Ekonomi

Kepala Bidang Pengadaan dan OPP Perum Bulog Provinsi Sulawesi Tengah Bahar Haruna

 

Palu (KoranTranspaansi.com) - Perum Bulog Sulawesi Tengah memastikan stok kebutuhan pangan terutama beras menjelang lebaran Idul Adha 1439 H, hingga memasuki Natal dan Tahun Baru 2019 aman.  

Kepala Bidang Pengadaan dan OPP Perum Bulog Provinsi Sulawesi Tengah Bahar Haruna menjelaskan kesiapan stok beras sangat cukup.

Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. " Saat ini stok dipastikan hingga enam bulan ke depan. Bahkan bulog sulteng telah membeli beras petani sebesar 10.836 ton. " Kata Kabid Pengadaan dan OPP Perum Bulog Provinsi Sulawesi Tengah Bahar Haruna, Rabu (8/8/2018), di Palu.

Menurut Bahar,  fungsi bulog itu sebagai penstabil harga, terutama beras. Baik ditingkat produsen maupun tingkat konsumen. Untuk tingkat produsen bulog mengamankan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Jadi initinya bulog menyerap dan membeli beras petani sesuai target yang telah ditetapkan.

Kemudian, dari sisi konsumen bulog menjaga Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan khusus pengadaan beras. Namun begitu, pihak bulog tetap menjaga kemungkinan permainan harga ditingkat pengecer. Sebab, jika terjadi gejolak harga dipasaran tim pemantau satgas pangan akan melakukan penindakan. 

" Kalau harga beras mungkin masih tetap stabil. Karena, apabila ada kenaikan harga bulog lakukan operasi pasar bersama tim satgas pangan.Dan logikanya, tidak mungkin masyarakat itu membeli yang mahal kalau ada yang murah. Apalagi, operasi pasar dilakukan hingga Desember. " jelas Bahar. 

Bahkan saat ini kata Bahar, pihak bulog sulteng melakukan pengiriman beras di provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo. Itu artinya, target yang diberikan pusat terlampaui. "Stok beras di bulog sulteng melebih target yang ditentukan. 

Untuk tahun 2018 ini sekitar 5 ribu ton kita sudah kirim. Sementara target di 2017 kemarin berkisar 103 persen. Sehingga kenaikannya berkisar 50 ribu ton dari besaran sebelumnya 42 ribu ton. (nur)

Gubernur Jatim : Koperasi dan UMKM Mampu Serap 18,6 Juta Naker

Surabaya – (KoranTransparnsi.com) - Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo optimis keberadaan koperasi dan UMKM mampu menjadi soko guru perekonomian nasional khususnya di Jatim. 

Apalagi di Jatim, koperasi dan UMKM mampu menyerap tenaga kerja cukup banyak atau sekitar 94 persen dari total tenaga kerja yang ada.

“Koperasi dan UMKM telah mampu menyerap tenaga kerja cukup banyak, dan mengurangi jumlah pengangguran yang ada,” demikian disampaikan Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim pada acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-71 Provinsi Jatim di GOR Surajaya, Lamongan, Jumat (20/07).

Pakde Karwo menjelaskan, menurut data dari survei sosial ekonomi nasional (susenas) tahun 2016 yang dipublikasikan tahun 2017 jumlah tenaga kerja di Jatim sebanyak 20.160.000. Dari jumlah tersebut jumlah tenaga kerja yang diserap perusahaan besar hanya sekitar 333.271.

Sedangkan, sebanyak 18.610.000 bekerja di sektor koperasi dan UMKM. “Sebanyak 94 persen tenaga kerja di Jatim hidup dan dihidupi dari keberadaan koperasi dan UMKM,” imbuhnya.

Ditambahkan, jumlah koperasi dan UMKM di Jatim juga mengalami peningkatan cukup signifikan. Menurut data sensus ekonomi pada tahun 2016 jumlah koperasi dan UMKM mencapai 9,59 juta, dengan rincian 4,61 juta di sektor non pertanian dan 4,98 juta di sektor pertanian. 

