Ekonomi

Published in Ekonomi

Ketersediaan Beras Bulog Aman Hingga 2019

Aug 09, 2018 Publish by 
Kepala Bidang Pengadaan dan OPP Perum Bulog Provinsi Sulawesi Tengah Bahar Haruna
Kepala Bidang Pengadaan dan OPP Perum Bulog Provinsi Sulawesi Tengah Bahar Haruna (kt/nur)

 

Palu (KoranTranspaansi.com) - Perum Bulog Sulawesi Tengah memastikan stok kebutuhan pangan terutama beras menjelang lebaran Idul Adha 1439 H, hingga memasuki Natal dan Tahun Baru 2019 aman.  

Kepala Bidang Pengadaan dan OPP Perum Bulog Provinsi Sulawesi Tengah Bahar Haruna menjelaskan kesiapan stok beras sangat cukup.

Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. " Saat ini stok dipastikan hingga enam bulan ke depan. Bahkan bulog sulteng telah membeli beras petani sebesar 10.836 ton. " Kata Kabid Pengadaan dan OPP Perum Bulog Provinsi Sulawesi Tengah Bahar Haruna, Rabu (8/8/2018), di Palu.

Menurut Bahar,  fungsi bulog itu sebagai penstabil harga, terutama beras. Baik ditingkat produsen maupun tingkat konsumen. Untuk tingkat produsen bulog mengamankan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Jadi initinya bulog menyerap dan membeli beras petani sesuai target yang telah ditetapkan.

Kemudian, dari sisi konsumen bulog menjaga Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan khusus pengadaan beras. Namun begitu, pihak bulog tetap menjaga kemungkinan permainan harga ditingkat pengecer. Sebab, jika terjadi gejolak harga dipasaran tim pemantau satgas pangan akan melakukan penindakan. 

" Kalau harga beras mungkin masih tetap stabil. Karena, apabila ada kenaikan harga bulog lakukan operasi pasar bersama tim satgas pangan.Dan logikanya, tidak mungkin masyarakat itu membeli yang mahal kalau ada yang murah. Apalagi, operasi pasar dilakukan hingga Desember. " jelas Bahar. 

Bahkan saat ini kata Bahar, pihak bulog sulteng melakukan pengiriman beras di provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo. Itu artinya, target yang diberikan pusat terlampaui. "Stok beras di bulog sulteng melebih target yang ditentukan. 

Untuk tahun 2018 ini sekitar 5 ribu ton kita sudah kirim. Sementara target di 2017 kemarin berkisar 103 persen. Sehingga kenaikannya berkisar 50 ribu ton dari besaran sebelumnya 42 ribu ton. (nur)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...