INTERNASIONAL

 Esti Andayani. (kemlu.go.id)

Jakarta (KoranTrabsparansi.com) - Duta Besar RI untuk Italia, Esti Andayani mengajak para duta besar negara sahabat yang hadir pada Open House atau halalbihalal di KBRI Roma untuk merasakan nuansa Lebaran di Indonesia.

Ini karena beberapa dubes negara sahabat itu menyebutkan bahwa Idul Fitri tersebut tidak dirayakan secara meriah seperti di Indonesia.

Acara halalbihalal yang diadakan di KBRI Roma menjadi suatu pengalaman tersendiri yang sangat menarik, laporan Pensosbud KBRI Roma, Aisyah M. Allamanda kepada Antara di Jakarta, Sabtu.

Sekitar 200 warga Indonesia yang berada di Roma dan sekitarnya mengikuti serangkaian acara, meski banyak yang tidak dapat hadir karena harus bekerja, perayaan itu tetap berlangsung hangat dan meriah. Panjangnya waktu berpuasa di Roma, sekitar 18 jam per hari, di saat tengah musim panas, menjadikan Idul Fitri lebih terasa sebagai "Hari Kemenangan".

Selepas shalat Idul Fitri berjamaah, Ustad Ikhwani yang menjadi Imam, menyampaikan ceramah Idul Fitri bertajuk "Meneguhkan Perilaku Mulia Pasca Ramadhan". Masyarakat Indonesia yang hadir diajak tetap mengamalkan perilaku mulia, khususnya dalam kehidupan sosial sehari-hari, meski tidak lagi sedang menjalankan ibadah Ramadhan.

Layaknya di Indonesia, perayaan Idul Fitri juga diisi dengan halalbihalal. Antara satu dan yang lain saling bersalam-salaman dan bermaaf-maafan.

Nuansa berlebaran di Indonesia juga dihadirkan dengan berbagai ragam dekorasi ketupat yang menghiasi ruangan bertema klasik Romawi berpadu Jawa-Bali, tidak ketinggalan, berbagai ragam sajian khas Idul Fitri yang biasa dihidangkan ketika lebaran seperti lontong opor ayam dan sambal goreng ati sebagai menu utama.

Masyarakat yang lama tinggal di rantau pun antusias menikmati makanan pengobat rindu kampung halaman tersebut. Begitu pun bagi para Duta Besar negara sahabat yang hadir merasakan nuansa lebaran di Indonesia tersebut menyampaikan bahwa Idul Fitri tidak dirayakan secara meriah seperti di Indonesia. Oleh karena itu, kesempatan halalbihalal di KBRI Roma menjadi suatu pengalaman tersendiri yang sangat menarik. (kh)

Pertemuan Kim-Trump buktikan Putin benar soal Korea Utara

Moskow (KoranTransparansi.com) - Kremlin, Rabu, mengatakan, pertemuan puncak Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, menunjukkan Presiden Rusia, Vladimir Putin, benar karena menyerukan pembicaraan langsung di antara kedua negara itu.

Seruan itu disampaikan Putin untuk meredakan ketegangan kawasan semenanjung Korea.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan kepada wartawan, pertemuan Kim dengan Trump membantu meredakan ketegangan di kawasan Semenanjung Korea.

Namun, dia memperingatkan bahwa persoalan terkait pengembangan peluru kendali dan senjata nuklir Korea Utara tidak bisa diselesaikan pertemuan satu jam.

Walau tidak ada hal spesifik, namun pertemuan bersejarah antara Trump dan Kim berakhir dengan kesepakatan untuk menjalin pembicaraan dan pembahasan lebih lanjut di antara kedua negara demi perdamaian di Semenanjung Korea dan pengakhiran status Perang Korea. (ant/kh)

Iring-iringan Presiden Amerika Serikat Donald Trump keluar dari Hotel Shangri-La menuju Resort Capella di Pulau Sentosa untuk menggelar pertemuan tingkat tinggi yang bersejatah dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, 12 Juni 2018 (Reuters)

 

Jakarta (KoranTransparansi.com) - Berbagai jaringan televisi global dan berbagai media lainnya, termasuk The Strait Times Singapura, serempak melaporkan langsung pertemuan bersejarah antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, hari ini mulai pukul 9 pagi waktu Singapura atau pukul 8.00 WIB.

Reuers melaporkan sekitar dua menit lalu, Trump sudah tiba di resort Capella, Singapura, yang menjadi tempat pertemuan, sedangkan Kim Jong Un masih dalam perjalanan.

Sedangkan reporter multimedia The Strait Times, Hairianto Diman, melaporkan bahwa media massa tidak bisa melaporkan masuknya iring-iringan pemimpin kedua negara memasuki tempat pertemuan karena situs itu ditutup dari media.

Menurut Reuters, Kim Jong Un dan adiknya Kim Yo Jong telah meninggalkan Hotel St. Regis menuju Capella.

