Surabaya (KoranTransparanasi) – Hasil rekapitulasi untuk DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur X tak banyak memberikan kejutan. Berdasarkan pembacaan hasil suara pada proses rekapitulasi suara di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur, PKB keluar sebagai predikat teratas perolehan suara Caleg DPR RI dari Dapil yang membawahi Kabupaten Lamongan dan Gresik ini.

Serta, beberapa nama kuat yang dipredisi lolos, akhirnya sukses membawa kursi. Di antaranya adalah tiga petahana dari tiga partai berbeda yang kembali lolos ke DPR RI dengan suara signifikan. Mereka adalah Jazilul Fawaid (PKB), Nasyirul Falah Amru (PDI Perjuangan), dan Khilmi (Gerindra).

Selain ketiga nama itu, ada caleg potensial lainnya, yakni Debby Kurniawan dari Partai Demokrat. Debby Kurniawan merupakan putra dari Bupati Lamongan, Fadeli. Saat ini, Debby juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Lamongan.

Selain Debby, ada beberapa caleg baru lain dari dapil ini. Di antaranya adalah Dyah Roro Esti (Golkar) dan Zainuddin Maliki (PAN). Keduanya menggantikan caleg petahana di masing-masing partai.

Dyah Roro Esti menggantikan Eddy Kuntadi, sedangkan Zainuddin Maliki yang sebelumnya Ketua Dewan Pendidikan Jatim ini menggantikan Viva Yoga Mauladi.

Dengan terisinya enam kursi tersebut maka Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang sebelumnya memiliki wakil, Iskandar D Syaichu, maka untuk pemilu kali ini harus rela kehilangan kursi. (fir)

 

Jakarta (KoranTransparansi) - Gempa bumi dengan kekuatan 4,5 Skala Richter melanda wilayah Tuapejat, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Minggu dini hari pukul 00.20 WIB.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, gempa terjadi pada kedalaman 21 kilometer (km) pada titik koordinat 1,84 LS dan 99,88 BT.

Pusat gempa berada di laut 38 km Timur Laut Tuapejat dan guncangan gempa dapat dirasakan di wilayah Tuapejat (skala II-III MMI), Painan (II-III), Padang (II-III), Pariaman (I-II), Padang Panjang (I-II).(kh)

 Jakarta (KoranTransparansi)- Data penghitungan suara sementara Pemilu Legislatif 2019 yang diunggah KPU RI dalam Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) hingga Minggu pukul 03.15 WIB menunjukkan tiga partai yakni PDI Perjuangan, Golkar dan Gerindra masih menduduki posisi tiga besar.

PDI Perjuangan memeroleh 19,97 persen, Golkar 13,15 persen dan Gerindra 11,66 persen. Sedangkan di bawah ketiga partai itu yakni partai Nasdem 9,59 persen, PKB 9,2 persen, Demokrat 7,85 persen, PKS 7,16 persen, PAN 6,96 persen dan PPP 4,19 persen.

Sementara itu tujuh partai lain belum memenuhi ambang batas parlemen sebesar persen yaitu Perindo, Berkarya, Hanura, PSI, PBB, PKPI, dan Garuda.

Penghitungan suara Pileg 2019 di Situng KPU ini mencakup 38,96 persen TPS atau 316.933 dari total 813.350 TPS.

KPU menargetkan rekapitulasi suara Pemilu 2019 baik pilpres, Pileg DPR/DPRD RI serta DPD RI selesai tanggal 22 Mei 2019.(kh)

Pamekasan (KoranTransparansi) – Ikut menyemarakan bulan ramadhan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka Festival Ramadhan 2019 di lapangan pendodpo Kabupaten Pamekasan Ronggosukowati, Sabtu (11/5/2019).

Festival Ramadhan ini untuk menggali kekayaan budaya lokal dan seni yang dimiliki Jatim. Harapannya kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar hingga berakhir di Kota Surabaya.

“Ini juga sekaligus ajang silaturahmi budaya lokal dan seni di tengah masyarakat Jatim. Apalagi Jatim memiliki kekayaan budaya lokal dan seni yang tersebar di 38 kabupaten/kota.

“Yang membedakan Fstival Ramadhan Pamekasan dengan kabupaten lainnya adalah patrolnya atau nasyidnya,” ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat membuka cara itu.

