DAERAH

Bupati Anas Saat Memberikan Motovasi Para Pelajar

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) – Hari pertama masuk sekolah dimanfaatkan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas untuk memotivasi para pelajar. Ia berpesan untuk terus bangga dengan Indonesia, dan optimistis menatap masa depan.

”Banggalah kepada negara kita yang terus maju. Tahun 2045, Indonesia adalah kekuatan ekonomi terbesar keempat di dunia, dengan langkah pembangunan infrastruktur dan SDM yang kini dipacu pemerintah. Jadikan kebangaan itu sebagai motivasi mengejar cita-cita,” pesan Anas kepada siswa baru di SMAN 1 Giri, Senin (16/7).

Anas lantas menceritakan cara Presiden Sukarno menggelorakan semangat bangga kepada Indonesia. Di awal kemerdekaan, ketika mulai aktif membangun hubungan internasional, Bung Karno mengelorakan kebanggaan kepada negara dengan memilih kantor kedutaan di lokasi strategis, terutama jika dibandingkan dengan kedutaan Belanda.

”Itu strategi diplomasi memenangkan hati dunia,” kata Anas sambil menceritakan posisi Kedutaan Indonesia di Amerika Serikat yang strategis di masanya hingga sekarang, yang juga baru saja dikunjungi Anas untuk memenuhi undangan Kementerian Luar Negeri.

Kepercayaan diri Bung Karno itu harus menjadi teladan bagi para pelajar. Meski saat itu Indonesia baru merdeka, Sukarno mampu membawanya menjadi negara strategis yang memainkan peran penting di dunia internasional. Seperti menggagas gerakan non-blok dan KTT Asia-Afrika.

”Bung Karno juga merupakan pemimpin muslim yang vokal memperjuangkan Palestina. Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, selama itulah bangsa indonesia berdiri menantang penjajahan israel!” papar Anas mengutip Bung Karno.

Anas juga menceritakan interaksi Sukarno dengan para pemimpin dunia, mulai Raja Saud bin Abdul Azis, Gamal Abdul Nasser, Jawaharlal Nehru, hingga John F. Kennedy. Dari kiprah global Bung Karno itu, para pelajar bisa mengambil inspirasi tentang keluasan wawasan, tajamnya pemikiran, dan kuatnya rasa bangga Bung Karno kepada Indonesia. Sikap-sikap itu perlu diteladani.

”Kalau teman-teman sekalian belajar, berdoa, bekerja, dan berbakti ke orang tua, cita-cita setinggi apa pun Insya Allah tercapai. Intinya, harus belajar sambil jangan lupa bermain. Tapi juga harus kurangi nge-game di handphone,” ujarnya.

”Bercita-citalah setinggi langit. Jika kalian terjatuh, maka kalian terjatuh di antara bintang-bintang. Tulis kata-kata Bung Karno itu, tempelkan besar-besar di rumah kalian untuk memotivasi kita semua,” kata Anas.

Hal senada disampaikan Anas kepada orangtua yang turut mengantar anaknya ke sekolah.

”Orangtua harus terlibat aktif. Kemampuan para guru di sekolah itu terbatas, mari kita bersama-sama, sekolah, pemerintah, dan orangtua, memastikan anak-anak kita tumbuh dengan baik sesuai bakat dan kemampuannya,” ujarnya. (jam)

 

Bupati Anas dan Masyarakat Saat Nobar Piala Dunia

BANYU‎WANGI (KoranTransparansi.com) - Acara nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2018 di Mal Pelayanan Publik, Banyuwangi, disisipi dengan sosialisasi Asian Games 2018 di mana Indonesia menjadi tuan rumah.

“Kita, rakyat Indonesia, harus bangga Indonesia kembali menjadi tuan rumah Asian Games. Kita harus semarakkan event ini, karena bukan semata-mata ajang olahraga, tapi juga kebanggaan negeri, menggerakkan ekonomi rakyat, serta menunjukkan kekayaan destinasi wisata alam dan budaya kita ke publik dunia,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Minggu malam (15/7/2018).

