Jakarta (KoranTransparansi.com) - Kementerian Pemuda dan Olahraga menggandeng sekitar 200 pemuda di Jakarta untuk dijadikan kader anti-narkoba sebagai salah satu upaya menyosialisasikan bahaya narkotika dan obat-obatan terlarang di masyarakat.

Sejumlah calon Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN) se-Provinsi DKI Jakarta itu dikukuhkan Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Faisal Abdullah, di Jakarta, Selasa Malam.

Sebelum turun ke lapangan, para kader mendapatkan pelatihan selama tiga hari dari 26-28 November di Jakarta dengan pemateri antara lain dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Badan Narkotika Nasional dan motivator dari Lembaga Swadaya Masyarakat.

Materi yang diberikan antara lain tentang kebijakan pemerintah di bidang kepemudaan, peran dan tugas KIPAN, peran revolusi mental, strategi dan pencegahan narkoba di masyarakat, teknik komunikasi, konseling dan rehabilitasi serta kampanye anti-narkoba lewat media sosial.

Program KIPAN pertama kali di mulai sejak 2016 oleh Kemenpora bekerjasama dengan BNN yang telah merekrut sejumlah kader dari berbagai wilayah di sejumlah provinsi di Indonesia.

"Dari kerjasama dengan BNN ini alhamdulillah sudah mendapatkan respon yang baik dari bapak Presiden Joko Widodo yang mengeluarkan inpres tentang narkoba," kata Abdullah, di Jakarta, Selasa.

Salah satu pemuda Jakarta, Firdaus Adi Setiawan, mengaku merasa tergerak untuk ikut terlibat menjadi kader anti-narkoba tersebut.

"Saya ingin menjadikan negara ini maju dan saya membaca bahwa narkoba sudah menyebar luas..., teman saya sendiri ada juga yang menjadi korban bandar, korban penyelundupan juga ada," kata Setiawan. Ia tergabung di karang taruna di daerah Tebet, Jakarta, dan suatu forum anak.

Setelah mengikuti pelatihan, ia akan membuat program sosialisasi tentang bahaya narkoba dengan pendekatan yang sesuai dengan anak-anak.

"Mungkin kami akan buat lomba mewarnai anti narkoba dan kita tanamkan kepada mereka untuk tidak memakai narkoba ke depannya," kata Firdaus.

Salah satu kader anti-narkoba lainnya, Nadila Azizah, akan mulai mengaktifkan kembali kegiatan karang taruna di daerahnya di Jagakarsa untuk membuat sejumlah program penyuluhan anti-narkoba.

"Aku merasa di lingkunganku sendiri ada satu tempat yang sepertinya dijadikan tempat transaksi.  Banyak yang tertangkap itu anak-anak sekolah, SMP-SMA... Bahkan di daerah saya juga ada yang tertangkap orang dewasa yang sudah punya anak dua. Jadi tidak hanya orang dewasa yang kena, anak-anak juga," kata Nadila.

Sasaran program pelatihan dari Kemenpora itu adalah para pemuda dari umur 16-30 tahun.

Setelah menyelesaikan pelatihan, para kader tersebut akan merekrut sekitar 25 anggota di wilayah kerjanya untuk dilibatkan menjadi kader-kader di masyarakat.

"Pesannya, dari diri kita sendiri kita harus mengenal narkoba itu apa, bahayanya apa, dan kita juga harus bisa membawa diri ke pergaulan yang lebih positif," kata Daus.

Kasubdit Lingkungan Kerja dan Masyarakat BNN, Komisaris Besar Polisi Ricky Yanuarfi, mengungkapkan, wilayah Jakarta memiliki angka prevalensi pengguna narkoba tertinggi di seluruh Indonesia yaitu 2,18 persen dari jumlah penduduknya.

"Jakarta merupakan ranking pertama dari semua provinsi di republik ini terhadap penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu perlu ada perhatian khusus dari pemerintah setempat, semua komponen, stakeholder agar ke depan generasi Jakarta bisa terproteksi, terjaga dengan baik," kata Yanuarfi.

Untuk 2018 ada tiga wilayah yang menjadi target program pelatihan tersebut, yaitu Aceh, Jakarta dan Bali, ungkap Ricky.

"Seperti apa yang disampaikan pak deputi tadi, 10-20 tahun ke depan mereka ini lah pemegang tampuk bangsa ke depan," kata Ricky. Nadila pun berpesan sebagai kader anti-narkoba.

