Surabaya (KoranTransparansi) - Persebaya sukses memberikan kado terindah untuk Kota Surabaya yang sedang merayakan Hari Pahlawan Nasional. Klub berjulukan Bajul Ijo itu menang 3-0 (1-0) atas PSM Makassar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu malam (10/11/2018).

Tiga gol Persebaya lahir berkat Feri Pahabol (39’), David da Silva (68’), dan Fandry Imbiri (89’). Sementara PSM yang sempat tampil disiplin di lini belakang gagal mencetak gol balasan.

“Kami telah diberi kebahagian karena berhasil menang dengan cara yang luar biasa. Di hari yang bersejarah pada 10 November untuk Surabaya, pemain patut mendapat apresiasi setinggi-tingginya,” kata pelatih yang akrab disapa Djanur itu setelah pertandingan.

Tak hanya menjadi kado untuk Surabaya, tiga poin ini juga semakin membanggakan lantaran didapat dari PSM yang notabene pemuncak klasemen. Belum lagi, target kemenangan ini juga dirasa akan mengunci posisi Persebaya tidak terdegradasi.

“Kami berhasil menang besar dari tim besar yang merupakan kandidat juara. Boleh dikatakan, jalannya pertandingan memang kami kesulitan. Tapi, beruntung kami bisa satu gol di babak pertama,” ucap Djanur, dikutipdaribola.com

“Dengan begitu, babak kedua akan berubah dan kami lebih leluasa. Pemain mampu memanfaatkan peluang dengan baik dan akhirnya kami menambah koleksi gol tambahan. Sekarang kami aman, insyaAllah bisa tetap bertahan di Liga 1,” imbuhnya.

Tambahan tiga poin ini membuat Persebaya menguni peringkat kesembilan klasemen sementara dengan 41 poin. Mereka terpaut 12 poin dari PSM yang masih kokoh di puncak dengan 53 poin.(nov)

Surabaya (KoranTransparansi.com)– Peringatan Hari Pahlawan ke-73 dan Hari Kesehatan Nasional ke-54, berlangsung di Taman Surya Balai Kota, Sabtu, (10/11/18). Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bertindak sebagai inspektur upacara.

Menteri Sosial dalam sambutan tertulis dibacakan Wali Kota Risma, menekankan pentingnya peringatan Hari Pahlawan.

Ditegaskan, kegiatan peringatan Hari Pahlawan bukan semata sebuah acara, namun harus sarat makna. Bukan hanya sebagai prosesi, namun substansi setiap peringatan Hari Pahlawan, harus dapat menggali dan memunculkan semangat baru dalam mengimplementasikan nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari.

“Untuk itu, kiranya seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Pahlawan harus menjadi energi, dan semangat baru mewarisi nilai perjuangan dan patriotism dalam membangun bangsa Indonesia,” katanya.

Dan dalam amanatnya, Wali Kota Risma berpesan, agar peringatan Hari Pahlawan menjadi momentum bagi bangsa lndonesia untuk melakukan introspeksi diri. Sampai seberapa jauh setiap komponen bangsa dapat mewarisi nilai-nilai kepahlawanan, melanjutkan perjuangan, mengisi kemerdekaan demi mencapai NKRI yang sejahtera, adil dan makmur.

“Pada hakikatnya, setiap perjuangan pasti ada hasilnya, namun tidak ada kata akhir atau berhenti untuk berjuang. Setiap etape perjuangan, berlanjut pada etape perjuangan berikutnya, sesuai tuntutan lingkungan strategis,” papar Risma.

Dikatakan pula, setiap zaman pasti ada pahlawannya, dan setiap pahlawan pasti berkiprah di eranya. Terkait hal itu, maka bangsa Indonesia memerlukan pahlawan baru. “Indonesia saat ini membutuhkan sosok yang berdedikasi dan berprestasi pada bidangnya untuk memajukan negeri ini,” imbuhnya.

Terlebih lagi, lanjut Risma, dibutuhkan sosok pemuda lndonesia sebagai generasi penerus yang mempunyai jiwa patriotisme, pantang menyerah, berdisiplin, berkarakter, menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan di bidangnya.

“Pada akhirnya, melalui momentum peringatan Hari Pahlawan, saya mengajak marilah kita berbuat yang terbaik bagi bangsa ini. Mari berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” katanya.

Peringatan Hari Pahlawan kali ini, Risma menyerahkan penghargaan kepada 90 warga dan lembaga di Surabaya yang dianggap punya andil prestasi terhadap kemajuan kota. Di akhir acara, peserta upacara disuguhkan dengan penampilan teatrikal Merah Putih dari 600 siswa-siswi se-Surabaya. Selain itu, acara juga dimeriahkan dengan pertunjukan senam cuci tangan bersama 500 pelajar SD Surabaya.

