DAERAH

Dosen FISIP Umsida Ahmad Riyadh, Ph.D  (ujung kiri) bersama  narasumber dalam talkshow tantangan media penyiaran di tahun politik, di kampus 2 Umsida, Candi, Sidoarjo, Selasa (18/9).

Sidoarjo (KoranTransparansi.com) - Ahmad Riyadh, Ph.D dosen Fisip Umsida mengatakan bahwa, menghadapi tantangan di tahun politik, media penyiaran wajib duduk bersama dengan pemerintah atau KPU dan masyarakat bisa diwakili wakil rakyat untuk membicarakan kesepahaman bersama program siaran yang adil untuk semua partai politik.

“Terutama Lembaga Penyiaran Publik seperti RRI Surabaya, bagaimana menjaga independensinya dengan melakukan kerja sama dengan KPU dan parpol beserta Calegnya mendapat kesempatan yang sama bisa menyampaikan kampanye dari radio,” kata Riyadh usai menjadi narasumber Talkshow Tantangan Media Penyiaran di Tahun Politik, di Kampus 2 Umsida, Candi, Sidoarjo, Selasa (18/9). 

Ketua DPRD Sidoarjo, H Sukamul Hadi Himawan (Wawan), sangat mendukung ide itu karena PKPU ( Peraturan Komisi Pemilihan Umum ) sangat ketat, dalam hal caleg melakukan kampanye melalui media, baik media sosial maupun media elektronik seperti RRI, kita berharap RRI menjadi media penyambung lidah caleg,” ujar Wawan. 

Sekretaris KNPI Jatim, Sholihul Hadi. M.Pil menyatakan, sebagai wadah organisasi pemuda pada jaman 4.0 atau millenial, siap bersama  RRI untuk melaksanakan program kepemudaan. 

Sementara itu, Kepala LPP RRI Surabaya, Dra Retno DS M.Si, sangat mendukung harapan narasumber agar RRI menjadi Lembaga Penyiaran untuk program Caleg maupun program anak muda. “Yang pasti RRI sudah maju berkembangan sesuai dengan tuntutan kemajuan jaman modern dengan titel ‘Tonton yang anda dengar’ ini salah satu terobosan itu,” katanya.

Ahmad Afif, Ketua KPID Jatim menyatakan bahwa selama ini KPID maupun KPI sudah melaksanakan tugas sebagaimana PKPI maupun UU Penyiaran, namun rekomendasi dari KPI masih belum ada yang sampai mencabut ijin Lembaga Penyiaran.

Tetapi, sudah beberapa kali melakukan peringatan dan setingkat lebih tingggi untuk menjaga independensi Lembaga Penyiaran Swasta, terutama menjaga keseimbangan antar partai politik di media penyiaran pada tahun politik ini.

“Pihak Umsida sangat respon dan siap terus menerus melakukan kerja sama dengan semua pihak, guna meningkatkan mutu siaran dan kualitas lembaga penyiaran secara nasional,” kata Dr. Totok Wahyu, Dekan Fisip Umsida.

Umsida, kata Totok, selalu mengadakan penelitian untuk kemajuan dunia penyiaran yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.

Djoko Tetuko yang diminta memberi pendapat melengkapi 5 narasumber menyatakan bahwa perjuangan masyarakat pers dan masyarakat penyiaran 16 tahun yang lalu melalui demo dan dialog dengan Komisi 1 DPR RI perlu direvisi untuk disempurnakan. 

Dalam kesempatan itu, Ketua Dewan Kehormatan PWI Jatim membacakan puisi dan berharap Lembaga Penyiaran tetap menjalankan siaran dengan jaminan “Kemerdekaan Pers yang Bebas dan Berbudi Luhur”. (ria)

18 Finalis Unjuk Gelar Pada Lomba Teknologi Tepat Guna Gresik 2018

Gresik (KoranTransparansi.com) - Sebanyak 18  kelompok peserta melakukan unjuk kebolehan pada gelar Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Gresik.

