INTERNASIONAL

Mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak tiba untuk memberikan pernyataan kepada Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC) di Putrajaya, Malaysia, Selasa (22/5/2018).

Putrajaya (KoranTransparansi.com) - Mantan perdana menteri Malaysia, Najib Razak diperiksa oleh Komisi Anti Korupsi Malaysia (MACC) selama lebih kurang lima jam, Selasa (22/5), terkait dengan SRC International Sdn Bhd dan dana RM42 juta yang masuk ke rekening pribadinya.

Ketika memberikan keterangan kepada wartawan yang telah menunggunya, Najib mengatakan pernyataannya tentang SRC International Sdn Bhd lebih rinci dibandingkan yang dia sampaikan tiga tahun lalu.

"Saya telah memberikan pernyataan tentang masalah SRC ke MACC pada 2015. Pernyataan saya hari ini adalah tindak lanjut dari tahun sebelumnya," kata Najib kepada sejumlah wartawan lokal dan internasional.

Najib mengatakan dia diinterogasi sekitar lima jam mulai dari jam 10.00 pagi hingga sekitar 02.15 sore dan diberikan waktu istirahat selama dua kali.

Sebelumnya Ketua Komisi MACC, Mohd Shukri Abdull dalam jumpa pers kepada media membantah spekulasi kuat bahwa mantan pemimpin Malaysia tersebut akan ditangkap oleh MACC.

Najib Razak juga mengucapkan terima kasih kepada tim MACC yang telah bertugas secara profesional.

Mantan Ketua Barisan Nasional tersebut mengatakan penyelidikan yang melibatkannya akan berlanjut pada hari Kamis, tetapi sebagian besar telah diselesaikan pada Selasa ini.(ant/min)

 Keluarga korban Boeing 737 yang jatuh setelah lepas landas di Havana, Kuba, bereaksi setelah keluarga mereka menjadi korban tragedi itu, 19 Mei 2018.

 

 

 

 

Keluarga korban Boeing 737 yang jatuh setelah lepas landas di Havana, Kuba, bereaksi setelah keluarga mereka menjadi korban tragedi itu, 19 Mei 2018. 

 

Havana (KoranTransparnsi.com) - Pemerintah Kuba memastikan bahwa pesawat Boeing tua yang jatuh Jumat lalu beberapa saat setelah tinggal landas dari Havana telah menewaskan 110 dari total 113 orang yang berada di pesawat itu sehingga menjadi kecelakaan udara paling buruk menimpa negara itu dalam hampir 30 tahun.

Bendera setengah tiang dikibarkan di Kuba mulai Sabtu waktu setempat dalam dua hari berkabung menyusul tragedi ini, sedangkan berwenang terus berusaha mencari bukti dari tempat kejadian perkara dan mengidentifikasi para korban.

Baru 15 orang yang berhasil diidentifikasi dan sebuah kotak hitam ditemukan.

Dalam jumpa pers Sabtu waktu setempat di bandara Havana, pihak berwenang mengungkapkan bahwa 99 orang korban tewas adalah warga Kuba, sedangkan tiga lainnya adalah turis masing-masing dua turis Argentina dan seorang Meksiko. Dua lainnya adalah penduduk Sahrawi (Sahara) yang berada di Kuba.

Enam awak pesawat yang Boeing 737 sudah berusia 40 tahun yang disewa maskapai Kuba dari perusahaan Meksiko tak terkenal Damojh, juga tewas.

Sepuluh di antara para korban tewas adalah pastor-pastor Nazarene yang tengah pulang, kata Gereja Nazarene Kuba.

Tiga wanita Kuba selama dari kecelakaan itu namun berada dalam kondisi kritis. (reuters/ant)

 

Ilustrasi Irak (Reuters)

Bagdad/Kirkuk, Irak (KoranTransparansi.com) - Irak mulai memilih dalam pemilihan parlemen pertama pada Sabtu sejak mengalahkan ISIS, tetapi hanya sedikit orang yang mengharapkan para pemimpin baru untuk memberikan stabilitas dan kemakmuran ekonomi yang telah lama dijanjikan.

