INTERNASIONAL

Published in INTERNASIONAL

Dubes: masyarakat Korsel tanggapi positif pertemuan Intra-Korea

Sep 23, 2018 Publish by 
 Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang-beom memberikan keterangan pers terkait pertemuan Intra-Korea antara Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Pyongyang beberapa hari lalu, Jakarta
Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang-beom memberikan keterangan pers terkait pertemuan Intra-Korea antara Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Pyongyang beberapa hari lalu, Jakarta (kt/ant)

Jakarta (KoranTransparansi.com) - Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang-beom mengatakan masyarakat di negaranya menanggapi positif pertemuan tingkat tinggi Intra-Korea yang baru saja diadakan di Pyongyang.

Pertemuan yang diselenggarakan pada 19 September 2018 di ibu kota Korea Utara itu menjadi pertemuan ketiga antara Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, dalam upaya kedua negara mencapai kesepakatan damai.

"Lebih dari 70 persen masyarakat Korea Selatan merespons positif pertemuan ini," kata Dubes Kim kepada sejumlah media di Jakarta, Jumat.

Pertemuan tersebut juga telah meningkatkan penerimaan masyarakat Korea Selatan terhadap kinerja Presiden Moon yang dilantik pada Mei 2017.

Kunjungan Moon adalah yang pertama kalinya dilakukan oleh seorang kepala negara Korea Selatan ke Pyongyang dalam 11 tahun terakhir. Ia dan Kim sebelumnya bertemu dua kali dalam tahun ini.

Pertemuan pertama mereka terjadi pada April, yang menghasilkan Deklarasi Panmunjom.

Melalui deklarasi itu, kedua pemimpin menyatakan komitmen terhadap "penghapusan senjata nuklir di Semenanjung Korea" dan menyepakati berbagai langkah untuk menurunkan ketegangan militer di semenanjung.

Masyarakat Korea Selatan, menurut Dubes Kim, berharap proses penyatuan kembali kedua Korea bisa dilanjutkan dan sangat menunggu kunjungan Kim Jong-un di Korea Selatan.

Korea Utara dan Korea Selatan, melalui Deklarasi Pyongyang, telah menyepakati langkah-langkah untuk mewujudkan Semenanjung Korea yang "damai dan bebas dari senjata maupun ancaman nuklir".

Sebagai upaya denuklirisasi, Kim Jong-un telah setuju untuk menutup salah satu fasilitas uji coba dan peluncuran rudal Korea Utara, Tongchang-ri.

Kim juga menerima undangan Presiden Moon untuk mengunjungi Korea Selatan dalam waktu dekat. (ant/min)

 

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...