Jakarta (KoranTransparansi.com) - Mabes Polri memastikan Polda Metro Jaya menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dugaan kasus percakapan berkonten pornografi yang menyeret pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

"Penyidik sudah menghentikan penyidikan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi M Iqbal di Jakarta Minggu.

Brigjen Iqbal menjelaskan awalnya tim pengacara Habib Rizieq mengajukan permohonan penghentian penyidikan terkait dugaan penyebaran pembicaraan konten pornografi melalui telepon selular itu.

Selanjutnya, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menggelar perkara yang ditindaklanjuti SP3.

Iqbal menyatakan penyidik yang berwenang menghentikan penyidikan kasus tersebut karena pengunggah percakapan bermuatan pornografi itu tidak ditemukan.

Iqbal menambahkan polisi juga bisa membuka dugaan kasus pelanggaran Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) tersebut jika menemukan bukti baru maupun menangkap pelaku penyebaran.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan tersangka seorang wanita Firza Husein terkait dugaan penyebaran percakapan dan foto vulgar yang melibatkan Habib Rizieq Shihab pada 16 Mei 2017.

Polisi menjerat Firza menjerat dengan Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 8 juncto Pasal 34 Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang pornografi ancaman penjara di atas lima tahun.

Selain Firza, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya juga telah menetapkan tersangka terhadap Habib Rizieq terkait kasus yang sama dengan Firza.

Selama proses penyidikan, Habib Rizieq tidak mememuhi panggilan polisi karena lebih memilih berada di Arab Saudi. (sam)

Surabaya (KoranTransparansi.com) - Relawan H. Drs. Saifullah Yusuf - Hj. Puti Guntur Soekarno SIP (Gus Ipul - Mbak Puti) dari Barisan Pembaharuan (BP) Jatim mendekati hari Pilkada 27 Juni 2018 fokus menggarap pemilih perempuan. Hal ini sengaja dilakukan untuk meyakinkan perempuan, terutama pemilih pemula yang masuk massa mengambang (undicided voter) untuk memilih Paslon nomer 2 ini.

"Kami turun ke bawah dan menyapa langsung para pemilih perempuan dan memperkenalkan sosok Gus Ipul - Mbak Puti dan program-program prioritas untuk perempuan," terang Syafrudin Budiman SIP Ketua Presedium Pusat Barisan Pembaharuan (BP).

Menurutnya, Barisan Pembaharuan menggunakan jaringan relawan perempuan dan aktivis perempuan untuk bergerak secara kolektif dan massif. Jaringan ini dimaksimalkan di Madura, Malang Raya, Surabaya-Sidoarjo, Tapal Kudan dan sekitarnya, 

"Kerja para relawan perempuan Barisan Pembaharuan ini bertugas melakukan sosialisasi dan perkenalan Gus Ipul-Puti. Selain itu mereka bekerja mengarahkan perempuan hadir ke TPS dan mencoblos No 2 Gus Ipul - Mbak Puti," ujar aktivis Intelektual Muda asal Madura ini.

Sementara itu Ainur Rahmatin SIP, aktivis perempuan Barisan Pembaharuan (BP) mengatakan, langkah fokus garap perempuan untuk memaksimalkan potensi perolehan suara. Dimana Gus Ipul - Mbak Puti akab semakin kuat suaranya, jika perempuannya tergarap dengan maksimal.

"Data KPUD Jatim menunjukkan pemilih perempuan mencapai 60 persen an. Kemenangan Pilkada ini banyak ditentukan oleh pemilih perempuan," jelas Rahmatin Sarjana Ilmu Politik lulusan Unair ini.

Perempuan asal Sumenep Madura ini menjelaskan bahwa, figur Mbak Puti Guntur Soekarno merupakan nilai lebih pada pasangan Gus Ipul-Mbak Puti. Dimana sosok Mbak Puti bisa dikenalkan dari sisi kecantikan, keanggunan, kecerdasan dan sebagai cucu pendiri RI Presiden Soekarno.

"Aura dan sosok Mbak Puti lebih muda dikenalkan kepada Ibu-Ibu perempuan. Dibawah biasanya bilang, saya mau coblos karena cantik, anggun, cerdas dan dikenal sebagai cucu Soekarno," jelas mantan modelling ini. (den)

 

NGAWI (KoranTransparansi.com) – Kakek ini kondisinya makin memperihatinkan. Namanya Muhajir, usianya mendekati 100 tahun (tepatnya 98 tahun). Lantaran tidak punya biaya untuk berobat, akhirnya hanya pasrah dengan keadaan dan berbaring selama hamir 4 tahun. Badannya terus tergerus dengan penyakit dan kini tinggal tulang belulang yang terlihat menonjol keluar.

