Jakarta - Karier politik mantan anggota DPRD Kota Surabaya Dr Ir Adies Kadir SH,M.Hum makin cemerlang. Setelah masuk gedung DPR RI, jabatan jabatan strategis di tingkat pusat ia raih. 

Jabatan dipundaknya paling gres adalah Skretaris Fraksi Partai Golkar di DPRI. Ia menggantikan posisi Agus Gumiwang yang oleh Presiden Jokowi diangkat sebagai Menteri Sosial. Saat ini Adies Kadir masih menjabat sebagai Sekretaris Jendral DPP MKGR membantu Ketua Umum Roemkono.

Kepastian Adies Kadir sebagai Sekretaris Fraksi Partai Golkar di DPR RI diumumkan sendiri Ketua Umum Ir H Airlangga Hartarto usai melakukan rapat pleno di kantor DPP Partai Golkar, Slipi Jakarta Barat, Senin.     

"Rapat Pleno DPP PG telah menyelesaikan banyak persoalan diantarany pergantian sekretars Fraksi di DPR. Selain itu juga membahas sejumlah persoalan.

Airlagga  Hartarto menjelaskan pemilihan Adies dikarenakan sosoknya yang merupakan kombinasi antar generasi. "Jadi kita selalu kombinasi dengan generasi muda. Pak Agus kan dari generasi muda," jelas Airlangga.

Selain membahas subtitusi nama pengganti, rapat pleno partai juga membahas status Idrus Marham dan Eni Saragih yang sudah tidak lagi di Partai Golkar. Menurut Airlangga, hal itu sudah sesuai pakta integritas yang ditandatangani tiap kader partai.

"Jadi status kader yang mempunyai bermasalah seluruhnya sudah mengundurkan diri dari kepengurusan. Sesuai dengan pakta integritas pada saat terjadi kasus hukum yang bersangkutan mengundurkan diri," jelas Airlangga.

Terakhir, Airlangga juga membahas pembentukan Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu), mengenai strategi pemenangan dan target pencapaian Golkar di Pileg 2019.

"Jadi kita yakin dengan caleg-caleg kita bisa mencapai 110 (anggota parlemen) karena kalau mengikuti survei kita lihat sebagai indikator, tetapi ada beberapa hal yang bisa dikerjakan karena kekuatan PG ada berada pada jaringan. 

Seperti diketahui bersama Golkar punya basis 91 (anggota parlemen) dan ini kita targetkan ke depan 110 anggota," Airlangga menyudahi. (min)

Jombang  (KoranTrnsparansi.com) – Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) dan Lanjut Usia (LU) Nuansa Pertiwi Pucangsimo, Kecamatan Perak Jombang mengadakan bakti sosial (Baksos) berupa pemeriksaan kesehatan, pemberian sembako dan pemberian sandang kepada 150 oarang lanjut usia kurang mampu pada Sabtu (25/8/2018).

Menurut Ketua LKS-LU Nuansa Pertiwi Sri Astuti, S.Sos,SKM,MKes, kegiatan tersebut selain ikut serta memperingati hari lanjut usia yang secara nasional telah dilaksanakan beberapa waktu lalu di DI Yogyakarta yang di hadiri Menteri Sosial, juga sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke 73/2018.
 
Selain 150 orang lanjut usia penduduk desa Pucangsimo dan sekitarnya, perayaan HUT Kemerdekaan juga diikuti 50 anak balita kurang mampu yang selama ini menjadi binaan LKS-LU Nuansa Pertiwi. Mereka adalah murid murid LKS Nuansa Pertiwi, setelah itu diteruskan ke Taman Anak Sejahtera (TAS) atau TK Nuansa Pertiwi.
 
"Jadi mereka  sekolahnya mulai Balita dibawah LKS, lalu TKnya di TAS sebelum ke SD,” tandas Sri Astuti, pensiunan Perawat RSUD Dr Soetomo Surabaya itu.
 
LKS Nuansa Pertiwi Perak Jombang merupakan lembaga mitra Kementerian Sosial yang berdiri sejak 2010, dengan membina anak balita terlantar dan Lansia berbasis keluarga kondisi lansia yang badridden yaitu lansia yang tidak produktive atau dirumah saja dan lansia potensial, memiliki kemampuan berusaha.
 
