Ekonomi

Soekarwo : Kinerja Investasi Dorong Ekonomi Jatim 2017

SURABAYA (KT)  - Gubernur Jatim Soekarwo menyebut salah satu pendorong ekonomi pada 2017 di wilayah setempat adalah kinerja investasi, sehingga ada optimistme pada akhir tahun akan tumbuh sesuai target 5,6 persen. 

"Banyak faktor yang mendukung perekonomian Jatim bisa tumbuh, di antaranya kinerja investasi dan perdagangan yang terus mengalami kemajuan," kata Soekarwo saat Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2017 di Surabaya, Rabu.

Di investasi, misalnya, kinerjanya  cukup membanggakan. Izin prinsip  investasi sampai dengan Triwulan III  tahun 2017   sebesar Rp. 88,07 triliun, sedangkan  realisasi investasinya sebesar Rp.  113,15 triliun.”Pada tahun 2018  diharapkan meningkat, apalagi didukung oleh  daya tarik investor yang semakin meningkat,  keramahan bisnis yang ditawarkan Jatim,  dan adanya kebijakan yang kompetitif,” jelasnya.

Di bidang  perdagangan, lanjutnya,  sampai dengan triwulan III  tahun 2017 provinsi i i mengalami surplus Rp. 116,13 triliun, atau mengalami peningkatan dibandingkan triwulan III tahun 2016 yang tercatat sebesar Rp. 100,56 triliun.

“Kinerja tersebut didukung dengan adanya  26 Kantor Perwakilan Dagang (KPD) yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, tambah Pakde Karwo, ada faktor lain  yang bisa meningkatkan perekonomian Jatim yaitu daya saing yang unggul.  Untuk meningkatkan daya saing tsb, terdapat empat syarat dan telah dilakukan yaitu  terjaganya stabilitas  makroekonomi,  pemerintahan dan tata letak kelembagaan,  keuangan,  bisnis dan  kondisi tenaga kerja dan  kualitas  hidup dan pengembangan infrastruktur.

Pakde Karwo menambahkan guna meningkatkan daya saing industri, Pemprov. Jatim  menambah persentase pendidikan berbasis vokasional.

Saat ini, rasio Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jatim yakni 35% : 65%, dan dalam proses menuju rasio ideal  30% untuk SMA dan 70% untuk SMK .

“Kami akan terus menindaklanjuti prosentase keberadaan SMK, meskipun dari 2600 SMK yang ada di Jatim baru 1100 yang terakreditasi A. Penambahan SMK ini nantinya diupayakan agar bisa mengisi kebutuhan SDM yang profesional di sektor industri khususnya bidang manufaktur,” ungkapnya.

Selain itu, yntuk memenuhi standard tenaga kerja yang dibutuhkan pasar industri, Pemprov Jatim jyga nmendirikan 270 SMK Mini atau Balai Latihan Kerja (BLK) Plus yang memberikan pendidikan selama enam bulan dengan ilmu keahlian sesuai kebutuhan pasar.

Setelah enam bulan dididik, mereka keluar dengan membawa sertifikat dengan standard internasional. Ijazah atau sertifikat ini bisa digunakan untuk melamar sesuai dengan lowongan yang dibutuhkan.

Oleh sebab itu, berbagai upaya terus dilakukan dalam meningkatkan kualitas SDM tersebut. Salah satunya menerapkan dual track strategy yang meliputi sektor formal dan strategi non formal.

Strategi formal diarahkan dengan meningkatkan kualitas lulusan SMK dengan menambah muatan kurikulum yang diampu perguruan tinggi yang ada fakultas tekniknya.

Sementara, strategi non formal diarahkan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja terampil dan bersertifikat, dengan peningkatan sumber daya manusia melalui SMK mini dan balai latihan kerja dengan target 30.032 orang.

"Setidaknya Jatim bisa menyediakan 227.825 tenaga kerja bersertiifikat dan berdaya saing," ujar Soekarwo.(min)

 

 Gubernur Jawa Timur Soekarwo menerima cidermata dari panitia usai menjadi nara sumber pada Forum International Business Integrity Conference (IBIC) yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (11/12).

JAKARTA (KT) - Regulasi untuk berbisnis hendaknya tidak hanya yang bersifat melarang atau mengijinkan. Regulasi yang kita perlukamn adalah regulasi yang memfasilitasi atau mendorong kemudahan berbisnis. 

 Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa Bank Jatim Tahun 2017 di Ruang Bromo, Lantai 5 Kantor Pusat Bank Jatim, Jl. Basuki Rachmat Surabaya, Rabu (6/12) pagi.

SURABAYA (kt) - Gubernur Jawa Timur menyetujui Langkah PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback dalam rangka pelaksanaan insentif dalam jangka panjang alias Long Term Incentive (LTI).

Persetujuan itu disampaikan Gubernur Jatim saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa Bank Jatim Tahun 2017 di Ruang Bromo, Lantai 5 Kantor Pusat Bank Jatim, Jl. Basuki Rachmat Surabaya, Rabu (6/12) pagi.

Pakde Karwo mengatakan, langkah buyback ini merupakan salah satu strategi dan solusi yang tepat untuk mendatangkan keuntungan bagi perusahaan di masa mendatang. “Selain itu, langkah ini agar investor di pasar bursa tidak terganggu, maka sebagian sahamnya dibeli oleh Bank Jatim” katanya.  

