Surabaya (KoranTransparansi.com) - Pengurus DPP Partai Golkar Satya Widya Yudha menilai pasangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin adalah pasangan yang dikehendaki oleh masyakarat, ideal dan cocok untuk masyarakat Indonesia saat ini. 

Pak Jokowi telah mampu melakukan perubahan dan dalam banyak hal sangat berhasil. Kedepan masyarakat Indonesia akan lebih sejahtera. tegas anggota DPR RI kepada wartatransparansi.com di Surabaya, Senin (24/9/2018). 

Satya Yudha di Surabaya dalam rangka menghadiri pelantikan 12 Bupati/Walikota se Jawa Timur di gedung negara Grahadi Surabaya. Ia hadir diacara itu didampingi Ketua Harian Golkar Jawa Timur Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur Freddy Purnomo. 

Partai Golkar yang merupakan bagian dari koalisi pengusung capres-cawapres Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin meminta para Ketua partai Golkar di daerah baik provinsi maupun Kabupaten/Kota hendaknya mampu menjelaskan kepada publik apa yang telah dicapai oleh Presiden Jokowi pada periode sebelumnya.

Kalau bicara capres-cawapes, maka kita akan menengok keberhasilan Jokowi pada periodesasi ini. Selama lima tahun terakhir Pak Jokowi telah berhasil dalam pengentasan kemiskinan, maupun mengurangi angka pengangguran.  Capaian seperti ini yang harus ditularkan kepada masyarakat dibawah ungkap Satya Yudha.

"Belum semua masyarakat mengetahui betul atas keberhasilan pak Jokowi. Sebab itu para Ketua Golkar Provinsi dan Kabupaten/Kota se Indonesia harus menjelaskan," tandasnya. 

Menyinggung soal figur KH Ma'ruf Amin, Satya Yudha mengatakan, bahwa kekuasaan itu ada ditangan presiden. Faktor wapres juga penting namun masih dibawah preisden sehingga figur presiden lebih dominan.

Status wakil presiden dalam kabinet sedikit diatas menteri. Walaupun mereka dipilih  oleh rakyat secara langsung. Sehingga kita melihatnya lebih kepada Pak Jokowinya. 

Jadi kalau wakil presidennnya tidak begitu mampu mengelolanya, presiden bisa mengambil over semua. Jadi keberadaan KH Ma'ruf Amin adalah melekat pada capres Jokowi.

Dengan begitu kedua tokoh ini saling melengkapi. Paling tidak politisasi agama dalam lima tahun kedepan bisa dihindari. Sehingga nantinya tidak ada lagi politik identitas.

Jatim target 70 persen

Sementara itu Ketua Harian Golkar Jawa Timur Freddy Purnomo mengatakan, Golkar Jawa Timur siap melaksanakan perintah Ketua Umum DPP Partai Golkar. Pola sosialisasi tidak jauh bedak etika Golkar Jawa Timur menyukseskan  Khofoifah Indar Parawansa-Emil Dardak di Pilgub Jawa Timur. 

Artinya Anggota DPRRI, DPRD provinsi dan Kab/Kota harus menjaga wilayahnya masing masing. Selain itu, Golkar Jawa Timur akan terus melakukan komunikasi dengan partai pengusung lainya.

Golkar Jawa Timur akan merapatkan dan mempertajam suksesi Jokowi-Ma'ruf Amin pada Selasa (25/9/2018) di kantor Golkar Jalan Ahmad Yani Surabaya. Pendukung Golkar di Jawa Timur antara 3 sampai 4 juta. 

Bersama pendukung partai pengusung lainnya maka diharapkan Jokowi-KH Ma'ruf Amin akan meraup diatas 70 persen. "Insyaallah target 70 pesen tercapai," tandasnya. (min)  

Jakarta (KOranTransparnsi.con) - Anggota Komisi III DPR RI Habib Abo Bakar Alhabsy mendesak Kapolri mengusut pembubaran aksi mahasiswa di Bengkulu dan Medan yang dilakukan secara represif oleh polisi. Ini hal yang berlebihan dilakuakn aparat kepolisian setempat dalam mengamankan demonstrasi.

