DAERAH

Foto : Petugas Home Care Service RSUD Gambiran Kota Kediri,saat berikan pelayanan

KEDIRI (KoranTransparansi) - Beruntung menjadi warga Kota Kediri, terutama bagi yang menderita sakit dan kurang mampu dalam ekonomi. Mereka kini bisa sedikit bernafas lega. Pasalnya, pemerintah setempat mempunyai layanan program Home Care Service, di mana dokter dan perawat yang berkunjung untuk melakukan pemeriksaan pada pasien.

Program ini mempunyai tujuan memberikan pelayanan kesehatan kepada warga Kota Kediri, dimana petugas medis yang berasal dari RSUD Gambiran Kota Kediri ini mengunjungi rumah pasien dan melakukan perawatan serta observasi medis. 

Apakah perlu adanya perawatan lanjutan perawatan medis rumah sakit atau hanya rawat jalan. Tak hanya model pelayanan jemput bola, namun pelayanan ini juga bebas biaya alias gratis bagi warga Kota Kediri. 

Koordinator Pelayanan Homecare Service Kota Kediri, Kristika menjelaskan, program ini merupakan perpaduan dari berbagai macam instansi, mulai dari dinas pendidikan, dinas sosial, dinas kesehatan, dan pihak medis RSUD Gambiran Kota Kediri. 

“Pelayanan Home Care Service ini merupakan pelayanan jemput bola kepada pasien warga Kota Kediri secara gratis bagi mereka yang kurang beruntung dalam bidang ekonomi, bekerjasama dengan dinas terkait mulai dari Dinas Pendidikan, Dinas Sosial dan RSUD Gambiran Kota Kediri,” jelas Kristika, Jumat (20/4/2018)

Menurut Kristika, pelayanan ini merupakan kerjasama antar instansi dinas karena tidak hanya pasien saja, tapi untuk keluarga pasien. Biasanya jika pasien berada dalam kondisi ekonomi yang kurang beruntung, tak hanya pasien saja yang mengalami kesusahan, bagaimana kondisi anak, orang tua, tempat tinggal dan sekolahnya. 

"Untuk itulah dibutuhkan kehadiran dinas pendidikan, dinas sosial, dinas kesehatan dan RSUD Gambiran untuk mengcover keseluruhan masalah," terangnya.

Kristi menerangkan, pelayanan ini diberikan sejak Mei 2016, berawal dengan 4 mobil pelayanan, kini telah berjumlah 6 mobil, dengan rincian 2 mobil untuk pelayanan lapangan dan 4 mobil lainnya digunakan sebagai antar dan jemput pasien. 

"Di dalam mobil tersebut, ada 3 hingga 4 orang. Satu sopir, dua perawat dan satu tenaga medis. Juga ada perlengkapan dan peralatan dalam penanganan gawat darurat," terangnya.

Ditempat terpisah, Kabag Humas Pemkot Kediri Apip Permana mengatakan, pelayanan mobil Home Care merupakan terobosan Pemkot.  “Selama ini, kesehatan dan kesejahteraan memang jadi perhatian, Pemerintah Kota Kediri,” jelas Apip.

u warga yang merasakan manfaat mobil ini adalah Sunarti (50) warga Kelurahan Kampungdalem, Kota Kediri. Ibu dua anak ini sedang sakit diabetes, gagal ginjal dan pada bagian kakinya terdapat luka. Karena kondisi ekonominya kurang beruntung, setiap dua minggu sekali pihak Home Care Service berkunjung dan memberikan pelayanan kesehatan. Mulai dari apoteker, psikolog, perawat dan dokter melakukan pelayanan layaknya di rumah sakit.

“Meskipun saya juga tetap melakukan Hemodialisa ke Gambiran, namun saya juga sering dikunjungi oleh perawat, dan semuanya gratis, karena keuangan saya juga tidak banyak,” ujar Sunarti.

Tak hanya pelayanan kesehatan, namun tim homecare juga memberikan bantuan logistik berupa sembako kepada pasien yang benar-benar membutuhkan bantuan.(bud)

 

Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol. Himawan Bayu Aji saat melauncing menyatakan ada penambahan satu SIM corner lagi yang di tempatkan di Transmart Mall Sidoarjo.

Sidoarjo (Korantransparansi.com)Upaya meningkatkan pelayanan dan kemudahan kepada masyarakat dalam pengurusan SIM , Polresta Sidoarjo  kembali menambah pelayanan SIM corner yang ditempatkan di Transmart Mall di jalan KH. Ali Mas’ud Kecamatan Buduran Sidoarjo.

Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol. Himawan Bayu Aji saat melauncing menyatakan ada penambahan satu SIM corner lagi yang di tempatkan di Transmart Mall Sidoarjo.