"Sebenarnya kita sendiri tahu hanya saja kita suka menutup mata dan telinga. Dari diri sendiri kita harus peka lingkungan yang baik yang mana, lingkungan yang tidak yang mana, diawali dari diri sendiri kita bisa memilih berteman sama siapa, mau sama yang baik atau ngga," kata Nadila. (*/med)

Banyuwangi (KoranTransparansi.com) - Sandiaga Salahudin Uno bertemu dengan perwakilan 25 Desa di Banyuwangi, Selasa (27/11/2018). Acara yang digelar di AJM Genteng Banyuwangi, menjadi ajang curhat para petani, guru honorer, K 2  dan para pelaku UMKM. Mereka mengeluhkan lambatnya pertumbuhan ekonomi dan produksi pertanian yang anjlok harganya.

Menurut Sandi lesunya ekonomi, kesejahteraan yang menurun, dirasakan seluruh daerah yang dikunjunginya. Khususnya para petani dan guru honerer.

Bu Hanifah peserta diskusi pelaku UMKM kemasan olahan ikan berharap, jika Prabowo dan Sandi menjadi Presiden dan Wakil Presiden semua keadaan menjadi lebih baik.

“Semoga jika bapak  jadi wakil presiden, semuanya akan menjadi lebih baik. Sekarang semuanya jadi serba mahal, sementara daya beli masyarakat turun. Tolong pak diperbaiki keadaan ini,” kata Hanifah.

“Saya sudah lima hari berada di Jawa Timur dari Malang hingga di Banyuwangi.  Keluhannya sama. Dari  Batu, Lumajang, Jambuwer hingga Jember. Ada Pak Agus Sayur yang panen tomatnya anjlok di Batu. Biaya produksi satu kilo Rp 1500. Pas panen hanya bisa di jual Rp 300 per kilogram, atau petani tebu di Lumajang yang harganya juga anjlok karena pemerintah membuka  keran impor, juga petani  kopi di Jambuwer. In Shaa Allah kita perbaiki itu semua Bu Hanifah,”  jelas Sandi.

Sandi dihadapan ratusan peserta diskusi menyatakan pasangan Prabowo Sandi akan menciptakan Gerakan ekonomi rakyat yang akan menyasar para pelaku ekonomi kecil dan menengah. Karena menurut Sandi, inilah denyut ekonomi Indonesia sesungguhnya.

“Soal K 2 dan guru  honorer kami sudah menandatangani kontrak untuk memperbaiki kesejahteraan K 2 dan guru honorer,” terang Sandi. (med)

Tuesday, 27 November 2018 21:03

Rapimnas SMSI Digelar Desember di Jakarta

Semarang (KoranTransparansi.com) – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) akan menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) pada pertengahan Desember mendatang di Jakarta. SC dan Oc kini sedang menyiapkan semua keperluan termasuk materinya.

Sekretaris Jenderal SMSI Firdaus, ketika berada di Semarang mengatakan sebagai organisasi yang baru lahir, SMSI masih disibukan dengan aktivitas membangun dan melakukan penguatan infrastruktur organisasi.

“SC terus menggodok materi yang akan disajikan dalam Rapimnas sekaligus melakukan inventarisasi masukan masukan dari pengurus SMSI baik ditingkat pusat maupun daerah,” tegas Fordaus

Dijelaskan bahwa , konsolidasi organisasi  mendesak dilakukan dengan melihat berbagai problem terkait dengan pesatnya pertumbuhan jumlah perusahaan media siber yang semakin menjamur.

“Pertumbuhan tidak terpusat di Jakarta atau kota-kota yang menjadi ibukota provinsi saja, tetapi di hampir seluruh kabupaten/kota di tanah air,” tuturnya.

Kondisi saat ini, lanjut Firdaus, sebagian besar pengelola media siber baik yang di Jakarta maupun di ibukota provinsi, tengah berjuang untuk membesarkan kelangsungan usahanya, ditengah persaingan yang semakin ketat pada era digital.

Dengan kondisi demikian, SMSI Pusat segera mengambil langkah cepat dengan menggelar Rapimnas yang akan diikuti seluruh anggota pengurus pusat, para ketua dan sekretaris pengurus provinsi SMSI.

Persoalan kesehatan keuangan perusahaan akan menjadi salah satu bahasan, karena problem ini menjadi persoalan yang menggejala secara umum.

Seiring dengan semakin surutnya pasar media cetak, tambah Firdaus, semestinya kondisi itu menjadi peluang bagi media siber untuk merebut konsumen media termasuk kue iklannya.

“Namun yang terjadi belum sesuai yang diharapkan, terlebih di kalangan media siber di wilayah kabupaten/kota,” tandasnya.