Pertumbuhan ini juga berkat adanya peran Dekranasda Prov. Jatim yang selalu aktif membina dan mempromosikan produk-produk koperasi dan UMKM.

“Pada tahun 2008 dulu jumlah koperasi dan UMKM 4,2 juta dan sekarang mencapai 9,59 juta. Data ini menunjukkan bahwa jumlahnya tidak hanya meningkat tapi meledak,” ungkap Pakde Karwo.

Dengan makin meningkatnya jumlah koperasi dan UMKM, Pakde Karwo mengusulkan, agar pihak perbankan mempermudah pemberian kredit pada koperasi dan UMKM. Meskipun beberapa koperasi ataupun UMKM yang ada dianggap tidak bankable ataupun tidak feasible, namun Non Performing Loan/NPL nya rendah. 

Konsep yang dikedepankan adalah kejujuran, karenan kejujuran adalah bentuk softskill yang tidak dimiliki  negara lain. 

Bantuan kredit murah ini, lanjut Pakde Karwo, merupakan bentuk kehadiran pemerintah bagi yang kalah dalam pertarungan efisiensi termasuk di dalamnya koperasi dan UMKM. “Negara harus memberi kepedulian pada rakyat kecil, jangan sampai koperasi dan UMKM ini jadi semakin kecil karena kalah dalam hal efisiensi,” tegas orang nomor satu di Jatim ini.

Selain itu, untuk pemberian bantuan/pinjaman kepada koperasi juga telah didukung dengan adanya peraturan pada UU Koperasi yang memperbolehkan pemberian pinjaman pada koperasi. Hal ini menunjukkan, bahwa di era revolosi industri dalam hal pengembangan modal koperasi tidak hanya cukup dari iuran anggota saja. 

“Modal koperasi ini tidak hanya cukup dari iuran anggota, oleh sebab itu pihak perbankan bisa memberikan pinjaman pada koperasi,” terang Pakde Karwo.

Pakde Karwo menambahkan, untuk memperkuat koperasi dan UMKM Pemprov Jatim juga telah memberikan bantuan kepada koperasi wanita/kopwan yang tersebar di seluruh Jatim. 

Program ini dirasa sangat tepat, karena perempuan sejak kecil sudah memiliki kemampuan sebagai akuntan handal. “Pemberian bantuan dan dukungan pada koperasi dan UMKM ini merupakan bentuk konkrit koperasi sebagai ideologi dalam keseharian,” ujarnya.

Penerapan Konsep Digital Ekonomi Meliputi Proses Industri, Produksi dan Dagang

Pada kesempatan sama, Pakde Karwo meminta, penerapan konsep digital ekonomi memasukan proses industri, produksi dan dagang. Hal ini penting dilakukan, karena jika terbatas pada trading atau dagang saja maka pelaku pengusaha disini hanya akan menjadi konsumen. 

“Hal yang penting yakni barang yang ada di Jatim bisa diproduksi dan dijual melalui konsep digital ekonomi yang ada,” ungkapnya. (kh)

 PT Pupuk Indonesia (Persero) menjamin selama lebaran 2018 ini distribusi pupuk dijamin cukup aman.

Jakarta (KoranTransparansi.com) – PT Pupuk Indonesia Persero (PI) menjamin kelancaran distribusi pupuk bersubsidi sampai ke daerah-daerah selama Lebaran 2018 untuk mengatasi peningkatan kebutuhan petani pada musim tanam mendatang.

Kepala Corporate Communication PI Wijaya Laksana di Jakarta, Sabtu (9/6), mengatakan pada H-6 Lebaran 2018, pupuk bersubsidi dijamin telah terdistribusi hingga lini III dan IV atau tingkat kabupaten.