Tampak hadir, Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Surabaya, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Surabaya, pejuang veteran, pekerja sosial masyarakat, dan ribuan pelajar SD dan SMP dari berbagai sekolah di Surabaya. (wt)

 

 

 

 

Surabaya (KoranTransparansi.com) - Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan  memaknai semangat kepahlawanan dengan bertarung dalam pasar internasional. Bertarung di sini artinya tidak hanya menjadi pasar, tetapi ikut andil dan berkompetisi dalam pasar internasional.

“Yang membuat semangat itu adanya tantangan karena banyak negara yang membuat tantangan. Jangan sampai kita menjadi pasar terhadap produk-produk luar negeri. Jadi kalau mau maju, tantangan kita yakni mengembangkan produksi yang kita punyai dan bertarung dalam pasar internasional,” 

Untuk mampu bertarung dalam pasar internasional, negara dan pemerintah harus memberikan kemampuan dan dorongan agar bisa bertarung atau berkompetisi lebih baik. Ungkap Gubernur  usai menjadi Irup pada Peringatan HariPahawan 10 NoveberSabtu(10/11/2018).

Sementara dalam Amanat Menteri Sosial yang dibacakan Pakde Karwo dikatakan, peringatan Hari Pahlawan harus melahirkan ide dan gagasan mentransformasikan semangat pahlawan menjadi keuletan dalam melaksanakan pembangunan. 

Mentransformasikan keberanian melawan penjajah menjadi inspirasi mengusir musuh bersama bangsa saat ini antara lain kemiskinan.

Selanjutnya, transformasi kecerdikan para pahlawan dalam mengatur strategi, menjadi inspirasi rakyat Indonesia untuk melakukan inovasi cerdas memperkuat daya saing bangsa dalam pergaulan dunia. 

Karena itu, peringatan Hari Pahlawan bukan semata sebuah acara, namun harus sarat makna. Bukan hanya sebagai prosesi, namun substansi setiap peringatan Hari Pahlawan harus dapat menggali dan memunculkan semangat baru dalam implementasi nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari. 

“Hal ini penting karena nilai kepahlawanan bukan bersifat statis namun dinamis, bisa menguat bahkan dapat melemah. Untuk itu, seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Pahlawan harus menjadi energi dan semangat baru mewarisi nilai kejuangan dan patriotisme dalam membangun bangsa Indonesia” kata Pakde Karwo saat membacakan Amanat Menteri Sosial. 

Makna Hari Pahlawan Bagi Bude Karwo, ebagai Empowering Kaum Perempuan

Sementara itu, Ketua TP PKK Prov. Jatim  Hj. Nina Soekarwo, M.Si mengatakan, peringatan Hari Pahlawan dimaknai sebagai semangat memberdayakan (empowering) bagi kaum perempuan khususnya di bidang ekonomi. Kaum perempuan itu sangat hati-hati / prudent. Sehingga dengan menggerakkan kaum perempuan maka bisa ikut menyejahterakan keluarga. 

“Ini perjuangan perempuan untuk mengangkat ekonomi. Jadi pemberdayaan perempuan itu sudah dilakukan dengan memberikan modal yang bisa menumbuhkan kaum perempuan untuk berkembang dengan home industry atau UMKMnya,” jelas Bude Karwo sapaan isteri Gubernur Jatim. 

Dijelaskan, TP PKK Prov. Jatim sepakat dengan Gubernur Jatim membuat Kopwan yang pada tahun 2011 itu sudah menjadi 8.506 unit. Dikarenakan ada penggabungan (merger) desa/kelurahan di Jatim, jumlah Kopwan menjadi 8.501 unit.  

“Alhamdulillah seluruh desa/kelurahan di Jatim sudah terbentuk Kopwan. Kopwan ini diharapkan terus bisa berkembang dan menggerakkan perekonomian Jatim,” harapnya. (min)

Bertahan dengan Keyakinan dan Kepasrahan

Catatan Transparansi  : Joko Tutuko

 

’’Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan" (QS 94: Al-Inshirah 5-6)

Alhamdulillah wa syukurilah dengan penuh keyakinan bahwa sesudah kesulitan akan ada kemudahan, sebagaimana ayat 5-6 Surat Al-Inshirah di atas, keluarga besar Koran Transparansi (edisi media cetak) dan Korantransparansi.com serta Wartatransparansi.com (media online), berhasil melewati masa ujian terberat menerbitkan sebuah media cetak dan secara konsisten dengan penuh keyakinan dan kepasrahan, menyajikan berita-berita terbaru sesuai dengan kaidah jurnalistik sebagaimana menjadi kewajiban media pers melakukan kerja sebagai tanggung jawab moral.