“Pembubaran kegiatan aksi mahasiswa yang represif seperti di Bengkulu dan Medan kemarin seharusnya tak perlu terjadi. Saya minta Kapolri mengusut persoalan ini. Apakah memang prosedur pengamanan aksi telah sesuai dengan protap (prosedur tetap, RED),” kata Habib dalam rilis yang diterima Parlementaria, Senin (24/9/2018).

Sebagaimana diketahui, unjuk rasa massa pro dan kontra pemerintahan Joko Widodo di Medan diwarnai bentrok pada Kamis (20/9/2018) lalu. Menurutnya, polisi tidak boleh bias menghadapi kejadian seperti ini. Apalagi ada dua kubu demonstran yang berseberangan. Aparat dinilai Habib berat sebelah. Hanya melindungi satu kubu dan represif terhadap kubu lain. 

Anggota DPR dari dapil Kalimantan Selatan I ini menyayangkan tindakan represif polisi. Menurutnya, apa yang dilakukan para mahasiswa adalah hak konsitusional dan itu biasa terjadi di negara demokratis. Kapolri harus bertanggung jawab kepada publik atas hal ini.

“Saya sangat menyayangkan jika aparat membubarkan aksi mahasiwa secara represif. Apa yang dilakukan oleh mahasiswa adalah menyampaikan pendapat yang merupakan hak konstitusional. UUD 1945 menjamin hak tersebut dan kepolisian memiliki kewajiban untuk melakukan pengamanan,” tutur legislator PKS itu.(sam)

 

 

Suarabaya (KoranTransparansi.com) - Bupati dan walikota hendaknya berpedoman dan mengacu kepada visi dan misi presiden, serta visi dan misi gubernur, dalam rangka melaksanakan pembangunan daerah. 

Hal tersebut perlu dilakukan agar terjadi sinkronisasi dan harmonisasi dari daerah sampai ke pusat. Pesan Gubernur itu disampaikan saat melantik Bupatui/Walikota di gedung negara Grahadi Surabaya, Senin (24/9/2018).

Dikatkan sebagai wujud aplikasi acuan yang bisa dilakukan yakni menjabarkan dan implementasikan sesuai konteks dan kondisi daerah masing-masing. Program-program kementerian dan lembaga di pusat harus dijamin dapat terkonsolidasi dengan baik. 

Demikian pula program-program lintas provinsi dan lintas kabupaten/kota agar bisa difasilitasi dan disinergikan dengan sebaik-baiknya.

 “Tidak ada kabupaten/kota yang berjalan sendiri tanpa mengikuti arahan dan program dari pusat yang turun ke provinsi dan dari provinsi sampai ke kabupaten/kota,” ujarnya. 

Selain itu, Pakde Karwo mengingatkan pemerintah kabupaten/kota dapat memberikan perhatian terhadap permasalahan utama di masing-masing daerah utamanya terkait kesejahteraan masyarakat.

Sebagai contoh, berdasarkan tingkat kemiskinan kabupaten/kota Tahun 2017 di Jawa Timur, Kabupaten Probolinggo mempunyai jumlah penduduk miskin terbanyak nomor tiga yaitu sebanyak 225.130 jiwa dengan prosentase penduduk miskin sebanyak 20,52 persen.

Pada bidang kesehatan kabupaten/kota tahun 2017 di Jatim, Kabupaten Bangkalan terdapat kasus stunting sebanyak 43,0 persen yang merupakan persentase tertinggi se-Jatim dan kasus kusta sebanyak 260 kasus yang merupakan jumlah terbanyak ke-4 se-Jatim. Sedangkan Kabupaten Nganjuk memiliki kasus angka kematian bayi sebanyak 147 kasus yang merupakan jumlah terbanyak ke-8 se-Jatim. 

Melihat hal tersebut, permasalahan-permasalahan itu harus segera ditangani bersama seluruh stakeholder pemerintah kabupaten/kota dan masyarakat.

Ke depan, Pakde Karwo meminta bupati dan walikota juga memperhatikan 9 poin penting dalam melaksanakan tugasnya. Diantaranya, dalam mengelola keuangan daerah agar mengedepankan transparansi dan akuntabilitas.