Diakhir perbincangan, diterangkan Firdaus, pada Rapimnas SMSI nanti, juga dimatangkan tentang PO ( Peraturan Organisasi) untuk memperluas rentang kendali dan jangkauan pelayanan organisasi terhadap anggota yang sebarannya semakin luas.(mat)

Tuesday, 27 November 2018 06:58

Fraksi Golkaf Dilarang Hambat Program Bupati

Pamekasan (KoranTransparansi.com) – Partai Golkar bekerja bukan untuk dirinya sendiri melainkan untuk kepentingan masyarakat umum dan peningkatan kesejahtraan rakyat.

Sebab itu kami melihat tidak sepatutnya fraksi Golkar melakukan hal hal yang bisa merugikan atau menghambat  pembangunan  di daerah.

Efek dari kekalahan di Pilkada, kemudian fraksi bersikap oposisi dan melawan semua program bupati. Ini tidak boleh dilakukan. Politikus Golkar tidak seperti itu. Masih ada jalan lain. Golkar tidak punya gent oposisi. . ungkap H Zainudin Amali, Ketua DPD l Partai Golkar Jawa Timur, saat melantik Bappilu Pamekasan, Senin (26/11/2018)

Kami sangat paham dengan suasana hati kader partai  di Pamekasan. “ Ada orang maju Pilkada lewat  Golkar, terus gagal,  lalu melarikan diri tampa pamit, kemudian  tiba tiba nyaleg di partai lain. Ini memang kurang bagus. Namun di politik bisa saja terjadi,” jelasnya.

Berangkat dari kasus ini, tidak ada pilihan lain kcuali Golkar harus menentukan nasipnya sendiri. Momentumnya adalah Pileg 2019.

Sekarang harus bekerja keras, berjuang bersama rakyat, berbaik hati dengan tokoh desa, tokoh masyarakat, kepada masyarajat juga harus ada yang bisa ditawarkan.

Sebagaimana diketahui bahwa dalam dua bulan terakhir (November-Desember) 38 Bappilu Partai Golkar Kabupaten/Kota di Jawa Timur, pelantikannya harus sudah tuntas. Dan itu harus dilaksanakan di kantor masing masing, meski dilakukan secara sederhana.

Menurut Sahat Tua Simanjuntak, Sekretaris DPD Golkar Jawa Timur, pengukuhan dilakukan secara maraton. Di Pantura, dalam sehari bisa empat tempat, di Dapil lX, juga begitu. Sedang hari ini Pamekasan dan Sampang.

Hari ini, kata Sahat, semua caleg harus sudah di Dapilnya masing masing, termasuk saya, full di Dapil lX yang meliputi Magetan, Ngawi, Pacitan, Trenggalek dan Ponorogo. Namun karena saya sekretaris, aya tuntaskan dulu pengukuhan ini, setekah itu full di Dapil, harus membagi waktu. ucapnya.

Pak Ketua (Zainudin Amali,red) setiap melantik selalu wanti wanti agar caleg serius. Targetnya meningkat 20 persen setiap Kab/Kota. “Kita tidak boleh berasumsi, tidak boleh bermain klaim, tidak boleh wacana.Semunya harus riel, “ kata Ketua Fraksi Golkar di DPRD Jawa Timur Sahat Tua Simanjuntak .

Ditambahkan, target nasional 110 kursi di parlemen, DPRD Provinsi Jawa Timur 17 sampai 20 kursi. Ini pekerjaan tidak mudah.

Sementara itu Ketua Bappilu DPD ll Golkar Sampang Muhammad Bin Mu’afi Zaini (Gus Mamak) mengatakan, pada Pemilu 2014 lalu Golkar memang kurang beruntung yaitu hanya kebagian 2 kursi. Targetnya empat kursi dipastikan bisa tercapai, tapi enam kursi-pun juga realistis.

Kalau tadi Pak ZA meminta 8 sampai 9 kursi, ya Pak Ketua DPD l bicaranya jauh kedepan. Dan itu wajar saja. Dasarnya adalah Golkar Sampang saat ini beda dengan sebelumnya. Saat ini militansinya sangat bagus. (min)

 

Surabaya (KoranTransparansi.com) - Hj. Fatma Saifullah Yusuf mengapresiasi berbagai karya busana batik hasil desain dari para perancang busana yang tergabung dalam Asosiasi Perancang Pengusaha Model Indonesia (APPMI) DPD Jawa Timur.

 

Apalagi, batik merupakan ciri khas dan budaya Bangsa Indonesia dan sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan kebudayaan dunia sehingga harus terus dilestarikan.Ungkatpnya di Surabaya, Minggu (25/11).

