SUMENEP (KoranTransparansi.com) - Rusaknya terumbu karang dan ekosistem keberlangsungan ikan di perairan Talango Sumenep, akibat pencari ikan luar daerah sumenep yang menggunakan alat sarka' (cakar) itu sejak beberapa tahun yang lalu hingga baru-baru ini terkesan dibiarkan oleh yang berwajib.

Hal itu memprihatinkan banyak kalangan, terutama aktivis nelayan dan tokoh masyarakat dilingkungan kecamatan Talango, kabupaten Sumenep, Madura, yang saat ini mendatangi Dinas perikanan sumenep untuk menyatakan sikap menolak keras pengguna alat sarka' (cakar) yang merusak keaneka ragaman hayati laut terutama diperairan talango, Jum'at, 13/04/2018.

Sunahmanto, perwakilan sejumlah nelayan usai audensi di kantor Dinas perikanan sumenep mengaku sangat prihatin atas insiden tersebut.

Kita datang kesini (Dinas Perikanan,red), untuk menyatakan sikap penolakan,” tegasnya.

Ia mengatakan, beberapa hari lalu, kita amati ada sekitar 50 jaring sarka’ beroperasi di perairan Talango, mereka semua berasal dari nelayan Kecamatan lain,” imbuhnya.

Diketahui, di perairan Talango ada kawasan konserfasi padang lamun yang mendapatkan atensi dari Provinsi, sehingga dikhawatirkan akan merusak kawasan tersebut.

“Itu dikhawatirkan dapat merusak konserfasi yang kami rintis, oleh karenanya kami menggalang dukungan untuk gerakan peduli laut, bahkan kami di dukung 4 kepala Desa setempat,” tandasnya.

Pihaknya berharap ada langkah tegas dari pihak terkait, dalam hal ini Dinas Perikanan dan Polairud, kita akan sampaikan surat ini (pernyataan sikap) ke mereka.

Kepala Dinas Perikanan Sumenep, Arief Rusdi mengatakan, berdasarkan UU nomor 23 tahun 2014 terkait laut 0 sampai 12 Mil sudah bukan menjadi kewenangan Kabupaten melainkan sudah menjadi tanggung jawab Provinsi.

Persoalan alat tangkap sarka’, Arief menegaskan bahwa alat tersebut bukan merupakan alat terlarang (legal), artinya sesuai aturan alat tersebut diperbolehkan digunakan nelayan dengan beberapa ketentuan.

“Sarka’ ini kan ada dua macam, ada sarka’ aktif dan sarka’ yang pasif, alat sarka’ aktif pengoperasiannya menggunakan mesin, sementara yang pasif yang menggunakan tenaga tangan itu, seperti yang kerap digunakan nelayan kita,” terangnya.

Arif melanjutkan, sesuai aturan alat sakra’ aktif yang menggunakan tenaga mesin diperbolehkan beroperasi pada lokasi 1B (2,5 Mil kedepan), sementara untuk yang pasif bebes, karena pengoperasiannya manual dengan menggunakan tenaga manusia.

“Sarka’ pasif tidak apa-apa digunakan karena menggunakan tenaga manusia, kan tidak merusak itu, ini yang perlu diberikan pemahaman untuk nelayan,” bebernya.

Namun, jika ditemukan pelanggaran dari penggunaan alat tersebut, semisal sarka’ aktif beroperasi di pinggiran, nelayan bisa melaporkan ke Polairut, termasuk ke Provinsi. Atau paling tidak ke Polsek terdekat.

“Kami tidak punya wewenang apa-apa, jika ditemukan pelanggaran langsung saja laporkan ke yang berwajib yaitu Polairut, ke provinsi atau bisa Polsek disana,” tuturnya.

Akis Jazuli angota komisi  II DPRD sumenep sangat menyayangkan Polairud dan Dinas Perikanan sumenep apa bila seolah-olah terkesan membiarkan begitu saja terkait laporan masyarakat nelayan yang dilakukan para oknum  dalam menangkap ikan menggunakan alat sarka' (cakar) di perairan talango.

"Kalau jelas - jelas ada temuan pelanggaran yang merusak terumbu karang dan ekosistem keberlangsungan ikan diperairan talango, kami lembaga DPRD Sumenep sangat mendukung tindakan yang menyatakan sikap menolak keras insiden tersebut" kata politisi muda Akis Jazuli yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dilingkungannya saat dikonfirmasi korantransparansi.com.