“Adanya penambahan pelayanan SIM corner ini untuk memudahkan masyarakat dalam mengurus SIM. Seperti memperpanjang SIM,” katanya, Jumat, 20 April 2018.

Himawan menjelaskan, inisiatif penambahan SIM Corner tersebut dilakukan setelah melihat kebutuhan masyarakat dalam pembuatan SIM. Hal itu sekaligus menjawab atas kondisi antrean panjang yang kerap terjadi di Mapolres Sidoarjo.

“SIM corner ini jawabannya. Jika kemarin-kemarin masyarakat harus mengantre panjang di Mapolres, sekarang sudah bisa dilakukan di transmart atau Suncity mall,” jelasnya.

Selain di Transmart Sidoarjo, Polresta Sidoarjo juga sudah memilki SIM corner yang ditempatkan di pusat perbelanjaan Suncity Mall Sidoarjo . Untuk pelayanan dibuka mulai pukul 08.00 Wib hingga Pukul 16.00 Wib. Sedangkan pelayanan yang baru ini, yakni di Transmart di buka sekitar pukul 16.00 hingga 20.00 Wib. Selain itu juga ada mobil Pelayanan SIM Keliling yang setiap hari berpindah-pindah sesuai jadwal pelayanan.

“Dengan adanya SIM corner yang baru ini masyarakat sudah tidak perlu khawatir lagi harus antri dalam memperpanjang SIM dan sebagainya. Karena sudah ada dua mall yang tersedia pelayanan SIM,” ungkap Himawan".

Kombes Pol Himawan Bayu Aji berjanji akan terus meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat. Terlebih di zaman yang serba modern, maka sudah sepatutnya pelayanan bisa menjadi singkat, mudah dan efisien.

“Polresta Sidoarjo juga berencana membangun gedung baru yang akan ditempatkan di Cemengbakalan Sidoarjo. Harapannya, kedepan semakin mempermudah masyarakat dalam kepengurusan surat-surat. Baik STNK, SIM maupun BPKB,” tegasnya".(eka r)

Sedang Mengecet Gudang, Jatuh Lalu Tewas. Terkena aliran Listrik

 

Sumenep (KoranTransparansi.com) - Mengenali lingkungan kerjanya lebih baik ketimbang bernasip kurang baik. Ini dialami seorang laki-laki di Dusun Brumbung, Desa Pakandangan Barat, Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep, bernama Jalaluddin (48), ketika sedang bekerja mengecet gudangnya.

Jalaludin tiba tiba saja terjatuh setinggi sekitar enam meter. Lalu terkapar dan  meninggal seketika. Usut usut punya Jalaludin meninggal bukan karena seang sakit, namun Jalaludin tewas akibat sengatan aliran listrika.

Peristiwa yang mengakibatkan meninggalnya Jalaluddin itu, terjadi pada Jum’at (20/04/2018) sekira pukul 09.00 wib di gudang milik H. Hafid dengan alamat dusun biyen desa Kapedi kabupaten Sumenep.

Kabag Humas Polres Sumenep, AKP Abd Mukit memberikan keterangan bahwa peristiwa yang menimpa Jalaluddin adalah kecelakaan murni. Tidak ada indikasi lain. Dia tersengat aliran listrik hingga terjatuh saat melaksanakan pekerjaan mengecat gudang milik H. Hafid dengan memakai tangga ketinggian 6 meter.

“Pada saat Jalaludin mengecat gudang milik H. Hafid dengan memakai tangga, dan diduga korban terkena sengatan listrik sehingga terjatuh” kata Mukit.

Mukit menambahkan bahwa yang menemukan pertama kali mayat Jalaluddin adalah H. Tajullah dan anaknya Risqi yang datang ke gudang milik H. Hafid yang bermaksud hendak melihat mobil yang akan di jual.

Keduanya melihat Jalaluddin terlentang dengan posisi kepala menghadap kearah utara dekat tangga. Lalu keduanya menghampiri korban, dan di ketahui korban sudah tidak bernyawa lagi.

Kemudian Risqi memanggil Joyo dan Fauzi pemilik bengkel yang berada di sebelah gudang, dan Fauzi menghubungi H. Hafid untuk mengabarkan pula kepada keluarga korban bahwa korban meninggal dunia jatuh dari tangga saat mengecat gudang.

Mendapat informasi bahwa ada kejadian kecelakaan tunggal, Polsek Bluto mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) yang di pimpin langsung oleh Kapolsek Bluto IPTU Wahyudi Kusdarmawan, SH bersama Kanit Reskrim dan 3 orang anggota Polsek Bluto.

“Hasil dari pemeriksaan Medis bahwa korban mengalami luka pada kepala bagian belakang bengkak dan robek lebih kurang 3 cm, dan luka pada pelipis hingga kebagian kelopak mata bengkak”, papar Mukit.

