INTERNASIONAL

Presiden Rusia, Vladimir Putin

Moskow (KoranTransparansi.com) - Presiden Rusia, Vladimir Putin, Kamis, memperingatkan Kiev akan "dampak sangat parah bagi Ukraina" jika melancarkan gerakan tentara terhadap pemberontak pendukung Rusia di timur selama kejuaraan sepakbola Piala Dunia di Rusia, yang dimulai pada pekan depan.

Zakhar Prilepin, penulis Rusia penasihat pemberontak di Donetsk, wilayah pemberontak dukungan Rusia, meminta Putin memberikan tanggapan dalam wawancara televisi tentang kemungkinan Ukraina melancarkan gerakan tentara.

"Saya harap tidak akan ada pancingan, tapi jika itu terjadi, saya pikir itu akan memiliki dampak sangat parah bagi kenagaraan Ukraina secara umum," kata Putin.(ant/kh)

Istri Najib Razak, Rosmah Mansor.

Putrajaya, Malaysia (KoranTransparansi.com) - Istri mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, Datin Rosmah Mansor, tiba di kantor lembaga pencegahan korupsi Malaysia, Selasa, untuk menjalani pemeriksaan terkait penyelidikan skandal SRC International Sdn Bhd, anak perusahaan 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Rosmah tiba Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) Putrajaya pukul 10.45 waktu setempat, mengenakan baju biru muda dan kerudung merah.

Pada Jumat (1/6) SPRM telah menyerahkan surat kepada Rosmah Mansor untuk membantu penyelidikan terkait kasus SRC International Sdn Bhd. Pegawai SPRM datang ke kediaman Najib Razak di Jalan Langgak Duta, Taman Duta, untuk menyerahkan surat tersebut. Petugas kemudian membawa tas yang tidak diketahui isinya kira-kira jam 17.30 petang.

SRC International dibentuk tahun 2011 oleh pemerintahan Barisan Nasional dan merupakan satu unit dari 1MDB sebelum ditempatkan di bawah Kementerian Keuangan pada 2012.

Rosmah enjadi sorotan setelah polisi Malaysia menemukan ratusan tas tangan dan simpanan perhiasan dan uang tunai dalam penggeledahan di apartemen-apartemen yang terkait dengan Najib dan keluarganya.

Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM) menegaskan jumlah uang dari 35 di antara 72 tas yang dirampas dari kondominium Pavilion Residences di Jalan Raja Chulan Kuala Lumpur terkait Najib Razak sebanyak RM 114 juta.

Direktur Jabatan Siasatan Jenayah Komersil Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM) Amar Singh mengatakan pihaknya telah bekerja sama dengan pihak bank untuk menaksir nilai barang-barang sitaan.

Polisi masih menunggu ahli untuk menaksir nilai 37 tas lain yang berisi perhiasan dan barang-barang berharga lainnya yang dirampas pada Jumat (18/5/2018) tersebut.

Najib, yang dikalahkan oleh mentor yang kemudian menjadi pesaingnya Mahathir Mohamad dalam pemilihan umum, menjadi target penyelidikan perkara pencucian uang. Dia dan istrinya sudah dilarang meninggalkan Malaysia.

Bulan lalu Najib juga menyampaikan keterangan ke badan anti-korupsi Malaysia mengenai transfer mencurigakan senilai 10,6 juta dolar AS ke rekening banknya menurut siaran Channel News Asia.

(KH)

  Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo (kanan) dan pejabat tinggi Korea Utara (Korut) Kim Yong-chol di New York, Rabu (30/5/2018).

New York (KoranTransparnsi.com) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo dan pejabat tinggi Korea Utara (Korut) Kim Yong-chol memasuki pertemuan hari kedua di New York, Kamis, saat mereka berusaha menyelesaikan perselisihan senjata nuklir dan mengatur pertemuan dua pemimpin mereka, Donald Trump dan Kim Jong-Un.