“Untuk beberapa daerah mengatasi kebutuhan lebaran maka distribusinya dipercepat untuk mengantisipasi kemacetan, H-6 sudah bisa didistribusikan ke kios-kios,” katanya ketika bincang-bincang dengan Forum Wartawan Pertanian (Forwatan).

Menurut dia, kebijakan pelarangan truk angkutan barang untuk melintas di jalan-jalan tol selama lebaran sangat berpengaruh terhadap kelancaran distribusi pupuk, oleh karena itu pihaknya melakukan pengiriman ke daerah sebelum arus mudik dan balik.

Wijaya mengatakan pasokan pupuk menjelang hari raya saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga dua bulan ke depan.

Untuk total stok pupuk secara nasional hingga 7 Juni 2018 lini III dan IV sebesar 1.264.532 ton dari ketentuan minimum sebesar 279.462 ton dengan rincian 534.911 ton Urea, 340.801 ton NPK, 144.198 ton SP-36, 135.769 ton ZA, dan 108.853 ton Organik.

“Stok ini cukup untuk memenuhi kebutuhan petani selama dua bulan ke depan,” ujarnya.

Menurut dia, PT Pupuk Indonesia (Persero) memiliki jaringan distribusi yang kuat di seluruh Indonesia, khusus untuk memenuhi kebutuhan pupuk di sektor pertanian dan tanaman pangan yaitu 1.542 distributor, 45.005 kios, 18 unit kapal, 652 unit Gudang Lini II & III dengan kapasitas sebesar 2.981.078 ton lebih dan total kapasitas gudang kurang lebih 3.548.478 ton.

Kemudian, Gudang Lini I dengan kapasitas 567.400 ton, 3 unit (14 distribution center) pengantongan pupuk di Lini II, 4 Dermaga Kapal (PT Pupuk Iskandar Muda, PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, dan PT Petrokimia Gresik), 6.288 unit truk dan Voyage 194 rute.

Dalam menjamin distribusi pupuk urea bersubsidi dan mencegah terjadinya penyimpangan penyaluran di lapangan, pemerintah menerapkan sistem Distribusi Pupuk Bersubsidi secara tertutup dengan mempergunakan sistem distribusi dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Seperti dilangsir Aktual.com, sesuai ketentuan Kementerian Pertanian, produsen pupuk diwajibkan menyimpan stok sampai untuk kebutuhan dua minggu ke depan namun pada praktiknya, PI menyiapkan stok setara dengan stok untuk satu bulan ke depan. Hal ini untuk mencegah terjadinya kelangkaan pada saat terjadi lonjakan permintaan di musim tanam.

“Pupuk Indonesia taat kepada peraturan pemerintah, dalam menjalankan amanah untuk pendistribusian pupuk sesuai Prinsip Enam Tepat, yaitu tepat waktu, tepat jumlah, tepat tempat, tepat jenis, tepat mutu dan tepat harga,” ujarnya. (guh)

Pakde Karwo: Kondisi Ekonomi Jatim Triwulan I 2018 Berjalan Baik

Surabaya (KoranTrabsparansi.com) - Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo memastikan kondisi makro ekonomi Jatim pada Triwulan (TW) I tahun 2018 ini berjalan baik. Dimana, perekonomian Jatim pada TW I tahun 2018 ini tumbuh sebesar 5,5 persen, lebih tinggi dari tahun 2017 yang sebesar 5,45 persen.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri acara Buka Puasa Bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) dan Forkopimda Jatim di Graha KADIN Jatim, Jalan Bukit Darmo Raya No. 1 Surabaya, Rabu (6/6).

Pakde Karwo, sapaan lekat Gubernur Jatim ini mengatakan, tiga sektor utama yang dominan pada TW I tahun 2018 yakni industri pengolahan yang berkontribusi terhadap PDRB sebesar 29,53 persen, industri perdagangan yang berkontribusi  sebesar 17,97 persen, serta industri pertanian yang berkontribusi sebesar 12,20 persen.