Kejadian tersebut, pihak keluarga korban telah menerima dengan ikhlas bahwa kematian korban adalah kehendak takdir dari yang kuasa, dan keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi dengan dikuatkan Surat pernyataan resmi (fidz).

 

Di Lamongan, Gus Ipul Panen Melon Bareng Petani Difabel

Lamongann (KoranTransparansi.com)  - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut dua Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berkesempatan memanen melon bersama petani difabel di Desa Sendangharjo, Brondong, Lamongan, Jumat (20/4). Pada kesempatan itu, Gus Ipul juga menyampaikan beberapa konsep pertanian modern yang akan digagasnya.

Melihat kedatangan keponakan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini, salah seorang petani difabel, Qamaruzzaman (30 tahun) mengaku sangat gembira. Tidak pernah ia membayangkan bakal bertemu langsung dengan Gus Ipul.

Saking kagumnya dengan perjuangan petani difabel yang berhasil membudidayakan melon jenis golden ini, Gus Ipul meminta Qomar (panggilan akrabnya) bercerita tentang dirinya. Terutama perjuangannya menghadapi keterbatasan.

"Kerja dari jam berapa?" tanya Gus Ipul kepada Qomar. "Mulai dari jam 7 pagi sampai 5 sore," jawabnya.

Qomar juga menceritakan, sebagian besar pekerjaan di sawah dikerjakannya sendiri. Dimulai dari penyiapan lahan, penyiangan, pengairan hingga pemanenan. Kecuali untuk penyemprotan pestisida, ia mempekerjakan orang lain.

Dalam kesempatan ini, Gus Ipul juga sempat melihat secara langsung bagaimana Qomar menggunting dahan pohon yang tak lagi produktif tidak menggunakan tangan, tapi dengan kakinya. Dengan lincah dan lentur, kaki Qomar menjangkau dahan-dahan yang terbilang sulit karena tingginya setinggi kepala orang dewasa. "Selama ada kemauan pasti bisa," ujar Qomar.

Gus Ipul melihat, sosok Qomar menjadi inspirasi bagi para petani, khususnya petani muda. Bagaimana dengan keterbatasannya mampu membudidayakan melon, yang dinilainya memiliki risiko yang relatif lebih tinggi dibanding menanam tanaman lainnya.

Dalam kesempatan ini, Gus Ipul juga mengenalkan konspep 'corperate farming'. Caranya, gapoktan-gapoktan yang ada dikumpulkan menjadi satu. Disiapkan model pertanian yang modern dengan menghadirkan teknologi pertanian yang maju. Sehingga tidak lagi mengandalkan subsidi bibit, pupuk dan lain sebagainya. Sementara untuk lahannya dihitung sebagai sewa, tenaganya dihitung tiap harinya.

Bila panen tiba, dijualnya tidak berbentuk beras. Melainkan sudah diolah dengan teknologi yang diperbantukan itu, dimulai dari tahapan pemanasan, dan hasil akhirnya berbentuk beras premium dalam kemasan. "Bendaharanya dari perbankan dan pemasukan para petani diterima dengan hitungannya jelas," kata dia.

Konsep ini dinilai sangat sesuai, apalagi tidak setiap petani memiliki lahan pertanian. Menurut dia, idealnya kepemilikan lahan tiap orangnya, rata-rata 0,5 hektar. Namun realitanya, hanya 0,2-0,3 hektar saja per petani. "Bila benar terealisasi, pendapatan petani bisa bertambah hingga 50 persen," pungkas dia. (min)

 

Polresta Sidoarjo Gagalkan Penyelundupan Ganja Melalui Pengiriman Kantor Pos

 

Sidoarjo (Korantransparansi.com) - Satreskoba Polresta Sidoarjo kembali menggagalkan upaya penyelundupan  ganja dengan modus baru melalui jasa pengiriman kantor pos, sebanyak 14 paket dengan  berat total 11,8Kg yang dilakukan oleh tersangka Riski Pratama Putra (27) warga Manukan Surabaya. 

Modus Operandi , pelaku mencampur ganja kering siap edar yang dipaking dengan sapu ijuk dan gagangnya. Selanjutnya, paket ganja dari Medan di kirim melalui jasa pengiriman Kantor Pos,  lewat jalur udara dengan maskapai penerbangan Lion Air (KNO-SUB) dengan dokumen pengiriman yang penerimanya beralamat di Jl. Manukan Kulon Tandes Surabaya.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji menjelaskan, Dengan melakukan koordinasi dengan pihak kantor pos Juanda, anggota melakukan control delivery (mengikuti pengiriman) ke kantor pos Tandes Surabaya.