 

Acara dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di Halaman Gedung Wahana Ekspresi Pusponegoro (WEP) Jalan Jaksa Agus Suprapto Gresik, Selasa (18/9/2018). Tak hanya diikuti oleh kelompok pelajar. Banyak inovasi yang dikembangkan para generasi muda desa Kabupaten Gresik yang diikutkan untuk mendapat apresiasi dari Pemkab Gresik.

Sebelum penilaian oleh juri, beberapa pengunjung tampak berinteraksi dengan para pemilik karya. Pengunjung bertanya manfaat karya-karya peserta tersebut serta inovasi apa yang ada pada karya tersebut.

Ada beberapa karya TTG yang mendapat perhatian pengunjung diantaranya kursi roda listrik tenaga surya. Karya milik SMK Negeri Driyorejo ini banyak dicoba oleh pengunjung untuk dinaiki. Sebuah kursi roda yang dibelakangnya terdapat solar cell. Kemudian kursi roda tersebut dikendalikan oleh sebuah aplikasi di Handphone untuk bisa menggerakkan maju mundur serta berputar.

Karya lain yang juga dicoba pengunjung yaitu OTIK atau ontel matic. Karya ini sederhanya yaitu modifikasi sepeda dengan menempel mesin rumput kecil. Konon menurut Syahrul Ramadhan dan Afrianki Purwanto (SMK Muhammadiyah I Gresik) penciptanya, sepeda ini sudah di ujicoba dari Kecamatan Bungah sampai WEP Gresik hanya menghabiskan bahan bakar 500 ml.

Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat Desa, Suharsi melalui Kepala Bagian Humas dan Protokol Sutrisno mengatakan, maksud diselenggarakan kegiatan ini upaya optimalisasi sumber daya alam desa, memajukan ekonomi desa dan penguatan kapabilitas masyarakat desa.

“Kegiatan ini sebagai salah satu upaya kami untuk peningkatan partisipasi masyarakat dengan mendorong pembentukan, pengembangan  dan penguatan Pos Pelayanan Teknologi yang tersebar di setiap kecamatan” ujarnya.

Peserta yang ikut gelaran pada lomba kali ini adalah mereka yang telah diseleksi dari ratusan proporsal yang telah dikirim.

Pada kesempatan ini mereka harus mendemontrasikan dihadapan dewan juri. Mereka juga harus menjawab pertanyaan yang diajukan dewan juri terkait karya mereka tersebut. Para juri ini terdiri dari Dinas Pendidikan Gresik, Universitas Muhammadiyah Gresik, Praktisi Teknologi Tepat Guna.

Selain karya diatas beberapa karya para peserta yaitu alat pengupas sabut kelapa sisitim putar karya SMK Hidayatul Ummah Balongpanggang. Wadah pemanas air tenaga surya otomatis menggunakan timer digital milik SMK Al Azhar Menganti. Mengendalikan peralatan elektronik jarak jauh SMK PGRI Gresik, Pembuatan Pupuk Organik oleh Lisa Umami Sirnoboyo Benjeng, Pemberi makan ikan otomatis via SMS.

Control PH Air tambak via smartphone oleh SMK Muhammadiyah I Gresik, Pemanfaatan Rapsberry PI sebagai server IPTV multicast untuk daerah tak terjangkau sinyal tv oleh STT Qomaruddin Gresik, Bio Sin (Pupuk Pertanian) oleh SMK Al Karimi, mesin usaha jamur oleh Susilo warga desa Sumput Driyorejo, alat komunikasi pelayaran MA Masyhudiyah Giri Kebomas.