Menurutnya, ada fenomena menarik dalam pertumbuhan ekonomi Jatim kali ini. Dimana secara umum pertumbuhan ekonomi akan diikuti dengan tingginya inflasi. Namun, yang terjadi di Jatim justru sebaliknya.

“Khusus di Jatim pertumbuhan ekonomi tinggi tapi inflasinya rendah, ini fenomena unik di tengah krisis ekonomi saat ini. Jadi ini luar biasa,” terangnya.

Inflasi di Jatim sendiri senantiasa terjaga. Dimana sampai dengan bulan Mei 2018 inflasi Jatim tercatat sebesar 2,74 persen, turun dibandingkan bulan April 2018 yang sebesar 3,05 persen. Angka ini di bawah rata-rata nasional yang sebesar 3,23 persen.

“Bahkan khusus volatile food, pada bulan Ramadhan ini tercatat deflasi 0,29 persen,” katanya.

Menurutnya, terjaganya kondisi makro ekonomi Jatim ini tak jauh dari situasi aman dan nyaman di Jatim. Bila kedua hal ini terus dijaga, maka kondisi makro ekonomi akan berjalan baik. “Terimakasih kepada para pengusaha yang ikut berjasa menjaga kondisi ini,” katanya.

Tidak hanya itu, ketahanan masyarakat Jatim terhadap suatu distorsi juga sangat tinggi. Seperti saat teror bom yang terjadi beberapa waktu lalu, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh agama dan masyarakat sangat kompak.

“Makanya hari keempat setelah tragedi bom kemarin ekonomi kita sudah stabil, ini ciri khas masyarakat Jatim,” kata orang nomor satu di Jatim ini.

Di akhir sambutannya, Pakde Karwo berharap di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan ini dapat berjalan lancar dan penuh berkah. “Semoga dosa kita diampuni oleh Allah SWT,” katanya yang dalam acara ini secara simbolis memberikan santunan kepada 10 anak yatim piatu dari 10 yayasan yatim piatu di Surabaya. Total anak yatim piatu yang mendapat santunan dalam acara kali ini berjumlah 100 orang.

Sementara itu, Ketua Umum KADIN Jatim, La Nyala M. Mattalitti berterimakasih kepada Pakde Karwo  yang tak pernah absen menghadiri acara buka puasa bersama KADIN Jatim. Ia juga mengapresiasi kepemimpinan Pakde Karwo yang di akhir masa jabatannya, mampu membuat deflasi Jatim tercatat sebesar 0,29 persen. “Ini sejarah yang sangat baik,” katanya.

Turut hadir Kapolda Jatim, Irjen. Pol. Machfud Arifin, Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman, unsur Forkopimda Jatim, beberapa Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim, Ketua KADIN kab/kota se-Jatim, pengurus HIPMI Jatim, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat. (den)

Menghadapi Idul Fitri sekaligus menekan kenaikan harga bahan pokok  Pemprov Sulteng mengadakan pasar myrah.

Sulteng (KoranTransparansi.com) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulteng, pada Selasa (5/7/2018), kembali menggelar pasar murah di Kecamatan Palu Barat Kota Palu.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (5-6/7/2018), dibuka lansung Asisten II Sekda Provinsi Sulteng, Bunga Elim Somba mewakili Gubernur Sulteng. 


Dalam sambutannya Ia berharap, pelaksanaan pasar murah ini dapat membantu masyarakat, serta menjaga stabilisasi harga berbagai kebutuhan pokok di bulan ramadhan dan memasuki hari raya idul fitri 1439 H.


Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Kecil Dinas Koperasi dan UMKM Sulteng, Arifin S Ahmad yang ditemui dikantornya membenarkan jika dinasnya juga ikut terlibat dalam kegiatan pasar murah tersebut. 


" Pelaksana utama pasar murah itu dinas perindustrian dan perdagangan dan ada beberapa dinas terkait termaksud koperasi dan UMKM, " ungkapnya.