Produsen minyak tersebut telah berjuang menemukan formula untuk stabilitas negaranya sejak invasi pimpinan Amerika Serikat menggulingkan diktator Saddam Hussein pada 2003, dan banyak warga Irak telah kehilangan kepercayaan pada politisi mereka.

Siapa pun yang dipilih parlemen baru sebagai perdana menteri akan menghadapi berbagai tantangan setelah perang tiga tahun melawan ISIS yang merugikan negara itu sekitar 100 miliar dolar AS.

Sebagian besar kota Mosul di bagian utara Irak telah menjadi puing-puing dalam pertempuran untuk menggulingkan ISIS, dan negara akan membutuhkan miliaran dolar untuk membangun kembali. Perekonomian pun sedang stagnan.

Ketegangan sektarian, yang meletus dalam perang sipil pada 2006-2007, masih merupakan ancaman keamanan utama. Dan dua pendukung utama Irak, Washington dan Teheran, berselisih.

Tiga kelompok etnis dan agama utama - mayoritas orang Arab Syiah dan Arab Sunni serta Kurdi - telah berselisih selama beberapa dekade, dan perpecahan sektarian tetap sedalam yang pernah ada.

Wartawan Reuters melihat tempat pemungutan suara dibuka di Baghdad dan kota-kota lain.

"Saya akan berpartisipasi, tetapi saya akan menandai `X` pada surat suara saya. Tidak ada keamanan, tidak ada pekerjaan, tidak ada layanan. Para kandidat hanya menginginkan uang, bukan untuk membantu orang," kata Jamal Mowasawi, seorang tukang daging berusia 61 tahun.

Tiga kandidat utama untuk perdana menteri, petahana Haider al-Abadi, pendahulunya Nuri al-Maliki dan komandan milisi Syiah Hadi al-Amiri semua membutuhkan dukungan dari Iran.

Keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menarik diri dari kesepakatan nuklir akan mendorong Iran untuk mempertahankan pengaruh politik dan militernya yang luas di Irak, negara Arab yang paling penting bagi Teheran.

Abadi dianggap para analis sedikit memimpin, tetapi kemenangan jauh dari pasti untuk pira yang membangkitkan harapan bahwa ia dapat menempa kesatuan ketika ia menduduki jabatan.

Tetapi, ketika dia mengulurkan tangan kepada kaum Sunni minoritas, dia mengasingkan kaum Kurdi setelah menghancurkan usaha mereka untuk kemerdekaan.

Dia memperbaiki posisinya dengan kemenangan melawan ISIS, yang telah menduduki sepertiga dari Irak.

Tapi, Abadi tidak memiliki karisma dan gagal memperbaiki ekonomi serta mengatasi korupsi. Dia juga tidak bisa hanya mengandalkan suara dari komunitasnya saat basis pemilih Syiah tidak biasanya terpecah tahun ini. Sebaliknya, dia berusaha untuk menarik dukungan dari kelompok lain.

Bahkan, jika Aliansi Kemenangan Abadi memenangkan kursi terbanyak, ia masih harus merundingkan pembentukan pemerintahan koalisi, yang harus diselesaikan dalam waktu 90 hari dari pemilihan umum.

"Ini wajah yang sama dan program yang sama. Abadi adalah yang terbaik dari yang terburuk; setidaknya di bawah pemerintahannya kami memiliki pembebasan (dari ISIS)," kata Hazem al-Hassan, penjual ikan berusia 50 tahun di Baghdad.

Amiri menghabiskan lebih dari dua dekade melawan Saddam dari pengasingan di Iran. Pria berusia 63 tahun itu memimpin Organisasi Badr, yang merupakan tulang punggung pasukan sukarelawan yang memerangi ISIS.

Dia berharap dapat memanfaatkan keberhasilan di medan perangnya. Kemenangan untuk Amiri akan menjadi kemenangan bagi Iran, yang terkunci dalam perang proksi untuk pengaruh di Timur Tengah, demikian Reuters.(ant/kh)

Presiden Putin Dilantik Untuk ke Empat Kalinya

JAKARTA (KoranTransparansi.com) - Vladimir Putin telah mengangkat sumpah sebagai Presiden Rusia untuk masa jabatan enam tahun. Pengambilan sumpah pada Senin, 7 Mei 2018, itu merupakan yang keempat kali bagi Putin untuk jabatan yang sama.

