangga menuju puncak, maka rombongan sepakat naik kuda pulang pergi.

Aris (33) warga Asli Tenger, jasa joki kuda menceritakan bahwa ada sekitar 3000 kuda milik warga sekitar Bromo, disiapkan untuk menjamu wisatawan dengan harga sekitar.125 ribu. Dan kami menikmati bersama kuda naik ke ketinggian sekitar 2/3 menuju puncak Gunung Bromo.

Rombongan menyempatkan minum kopi tepat ada warung di sekitar 100 meter dari anak tangga menuju Gunung Bromo, bu Min, pemilik warung warga Cemorolawang mengaku buka mulai pukul 06:00 sampai siang atau sore, dan rombongan melanjutkan sampai ke puncak.

Alhamdulillah sampai di puncak yang jauh berbeda di banding ke Bromo jaman tahun 80-88, faktor usia dan kenyamanan dengan kuda dan jepp hardtop rasanya kenikmatan atas keajaiban yang ada sangat terasa. Tentu saja dengan penuh cita rasa campur syukur atas nikmat Allah SWT, mengabadikan moment indah dan bersahabat ini dengan berbagai pose kayak anak muda.

Dua sudah kenikmatan atas keajaiban kami lalui dengan suka cita, kemudian melanjutkan perjalanan ke “Pasir Berbisik” dan Padang Savana, sebuah pemandangan tidak kalah takjub. Lagi-lagi menambah menberikan keindahan saat pasukan TNI dengan mengendarai motor membawa bendera merah putih menghiasi lautan pasir berbisik dan Padang Savana yang penuh makna. 

Empat destinasi alhamdulillah sudah berhasil kami nikmati seperti terasa sebentar saja di surga dunia, apalagi cerita keajaiban Bromo dan Tengger, juga kisah-kisah nyata tentang sejarah dan flora fauna yang selalu memanggil-manggil menyapa untuk menikmati nikmat dari alam Bromo yang penuh barokah.(JT)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...