Tentu saja dalam menjaga indepensi sebagai pemilik dan pekerja pers, menjaga demokrasi yang berkeadilan sebagai wartawan sejati, dalam menjaga hak asasi manusia secara proprosional tanpa menjual harga diri, juga menjaga profesional dalam menjalankan fungsi pers yang mengandung muatan sangat mendalam tentang keseimbangan, tanpa harus menggadaikan kontrol sosial sebagai panglima dalam menyampaikan informasi yang mengandung nilai kritik konstruktif.

Mengapa fungsi pers sangat sarat dengan muatan keseimbangan atau dalam bahasa populer pers sering disebut cover both side, sebab ada lima fungsi secara nyata memang, menjadi tanggung jawab pers untuk menyampaikan dan menysajikan secara seimbang. 

Sebab pers, wajib menyampaikan informasi dengan benar juga aktual, secara terus menerus melakukan edukasi maupun literasi sebagai fungsi pendidikan, bahkan tidak berlebihan melakukan kontrol sosial, serta menyeimbangkan dengan menyajikan berita hiburan secara umum. 

Bahkan juga berfungsi ekonomi sebagai badan usaha, dari 5 muatan ini, maka kecerdasan, kecerdikan, kecepatan, kecermatan, dan kecekatan dalam menyajikan informasi diuji secara profesional.

Menyeimbangkan 5 fungsi, selama 2 tahun menjalankan media cetak dan media online (media sosial pers), tidak mudah dan penuh dengan liku-liku. Bahkan sempat mengalami perubahan visi (pandangan) sesuai dengan nama media ini, transparansi. 

Pandangan independen sebagai pembawa pesan dan aspirasi dari masyarakat, sejak awal terbit ialah menjadi bagian dari upaya menjembatani informasi publik dari badan publik pemerintah dan non-pemerintah (organisasi pemerintah dan nonpemerintah) yang menggunakan APBN dan APBD Provinsi dan Kabupaten. Kota, serta sumbangan dari masyarakat dan bantuan luar negeri, dengan masyarakat dari berbagai kalangan untuk membiasakan berkomunikasi menyampaikan informasi publik secara aktif dan terbuka, sesuai dengan ketentuan undang-undang.

Bahkan, masyarakat setelah menerima informasi publik secara terbuka, sesuai dengan tujuan Undang Undang Keterbukaan Informasi Publik, melakukan peran aktif dalam proses kebijakan publik yang secara tehnis diatur sedemikian rupa, sehingga terjadi komunikasi aktif antara badan publik (pemerintah dan nonpemerintah) dengan masyarakat, sehingga kepercayaan badan publik melalui informasi publik yang terbuka terus menerus, akan meningkat di mata rakyat, dan setidak-tidaknya, baik secara manejemen standar, juga  selamat dalam pertanggungjawaban akhirat kelak.

Sebab, dengan membuka informasi publik yang memang menjadi hak publik atau hak masyarakat untuk mengetahui, maka kewajiban pertanggungjawban secara administrasi sudah gugur. Karena sesungguhnya informasi publik dari badan publik adalah hak publik atau hak masyarakat. Dan masyarakat dalam berperan aktif, tentu saja saling memberikan masukan dan menerima informasi secara sehat dan bermanfaat. Bukan menjadi penghambat organisasi badan publik.

Tentu saja pandangan Koran Transparansi menjadi jembatan antara badan publik dan publik pemilik sah informasi itu, melalui proses jurnalistik yang sangat elegan, santun, dan beriwbawa, sehinga masing-masing pihak akan mendapat harkat dan martabat sebagaimana mestinya.

Demikian juga misi atau upaya mewujudkan dari visi itu dalam proses jurnalistik melalui kekuatan media cetak dan media online, maka akan ada komunikasi yang sehat dan kuat, ada keseimbangan penyampaian data yang  berkualitas, ada penyampaikan informasi yang sangat menyenangkan hati.

Konsep ini memang baru 3 edisi awal secara garis besar tersajikan dengan penuh kehati-hatian, tetapi karena tidak mudah ’’membudayakan’’ keterbukaan informasi publik, maka Koran Transparansi dan Korantransparansi,com juga Wartatransparansi.com dengan penuh keyakinan dan kepasrahan, tetap bertahan terbit dan terus up-date dengan informasi gado-gado.

Kebenaran

Salah satu keyakinan dan kepasrahan mampu terbit dan terus up-date, mengingat kami bekerja dengan kebenaran dan kejujuran yang berkeadilan, tidak ada muatan ’’menghakimi’’ atau sajian kriminal yang jelas-jelas menodai Kode Etik Junalistik, juga tidak ada usaha-usaha kurang beretika ditunggangi atau menunggangi informasi hoax, yang tumbuh subur pada saat Koran Transparansi dan Korantransparansi,com juga Wartatransparansi.com, memulai melakukan terobosan.