 

Menurutnya, batik di Indonesia sangat banyak ragam dan coraknya sehingga bisa dipadukan dengan berbagai kain dan motif yang berbeda 

 

Untuk menghasilkan karya busana itu, dibutuhkan tangan terampil dan ide kreatif dari para perancang mode sehingga kain batik tersebut bisa dinikmati dan lebih bermakna.

 

Sebagai penikmat fashion, Fatma-sapaan lekatnya, merasa bangga bahwa para perancang mode yang tergabung dalam APPMI DPD Jatim bisa terus eksis dengan berbagai karya nyata yang sangat indah. Selain itu, desain-desain yang dihasilkan selalu ditunggu para penikmat fashion untuk menambah kecantikan. 

 

"Ini membuktikan bahwa dari selembar kain bisa diolah menjadi gaun yang indah dan cantik saat dilihat dan dikenakan," kata Ketua Umum Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Jatim ini.

 

Sebagai penggemar batik terutama yang berasal dari Jatim, ia sangat mengapresiasi acara fashion show ini sebagai bagian dari melestarikan budaya batik. Ke depan ia berharap para perajin batik terutama dari Jatim dapat terus mengembangkan hasil karyanya. 

 

Dalam kesempatan ini, Fatma juga menyampaikan terimakasih kepada APPMI DPD Jatim yang terus bekerja, berkarya dan berdidikasi tinggi membawa nama harum bangsa melalui kain batik. Sehingga, hingga saat ini karya-karya tersebut dapat terus dinikmati dan menambah rasa cinta terhadap budaya bangsa.

 

"Terimakasih juga kepada sahabat-sahabat media dan seluruh pihak yang terus membantu dan mendukung acara ini," terangnya.

 

Sementara itu, Ketua APPMI DPD Jatim, Denny Djoewardi mengatakan, fashion show ini menampilkan tren mode busana batik tahun 2019 dari Jatim. Apalagi Jatim banyak menghasilkan berbagai kerajinan batik. 

 

"Kami, APPMI DPD Jatim bersama UKM batik dan tenun terus berkomitmen melestarikan batik sebagai salah satu budaya bangsa," katanya.

 

Untuk itu, dalam fashion show kali ini juga diselenggarakan berbagai lomba untuk menyaring berbagai desainer baru. Ia berharap dengan adanya even ini, Provinsi Jatim dan Kota Surabaya dapat menjadi trend setter busana batik di Indonesia. 

 

Batik Fashion Festival ini diselenggarakan oleh ITC Surabaya bekerjasama dengan Asosiasi Perancang Pengusaha Model Indonesia (APPMI) DPD Jatim. Karya batik tren 2019 yang ditampilkan kali ini berasal dari berbagai perancang seperti Denny Djoewardi,

 

Ulfa Mumtaza, Yuyuk Nurmaisyah, Yeny Ries, Djoko Sasongko, Gita Orlin, Cindra Kirana dan Anna Budiman. (min)

Monday, 26 November 2018 04:54

Final Piala Libertadores kembali ditunda

Jakarta (KoranTransparansi.com)  - Final leg kedua Piala Libertadores yang telah dijadwal ulang antara River Plate melawan Boca Juniors kembali ditunda pada Senin dini hari WIB, beberapa jam sebelum laga itu semestinya dimulai, kata panitia penyelenggara, setelah Boca mengeluh bahwa pertandingan itu tidak dapat dimainkan di bawah kondisi-kondisi yang adil.

Pertandingan penentuan itu awalnya dijadwalkan untuk dimainkan pada Sabtu, namun harus ditunda sampai Minggu setelah para pemain Boca terluka ketika bus mereka diserang oleh para penggemar River di luar Stadion Monumental di Buenos Aires.

"Kami tidak mengingkan alasan apapun bahwa kondisi-kondisi yang ada tidak seimbang untuk kedua tim," kata Alejandro Dominguez, presiden Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan CONMEBOL, seperti dikutip dari Reuters. "Kami menginginkan kedua tim memiliki waktu untuk memulihkan diri."

Pada Minggu pagi klub Boca Juniors telah meminta leg kedua final Piala Libertadores untuk ditunda, karena pertandingan itu tidak dapat berlangsung di bawah kondisi yang adil bagi kedua tim.

Ini merupakan pertama kalinya kedua tim terbesar di Argentina itu bertemu untuk memperebutkan gelar elit level Amerika Selatan. Pertemuan musuh bebuyutan sekota ini disebut-sebut sebagai final terbesar sepanjang 58 tahun sejarah kompetisi ini.

