Ekbis

 Direktur Utama Bank Jatim  R.Soeroso  melantik tiga direktur  yaitu Direktur Keuangan Ferdian Timur Satyagraha, Direktur Management Resiko, Rizyana Mirda, serta  Direktur Kepatuhan dan Humas Capital, Hadi Santoso, pada Jumat lalu.

SURABAYA (KoranTransparansi) - Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyaksikan penandatangan Pakta Integritas  tiga direktur baru Bank Jatim di Ruang Bromo Lt. V Bank Jatim, Basuki Rahmad Surabaya, Jumat.

Sebelumnya, di tempat yang sama, tiga direktur  dilantik oleh Direktur Utama Bank Jatim  R.Soeroso. Ketiga direktur yang dilantik, yaitu Direktur Keuangan Ferdian Timur Satyagraha, Direktur Management Resiko, Rizyana Mirda, serta  Direktur Kepatuhan dan Humas Capital, Hadi Santoso.

Selain Gubernur Jatim Pakde Karwo, penandatanganan pakta Integritas ini juga disaksikan  Kepala  Kantor Otoritas Jasa Keuangan Regional IV Jatim, Heru Cahyono, Dewan Komisaris dan Jajaran Direksi PT Bank Jatim.

Beberapa pejabat Pemprov Jatim juga hadir di acara tersebut. Diantaranya, Sekdaprov. Jatim Akhmad Sukardi yang sekaligus komisaris PT. Bank Jatim, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Fatah Yasin, dan Kepala Badan Pendapatan Daerah  Bobby Soemiarsono. (min)

Menteri Keuangan Sri Mulyani

JAKARTA (KoranTransparansi) - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mendorong kementerian/lembaga berinovasi untuk mengurangi penggunaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dalam menjalankan program prioritas dan strategis nasional.

"Kementerian/lembaga kami minta untuk juga berinovasi dan berkreasi untuk bisa tetap menjalankan program prioritas nasional namun tidak sepenuhnya dibiayai langsung melalui APBN atau alokasi anggaran," kata Ani, sapaan akrab Menkeu dalam penandatanganan sindikasi kredit 12 perbankan dengan KAI untuk LRT Jabodebek di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, saat ini pembiayaan proyek prioritas sudah bisa dilakukan melalui kombinasi anggaran kementerian, anggaran di penanaman modal negara di BUMN, subsidi dan penjaminan hingga sejumlah instrumen yang disiapkan Kementerian Keuangan seperti Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Proyek LRT Jabodebek sendiri, lanjut Ani, memiliki struktur pembiayaan yabg rumit karena tidak hanya menggunakan uang negara untuk kontrak proyek tahun jamak (multiyears).

Proyek senilai Rp29,9 triliun itu juga menggunakan APBN dalam sejumlah instrumen yakni Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada investor dan kontraktor proyek yakni KAI dan Adhi Karya sebesar Rp9 triliun, jaminan pemerintah serta subsidi tiket.

Ani meminta seluruh pihak yang terlibat bisa ikut menjaga dan mengawasi proyek tersebut hingga rampung pada 2019 mendatang.

"Dengan semakin banyak yang mengawasi, kita harapAdhi Karya bisa melaksanakan fungsi kontraktor secara baik, efisien, mutu tidak dikompromikan. Tidak ada korupsi. Kemudian KAI juga bisa mengelola proyek dengan efisien, baik, tidak korupsi dan pinjaman bisa dikembalikan tanpa jaminan saya harus dipanggil (KPK)," ujarnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang turut hadir dalam acara itu mengakui proyek LRT Jabodebek menjadi terobosan baru dalam pembiayaan infrastruktur yang tidak lagi mengandalkan APBN.

"Bagi kami ini adalah satu era baru di mana satu infrastruktur yang selama ini menggunakan APBN, kita berhasil tembus celah itu, agar dapat didanai swasta," katanya.

Budi berharap penandatanganan kontrak sindikasi kredit dari 12 perbankan untuk proyek moda transportasi baru itu dapat memberikan kepastian penyelesaian proyek. "Juga menjawab keraguan beberapa pihak atas kelanjutan proyek ini," pungkasnya. (guh) 

 Dokumentasi--Pekerja berada dalam proyek pembangunan di Stasiun Sudirman Baru, Jakarta, Sabtu (25/11/2017). Stasiun tersebut dibangun untuk pemberhentian Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta

Jakarta (KT) - Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta mulai beroperasi pada Selasa (26/12) dengan jadwal keberangkatan pertama pada 03.47 WIB dari Stasiun Sudirman Baru (BNI City) dengan tarif promo Rp30.000.