Asian Games 2018 bakal digelar di 18 Agustus-2 Juli di Jakarta, Palembang, dan Jabar. Ajang ini bakal diikuti 16.000 atlet dan ofisial, jumlah terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraan Asian Games.

“Ini untuk kali kedua Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games setelah Asian Games IV di Jakarta pada 1962. Bung Karno menyebut olahraga sebagai bagian dari nation building. Sebagian fasilitas yang dibangun untuk Asian Games IV yang digagas Bung Karno juga akan kembali digunakan pada Asian Games XVIII tahun 2018 ini. Jadi ini suatu kebangaan tersendiri,” tandas Anas.

Banyuwangi sendiri bakal menjadi daerah yang dilintasi pawai obor Asian Games pada 21-22 Juli mendatang. Obor itu bahkan akan dibawa ke Kawah Ijen yang memiliki fenomena alam eksotik berupa api biru (blue flame) yang cuma ada dua di dunia.

Sementara itu, suasana nobar final Piala Dunia di Banyuwangi berlangsung meriah. Dalam laga Prancis melawan Kroasia yang berhasil dimenangkan Prancis itu, sorak-sorai penonton silih berganti terjadi saat tim idolanya menyerang.

Menurut Anas, capaian Kroasia di Piala Dunia 2018 patut diapresiasi. Dengan jumlah penduduk ‎sekitar 4 juta, Kroasiamenembus partai final. Bahkan perjalanan Kroasia menuju final juga meyakinkan dengan mengalahkan sejumlah negara dengan tradisi sepak bola yang lebih kuat. "Apa yang dicapai Kroasia sangat menginspirasi. Kroasia hanya kurang beruntung saja, karena sebenarnya mereka menguasai jalannya pertandingan,” ujar Anas. (jam)

 

 

  Foto : Aksi Komunitas Peduli Pendidikan saat menggelar aksi demo

KEDIRI (koran transparansi.com) - Langkah yang ditempuh Komunitas Peduli Pendidikan melakukan aksi demo di depan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, bertempat di Jalan Jaksa Agung Suprapto Mojoroto Kota Kediri, yang menyuarakan masih masaknya pungutan liar ( pungli) tingkat SMA/SMK, Senin (16/7/2018), masih dalam pembahasan internal Dinas Pendidikan.

Saat melakukan orasi, Supriyo SH selaku koordinator aksi mengatakan,bahwa sistem pendaftaran online melalui PPDB yang telah diberlakukan tidak memiliki aturan yang jelas terkait prosedural pendaftaran, anggaran maupun penerimaan siswa. Akibatnya, di dalam pelaksanaan banyak yang bermain uang agar bisa masuk di sekolah favorit.

“Dengan tidak jelasnya aturan itu,diduga mereka bermain. Ahirnya, orang tua yang tidak berkecukupan tidak memiliki akses. Buktinya,anak – anak kita yang mempunyai nilai diatas rata – rata mempunyai prestasi justru malah tidak diterima di sekolah – sekolah favorit. Malah anak anak yang dari luar daerah yang nilainya tidak baik malah diterima,” jelas Priyo, saat orasi, Jumat (13/7/2018),lalu.

Lelaki yang keseharianya menjadi advokat tersebut juga mengatakan, dengan gamblang bahwa di dalam sistem PPDB terdapat pungutan liar yang menyusahkan masyarakat.

“Kita paham ada isu uang disana. Makanya kita kesini juga bertanya apa itu uang gedung? kalau dasar terbitnya aturan memang untuk pemeliharaan gedung itu nanti akan terjadi doubel RAB tidak? karena yang saya tahu dari provinsi juga ada uang pemeliharaan gedung,” terangnya.

Priyo juga menyoroti terkait adanya iuran sukarela komite yang seharusnya tidak terus menerus dimintai.