Ia menbahkan seharusnya pemerintah daerah atau pemprof sekalipun itu harus proaktif melakukan pengawasan khusus langsung kelapangan.

"Laporan warga itukan laporan sangat valid, sebab nelayan itu sumber perekonomiannya dilaut" tegasnya (fidz).

Mojokerto (KoranTransparansi.com) - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut dua, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mengajak generasi muda meneladani semangat para pejuang, di antaranya para ulama.

 

Pernyataan ini disampaikan keponakan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini pada acara Semaan Al-Quran Al-Ittihad dan Hadrah Ishari Se-Jatim dalam Rangka Haul Al-Maggfurllah KH Achyat Chalimy, Kamis (12/4/2018) malam.

 

Selain Gus Ipul, acara yang berlangsung di Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin, Kota Mojokerto ini juga dihadiri oleh beberapa tokoh dan sejumlah Kiai pengasuh pesantren di Mojokerto. 

 

Di antaranya, Walikota Mojokerto yang juga alumni pesantren Sabilul Muttaqin, Masud Yunus; Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Hukum Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Amar Ahmad; serta Kiai dan ribuan jemaah lainnya.

 

Gus Ipul yang memberikan sambutan pada acara tersebut, mengajak jemaah untuk ikut meneladani semangat perjuangan Kiai Achyat. 

 

Sekadar diketahui, Kiai Achyat adalah salah satu pejuang di masa kemerdekaan sejak saat masih muda. 

 

"Paling penting adalah kesetiaan beliau untuk bersama-sama membangun solidaritas perjuangan," ujar Gus Ipul.

 

Gus Ipul bercerita, semangat kebersamaan yang dibanting Kiai Achyat dimulai dari Pesantren Tebuireng, Jombang. 

 

"Dimulai dari liwet (masak) bareng, sinau (belajar) bareng, ngaji bareng, muncul ide untuk ikut berjuang memerdekakan bangsa ini," cerita Gus Ipul.

 

Kiai Achyat lantas menambah aktivitasnya, dari yang awalnya ngaji, bertambah dengan belajar silat yang kemudian membentuk semacam batalion. 

 

Pendiri Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin ini merupakan salah satu pendiri Laskar Hizbullah, barisan pasukan militer yang terdiri dari kiai, santri serta kalangan masyarakat lainnya.

 

Pasukan ini berjihad melawan sekutu yang hendak menduduki kembali bangsa Indonesia seusai Indonesia menyatakan kemerdekaan di 1945 silam. 

 

Di Laskar Hizbullah, Kiai Achyat adalah pemimpin Kompi Khusu yang tugasnya mengawal para ulama’ di barisan sabilillah.

 

Tak hanya itu,  Kiai Achyat juga pernah ditunjuk sebagai Ketua Ansor Nahdlatoel Oelama (ANO) Mojokerto.

 

Selain itu, Kiai Achyat juga pernah terpilih sebagai anggota konstituante (semacam MPR) di Jakarta, yaitu pada masa berlakunya UUDS RI Tahun 1950 selama dua tahun. 

 

Seusai merdeka, Kiai Achyat lantas mendirikan lembaga pendidikan. 

 

"Semangat perjuangan dari angkat senjata berubah dengan semangat mencerdaskan anak-anak bangsa. Kiai Achyat berjuang untuk meningkatkan kualitas SDM anak Indonesia," urai Gus Ipul. 

 

Dari cerita tersebut, Gus Ipul menilai ada beberapa hal yang bisa ditauladani oleh anak muda saat ini. 

 

Menurut kandidat yang mengusung jargon "Kabeh Sedulur, Kabeh Makmur" ini kebersamaan dalam menyusun visi dan misi adalah penting. 

 

"Dari visi dan misi itu, lantas dieksekusi melalui tindakan. Anak muda zaman sekarang bisa menauladani sikap beliau," ceritanya. 

 

"Sejak kecil, beliau adalah aktivis. Karena jasa-jasa beliau, lantas beliau tetap dicari orang meskipun sudah wafat," kata dia.