Kedua pria itu meninggalkan makan malam pribadi selama 90 menit di apartemen di New York, Rabu malam (30/5), tanpa memberikan rincian tentang percakapan mereka. Pembicaraan lanjutan pada Kamis, dengan Pompeo diperkirakan meninggalkan New York pada sore itu.

AS menuntut Korut membatalkan program senjata nuklirnya, di tengah laporan bahwa mereka hampir mampu meluncurkan peluru kendali bermata nuklir, yang mampu mencapai wilayah AS.

Pyongyang telah lama berpendapat bahwa mereka membutuhkan senjata nuklir untuk keamanannya.

Terdapat laporan sebelumnya pada Rabu bahwa pejabat Korea Selatan (Korsel) mencatat perbedaan cukup signifikan antara AS dan Korut mengenai denuklirisasi.

Pertemuan di New York mengikuti percakapan antar-pejabat tinggi yang diadakan Pompeo di Korut pada April dan awal Mei 2018, yang bertujuan untuk melakukan perundingan antara dua musuh lama tersebut agar kembali ke jalurnya.

Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un telah dijadwalkan untuk mengadakan pertemuan puncak di Singapura pada 12 Juni 2018. Sengketa antara Washington dan Pyongyang menyebabkan Trump membatalkan pertemuan, hanya untuk melihat pembaruan upaya diplomatik dalam beberapa hari terakhir.

Kim Yong-chol, seorang penasihat yang dekat dengan Kim Jong-un dan wakil ketua Komite Sentral Partai Buruh, adalah pejabat Korut yang paling senior yang bertemu dengan pejabat tinggi AS untuk pembicaraan di Amerika Serikat selama hampir dua dekade.

Sebagai imbalan untuk menyerahkan senjata nuklirnya, Washington berpotensi melonggarkan sanksi terhadap Pyongyang, yang menyebabkan kemungkinan adanya pasokan makanan dan bantuan lainnya untuk Korut yang miskin dan meningkatkan hubungan dengan Korsel.

Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS memberi penjelasan kepada wartawan secara terpisah ketika Pompeo dan Kim Yong-chol bertemu pada Rabu malam. Pejabat itu, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan Korut harus menjelaskan apa yang ingin mereka lakukan sebagai tanggapan terhadap tuntutan Washington

Trump, kata pejabat itu, "dapat membuat untuk pergi ataupun tidak pergi kapan saja dia mau," mengacu pada kemungkinan pertemuan puncak di Singapura.

Jika tidak cukup membuat kemajaun untuk mengarah pada pertemuan produktif antara Trump dan Kim Jong-un, maka pejabat itu mengatakan bahwa mereka akan meningkatkan tekanan pada mereka dan akan siap melakukan tindakan yang diperlukan.

Kedua negara Korea itu secara teknis berperang selama beberapa dasawarsa, meskipun pertempuran militer Perang Korea berakhir pada 1953, karena perjanjian perdamaian tidak pernah ditandatangani.(kh)

 Seorang polisi Malaysia mendorong sebuah troli saat penggeledahan tiga apartemen di sebuah kondominium milik keluarga mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak, di Kuala Lumpur, Kamis (17/5/2018), dalam foto yang diambil oleh Strait Times. Foto diambil tanggal 17 Mei 2018.

Kuala Lumpur (KoranTransparansi.com) - Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM) menyatakan jumlah uang dari 35 di antara 72 tas yang dirampas dari kondominium Pavilion Residences di Jalan Raja Chulan Kuala Lumpur terkait perkara mantan perdana menteri Najib Razak sampai RM 114 juta atau sekitar Rp404,8 miliar.

Direktur Jabatan Siasatan Jenayah Komersil atau Kepala Divisi Kejahatan Komersial Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM) Amar Singh mengemukakan hal itu dalam jumpa pers di Tingkat 36 Menara 238 Jalan Tun Razak Kuala Lumpur, Jumat, terkait skandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

"Pada 21 hingga 23 Mei 2018 polisi telah melakukan pemeriksaan pada tas-tas tersebut. Saat perampasan Jumat 18 Mei 2018 kami tidak bisa menilai secara tepat jumlahnya," ucapnya.