Gubernur asal Madiun ini mengingatkan, dalam pembelian saham tersebut memerlukan kecermatan dan kehati-hatian. Bank Jatim diharapkan menerjunkan para Intelijen Pemasaran atau Market Intelligent (MI) yang berkompeten untuk terus memantau dengan seksama pergerakan pasar bursa. 

“Bank Jatim harus menerjunkan MI untuk melihat perkembangan pasar bursa melalui komputernya. Harus siap melek tiap malam untuk memantau, jika tidak dipantau maka harganya bisa turun” ingatnya. 

Dalam kesempatan ini, Pakde Karwo juga memberi apresiasi terhadap kinerja para bupati/walikota se-Jatim. Sebab, berkat kinerja mereka, Jawa Timur berhasil meraih penghargaan Indonesia’s Atrractiveness Award 2017 yang diterima oleh Pakde Karwo.

 

Penghargaan itu sendiri diberikan oleh Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata Dadang Rizki Ratman dan Direktur Utama PT. Tempo Inti Media Toriq Hadad di The Westin Kuningan Jakarta, September lalu.

Pakde Karwo mengatakan, diraihnya penghargaan ini karena Jatim dinilai sebagai provinsi yang terbaik secara nasional dalam bidang pengembangan investasi, infrastruktur, pariwisata, dan pelayanan publik. Adapun tim penilainya berasal dari Tempo Group.

“Penghargaan ini berkat agregat kinerjanya bupati/walikota yang luar biasa, jadi ini pembangunan agregat, bukan kinerja pribadi gubernur” kata Pakde Karwo yang disambut tepuk tangan bupati/walikota yang hadir.

Komisaris Utama Independen Bank Jatim, Heru Santoso menjelaskan, RUPS ini membahas tiga agenda pokok, yakni persetujuan rencana pembelian kembali saham atau buyback dalam rangka pelaksanaan Long Term Intencive (LTI) sesuai POJK no. 45/POJK.03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola Dalam Pemberian Remunerasi Bagi Bank Umum, perubahan buku Pedoman Kerja Direksi Perseroan, dan pemberian kuasa kepada dewan komisaris untuk menyetujui perubahan peraturan dana pensiun.

Heru mengatakan, buyback adalah proses pembelian kembali saham yang beredar di publik (outstanding share) yang dilakukan oleh perusahaan tersebut. Dalam proses buyback perusahaan menginvestasikan dana yang dimiliki untuk membeli saham perusahaannya sendiri dari publik.

Dengan melakukan pembelian kembali saham yang beredar di publik, lanjut Heru, perusahaan dapat memperoleh keuntungan di masa yang akan datang jika jika perusahaan memutuskan untuk menjual kembali saham yang dibuyback ketika harganya sudah naik.

Untuk mendukung rencana buyback dalam rangka program Long Term Incentive (LTI) ini Bank Jatim akan menyiapkan dana Rp. 1,01 miliar yang berasal dari pendapatan pengurus. Adapun buyback ini akan dimulai pada 7 Desember 2017 sampai 1 April 2018 mendatang.

Heru melanjutkan, nilai saham Bank Jatim dari tahun ke tahun menunjukkan tren positif, hingga akhir periode Oktober 2017, harga saham Bank Jatim sebesar Rp. 695/lembar saham. Harga itu naik sebanyak 61,87% sejak IPO 2012 di harga Rp. 430/lembar saham.

Kemudian, lanjut Heru, kinerja keuangan periode Oktober 2017 mengalami pertumbuhan yang signifikan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy). Tercatat Bank Jatim membukukan laba bersih Rp. 1,13 triliun atau tumbuh 26,07%.

“Untuk total kredit tercatat sebesar Rp. 31,10 triliun atau tumbuh 4,67%, sedangkan Dana Pihak Ketiga atau DPK sebesar Rp. 48,01 triliun atau tumbuh 16,72%.” katanya.

Ditambahkan, untuk rasio keuangan Bank Jatim, pada Oktober 2017 tercatat lebih baik dibandingkan periode tahun sebelumnya, antara lain Net Interest Margin (MIN) sebesar 6,73% dari sebelumnya 6,72%, Return of Asset (ROA) 3,07% menjadi 3,58%. 

“Bank Jatim berhasil membukukan efisiensi pada Biaya Operasional dibanding Pendapatan Operasional atau BOPO dari 71,07% menjadi 64,78%” pungkasnya. (min/guh)

 

 Arsip Foto. Petugas melakukan proses penyimpanan sementara aluminium ingot di pabrik peleburan PT Inalum, Batubara, Sumatera Utara

 

JAKARTA (KT) - Pemerintah akan tetap memiliki kendali di holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tambang setelah perusahaan induk itu disahkan pada akhir November.

 "Kami mengapresiasi kerja keras Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dapat merealisasikan jalan tol Jakarta-Surabaya," kata Menhub saat peresmian perumahaan Citra Maja Raya di Kabupaten Lebak, Sabtu.

LEBAK (KT) - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi optimistis jalan tol Jakarta-Surabaya bisa dioperasikan Lebaran 2018 sehingga arus lalu lintas arus mudik dan balik berjalan lebih lancar.  "Kami mengapresiasi kerja keras Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dapat merealisasikan jalan tol Jakarta-Surabaya," kata Menhub saat peresmian perumahaan Citra Maja Raya di Kabupaten Lebak, Sabtu.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro.

Jakarta (KT) - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memprediksi pertumbuhan ekonomi sepanjang 2017 akan mencapai 5,1 persen atau di bawah target dalam APBN-P 2017 sebesar 5,2 persen.

banner