Ekonomi

 PT Pupuk Indonesia (Persero) menjamin selama lebaran 2018 ini distribusi pupuk dijamin cukup aman.

Jakarta (KoranTransparansi.com) – PT Pupuk Indonesia Persero (PI) menjamin kelancaran distribusi pupuk bersubsidi sampai ke daerah-daerah selama Lebaran 2018 untuk mengatasi peningkatan kebutuhan petani pada musim tanam mendatang.

Kepala Corporate Communication PI Wijaya Laksana di Jakarta, Sabtu (9/6), mengatakan pada H-6 Lebaran 2018, pupuk bersubsidi dijamin telah terdistribusi hingga lini III dan IV atau tingkat kabupaten.

“Untuk beberapa daerah mengatasi kebutuhan lebaran maka distribusinya dipercepat untuk mengantisipasi kemacetan, H-6 sudah bisa didistribusikan ke kios-kios,” katanya ketika bincang-bincang dengan Forum Wartawan Pertanian (Forwatan).

Menurut dia, kebijakan pelarangan truk angkutan barang untuk melintas di jalan-jalan tol selama lebaran sangat berpengaruh terhadap kelancaran distribusi pupuk, oleh karena itu pihaknya melakukan pengiriman ke daerah sebelum arus mudik dan balik.

Wijaya mengatakan pasokan pupuk menjelang hari raya saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga dua bulan ke depan.

Untuk total stok pupuk secara nasional hingga 7 Juni 2018 lini III dan IV sebesar 1.264.532 ton dari ketentuan minimum sebesar 279.462 ton dengan rincian 534.911 ton Urea, 340.801 ton NPK, 144.198 ton SP-36, 135.769 ton ZA, dan 108.853 ton Organik.

“Stok ini cukup untuk memenuhi kebutuhan petani selama dua bulan ke depan,” ujarnya.

Menurut dia, PT Pupuk Indonesia (Persero) memiliki jaringan distribusi yang kuat di seluruh Indonesia, khusus untuk memenuhi kebutuhan pupuk di sektor pertanian dan tanaman pangan yaitu 1.542 distributor, 45.005 kios, 18 unit kapal, 652 unit Gudang Lini II & III dengan kapasitas sebesar 2.981.078 ton lebih dan total kapasitas gudang kurang lebih 3.548.478 ton.

Kemudian, Gudang Lini I dengan kapasitas 567.400 ton, 3 unit (14 distribution center) pengantongan pupuk di Lini II, 4 Dermaga Kapal (PT Pupuk Iskandar Muda, PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, dan PT Petrokimia Gresik), 6.288 unit truk dan Voyage 194 rute.

Dalam menjamin distribusi pupuk urea bersubsidi dan mencegah terjadinya penyimpangan penyaluran di lapangan, pemerintah menerapkan sistem Distribusi Pupuk Bersubsidi secara tertutup dengan mempergunakan sistem distribusi dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Seperti dilangsir Aktual.com, sesuai ketentuan Kementerian Pertanian, produsen pupuk diwajibkan menyimpan stok sampai untuk kebutuhan dua minggu ke depan namun pada praktiknya, PI menyiapkan stok setara dengan stok untuk satu bulan ke depan. Hal ini untuk mencegah terjadinya kelangkaan pada saat terjadi lonjakan permintaan di musim tanam.

“Pupuk Indonesia taat kepada peraturan pemerintah, dalam menjalankan amanah untuk pendistribusian pupuk sesuai Prinsip Enam Tepat, yaitu tepat waktu, tepat jumlah, tepat tempat, tepat jenis, tepat mutu dan tepat harga,” ujarnya. (guh)

Pakde Karwo: Kondisi Ekonomi Jatim Triwulan I 2018 Berjalan Baik

Surabaya (KoranTrabsparansi.com) - Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo memastikan kondisi makro ekonomi Jatim pada Triwulan (TW) I tahun 2018 ini berjalan baik. Dimana, perekonomian Jatim pada TW I tahun 2018 ini tumbuh sebesar 5,5 persen, lebih tinggi dari tahun 2017 yang sebesar 5,45 persen.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri acara Buka Puasa Bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) dan Forkopimda Jatim di Graha KADIN Jatim, Jalan Bukit Darmo Raya No. 1 Surabaya, Rabu (6/6).