Menurut Sri Astuti pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh dr Dewi Erna Anindia. Beliau adalah dokter umum, namun memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi terutama lansia atau balita yang kurang mampu. Dia datang bersama timnya dari Jakarta.
 
Selama ini dr Dewi banyak bergerak dibidang sosial. Pernah tampil diacara TC Kick Andy dan mendapat penghargaan dari Kemenkes RI. Alhamdulillah acara ini berjalan lancar dan sesuai target. (fir)

Surabaya (KoranTransparansi.com) - Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jawa Timur Sahat Tua Simanjuntak SH melakukan sukuran atas terpilihnya pasangan Hj Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak sebagai Gubernur Jawa Timur periode 2019/2024 akan datang. 

Malam  ini tidak ada acara serius kecuali kami hanya ingin berbagi bahagya atas terpilihnya Bu Khofifah-Mas Emil bersama ketua Pengurus Kecamatan (PK) dan Pengurus Kelurahan (PL) se Surabaya yang telah berjuang keras memenangkan pasangan yang diusung Partai Golkar pada Kontestasi Pilgub,terutama di Surabaya.

Teman teman PK dan PL punya andil besar atas kemenangan itu. Kalau kemudian waktunya bersamaan dengan hari raya Idul Adha, sebenarnya ini hanya memanfaatkan momentum saja dan sudah lama direncanakan oleh panitia. ungap Sahat mengawali pertemuannya, di kantor DPD Partai Golkar Jawa Timur Jalan A. Yani Surabaya, Rabu (22/8/2018) malam.

Dalam kesempatan itu Seketaris Partai Golkar JawaTimur ini juga mengajak kepada PK dan PL se Surabaya untuk tetap kompak, bersatu padu membesarkan partai apalagi sebentar lagi ada event politik besar yaitu Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pilpres. 

"Tugas kalian sangat berat karena dalam waktu bersamaan bagi PK dan PL harus mengurusi dapilnya masing masing, tetapi juga harus memenangkan Pak Jokowi-Kiai Ma'ruf Amin di Surabaya,". Kita sudah membuktikan bahwa kekompakan itu telah membuahkan kemenangan. Semangat ini harus tetap dijaga," tandasnya.

Dipileg 2019 nanti saya tidak lagi berangkat dari Dapil I Jawa Timur (Surabaya-Sidoarjo) melainkan saya akan berangkat dari Dapil IX yang meliputi Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan dan Trenggalek. Kenapa saya pindah,saya sudah dua periode di Dapil I. Saya harus memberikan jalan kepada kader partai yang lain. urainya mengenai kepindahannya itu.

Secara politis kepindahan ini sangat tidak menguntungkan. Sebab Dapil IX bagi kami sangat awan. Lagi pula wilayah tesebut sangat agamis. Tapi kami harus memberikan jalan kepada yang lain. Ini supaya pangkaderan di provinsi berjalan baik. Juga terhadap teman teman yang sudah dua periode perlu memikirkan hal yang sama. 

Dapil I Jawa Timur sangat keras atau biasa disebut Dapil neraka.Sebab disini tampilnya tokoh tokoh sentral dari semua partai. Semuanya bisa dihitung dan terang benderang. Namun Golkar punya andalan Pak Blegur Prijanggono, Ketua Golkar Surabaya.

Diruangan ini juga ada caleg Provinsi yang se Dapil dengan Pak Blegur yaitu Bu Ningky. Dia itu nomor 3. Tapi dia bukan sangan Pak Blegur. Juga ada Caleg DPR RI Bu Farah Amalia (Bu Lily) nomor 3. Namun Bu Lily bukan sangan Pak Adies Kadir. Kita harus bersinergi supaya suara Golkar bertambah. kata Sahat memompa semangat para Ketua PK dan PL.    

Perlu kalian ketahui kata Sahat, saya duduk di DPRD Provinsi Jawa Timur tidak membawa kursi sendiri melainkan kumpulan suara dari 11 Caleg Golkar di Dapil I. 