 “Dasarnya apa? Dibuat apa? Sampai sekarang kita semua kan tidak tahu. Yang ada orang tua hanya di getok ada pembayaran PPDB, uang gedung hingga uang masuk yang dasarnya hanya kedok daripada pungutan liar,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Trisilo Budi P mengatakan, terkait beberapa pembayaran pihaknya akan menindak lanjuti temuan itu. Namun, dirinya mengaku pada dasarnya untuk operasional sekolah memang dibutuhkan dana yang cukup besar.

“Pada dasarnya untuk menciptakan siswa yang berkualitas, pandai dibutuhkan dana yang cukup besar salah satu contoh yang utama yaitu guru harus yang berkualitas dan hal itu membutuhkan dana yang cukup besar,” ungkapnya.

Lebih lanjut mengenai uang gedung Trisilo mengatakan akan membicarakan hal tersebut dengan sekolah – sekolah terkait. Ia berharap nantinya akan ada kesepakatan ditiadakannya uang gedung tersebut.

“Saya juga siap menindak lanjuti terkait uang gedung. Nantinya saya upayakan untuk uang gedung ditiadakan atau dengan kesepakatan bersama tidak ada paksaan,” tegasnya.

Sementara, apabila memang ditemukan adanya pungutan liar nantinya pihaknya akan memberikan sanksi kepada pihak terkait dalam hal ini kepala sekolah.(bud)

Sebanyak 1200 siswa baru MAN l Lamongan mengikuti upacara masa ta'aruf di hari petama masuk sekolah

Lamongan (KoranTansparansi.com) - Seluruh siswa di tanah air serentak masuk sekolah hari ini, Senin (16/07/2018) setelah libur panjang. Begitu juga dengan siswa MAN 1 Lamongan. Bahkan sejak pukul 06.30 WIB, seluruh siswa MAN 1 Lamongan berjumlah 1.210 anak sudah mulai berkumpul di halaman madrasah untuk lebih dahulu mengikuti upacara pembinaan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) tahun ajaran 2018/2019.

Bukan hanya siswa, seluruh civitas akademika madrasah juga ikut dikumpulkan untuk sekaligus mendapat arahan dari Kepala MAN 1 Lamongan Akhmad Najikh. Seluruh siswa membentuk baris berigade di halaman madrasah berdasarkan kelas masing-masing, sementara para guru dan karyawan berjajar di seberang depan siswa. 

“Saya ucapkan selamat datang di kampus hijau,” ucap Akhmad Najikh mengawali sambutan pembinaanya, Senin (16/07/2018).

Akhmad Najikh mengaku senang melihat wajah-wajah para civitas akademika yang berseri-seri penuh ceriah datang ke madrasah mengawali tahun ajaran baru.Dirinya yakin ke depan madrasah akan lebih baik lagi karena dirinya melihat adanya potensi itu, baik dari siswa maupun dari para guru. 

“Karena untuk menjadikan madrasah hebat, faktor utama bukan kepala madrasah. Saya ini tidak ada apa-apanya. Yang bisa membuat madrasah hebat adalah karena adanya sinergitas siswa dan guru. Kalau siswa dan guru saling terintegrasi, semuanya akan tercapai,” tegas dia.

Untuk itu, dirinya perlu menyampaikan tiga pesan untuk mewujudkan semua itu. Pertama, lanjut dia, seluruh civitas akademika diharapkan masuk ke madrasah secara totalitas jiwa dan raga, baik untuk siswa maupun guru. 

Diharapkan ke depan, tidak ada lagi siswa datang ke madrasah hanya fisiknya semata, sementara jiwa dan pikirannya di rumah atau di tempat main. “Bapak-ibu guru juga demikian, mengajar dengan hati, dengan jiwa jasmani dan rohani. Anak-anak juga harus begitu, mengikuti pelajaran dengan hatinya,” ujar dia.

Kedua, kata dia, dirinya berharap siswa berniat ke madrasah untuk belajar mencari ilmu, bukan berniat ingin bertemu siapa atau kepentingan lain, apalagi datang karena dipaksa orang tua. Bagi dia, niat tersebut akan sangat menentukan hasil. “Kalau niatnya sudah salah, maka hasilnya juga akan tidak maksimal,” tutur dia.