"Besok akan dilakukan uji coba berbayar Rp30.000, jadi sudah bisa beroperasi secara komersial," kata Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Edi Sukmoro dalam konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa. 

Edi mengatakan harga promo Rp30.000 karena masih dalam tahap uji coba serta agar masyarakat juga memberi masukan untuk pengoperasian penuh pada Januari 2018.

Pada tahap awal uji coba operasional 26 Desember 2017-1 Januari 2018 diberlakukan tarif promosi Rp30.000, sedangkan mulai 2 Januari 2018 bisa ditetapkan tarif Rp70.000.

"Ini masih dalam prinsip, sebagai pelayanan publik kami harus kompetitif untuk mengurangi kepadatan lalu lintas," katanya. 

Edi mengatakan kereta bandara terdiri dari enam kereta per rangkaian yang bisa menampung 272 penumpang dan 42 perjalanan. 

Pada pengoperasian awal ini, dia mengatakan, KA Bandara baru akan beroperasi atau menaikturunkan penumpang di tiga stasiun, yaitu Stasiun Sudirman Baru (BNI City), Stasiun Batu Ceper dan Stasiun Soekarno-Hatta. 

"Seharusnya dari Manggarai karena Manggarai masih ada pengerjaan, jadi kita doakan mudah-mudahan cepat selesai," katanya. 

Edi mengatakan KA Bandara akan langsung tersambung ke kereta layang (Skytrain) yang akan terhubung ke Terminal 1,2 dan 3 Bandara Soekarno-Hatta. 

"Tiket bisa didapatkan di stasiun, karena kami menyediakan untuk pembelian `go show`, mobile aplikasi atau `vending machine`," ujarnya. 

Adapun, jadwal keberangkatan KA Bandara Soekarno-Hatta dimulai pada pukul 03.40 rute Sudirman Baru (BNI City) sampai dengan Soekarno-Hatta dan 06.10-23.10 rute Soekarno-Hatta sampai dengan Sudirman Baru. (jn)

 Sejumlah pramugari maskapai Xpress Air melambaikan tangan sebelum naik pesawat

NUNUKAN (Koran Transparansi) - Maskapai Xpress Air yang menggantikan Kalstar Aviation untuk melayani penerbangan di wilayah perbatasan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara belum mengantongi izin operasi dari Kementerian Perhubungan RI.

"Izin operasi belum dikeluarkan Kemenhub (RI) maka belum bisa kami melayani penerbangan sesuai rute yang disepakati," ujar Penanggung Jawab Perwakilan Xpress Air di Nunukan, Novenri, Minggu.

Sehubungan dengan kendala ini, dia menyatakan, masih menunggu izin rute tersebut dari Ditjen Perhubungan Udara baru melayani penerbangan bagi masyarakat Kabupaten Nunukan.

Novenri mengutarakan, sebelum izin operasi diterbitkan terlebih dahulu dilakukan pengecekan kesiapan bandara yang akan disinggahi termasuk Bandara Nunukan. 

Pengecekan sejumlah bandara oleh Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub RI itu diperkirakan rampung akhir Desember 2017 sehingga penerbangan perdana juga segera dimulai. 

Ia memastikan, penerbangan perdana rute Nunukan-Tarakan dimulai dilakukan pada Januari 2018. "Maskapai Xpress Air dipastikan beroperasi di Nunukan karena kantor perwaklan sudah ada. Pengadaan pesawat pun siudah rampung," ujar Novenri. (MIN)

 

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo.

 

BALI (KT) - Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo memproyeksikan laju inflasi hingga minggu ketiga Desember 2017 berada pada kisaran 0,42 persen.

"Desember ini minggu ketiga ada di kisaran 0,42 persen," kata Agus saat ditemui di Bali, Sabtu.

Agus mengatakan laju inflasi pada periode ini masih disumbangkan oleh kenaikan harga-harga makanan seperti telur ayam dan cabai.

Meski laju inflasi meningkat jelang akhir tahun, namun Agus menyakini tingkat inflasi nasional sepanjang 2017 berada pada kisaran 3,0 hingga 3,5 persen.

"Secara setahun masih ada di bawah 3,5 persen, sejalan dengan inflasi yang kita perkirakan 3,0 hingga 3,5 persen," ujarnya. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi pada November 2017 sebesar 0,20 persen, yang dipicu oleh kenaikan harga bahan pangan seperti cabai merah, bawang merah dan beras.