Amar Singh mengatakan pihaknya telah bekerja sama dengan pihak bank untuk menilai dan di dalam tas tersebut terdapat 26 jenis mata uang dengan jumlah yang berbeda.

"Untuk pemeriksaan kami telah meminta bantuan Bank Negara dan Bank Islam Malaysia untuk mengira jumlahnya. Kami menggunakan 11 mesin untuk menghitung dan 21 pegawai bank membantu memperkirakan," tuturnya.

Amar Singh mengatakan polisi masih menunggu ahli untuk memperkirakan nilai 37 tas lain berisi perhiasan dan barang-barang berharga yang dirampas pada Jumat (18/5).

Dia juga menjelaskan bahwa foto-foto yang dipasang di media sosial dan media cetak yang konon menunjukkan barang-barang dan uang tunai yang disita dari Najib saat penyergapan di kondominium merupakan foto-foto palsu.

"Semua itu foto-foto palsu. Saya telah menginstruksikan kepada petugas polisi bahwa mereka tidak diizinkan membawa ponsel mereka selama operasi mereka. Hanya petugas resmi yang diizinkan mengambil gambar," ujarnya.

Amar Singh meminta masyarakat tidak mempercayai foto-foto yang beredar dan tidak menyebarkannya karena polisi melakukan penyelidikan secara profesional terhadap rumah mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak tersebut.

Dia mengatakan gambar barang-barang mewah yang disita seperti tas dan jam tangan akan dikirim ke para ahli di luar negeri, termasuk Paris, untuk tujuan otentifikasi. (ant/min)

 

Trump: Pekan depan kepastian pertemuan dengan Kim Jong-Un

Washington (KoranTransparansi.com) - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu mengatakan bahwa pekan depan baru akan mengetahui apakah pertemuan puncaknya dengan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un berlangsung pada 12 Juni 2018 di Singapura seperti dijadwalkan.

Pernyataan pada Rabu (23/5) tersebut menimbulkan keraguan lebih lanjut pada rencana pertemuan itu, yang memang belum pernah terjadi pembicaraan di antara pimpinan puncak kedua negara.

Petugas Gedung Putih bersiap melakukan perjalanan ke Singapura pada akhir pekan ini untuk pertemuan penting dengan pejabat Korut demi membahas acara dan perbekalan untuk pertemuan puncak itu, kata pejabat AS, yang enggan disebut jati dirinya.

Saat mengunjungi Washington, Penasihat Negara China Wang Yi mengatakan kepada Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo bahwa jika AS menginginkan perdamaian dengan Korut dan ingin membuat sejarah, "sekarang adalah waktunya" bagi pemimpin kedua negara itu mengadakan pertemuan puncak pertama mereka.

Perutusan AS, yang termasuk Wakil Kepala Staf Gedung Putih Joseph Hagin dan wakil penasihat keamanan nasional Mira Ricardel, diberangkatkan setelah Trump mengatakan pada Selasa bahwa ada "kemungkinan besar" pertemuan puncak akan dibatalkan karena kekhawatiran bahwa Pyongyang tidak siap untuk menyerahkan persenjataan nuklirnya.

Saat ditanya apakah pertemuan puncak akan berlangsung, Trump mengatakan kepada wartawan, "Ini bisa terjadi dengan sangat baik. Apa pun itu, kita akan tahu minggu depan tentang Singapura. Dan, jika kita bisa, saya pikir itu akan menjadi hal yang hebat untuk Korut."

Namun, dia menambahkan, "Kita lihat saja."

Meski begitu, Trump tidak mengatakan apakah pembicaraan persiapan antara AS dan pejabat Korut dalam beberapa hari mendatang diharapkan untuk memperjelas situasi.