Diversifikasi tawa bagong SMKN I Sidayu, Sensor Ultrasonik tandon air SMKN I Sidayu. Pengembangan ekonomi berbasis digital Aizzatur Rohmah Randuboto, Sidayu. Drassion Zahrotul Firdausi Ujungpangkah, pemanfaatan limbah ternak kelinci untuk pupuk sayuran SMK Al Karimi Dukun dan Fish Co pemberdayaan nelayan oleh zahrotul Firdausi Randuboto Sidayu. (med)

Foto  : Ratusan massa yang tergabung dalam FHK2I saat melakukan aksi

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Ratusan Guru yang tergabung dalam Forum Honorer Kategori Dua Indonesia (FHK2I) melakukan aksi penolakan seleksi Calon Pegawai Negri Sipil (CPNS ) tahun 2018 melalui jalur umum di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri dan Kantor DPRD Kabupaten Kediri, Selasa (18/9/2018)

Aksi tersebut, disisipi doa bersama serta melakukan istiqosah agar pemerintah membatalkan rekrutmen CPNS yang akan diselenggarakan dan segera mengangkat Honorer K 2 sebagai Aparatur Sipil Negar (ASN)

Susilo Setianto selaku Kordinator Lapangan (Korlap) mengatakan, aksi ini diikuti seluruh tenaga Pengajar (Guru) Honorer K2 di Wilayah Kabupaten Kediri untuk meminta kejelasan nasib serta masa depan mereka karena suda lama mengabdi

“Yang jelas Kami meminta disini agar segera di angkat menjadi CPNS ,” ujar Susilo kepada Awak Media.

Menurutnya, dengan diterapkanya Peraturan Menteri Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No 36 dan 37 Tahun 2018 Tentang CPNS Jalur Umum dengan membatasi usia di bawah 35 Tahun adalah bentuk kedzoliman

" Para Honorer K2 disini rata-rata usia mereka di atas 35 tahun untuk itu dengan tegas menolak rekrutmen CPNS jalur Umum tahun 2018 yang akan di selenggarakan oleh Pemerintah" pungkasnya

Menanggapi hal itu, Wasis anggota Komisi A DPRD Kabupaten Kediri, mengatakan bahwa terkait persoalan ini pihaknya akan menjembatani pertemuan Honorer K2 dengan pihak Badan Kepegawaian Daeran BKD Kabupaten Kediri dan Bupati Kediri

“Tapi yang jelas kalau sesuai aturan baru seleksi CPNS harus melalui Tes dan syarat usia maksimal 35 tahun sedangkan untuk K2 yang tidak lolos seleksi dimungkinkan akan diangkat untuk masuk menjadi pegawai pemerintah,” terangnya. (bud)

Foto : Bupati Kediri saat meninjau lokasi bazar UMKM di Festival Kelud 2018

KEDIRI (KoranTransparansi.com)Festival Kelud 2018 yang digelar 15 September- 7 Oktober 2018 di area wisata Gunung Kelud, dimeriahkan bazar UMKM yang menghadirkan produk-produk lokal Kabupaten Kediri. Hal ini, mendapat apresiasi Bupati Kediri, dr. Hj. Haryanti Sudiritrisno

Plt. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, drh. Munfarid, MM, sebanyak 134 pelaku UKM mengikuti kegiatan ini. Produk yang ditampilkan, mulai dari produk UKM Kecamatan Ngancar hingga beberapa produk unggulan asli Kabupaten Kediri.

“Beragam produk unggulan tampil di pameran ini. Mulai olahan makanan, kerajinan seperti batik, kayu, tas, dan karya produk UMKM dari rekan-rekan Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Kediri,jelas Munfarid,Senin (17/9/2018).

Menurutnya, melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menjadi wahana promosi bagi produk UMKM Kabupaten Kediri, agar semakin dikenal dan laku dibeli pengunjung wisata Gunung Kelud.

“Pengunjung Gunung Kelud sebagian besar adalah pengunjung dari luar kota. Kami harap melalui kegiatan ini produk UMKM kami dapat dibeli sebagai oleh-oleh kembali ke kota masing-masing,tambahnya.

Pantauan di lokasi, Bupati Kediri Hj Haryanti Sutrisno juga sempat berkunjung ke masing-masing stand pameran dan berdialog dengan pelaku UMKM. Bupati Haryanti berdiskusi mengenai sejauh mana proses bisnis, pelatihan dan kendala yang selama ini dilalui.

