Ekonomi

Published in Ekonomi

Coklat Garut Jadi Pilihan Studi Banding Pelaku Usaha Kecil Sulteng

Apr 10, 2018 Publish by 
Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Kecil Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Tengah, Arifin S Ahmad
Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Kecil Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Tengah, Arifin S Ahmad (kt/nur)

SULTENG (Korantransparansi.com) Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Kecil Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Tengah, Arifin S Ahmad, menjelaskan, di pilihnya Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat (Jabar),  sebagai tempat studi banding bagi para pelaku usaha kecil sulteng dibidang coklat, ini sesuai data yang jelas bahwa Garut memiliki pabrik cokelat terbesar diIndonesia.

Apalagi, Garut, Jawa Barat, akan membangun perkampungan "cokelat" yang dikemas sebagai obyek wisata, sehingga para pelaku usaha kecil sulteng dibidang coklat bisa mencoba mengolah serta membuat produk makanan cokelat sendiri. " Seperti yang telah diluncurkan produk "Cocodot" (Cokelat dengan Dodol Garut), yang semakin dikenal di pasaran, katanya Arifin S Ahmad, Senin (9/4/2018) di Palu.

Dia optimis, para pelaku usaha kecil Sulteng dapat mengambil pelajaran dalam kunjungan kerja studi banding ke Garut. " Karena permintaan pelaku usaha kecil untuk bisa difasilitasi dalam pengembangan kualitas produksi coklat. Maka kami lakukan pengecekan daerah yang ada pengelolaan coklatnya. Maka datanya di kabupaten Garut. " Jelasnya.

Kunjungan kerja yang berlangsung pada 28 hingga 30 Maret itu diikuti enam peserta dari pelaku usaha kecil dibidang coklat. 

" Kami disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat. Begitu juga dengan pihak perusahaan pabrik pengelolah coklat itu. " Ungkapnya.

Pada kunjugan kerja itu juga  Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Kecil Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Tengah menandatangani surat kesepakatan bersama atau Memorandum of Understanding (MoU).

" Secara geografis sulteng merupakan daerah yang terkena garis wilayah katulistiwa sehingga dengan iklim yang panas sangat diperlukan cara untuk  mensiasati pengembangan dan pengelolaannya cokat. Karena itu, rencananya tahun depan kita akan folowup atau tidak lanjuti dengan mendatangkan struktur dari Jawa Barat untuk bisa memberikan bimbingan disulteng."katanya.

Selain itu, pada 4 hingga 6 April 2018, Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Kecil Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Tengah, juga mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) tentang pemberdayaan usaha koperasi dan mikro kecil menegah.

 " Ini merupakan rutinitas  Kementerian Koperasi jadi pesertanya seluruh pemerintah provinsi, kabupaten dan kota bagi dinas yang menangani koperasi dan usaha mikro kecil, "Jelasny.

Menurutnya, tema yang diangkat terkait sinergi antara pusat dan daerah dalam pemberdayaan usaha mikro kecil dan koperasi. (rahmad nur)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...