Politik

  Proses rekapitulasi suara tingkat provinsi Jawa Timur

Surabaya (KoranTransparanasi) – Hasil rekapitulasi untuk DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur X tak banyak memberikan kejutan. Berdasarkan pembacaan hasil suara pada proses rekapitulasi suara di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur, PKB keluar sebagai predikat teratas perolehan suara Caleg DPR RI dari Dapil yang membawahi Kabupaten Lamongan dan Gresik ini.

Serta, beberapa nama kuat yang dipredisi lolos, akhirnya sukses membawa kursi. Di antaranya adalah tiga petahana dari tiga partai berbeda yang kembali lolos ke DPR RI dengan suara signifikan. Mereka adalah Jazilul Fawaid (PKB), Nasyirul Falah Amru (PDI Perjuangan), dan Khilmi (Gerindra).

Selain ketiga nama itu, ada caleg potensial lainnya, yakni Debby Kurniawan dari Partai Demokrat. Debby Kurniawan merupakan putra dari Bupati Lamongan, Fadeli. Saat ini, Debby juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Lamongan.

Selain Debby, ada beberapa caleg baru lain dari dapil ini. Di antaranya adalah Dyah Roro Esti (Golkar) dan Zainuddin Maliki (PAN). Keduanya menggantikan caleg petahana di masing-masing partai.

Dyah Roro Esti menggantikan Eddy Kuntadi, sedangkan Zainuddin Maliki yang sebelumnya Ketua Dewan Pendidikan Jatim ini menggantikan Viva Yoga Mauladi.

Dengan terisinya enam kursi tersebut maka Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang sebelumnya memiliki wakil, Iskandar D Syaichu, maka untuk pemilu kali ini harus rela kehilangan kursi. (fir)

 

Surabaya (KoranTransparansi)– Hasil penghitungan suara KPU Jawa Timur yang kini tengah berlangsung di Hotel Singgasana untuk Dapil Jatim 12 meliputi Kabupaten Tuban dan Bojonegoro diindikasikan bakal didominasi wajah wajah baru.

Dari tujuh kursi diperkirakan hanya ada dua petahanan yang bisa bertahan. Selebihnya wajah baru semua.

Hasil rekap perolehan suara parpol di Dapil 12 Jatim, terbanyak diraih oleh PKB dengan 329.765 suara sehingga berpeluang besar mendapatkan 2 kursi DPRD Jatim periode 2019-2024. “Caleg yang mendapat suara terbanyak dari PKB adalah Khozanah Hidayati (113.142) dan Fauzan Fauadi (92.622),” ujar Fauzan saat dikonfirmasi Selasa (7/5/2019).

Peringkat kedua ditempati PDI Perjuangan dengan perolehan 204.538 suara dan berpeluang mendapat 1 kursi di Dapil 12 Jatim. Sedangkan caleg yang mendapat suara terbanyak diraih Go Tjong Ping dengan perolehan 48.854 suara, berplaung melenggang ke DPRD Jatim.

Kemudian peringkat ketiga diraih Partai Golkar dengan perolehan 182.898 suara, sehingga berpeluang besar mendapat 1 kursi DPRD Jatim. Sedangkan suara terbanyak caleg diraih Aditya Halindra Faridzky putra dari mantan Bupati Tuban Haeny Relawati Rini Widyastuti.

Peringkat keempat ditempati Partai Demokrat dengan perolehan 127.680 suara, sehingga berpeluang mendapat 1 kursi DPRD Jatim. Sedangkan untuk suara terbanyak caleg diraih H Surawi dengan 43.372 suara, disusul Ir Maskur (mantan Kadisnak Jatim) dengan 41.992 suara.

Posisi kelima diraih Partai Gerindra dengan perolehan 111.113 suara, sehingga juga berpeluang mendapatkan 1 kursi DPRD Jatim di Dapil 12 Jatim. Sedangkan caleg suara terbanyak ditempati H Budiono (26.377 suara) disusul Yayuk Padmi Rahayu (23.044 suara).

Sementara di peringkat keenam, di tempati Partai Amanat Nasional (PAN) dengan perolehan 76.681 suara dan berpeluang mendapatkan jatah 1 kursi DPRD Jatim. Kemudian caleg dengan suara terbanyak diraih Agung Supriyanto dengan 42.402 suara.

Peringkat ketujuh dan seterusnya secara berurutan diraih PPP dengan perolehan 62.390 suara, Partai NasDem dengan 43.740 suara, PKS dengan 43.149 suara, Perindo dengan 30.023 suara, Partai Berkarya dengan 27.680 suara, PSI dengan 10.512 suara, Hanura dengan 10.418 suara, PKPI dengan perolehan 9.467 suara, lalu Partai Garuda dengan perolehan 7.560 suara dan terakhir ditempati PBB dengan perolehan 5.351 suara.

Ketua KPU Jatim, Choirul Anam mengatakan bahwa dari 38 kabupaten/kota di Jatim yang sudah melakukan rekap di tingkat provinsi baru 15 daerah. Sedangkan 23 daerah sisanya akan dilanjutkan sampai tanggal 9 Mei 2019.