Namun begitu Khofifah sangat apresiasi atas penyelenggaraan tersebut. Festival Ramadhan harus terus bergerak dan berakhir di Surabaya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Jatim atas kerjasama yang dilakukan dengan Pemkab Pamekasan. Harapannya bisa terus ditingkatkan untuk memajukan Kabupaten Pamekasan.

“Ke depan bisa menjadikan Kabupaten Pamekasan yang bersih dan bisa berdaya saing dengan provinsi lain,” ujarnya.

Abdul Rochim, ketua panitia menjelaskan Festival Ramadhan 2019 diselenggarakan untuk memperingati Bulan Ramadhan yang diselenggarakan pada Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Lumajang, Kota Malang, Kota Madiun, Kabupaten Bojonegoro, dan Kota Surabaya. 

Kegiatan ini juga menampilkan sajian budaya dan hasil pelaku UMKM di sekitar tempat penyelenggaraan.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Khofifah didampingi Ketua TP PKK Prov. Jatim Arumi Bachsin dan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam memberikan Tunjangan Kehormatan untuk para Huffadh se-Madura sebanyak 117 orang. Masing-masing Huffadh mendapatkan insentif Rp. 750 ribu.(fir)

Banyuwangi (KoranTransparansi) – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas meminta agar seluruh destinasi wisata memfasilitasi pelaksanaan ibadah bagi wisatawan Muslim selama bulan Ramadan ini. 

Anas meminta agar setiap fasilitas ibadah di tempat wisata, seperti mushola mengumandangkan adzan Magrib dan menggelar sholat berjamaah di lokasi tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Anas saat melakukan safari Ramadhan di kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, Selasa (7/5/2019).

Menurut Anas, Banyuwangi telah menjadi salah satu kota yang menawarkan pariwisata halal friendly. Untuk itu, Banyuwangi perlu melengkapi setiap destinasinya dengan fasilitas yang memudahkan pengunjung Muslim untuk beribadah, khususnya selama bulan Ramadhan ini.

“Mushola di obyek wisata, kalau Maghrib harus mengumandangkan adzan sekaligus menggelar solat berjamaah, kalau memungkinkan solat taraweh bisa dilakukan juga. Toilet dan tempat wudhu wanita kalau bisa dipisahkan. Pengelola wisata juga wajib menjual takjil atau menu buka puasa,” kata Anas.

Pada bulan Ramadan 1440 Hijriyah ini, Banyuwangi telah meluncurkan paket wisata buka puasa di tepi pantai berlatar Selat Bali yang menjanjikan pemandangan sunset yang indah. Para pengunjung bisa menikmati pemandangan indah, makanan enak, hingga sholat magrib sampai tarawih berjamaah.

“Saya mengimbau paket Ramadan semacam ini diikuti oleh pengelola hotel maupun tempat wisata yang ada di Banyuwangi,” kata Anas.

Secara khusus, Anas juga meminta jajaran  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk tetap melakukan pengawasan objek wisata dengan semangat selama bulan ramadhan ini.  

“Tidak ada alasan hanya karena puasa pelayanan kurang maksimal. Justru dengan puasa tubuh akan terasa lebih sehat,” ujarnya.

Anas juga meminta agar para karyawan pemkab terus meningkatkan ibadahnya. Seperti sholat dhuha atau memperbanyak baca Quran di kantornya selama Ramadan.

“Ramadan adalah salah satu momen bagi kita untuk meningkatkan ibadah, yang saya harap bisa menjadi bekal untuk menghadapi bulan-bulan pasca Ramadan. Spiritual yang meningkat, saya yakin akan meningkatkan kinerja kita," pungkas Anas. (jam)

 

Surabaya (KoranTransparansi)– Hasil penghitungan suara KPU Jawa Timur yang kini tengah berlangsung di Hotel Singgasana untuk Dapil Jatim 12 meliputi Kabupaten Tuban dan Bojonegoro diindikasikan bakal didominasi wajah wajah baru.

Dari tujuh kursi diperkirakan hanya ada dua petahanan yang bisa bertahan. Selebihnya wajah baru semua.

Hasil rekap perolehan suara parpol di Dapil 12 Jatim, terbanyak diraih oleh PKB dengan 329.765 suara sehingga berpeluang besar mendapatkan 2 kursi DPRD Jatim periode 2019-2024. “Caleg yang mendapat suara terbanyak dari PKB adalah Khozanah Hidayati (113.142) dan Fauzan Fauadi (92.622),” ujar Fauzan saat dikonfirmasi Selasa (7/5/2019).