 

Pemerintah provinsi di bawah kepemimpinan Gus Ipul kedepan akan memfasilitasi generasi milenial dalam mewujudkan cita-citanya. 

 

Di antaranya, dengan mencetak para entrepreneur muda melalui program Superstar (Sentra UMKM dan Pemberdayaan Start Up). 

 

Melalui program ini, anak muda akan didampingi dalam berbagai program pelatihan, pemasaran, hingga pemberian modal untuk mengembangkan usahanya. (min)

Sumenep (KoranTransparansi.com) - Sebanyak empat orang warga Kecamatan Batuputih Sumenep ditemukan tewas seketika dalam sebuah sumur tua. Mereka ditenukan pada Kamis (12/4/2018) sekutar pukul 22.30. Belum diketahui tewasnya empat warga desa tersebut apakah karena keracunan atau ada faktor lain.

Ke empat warga yang tewas  tersebut diantaranya Tosan (45), warga Dusun Mongguk, Desa Juruan Daya dan Sugik (27), Junaidi (28), Sumahbi (47), ketiganya merupakan warga Dusun Muraas, Desa Badur, Kecamatan Batuputih, keempatnya warga tersebut dalam kondisi terbujur kaku dan saling berpelukan. Polisi masih melakukan penyelidikan.

Kasubag humas Polres Sumenep AKP Abd Mukit dalam keterangannya mengatakan, Kejadian naas tersebut bermula saat Tosan bersama anaknya Tikyono hendak menurunkan Pompa Air kedalam sumur untuk mengalirkan air ke sawahnya. Diduga mengalami keracunan.

"Tosan bertugas menurunkan pompa tersebut, setelah sampai didalam sumur tosan lalu menghidupkan mesin pompa tersebut, kemudian tosan naik lagi ke atas sumur untuk memastikan airnya sudah mengalir apa belum" kata Mukit Jumat, 13/4/2018.

 Mukit menjelaskan, setelah Tosan turun lagi ke dalam sumur dengan membawa sebatang bambu untuk digunakan penyanggah mesin pompanya agar tidak jatuh.

Tiba-tiba saat tosan berada didalam sumur dirinya merasa pusing dan sesak nafas dan mesin yang semula hidup dimatikan oleh tosan.

Anaknya (Tikyono) yang sedang berada diatas tiba-tiba mendengar suara rintihan didalam sumur, sontak dirinya memanggil bapaknya yang mengerang keskitan namun tidak ada jawaban dari bapaknya, selain itu Tukyono mendengar ada sesuatu yang jatuh kedalam air dan tiba-tiba mengeluarkan asap.

"Tikyono panik lalu berteriak dan meminta pertolongan kepada warga sekitar" terangnya.

Selang beberapa menit datanglah Masrono yang kala itu sedang mengendarai motor, karena mendengar ada orang yang meminta pertolongan.

"Marsono berusaha menolong dangan masuk kedalam sumur namun dirinya merasa pusing lalu dirinya naik lagi dikarenakan tidak kuat menahan pusing" lanjutnya.

Saat itu datanglah Sugik dan Junaidi untuk ikut membantu, dan keduanya berbarengan turun kedalam sumur.

"Ditunggu beberapa lama keduanya tidak kunjung keluar dari dalam sumur", imbuhnya.

Kemudian datang lagi sumahbi ikut  membantu dan dirinya juga masuk kedalam sumur, dirinya juga tak kunjung kembali setalah ditunggu selama sepuluh menit.

Kemudian sekira pukul 20.30 Wib, keluarga korban meminta tolong kepada Sapran (44), warga Susun Parebeab, Desa Nyabakan Timur, untuk mengeluarkan jenazah korban dari dalam sumur.

“Lalu pada 22.00 Wib, seluruh jenazah korban akhrinya bisa dikeluarkan dari dalam sumur dan bisa dibawa ke rumah masing-masing. Dari pihak keluarga juga menolak untuk di visum,” tuturnya

Saat ini Polisi tengah melakukann penyelidikan dan mengamankan sumur tua tersebut apakah betul sunur itu mengndung racun atau ada faktor lain. Sejauh ini juga sudah meminta keterangan keluarga korban. (fidz)

SURABAYA (Korantransparansi.com) - Kalangan DPRD Jawa Timur gerah. Pasalnya PT Panca Wira Usaha (PWU),perusahaan plat merah milik Pemprov Jawa Timur tersebut terancam gagal mengembangkan usahanya. Terutama bidang pembangunan jalan tol diwilayah Legundi-Bunder,Gresik. 

Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur Sahat Tua Simajuntak SH mengatakan, Komisi C sebagai mitra kerja BUMD BUMD mengkawatirkan kinerja PT PWU mengingat bukan kali ini saja terancam mengalami kegagalan usaha. Sebelumnya dalam usaha pembangunan property The Frontage di kawasan jalan A Yani Surabaya juga bermasalah sehingga gagal terealisasi.

Kondisi ini menunjukan bahwa Dirut PT PWNU tidak konsisten.  Atas kinerja yang tidak maksimal itu, Sahat Tua Simanjuntak akan meminta pertanggung jawaban manajemen PT PWU Jatim yang gagal mengembangkan bisnis usahanya di sektor lain.

”Seharusnya ada business plan atau rencana bisnis sebelum melakukan investasi di sektor lain. Saya kira mereka tak konsisten dengan bidang usahanya dan ceroboh sekali,” kata Sahat di DPRD Jatim, Kamis (12/4/2018).

Sahat Tua Simanjuntak mengatakan PT PWU Jatim terlihat tak pernah terbuka dengan DPRD Jatim, terlebih lagi dengan Komisi C DPRD Jatim selaku mitra pengambil kebijakan. Padahal, kata dia, seharusnya pihak DPRD diberitahu terlebih dahulu terutama menyangkut rencana bisnis.

“Seharusnya kami diberitahu business plan-nya. Bukan setelah ada masalah baru minta dukungan DPRD Jatim. Manajemen PT PWU Jatim harusnya mengedepankan prudential invest principle (Asas kehati-hatian dalam berinvestasi),” jelas pria asal Surabaya ini.

Sahat juga keberatan adanya statemen Direktur Utama PT PWU Jatim Basanto Yudoyoko yang menyebut adanya keterlibatan secara tak langsung gubernur Jatim Soekarwo dalam mengambil keputusan untuk pengembangan usaha di sektor jalan tol.

Sahat mengingatakan manajemen PT PWU Jatim untuk tak seenaknya melakukan investasi di luar bisnis utamanya. Dia menegaskan, PT PWU Jatim seharusnya lebih konsisten, dalam mengelola bisnisnya.

”Target Penerimaan PAD yang ditetapkan tiap tahun selalu ditingkatkan, dan PT PWU Jatim selalu minta diturunkan target penyetoran PAD dengan alasan ekonomi dan lain-lain. Lha sekarang justru melakukan investasi yang PAD-nya kembali butuh jangka panjang. Mereka tak konsisten dalam mengelola bisnisnya,”tandasnya dengan geram. (min)

SURABAYA (KoranTransparansi.com) - Pasangan Cagub-Cawagub Jawa Timur nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak, mengikuti pembekalan anti korupsi dan deklarasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pasangan calon kepala daerah se-Jawa Timur. Kegiatan tersebut diprakarsai oleh KPK bersama Kementerian Dalam Negeri, Pemprov Jawa Timur, KPU dan Bawaslu Jawa Timur.

Dalam acara yang digelar di Gedung Negara Grahadi tersebut, nampak juga pasangan Cagub-Cawagub Jawa Timur nomor urut 2, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno. Selain itu, Mendagri Tjahjo Kumolo, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dan Ketua KPU Jawa Timur Eko Sasmito juga nampak di lokasi acara.

"Pengumuman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara pasangan calon kepala daerah Provinsi Jawa Timur," ujar Eko membuka laporan LHKPN Cagub-Cawagub Jawa Timur, Kamis (12/4/2018).

Dari laporan yang dibacakan oleh Eko, Khofifah merupakan calon kepala daerah Jawa Timur yang pertama kali melaporkan harta kekayaannya pada KPK. Mantan Menteri Sosial itu melaporkan hasil kekayaannya pada 31 Desember 2017. Sementara Emil, melaporkan kekayaannya pada 8 Januari 2018.

Untuk Gus Ipul, dirinya melaporkan harta kekayaan miliknya pada 5 Januari 2018. Puti, menjadi yang paling terakhir melaporkan harta kekayaannya pada KPK. Puti baru melapor pada 12 Januari 2018.