Muhajir tinggal di Dusun Jatisari, Desa Babadan, Kecamatan Paron Ngawi, Jawa Timur. Sekitar 2 km dari tempat wisata hutan yaitu alas Ketonggo. Kakek ini pasrah dengan keadaan. Sebab untuk memeriksakan kesehatannya di Puskemas atau rumah sakit, sangat tidak mungkin. Tidak ada biaya. 

Jangankan untuk berobat ke Puskesmas atau memeriksakan ke dokter, untuk makan sehari hari saja tidak ada. BPJS juga tidak punya.

Muhajir tinggal serumah dengan istrinya, juga sudah tua dan anaknya Tohari. Tohari memiliki empat saudara yang semuanya sudah berkeluarga dan tinggal berjauhan.

Beberapa kali Pak Ajir, demikian orang kampung memanggilnya mengeluh kesakitan di  bagian perut dan sekujur tubunnya terasa panas. Ditubuh Pak Ajir tidak ada  bekas luka, tidak ada benjolan atau memar misalnya.  Tapi badanya terus mengering. Malahan kini hanya tinggal tulang belulang .

Pak Ajir tinggal dirumah yang sangat sederhana. Tidurnya di lantai tanah dibalut dengan tikar dan kasur seadanya, lusuk.   

Sedangkan Tohari juga tidak memiliki pekerjaan tetap. Untuk mencukupui kebutuhan dapur dan membiayai orang tuanya, Tohari hanya menunggu  tetangganya yang memanfaatkan jasa tenaganya. Itupun tidak bisa berlama lama meninggalkan rumah.

Tohari ketika ditemui koran ini menceritakan,  awalnya bapak hanya menderita sakit panas saja. Pernah diperiksakan ke  Puskesmas. Saat itu hanya sakit ringan biasa. Setelah diberi obat , lalu pulang. "Bapak ini sebenarnya tidak pernah menderita sakit  sampai parah," kata Tohari.

Setiap harinya, makan Pak Ajir normal seperti layaknya orang biasa saja , nasi putih dan air putih. Pagi paling dua atau tiga sendok, juga siang dan sore hari.    

Diceritakan oleh Tohari , dua tahun lalu pernah sakit keras. Malah kelurga dan tetangganya sempat menyatakan meninggal lantaran denyut  nadinya tidak begerak sama sekali. Mata sudah memejam dan lemas. Bahkan oleh tetangga kanan kiri sudah dibacakan surat Yasin. 

Namun setelah pembacaan surat  Yasin selesai, tak lama bapak bangun .  Betapa kagetnya Bapak malah bangun. Matanya membuka lebar dan denyut nadinya normal lagi. Kejadian itu sampai tiga kali dengan rentan  waktu dua sampai empat bulan. Malahan yang terakhir warga sudah mau mengumumkan melalui pengeras suara Masjid. 

Tohari menjelaskan, upaya pengobatan hanya dengan meminta tolong pada orang pintar untuk mengambil kemungkinan memiliki  ajimat. Tanda punya ajimat sangat kuat karena beberapa kali bapaknya selalu tanya kemana tekennya (tongkat).

Tekennya berupa bambu dengan diamater 2 cm dan panjang satu meteran. Pada suatu ketika teken itu datang sendiri. Tiba tiba   ada dibawah tikar  tempat  tidur. Lalu Pak Hajir terlihat lebih segar.

Lalu kemana teken itu sekarang ? Menurut  Tohari, teken itu sudah dilarung di sungai. Ini juga atas saran dari orang pinter tadi.  Berobat ke orang pinter sudah sampai 5 orang. Malahan ada sehabis mengobati, besoknya, tiga orang keluarganya mendadak  masuk rumah sakit. Ada juga yang tidak mau meneruskan. 

Menurut tetangganya, ketika masih sehat, Pak Hajir selalu bercerita tentang masa penjajahan Jepang. Dia aktif menjaga kampung dan suka puasa. Sejak muda, Pak hajir lebih banyak hidup di ponpes yang kebetulan  letak ponpesnya hanya tetangga desa. (min)

Sunday, 17 June 2018 09:22

Tips kenakan niqab untuk pemula

NIQAB atau pelengkap hijab yang menutupi seluruh kepala dan wajah hingga hanya menyisakan bagian mata saat ini tak melulu terpaku pada warna hitam. 

Saat ini ada juga niqab dengan warna pastel. Berikut salah satu cara memakai niqab untuk pemula dari Owner Taqiya, Diana Nurliana. 

 

Page 1 of 1666
banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...