Dengan demikian, tingkat inflasi tahun kalender Januari-November 2017 mencapai 2,87 persen dan inflasi tahunan (year on year) sebesar 3,3 persen.

Laju inflasi sepanjang 2017 ini masih berada di bawah asumsi yang ditetapkan pemerintah dalam APBNP 2017 sebesar 4,3 persen.

Sementara itu, laju inflasi pada Desember 2016 tercatat sebesar 0,42 persen atau yang terendah sejak 2010 dalam periode yang sama. (kh)

Dirjen dan Dirut AP II Usai Penandatangan Serahterima

BANYUWANGI (KT) – Penandatanganan serah terima pengelolaan Bandara Banyuwangi dari Kementerian Perhubungan, Jumat (22/12), maka kini secara resmi pengelolaan Bandara Banyuwangi dipegang PT Angkasa Pura II (persero). Penandatanganan serah terima dilakukan Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso dan Dirut AP II Muhammad Awaluddin.

 

Menurut Agus Santoso, pemberian hak pengelolaan ke AP II ini untuk meningkatkan pelayanan pada konsumen penerbangan, terutama untuk mengantispasi tingkat pertumbuhan penumpang dan kargo. “Pengembangan Bandara Banyuwangi yang sudah bagus ini perlu dipertahankan dan ditingkatkan, karena nanti pasti berdampak ke kesejahteraan ekonomi warga,” ujarnya.

Sementara Dirut AP II Awaluddin mengatakan, melihat kondisi tersebut pihaknya langsung bergerak cepat. BUMN pengelola bandara itu segera memulai pembangunan infrastruktur, terutama perluasan apron hingga 18 ribu m2.

“Ini untuk menyambut Banyuwangi sebagai bandara penyangga Bandara Ngurah Rai saat Annual Meeting IMF - World Bank, Oktober 2018. Menteri keuangan dan pejabat dari seluruh dunia akan datang ke Bali, sebagian mendarat di Banyuwangi. Kementerian Pariwisata juga sudah menyiapkan tur wisata yang melibatkan Banyuwangi untuk menyambut ajang tersebut," jelasnya.

Dukungan penuh dari Kemenhub cukup mendapat apresiasi dario Bupati Banyuwanggi Abdullah Azwar Anas. Bupati Anas atas nama pribadi dan warga Banyuwangi mengucapkan banyak terimakasih ataa dukungan Kemenhub tersebut.

“Atas nama masyarakat Banyuwangi, yang pertama harus saya sampaikan adalah ucapan sejuta terima kasih kepada Kementerian Perhubungan yang sangat luar biasa mendukung pengembangan Bandara Banyuwangi sehingga bisa berkembang sepesat sekarang. Kita terus mendorong pengembangan bandara ini dengan dukungan pemerintah pusat dan provinsi untuk menyukseskan Nawacita Presiden Jokowi terkait pembangunan sentra pertumbuhan ekonomi baru, dalam hal ini Banyuwangi sebagai kawasan pertumbuhan ekonomi baru di timur Pulau Jawa,” imbuh Anas.

Menurut Anas, kemudahan aksesibilitas melalui bandara menjadi salah satu sarana untuk mempercepat laju pembangunan yang dampaknya adalah kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat.

Bandara Banyuwangi sendiri mulai beroperasi 2010. Saat ini dalam sehari ada enam frekuensi penerbangan, yaitu tiga kali dari Surabaya dan tiga kali dari Jakarta. Jumlah penumpang di bandara tersebut terus melonjak. Pada 2011, jumlah penumpang baru 7.826 orang per tahun, lalu melonjak hingga 1.339 persen menjadi 112.661 orang pada 2016.

Sejak 2014, dibangun terminal berkonsep hijau pertama di Indonesia dengan konsumsi energi sangat minim karena nyaris tanpa alat pengatur suhu (AC) dan memanfaatkan pencahayaan alami dengan sinar matahari.

 

“Infrastruktur untuk membuka konektivitas antar wilayah sangat penting. Tidak hanya bagi Banyuwangi, tapi juga bagi Jatim, misalnya, ke depan perlu mengoptinakkan Bandara Sumenep dan bandara di Kediri yang sedang dalam proses pembangunan untuk menggerakkan ekonomi Jatim bagian selatan,” papar Anas. (ari)

banner