Selain itu belanja APBD harus menguatamakan belanja publik terutama memberikan layanan kepada masyarakat dan pembangunan wilayah; memprioritaskan penanggulangan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan, meningkatkan kesempatan kerja, investasi dan ekspor, tingkatkan kualitas pendidikan serta kesehatan, revitalisasi pertanian serta penegakan hukum;

Selain itu, juga perlu melakukan hubungan kerjasama dengan daerah lain dalam rangka mewujudkan efisiensi dan aktivitas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan serta untuk meningkatkan pengelolaan potensi daerah.

Tak kalah pentingnya peningkatkan kualitas layanan publik baik dalam bentuk jasa ataupun perijinan melalui transparansi dan standarisasi pelayanan serta meniadakan pungutan liar; menerapkan prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik di lingkungan pemerintahan daerah. (min)

 

Monday, 24 September 2018 07:47

PSSI U-16 Imbangi Tahiland 2-2

 

Cibinong (KoranTransparansi.com) - Lewat perjuangan dramatis, Tim Nasional Indonesia U-19 bermain imbang 2-2 dengan Thailand pada laga PSSI 88 th U-19 International Tournament di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (23/9/2018) malam.

Dua gol Garuda Nusantara julukan Timnas U-19 dicetak oleh Witan Sulaeman pada menit ke-34 dan sepakan M Luthfi Kamal menit ke-80. Sedangkan gol Thailand dicetak oleh Matee Sarakum menit ke-20 dan Hassawat Nopnate menit ke-58.

PSSI 88 th U-19 International Tournament merupakan bagian dari PSSI untuk persiapan Piala AFC U-19 yang digelar di Indonesia pada 18 Oktober-4 November mendatang. Indonesia masuk Grup A bersama Uni Emirat Arab, Qatar, dan Chinese Taipei.

Usai laga pelatih Indonesia, Indra Sjafri mengatakan bahwa sebenarnya di babak pertama ia senang dengan permainan tim. Dia menyebut suka timnya bermain dengan apa yang ia siapkan selama seminggu terakhir.

"Kami melakukan pertahanan yang bagus di tengah, tapi di babak kedua ada perubahan cara main dan respon pemain kita kurang tepat. Pergantian pemain kita harus menyamakan persepsi dengan pemain utama tapi uji coba ini pemain sudah pahami apa yang kita rencanakan," kata Indra, dikutip dari laman resmi PSSI.

Indra juga mengakui gol pertama bukan karena longgarnya bek tapi terlalu percaya dirinya pemainnya yang memainkan bola di daerah yang harusnya tidak boleh. Lalu gol kedua kita tinggalkan tiga pemain di belakang kemudian ada error dan thailand counter attack, pemain lawan lakukan tendangan dari luar dan kebetulan skillnya bagus.

"Turnamen ini jauh lebih penting buat atur rencana kita, lawan China lusa mendatang baru pertama kalinya. Kalau pemain lebih bagus maka mereka harus lalukan terbaik dalam game, lawan china harus lebih maksimal, besok baru diputuskan apa ada rotasi atau tidak," jelas pelatih asal Sumatera Barat ini.

Sementara pemain belakang Timnas U-19, Asnawi Mangkualam mengaku dirinya dan teman-teman sudah menjalankan instruksi pelatih. Namun ada kesalahan sendiri, jadi ada kebobolan di babak pertama dan kedua.

"Ada sedikit kendala sehingga kita belum menang malam ini. Lawan China kita akan berusaha lebih baik, ini kandang kita maka harus menang," kata Asnaw. (nov)

Surabaya (KoranTransparansi.com) – Sebanyak duabelas pasang Bupati/Wakil bupati, Walikota/Wakil Walikota terpilih hasil Pemilu serentak Kab/Kota tanggal 27 Juni lalu  akan dilantik secara bersamaan. 

Gubernur Jawa Timur DR Soekarwo rencananya akan melantik dan mengambil sumpah di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Senin (24/9/2018). Akan hadir pula Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahyo Kumolo.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov Jatim Aries Agung Paewai mengatakan seluruh nama kepala daerah terpilih yang dilantik rinciannya, yakni Bupati/Wakil Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan Timbul Prihanjoko, Bupati/Wakil Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron dan Mohni. 