Peringkat kedua ditempati PDI Perjuangan dengan perolehan 204.538 suara dan berpeluang mendapat 1 kursi di Dapil 12 Jatim. Sedangkan caleg yang mendapat suara terbanyak diraih Go Tjong Ping dengan perolehan 48.854 suara, berplaung melenggang ke DPRD Jatim.

Kemudian peringkat ketiga diraih Partai Golkar dengan perolehan 182.898 suara, sehingga berpeluang besar mendapat 1 kursi DPRD Jatim. Sedangkan suara terbanyak caleg diraih Aditya Halindra Faridzky putra dari mantan Bupati Tuban Haeny Relawati Rini Widyastuti.

Peringkat keempat ditempati Partai Demokrat dengan perolehan 127.680 suara, sehingga berpeluang mendapat 1 kursi DPRD Jatim. Sedangkan untuk suara terbanyak caleg diraih H Surawi dengan 43.372 suara, disusul Ir Maskur (mantan Kadisnak Jatim) dengan 41.992 suara.

Posisi kelima diraih Partai Gerindra dengan perolehan 111.113 suara, sehingga juga berpeluang mendapatkan 1 kursi DPRD Jatim di Dapil 12 Jatim. Sedangkan caleg suara terbanyak ditempati H Budiono (26.377 suara) disusul Yayuk Padmi Rahayu (23.044 suara).

Sementara di peringkat keenam, di tempati Partai Amanat Nasional (PAN) dengan perolehan 76.681 suara dan berpeluang mendapatkan jatah 1 kursi DPRD Jatim. Kemudian caleg dengan suara terbanyak diraih Agung Supriyanto dengan 42.402 suara.

Peringkat ketujuh dan seterusnya secara berurutan diraih PPP dengan perolehan 62.390 suara, Partai NasDem dengan 43.740 suara, PKS dengan 43.149 suara, Perindo dengan 30.023 suara, Partai Berkarya dengan 27.680 suara, PSI dengan 10.512 suara, Hanura dengan 10.418 suara, PKPI dengan perolehan 9.467 suara, lalu Partai Garuda dengan perolehan 7.560 suara dan terakhir ditempati PBB dengan perolehan 5.351 suara.

Ketua KPU Jatim, Choirul Anam mengatakan bahwa dari 38 kabupaten/kota di Jatim yang sudah melakukan rekap di tingkat provinsi baru 15 daerah. Sedangkan 23 daerah sisanya akan dilanjutkan sampai tanggal 9 Mei 2019.

“Hasil rekap ini merupakan hasil akhir untuk rekap penghitungan perolehan suara di tingkat provinsi Jatim tapi belum bisa kami tandatangani karena masih menunggu kabupaten/kota lain yang belum merekap,” pungkas Choirul Anam. (fir)

Perkiaraan Caleg DPRD Jatim dapil Bojonegoro-Tuban berpeluang terpilih

1. Khozanah Hidayati (PKB)

2. Fauzan Fuadi (PKB)

3. Go Tjong Ping (PDIP)

4. Aditya Halindra Farizdky (Golkar)

5. H Surawi (Demokrat)

6. Budiono (Gerindra)

7. Agung Supriyatno (PAN)

 Jakarta (KoranTransparansi) - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mendorong penggunaan kendaraan listrik, baik motor maupun mobil, bisa terus meningkat dan menjadi trend baru di Indonesia. Selain ramah lingkungan, ekonomis serta efisien, kendaraan listrik akan menjadi alat tranportasi utama di masa depan.

Sebagai bangsa besar, sudah waktunya Indonesia beralih ke kendaraan listrik yang ramah lingkungan dan tanpa ada emisi gas buang.

Sebagai salah satu dukungan nyata, Bamsoet, sapaan akrab Ketua DPR RI itu memesan satu unit motor listrik karya anak bangsa, GESITS, pada ajang pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di Kemayoran, Jakarta. Sebelumnya, Bamsoet juga sudah menggunakan mobil listrik TESLA sebagai kendaraan harian.

“Motor GESITS sebagai salah satu pioner industri kendaraan listrik di Indonesia harus kita dukung dengan cara membeli dan memakainya. Di ajang IIMS 2019 ini sudah dibuka pemesanan. Saya sudah pesan satu yang warna kuning. Dari informasi di stand, sudah ada dua ribu pemesan. Ke depan kita akan bentuk komunitas motor listrik untuk semakin mengkampanyekan penggunaan kendaraan listrik sebagai sarana transportasi handal," ujar Bamsoet saat berkunjung ke IIMS 2019, di Kemayoran, Jakarta

Politisi Partai Golkar itu akan mempelopori pembentukan komunitas Motor dan Mobil listrik di Indonesia. Kendaraan listrik harus jadi tren gaya hidup baru di masa depan karena efisien dan ramah lingkungan.