Namun final Sabtu yang dijadwal ulang justru akan lebih diingat untuk aksi kekerasan yang membuat para pemain bercucuran darah, dan hampir seluruh kaca salah satu sisi bus Boca pecah. (kt/nov)

Surabaya (KoranTransparansi.com) - Empat negara, Malaysia, India, Inggris dan tuan rumah Indonesia meramaikan Kejuaraan Bulutangkis Suryanaga Wima Cup 2018 pada 26 Nopember-1 Desember yang digelar di dua tempat, yakni GOR Suryanaga dan GOR Sudirman.

Malaysia mengirimkan 23 atlet, India 5 atlet dan Inggris 1 atlet. Tuan rumah Indonesia terbanyak jumlah pesertanya, yakni 750 atlet lebih. Sedangkan total jumlah peserta kejuaraan ini sebanyak 806 atlet.  Thailand yang sebelumnya mengonfirmasikan hadir, ternyata membatalkan diri.

“Ada peningkatan jumlah peserta. Tahun lalu sekitar 600, tahun ini sebanyak 806 atlet,” kata Ketua POR Suryanaga, Yacob Rusdianto kepada wartawan di GOR Suryanaga, Surabaya, Minggu (25/11/

Menurutnya, kejuaraan ini digelar untuk menggali potensi dan pembinaan. Jatim secepatnya harus bisa bangkit dari keterpurukan prestasi. Padahal, dulu Jatim dikenal dengan gudangnya atlet nasional.  “Dulu, kita punya Alan Budi Kusuma, Soni Dwi Kuncoro dan Alvent Yulianto.

Sekarang sulit memunculkan atlet sekaliber mereka. Tidak ada kebanggaan prestasi yang didapat, karena mungkin kelengahan Jatim yang agak kurang menggelar turnamen usia dini,”

Karena itu, pihaknya ingin mengawali perjuangan membangkitkan kembali kejayaan bulutangkis Jatim di tingkat nasional dan internasional dengan menggelar Suryanaga Wima Cup. Bahkan, even ini akan diupayakan menjadi kalender tetap PB

Kalau dulu kita punya turnamen chalenge, yakni JPGG. Mudah-mudahan tahun depan even ini bisa diakui PB PBSI dan internasional,” tambah mantan Sekjen PB PBSI sembari menambahkan kejuaraan ini memperebutkan total hadiah Rp 65

Hal senada dikatakan Ketua Bidang Turnamen dan Perwasotan PB PBSI, Eddiyanto Sabarudin. Kejuaraan Suryanaga Wima Cup dinilai layak masuk kalender nasional PB PBSI, karena memenuhi syarat dalam jumlah peserta.  “Seingat saya tahun lalu diikuti 600 lebih, sekarang jumlah pesertanya bertambah menjadi 806. Jadi, even ini mungkin bisa masuk kalender PBSI,”

Kalau sudah masuk kalender masional, menurutnya, maka akan bertambah banyak atlet yang mengikuti even ini. Mereka tertarik mengukuti turnamen, karena mendapat poin.  Karena itu, dia meminta pihak penyelenggara untuk segera mendaftarkan ke PB PBSI.

“\Nantinya Jatim punya dua even besar kalender tetap PBSI. Jadi tak harus menunggu piala Walikota Surabaya Cup digelar,”

Kejuaraan ini mempertandingkan 7 kelompok umur. Masing-masing pra usia dini putra/putri di bawah 8 tahun, usia dini putra/putri U-11, anak putra/putri U-13, pemula putra/putri U-13, pemula putra/putri U-15, remaja putra/putri U-17, taruna putra/putri U-19 dan dewasa putra/putri usia bebas. (nov)

Gresik (KoranTransparansi.com) – Plt DPD l Golkar Jawa Timur  H. Zainudin Amali mengukuhkan badan pemenangan pemilu (Bappilu) DPD ll Golkar Gresik, yang dipusatkan di kantor Golkar Jalan Panglima Sudirman Gresik, Sabtu (24/11l2018) malam.

Acara pengukuhan Bappilu Gresik yang diketuai H. Ahmad Nurhamim, Sekretaris Atek Ridwan, dan Bendahara Erry Sucahyo, bersamaan pelaksanaan Rakornis Bappilu, pelepasan Caleg DPR-RI DPRD Provinsi  Jatim dan Caleg Golkar Kabupaten Gresik.