Pompeo mengatakan bahwa AS siap untuk meninggalkan perundingan nuklir dengan Korut, jika pertemuan puncak itu menuju ke arah yang salah.

Menlu AS, yang mantan Direktur Pusat Agen Intelijen AS (CIA) dan pernah bertemu Kim Jong-Un, mengatakan sangat berharap pertemuan puncak akan berlangsung.

Tetapi, ia mengatakan, keputusan itu akhirnya tergantung pada Kim, yang pernah ditemui dua kali dalam waktu kurang dari dua bulan ini.

Trump memunculkan keraguan tentang pertemuan puncak dalam pembicaraan pada Selasa dengan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, yang datang ke Washington DC untuk mendesak Trump agar tidak membiarkan kesempatan langka dengan Korut pergi begitu saja.

Tidak jelas apakah Trump benar-benar mundur dari pertemuan puncak atau apakah dia secara strategis membujuk Korut menuju perundingan setelah puluhan tahun ketegangan di Semenanjung Korea dan antagonisme dengan Washington atas program senjata nuklirnya.

Gedung Putih tampak lengah ketika, dalam perubahan dramatis, Korut mengecam latihan tempur udara AS-Korsel pada pekan lalu, menangguhkan pembicaraan Korut-Korsel, dan mengancam akan membatalkan pertemuan puncak jika Pyongyang didorong ke arah "pengabaian nuklir sepihak".

Wakil Menteri Luar Negeri Korut Choe Son-hui mengatakan, masa depan pertemuan puncak antara Pyongyang dan Washington sepenuhnya tergantung pada AS.

"Kami tidak akan meminta AS untuk berunding atau mengambil risiko untuk membujuk mereka jika mereka tidak ingin duduk bersama kami," kata Choe Son-hui, menurut laporan kantor berita Korut (KCNA, Kamis.

Choe mengatakan bisa menyarankan kepada pemimpin Kim bahwa Korut mempertimbangkan kembali pertemuan puncak, jika AS menyinggung niat baik Korut.

Jika pertemuan puncak tersebut dibatalkan atau gagal, maka Trum akan mendapat pukulan besar guna mencapai dukungan yang diharapkan sebagai capaian diplomatik terbesar dari kepresidenannya.(ant/kh)

Arsip Foto. Seorang anak lelaki berjalan di sepanjang jalan rusak di kota Douma di Damaskus, Suriah

Damaskus, Suriah - Untuk pertama kali dalam tujuh tahun, Damaskus dinyatakan aman dan tanpakehadiran pemberontak pada Senin (21/5), setelah kekalahan IS di kubu terakhir mereka di sebelah selatan Damaskus, satu pencapaian yang menutup bab terakhir perang di ibu kota Suriah.

Pertempuran melawan ISIS kembali berkecamuk sebulan lalu, saat pasukan pemerintah berusaha keras merangsek untuk membasmi kelompok teroris tersebut dari Hajar Al-Aswad dan Kamp Yarmouk di dekatnya, keduanya adalah daerah terakhir yang dikuasai ISIS di ibu kota Suriah.

Suara serangan udara dan ledakan bom artileri yang ditujukan ke posisi ISIS di area itu dan daerah kantung di dekatnya mewarnai pertempuran yang berlangsung satu bulan di Hajar Al-Aswad dan Kamp Yarmouk, yang bangunan-bangunannya sangat saling berdekatan, dan hampir mencekik permukiman di sana.

Struktur daerah itu membuat satuan infantri sulit menyerbu, menjelaskan alasan pengeboman artileri dan serangan udara sengit terhadap posisi-posisi ISIS di sana.

Militer Suriah pada Senin mengumumkan seluruh Kota Damaskus dan pinggirannya aman, dengan kekalahan ISIS di kubu terakhir mereka di sebelah selatan Damaskus.

Dalam satu pernyataan, militer Suriah menyatakan pentingnya pencapaian itu berpangkal dari kekalahan "kelompok paling kejam" tersebut dan membuktikan militer Suriah telah menjadi lebih tangguh serta bertekad untuk membasmi kelompok ekstremis itu di daerah lain Suriah.

