Politik

Published in Politik

Dulu Khofifah menang tapi kalah ditangan pembajak Demokrasi, sekarang saatnya menang

Nov 07, 2017 Publish by 
H Choirul Anam ( Cak Anam)
H Choirul Anam ( Cak Anam)

SURABAYA (KT) - Hingga hari ini  siapa pendamping Khofifa h Indar Parawansa (KIP) dalam Pilgub Jawa Timur Juni 2018 belum juga diputus. Sementara tim 9 yang terdiri para Kyai sepuh masih memantapkan beberapa nama yang pantas mendampingi Ketua Umum Muslimat itu sebelum di sodorkan ke partai pengusung.

Dari banyak nama kini mengerucut pada dua nama. Ini hasil pertemuan tim 9 beberapa waktu lalu. Namun Kyai Asep Saifudin salah satu anggota tim 9 belum berani mengumumkan siapa dua nama itu. "Biarlah nanti partai yang mengumumkan ke publik," tegasnya

Lalu seberapa besar pengaruhnya dengan belum diumumkannya pendamping Khofifah di Pilgub nanti. H Choirul Anam, mantan Ketua PKNU (Partai Kebangkitan Nahdlatul Ummah) kepada korantransparansi.com mengatakan Khofifah adalah  tokoh yang sudah teruji dan memiliki basis pendukung  kuat dan solid.

Menurut Cak Anam, panggilan akrap Choirul Anam yang juga pernah menjadi ketua Banser Jawa Timur , Khofifah punya jutaan pengikut  dan sampai saat ini mereka masih solid. Militansi dan Loyalitas mereka tidak diragukan lagi. Kalau sekarang belum bergerak, Itu semata hanya menunggu waktu saja. Namun begitu deklarasi pasangan, loyalis Khofifah dengan sedirinya akan bekerja dengan cepat.

"Saat ini basis pendukung Menteri Sosial itu tidak berubah. Pendukung khofifah paham betul bahwa dalam dua kali  Pilgub Jawa Timur Khofifah menang tapi kalah di tangan pembajak demokrasi," tegas Cak Anam. 

Pihaknya menilai bahwa Khofifah dalam berpolitik berlaku sangat santun. Dia  tidak mau menggunakan kiai dan NU sebagai alat politik karena dia sebagai tokoh memiliki kapasitas tersendiri.

Menjawab petanyaan soal calon wakil Khofifah, Cah Anam menyarankan Wakil khofifah untuk diupayakan  yang mampu menambah suara terutama dari kalangan nasionalis. Sebab Saifullah Yusuf/Abdullah Azwar Anas adalah representasi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) dan PDI Perjuangan.

Sedang kaum nasionais belum terwakili atau dengan kata lain bahwa PDIP yang nasionalis itu belum ada wakilnyai. Ini harusnya diambil wakil khofifah, karena Jawa Timur harus tetap berwarna bang-jo (abang ijo).

"Saya orang NU. Untuk internal NU saya dukung khofifah. Tetapi untuk calon di luar NU, saya dukung kawan saya La Nyalla (La Nyalla Mahmud Mattaliti), ucap Choirul Anam 

Sebagaimana diketahui baha Khofifah Indar Parawansa diusung Partai Golkar yang memiliki 11 kursi di DPRD Jawa Timur, Partai Demokrat (13 kursi), Nasdem (4 kursi), Hanura (2 kursi).  (min)

 

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...