Salah satu keyakinan dan kepasrahan mampu menjadi bagian dari produk media pers yang berkualitas, karena kami tidak sekedar terbit dan meng up-date berita-berita terbaru, hanya karena nafsu atau terburu-buru. Tetapi menghitung dengan 5-K  sebagai kami sebutkan di atas. (kecerdasan, kecerdikan, kecepatan, kecermatan, dan kecekatan). 28 Oktober 2016 memulai menyajikan informasi pers. 

Oleh karena itu, dengan modal kebenaran dan kejujuran, menjadi salah satu senjata bahwa media ini masih akan hidup sampai kapan pun. Dan insyaAllah pada saatnya akan menjadi media pers, khusus transparansi atau informasi publik.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS Ibrahim : 7 yang artinya: “Barang siapa yang bersyukur atas nikmatku kata Allah, niscaya aku akan menambah nikmat itu. Akan tetapi barang siapa yang kufur atas nikmat Ku kata Allah, maka azab ku sangatlah pedih,". Bukan berarti dengan kebenaran itu Koran Transparansi dan Korantransparansi,com juga Wartatransparansi.com, akan terbit secara ghaib atau otomatis berjalan dengan sendiri tanpa upaya maksimal melakukan perubahan-perubahan serta pembaharuan sebagaimana sebuah media pers. Kami bersyukur atas nikmat Allah SWT, kami juga pasrah setelah melakukan usaha.

Kepada seluruh mitra kerja, pembaca, pengakses, pemberi informasi dari berbagai kalangan, juga tidak kalah penting mitra dalam usaha pers dalam bentuk apa pun, terutama perpaduan produk jurnalitik dengan iklan pariwara atau iklan dalam bentuk yang lain sesuai ketentuan, kami Koran Transparansi dan Korantransparansi,com juga Wartatransparansi.com, menyampaikan terima kasih dan mohon maaf, apabila dalam melakukan hubungan secara langsung maupun tidak langsung, ada hal-hal yang kurang berkenan.

Percayalah bahwa media pers ini ingin berbuat baik, mengangkat harkat dan martabat, serta wibawa, mereka yang menjadi bagian menyuarakan suara warga negara atas nama publik.

Dan, alhamdulillah terus menerus mensyukuri di antara kesulitan kadang juga kekurangan dalam banyak hal, di antara syukur itu ada kekuatan secara ghaib bahwa media ini harus terus menerus meng up-date dan tetap terbit walaupun harus menghafapi dengan berbagai kendala, yang insyaAllah dapat teratasi dengan baik, bahkan akan mencapai kejayaan pada saat menjelma menjadi media pers transparansi sebagaimana cita-cita luhur pada saat awal pendirian.

InyaAllah Koran Transparansi dan Korantransparansi,com juga Wartatransparansi.com, percayalah akan menjadi sinar terang benderang dalam menjaga kedamaian, keluhuran budi pekerti, serta sebuah gerakan menuju negara dengan pemerintahan yang berwibawa serta berwarewah, serta warna negara (masyarakat) yang penuh suka cita karena ’’merdeka’’.

Itulah sebuah keyakinan dan kepasrahan. ’’Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan" (*)

Surabaya (KoranTransparansi.com) – Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) 1957, genap berusia 61 tahun di tanggal 10 November. Di hari ulang tahun yang bersamaan dengan Hari Pahlawan, diperingati di Kota Malang selama dua hari. Yakni, Sabtu dan Ahad, (10-11/11/2018).

Menurut Achmad Fajar RH, ketua panitia, peringatan HUT Kosgoro 57 dan Hari Pahlawan tahun ini, dipusatkan di Kota Malang, dan diisi dengan berbagai kegiatan.

Dijelaskan, kegiatan awal ditandai dengan upacara di Monumen Pahlawan Trip, Kota Malang, di Jalan Ijen Kota Malang. Berlangsung Sabtu (10/11/2018), mulai pukul 10.00-12.00.

Usai upacara, kata Fajar, pada pukul 12.30, dilanJutkan dengan Tasyakuran HUT & Sarasehan, di Rumah Aspirasi RHC, komplek permata Jingga blok AA No. 9 Kota Malang.

Sedangkan puncak acara HUT Kosgoro 57 dan Hari Pahlawan yang diprakarsai Padepokan Kosgoro 1957, malamnya sekitar pukul 20.00, akan digelar Wayang Kulit di gedung Taman Krida Budaya, Jl. Soekarno Hatta Kota Malang.

Wayang Kulit dengan lakon Wahyu Topeng Wojo itu, jelas Fajar, dalangnya adalah Ki Aji Dwi Santoso.

Peringatan HUT akan ditutup dengan kegiatan penanaman bibit durian oleh Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 dan pengurus di Kec. Lawang, Kab. Malang. Pelaksanaannya Ahad, 11 November 2018, pukul 09.00-10.30 WIB.