Sebelum pembacaan LHKPN, Tjahjo mendapat kesempatan untuk berpidato di depan seluruh calon kepala daerah se-Jawa Timur. Dalam pidatonya, Tjahjo berpesan bila mereka terpilih sebagai kepala daerah, untuk menghindari area-area yang rawan korupsi. 

Menurut Tjahjo, bila mereka cermat dan berhati-hati, tidak akan ada lagi kepala daerah yang terjebak dalam korupsi. 

LHKPN sendiri merupakan kewajiban bagi seluruh calon kepala daerah untuk melaporkan harta kekayaan yang mereka miliki pada KPK. (min)

 

SURABAYA (KoranTransparansi.com) - Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno menegaskan komitmennya untuk memperkuat pemerintahan yang bersih, transparan, dan antikorupsi.

Penegasan kandidat nomor 2 itu disampaikan pasca menghadiri Pembekalan Antikorupsi dan Deklarasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di Gedung Negara Grahadi, Kota Surabaya, Kamis (12/4).

“Kami berdua komitmen memperkuat pemerintahan yang bersih, antikorupsi, seperti harapan masyarakat dan semua pihak lain,” kata Gus Ipul pada wartawan.

Langkah utama, kata dia, dilakukan dengan memperkuat sistem transparansi pemerintahan Jawa Timur, baik dalam pengelolaan APBD maupun dalam pelaksanaan kewenangannya.

“Semua sudah terbuka. Bahkan APBD juga bisa diakses secara elektronik. Transparan. Lelang proyek juga dilakukan terbuka melalui sistem internet,” kata Gus Ipul.

Upaya berikut, kata dia, memperkuat akuntabilitas penggunaan anggaran. Yakni, setiap rupiah dari APBD bisa dipertanggungjawabkan penggunaannya. 

“Saya kira dua hal itu, bisa mendorong munculnya kepercayaan atau trust dari masyatakat. Pada akhirnya, akan memicu partisipasi publik,” kata Gus Ipul.

Selama dua periode menjadi wakil gubernur Jawa Timur, pernah menjadi menteri dan anggota DPR, praktis Gus Ipul mempunyai rekam jejak yang baik. “Saya kira masyarakat Jawa Timur pun akan bisa ikut mengontrol jalannya pemerintahan, jika saya dan Mbak Puti terpilih nanti,” kata dia.

Pasangannya, Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno juga mempunyai rekam jejak yang bersih, selama 2 periode menjadi anggota DPR RI. Harta kekayaan dia juga tercatat paling kecil Rp 1,8 miliar.

“Kehadiran Gus Ipul dan saya di acara KPK ini merupakan bagian dari komitmen kami berdua untuk memperkuat sistem pemerintahan yang bersih,” kata Puti Guntur.

Ia menambahkan, kemajuan teknologi informasi yang diaplikasikan dalam pemerintahan, pada akhirnya memperkuat transparansi sistem. “Penggunaan sistem elektronik nanti akan ditingkatkan,” kata Puti.

Gus Ipul juga menjanjikan keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan. “Bahkan, supaya lebih detail saya bersama Mbak Puti ingin menyelenggarakan Musrembang khusus perempuan. Jadi, khusus perempuan dulu, sebelum yang reguler,” jelasnya. 

Upaya itu dimaksudkan agar aspirasi dan masalah-masalah perempuan bisa dipotret lebih detail dan dilaksanakan melalui program yang lebih tajam. “Ini rencana kami dengan Mbak Puti kalau masyarakat memberikan amanat untuk memimpin Jatim,” ujarnya.

Gus Ipul mengakui peran penting kaum perempuan dalam pembangunan Jawa Timur. “Karena mereka memiliki peran besar dalam perekonomian dan pembangunan Jawa Timur,” ungkapnya. (min)

 

SURABAYA (KoranTransparansi.com) - Wakil Ketua KPK RI Irjen Pol. Basaria Panjaitan mengungkapkan bahwa setelah melalui analisa yang mendalam, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat kebijakan baru. 

Kebijakan tersebut dilakukan dengan bicara soal korupsi sejak sebelum pasangan calon kepala daerah terpilih. Dimana persoalan pencegahan awal dinilai lebih baik hasilnya.