Ketiga, kata dia, disiplin. Menurut dia, disiplin akan menjadi faktor penting dalam proses belajar mengajar di madasah. Disiplin bukan hanya menjadi keharusan bagi siswa, tetapi juga semua dewan guru. “Mari kita sama-sama berdoa supaya anak-anak madrasah ini menjadi anak hebat bermartabat. Belajar dengan baik untuk menjadi ilmu yang bermanfaat,” kata dia.

Sementara  itu, Waka Kurikulum MAN 1 Lamongan Suminto menambahkan kegiatan matsama siswa baru kelas X akan dilasnakan selama empat hari, mulai Senin (16/07/2018) hingga Kamis (19/07/2018). 

Dikatakan, kegiatan matsama ini penting untuk mengenalkan madrasah pada para siswa baru. Diharapkan, mereka tahu jati diri madrasah, mulai dari visi-misinya hingga program yang dimiliki madrasah. “Madrasah kita ini punya ciri khas dan keunggulan, berbeda dengan sekolah lain,” tutur Sumino.

Selain memang memberikan porsi konten agama sebagaimana madrasah lain, lanjut dia, MAN 1 Lamongan memiliki program unggulan di bidang ketrampilan. Bahkan, madrasah juga menjalin kerjasama dengan ITS Surabaya untuk membuka Program Pendidikan Terapan dalam Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Prodistik), sebuah program serata diploma. Jadi, siswa lulus dari madrasah sekaligus mendapat ijazah diploma dari ITS.

Selain prodistik, lanjut dia, materi lain yang juga akan disampaikan pada siswa baru adalah mengenai adiwiyata, ICT, kegiatan-kegiatan ektrakurikuler mulai kegiatan drumband hingga jurnalistik. 

“Dan tidak kalah penyingnya adalah mengenai absensi karena kita sudah bertekad untuk menjadikan MAN 1 Lamongan sebagai madrasah digital. Jadi, semua siswa yang masuk atau tidak akan otomatis muncul laporan yang langsung terbaca oleh orang tua masing-masing,” ucap dia. (min)

 

Foto : Pemkot Kediri melalui Dinas PUPR saat menggelar doa bersama dibawah jembatan Brawijaya
 
KEDIRI (KoranTransparansi) - Niatan Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam merampungkan mangkraknya jembatan Brawijaya selama beberapa tahun, akhirnya terjawab dan akan melanjutkan proses pembangunan jembatan dalan tahun ini.
 
Hal ini terlihat, dalam doa bersama dalam mewujudkan pembangunan jembatan, Sabtu (14/7/2018), yang bertempat di bawah jembatan Brawijaya.Dan, saat acara berlangsung berjalan lancar dan penuh hikmat. 
 
Menurut Sunyata, Pelaksana Harian Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Kediri, acara doa bersama ini merupakan langkah awal dilanjutkannya proyek pembangunan Jembatan Brawijaya Kota Kediri yang sempat mangkrak.
 
 “Kemarin kami sudah melakukan uji beban jembatan dan sudah teken kontrak " ujar Sunyata, pelaksana harian Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. 
 
Lebih lanjut ia menuturkan, bahwa pembangunan jembatan nantinya meliputi plat lantai, pengaspalan jalan, penggantian elastemer beserta asesoris arsitekturnya seperti lampu gapura. 
 
“Semua sudah diinvetarisasi, mana-mana yang harus dikerjakan untuk kelanjutan pembangunan ini. Kemungkinan nanti area tepat di bawah jembatan juga akan di lokalisir sementara untuk pengamanan,” terangnya.
 