Termasuk pak Blegur Prijanggono yang sekarang ini Caleg nomor 1 untuk Dapil Jatim I (Surabaya). Suara saya hanya selisih antara 2500 saja.tegas Sahat. Jadi, saya jadi anggota dewan ini garis tangan. tambahnya.

Kepada teman teman PK dan PL, saya hanya nitip pesan tetap jaga kekompakan, kerukunan dan saling menyapa. Jangan saling menjaga jarak apalagi membentuk kelompok kelompok. Tugas bapak ibu adalah menfasilitasi caleg bersosialisasi, memberikan jalan. 

Kalau ada kelompok kelompok itu akan mempersulit posisi kita. DPD Golkar Surabaya itu tugasnya sangat berat kaena harus menaikan 4 kursi menjadi 7 sampai 8 kursi. Ini pekerjaan tidak mudah.

Juga kepada semua teman teman anggota DPRD Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Ingat bahwa Anda duduk di DPR itu tidak membawa kursi sendiri, ada sumbangan suara dari Caleg yang lain. Artinya kita tidak boleh sombong. 

Karena itu anggota dewan haus pehatian kepada Caleg yang lain dan konstituen. Apalagi Surabaya yang perolehan suara masing masing Calegnya sangat minim. Itu kalau tidak pertolongan Tuhan tidak bisa.Jadi tidak boleh sombong, tandas Sahat Tua Simanjuntak berkal kali mengingatkan.

Di akhir kalimatnya Sahat meminta doa restu kepada PK dan PL agar pencalegan diriya di Dapil IX bejalan lancar. Dan kami mohon maaf atas segala kesalahan kami selama ini. pungkas Sahat berpamitan. (min)   

Surabaya (KoranTransparansi.com) - Akhirnya siapa calon pendamping Prabowo Soebianto terjawab sudah setelah Kamis (9/8/2018) malam jelang pukul 24.00 Wib, Prabowo melakukan deklarasi capres-cawapres 2019/2024 dengan menunjuk Sandiaga Salahudin Uno sebagai cawapresnya.

Prabowo-Sandiaga Uno diusung koalisi tiga partai masing masing Gerindra, Partai Amanat Nasioanal (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dalam deklarasi tengah malam itu hadir Ketua Umum DPP PKS Sohibul Iman, Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan, Amien Rais dan ketua dewan Syuro Salim Segaf Al Jufri.

Pasangan Prabowo- Sandi akan didaftarkan ke KPU setelah Shalat Jumat dan berangkat dari Masjid Istiqlal Jakarta, lalu rombongan bergerak ke KPU. 

Capres Prabowo menyatakan, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan berbagai pihak termasuk bertemua dengan Puan Maharani, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

"Secara defakto pihaknya sudah cukup lama membentuk koalisi besar yang dimulai dari Pilgub DKI Jakarta hingga saat ini. Koalisi ini dibentuk untuk mencari solusi terhadap masalah bangsa Indonesia yakni mengalirnya kekayaan ke luar negeri, kekayaan negara yang dikuasai satu gelintir atau beberapa gelintir saja. Ini yang terus diperjuangkan," kata Prabowo.

Pihaknya juga mengaku sangat menghargai kepada PAN dan PKS sebagai partai koalisi namun menyerahkan cawapresnya kepada Sandiaga Uno. Ini sebuah perjuangan luar biasa dan demi bangsa dan negara.

Selain itu karena Sandiaga Uno karena telah menjadi cawapres secara resmi telah mengundurkan dan keluar dari jabatannya sebagai dewan penasehat Partai Gerindra dan mundur dari jabatanya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. (ais)

Friday, 10 August 2018 01:02

Ma'ruf Amin: Ini penghargaan kepada ulama

Jakarta  (KoranTransaransi.com) - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia sekaligus Rais Aam PBNU KH Ma`ruf Amin menyatakan penunjukan dirinya sebagai calon wakil presiden pendamping Joko Widodo merupakan penghargaan kepada ulama.