Bappilu adalah pelaksana seluruh kegiatan pengendalian dan pemenangan, karenanya  tugas-tugas elektoral diambil. Makanya, Ketua  Bappilu dipimpin ketua partai," tuturnya saat memberikan sambutan pengukuhan. Sementara fungsi dari struktur partai adalah memberikan dukungan.

Ia melarang sesama  Bacaleg Golkar agar tak  saling menjelekkan, membunuh karakter, menusuk dari belakang sesama Bacaleg dari Golkar. "Kita bersaing merebut suara rakyat bukan merebut suara dari sesama partai," .

Ia juga meminta pengurus Golkar  tak boleh membeda-bedakan Bacaleg. Semua harus difasilitasi. Semua Bacaleg  yang minta bantu, harus dibantu. " Saya juga minta jangan sampai semua Bacaleg menumpuk di satu wilayah garapan," tegasnya

Pada kesempatan itu, Zainudin Amali menginstruksikan 4 hal sesuai nomor partai. Pertama, Golkar yang mengusung Capres-Cawapres  Joko Widodo-Ma'ruf Amin harus disosialisasikan.

Kedua,  harus kampanyekan diri sendiri. Ketiga, jika tak suka dengan Bacaleg DPR dan Provinsi tak boleh gandeng Bacaleg dari partai lain. Dan, keempat Pemilu 2019 beda dengan sebelumnya.

" Sebab, ada 5 kertas suara Presiden, DPD, DPR, DPRD Provinsi  Kabupaten/Kota," katanya.

Ketua Komsi ll DPR RI asal daerah pemilihan Madura meminta tradisi kepemimpinan Ketua dan Bupati di Gresik harus dipertahankan." Saya akan lihat. Jika target tercapai akan ada penghargaan dari  Bappilu Jatim," tandasnya.

Sementara itu Ketua DPD Golkar Kab. Gresik H.Nurhamim  merespon kontestasi politik pemilu legislatif (pileg) dan pilpres  2019 mendatang dengan menyiapkan kerja keras dan karya nyata.

Untuk menuju kesana, maka ada empat tahapan yang dilakukan agar target kursi di DPRD  terpenuhi. Pada pemilu 2014, kami berhasil meraup 11 kursi dan menempatkan kadernya sebagai Ketua dewan.

H. Ahmad Nurhamim yang juga Ketua DPD Golkar Gresik menyatakan, partainya dalam menghadapi Pemilu 2019 baik Pileg maupun Pilpres yang digelar bersamaan membagi menjadi empat tahap.

Yaitu, tahap konsolidasi  yang telah dilakukan pada 2016, tahap kaderisasi pada  2017 dengan awali  training of trainer (ToT), tahap penggalangan pada 2018 untuk menentukan berapa kursi, dan tahap pemenangan Pemilu 2019.

" Dari 356 desa se Kabupaten  Gresik kami sudah  memetakan perolehan suara Golkar," katanya.

Dikatakan Nurhamin, dalam menghadapi Pemilu 2019, Golkar Gresik ingin kembali mengukir sejarah Pemilu 2014." Pada Pileg 2014, Golkar mampu meraih 11 kursi dan mampu mendudukkan kadernya  di jabatan Ketua DPRD Gresik," paparnya. Targetnya 15 kursi.

" Namun, di pimpinan eksekutif (bupati),  Golkar tak mampu mendudukkan kadernya," sambungnya.

Dalam memenangkan Pemilu, Nurhamim, membagi membauat strategi perzona.  Ada Bacaleg penugasan masing-masing ditugaskan mendapatkan 10 ribu  masa tergalang. Dan, Bacaleg perintah yang  rata-rata perempuan untuk pemenangan.

Dari DPT (daftar pemilih tetap) 920 ribu, diambil 225 ribu sangat realistis." Ini bukan sombong," katanya." (min)

 

 

 

Sunday, 18 November 2018 06:59

Sontoloyo dan Gendruwo

All animals are equal, but some animals are more equal than others (Animal Farm, George Orwell)

Oleh : H. Dhimam Abror Djuraid

 SALAH satu ikon kota Surabaya adalah Kebun Binatang Surabaya (KBS). Ada yang menyebutnya Bonbin (“kebon” binatang), atau, dulu di masa saya kanak-kanak, kami menyebutnya “Drenten”.

Sekarang KBS sudah redup karena salah urus, atau bahkan sebentar lagi akan tutup. Tapi, “legacy” KBS akan tetap dikenang oleh masyarakat Surabaya.

KBS menjadi ikon tak terpisahkan bagi Surabaya, dan bahkan sudah menjadi bagian dari leksikon budaya Surabaya.