Dari tayangan live Reuters dan Strait Times, area dan seluruh jalan menutup tempat acara yang berada di Pulau Sentosa itu sudah disterilisasi sehingga yang tampak di jalan adalah sesekali motor atau kendaraan polisi atau petugas keamanan.

Sekitar pukul 07.25 WIB, iringan-iringan kepresidenan Donald Trump yang mencapai 20-an kendaraan sudah memasuki Pulau Sentosa.

Kedua pemimpin berencana menggelar pertemuan tatap muka selama 45 menit yang dilanjutkan dengan pertemuan bilateral dan akan diakhiri dengan santap siap bersama.Reuters/ant)

 

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Jakarta (KoranTransparansi.com)  - Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa isu Palestina akan terus mendapatkan perhatian di PBB selama Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2019-2020.

"Isu Palestina akan menjadi perhatian Indonesia selama Indonesia menjadi anggota di Dewan Keamanan PBB," kata Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi melalui konferensi video langsung yang diikuti Antara di Jakarta, Jumat.

Pernyataan tersebut disampaikan Menlu RI usai mengikuti acara pemilihan anggota tidak tetap DK PBB dalam Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat pada Jumat pagi (8/6, waktu setempat).

Indonesia terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk periode 2019-2020 melalui pemungutan suara atau voting di Majelis Umum PBB tersebut.

"Alhamdulillah di dalam Majelis Umum PBB, Indonesia terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB mewakili kawasan Asia-Pasifik menggantikan Kazakhstan yang masa keanggotaannya akan berakhir pada akhir 2018," ujar Menlu Retno.

Indonesia berhasil terpilih menjadi anggota tidak tetap DK PBB periode 2019-2020 dengan mengalahkan Maladewa dengan perolehan 144 suara dari 190 negara anggota PBB yang memberikan suara dalam acara pemilihan di Majelis Umum PBB itu. Sementara Maladewa hanya memperoleh 46 suara.

Indonesia terpilih sebagai anggota tidak tetap DK PBB periode 2019-2020 bersama empat negara anggota PBB lainnya, yakni Afrika Selatan untuk grup kawasan Afrika, Republik Dominika untuk kawasan Amerika Latin dan Karibia serta Jerman dan Belgia untuk kawasan Eropa Barat dan negara lain.

Dalam pernyataannya, Menlu RI juga mengajak para anggota DK PBB lainnya untuk bekerja lebih baik dalam menghadapi berbagai tantangan dunia.

"Indonesia juga akan mengajak anggota DK PBB lain untuk bekerja lebih efisien, efektif, dan akuntabel untuk bersama-sama menghadaopi tantangan global," ujar Menlu Retno.

Setelah terpilih, Indonesia akan resmi mengisi kursi DK PBB tersebut terhitung 1 Januari 2019.

Indonesia sebelumnya pernah menjadi Anggota Tidak Tetap DK PBB pada periode 1973-1974, 1995-1996, dan 2007-2008. (kh)

Ashal Yantu bin Jumri Bakri al-Banjari saat mengikuti uji kompetensi di Mekah, Arab Saudi

Jakarta (KoranTransparansi.com) - Ramai beredar lewat aplikasi WhatsApp soal pemuda Indonesia yang disebut menjadi imam Masjidil Haram di Mekah, Arab Saudi. Disebutkan pemuda bernama 'Ashal Yantu bin Jumri Bakri al-Banjari itu telah lolos standar uji kompetensi.

"Sebenarnya itu bukan imam Masjidil Haram. Jadi dia selama ini menjadi imam di masjid Birrul Walidain di kawasan Zaidi, Mekah," kata Kabiro Humas Kementerian Agama Mastuki saat dihubungi, Sabtu (9/6/2018).

Mastuki mendapatkan informasi 'Ashal memang dijadikan anak angkat atau murid salah satu imam Masjidil Haram Syekh Dr Hasan Bukhori. 'Ashal, yang lahir di Arab Saudi, sudah hafal Alquran sejak umur 15 tahun.

Benarkah Pemuda RI Ini Jadi Imam di Masjidil Haram?

"Kalau dilihat videonya, kental sekali logatnya khas Arab dan umur 15 tahun sudah hafal Alquran. Dia lahir di sana, besar di sana, kemudian mendapatkan bimbingan beberapa syekh di Mekah, dan karena suaranya merdu beberapa kali mendapatkan kesempatan tampil di haflah-haflah, lomba-lomba," ujarnya.

Dia mengatakan banyak model uji kompetensi semacam ini di Mekah. Masjid-masjid di sana memang kerap menggelar uji kompetensi. Kegiatan yang diikuti 'Ashal cukup bergengsi karena dihadiri penguji yang salah satunya berasal dari imam Masjidil Haram. Mastuki melihat potensi 'Ashal yang nantinya bisa saja menjadi imam Masjidil Haram.