`Pilihan ini bukan semata-mata karena saya pribadi, tapi ini merupakan penghargaan terhadap ulama, terhadap Nahdlatul Ulama. Ini berarti Pak Jokowi menghargai NU, menghargai ulama," katanya dalam jumpa pers di Kantor PBNU, Jakarta, Kamis malam.

"Tentu ini harus dibalas dengan membantu dan mendukung beliau," tambah Kiai Ma`ruf.

Menurut dia cara membantu Jokowi adalah dengan mewujudkan Nawacita, visi dan misi Jokowi atas negara ini dalam beberapa aspek, terutama keutuhan bangsa.

"Dalam menjaga keutuhan bangsa kita harus mendorong bangsa ini mematuhi kesepakatan yang menjadi pilar utama bangsa ini, yakni Pancasila dan UUD 1945," katanya.

Yang ke dua, katanya, menjaga keutuhan bangsa melalui ukhuwah islamiyah (persaudaraan Islam) dan ukhuwah wathaniyah (persaudaraan antar warga bangsa).

"Kemudian yang ketiga harus aman, damai. Negara yang tidak aman, seperti beberapa negara di luar negeri, misalnya Afghanistan, punya minyak dan sumber daya yang kaya, tapi tidak bisa memanfaatkan karena tidak bisa menjaga keamanannya. Selalu perang, tidak aman, tidak damai," katanya.

Dikutip dari Antara, pada bidang ekonomi, kiai ahli hukum Islam ini ingin membangun ekonomi keumatan, pemberdayaan ekonomi umat.

"Ini bukan berarti melemahkan yang kuat. Yang kuat tidak perlu dilemahkan, tapi menguatkan yang lemah," katanya.

Aspek lainnya, menurut Kiai Ma`ruf adalah dengan mewujudkan kedaulatan hukum.

"Kita sudah punya perangkat hukum beserta undang-undangnya, tinggal kita perkuat," katanya.(sam)

Sidoarjo - Timnas Indonesia U-16 akhirnya berhasil lolos ke babak final Piala AFF U-16 2018. Mereka menang tipis 1-0 (0-0) atas Malaysia di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Kamis malam (9/8/2018). 

 
Gol kemenangan skuat Garuda Asia ini lahir lewat titik putih hasil eksekusi Bagus Kahfi pada menit ke-72. Penalti itu didapat Timnas Indonesia U-16 setelah M. Supariadi dijatuhkan kiper Malaysia, Abdul Alim. 
 
“Syukur Alhamdulillah, kami bisa menang di laga yang cukup ketat melawan Malaysia. Pertandingan tadi berjalan berat karena kami berharap Malaysia bermain terbuka. Faktanya mereka punya taktik sendiri mengandalkan serangan balik,” ungkap Fakhri Husaini, pelatih Timnas Indonesia U-16. 
 
Pemain Timnas Indonesia U-16 membukukan sebanyak 12 tembakan dengan empat di antaranya on target di laga ini. Sementara Malaysia hanya mampu mencatatka lima tembakan tanpa ada yang mengenai sasaran. 
 
Permainan Malaysia yang tampil sangat rapi menjaga pertahanan menjadi catatan sendiri. Fakhir pun mengakui bahwa itu menjadi kendala anak asuhnya untuk mencetak gol dengan cepat.
 
“Agak kesulitan buat kami membongkar pertahanan yang dilkaukan pemain Malaysia. Tapi, saya bangga dengan yang diperlihatkan permainan pemain kami dengan perjuangan keras, pengorbanan, dan determanasi tinggi selama pertandingan,” ujarnya. 
 
“Kalau kita perhatikan kami mendominasi permainan. Beberapa kali peluang kami tercipta, ada yang kena tiang juga. Tentu tidak semua pertandingan bisa kami lakukan dengan cara yang sama karena lawan yang kami hadapi juga berbeda. Malaysia bermain cukup tangguh dengan compact defense,” imbuhnya. 
 
Kemenangan ini membuat Timnas Indonesia U-16 memiliki satu langkah saja untuk merengkuh mahkota juara. Namun, mereka harus mengalahkan Thailand di partai puncak yang digelar di stadion yang sama, Sabtu (11/8/2018). (nov)

Surabaya (KoranTransparansi.com) - Kabupaten Jember menjadi lokasi Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) XXXIX yang akan digelar pada tahun 2019.