Selain ada Bupati/Wakil Bupati Bojonegoro Anna Mu’awannah dan Budi Irawanto, serta Bupati/Wakil Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat dan Marhaen Djumadi. Bupati/Wakil Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Raja’e, Bupati/Wakil Bupati Pasuruan M. Irsyad Yusuf dan KH A Mujib Imron.

Bupati/Wakil Bupati Magetan Suprawoto dan Nanik Endang Rusminiarti, serta Bupati/Wakil Bupati Madiun Ahmad Dawami Ragil Saputro dan Hari Wuryanto.n Selain itu, Bupati/Wakil Bupati Lumajang Thoriqul Haq dan Indah Amperawati. 

Bupati/Wakil Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin dan Irwan Bachtiar Rachmat, Bupati/Wakil Bupati Jombang Mudjidah Wahab dan Sumrambah, serta Wali Kota/Wakil Wali Kota Malang Sutiaji dan Sofyan Edi Jarwoko.

Sebagai bagian dari prosesi pelantikan, kata dia, saat akan memasuki Gedung Negara Grahadi, kepala daerah yang dilantik akan diberikan penghormatan khusus oleh jajaran kehormatan.

“Usai pelantikan pasangan kepala daerah juga dilanjutkan prosesi pelantikan terhadap istri bupati/wali kota terpilih sebagai ketua TP PKK dan Dekranasda,” ucapnya.

Sementara Bupati yang kini masih menunggu giliran pelantikan diantaranya Tulungagung (rencana tanggal 25 September), Sampang, Kota Mojokerto, Kota Probolinggo, Kota Kediri dan Kota Madiun. Sedang pelantikan Gubernur Jawa Timur rencananya berlangsung 11 Maret 2019 

Selama proses pelantikan juga tidak semua undangan bisa memasuki ruang utama karena terbatasnya kursi sehingga disediakan tenda khusus untuk menyaksikan kegiatan selama acara berlangsung melalui layar lebar.

Sejumlah pejabat unsur Forkopimda Jatim juga dijadwalkan hadir, seperti Ketua DPRDJatim, Pangdam V/Brawijaya, Kapolda Jatim, Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim, serta pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi. (min)

 

 

 

SURABAYA (KoranTransparansi.com) - Wartawan yang telah lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan dinyatakan kompeten serta profesional harus menjadi motor di daerah masing-masing.

Hal ini ditegaskan Ketua PWI Jatim, Akhmad Munir, saat penutupan UKW Angkatan ke-24 hasil kerjasama PWI Jatim dengan Bank Mayapada, Minggu (23/9/2018), di Gedung PWI Jatim, Jalan Taman Apsari, Surabaya.

Menurut Munir, PWI Jatim telah dipercaya dan banyak diajak oleh pemerintah daerah maupun pihak swasta untuk menggelar UKW, agar dunia pers profesional dan kompeten.

Kepercayaan itu telah diwujudkan oleh PWI Jatim dengan terus-menerus menggelar UKW dan hingga saat ini  sudah sebanyak 24 angkatan berhasil digelar. Sekaligus menjadi yang terbanyak di Indonesia dibandingkan provinsi lain.

"Luar biasanya UKW yang kita gelar gratis lagi. Padahal di provinsi lain harus membayar," tegasnya.

Untuk itu, Munir minta wartawan yang telah dinyatakan lulus UKW, baik tingkat muda, madya, maupun utama untuk selalu menjaga marwah wartawan yang baik dan  profesional serta bermartabat.

"Hal itu penting, agar wartawan di seluruh Jatim yang sudah memiliki sertifikat UKW bisa menjadi wartawan yang baik dan motor penggerak di daerahnya masing-masing," tegasnya.

Dengan begitu, pers bisa menjadi sehat,  berwibawa, dan bermartabat. "Karya dan produk jurnalistik juga menjadi  terhormat dan berkualitas," tandas Munir.