Pakde Karwo, sapaan lekat Gubernur Jatim ini mengatakan, tiga sektor utama yang dominan pada TW I tahun 2018 yakni industri pengolahan yang berkontribusi terhadap PDRB sebesar 29,53 persen, industri perdagangan yang berkontribusi  sebesar 17,97 persen, serta industri pertanian yang berkontribusi sebesar 12,20 persen.

Menurutnya, ada fenomena menarik dalam pertumbuhan ekonomi Jatim kali ini. Dimana secara umum pertumbuhan ekonomi akan diikuti dengan tingginya inflasi. Namun, yang terjadi di Jatim justru sebaliknya.

“Khusus di Jatim pertumbuhan ekonomi tinggi tapi inflasinya rendah, ini fenomena unik di tengah krisis ekonomi saat ini. Jadi ini luar biasa,” terangnya.

Inflasi di Jatim sendiri senantiasa terjaga. Dimana sampai dengan bulan Mei 2018 inflasi Jatim tercatat sebesar 2,74 persen, turun dibandingkan bulan April 2018 yang sebesar 3,05 persen. Angka ini di bawah rata-rata nasional yang sebesar 3,23 persen.

“Bahkan khusus volatile food, pada bulan Ramadhan ini tercatat deflasi 0,29 persen,” katanya.

Menurutnya, terjaganya kondisi makro ekonomi Jatim ini tak jauh dari situasi aman dan nyaman di Jatim. Bila kedua hal ini terus dijaga, maka kondisi makro ekonomi akan berjalan baik. “Terimakasih kepada para pengusaha yang ikut berjasa menjaga kondisi ini,” katanya.

Tidak hanya itu, ketahanan masyarakat Jatim terhadap suatu distorsi juga sangat tinggi. Seperti saat teror bom yang terjadi beberapa waktu lalu, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh agama dan masyarakat sangat kompak.

“Makanya hari keempat setelah tragedi bom kemarin ekonomi kita sudah stabil, ini ciri khas masyarakat Jatim,” kata orang nomor satu di Jatim ini.

Di akhir sambutannya, Pakde Karwo berharap di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan ini dapat berjalan lancar dan penuh berkah. “Semoga dosa kita diampuni oleh Allah SWT,” katanya yang dalam acara ini secara simbolis memberikan santunan kepada 10 anak yatim piatu dari 10 yayasan yatim piatu di Surabaya. Total anak yatim piatu yang mendapat santunan dalam acara kali ini berjumlah 100 orang.

Sementara itu, Ketua Umum KADIN Jatim, La Nyala M. Mattalitti berterimakasih kepada Pakde Karwo  yang tak pernah absen menghadiri acara buka puasa bersama KADIN Jatim. Ia juga mengapresiasi kepemimpinan Pakde Karwo yang di akhir masa jabatannya, mampu membuat deflasi Jatim tercatat sebesar 0,29 persen. “Ini sejarah yang sangat baik,” katanya.

Turut hadir Kapolda Jatim, Irjen. Pol. Machfud Arifin, Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman, unsur Forkopimda Jatim, beberapa Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim, Ketua KADIN kab/kota se-Jatim, pengurus HIPMI Jatim, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat. (den)

Menghadapi Idul Fitri sekaligus menekan kenaikan harga bahan pokok  Pemprov Sulteng mengadakan pasar myrah.

Sulteng (KoranTransparansi.com) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulteng, pada Selasa (5/7/2018), kembali menggelar pasar murah di Kecamatan Palu Barat Kota Palu.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (5-6/7/2018), dibuka lansung Asisten II Sekda Provinsi Sulteng, Bunga Elim Somba mewakili Gubernur Sulteng. 


Dalam sambutannya Ia berharap, pelaksanaan pasar murah ini dapat membantu masyarakat, serta menjaga stabilisasi harga berbagai kebutuhan pokok di bulan ramadhan dan memasuki hari raya idul fitri 1439 H.


Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Kecil Dinas Koperasi dan UMKM Sulteng, Arifin S Ahmad yang ditemui dikantornya membenarkan jika dinasnya juga ikut terlibat dalam kegiatan pasar murah tersebut. 