“Hasil rekap ini merupakan hasil akhir untuk rekap penghitungan perolehan suara di tingkat provinsi Jatim tapi belum bisa kami tandatangani karena masih menunggu kabupaten/kota lain yang belum merekap,” pungkas Choirul Anam. (fir)

Perkiaraan Caleg DPRD Jatim dapil Bojonegoro-Tuban berpeluang terpilih

1. Khozanah Hidayati (PKB)

2. Fauzan Fuadi (PKB)

3. Go Tjong Ping (PDIP)

4. Aditya Halindra Farizdky (Golkar)

5. H Surawi (Demokrat)

6. Budiono (Gerindra)

7. Agung Supriyatno (PAN)

Jakarta (KoranTransparnsi) - Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Agung Laksono meyakini Golkar akan berada di posisi terbaik dalam Pemilu 2019, meski sempat diterpa "badai politik".

"Serangkaian badai politik pernah menimpa Golkar terkait kasus hukum yang menimpa para kadernya, Golkar bahkan pernah diprediksi berada di posisi kelima. Tapi dengan waktu yang singkat kurang dari dua tahun, Pak Airlangga membawa partai ini ke arah yang positif," kata Agung di Jakarta.

"Tentu ini sebuah keberhasilan yang harus diapresiasi meski ini belum secara resmi diumumkan. Yang terpenting adalah bagaimana tetap solid menjaga dan mengawal suara para caleg Golkar di KPU," ujar seperti dikutip dari Antara.

Agung Laksono yang juga Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 itu melihat Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto beserta jajaran pengurusnya telah berupaya maksimal dalam Pemilu Legislatif 2019.

"Ini bukan pekerjaan yang mudah bagi Golkar, tapi saya lihat semua kader sudah bekerja keras, Pak Airlangga juga rajin ke daerah membangun konsolidasi pemenangan. Saya kira ini adalah sebuah prestasi politik yang harus diapresiasi dan tidak berlebihan jikalau Pak Airlangga diberikan kepercayaan melanjutkan kepemimpinan Partai Golkar sampai tahun 2024" ujar Agung Laksono.

"Kita tunggu saja hasilnya, sementara menunggu final proses penghitungan suara di KPU, saya kira para elite-elite politik pasca-pemilu ini harus turut menciptakan stabilitas politik nasional dan membangun semangat persatuan dan kesatuan bangsa," tuturnya.

Lebih jauh Agung Laksono mengatakan koalisi pendukung capres nomor urut 01 dibangun dengan semangat kebhinekaan dan landasan ideologi Pancasila.

​​​​​​"Saya kira pada saatnya nanti Pak Jokowi akan melihat posisi parpol yang mengusungnya sebagai kerangka dasar membangun kabinet," katanya.(ais/sam)

 

Foto :  Menko Polhukam Wiranto didampingi sejumlah pejabat menyampaikan keterangan pers di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (24/4/2019).

JAKARTA (KT)  – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, membantah adanya tudingan konspirasi antara penyelenggara Pemilu dan Pemerintah, TNI dan Polri untuk melakukan kecurangan secara terstruktur, sistematis dan massif, untuk memenangkan salah satu pasangan capres/wapres dalam Pemilu 2019.

Dalam konperensi di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (24/4) siang, Wiranto menilai, tuduhan tersebut sangat tendensius, ngawur, bernuansa fitnah, tidak benar dan tidak berdasar, yang diarahkan untuk mendelegitimasi Pemerintah dan penyelenggara Pemilu terutama KPU/Bawaslu termasuk hasil Pemilu yang sementara ini sedang dalam proses penghitungan.

Selaku Menko Polhukam yang dalam hal ini mewakili Pemerintah, Wiranto menegaskan, bahwa Komisioner KPU dan Bawaslu dipilih oleh DPR RI.

KPU dan Bawaslu tersebut, lanjut Menko Polhukam, bersifat mandiri, tidak tergabung dalam struktur lembaga negara manapun dan memiliki struktur sendiri. Dengan demikian tidak berada dibawah kendali Pemerintah.

“Tidak pernah ada pikiran, kehendak dari Pemerintah untuk melakukan intervensi terhadap kinerja KPU/Bawaslu apalagi sampai membangun konspirasi kecurangan secara terstruktur, sistematis dan massif guna memenangkan pasangan calon tertentu,” tegas Wiranto dikutip laman resmi Setkab.

Wiranto menegaskan, bahwa tuduhan konspirasi antara Pemerintah dan KPU/Bawaslu untuk melakukan kecurangan secara terstruktur, sistematis dan massif dalam Pemilu Tahun 2019 tidak benar, dan tidak pernah terjadi.

Untuk itu, Wiranto mengharapkan masyarakat jangan percaya terhadap berita-berita yang menyesatkan tersebut, apalagi terhasut untuk melakukan gerakan-gerakan yang hanya akan mengganggu kedamaian dan keamanan nasional.