“Hal tersebut dilakukan melihat saat ini banyak sekali paslon yang terjerat  dalam  ranah tindak korupsi. ungkap Basaria Panjaitan dalam kesempatan memberikan pesan khusus kepada 56 paslon peserta pemilukada Jawa Timur di gdung negara Grahadi Surabaya, Kamis (12/4/2018)

Tujuan utamanya yaitu mencegah masuknya paslon pada ranah tindak korupsi.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan Deklarasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Pasangan Calon Kepala Daerah se Jatim Untuk Mewujudkan Pilkada yang bertintegritas 

Lebih lanjut Basaria Panjaitan menyampaikan, bahwa komitmen para paslon wajib disertakan sebuah integritas atau satu kesatuan antara kejujuran, perencanaan, sosialisasi program pada masyarakat dan harus ada implementasi. 

Menurutnya sebuah kejujuran itu dinilai sangat perlu. Salah satunya lewat penyerahan LHKP (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara). Karena banyak sekali paslon yang tidak jujur menyerahkan LHKP, terutama bagi petahana. 

Hal tersebut sangat berpengaruh pada biaya pemilukada yang besar tidak sesuai dengan harta kekayaan yang dimiliki. Sehingga untuk menutupi biaya besar tersebut dilakukan ijon proyek khususnya pada petahana, mahar politik atau dinasti politik.

“Yang perlu diperhatikan partai politik yang pertama, rekruitmen kader harus benar-benar diperhitungkan, jangan sampai hanya sebagai alat untuk memperkaya diri saja. Kedua, kaderisasi harus dipersiapkan secara matang. 

Dengan harapan para kader sudah siap untuk menjadi pemimpin. Pematangan kader melalui pendidikan dan pelatihan tentang anggaran, perijinan dan lain-lain,” tandasnya. 

“KPK juga berfungsi sebagai pendorong agar semua lembaga, aparat hukum terlepas dari jerat ranah hukum. Salah satu yang bisa dilakukan adalah parpol membuat kode etik, transparansi anggaran, penguatan penyelenggaraan penegakan hukum terpadu,” imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, SH pada kesempatan yang sama berharap agar para paslon dalam menandatangani fakta integritas yang sudah dilaksanakan harus bisa dilakukan dengan hati nurani dan tidak hanya segera menandatangani.

Selain itu, Mendagri Tjahjo Kumolo berpesan agar para paslon harus memiliki impian, gagasan yang cemerlang. Mereka harus bisa menyusun konsep, kemudian menjabarkan dan mengimplementasikan dalam program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Kepada paslon terpilih, dirinya menitipkan agar mereka harus peduli terhadap pemberantasan radikalisme dan terorisme yang sedang marak. 

“Ormas tidak  dilarang di Indonesia, asal mereka mengakui adanya Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI,” ungkapnya. 

Selain itu juga dirinya mengingatkan akan bahaya narkoba yang sedang marak di Indonesia, dimana keberadaannya saat ini semakin menggurita.

Dengan diadakannya Pembekalan Anti Korupsi dan Deklarasi LHKPN Pasangan Calon Kepala Daerah se Jatim Mendagri berharap Pemilukada Serentak akan lebih bermartabat membangun masyarakat dan memperkuat otonomi daerah. (min)

  

SURABAYA (KoranTransparansi.com) - Pelaksana Harian (Plh.) Gubernur Jawa Timur Dr H Akhmad Sukardi, MM meminta kepada 56 Pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur, Bupati- Wakil  Bupati dan Walikota-Wakil Walikota yang mengikuti Pilkada serentak, siapapun yang terpilih harus siap melanjutkan capaian program pembangunan pemerintah. 

Bahkan, dirinya berharap agar para paslon terpilih bisa melanjutkan program pemerintah lebih baik dari sebelumnya. 

"Mereka harus memahamu pembangunan proyek strategis nasional dan infrastruktur yang sedang masif dilakukan di Jawa Timur," tutur Akhmad Sukardi saat pembekalan  Anti Korupsi dan Deklarasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Pasangan Calon Kepala Daerah se Jatim Untuk Mewujudkan Pilkada Berintegritas 2018, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (12/4). 