Kepastian ini didapat dalam audiensi Gubernur Jawa Timur Soekarwo dengan Danjen Akademi TNI di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (9/8/2018). Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. bersama tiga kepala daerah lainnya juga hadir.

Selain Kabupaten Jember, tiga daerah di Jawa Timur juga menjadi lokasi Latsitardanus ke-39. Tiga daerah tersebut yakni Kabupoaten Trenggalek, Pamekasan, dan Bojonegoro.

Usai audiensi Bupati Faida  mengungkapkan faktor yang membuat Jember menjadi lokasi Latsitadarnus.

“Diantaranya adalah faktor jarak, dukungan pemerintah daerah, dukungan masyarakat, kesiapan dan akomodasi, dan hasil penilaian tim pengendali Latsitarda Nusantara,” ungkap Bupati Faida.

Bupati Faida menjelaskan, tujuan Latsiardanus ini salah satunya adalah percepatan pembangunan melalui penyiapan SDM generasi muda di daerah sasaran. Hal ini berkaitan dengan kesadaran berbangsa dan bernegara.

“Ada beberapa kegiatan teknis yang nantinya akan dilakukan, seperti karya bakti, kajian sosial, bakti sosial kesehatan, penyuluhan, penanaman nilai juang, dan pengenalan Akademi TNI, Akpol dan IPDN,” tambahnya.

Sesuai tahapan, pada awal 2019 merupakan tahap persiapan. Sementara pelaksanaannya pada Bulan April.

Latsitardanus ke-39 ini akan melibatkan 991 orang taruna dan taruni dari Akmil, AAL, AAU, Akpol, IPDN, dan mahasiswa daerah. Latsitardanus ini merupakan bentuk pengabdian para taruna kepada masyarakat.

Para taruna akan bersama masyarakat.  Gubernur Soekarwo menegaskan kegiatan ini penting bagi para taruna tingkat akhir.

“Ini penting sebagai bagian dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya. Kegiatan ini juga bagian dari pendidikan bagi para calon pemimpin.

Sementara itu, Danjen Akademi TNI Laksamana Madya TNI Aan Kurnia, S.Sos mengatakan, melalui Latsitardanjus, para taruna bisa melakukan sosialisasi dengan masyarakat dan membantu daerah-daerah sesuai kebutuhan.

“Latsitarda ini mirip dengan Kuliah Kerja Nyata/KKN bila di kampus umum. Jadi taruna turun ke masyarakat, tinggal dengan mereka dan membantu masyarakat. Missal di daerah tertentu butuh pembangunan jalan, taruna bisa,” jelasnya.(ais)

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) - Pada tahun 1352 Masehi, Balumbunan hanyalah sebuah desa di kaki Gunung Lumbu dan kemudian menjadi Perdikan pasca perang Nambi pada tahun 1331.

Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan jumlah penduduk, Balumbunan dinaikkan statusnya menjadi sebuah Kadipaten yang dipimpin oleh Sri Bima Chili Kepakisan. Dia ditunjuk sebagai pemimpin berkat jasanya kepada Kemaharajaan Nagara Jawa (Majapahit).

Dalam Babad Dalem (Bali), Bima Chili Kepakisan berkuasa di Balumbunan pada tahun 1340 dan dalam Suluk Balumbung, Bima Chili Kepakisan berkuasa pada tahun 1352.

Sedangkan pada Babad Sembar disebutkan bahwa Balambangan berdiri pada era Lembu Mirudha dan Mas Sembar di Lumajang sebagai asal-usul Balambangan. 

Manakah yang lebih tepat? 

Menurut analisa penulis, keduanya dapat dibenarkan karena "wit-perkawit tanah Lumajang seanteornipun kadadosaken Nagari Balambangan". Jadi, baik Lamajang dan Balumbunan kemudian menjadi satu dengan nama Balambangan. 

Lalu siapakah yang mempersatukannya? 