"Itu standar luar biasa tinggi dan melalui tahapan. Kalau dilihat umurnya 'Ashal ini kan baru 21 tahun, ya itu potensi yang sangat besar," tuturnya.

Mastuki mengatakan 'Ashal berasal dari komunitas suku Banjar yang bermukim di kawasan Zaidi, Mekah, Arab Saudi. Meski demikian, 'Ashal masih berkewarganegaraan Indonesia.

Dia mengatakan komunitas Banjar memang sangat dihormati orang Mekah. Banyak anak-anak komunitas Banjar yang lahir dan besar di sana. Hingga akhirnya mereka banyak yang menjadi imam masjid, pemberi fatwa (mufti), guru-guru, dan yang lainnya.

"Kalau dari Kandangan, Kalsel, itu memang ada perkampungan sendiri dan sangat dihormati orang Mekah. Karena komunitas Banjar itu sangat dikenal. Seperti Syeh Arsyad al-Banjari, Syekh Nafis al-Banjari besar di Mekah pada saat itu," ucap dia sebagaimana diberitakan detiknews

Mastuki menambahkan, di Saudi banyak komunitas suku lain dari Indonesia yang bermukim di sana. Beberapa di antaranya yakni Jawa (l-Jawi), Banten (Al-Bantani), Mandailing (Al-Mandali), Padang (Al-Padangi), Bima (Al-Bima), dan lainnya.

"Dan sudah ada presedennya orang Indonesia mengakui Mekah. Itu sangat wajar karena kita punya tradisi di situ baik sebagai imam, mufti, guru," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, ada tiga orang yang pernah menjadi imam di masjid yang jadi pusat ibadah umat Islam ini. Mereka ialah Syekh Junaid al-Batawi, Syekh Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani, dan Syikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi. (kh)

 Fuxing, generasi terbaru kereta api cepat China yang masih mengkilap, baru memasuki stasiun Shanghai Hongqiao, Senin (7/5/2018).

Beijing (KoranTransparansi.com) - Operator Kereta Api China (CRC) berhasil melakukan uji kereta cepat yang digerakan secara otomatis di jalur Beijing-Shenyang, Kamis.

Dalam percobaan dari ibu kota China menuju ibu kota Provinsi Liaoning itu, kereta tersebut mampu melaju dengan kecepatan 350 kilometer per jam, kata media resmi setempat, Jumat.

Sistem otomatis itu memungkinkan kereta cepat tersebut bisa mulai bergerak, melaju, dan berhenti secara mandiri. Namun, masinis tetap dibutuhkan untuk mengatasi keadaan darurat.

Masinis kereta tersebut, Zhang Kai, mengatakan bahwa sistem otomatis menjadikan dia sebagai "pendukung" karena tangannya diam. Dia hanya memantau cara kerja kereta tersebut.

Keberhasilan uji kereta cepat generasi Fuxing itu menjadi terobosan dalam teknologi kereta cepat otomatis, kata "China Daily".

Manajer senior CRC mengemukakan bahwa perusahaannya akan terus melakukan uji coba hingga akhir September mendatang dan keberhasilan percobaan itu akan diproyeksikan untuk ruas jalur yang menghubungkan Beijing dengan Zhangjiakou, Provinsi Hebei, dan Beijing dengan kawasan baru Xiongan.

China mengklaim kereta cepat hasil pengembangan dalam negeri, Fuxing, menjadi kereta tercepat di dunia karena mampu melaju dengan kecepatan 400 kilometer per jam.

Teknologi kereta cepat di China menjadi yang terdepan di dunia setelah 13 tahun lamanya "berguru" kepada Jerman dan Jepang.

Kehebatan kereta cepat China telah diakui oleh beberapa pemimpin dunia. Bahkan Presiden Rusia Vladimir Putin bersama Presiden China Xi Jinping menggunakan kereta cepat dalam perjalanan dari Beijing menuju Tianjin, Jumat petang, sebagaimana laporan stasiun radio resmi CRI.

Kanselir Jerman Angela Merkel ditemani Perdana Menteri Wen Jiabao menjajal kereta cepat di jalur Beijing-Tianjin pada 31 Agustus 2012.

Kemudian PM Li Keqiang mengundang para pemimpin negara-negara di Eropa Tengah dan Eropa Timur (CEEC) menumpang kereta cepat di jalur Suzhou-Shanghai sejauh 100 kilometer pada 25 November 2015.

PM Malaysia Najib Razak juga telah merasakan naik kereta cepat dari Beijing menuju Tianjin pada 3 November 2016. Bahkan dia memantau jalur dari kabin masinis.

Demikian pula dengan Presiden RI Joko Widodo, yang telah mencoba menikmati kereta cepat dari Hangzhou menuju Shanghai seusai menghadiri Konferensi G20 pada 2016.

China sangat membanggakan proyek kereta cepat, yang dikerjakannya di ruas jalur Jakarta-Bandung.(kh)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...