“Jangan kalah dengan negara-negara Eropa yang akan melarang kendaraan konvensional berbahan bakar minyak mengaspal di jalan-jalan pada tahun 2030. Semua harus beralih ke elektrik,” tambah Bamsoet.

Ia menerangkan, saat ini di Jabodetabek saja jumlah kendaraan roda dua sudah mencapai 18 juta. Sedangkan di tingkat nasional mencapai 91 juta. Tak heran jika polusi udara di Indonesia cukup tinggi. Dengan jumlah kendaraan motor di DKI Jakarta yang mencapai 18 juta, tingkat polusi udara Jakarta menjadi yang terburuk di Asia Tenggara versi World Air Quality Report 2018.

“Jika kita beralih ke motor listrik, niscaya akan memberikan kontribusi pada pembersihan udara di langit Indonesia," tutur Bamsoet.

Sbagai langkah awal menggerakan kesadaran pentingnya menggunakan kendaraan listrik, legislator dapil Jawa Tengah VII ini menyarankan aparatur pemerintah dari tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota, maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mulai menggunakan kendaraan listrik, khususnya motor GESITS sebagai pilihan kendaraan dinas.

Selain ikut menggerakan roda industri nasional, juga telah memberi contoh baik kepada masyarakat umum.

"Jangan sampai motor GESITS sebagai karya anak bangsa tidak menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Di sinilah nasionalisme dan kecintaan kita terhadap bangsa dan negara diuji. Political will dari pemerintah dibutuhkan, dari mulai kemudahan regulasi, pemberian insentif, sampai dengan penyediaan lahan pasar pengguna yang bisa dimulai dari internal pemerintah maupun BUMN," terang Bamsoet.

Sebagai Dewan Pembina Perkumpulan Ojek Daring Indonesia (PRODA), Bamsoet juga akan mengajak para ojek online mulai beralih ke motor listrik. Selain itu, industri start up transportasi online juga diharapkan bisa memfasilitasi penggunaan motor listrik kepada para mitra kerjanya, misalnya dengan cara kemudahan kredit kepemilikan.

“Mengecas baterai bisa menggunakan sumber listrik di rumah dengan biaya yang jauh lebih murah ketimbang membeli bahan bakar. Sehingga para ojek online khususnya, tak perlu lagi membakar uang di jalan raya. Uang membeli bahan bakar bisa digunakan untuk keperluan belanja rumah tangga lainnya. Lingkungan sehat, kantong juga sehat," pungkas Bamsoet. (rom)

 

Jakarta - Nama-nama populer dari Jawa Barat diprediksi memenangkan Pileg 2019 dan lolos ke DPR RI di antaranya Adian Napitupulu, Rieke Diah Pitaloka, Fadli Zon. Berlatar belakang artis di antaranya Desy Ratnasari, Rachel Maryam, Mulan Jameela. 

Hal tersebut terlihat dalam data sementara yang dikeluarkan Perhimpunan Sang Gerilyawan Nusantara atau Perhimpunan Sangga Nusantara yang Ketua Umumnya adalah Indra J Piliang.

Berikut ini daftar nama 56 caleg Jabar lolos ke DPR RI.

1. Adian Napitupulu Jabar 5 DARI PDIP

 

2. Diah Pitaloka Jabar 3 dari PDIP

 

3. Jalaludin Rakhmat Jabar 2 dari PDIP

 

4. Junico Siahaan Jabar 1 dari PDIP

 

5. Ono Surono Jabar 8 dari PDIP

 

6. Ribka Tjiptaning Proletariyati Jabar 4 dari PDIP

 

7. Rieke Diah Pitaloka Jabar 7 dari PDIP

 

8. Sutrisno Jabar 9 dari PDIP

 

9. TB Hasanuddin Jabar 9 dari PDIP

 

10. Yoseph Umar Hadi Jabar 9 dari PDIP

 

11. Ahmad Riza Patria Jabar 3 dari Gerindra

 

12. Anggawira Jabar 9 dari Gerindra

 

13. Ardhya Pratiwi Jabar 10 dari Gerindra

 