Orang yang kesal akan menuangkan kekesalannya dengan menyebut “semua anggota kebun binatang” mulai dari babi, monyet, anjing, dan kawan-kawannya.

Lalu, jika ada seorang pemimpin sebuah organisasi dimana di dalamnya berbagai jenis manusia campur baur– mulai ustad sampai preman– maka sang ketua disebut ibarat memimpin kebun binatang. Di dalamnya lengkap ada berbagai karakter, mulai dari karakter monyet, buaya, biawak, babi, celeng, kerbau, ular, keledai, dan seterusnya.

Seorang pemimpin yang baik harus mampu mengelola semua karakter yang ada di kebun binatang itu, sehingga bisa memaksimalkan potensi mereka dan mengeliminasi, atau paling tidak meminimalisasi, potensi destruktifnya.

Kalau ditarik ke skala yang lebih besar maka tamsil ini berlaku bagi pemimpin di negeri kita ini dalam kondisi sekarang. Pemimpin nasional sekarang ibarat memimpin kebun binatang, harus pintar memainkan irama kapan si monyet harus tampil dan kapan monyet harus minggir. Begitu juga dengan binatang-binatang lainnya, mereka harus ditampilkan pada momentum yang tepat sehingga potensi mereka bisa dimaksimalkan.

Orkestrasi harmonis seperti ini membutuhkan seorang dirijen yang andal, memahami musik orkestra, dan paham karakter-karakter masing-masing binatang.

Bukan sebuah kebetulan bahwa sekarang ini lanskap politik Indonesia diwarnai dengan terminologi kebun binatang, mulai dari dikotomi kampret dan cebong sampai yang paling mutakhir soal “asu”.

Ini mengingatkan kita pada sastrawan George Orwell yang memperkenalkan novel alegoris “Animal Farm” (secara harfiah artinya kebun binatang) yang menceritakan duet penguasa babi bernama Napoleon dan Snowball (bola salju) yang berhasil menguasai republik kebun binatang dengan menyingkirkan pasangan pemilik Tuan dan Nyonya Jones.

Duet penguasa babi itu kemudian membuat sejumlah kebijakan yang dimaksudkan untuk menyejahterakan warga kebun binatang. Yang pertama dilakukan adalah mengumumkan program nasional “Sapta Cita” berisi tujuh program untuk menyejahterakan warga kebun binatang.

Program nomor satu yang menjadi inti dari duet rezim babi itu adalah kesetaraan bagi seluruh warga kebun binatang.

Pasal satu dari Sapta Cita berbunyi “All animals are equal” (semua warga kebun binatang adalah setara). Semua warga kebun binatang punya hak dan kewajiban yang setara, keadilan yang setara, dan kesejahteraan yang setara.

Setelah kesetaraan, program unggulan duet babi ini adalah pembangunan infrastruktur salah satunya adalah pembangunan kincir angin yang menjadi proyek mercusuar duet babi Napoleon dan Si Bola Salju.

Kincir angin berhasil dibangun dan masyarakat kebun binatang berangsur makmur. Tapi, sayangnya, yang terjadi kemudian adalah munculnya kelompok baru yang jauh lebih makmur dibanding kelompok lainnya.

Napoleon dan Bola Salju dikritik keras karena kesenjangan ini tidak sesuai dengan pasal pertama Sapta Cita. Napoleon dan Bola Salju tak kehilangan akal. Alih-alih mengatasi kesenjangan dia malah menambahi pasal pertama Sapta Cita menjadi “All animals are equal, but some animals are more equal than others” (semua binatang setara, tapi sebagian lebih tinggi kesetaraannya dibanding lainnya). Akal-akalan seperti ini menimbulkan pemberontakan internal sampai akhirnya Napoleon dan Bola Salju terdepak dari kekuasaannya.

Novel ini menjadi salah satu dari 30 novel terbaik dunia sepanjang masa. Orwell menulisnya sebagai kritik atas kemunculan pemerintah otoriter di bawah diktator komunis Stalin di Rusia. Orwell melihat gejala-gejala Stalinisme dan komunisme Rusia akan menjadi diktator baru dunia yang menghancurkan harkat kemanusiaan.

Sungguh sebuah kebetulan sejarah yang unik bahwa novel Animal Farm terbit pertama persis bersamaan dengan proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.

Tujuh puluh tahun lebih setelah itu, peringatan Orwell akan bahaya otoritarianisme komunisme rasanya masih tetap relevan sampai sekarang.

* * * *

Lanskap politik kita sekarang ini mengingatkan kita pada kebun binatang Orwell. Dikotomi kampret dan cebong sampai sebutan “asu” mewarnai lanskap politik kita.