Selain doa bersama, dalam acara tersebut juga dilakukan pemotongan tumpeng yang dilanjutkan dengan ramah tamah. Turut hadir dalam acara ini sejumlah tokoh agama, tokoh masayarakat , Inspektur Kota Kediri, Satpol PP beserta beberapa personil Dinas Pekerjaan Umum.(bud)
 
 
 
Area 
Lokasi ekpo produk-produk pertanian

Banyuwangi (KoranTransparansi.com) - Banyuwangi Agro Expo 2018 yang mulai dibuka Sabtu (14/7). Begitu dibuka, langsung dibanjiri pengunjung. Agro ini berhasil menarik minat pengunjung karena mengambil lokasi langsung di areal sawah. Para pengunjung pun penasaran ingin melihat sekaligus berkonsultasi masalah pertanian. 

Antrian pengunjung terlihat hingga di luar arena mulai dari siang hingga malam hari. Salah satu pengunjung bernama Mahrus yang berasal dari Kabat, mengaku datang ke arena Sabtu pagi tadi.

Namun karena masih belum dibuka, ia akhirnya pulang lebih dulu dan kembali malam harinya. Pria yang mengaku sebagai petani itu, penasaran dengan berbagai inovasi pertanian yang kabarnya banyak disajikan di Banyuwangi Agro Expo tersebut.

“Ingin lihat-lihat produk pertanian. Dengar kabar katanya, banyak dipamerkan bibit buah yang unggul dan bisa dibeli. Sekalian nanya-nanya kalau ada yang baru,” ujarnya.

Lain pula dengan Fitriyah. Perempuan yang datang bersama kawan-kawannya tersebut, mengaku ingin melihat pameran yang didesain sangat cantik itu. “Penataan tanamannya keren. Instagramable banget. Jadi pengen foto-foto. Saya datang dr sore tadi,” akunya.

Expo yang mengangkat tema “Kampung Wong Tani” itu, digelar selama seminggu, 14 - 21 Juli . Seperti halnya tahun lalu, konsep kali ini, Agro Expo dibuat sealami dan semenarik mungkin. Jika biasanya expo pertanian hanya memindahkan tanaman yang ada dalam sebuah media ke tempat tertentu, di Banyuwangi Agro Expo dibuat berbeda.

“Beberapa bulan terakhir kita sengaja menanam langsung semua jenis tanaman yang akan dipamerkan. Sehingga semuanya alami dan menarik,. Jadi kita bikin semacam laboratorium alam,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Arief Setiawan, Sabtu malam (14/7).

Banyuwangi Agro Expo dalam dua tahun terakhir memang sengaja digelar di areal persawahan yang berada di tengah kota. Yakni, di bilangan Jalan Brawijaya, tepatnya di depan Kantor Samsat Banyuwangi. Dengan menggunakan media sawah secara langsung, produk yang dipamerkan bisa ditanam di tempat secara langsung.

Untuk tahun ini, ada beragam jenis padi, sayuran dan buah jenis berbuah cepat yang ditanam secara langsung. Salah satu spot yang menjadi sasaran foto adalah padi yang berdaun hitam dan hijau. Kedua jenis padi itu, ditanam dalam satu petak menyerupai papan catur.

Selain itu, berbagai buah eksotis Banyuwangi juga turut dipamerkan dalam expo tersebut. Mulai dari durian merah, nangka merah dan semangka merah dan kuning non biji yang berukuran mini. Semangka ini, didesain untuk muat jika dimasukkan ke dalam lemari es.

Adapula jenis buah lainnya. Mulai dari 5 jenis melon, 2 jenis manga, 5 jenis jeruk, 12 jenis jambu air, 11 jenis durian, 2 jenis buah naga, 25 jenis pisang hingga 3 jenis kelapa turut dipamerkan. Setiap buah didisplay dengan karakternya masing-masing.

Dalam rangkaian Banyuwangi Agro Expo 2018 ini, juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan penunjang lainnya. Mulai bursa dan expo produk pertanian, lomba merangkai buah, kontes tanaman hias, kontes musang, bursa kopi, lomba poto instagram, kampanye konsumsi buah dan susu, agro edukasi, hingga pelayanan kesehatan hewan. Bahkan, Kementerian Pertanian juga ikut serta menggelar expo dalam acara tersebut. (ari)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...