14. Endang Setyawati Thohari Jabar dari Gerindra

 

15. Fadli Zon Jabar 5 dari Gerindra

 

16. Heri Gunawan Jabar 4 dari Gerindra

 

17. Jeffry Mondonni Jabar 9 dari Gerindra

 

18. Mulan Jameela Jabar XI dari Gerindra

 

19. Mulyadi Jabar 5 dari Gerindra

 

20. Rachel Maryam Jabar 2 dari Gerindra

 

21. Desy Ratnasari Jabar 4 dari PAN

 

22. Eddy Soeparno Jabar 3 dari PAN

 

23. Farah Putri Nahlia Jabar 9 PAN

 

24. Primus Yustisio Jabar 5 dari PAN

 

25. Nining Indra Saleh Jabar 8 dari Nasdem

 

26. Nurul Qomar Jabar 8 dari Nasdem

 

27. Olla Ramlan Jabar 4 dari Nasdem

 

28. Ace Hasan Syadzily Jabar 2 dari Golkar

 

29. Agun Gunandjar Sudarsa Jabar 10 dari Golkar

 

30. Budhy Setiawan Jabar 3 dari Golkar

 

31. Dave Akbarshah Fikarno Jabar 8 dari Golkar

 

32. Dedi Mulyadi Jabar 7 dari Golkar

 

33. Dewi Asmara Jabar 4 dari Golkar

 

34. Ichsan Firdaus Jabar 5 dari Golkar

 

35. Itje Siti Dewi Kuraesin Jabar 9 dari Golkar

 

36. Daniel Muttaqien Jabar 8 dari Golkar

 

37. Putri Komaruddin Jabar 7 dari Golkar

 

38. Ravindra Airlangga Jabar 5 dari Golkar

 

39. Dede Yusuf Jabar 2 dari Demokrat

 

40. Didi Irawadi Jabar 10 dari Demokrat

 

41. Herman Khaeron Jabar 8 dari Demokrat

 

42. Linda Megawati Jabar 9 dari Demokrat

 

43. Mohammad Muraz Jabar 4 dari Demokrat

 

44. Sjarifuddin Hasan Jabar 3 dari Demokrat

 

45. Ecky Awal Mucharam Jabar 3 dari PKS

 

46. Fahmi Alaydroes Jabar 5 dari PKS

 

47. Netty Prasetiyani Jabar 9 dari PKS

 

48. Nurhasan Zaidi Jabar 9 dari PKS

 

49. Slamet Jabar 4 dari PKS

 

50. Surahman Jabar 10 dari PKS

 

51. Ade Wardana Jabar 5 dari PKB

 

52. Didi Wahidi Jabar 9 dari PKB

 

53. M Hanif Dhakiri Jabar 6 dari PKB

 

54. Maman Imanul Haq Jabar 9 dari PKB

 

55. Neng E M Zulfa Hiz Jabar 3 dari PKB

 

56. Yanuar Prihatin Jabar 10 dari PKB

 

Banyuwangi (KoranTransparansi)  – Pemkab Banyuwangi menggelar Festival Ramadhan selama sebulan penuh menyambut bulan suci umat Islam tersebut. Banyuwangi Ciptakan Kuliner Baru Berburu Berkah. Bupati Banyuwangi Azwar Anas mengunjungi stand dalam pameran kuliner.

Selain berisi beragam kegiatan keagamaan dan seni-budaya Islami, perhelatan itu memberi wadah ke ratusan usaha kuliner mikro untuk berburu rejeki selama Ramadhan.

“Luar biasa ramai sekali Festival Ramadhan ini. Kita ciptakan crowd, ribuan orang datang, ratusan usaha kuliner mikro yang jualan menu buka puasa, PKL-PKL dan usaha rumahan yang ikut, jadi laris semuanya. Kita tata bagus, ada rumbai-rumbai daun kelapa, sehingga pembeli nyaman,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat meninjau Festival Ramadhan yang dipusatkan di kawasan Gelanggang Seni Budaya (Gesibu), Taman Blambangan, Banyuwangi, Senin (6/5/2019).

Dalam festival itu, ratusan usaha kuliner mikro dilibatkan. Ada yang sebelumnya PKL, ada juga yang hasil binaan Dinas Koperasi dan UMKM.