“Kita harus percaya bahwa Pemilu Tahun 2019 termasuk Pemilu yang terbesar, dan terumit di dunia. Karena, dalam waktu satu hari harus memberikan kesempatan kepada sekitar 192 juta pemilih, yang dilakukan di lebih dari 810 ribu TPS yang tersebar di Indonesia. Dilaksanakan dengan sangat terbuka untuk diawasi oleh semua pihak termasuk observer dari mancanegara. Terbukti dapat terlaksana dengan aman, lancar, dan damai sehingga mendapatkan apresiasi dari 33 negara,” terang Wiranto.

Menurutnya, masyarakat seharusnya memberikan penghargaan dan apresiasi kepada KPU, Bawaslu dan Petugas Keamanan yang telah melakukan pekerjaan besar dan berat ini dengan aman, lancar, dan damai serta sampai saat ini menimbulkan korban sebanyak 139 orang yang meninggal dalam tugas.

“Oleh sebab itu, sangatlah tidak tepat atau tidak pada tempatnya kalau melakukan fitnah, cacian, dan membuat tuduhan-tuduhan yang menyedihkan dan tidak berdasar,” tegasnya.

Untuk melanjutkan keterbukaan dan kenetralannya, Wiranto  menambahkan, bahwa KPU telah melakukan penghitungan secara transparan yang perkembangan hasilnya dapat diakses oleh siapapun setiap saat. (wt)

 

 

 

 Anggota Komisi III DPR RI Habib Abo Bakar Alhabsy

Jakarta (KOranTransparnsi.con) - Anggota Komisi III DPR RI Habib Abo Bakar Alhabsy mendesak Kapolri mengusut pembubaran aksi mahasiswa di Bengkulu dan Medan yang dilakukan secara represif oleh polisi. Ini hal yang berlebihan dilakuakn aparat kepolisian setempat dalam mengamankan demonstrasi.

“Pembubaran kegiatan aksi mahasiswa yang represif seperti di Bengkulu dan Medan kemarin seharusnya tak perlu terjadi. Saya minta Kapolri mengusut persoalan ini. Apakah memang prosedur pengamanan aksi telah sesuai dengan protap (prosedur tetap, RED),” kata Habib dalam rilis yang diterima Parlementaria, Senin (24/9/2018).

Sebagaimana diketahui, unjuk rasa massa pro dan kontra pemerintahan Joko Widodo di Medan diwarnai bentrok pada Kamis (20/9/2018) lalu. Menurutnya, polisi tidak boleh bias menghadapi kejadian seperti ini. Apalagi ada dua kubu demonstran yang berseberangan. Aparat dinilai Habib berat sebelah. Hanya melindungi satu kubu dan represif terhadap kubu lain. 

Anggota DPR dari dapil Kalimantan Selatan I ini menyayangkan tindakan represif polisi. Menurutnya, apa yang dilakukan para mahasiswa adalah hak konsitusional dan itu biasa terjadi di negara demokratis. Kapolri harus bertanggung jawab kepada publik atas hal ini.

“Saya sangat menyayangkan jika aparat membubarkan aksi mahasiwa secara represif. Apa yang dilakukan oleh mahasiswa adalah menyampaikan pendapat yang merupakan hak konstitusional. UUD 1945 menjamin hak tersebut dan kepolisian memiliki kewajiban untuk melakukan pengamanan,” tutur legislator PKS itu.(sam)

 

Sejumlah kiai sepuh Jatim saat berkumpul di kediaman Wakil Gubernur Jawa Timur di Surabaya, Senin (17/9). (Foto Istimewa)

Surabaya (KoranTranparnsi.com) - Sejumlah kiai sepuh Jawa Timur berkumpul menyikapi perkembangan politik membahas Pemilihan Presiden 2019 sekaligus sebagai ajang silaturahim di kediaman Wakil Gubernur Saifullah Yusuf di Surabaya, Senin.

"Ini silaturahim rutine. Agenanya membahas perkembangan politik sehingga suasana tetap kondusif," ujar Gus Ipul, sapaan akrab Wagub Jatim, kepada wartawan di Surabaya.

Beberapa kiai yang hadir antara lain KH Zainuddin Jazuli dan KH Nurul Huda Jazuli dari Pesantren Ploso, Mojo, Kediri, KH Miftachul Ahyar dari Surabaya, KH Anwar Iskandar dari Al Amin Kediri, KH Idris Hamid dari Pasuruan, KH Nawawi Abdul Djalil dari Pasuruan dan KH Anwar Mansyur dari Lirboyo Kediri.

Selain itu, turut hadir KH Ubaidillah Faqih dari Langitan Tuban, KH Nuruddin Abdurahman dari Bangkalan, KH Safiudin Wahid dari Sampang, KH Fakhrillah Aschal serta sejumlah ulama dan kiai sepuh lainnya. 

Gus Ipul, yang juga salah seorang Ketua PBNU tersebut mengakui belum semua kiai memutuskan kepada siapa arah dukungan di Pilpres mendatang, tapi ada juga yang sudah mendukung Joko Widodo maupun Prabowo Subianto. (ais)

  •  Start 
  •  1 
  •  End 
banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...