Tome Pires menyebut bahwa di masa Menak Pentor (cucu Menak Sembar), Lumajang telah ditakhlukkan oleh raja Balambangan yang perkasa itu. Artinya sebelum Menak Pentor berkuasa pada tahun 1500-1531, Lumajang dan Balumbunan sudah menjadi satu.

Setelah itu, Menak Pentor mengalahkan Arya Pular, Adipati Keniten yang berkuasa atas Keniten, Panarukan, dan Pajarakan. Dengan ditaklukkannya persekutuan Keniten itu, maka tiga wilayah itu menjadi bagian dari Balambangan dan ditambah dengan wilayah Gamdha yang juga telah dikuasai oleh Menak Pentor.

Balambangan bertahan dengan wilayah seluas itu hingga era Sultan Agung (1613-1645) yang merebut perbatasan pinggir baratnya, yakni daerah Pasuruan dan Singasari.

Penduduknya diangkut ke Mataram dan disebut sebagai "Tiyang Pinggir" dan "Wong Gajah Mati". Setelah itu silih berganti kedua daerah itu dikuasai oleh Mataram dan Balambangan, dengan demikian, secara umum wilayah Balambangan kembali ke wilayah asli; "wit perkawit tanah Lumajang seanteornipun kadadosaken Nagari Balambangan.

Ternyata wilayah asli Balambangan masih dipersempit dengan serangan Amangkurat Agung (1646-1677) hingga ke daerah Kedhawung, Sentong, dan Panarukan.

Ketiga daerah itu baru dapat direbut kembali oleh Prabu Tawangalun II antara tahun 1656-1659. Bahkan raja besar Balambangan tersebut kemudian meluaskan kekuasaannya hingga ke Kediri pasca perang Trunajaya pada tahun 1679 sebagaimana ditulis oleh De Graff.  

Wilayah Balambangan seluas itu berlangsung pada tahun 1679 hingga 1691. Namun sepeninggal Prabu Tawangalun II, terjadi perebutan kekuasaan diantara anak-anaknya sehingga wilayah-wilayah Balambangan direbut kembali oleh Mataram melalui tangan Untung Surapati pada tahun 1690 an (dalam peta Belanda disebut Zonder Soerapati). 

Sejak itulah, Kediri, Blitar, Malang, Pasuruan, Banger, Lumajang, dan Puger lepas dari kekuasaan Balambangan. Saat itu, Kyai Jayalelana (1746-1756) diangkat sebagai Bupati Banger, dan Raden Kertanegara/Bagus Lumajang menjadi Bupati Lumajang. Keduanya di bawah pemerintahan Untung Surapati.

Apakah setelah itu semua daerah tersebut menjadi milik Mataram? Jawabannya adalah tidak! 

Karena Untung Surapati kemudian justru mendeklarasikan berdirinya kerajaan miliknya sendiri yang berpusat di Pasuruan. Balambangan hanya dapat menguasai kembali Puger timur dan Panarukan. Itupun setelah melalui pernikahan Pangeran Danureja dengan Mas Ayu Gadhing, puteri Untung Surapati. 

Puger, Sentong, Demong, Panarukan, dan Balambangan bersatu pada masa Prabu Danureja (1697-1736) dan bertahan hingga VOC datang dan menaklukkan Balambangan pada tahun 1767-1768 dalam Perang Wilis. 

Setelah itu, selain menyita seluruh perbendaharaan pustaka Balambangan, VOC juga memecah belah kerajaan menjadi dua bagian.

Yang pertama, Balambangan Barat dengan wilayah meliputi Panarukan, Sentong, dan Puger dengan ibukota di Panarukan disebut Kabupaten Kanoman Balambangan. Disana diangkatlah Mas Uno (Weka) pada tahun 1767-1768 sebagai Bupati. 

Sedangkan di sebelah timur Gunung Raung dan Gumitir dijuluki Kabupaten Kasepuhan dengan ibukota di Teluk Pampang (Muncar). Disana Mas Anom Kalungkung pada tahun 1767-1768 yang menjadi Bupatinya.

Selanjutnya, Sura Adiwikrama (1772-1788) ditunjuk menjadi Bupati wilayah Kanoman Balambangan Barat pada tahun 1772 yang berkedudukan di Besuki dan membawahi Panarukan, Sentong, dan Puger. 