“Total bibit durian yang akan ditanam ada 10 ribu. Namun secara simbolik cukup 10 seribu bibit,” kata Fajar.

Menjawab yang hadir, Fajar menjelaskan, untuk undangan dan tamu dari Jakarta, yang sudah hadir lebih 40 orang. Termasuk di dalamnya Ketua Umum Kosgoro Dr Agung Laksono dan Ridwan Hisyam yang juha Caleg DPR RI Dapil Malang Raya.

“Tentunya, kami berharap kepada semua pengurus PDK Kosgoro Jawa Timur, untuk ambil bagian dalam peringatan HUT ke 61 tahun ini,” ujarnya mendampingi Yusuf Husni, Ketua Kosgoro Jatim. (wt)

 

Saturday, 10 November 2018 08:05

BPPT inspeksi bodi LRT Jabodebek di Madiun

Jakarta (KoranTransparansi.co)  - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan inspeksi bagian bodi (car body) Light Rail Transit  (LRT) Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodebek) di fasilitas PT Inka Madiun Jawa Timur.

Kepala Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur BPPT, Sudarmadi, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat, mengatakan pihaknya tengah menguji kekuatan struktur kereta LRT Jabodebek ini.

 "Misalnya bagaimana jika diberi beban yang besar, dapat terus berjalan dengan aman," katanya.

Sementara Direktur Pusat Teknologi Industri Permesinan BPPT Barman Tambunan mengatakan saat ini BPPT berfokus untuk menyiapkan aspek keamanan desain teknologi untuk LRT Jabodebek, yakni aspek  Reliability, Availability, Maintainability and Safety (RAMS) yang menjadi titik perhatian.

Menurut Barman, yang juga menjadi Kepala Program LRT BPPT, pihaknya juga terus  memeriksa validasi dan verifikasi desain, manajemen proyek serta pengawasan terhadap proses kualitas.

"Kontribusi utama BPPT secara teknis adalah dalam perhitungan RAMS untuk komponen utama yang disepakati, proses manufaktur dan supervisi untuk passenger information display," lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pelayanan Teknologi BPPT Yenni Bachtiar mengatakan bahwa kerja sama antara BPPT dan PT Inka ini juga merupakan kolaborasi bersama beberapa perguruan tinggi terkait seperti Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada dan Universitas Sebelas Maret Solo. (guh)

Surabaya (KoranTransparansi.com) – Drama kolosal Surabaya membara yang digelar dalam rangka peringatan hari Pahawan10 November didepan kantor gubernuran Jalan Pahlawan Surabaya, membawa 3 korban jiwa.

Menurut Polrestabes Suarabaya, ada 3  orang yang meninggal dan sedikitnya 10 orang lainnya mengalami luka luka.

Penampilan teater Surabaya membawa dengan thema gubernur Suryo tersebut mampu menyedot ribuan warga Kota Surabaya, Jum'at (9/11/2018) malam.

Menurut Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran, mereka meninggal karena tertabrak kereta api KRD rute Sdoarjo-Bojonegoro yang melintas di viaduk malam itu.

Ketiga korban itu diantaranya Erika (9) Jalan Kalimas Baru No. 61, jatuh dari viaduk dan dibawa ke RSUD dr Soetomo Surabaya. (2). Helmi Suryawijaya (13) Warga Karang Tembok Gang V/ Surabaya, terlindas Kadan dialarikan ke RSUD dr Soetomo Surabaya. (3) Bagus Ananda (17) jatuh dari viaduk. Korban di bawa ke RSU Soewandi Surabaya.

AKBP Sudamiran mengaku pihaknya kini tengah melakukan penyelidikan atas musibah ini dengan meminta keterangan saksi saksi termasuk pihak panitia.

Sahluki, ayah Erikawati, korban menuturkan , saat itu putrinya bersama ibunya sedang nonton penampilan drama karya Taufik Monyong, seniman Surabaya. Dia sangat kaget  melihat ada KA dan posisi sudah dekat ,kemudian terlepas dari genggaman ibunya, lalu jatuh dari viaduk.

"Sebelum kereta api melintas, putri saya berada dalam genggaman ibunya," katanya kepada wartawan sebelum membawa pulang jenazah putrinya di RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Erikawati meninggal pada Sabtu(10/11/2018) dinihari di RSUD dr Soetomo Surabaya.

Sahluki mengenang banyaknya penonton yang menyaksikan drama kolosal "Surabaya Membara" dari atas viaduk rel kereta api di Jalan Pahlawan Surabaya.

Para penonton kemudian panik karena melihat kereta api yang dirasa datang secara tiba-tiba, membuat masing-masing orang ingin menyelamatkan diri sendiri.

