INTERNASIONAL

   Presiden China Xi Jinping

Beijing (KoranTransparansi.com)  - Presiden China Xi Jinping melakukan kunjungan kenegaraan ke Uni Emirat Arab, Senegal, Rwanda, Afrika Selatan, dan Mauritius, mulai Kamis (19/7).

Dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri China yang diterima Antara di Beijing, Jumat, menyebutkan bahwa Presiden Xi juga akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi BRICS yang beranggotakan Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan di Johannesburg pada 25-27 Juli 2018.

Kunjungan Xi tersebut atas undangan Presiden UEA Syeikh Kholifa bin Zayed Al Nahyan, Presiden Senegal Macky Sall, Presiden Rwanda Paul Kagame, dan Presiden Afsel Cyril Ramaphosa.

Dalam perjalanan kembali ke daratan Tiongkok, Xi akan singgah di Mauritius untuk melakukan kunjungan persahabatan.

Detail mengenai kunjungan ke beberapa negara itu akan disampaikan oleh Wakil Menlu China Kong Xuanyu dan Asisten Menlu Zhang Jun, kepada pers, Jumat siang. (ant/min)

 

  Dokumentasi mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, saat memberikan keterangan kepada wartawan seusai diperiksa Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) di Putrajaya, Malaysia, Selasa (22/5/2018). Ia diperiksa lebih kurang empat jam terkait SRC International Sdn Bhd dan dana RM 2,6 Miliar yang masuk rekening pribadinya.

Kuala Lumpur (KoranTransparansi.com) - Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, ditangkap di rumahnya, di Jalan Langgak Duta, Kuala Lumpur, Selasa.

Gugus Tugas 1MDB yang dibentuk pemerintah Malaysia membenarkan telah menangkap bekas perdana menteri Malaysia itu pada pukul 14.35 waktu setempat, terkait SRC International Sdn Bhd yang terkait skandal 1MDB.

Gugus Tugas 1 MDB terdiri dari Abdul Gani Patail, Abu Kassim Mohamed, Mohd Shukri Abdul, dan Abdul Hamid Bador.

"Najib akan disidang pada 4 Juli 2018 besok pada pukul 08.30 pagi di Mahkamah Kuala Lumpur," katanya sebagaimana diwartakan Antara

Menurut informasi Najib Razak saat ini ditahan di penjara Suruhanjaya Pemberantasan Rasuah Malaysia (SPRM) di Putrajaya, Institusi ini setara dengan KPK di Indonesia. (min)

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) Arsul Sani mengunjungi Ketua Partai Keadilan Rakyat (PKR) Datuk Seri Anwar Ibrahim di Rumah Sakit Universitas Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu malam (30/6/2018).

Kuala Lumpur (KoranTrabsparansi.com) - Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) Arsul Sani mengunjungi Ketua Partai Keadilan Rakyat (PKR) Datuk Seri Anwar Ibrahim dan Menteri Pertahanan Malaysia yang juga Ketua Umum Partai Amanah Negara (PAN) Tuan Haji Mohamad Sabu di Kuala Lumpur, Sabtu malam (30/6).

Anwar Ibrahim ditemui di Rumah Sakit Universitas Malaya karena menjalani perawatan di tempat tersebut, sedangkan Mohamad Sabu ditemui di Hotel Sheraton Kuala Lumpur.

Pada kesempatan tersebut Arsul Sani didampingi pengurus Dewan Pimpinan Luar Negeri PPP Malaysia Dato Muhamad Zainul Arifin dan Mail Saleh yang juga sedang menyiapkan Musyawarah Luar Negeri Dewan Pimpinan Luar Negeri PPP Malaysia.

Arsul Sani mengatakan kedatangannya mengunjungi dua tokoh Malaysia tersebut untuk menyampaikan selamat atas kemenangan kedua partai yang tergabung dalam Pakatan Harapan (PH) pada Pemilu Malaysia yang baru berlalu.

"Kami mengucapkan selamat atas partai mereka dan menyampaikan selamat atas keberhasilan pejabat-pejabat mereka yang mendapatkan amanat di pemerintahan. Tentu harapannya karena mereka pemerintahan baru harapannya bisa lebih mendekatkan Indonesia - Malaysia dari aspek `people to people` melalui partai masing-masing," katanya.

Dia mengatakan pihaknya juga akan melakukan kerja sama tentang pelatihan agar bisa mengetahui pengkaderan di PAN dan partai-partai lain di Malaysia.

"Meskipun mereka partai baru isinya adalah politisi-politisi lama yang dulu dari UMNO, PAS dan sebagainya. PPP tidak hanya melakukan dengan Malaysia. Tiga bulan lalu kami juga membangun kerja sama dengan LDP Jepang," katanya.

Arsul engatakan LDP akan melihat konstituen PPP di daerah-daerah yang selama ini diberi label Islam tradisional dan akan belajar manajemen di Jepang.

Pada kesempatan tersebut Mohamad Sabu mengatakan sejak dulu Partai Islam di Malaysia memang mempunyai hubungan yang dekat dengan PPP.ucapnya sebagai diberitakan Antara.