Secara aleoris bisa disebutkan bahwa pemimpin nasional kita sekarang ini sedang memimpin republik kebun binatang karena beragamnya karakter manusia yang ada di dalamnya.

Memimpin republik kebun binatang membutuhkan kearifan, ketenangan, sekaligus ketegasan, sehingga tahu persis bagaimana memperlakukan para warga kebun binatang itu.

Karena kurang tenang menghadapi kritik muncullah ucapan sontoloyo. Karena kurang tenang menghadapi kritik maka muncul sebutan politisi gendruwo.

Andai saluran kritik melalui media konvensional tidak disumbat maka media akan bisa memainkan fungsi kontrol sosial dengan baik. Media konvensional akan menjadi “early warning system” sistem peringatan dini untuk mengingatkan pemimpin bahwa kebijakan yang diambilnya salah. Tapi, karena media konvensional tidak kritis lagi maka pemimpin nasional kaget ketika oposisi mengritik keras kebijakannya. Maka keluarlah umpatan sontoloyo.

Setelah itu muncul gendruwo. Kadang orang tak sadar akan fenomena freudian dalam dirinya. Apa yang diucapkan adalah endapan alam bawah sadarnya. Ketika Anda menyebut gendruwo maka itu adalah ungkapan dari alam bawah sadar Anda bahwa sedang ada gendruwo di sekitar kita.

Siapa yang mengingatkan kita akan fenomena gendruwo dalam politik? Betul. Karl Marx. Ia membuka kalimat dalam Manifesto Komunis dengan menyebut gendruwo sedang menghantui Eropa “a spectre is haunting Europe, specter of communism” (gendruwo sedang mengintai Eropa, gendruwo komunisme”. (Penulis adalah wartawan senior, doktor ilmu komunikasi)

Surabaya (KoranTransparansi.com) – Kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Golkar ke 54/2018  belum berakhir. Nanti malam (Sabtu/17/11/2018), akan digelar wayang kulit  semalam suntuk menampilkan dalang kader partai DR Ki Soenarjo,Msi, wakil Ketua DPRD Jawa Timur, di halaman Gedung DPRD Jawa Timur Jalan Indrapura, Surabaya.

Mantan Wakil Gubernur di era Gubernur Imam Utomo ini akan menyuguhkan lakon Seng Setya lan seng Cidra Ing Janji (Yang setia dan yang mngingkari janji).

Seperti biasa, Ki Soenarjo tampil bersama paguyuban seni Gito Maron dengan lawakan Kirun & Marwoto CS . Sebelum wayangan itu digelar akan didahului Dangdutan dengan penyanyi Saraswati “Kirun akan mengocok perut undangan dengan lelucon yang menyegarkan.  Ada 15 pesinden berparas cantik bakal tampil bareng.

Menurut Sekretaris Partai Golkar Jawa Timur Sahat Simanjuntak, SH, partai saat ini sedang gencar turba. Selain menkampanyekan Capres-Cawapres yang diusung Partai Golkar, nomor urut 1 Jokowi-KH Ma’ruf Amin, Golkar terus melakukan konsolidasi yaitu mengukuhkan Bappilu (Badan Pengendali Pemenangan Pemilu) DPD ll se Jawa Timur. “Komitmen partai sukses Pileg dan sukses Pilpres 2019, “ ungkap Sahat.

Untuk agenda wayangan nanti malam, kata Ketua Frakasi Patrtai Golkar DPRD Provinsi Jawa Timur, ya ini hiburan warga kota Surabaya.

Sengaja kita tempatkan di halaman Gedung DPRD, selain lokasinya mudah di jangkau oleh semua lapisan masyarakat , gedung DPRD itu milik rakyat. “Saya undang warga Kota Surabaya dan sekitarnya yang memang sudah “kangen” dengan Pak Narjo. Ini terbuka untuk umum,” jelasnya.

Menyinggung soal kedatangan Ketua Umum Partai Golkar H Airlangga Hartarto, Sahat mengungkapkan, Ketua umum dan jajaranya tetap kita undang. Soal kehadiran beliau, panitia sedang menunggu konfirmasi. Sedangkan para Ketua Golkar Kabupaten/Kota, Ketua ketua Hasta karya, organisasi pendiri dan yang didirikan wajib datang. 

Yang pasti ini rangkaian hari ulang tahun partai Golkar sekaligus  hiburan untuk rakyat. Bukan acara HUT Nasional yang dipusatkan di Surabaya. (min)

 

Page 1 of 600
banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...