“Bupati terus memberikan optimisme dan pesan-pesan agar UMKM saya lebih berkembang kedepan. Terus jaga kualitas dan perbaiki terus kemasan. Jangan mudah puas, terus belajar, terus berinovasi dan kreatif, serta gunakan medsos sebagai pemasaran,” terang Mahmud, salah satu pelaku UMKM, yang berkesempatan berdiskusi dengan Bupati Kediri.(kominfo/adv/bud)

Foto : Bupati Kediri saat memberikan penghargaan atlit berprestasi

KEDIRI (KoranTransparansi.com)Peringatan Hari Olahraga Nasional ke-35 Tahun 2018, yang mengusung dengan berolahraga kita akan memiliki jiwa dan raga yang sehat serta mampu berpartisipasi untuk Indonesia. 

Bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional ke-35 ini, Pemerintah Kabupaten Kediri turut memperingati dengan menggelar upacara Hari Olahraga Nasional ke-35, yang bertempat di halaman belakang Pemkab Kediri, Senin (17/9/2018)

Acara yang dimulai pukul 07.00 WIB, bertindak sebagai Inspektur Ucapara, Bupati Kediri, dr. Hj. Haryanti Sutrisno, Komandan Upacara, Joko Suwono, S.Sos, M.Ap, Perwira Upacara, Randy Agatha Sakaira, S.ip, M.Si dan diikuti oleh para atlet berprestasi Kabupaten Kediri, serta seluruh pegawai Pemerintah Kabupaten Kediri.

Dalam kesempatan itu, Bupati Kediri juga menyampaikan aspresiasi dari Menteri Pendidikan dan Olahraga melalui sambutan yang dibacakannya.

 “Dengan banyak atlet yang berprestasi menunjukkan bahwa kita Indonesia memiliki jiwa dan raga yang kuat,” ujarnya. 

Tidak hanya Menpora, Bupati Kediri pun turut memberikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada para pelatih, KONI, serta para atlet Kabupaten Kediri yang berprestasi baik di tingkat Jawa Timur, nasional, dan internasional. 

" Adanya prestasi yang diraih, tinggal bagaimana kita nantinya akan tetap memberikan pembinaan serta bimbingan secara berjenjang,” ucapnya.

Selain apresasi, piagam penghargaan juga diserah kepada 11 perwakilan atlet berprestasi Kabupaten Kediri di berbagai cabang olahraga dan tingkat prestasi. Pada akhir upacara, terdapat penampilan atraksi dari salah satu Pasukan Pencak Silat Kabupaten Kediri. 

Dan, atraksi jurus Empi yang merupakan salah satu jurus melumpuhkan lawan dari berbagai arah ini mampu menciptakan decak kagum seluruh peserta upacara. (kominfo/adv/bud)

Foto: Dropping air bersih yang terus dilakukan dan pembenahan pipa air masih berjalan
KEDIRI (KoranTransparansi) - Pasca kejadian kebakaran hutan pada petak 148 wilayah kurnia atau tepatnya di Dusun Kebon Ringin Putih, Desa Sepawon, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Senin (17/9/2018), krisis air diwilayah tersebut. Hingga, BPBD Kabupaten Kediri melakukan dropping air bersih.
 
Keterangan Randy Agatha, Kepala BPBD Kabupaten Kediri, dampak kebakaran hutan di petak 148 yang berlangsung, Sabtu (15/9/2018) lalu dan mengakibatkan pipa saluran air bersih mengalami kerusakan.
 
" Tahap awal, pasca kebakaran terjadi, kami sudah melakukan droping air bersih sebanyak 2 unit mobil tangki. Dan, sampai saat ini sudah 9 tangki air bersih didroping didaerah terdampak" kata Randy Agatha, Senin (17/9/2018).
 
Menurutnya, dropping air bersih akan terus dilakukan hingga kondisi diwilayah Sepawon membaik. Terlebih lagi, tim BPBD Kabupaten juga akan selalu siaga dalam menerima keluhan dan aduan dari warga.
 
" Pastinya, pendistribusian akan terus dilanjutkan sampai pipa air yang diperbaiki bisa kembali normal dan berfungsi kembali" pungkasnya.(bud)
 
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          
banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...