" Pelaksana utama pasar murah itu dinas perindustrian dan perdagangan dan ada beberapa dinas terkait termaksud koperasi dan UMKM, " ungkapnya.


Menurutnya, pasar murah diharapkan bisa membantu masyarakat mendapatkan barang kebutuhan pokok dibulan Ramadhan khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri  dengan harga relatif murah. 
"Kami juga melibatkan beberapa umkm dan mereka hadir, adapun barang yang dijual diantaranya, tepung, gula dan minyak serta susu, itu harganya relatif terjangkau. "jelasnya


Kegiatan yang berdekatan dengan pusat perbelanjaan Palu Grand Mall itu, menjadikan pasar murah sangat strategi dikunjungi masyarakat kota palu. 


Selain lokasi pasar murah yang strategis, harga berbagai barang kebutuhan pokok juga relatif murah dibandingkan harga pasaran umum.


Sujono (45), dan Siti (50), warga kota palu yang berbelanja di pasar murah itu menuturkan, perbandingan harga jual berbagai barang kebutuhan sangat menyolok. Misalnya, harga tepung terigu dipasaran umum Rp. 10.000/Kg, sementara di pasar murah Rp. 8.500/kg.


Demikian pula telur ayam Rp45.000/rak (30 butir) sedangkan tingkat pengecer telur ayam bisa mencapai Rp50.000/rak. (R.NUR)

Perekonomian 2019 Membaik, Pertumbuhan Capai 5,8 Persen

JAKARTA (KoranTrasparansi.com) - Perekonomian nasional di tahun 2019 memiliki potensi yang sangat baik, sehingga pertumbuhan ekonomi pun bisa mencapai pada kisaran 5,4-5,8 persen. 

Potensi itu ditopang oleh perkembangan pada beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah ditopang secara seimbang oleh empat mesin pertumbuhan, yaitu konsumsi, investasi, ekspor, dan belanja pemerintah.

Ini disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam pidatonya di hadapan Rapat Paripurna DPR di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (31/5/2018). 

Pidato tersebut  merupakan tanggapan pemerintah atas pandangan fraksi-fraksi sebelumnya terhadap Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok Pokok Kebijakan Fiskal Tahun 2019. Menurut Menkeu, selama tiga tahun terakhir, inflasi ada pada kisaran 3,5 persen. Ini lebih rendah dibanding rata-rata inflasi selama sepuluh tahun terakhir yang mencapai 5,6 persen.

“Perkembangan harga domestik dan laju inflasi telah mengalami penurunan dan semakin stabil merupakan faktor penting dalam menjaga tingkat konsumsi dan daya beli masyarakat,” papar Menkeu. Sementara itu, investasi diakui Menkeu, mulai pulih kembali. 

Ini ditopang oleh kesehatan sektor perbankan dan pasar modal. Selain itu, pulihnya iklim investasi juga ditopang oleh pembangunan infrastruktur dan meningkatnya daya saing usaha termasuk investasi Indonesia sendiri.

Pada bagian lain, kinerja ekspor mulai pula menunjukkan peningkatan sejak 2017. Padahal, sebelumnya selalu mengalami kontraksi. “Capaian-capaian ini telah mampu membawa perbaikan persepsi pelaku usaha terhadap prospek investasi di Indonesia dan membawa dampak positif untuk mendorong minat investor pada pasar dalam negeri,” ungkap Menkeu lebih lanjut.

Ditambahkan Menkeu, pada sisi produksi (supply side), pertumbuhan sektoral cukup merata baik sektor primer, seperti pertanian, perkebunan, dan pertambangan yang semuanya sangat dipengaruhi oleh harga komoditas dan perdagangan global. 

Yang juga memengaruhi pertumbuhan sektoral adalah bergeraknya manufaktur, konstruksi, telekomunikasi, perdagangan, hotel, restoran, dan sektor jasa keuangan. “Faktor-faktor tersebut merupakan landasan untuk menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia,” imbuh Menkeu. (sam)

 

Kemenag keluarkan izin impor gula mentah 635.000 ton

Jakarta (KoranTransparansi.com) - Kementerian Perdagangan telah mengeluarkan Persetujuan Impor (PI) gula mentah atau raw sugar sebanyak 635.000 ton, yang nantinya akan diolah menjadi Gula Kristal Putih (GKP) atau gula konsumsi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan bahwa impor gula mentah tersebut diputuskan dalam rapat koordinasi antarinstansi di kantor Kementerian Perekonomian pada Maret 2018.