Menurutnya, pasar murah diharapkan bisa membantu masyarakat mendapatkan barang kebutuhan pokok dibulan Ramadhan khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri  dengan harga relatif murah. 
"Kami juga melibatkan beberapa umkm dan mereka hadir, adapun barang yang dijual diantaranya, tepung, gula dan minyak serta susu, itu harganya relatif terjangkau. "jelasnya


Kegiatan yang berdekatan dengan pusat perbelanjaan Palu Grand Mall itu, menjadikan pasar murah sangat strategi dikunjungi masyarakat kota palu. 


Selain lokasi pasar murah yang strategis, harga berbagai barang kebutuhan pokok juga relatif murah dibandingkan harga pasaran umum.


Sujono (45), dan Siti (50), warga kota palu yang berbelanja di pasar murah itu menuturkan, perbandingan harga jual berbagai barang kebutuhan sangat menyolok. Misalnya, harga tepung terigu dipasaran umum Rp. 10.000/Kg, sementara di pasar murah Rp. 8.500/kg.


Demikian pula telur ayam Rp45.000/rak (30 butir) sedangkan tingkat pengecer telur ayam bisa mencapai Rp50.000/rak. (R.NUR)

Perekonomian 2019 Membaik, Pertumbuhan Capai 5,8 Persen

JAKARTA (KoranTrasparansi.com) - Perekonomian nasional di tahun 2019 memiliki potensi yang sangat baik, sehingga pertumbuhan ekonomi pun bisa mencapai pada kisaran 5,4-5,8 persen. 

Potensi itu ditopang oleh perkembangan pada beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah ditopang secara seimbang oleh empat mesin pertumbuhan, yaitu konsumsi, investasi, ekspor, dan belanja pemerintah.

Ini disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam pidatonya di hadapan Rapat Paripurna DPR di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (31/5/2018). 

Pidato tersebut  merupakan tanggapan pemerintah atas pandangan fraksi-fraksi sebelumnya terhadap Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok Pokok Kebijakan Fiskal Tahun 2019. Menurut Menkeu, selama tiga tahun terakhir, inflasi ada pada kisaran 3,5 persen. Ini lebih rendah dibanding rata-rata inflasi selama sepuluh tahun terakhir yang mencapai 5,6 persen.

“Perkembangan harga domestik dan laju inflasi telah mengalami penurunan dan semakin stabil merupakan faktor penting dalam menjaga tingkat konsumsi dan daya beli masyarakat,” papar Menkeu. Sementara itu, investasi diakui Menkeu, mulai pulih kembali. 

Ini ditopang oleh kesehatan sektor perbankan dan pasar modal. Selain itu, pulihnya iklim investasi juga ditopang oleh pembangunan infrastruktur dan meningkatnya daya saing usaha termasuk investasi Indonesia sendiri.

Pada bagian lain, kinerja ekspor mulai pula menunjukkan peningkatan sejak 2017. Padahal, sebelumnya selalu mengalami kontraksi. “Capaian-capaian ini telah mampu membawa perbaikan persepsi pelaku usaha terhadap prospek investasi di Indonesia dan membawa dampak positif untuk mendorong minat investor pada pasar dalam negeri,” ungkap Menkeu lebih lanjut.

Ditambahkan Menkeu, pada sisi produksi (supply side), pertumbuhan sektoral cukup merata baik sektor primer, seperti pertanian, perkebunan, dan pertambangan yang semuanya sangat dipengaruhi oleh harga komoditas dan perdagangan global. 

Yang juga memengaruhi pertumbuhan sektoral adalah bergeraknya manufaktur, konstruksi, telekomunikasi, perdagangan, hotel, restoran, dan sektor jasa keuangan. “Faktor-faktor tersebut merupakan landasan untuk menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia,” imbuh Menkeu. (sam)

 

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...