"Kami dari dulu kalau mengenal Partai Islam di Indonesia adalah PPP dan kami telah berhubungan hingga sekarang. Sekarang kami akan teruskan hubungan dengan PPP dan semua partai-partai di Indonesia. Kita harapkan PPP menang lebih besar pada Pemilu 2019," katanya menambahkan. (kh)

Hasan Kleib

 

Jakarta (KoranTransparansi.com) - Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa Duta Besar Hasan Kleib memulai tugas untuk memimpin rangkaian pertemuan di Jenewa, Swiss terkait penghentian perlombaan dan pelucutan senjata nuklir, sebut keterangan pers dari kantor Perwakilan Tetap RI di Jenewa, yang diterima di Jakarta, Selasa.

Rangkaian pertemuan yang akan diselenggarakan hingga pertengahan Agustus 2018 itu dilakukan dalam kerangka Konferensi Pelucutan Senjata atau yang dikenal dengan Conference on Disarmament (CD).

"Amanat ini merupakan bentuk kepercayaan, sekaligus pengakuan komunitas internasional terhadap komitmen Indonesia untuk menjaga perdamaian dunia, serta berkontribusi dalam mencapai dunia yang bebas senjata nuklir," kata Duta Besar Hasan Kleib.

Dia menjelaskan bahwa salah satu prioritas yang akan dikedepankan oleh Indonesia dalam rangkaian pertemuan tersebut adalah mengakselerasi upaya mewujudkan dunia tanpa senjata nuklir.

Pemerintah Indonesia akan mengedepankan peran selaku penghubung di dalam menyelaraskan perbedaan posisi dan pendekatan diantara negara-negara pemilik senjata nuklir dan negara-negara tanpa senjata nuklir.

"Bukan merupakan upaya yang mudah mengingat sejumlah negara masih mengandalkan senjata nuklir dalam doktrin militer nasionalnya. Beberapa diantaranya bahkan terus melakukan modernisasi kekuatan persenjataan nuklirnya," ujar Hasan.

"Situasi juga semakin kompleks dengan perkembangan dinamika keamanan di berbagai kawasan di dunia, khususnya di Semenanjung Korea dan Timur Tengah," lanjutnya.

Meskipun demikian, pemerintah Indonesia akan terus berupaya untuk membangun kepercayaan diantara negara-negara dengan memanfaatkan ruang dialog antarnegara pada berbagai forum internasional, khususnya pada Konferensi Pelucutan Senjata di Jenewa.

Pada akhirnya, berbagai upaya tersebut diharapkan dapat menciptakan momentum bagi negara-negara untuk menyepakati sebuah kesepakatan internasional terkait penghapusan senjata nuklir.

Wakil Tetap RI untuk PBB mengemban tugas untuk memimpin konferensi itu setelah dipilih melalui sensus oleh seluruh negara anggota Conference on Disarmament dalam Pertemuan Pleno pada 27 Maret 2018 yang lalu.

Conference on Disarmament di Jenewa merupakan satu-satunya forum multilateral yang memiliki mandat untuk menegosiasikan berbagai kesepakatan internasional di bidang pelucutan senjata.

Beranggotakan 65 negara, termasuk seluruh negara pemilik senjata nuklir dan negara-negara dengan kekuatan militer paling signifikan di dunia, Conference on Disarmanent telah menghasilkan berbagai perjanjian internasional terkait pengaturan dan pelucutan senjata, Antara lain Konvensi Senjata Biologi, Konvensi Senjata Kimia dan Traktat Pelarangan Uji Coba Senjata Nuklir.(guh)

 Aktivitas prajurit Angkatan Laut India di atas geladak Kapal Perang India INS Shivalik.

Makassar (KoranYransparansi.com) - Kapal perang Angkatan Laut (AL) India yaitu Ins Shakti (A57) dan Ins Kamorta (P28) berlabuh di Dermaga Soekarno Hatta, Makassar guna mempererat kerja sama dua negara.

"Kedatangan kapal Angkatan Laut India ini bertujuan untuk lebih meningkatkan hubungan persahabatan dan mempererat kerja sama dengan TNI Angkatan Laut Indonesia dan juga akan melaksanakan berbagai kegiatan wisata dan sosial lainnya," kata Komandan Lantamal VI (Danlantamal VI) Laksamana Pertama TNI Dwi Sulaksono di Makassar, Sabtu.

Kedatangan kedua kapal perang India ini, disambut dengan iring-iringan musik Satuan Musik (Satsik) Lantamal VI dilanjutkan pengalungan bunga kepada Flag Officer Commanding Eastern Fleet Rear Admiral Dinesh K. Tripathi, NM beserta para Komandan Kapal Angkatan Laut India.

Dengan ucapan selamat datang di Makassar, tamu kehormatan tersebut disuguhkan tari adat Massa?nang dari Tana Toraja, Sulsel.