Sementara bagi wartawan yang belum lulus UKW, Munir mengajak untuk tidak putus asa. Karena masih mempunyai kesempatan UKW lagi di penyelenggaraan berikutnya.

"Jadi jangan sampai patah semangat," imbuhnya.

Koordinator Dewan Penguji UKW PWI Jatim Angkatan ke-24 menambahkan, dalam pelaksanaan UKW kali ini, dari sebanyak 41 orang peserta, dengan rincian 4 kelas utama, 8 kelas madya, dan 29 kelas muda.

"Dari jumlah peserta tersebut, ada tiga peserta dinyatakan penguji belum kompeten," terangnya.

Selain itu, dengan digelarnya UKW Angkatan ke-24 oleh PWI Jatim, saat ini PWI Pusat telah menggelar sebanyak 336 UKW. 

Sementara itu, Rajab Ritonga Perwakilan dari PWI Pusat juga minta wartawan yang lulus UKW untuk senantiasa menjaga profesionaoisme di era keterbukaan dan revolusi industri 4.0.

Hal itu dinilai penting, karena saat ini perkembangan teknologi akan mengubah semua hal dalam kehidupan manusia. 

"Di era keterbukaan wartawan asing bisa bekerja di sini (Indonesia)," ucapnya.

Sehingga kompetensi dan profesionalitas sangat penting di era sekarang ini. Untuk menyambut era keterbukaan yang makin transparan.

"Makanya, usai UKW, kompetensi dan profesionalisme harus terus dijaga dengan mengasah kemampuan, pengetahuan, dan ketelitian di era jurnalisme data," pesan Rajab.

Ketua PWI Jatim Akhmad Munir menambah lagi, setelah UKW Angkatan ke-24, PWI Jatim akan kembali menggelar UKW Angkatan ke-25 pada bulan antara bulan Oktober atau November 2018 nanti.

"Pelaksanaannya di Madiun dan gratis lagi," pungkas Munir. (ais)

 

 

BANYUWANGI - “Saya yakin, diakui atau tidak oleh pemerintah, nama Agung Wilis tetap pahlawan dihati wong Blambangan!,” ungkap Hidayat Subuki, warga Muncar, Banyuwangi.

Lalu, sebagai rakyat biasa, Subuki mengaku sedih karena tidak ada satupun gelar yang diberikan pemerintah kepada Agung Wilis.

“Agung Wilis tentu tidak pamrih perjuangannya diakui. Tapi kita sebagai orang Banyuwangi patut kiranya menghargai jasa-jasanya,” ungkapnya.

Dia mengapresiasi niat baik komunitas pecinta sejarah Blambangan yang telah menggelar sarasehan sejarah di Pelinggihan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi beberapa waktu lalu.

Dalam sarasehan itu, Sejarawan asal Banyuwangi, Samsubur, mengatakan ada tiga sosok yang layak dijadikan pahlawan Blambangan, yakni Agung Wilis, Rempeg Jogopati, dan Sayu Wiwit.

Banyak sumber dari babat dan Daag Register VOC kala menyebut Wong Agung Wilis. Dia pernah diasingkan, Bahkan sampai tiga kali. Tetapi dia selalu lolos. Dalam pelarian itulah dia mampu menghimpun pasukan untuk menyerang VOC yang menguasai Pelabuhan Banyualit (Blimbingsari, red).

Pegiat sejarah, Aji Wirabhumi, mengatakan, Wong Agung Wilis sebenarnya sangat pantas dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh pemerintah.

“Agung Wilis mampu menyatukan berbagai suku melawan penjajah. Jangan dianggap perang Blambangan sebatas antara perang wong Blambangan dengan VOC. Tapi juga melibatkan suku lain, seperti Bali, Jawa, Madura, dan Bugis. Jadi layak Agung Wilis. dijadikan pahlawan Nasional karena sebagai pencetus gerakan Bhinneka Tunggal Ika.

Namun dari semua fakta yang dipaparkan, ada satu tuntutan yang harus diperhatikan. Yakni mendesak Bupati Abdullah Azwar Anas untuk memberikan tanda jasa atau penghargaan kepada Agung Wilis.