"Iya, PI sudah diterbitkan untuk 635 ribu ton," kata Oke, saat dikonfirmasi Antara melalui sambungan telepon, Selasa.

Keputusa dalam Rapat Koordinasi di Kementerian Perekonomian tersebut menyetujui adanya importasi gula mentah untuk diolah menjadi gula konsumsi sebanyak 1,1 juta ton. Namun, hingga saat ini, total persetujuan impor yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan baru sebanyak 635.000 ton.

Berdasar catatan, produksi gula nasional kurang lebih berkisar pada angka 2,2 juta ton. Sementara kebutuhan gula nasional mencapai 2,9 juta ton, dengan rata-rata kebutuhan gula per bulan berkisar antara 200.000-225.000 ton. Khusus pada Ramadhan, kebutuhan gula tersebut diperkirakan naik kurang lebih sebanyak 20 persen.

Berdasar data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga rata-rata gula pasir di pasar tradisional berada pada kisaran Rp12.400 per kilogram di wilayah Kalimantan Barat, dan Rp17.100 per kilogram di Papua.

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk gula pasir sebesar Rp12.500 per kilogram. Langkah tersebut tercatat efektif khususnya untuk ritel-ritel modern yang tidak memiliki rantai distribusi panjang dalam penyaluran komoditas tersebut. (guh)

 ILUSTRASI - BI (Bank Indonesia).

Mataram (KoranTransparansi) - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Achris Sarwani mengatakan keyakinan konsumen menjelang hari raya besar keagamaan dan pemilihan kepala daerah meningkat berdasarkan hasil survei yang dilakukan pada April 2018.

"Hasil survei menunjukan bahwa indek keyakinan konsumen (IKK) pada April tercatat sebesar 113,17, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 111 persen," kata Achris Sarwani, di Mataram, Selasa.

mum, kata dia, konsumen yakin bahwa kondisi ekonomi saat ini maupun yang akan datang mengalami peningkatan. Hal itu ditopang oleh ekspektasi meningkatnya pengeluaran konsumsi pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1439 Hijriah, serta pilkada serentak pada Juni 2018.

Berdasakan hasil survei, indek kondisi ekonomi saat ini pada April 2018 tercatat sebesar 106 persen, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 102,17 persen. Hal ini utamanya dipengaruhi oleh meningkatnya penghasilan konsumen dan pengeluaran untuk konsumsi barang-barang tahan lama saat ini dibandingkan enam bulan lalu.

Disamping itu, indek ekspektasi konsumen pada April 2018 juga tercatat sebesar 120,33 persen, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 119,83 persen. Hal ini ditopang oleh ekspektasi konsumen akan meningkatnya penghasilan pada enam bulan yang akan datang.

"Menjelang dan selama pelaksanaan Ramadhan, Idul Fitri dan pilkada memang konsumsi biasanya meningkat sebagaimana siklus tahun

Bank Indonesia sendiri memperkirakan bahwa pelaksanaan pilkada 2018 akan berdampak positif terhadap perekonomian NTB dengan sumbangan diperkirakan mencapai sebesar 0,3-0,8 persen terhadap perekonomian.

Meskipun peningkatan konsumsi tersebut akan berdampak pada peningkatan harga barang dan jasa secara umum (inflasi) selama Ramadhan, Idul Fitri dan pilkada sebagaimana siklus pada tahun-tahun sebelumnya. 

Dan juga hasil survei yang menunjukan bahwa ekspektasi konsumen akan meningkatnya harga barang dan jasa secara umum pada tiga bulan yang akan, khususnya pada kelompok barang makanan.

Namun Bank Indonesia bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTB dan kabupaten/kota, terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan pasokan barang kebutuhan pokok di pasar tradisional.

"Kami memperkirakan laju inflasi sampai dengan Juni 2018 masih berada pada kisaran target inflasi," katanya.(kh)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...