"Istri saya sekarang dirawat di Rumah Sakit Primasatya Husada Citra (PHC) Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, karena ada bagian tulang di tubuhnya yang patah," ujarnya. (min)

 

 

 

Pemain tim nasional sepak bola Indonesia Febri Hariyadi (kiri) mencoba merebut bola dari pemain timnas Singapura Muhammad Yasir Hanapi dalam penyisihan Grup B Piala AFF 2018 di Stadion Nasional Singapura, Jumat (9/11/2018). (foto/antara)

 

Singapura - Tim nasional sepak bola Indonesia takluk dengan skor 0-1 dari tuan rumah Singapura pada laga Grup B Piala AFF 2018 yang digelar di Stadion Nasional, Singapura, Jumat.

Gol tunggal kemenangan Singapura dicetak oleh sang kapten Hariss Harun pada menit ke-37.

Kekalahan itu membuat Indonesia untuk sementara berada di peringkat ketiga klasemen Grup B, di bawah pemimpin klasemen Thailand yang menundukkan Timor Leste dengan skor 6-0, Jumat (9/11) dan Singapura di peringkat kedua. Timor Leste sendiri bertengger di peringkat keempat.

Tim lainnya di Grup B, Filipina baru memainkan laga perdananya pada Selasa (13/11).

Indonesia, yang bertanding dengan seragam putih-putih, sejatinya tampil menguasai pertandingan sejak menit pertama. Namun, anak-anak asuh pelatih Bima Sakti seperti kesulitan membongkar pertahanan Singapura.

Justru tim tuan rumah yang pertama kali membuka peluang, tepatnya pada menit kesembilan. Akan tetapi, bola sepakan Ikhsan Ahmad di dalam kotak penalti berhasil ditepis dengan baik oleh kiper Indonesia Andritany Ardhiyasa.

Indonesia bisa saja menorehkan gol pada menit ke-15 andai sundulan pemain Singapura yang mengarah ke gawangnya sendiri tidak membentur mistar gawang.

Mengandalkan serangan balik, Singapura dengan kostum merah-merah berhasil menciptakan gol pada menit ke-37.

Berawal dari umpan silang ke kotak penalti Indonesia, bola bergulir liar sebelum mengarah ke kaki Hariss Harun yang langsung mengeksekusinya masuk ke gawang Andritany.

Singapura bahkan hampir saja membuat gol kedua jika saja sepakan Muhammad Faris Ramli dari jarak dekat di menit ke-40 tak mampu diblok Andritany.

Kedua tim sama-sama berjuang membuat gol setelahnya, tetapi tak gol tambahan tercipta sampai laga memasuki masa jeda.

Di babak kedua, pelatih Indonesia memasukkan Riko Simanjuntak menggantikan Irfan Jaya untuk menambah daya gedor.

Sayang, hal itu tidak lantas membuat Indonesia mampu menciptakan peluang berbahaya. Singapuralah yang hampir menambah gol usai bola sepakan Muhammad Faris Ramli ke gawang kosong hanya menerpa mistar gawang.

Setelah itu, Indonesia tetap gagal membuat gol meski menurunkan dua pemain lain yakni Septian David Maulana dan Fachruddin, yang masing-masing menggantikan Stefano Lilipaly dan Ricky Fajrin. Skor pun tetap 1-0 untuk kemenangan tuan rumah Singapura.

Berikut susunan pemain kedua tim.

Indonesia: Andritany Ardhiyasa, I Putu Gede Juni Antara, Hansamu Yama (kapten), Ricky Fajrin (67', Fachruddin), Rizki Pora, Zulfiandi, Evan Dimas, Febri Hariyadi, Irfan Jaya (46', Riko Simanjuntak), Stefano Lilipaly (84', Septian David), Alberto Goncalves.

Singapura: Hassan Abdullah Sunny, Muhammad Shakir (86',Nazrul Nazari), Muhammad Zulqarnaen, Muhammad Faris Ramli, Muhammad Yasir, Muhammad Izzdin, Hariss Harun (kapten), Irfan Fandi Ahmad, Ikhsan Fandi Ahmad, Muhammad Safuwan Baharudin, Gabriel Quak Jun Yi (77', Adam Swandi)..(*/nov)

Surabaya (KoranTransparansi.com) Gubernur Jawa Timur Soekarwo meminta kepada tiga pilar plus, dari unsur pemerintah, Polri, TNI, tokoh agama (Toga) dan tokoh masyarakat (Tomas), di tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga kecamatan untuk senantiasa menjaga dan memperkuat kekompakan. 

Hal ini dibutuhkan untuk menjaga stabilitas keamanan, khususnya menjelang penyelenggaraan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) Tahun 2019. 

Permintaan itu disampaikan Pakde Karwo saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Ketertiban dan Keamanan di wilayah Provinsi Jawa Timur Tahun 2018 dengan tema “Jatim Aman dan Kondusif menjelang Pemulihan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia serta Pemilihan Legislatif Tahun 2019” di Surabaya, Selasa (6/11) siang.