Menurut Danlantamal VI, kedua kapal perang Angkatan Laut India ini direncanakan akan berada di kota Makassar selama empat hari dan akan melaksanakan bekal ulang (bekul) Logistik untuk perjalanan kembali ke India setelah latihan bersama dengan Angkatan Laut Amerika di Pulau Guam Amerika.

"Termasuk menggelar berbagai kegiatan diantaranya akan melaksanakan kunjungan kehormatan ke Mako Lantamal VI, Pemda Sulawesi Selatan dan berbagai kegiatan persahabatan lainnya di daerah ini," imbuh Kadispen Lantamal VI Kapten Laut (KH) Suparman Sulo.

Sementara kunjungan ke kapal perang AL India ini adalah undangan khusus dari Flag Officer Commanding Eastern Fleet Rear Admiral Dinesh K. Tripathi sesai pelaksanaan penyambutan kapal perang india tersebut yang sandar di dermaga Soekarno Hatta Makassar.

Di atas kapal, Danlantamal VI beserta rombongan disambut di ruangan kerja komandan kapal Ins Shakti yang kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah.

Sementara yang hadir dalam penyambutan kedua kapal asal India ini, Athan India Captain Jasdeep Singh Dhanoa, para Asisten Danlantamal VI, Kafasharkan Makassar, Dansatrol Lantamal VI serta para Kadis dan Forkopimda Sulsel.(ant/guh)

 F-35 Lighting II buatan Lockheed Martin. Dia merupakan pesawat tempur taktis multi peran yang didedikasikan untuk dioperasikan Angkatan Udara Amerika Serikat, Angkatan Laut Amerika Serikat, dan Korps Marinir Amerika Serikat. (lockheedmartin.com)

Washington (KoranTransparansi.com) - Amerika Serikat, Kamis (20/6), menyerahkan pengiriman pertama pesawat tempur silumannya F-35 Lightning II kepada Turki, meskipun ada ketegangan dengan negara tersebut dan penentangan anggota Senat.

Raksasa pertahanan Amerika Serikat, Lockheed Martin, menyerahkan secara resmi kepemilikan pesawat tempur pertama dengan teknologi tak kasat mata alias stealth itu, kepada para pejabat Turki dalam upacara di Fort Worth, Texas.

Pesawat kedua dijadwalkan akan dikirim dalam beberapa hari mendatang dan kedua pesawat tersebut nantinya akan dibawa ke Pangkalan Angkatan Udara Amerika Serikat Luke di Arizona, tempat pilot dan awak pemeliharaan Turki menjalani pelatihan, kata juru bicara Pentagon, Letnan Kolonel Mike Andrews.

Para senator Amerika Serikat menentang pengiriman tersebut menyusul rencana Ankara untuk membeli sistem pertahanan rudal S-400 buatan Rusia.

Dalam rancangan undang-undang anggaran pertahanan yang disetujui Selasa, Senat menuntut agar penjualan F-35 Lighting II dibatalkan jika Turki tetap membeli sistem pertahanan Rusia.

“Setiap upaya pemerintah Turki untuk semakin meningkatkan hubungan mereka dengan Rusia akan mengganggu keamanan umum aliansi NATO, dan negara-negara anggota NATO, serta melemahkan interoperabilitas aliansi,” bunyi rancangan undang-undang tersebut.

Jika kedua majelis Kongres Amerika Serikat menyetujui versi RUU itu, pemerintahan Donald Trump akan berkewajiban untuk mengecualikan Turki dari program F-35 Lightning II, mencopot semua suku cadang yang dibuat di Turki dari pesawat itu dan melarang F-35 Turki meninggalkan wilayah Amerika Serikat.

Turki telah menjadi mitra dalam konsorsium internasional yang mendanai F-35 Lightning II sejak 2002. 

Seorang pejabat Departemen Pertahanan Amerika Serikat menekankan, setelah pesawat terbang itu diproduksi, pemerintah Amerika Serikat mempertahankan hak asuh pesawat sampai pemeliharaannya diserahkan kepada mitra-mitranya.

"Ini biasanya terjadi setelah proses panjang pelatihan mitra asing selesai (satu hingga dua tahun)," pejabat itu menambahkan.

Hubungan antara kedua sekutu NATO telah tegang sejak Turki melancarkan serangan terhadap milisi Kurdi di timur laut Syia, Unit Perlindungan Rakyat, bahwa Amerika Serikat mendukung memerangi kelompok ISIS tetapi yang dianggap Ankara sebagai kelompok teror.

Diluncurkan pada awal 1990-an, F-35 Lightning II dianggap sebagai sistem senjata paling mahal dalam sejarah Amerika Serikat, dengan perkiraan biaya sekitar 400 miliar dolar AS dan menargetkan untuk memproduksi 2.500 pesawat di tahun-tahun mendatang. Demikian dilansir Kantor Berita AFP.

Sedangkan jika dilihat harga perunit, maka F-22 Raptor yang juga dibuat Lockheed Martin, merupakan pesawat tempur paling mahal hingga saat ini di dunia. (ant/sam)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...