Akhmad Sukardi yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Jatim ini menjelaskan, pembangunan yang sedang dilakukan antara lain di sektor transportasi darat yaitu pembangunan double track jalur kereta api, proyek Tol Trans Jawa yang ditargetkan pada akhir 2019 tersambung mulai Merak - Banyuwangi serta sektor transportasi udara berupa pengembangan bandara.

“Tentunya peran kepala daerah khususnya dalam pembebasan lahan sangat menentukan pencapaian target tersebut agar tepat waktu. 

Dan muara dari pembangunan itu tidak lain untuk peningkatan konektivitas tersebut adalah untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur,” ujarny

Apalagi, sebut Akhmad Sukardi, menurut hasil riset Asia Competitiveness Institute (ACI) 2017 menunjukkan kalau Provinsi Jawa Timur merupakan provinsi dengan tingkat kemudahan berbisnis (ease of doing business/edb) paling tinggi dibanding dengan 33 provinsi lainnya. Riset tersebut menggunakan kategori daya tarik bagi investor (Attractiveness to investor), keramahan bisnis (business policies).

Hal lain yang perlu diketahui dan dicermati oleh paslon terpilih adalah saat ini Presiden RI meluncurkan Making Indonesia 4.0, dimana program tersebut merupakan program yang bertujuan untuk membangun industri manufaktur dengan berdaya saing global, yakni melalui revolusi industri. Dimana seluruh daerah di Jawa Timur harus siap dalam mengantisipasi dan berperan dalam program tersebut.

Pada kesempatan itu, Akhmad Sukardi juga mengingatkan permasalahan yang krusial, yaitu berkaitan dengan fakta bahwa semakin besar kapasitas fiskal daerah, semakin besar pula peluang dan godaan untuk memperkaya diri. 

“Disinilah itikad awal dari para calon kepala daerah harus benar-benar ditegakkan, yaitu menggunakan APBD untuk membangun daerah dan memanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,”  pesannya.

Pihaknya juga mengingatkan kembali agar para paslon tidak hanya berkomitmen melakukan kampanye damai, siap menang dan siap kalah. Namun, mereka juga diharapkan mampu dan siap melaksanakan visi, misi sesuai janji kampanye yang telah disampaikan.

“Tahapan yang perlu mendapatkan perhatian bersama yaitu tahapan pasca pilkada. Situasi masyarakat yang terkotak-kotak juga harus segera disatukan kembali,” pungkasnya. (min)

Thursday, 12 April 2018 18:35

Duda 58 tahun, Cabuli Anak 7 Tahun

 

SUMENEP (KoranTransparansi.com) - Para orang tua yang merasa punya anak perempuan dibawah usia remaja harus lebih waspada. Pasalnya, kasus pencabulan di kota yang taat beribada di Sumenep  makin sering terjadi. Terakhir menimpa pada bocah berusia 7 tahun. Sebut saja namanya Bunga (samaran).

Bunga menjadi korban nafsu bejat seorang kakeh berusia 58 tahun. Namanya Musaka. Ironisnya, Musaka adalah orang sehari hari sudah dikenal oleh korban. Ini terjadi di  Desa Tambak Agung Ares, Kecamatan Ambunten, sumenep, Kamis 12/04/2018 tersangka melampiaskan nafsu libidonya sebanyak 10 kali.

Akibat dari kejadian itu, kakek tersebut ditangkap polisi. Pelaku pun terancam dipenjara 15 tahun atas kasus pencabulan anak di bawah umur.

Wakapolres Sumenep, Kompol Sutarno mengatakan, tersangka merasa kesepian setelah istrinya meninggal dunia setahun lalu. Kemudian tersangka melampiaskan nafsu libidonya kepada anak-anak.

“Iya mungkin dikarenanakan anak-anak tidak akan melawan dan juga gampang diajak untuk memenuhi keinginan tersangka,” ujar Sutarno, saat konferensi pers di Mapolres Sumenep, Kamis 12/04/2018 siang.

Sutarno menjelaskan kronologis pencabulan itu saat korban bersama ibunya datang ke rumah tersangka untuk nonton TV. Kemudian korban mengeluh lapar. Lalu, tersangka mengajak korban ke dapur untuk makan.