“Kita ingin Bupati memberi gelar pahlawan daerah kepada Agung Wilis. Tidak perlu dipertanyakan lagi apa alasannya,” jelas Aji Wirabhumi. (def)

 

 

Surabaya (KoranTranparansi.com) - Persebaya SurabTampil Dominan, Persebaya Bungkam Mitra Kukar di Depan Bonekaya memperlihatkan dominasi yang sangat baik ketika menjamu Mitra Kukar di laga pekan ke-23 Gojek Liga 1 bersama Bukalapak yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (22/9/2018).

Persebaya meraih kemenangan 4-1 atas Mitra Kukar, meski di pertengahan pertandingan harus bermain dengan 10 pemain.

Persebayamemperlihatkan dominasi yang lebih baik sejak awal pertandingan. Namun, kerja sama lini serang antara Irfan Jaya dan David da Silva tak bisa langsung menembus pertahanan Mitra Kukar.

Persebaya berhasil memecah kebuntuan melalui gol yang dicetak David da Silva pada menit ke-30. Pemain asal Brasil itu berhasil mendapatkan bola rebound karena bola sepakan Misbakus Solikin membentur kaki Danny Guthrie dan bola meluncur ke kaki David da Silva, yang tanpa ragu melepas tembakan keras tanpa bisa dihalau Yoo Jae-hoon.

Persebaya berhasil menggandakan keunggulan 2-0 pada menit ke-37 melalui titik putih setelah Rendi Saputra diganjal Rendy Siregar di kotak penalti. David da Silva, yang mengambil eksekusi, berhasil menjalankan tugas dengan baik sekaligus memastikan gol kedua yang dicetaknya dalam pertandingan ini

Unggul 2-0 gol di babak pertama belum membuat Persebaya puas. Baru tiga menit babak kedua berjalan, Misbakus Solikin menambah keunggulan tim tuan rumah menjadi 3-0. Misbakus Solikin mencetak gol setelah menerima umpan terobosan dari Rendi Saputra yang memanfaatkan blunder Bayu Pradana.

Persebaya Surabaya bermain dengan 10 pemain setelah wasit Oki Dwi Putra memberikan kartu merah kepada Fandry Imbiri yang terlibat perselisihan dengan Bayu Pradana, hingga membuat kapten Mitra Kukar itu tersungkur di lapangan. Bayu Pradana mendapatkan kartu kuning karena insiden tersebut.

Mitra Kukar berhasil memanfaatkan keunggulan pemain dalam waktu cepat. Hendra Adi Bayauw mencetak gol yang membantu Mitra Kukar memperkecil ketinggalan menjadi 1-3 pada menit ke-55.

Berawal dari tendangan bebas Danny Guthrie yang berhasil ditinju kiper Persebaya, Miswar Saputra, bola yang jatuh di luar kotak penalti langsung disambar dengan tembakan keras Hendra Adi Bayauw yang tak mampu dihalau Miswar.(nov)

Surabaya (KoranTranparansi.com) - Persebaya SurabTampil Dominan, Persebaya Bungkam Mitra Kukar di Depan Bonekaya memperlihatkan dominasi yang sangat baik ketika menjamu Mitra Kukar di laga pekan ke-23 Gojek Liga 1 bersama Bukalapak yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (22/9/2018).

Persebaya meraih kemenangan 4-1 atas Mitra Kukar, meski di pertengahan pertandingan harus bermain dengan 10 pemain.

Persebayamemperlihatkan dominasi yang lebih baik sejak awal pertandingan. Namun, kerja sama lini serang antara Irfan Jaya dan David da Silva tak bisa langsung menembus pertahanan Mitra Kukar.

Persebaya berhasil memecah kebuntuan melalui gol yang dicetak David da Silva pada menit ke-30. Pemain asal Brasil itu berhasil mendapatkan bola rebound karena bola sepakan Misbakus Solikin membentur kaki Danny Guthrie dan bola meluncur ke kaki David da Silva, yang tanpa ragu melepas tembakan keras tanpa bisa dihalau Yoo Jae-hoon.