“Saat itulah Tersangka yang mengambil paketan tersebut berhasil disergap oleh anggota dan selanjutnya tersangka dan barang bukti diamankan ke Mapolresta Sidoarjo,”ungkap nya saat rilis di Halaman Mapolresta Sidoarjo.(19/4/2018).

 Himawan menambahkan ungkap kasus ini merupakan hasil pengembangan dari tangkapan yang sudah dilakukan tanggal 27 Maret lalu  dengan barang bukti 8,5 kg. Yang rencananya barang haram ini akan diedarkan ke Bali.

“Kita menduga penyelundupan ganja ini merupakan satu jaringan. Hal ini berdasarkan pendalaman yang dilakukan ada kesamaan dari pengepakan,pengiriman dan maskapai yang digunakan,”jelasnya.

Satreskoba Polresta Sidoarjo memberikan tindakan tegas saat melakukan penangkapan terhadap pelaku yang meresahkan masyarakat ini 

“Kepada pelaku ini terpaksa diberikan tindakan tegas karena saat penangkapan,  tersangka berusaha melarikan diri,”tegas Himawan".

Setelah itu Polresta Sidoarjo bekerjasama dengan stakeholder yang  ada untuk memberikan himbauan kepada jasa pengiriman antar kota agar lebih waspada terhadap jenis paket yang akan dikirim. ini merupakan tindakan  pencegahan untuk mencegah peredaran narkoba.

“Saat ini sudah banyak penyelundupan narkoba yang dikirim dengan  menggunakan jasa pengiriman, jadi harus selalu waspada,”pungkas Himawan.

Akibat perbuatannya,Tersangka akan dijerat dengan pasal 114 dan  pasal 111 UURI No.35 tahun 2009 tentang narkotika diancam dengan hukuman pidana mati. (eka)

Foto : Massa dari barisan Ansor saat memasuki kantor Panwaslu Kota Kediri.

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Anggota Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kota Kediri melakukan aksi Demo di depan kantor Bawaslu Kota Kediri, Kamis (19/4/2018).

Massa yang hadir menuntut tegaknya demokrasi di kalangan Panwaslu.Hal ini terjadi, lantaran muncul dugaan pelanggaran etik yang dilakukan beberapa anggota Panwascam dan juga Panwaslu.

“Hari ini kit meminta agar Panwaslu deperiksa secara etik, jadi kami kira ada pelanggaran etik disini yang dilakukan oleh beberapa oknum Panwaslu Kota Kediri,” ujar Bagus Wibowo, LBH Ansor Kota Kediri.

Lelaki yang akrab disapa Ahong tersebut juga menguraikan, dirinya dan seluruh anggota GP Anshor meminta agar tiap – tiap anggota Panwaslu tahu dan melek hukum

Bahkan, Dia juga menjabarkan, kalau perekrutan anggota Panwascam maupun Panitia Pengawas Lapangan (PPL), diduga juga muncul indakan suap atau KKN.

" Lembaga Bantuan Hukum (LBH) GP Ansor Kota Kediri mendapatkan temuan adanya praktek suap yang tidak bisa ditolerir dalam peraturan perundang-undangan " imbuh Ahong.

Dirinya juga menegaskan, bahwa data temuan ada di LBH GP Ansor dan akan dikirimkan ke Bawaslu Provinsi Jawa Timur serta DKPP.

“Data mengenai perbuatan suap dalam rekrutmen panwascam dan PPL kami bawa. Tetapi, kami tidak bisa sebutkan, karena berkaitan dengan saksi yang harus dilindungi. Tetapi, hal inu akan kami beberkan, apabila Komisi Etik maupun Bawaslu Jatim yang melakukan pemeriksaan membutuhkan data, akan kami sampaikan,” pungkasnya

Ditempat terpisah, Ketua Panwaslu Kota Kediri Ir R Yoni Bambang Suryadi membantah, semua tuduhan yang dilontarkan GP Anshor tersebut. Menurutnya, himbauan mundur kepada beberapa PPL dari kalangan Ansor hanya bersifat sementara, selama proses pengawasan berlangsung untuk menjaga netralitas. Dan, mengenai somasi GP Ansor Kota Kediri, pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu.

“Dari somasi tersebut, kita perlu pelajari dulu. Sehingga kita memberikan jawaban sesuai undang-undangan dan aturan yang berlaku. Dan yang meminta anggota Panwascam dan PPL mundur siapa ? Pastinya, kami tidak pernah memberikan pernyataan seperti itu " ucap Yoni.

Dan, dirinya juga membeberkan perihal masalah keanggotaan, Panwaslu tidak pernah meminta mundur, kecuali yang ada di kepengurusan Ormas.

" Sebagaimana petunjuk Bawaslu Jawa Timur, sementara off dulu dari keanggotaan ormas,” pungkasnya.(bud)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...