Kabupaten Banyuwangi didirikan sebagai ganti dari Kabupaten Kasepuhan Blambangan pada tahun 1774 dengan bupati pertamanya Tumenggung Wiraguna I (1774-1782).

Tahun 1755 Tumenggung Prawiradiningrat menjadi Bupati Puger terlepas dari Panarukan (Besuki). Menyusul kemudian pada tahun 1819 Sentong dijadikan Kabupaten Bondowoso terlepas dari Besuki dipimpin oleh Mas Astratruna (Ki Ronggo) di tahun 1819-1830.

Karena Besuki kalah bersaing dengan Panarukan, maka ibukota pun dipindah ke Panarukan dan menjadi Kabupaten Panarukan. Nama itu kemudian diubah lagi pada masa Pemerintahan Bupati Achmad Tahir (sekitar tahun 1972) menjadi Kabupaten Situbondo dengan ibukota di Situbondo berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor. 28 / 1972.

Kabupaten Lumajang yang terlepas dari Probolinggo didirikan pada tahun 1920 dengan bupati pertamanya KRT Kertodirejo (1920-1928). 

Sedangkan Kabupaten Jember didirikan terlepas dari Kabupaten Bondowoso pada tahun 1929 dengan R. Notohadinegoro (1929-1942) sebagai Bupatinya.

Dengan memahami kronologi ini saya berharap masyarakat di enam kabupaten/kota agar membuka hati bahwa kita pernah bersatu dan menjadi bagian dari Balambangan. 

Sebagaimana kerajaan Melayu yang meliputi beberapa kabupaten dan provinsi di Sumatera, demikian pula kerajaan Balambangan pernah meliputi beberapa kabupaten di Jawa Timur.

Termasuk juga kepada masyarakat Banyuwangi agar membuka wawasan bahwa Balambangan bukan hanya Banyuwangi. Tidak ada monopoli bahwa Balambangan hanya Banyuwangi karena fakta sejarahnya memang tidak demikian.

Yang tidak kalah pentingnya adalah tidak perlu berebut klaim dan tidak perlu ada fanatisme kedaerahan yang berlebihan karena kita semua adalah saudara sebangsa, Indonesia. ( penulis: Bagus Putera Hanafi, pemerhati sejarah  Banyuwangi)

 

Caption : Bupati Abdullah Azwar Anas usai melantik pejabat baru, Kamis (9/8/2018).(Foto : Humas Pemkab Banyuwangi)

 

 

BANYUWANGI (KoaranTransparansi.com) –  Seiring tumbuhnya pariwisata daerah, Banyuwangi terus memperkuat daya ekonomi masyarakatnya. Salah satunya adalah dengan melakukan penataan dan optimalisasi pengelolaan pasar tradisional untuk menjadi sentra ekonomi baru.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengatakan, pasar merupakan tempat transaksi tradisional yang tak lekang oleh zaman. Tidak hanya menjadi tempat transaksi tapi juga menjadi tempat bertemunya orang dan tumbuhnya budaya. Pasar memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sentra ekonomi yang potensial

“Perkembangan pariwisata Banyuwangi terus maju, kami ingin warga mendapatkan dampak sebesar-besarnya dari perkembangan pariwisata tersebut. Kami memilih tidak mendirikan mal atau pusat perbelanjaan baru tapi memperkuat pasar tradisional untuk memberi ruang pada rakyat lebih berdaya,” kata Bupati Anas saat menyampaikan arahan kepada para pejabat struktural yang baru dilantik pada Rabu (8/8/2018) kemarin di Aula Rempeg Jogopati, Kamis (9/8/2018).

Pasar tradisional, kata Anas akan ditata dan dikelola secara optimal baik yang ada di kota dan khususnya di desa-desa yang menjadi tujuan wisata. Yakni menata kerapian dan kebersihan, juga fungsi pasar akan ditambah sehingga tidak sekadar untuk berjualan secara konvensional. Pasar juga akan dikembangkan menjadi sentra oleh-oleh, kuliner, dan minuman khas lokal.