“Bukan hanya nyari rezeki untuk sambut Lebaran, tapi saya harap ini membuka pasar. Kan ada ribuan orang. Nyobain makanan dan minuman. Insya Allah ada yang cocok, bisa pesan ketika ada event ulang tahun, acara perusahaan, dan sebagainya. Jadi ibu-ibu rumah tangga yang ikut Festival Ramadhan ini punya pintu rejeki baru,” jelas Anas.

Menurut Anas, berbeda dengan pasar menu berbuka puasa dan takjil yang ada di kota lain, Festival Ramadhan di Banyuwangi distandarisasi. Tempat berjualan difasilitasi oleh Pemkab Banyuwangi. Usaha kuliner mikro tak dipungut biaya, hanya ada iuran kebersihan sebagai stimulus rasa memiliki sehingga merawat tempat berjualan. Juga secara berkala petugas Dinas Kesehatan mengecek, sehingga pembeli semakin nyaman karena makanan yang dijual memenuhi standar kesehatan.

“Murah, makanan enak, tapi tetap dijamin gizi dan higienitasnya,” papar Anas.

Event yang melibatkan usaha kuliner mikro itu juga didorong Anas digerakkan di semua kecamatan, bahkan di perdesaan. “Saya tadi cek juga di media sosial, di Desa Cluring ada 30 Mbok Yem, Yu Nah, Mbok Tun, ibu-ibu usaha rumahan dilibatkan untuk bikin semacam bazar, diiringi atraksi memancing ikan gratis di desa itu. Dan masih banyak lagi,” jelas Anas.

Berbagai menu buka puasa disajikan di Festival Ramadhan tersebut, mulai kolak pisang precet, kolak kopyor, patula, dan beragam makanan lokal lainnya.

“Di kawasan ini, juga digelar salat Maghrib dan tarawih berjamaah bagi pengunjung. Jadi mereka yang tidak sempat ke masjid, bisa berjamaah di sana,” kata Anas.

Selain berisi ragam kuliner, Festival Ramadhan juga bakal menghadirkan empat event lain, yaitu Lomba Tartil dan Nasyid (9-10 Mei), Festival Patrol (10-11 Mei), dan Festival Hadrah (17-18 Mei). Semua event itu dipusatkan di Gesibu, Taman Blambangan. (jam)

 

Jakarta (KoranTransparansi)  - Manuver Partai Demokrat (PD) setelah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) selalu mengejutkan. Terlebih, manuver Partai Demokrat justru tertuju ke capres Prabowo Subianto.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menilai manuver PD itu bukan karena pertemuan AHY dengan Jokowi. BPN sendiri berpegangan dengan pernyataan yang menurut mereka terlontar dari pengurus PD.

"Kalau menurut saya sih nggak ya (manuver PD bukan karena pertemuan AHY-Jokowi). Justru mereka sendiri yang menyangkal kalau pertemuan itu tak akan merenggangkan hubungan di internal BPN. Kan bolak-balik itu disampaikan," kata juru debat BPN, Saleh Partaonan Daulay kepada wartawan, Senin (6/5/2019).

"Para pengurus PD menyatakan bahwa AHY bertemu Jokowi murni silaturahim. Untuk mendinginkan suasana pada tingkat grassroot. Pertemuan tersebut dinilai sangat penting," imbuhnya.

Manuver PD dimaksud salah satunya soal 'setan gundul', di mana, politikus PD Andi Arief menyebut Prabowo dipengaruhi setan gundul. Menurut Saleh, manuver PD dilatarbelakangi oleh masalah penghitungan suara Pilpres 2019 yang tak kunjung selesai, dikutip dari detiknews.

"Paling-paling mungkin... Ya ini kan persoalan mungkin penghitungan suara yang agak lambat sebetulnya. Kan banyak pertanyaan apakah betul bahwa yang menang itu adalah 01 atau justru sebaliknya 02. Kedua belah pihak ini kan sama-sama mengklaim," terangnya.

Sebelumnya diberitakan, AHY, yang merupakan Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) PD, bertemu dengan Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (2/5). Pertemuan itu diikuti kontroversi perihal posisi Partai Demokrat.

PD sendiri dinyatakan tetap berada di koalisi pro-Prabowo-Sandi. Namun manuver politikusnya selalu mengejutkan!

Selain soal setan gundul, salah satu politikus PD juga sempat menyebut Prabowo ngambek. Adalah Sekjen PD Rachland Nashidik yang menilai Prabowo ngambek karena batal bertemu Ibu AHY, Ani Yudhoyono, yang dirawat di National University Hospital (kh).

Page 1 of 609
banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...