Setelah deklarasi kemenangan itu, pewarta Xinhua mengunjungi Hajar al Aswad, dan area itu terlihat seperti medan tempur segar.

Asap putih dan hitam masih membubung ke udara di daerah tersebut, dan aroma asap yang menyengat masuk hidung dengan keras. Asap itu tebal dan rasanya seperti kabut telah menyelimuti daerah tersebut, membuat mata sulit melihat jelas.

Kebakaran juga terlihat melahap beberapa rumah dan jalanan, sementara puing berserakan di mana-mana, bangunan-bangunan yang rata dengan tanah, atap yang roboh hingga mencium tanah.

Pemandangan itu adalah bencana total di daerah tersebut, dan kelihatan seperti hasil normal keberadaan kelompok semacam ISIS di area-area penting hanya beberapa kilometer dari Damaskus.

Meskipun tentara Suriah secara resmi membantah itu, para pegiat seperti Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan petempur ISIS akhirnya telah menyerah dan mengungsi ke gurun Suriah. Klaim itu dibantah oleh media negara, yang mengatakan hanya perempuan, anak kecil dan orang tua diungsikan dari Hajar Al-Aswad.

Di Hajar Al-Aswad, seorang kolonel mengatakan kepada Xinhua bahwa kemenangan militer di Hajar Al-Aswad dan Kamp Yarmouk sangat penting bagi keamanan ibu kota Suriah.

"Pencapaian keberhasilan membebaskan Hajar Al-Aswad dan Kamp Yarmouk dipandang sangat besar sebab itu memulihkan kedamaian dan keamanan di Damaskus serta pinggirnya," kata perwira tersebut.

Sementara itu, Maher Ihsan, seorang ahli politik Suriah, mengatakan kepada Xinhua bahwa pengumuman ibu kota Suriah aman memiliki kepentingan politik sebab ibu kota Suriah tersebut, yang menjadi inti kekuasaan pemerintah Presiden Bashar al-Assad, sekarang aman dan jauh dari ancaman apa pun, bertolak-belakang dengan beberapa tahun sebelumnya, ketika ancaman pemberontak mencapai jantung ibu kota Suriah dengan bom mortir.

"Ini berarti pemerintah berada dalam posisi kuat sekarang sebab ibu kota seluruhnya dikuasai dan ancaman gerilyawan terhadap ibu kota telah dihapus sepenuhnya," katanya.

Kamp Yarmouk, yang berdampingan dengan Hajar Al-Aswad, kebanyakan dihuni oleh pengunsi Palestina di Damaskus. Itu adalah alasan mengapa tempat tersebut disebut "kamp"; kenyataannya ialah daerah itu mengalami "booming" menjelang krisis sebab tempat tersebut meliputi beberapa permukiman dan pasar yang dipenuhi orang.

Militer Suriah mengubah pusat perhatian pada Hajar Al-Aswad dan Kamp Yarmouk setelah merebut seluruh Ghouta Timur di pinggir timur Damaskus, serta bagian timur Wilayah Qalamoun di sebelah utara Damaskus, setelah gerilyawan mundur ke daerah Suriah Utara pada Mei.

ISIS telah kehilangan kubu utamanya pada penghujung tahun lalu, setelah militer Suriah merebut Kota Deir Az-Zour di Suriah Timur serta banyak wilayah gurun Suriah di dekat perbatasan Irak. Pasukan Demokratik Suriah (SDF) pimpinan Suku Kurdi juga melucuti ibu kota de fakto ISIS, Ar-Raqqa, di Suriah Utara.

Sekarang ISIS masih menguasai beberapa daerah di Provinsi Deir Az-Zour di Suriah Timur, terutama di desa dan tepi timur Sungai Eufrat, tempat anggota SDF kini memerangi kelompok teror tersebut.

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...