Berdiri di aula megah Grand Kremlin Palace, dengan tangannya di atas salinan konstitusi yang dilapis emas, Putin bersumpah untuk melayani, melindungi hak dan kebebasan rakyatnya, serta membela kedaulatan Rusia.

"Seluruh hidup saya akan didedikasikan untuk melayani rakyat dan Tanah Air," kata Putin, seperti dilansir CNN pada 7 Mei 2018.

Dalam pidato singkatnya di hadapan undangan yang hadir, Putin berjanji memulihkan kekuatan, kemakmuran, dan kemuliaan Rusia, serta mengatakan perannya adalah tugas suci.

Putin dilantik sebagai presiden dua bulan setelah lebih dari 70 persen pemilih mendukungnya dalam pemilihan presiden pada 18 Maret 2018.

Pemilihan presiden diikuti tujuh kandidat, termasuk Vladimir Putin sebagai inkumben. Putin memenangi pemilihan setelah mendapatkan 76,69 persen suara. (kh)

Para ekstremis militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kini praktis menguasai separuh wilayah Suriah dan sekaligus jalur luas yang membentang sampai Irak utara dan tengah. Kini kekuasaan ISIS berantakan dan tersisih baik di Irak maupun Suriah

 

 

Aden (KoranTransparansi.com) - Pasukan keamanan Yaman menyatakan telah membunuh seorang panglima senior ISIS dalam baku tembak di Aden, Yaman Selatan, Sabtu.  Ini merupakan pukulan terbesar terhadap ISIS cabang Yaman.

Saleh Nasser Fadhl al-Bakshi dijuliki "Pangeran" wilayah Aden dalam ISIS cabang Yaman. Dia telah membunuh ratusan orang yang kebanyakan pasukan keamanan Yaman selatan, lewat serangkaian pemboman dan penembakan.

Pasukan kontraterorisme mengepung al-Bakhshi di sebuah gedung ketika dia dan rekan-rekannya menolak untuk menyerah.

Tapi seorang anggota pasukan kontraterorisme ikut tewas dalam penggerebekan ini.  Tiga rekan al-Bakhshi ditangkap.

ISIS menancapkan pijakannya di Yaman akhir 2014 ketika negara ini ambruk dalam perang saudara antara Houthi melawan pemerintahan sah yang diakui dunia internasional yang membuka kekosongan kekuasaan dan memicu intervensi militer Arab Saudi, demikian Reuters.(ant/kh)

  Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto menyebut pertemuan antara Korea Utara dan Korea Selatan yakni Kim Jong Un dan Moon Jae-in merupakan momentum positif yang harus disyukuri.. (ant)

Singapura (KoranTransparansi.com) - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto menyebut pertemuan antara Korea Utara dan Korea Selatan yakni Kim Jong Un dan Moon Jae-in merupakan momentum positif yang harus disyukuri.

"Ini harus disyukuri karena merupakan satu momentum yang positif," kata Menteri Wiranto di sela-sela acara KTT ke-32 ASEAN yang digelar di Hotel Shangri-La Singapura, Sabtu.

Wiranto kemudian berharap setelah ada momentum pertemuan dua pimpinan itu suatu saat akan ada pertemuan antara pemimpin Korea Utara dengan Presiden AS Donald Trump.

Dari langkah itu kata dia, kemudian diharapkan menghasilkan sesuatu yang penting yang dapat meyakinkan negara-negara di seluruh dunia bahwa bahaya nuklir telah dapat dinetralisir.

"Itulah harapan kita, tapi itu harus kita syukuri karena kita dulu khawatir itu akan menjadi ancaman dunia yang dahsyat paling tidak bisa terhindarkan dengan komitmen-komitmen beberapa negara yang mendesak Korea Utara untuk bersikap lebih lunak," katanya.

Dengan pertemuan dua pemimpin Korea yang dilakukan di daerah perbatasan kedua negara itu, menurut Wiranto, menjadi peristiwa yang menuntun pada harapan semua pihak akan perdamaian dunia yang lebih baik. (ant)

 

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...