Persebaya berhasil menggandakan keunggulan 2-0 pada menit ke-37 melalui titik putih setelah Rendi Saputra diganjal Rendy Siregar di kotak penalti. David da Silva, yang mengambil eksekusi, berhasil menjalankan tugas dengan baik sekaligus memastikan gol kedua yang dicetaknya dalam pertandingan ini

Unggul 2-0 gol di babak pertama belum membuat Persebaya puas. Baru tiga menit babak kedua berjalan, Misbakus Solikin menambah keunggulan tim tuan rumah menjadi 3-0. Misbakus Solikin mencetak gol setelah menerima umpan terobosan dari Rendi Saputra yang memanfaatkan blunder Bayu Pradana.

Persebaya Surabaya bermain dengan 10 pemain setelah wasit Oki Dwi Putra memberikan kartu merah kepada Fandry Imbiri yang terlibat perselisihan dengan Bayu Pradana, hingga membuat kapten Mitra Kukar itu tersungkur di lapangan. Bayu Pradana mendapatkan kartu kuning karena insiden tersebut.

Mitra Kukar berhasil memanfaatkan keunggulan pemain dalam waktu cepat. Hendra Adi Bayauw mencetak gol yang membantu Mitra Kukar memperkecil ketinggalan menjadi 1-3 pada menit ke-55.

Berawal dari tendangan bebas Danny Guthrie yang berhasil ditinju kiper Persebaya, Miswar Saputra, bola yang jatuh di luar kotak penalti langsung disambar dengan tembakan keras Hendra Adi Bayauw yang tak mampu dihalau Miswar.(nov)

Bogor,Jabar (KoranTransparansi.com) - Pemerintah telah mengumumkan seleksi penerimaan CPNS pada 19 September 2018. Pendaftaran seleksi ini dimulai pada 26 September mendatang. 

Terkait itu,  Kementerian Agama membuka seleksi untuk 17.175 formasi yang tersebar di 134 satuan kerja,  pusat hingga daerah. Jumlah ini adalah yang terbesar dibanding formasi pada kementerian dan lembaga negara lainnya. 

Plt Sekjen Kementerian Agama M Nur Kholis Setiawan mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan verifikasi dan telaah atas rincian formasi CPNS yang tersebar hingga madrasah ibtidaiyah (MI). Setelah itu,  rincian formasi tersebut akan segera diinput ke dalam sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN) yang dikembangkan Badan Keegawaian Nasional (BKN) agar bisa diakses oleh pendaftar.

"Kami sejak sepekan terakhir terus melakukan verifikasi ulang atas kebutuhan formasi. Ini sudah hampir final," ujarnya di Bogor,  Jumat (21/09).

"Tim setelah ini akan melakukan inputing data. Saya pastikan, rincian formasi CPNS Kemenag sudah ada di sscn BKN pada 23 September," tambahnya. 

M Nur Kholis Setiawan menjelaskan,  proses verifikasi penting dilakukan untuk memastikan rincian formasi sesuai kebutuhan. Kualifikasi yang dipersyaratkan juga relevan dengan kebutuhan formasi. 

"Jumlah formasi CPNS Kemenag lebih 17ribu. Ini tentu butuh waktu. Alhamdulillah, ini sudah selesai," ujarnya. 

"Senin (24/09), rincian formasi ini akan kami upload juga di web Kemenag dan diumumkan juga di tiap satuan kerja," tandasnya. 

Total 17.175 formasi CPNS Kemenag tahun 2018 tersebar di 134 satuan kerja. Formasi ini terbagi dalam tujuh jabatan sebagai berikut:

1. Guru Pelamar Umum (10.520 formasi) 

2. Guru Eks Tenaga Honorer K. II (1.480)

3. Dosen (4.485)

4. Penghulu (132)

5. Penyuluh (62)

6. Jabatan Fungsional Tertentu atau JFT (453)

7. Jabatan Fungsional Umum atau JFU (45)

"Senin depan rincian ini sudah bisa diakses sehingga pendaftar bisa mempelajari terlebih dahulu formasi yang sesui kualifikasinya dan satuan kerja yang diinginkannya. Sebab,  pendaftaran CPNS baru dibuka 26 September 2018," tandasnya.(fir)

Page 9 of 601
banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...