Sesampainya di dapur tersangka mengajak korban ke tempat tidur di dekat dapur. Di tempat tidur tersebut tersangka menyingkap rok dan melepas celana dalam korban.

Setelah terlepas, kemudian tersangka menyingkap sarungnya dan juga menempelkan alat vitalnya yang sudah tegang ke paha, dan kemaluan bocah bau kencur itu.

Tak puas, tersangka lalu menggesek-gesek kemaluannya pada paha dan organ vital korban. Namun, perbuatan tersangka tersebut di ketahui oleh ibu korban, sehingga tersangka tidak sampai memasukkan kemaluannya ke dalam organ vital bocah tersebut.

"tersangka merasa kesepian setelah istrinya meninggal dunia setahun lalu. Kemudian tersangka melampiaskan nafsu birahinya kepada anak-anak" jelasny kepada media.

Dati kasus tersebut akhirnya polisi menyita barang bukti (BB) berupa sprei warna orange milik tersangka, baju warna hijau motif batik lengan pendek milik korban dan baju lengan panjang.

Karena kebejatannya, kakek yang bekerja sebagai petani ini terancam hukuman 15 tahun penjara (fidz).

Surabaya (KoranTransparansi.com) –  Kurang 75 hari Pilkada Jawa Timur, Calon Wakil Gubernur nomor 2 Puti Guntur Soekarno makin sering mengangkat program pemerintahan. Alumni FISIP Universitas Indonesia getol kampanye agenda kesejahteraan.

“Gus Ipul dan saya ingin mendorong pemilih agar punya pertimbangan matang dalam memilih, dengan cara: mencermati program-program. Karena itu, setiap ketemu masyarakat Jawa Timur, kami selalu kampanye program,” kata Puti Guntur Soekarno di Surabaya, Kamis (12/4/2018).

Dalam sebulan terakhir, di berbagai daerah, Puti Guntur memilih untuk menjelaskan agenda-agenda pro-kesejahteraan yang disusun bersama Calon Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul), pasangannya

Kenapa lebih fokus di agenda kesejahteraan? “Karena program kesejahteraan dapat langsung dirasakan rakyat. Ini juga memastikan arah pengelolaan anggaran pemerintahan dari Gus Ipul dan saya, jika terpilih,” kata Puti.

Rabu kemarin, Puti Guntur berkampanye seharian di Kabupaten Madiun, wilayah penting di Mataraman. Puti Guntur tampil bersama Calon Bupati Djoko Setijono dan Calon Wakil Bupati Suprapto. 

Kedua pasangan Pilkada Kabupaten Madiun itu sama-sama diusung PKB dan PDI Perjuangan, dua dari empat parpol pemgusung Gus Ipul-Puti Guntur. Bertemu dwarga Dolopo dan Kare, Puti Guntur mengangkat pendidikan gratis untuk SMA/SMK.

“Saya pastikan, jika Gus Ipul dan saya terpilih, kami berdua akan menjalankan pendidikan gratis untuk SMA dan SMK Negeri yang dikelola Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” kata Puti.

Selain belanja pegawai, kata dia, kebijakan itu akan menyedot Rp 1,5 triliun dari APBD Jawa Timur, yang tahun 2018 disahkan Rp 30 triliun. 

“Kami berdua juga memperhatikan ibu-ibu yang menjadi kepala rumah tangga, dengan menyusun program ‘PKH Super” yakni pemberian bantuan modal untuk usaha ibu-ibu tersebut yang tidak mampu,” kata Puti.

Puti Guntur juga menyampaikan program pemberian paket nutrisi kepada masyarakat miskin berupa ayam, daging, telur dan susu. “Gus Ipul dan saya juga merumuskan Kartu Jatim Sehat, yang memberi perlindungan kesehaatan, seperti BPJS dan Kartu Indonesia Sehat,” kata Puti.

Secara keseluruhan, ia memastikan, pemerintahan Gus Ipul dan dirinya ke depan akan memperkuat program Nawacita Presiden Jokowi di Jawa Timur. 

“Kami merumuskan 9 agenda kerja yang selaras dan memperkuat Nawacita. Dari 9 itu, tiga program prioritas akan kami kerjakan dalam 100 hari sejak pelantikan,” kata Puti Guntur Soekarno. (min)

Page 9 of 505
banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...