Menjaga kekompakan menjelang pilpres dan pileg sebagai bagian pesta demokrasi di negeri ini menjadi hal yang sangat penting. Apalagi proses pelaksanaan  tersebut berpotensi terjadinya ketegangan di tengah-tengah masyarakat, khususnya diantara masing-masing pendukung. 

"Karena itu, stabilitas keamanan harus benar-benar ditingkatkan, Salah satunya, dalam mengantisipasi potensi konflik, dan adanya pergerakan massa dengan jumlah yang besar," ujar Pakde Karwo. 

Gubernur kelahiran Madiun ini juga meminta agar segala konflik yang muncul bisa diredam sedini mungkin sejak di tingkat bawah, yakni di kecamatan. "Jadi, jika ada masalah di desa, harus bisa diselesaikan di tingkat kecamatan. Jangan sampai masalah itu dinaikkan ke kabupaten/kota, bahkan provinsi. 

Karena jika sampai naik, kasus itu akan menjadi besar, dan bisa mengganggu stabilitas keamanan di Jatim secara keseluruhan,” tegasnya.

Masih menurut Pakde Karwo, menjaga stabilitas keamanan di Provinsi Jatim dinilai sangat penting dan utama. Karena, provinsi paling ujung timur pulau Jawa ini menjadi center of gravity dan menjadi pusat logistik dan konektivitas perdagangan nasional, khususnya di Indonesia bagian timur. Sehingga, bila stabilitas keamanan Jatim terganggu, maka perekonomian Indonesia bagian timur akan ikut terkena dampaknya. 

“Jadi secara riil, Kapolda Jatim ini adalah Kapolda-nya Indonesia Timur, begitu pula dengan Pangdam V/Brawijaya, Pangarmada II, peranannya sangat strategis dan penting bagi perekonomian nasional. Pun demikian dengan peran camat, kapolsek, dan danramil. Mereka harus bisa menyelesaikan kasus di tingkat desa,” lanjutnya.

Pada kesempatan itu, Pakde Karwo juga menyampaikan rasa optimismenya terhadap tingkat partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan Pilpres 2019 di Jatim. Pakde Karwo menargetkan sebanyak 80 % masyarakat Jatim yang telah terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT) akan mengunakan hak pilihnya. “Saya yakin delapan puluh persen, bahkan lebih DPT di Jatim menyumbangkan dan menggunakan hak suaranya," ungkapnya. 

Berdasarkan data KPU Jatim, pada penyelenggaraan Pilpres dan Pileg Tahun 2019 mendatang, terdapat 15.043.257 DPT pria, dan 15.511.504 DPT wanita di Jatim. Sehingga total DPT di Jatim mencapai 30.554.761 orang. Jumlah tersebut merupakan 16,45 % dari total DPT nasional yang mencapai 185.732.093. Adapun jumlah TPS di Jatim mencapai 129.991 TPS yang tersebar di 38 kabupaten/kota, 666 kecamatan, dan 8.497 kelurahan/desa.       

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Otoda KemendagriSumarsono mengapresiasi dilaksanakannya Rakor tersebut. Menurutnya, baru Provinsi Jatim yang telah menyelenggarakan rakor yang diikuti sekitar 2.500 peserta dari seluruh jajaran forkopimda di seluruh level, mulai tingkat kecamatan, kabupaten/kota hingga provinsi.

“Dari 34 provinsi di Indonesia, Jatim yang pertama kali melaksanakan rakor sebesar ini, khusus untuk persiapan pengamanan Pilpres dan Pileg 2019. Ini patut diapresiasi, luar biasa kekompakannya,” katanya. (min)

 

 

Surabaya  (KoranTransparansi.com)Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan (LKPJ) tahun 2014-2018 dihadapan seluruh pimpinan dan anggota DPRD  di Gedung DPRD Jl. Indrapura, Surabaya, Senin (5/11).

 

Gubernur Soekarwo mengungkapkan bahwa LKPJ hari ini merupakan momen yang baik sebagai entitas pertanggungjawaban selama lima tahun masa bakti jabatannya terhadap capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah secara keseluruhan.

 

Selama menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai kepala daerah terdapat beberapa hal yang belum dapat dicapai secara maksimal. Akan tetapi, pemerintah pusat memberikan apresiasi kepada Pemprov Jatim melalui berbagai jenis penghargaan.

 

Apalagi, tujuan pembangunan daerah yang telah dilaksanakan selama lima tahun kepemimpiannnya terdapat capaian kinerja yang menunjukkan perbaikan dan banyaknya indikator yang sudah melampaui target.