“Selama ini pasar kan hanya buka pada pagi hari. Tapi malam harinya tutup padahal lokasi pasar selalu di tempat-tempat strategis. Ini yang akan kita optimalkan. Misalnya nanti di malam hari disewakan pada anak-anak muda supaya bisa buka kafe tapi tidak perlu mengeluarkan biaya sewa yang mahal,” kata Bupati Anas.

"Jadi bisa berfungsi ganda seperti pasar-pasar tradisional di Thailand. Selain untuk berbelanja warga, pasar di Thailand juga didesain menjadi tempat yang menarik untuk didatangi turis," imbuh Anas.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Anas meminta kepada jajarannya, untuk saling bersinergi. Tidak hanya menjadi tugas dari Kepala Disperindag yang baru saja dilantik, namun juga perangkat daerah lain yang berkaitan seperti Dinas Pariwisata, Satpol PP, Badan Pendapatan Umum dan lainnya.

“Kerja kita adalah kerja tim, semuanya saling mendukung untuk keberhasilan program,” pinta Anas.

Sementara itu kepada segenap pejabat struktural yang baru saja dilantik, Anas berpesan agar terus melakukan inovasi di tengah kekurangan personel Aparatur Sipil Daerah (ASN). 

“Tidak ada organisasi perangkat daerah yang tidak penting. Semuanya memiliki peran yang sama dalam mewujudkan kemajuan di Banyuwangi. Jangan lupa untuk terus meningkatkan kinerja dan melakukan monitoring untuk semua program yang dijalankan,” pungkas Bupati Anas. (def)

Friday, 10 August 2018 00:42

Turun Langsung Bantu Masyarakat

Surabaya (KoranTransparansi.com) - Danjen Akademi TNI, Laksamana Madya TNI Aan Kurnia, S.Sos mengatakan, setiap tahun seluruh taruna akademi tingkat akhir melaksanakan LATSITARDA. 

Melalui LATSITARDA, para taruna tingkat IV bisa melakukan sosialisasi dengan masyarakat dan membantu daerah-daerah sesuai kebutuhan, tegasnya saat audiensi dengan Gubernur Jatim Soekarwo di Grahadi Surabaya, Kamis (9/8/2018)

Rencananya, LATSITARDA tahun 2019 mendatang akan diselenggarakan di Provinsi Jatim meliputi empat kabupaten yakni Kab. Jember, Kab. Bojonegoro, Kab. Trenggalek dan Kab. Pamekasan.

“LATSITARDA mirip dengan Kuliah Kerja Nyata/KKN bila di kampus umum, jadi taruna turun ke masyarakat, tinggal dengan mereka dan membantu masyarakat misal di daerah tertentu butuh pembangunan jalan, taruna bisa membantu atau nanti beda-beda setiap kabupaten disesuaikan dengan kebutuhan,” katanya.

Melalui LATSITARDA ini, diharapkan para taruna dapat berkolaborasi dengan mahasiswa dan akademi yang lain, serta apa yang dilakukan dapat menyentuh dan bermanfaat kepada masyarakat.

“Untuk itu dalam pertemuan ini kami butuh masukan dari semua termasuk bupati apa yang sekiranya dibutuhkan oleh daerah sehingga nantinya bisa juga dimasukkan dalam program daerah,” katanya.

Ditambahkan, dalam LATSITARDA akan dilakukan berbagai kegiatan seperti karya bakti, bakti sosial, penyuluhan, penanaman nilai juang, hingga pengenalan Akademi TNI, Akpol, dan IPDN.

Turut hadir dalam acara ini Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman, Gubernur Akmil, Mayjen TNI Eka Wiharsa, Gubernur AAL, Laksamana Muda TNI Wuspo Lukito, S.E, M.M, Gubernur AAU, Marsekal Muda TNI Sri Mulyo H, S.I.P, M.A.P, dan Gubernur Akpol, Irjen Pol. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si. Serta, Bupati dan Dandim Trenggalek, Bupati dan Dandim Jember, Pj. Bupati dan Dandim Pamekasan, Pj. Bupati dan Dandim Bojonegoro, serta beberapa Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim. (min)

Page 10 of 593
banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...