 

Dari sebelas Indikator Kinerja Utama (IKU) pembangunan di Jatim, delapan IKU secara konstan capaiannya berada diatas target. Diantaranya presentase penduduk miskin, indeks pembangunan manusia, indeks pembangunan gender, tingkat pengangguran terbuka, indeks kualitas lingkungan hidup, indeks kepuasan masyarakat, indeks reformasi birokrasi dan indeks kesalehan sosial.

 

Sedangkan tiga indikator lainnya, memiliki capaian fluktuatif, yakni presentasi pertumbuhan ekonomi, indeks gini dan indeks pemerataan pendapatan versi bank dunia.

 

Gubernur asal Madiun ini menjelaskan, bahwa pengelolaan keuangan adalah bagian yang tak terpisahkan dari LPJ. Kekuatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Prov. Jatim dari tahun 2014-2018 terus mengalami penguatan.

 

Pada tahun 2014, APBD Jatim berkekuatan Rp. 19.58 trilyun lebih dan meningkat 13.59 persen di tahun 2015 menjadi Rp. 22.24 trilyun. Sedang Tahun 2016, jumlah tersebut meningkat menjadi Rp. 23.92 trilyun lebih dan meningkat sebanyak 22.65 persen pada tahun 2017 menjadi Rp. 29.34 trilyun dan pada tahun 2018 menjadi Rp. 29.02 trilyun.

 

Untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Prov. Jatim juga mengalami pertumbuhan. Tahun 2014, PAD Jatim mencapai Rp. 14,44 trillyun lebih dan meningkat 6,65 persen menjadi Rp. 15,40 trilyun lebih. Di tahun 2016, jumlahnya meningkat 3,14 persen menjadi Rp. 15,58 trilyun lebih. Sedangkan, pada tahun 2017 jumlahnya terus meningkat mencapai 9,07 persen yang berkekuatan Rp 17,32 trilyun. Sampai dengan semester I tahun 2018 PAD Prov. Jatim telah mencapai sebesar 8,49 trilyun lebih.

 

Pakde Karwo sapaan akrabnya menegaskan, perkembangan PDRB selama lima tahun (2014-2018) terus menunjukkan peningkatan, baik Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) maupun Atas Dasar Harga Konstan (ADHK).

 

Secara umum, pertumbuhan ekonomi Jatim mengalami fluktuatif pada tahun 2014-2018. Pada tahun 2014 perekonomian Jatim tumbuh sebesar 5,86 persen dan pada tahun 2015 turun menjadi 5,44 persen. Pada tahun 2016 pertumbuhannya naik menjadi 5,57 persen, kemudian sedikit melambat di tahun 2017 menjadi 5,45 persen.

 

Namun pada tahun 2018 sampai dengan triwulan II naik menjadi 5,52 persen. “Selama lima tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Jatim selalu diatas rata rata pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkapnya. 

 

Terkait IKU, Pakde Karwo menjelaskan, kalau presentase penduduk miskin, angka kemiskinan di Jatim selama lima tahun terakhir menunjukkan penurunan. Pada tahun 2014, angka kemiskinan turun sebesar 12,28 persen dengan jumlah penduduk sebesar 4.748,42 jiwa. Pada tahun 2018 (Maret) jumlahnya turun signifikan menjadi 10,98 persen dengan jumlah penduduk miskin sebesar 4.322,59 jiwa.

 

Dihadapan pimpinan dan seluruh anggota DPRD Prov. Jatim, Pakde Karwo mendeskripsikan capaian indeks kepuasan masyarakat (IKM) yang mengalami peningkatan cukup baik. Tahun 2014, IKM Jatim mencapai 79,00 persen dan naik menjadi 80,00 persen di tahun 2015. Jumlah tersebut mengalami peningkatan menjadi 81.00 persen pada tahun 2016. Sementara pada tahun 2017, IKM di Jatim meningkat menjadi 81.33 persen.

 

“Hal ini mencerminkan bahwa kepuasan terhadap pelayanan masyarakat di Jatim secara baik, efisien dan efektif berbasis kebutuhan masyarakat. IKM ini jadi bukti bahwa masyarakat puas dengan kinerja DPRD sebagai penyambung lidah rakyat,” tegasnya.   

 

Diakhir penyampaian nota penjelasan LKPJ, Pakde Karwo menyampaikan rasa terima kasih atas kerja bersama antara Pemprov Jatim dengan DPRD. Hubungan yang terjalin antara pemerintah dan DPRD Jatim sangar cair. Semua bekerja dengan komitmen kuat disertai saling kontrol dan evaluasi bersama.

 

“Banyak provinsi ingin belajar hubungan yang baik antara pemerintah dan DPRD di Jatim. Kami mengucapkan terima kasih atas kemitraan yang positif ini mulai di perencanaan hingga pelaksanaan evaluasi program kinerja di Pemprov Jatim,” ujarnya.   (min)

Page 6 of 603
banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...

 
Edisi 24 |18-31 Januari 2018

10 BERITA TERPOPULER