DAERAH

  Anang Kurniawan, Kepala DPM PTSP Kota Kediri, memberikan keterangan. Anang Kurniawan, Kepala DPM PTSP Kota Kediri, memberikan keterangan.(kt/bud)

Kediri (Koran Transparansi) - Kembali beroperasinya rumah karaoke Inul Vista ( Invis ) bertempat di lantai 5 Kediri Mall, akhirnya mendapat reaksi dari Pemkot Kediri. Senin (15/1/2018), Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP ) melayangkan surat keberatan, terhadap managemen Inul Vista.

Anang Kurniawan, Kepala DPM PTSP Kota Kediri, mengatakan, pihaknya dalam hal ini belum bisa berbuat banyak akan kembali beroperasinya Inul Vista. Dan, langkah yang ditempuh masih sebatas memberikan surat keberatan.

" Isi surat keberatan, meminta rumah karaoke Inul Vista tidak beroperasi terlebih dahulu. Karena, saat ini proses hukum di PTUN Jatim masih bergulir dan belum mempunyai hukum tetap " ungkap Anang Kurniawan, Senin (15/1/2018).

Ketika disinggung akan penutupan Inul Vista, Anang menjabarkan, pihaknya belum bisa memastikan dan masih menunggu jawaban dari pihak managemen Inul Vista. Karena, acuan mereka beroperasi dari hasil Putusan 

Sela PTUN Jatim, beberapa waktu lalu.

" Pastinya kita belum mengambil langkah lebih jauh dan masih menunggu jawaban dari surat keberatan yang sudah kita layangkan ke managemen Inul Vista " pungkasnya.

Sementara, Nurkamid Kabid Trantibum Satpol PP Kota Kediri, mengaku, memang beberapa waktu lalu pihaknya yang melakukan penyegelan. Dan, munculnya Inul Vista kembali beroperasional memang benar adanya.

" Benar sudah sejak kemarin siang mulai beroperasi " kata Nurkamid melalui telepon selulernya Minggu (14/01/2018).

Dijbarkanya, jika pihaknya saat ini masih melakukan pemantauan dan berencana akan menutup kembali Invis . Hal ini dilakukan, mengacu akan belum adanya hukum tetap dari PTUN Jatim.

" Dari hasil gugatan pihak invis pada Pemkot Kediri pada saat ini kan belum ada putusan " urai Nurkamid.

Dan saat ini, pihak Satpol PP masih melakukan kordinasi dengan Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu( DPM PTSP) akan jadwal penutupan.

" Kita masih berkondinasi dengan pihak perijinan akan penutupan kembali Inul Vista " pungkas Nurkamid

Terpisah, Bagus penanggung jawab Inul Vista dalam keterangannya mengakui jika kembali beroperasional isejak Sabtu (13/01/2018) siang.

" Benar, Iunvis sudah buka sejak siang kemarin " kata Bagus

Sekedar mengingatkan, rumah karaoke Inul Vista disegel Pemkot Kediri melalui DPM PTSP dan Sat Pol PP, 2017 lalu. Hal ini dilakukan, usai rumah karaoke tersebut melanggar sanksi yang menyajikan penari telanjang. 

Dan sebelumnya, kasusnya juga bergulir ke ranah hukum yang ditangani Polda Jatim hingga menetapkan satu tersangka, yakni Manager Inul Vista Kediri.(bud)

 GPN Kota Kediri saat melakukan sejumlah aksi.

 

KEDIRI (Koran Tansparansi) - Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Kota Kediri menyayangkan menagemen Inul Vista ( Invis ), yang ada di Kediri Mall lantai 5 dengan kembali beroperasi. Hal ini menandakan, bahwa rumah karaoke itu tidak mematuhi hukum yang berlaku.

Karena, sampai saat Inul Vista belum mengantongi putusan hukum tetap dan saat ini masih berjalan di PTUN Jatim

Very Ahmad Ketua GPN Kota Kediri mengatakan, jika pihak menagemen Invis tidak mematuhi hukum yang berlaku di Indonesia.

" Apakah gugatan Invis oleh Pemkot Kediri sudah ada putusan hukum dari pihak PTUN Jatim ? " kata Very, Minggu (14/1/2018).

Dia juga mengatakan, jka Invis berani opersional lagi dengan dasar putusan sela , apakah hal ini sudah sah dan mengikat. Karena, ijin rumah karaoke itu sudah dicabut oleh Pemkot saat dilakukan penyegelan 2017 lalu.

" Entah, kalau pihak invis ada main dengan PTUN dan Perijinan " imbuh Very

Lebih jauh Dirinya menguraikan, akan melakukan aksi lagi apabila Invis masih ngotot operasional disaat belum ada putusan hukum tetap dari PTUN Jatim. 

" GPN akan melakukan aksi lagi bila Invis ngotot  beroperasional " pungkasnya.

Sementara,Nurkamid Kabid Trantibum Satpol PP kota Kediri bakal menutup invis kembali karena belum mempunyai putusan hukum tetap dari pihak PTUN Jatim.

" Saat ini kita masih pantai dan lakukan kordinasi dengan pihak Perijinan Kota Kediri" Kata Nurkamid.

Sekedar diketahui, 2017 lalu, organisasi Gerakan Pemuda Nusantara sempat melakukan aksi meminta Invis ditutup, lantaran telah mencoreng nama Kota Kediri, akan pertunjukan tarian telanjang yang ahirnya digrebek Polda Jatim.

" Kota Kediri adalah kota Santri , kenapa harus dicoreng dengan kejadian di Inul Vista " ungkap para pemuda yang tergabung dalam GPN, saat melakukan aksinya waktu lalu.(bud)

Gus Ipul saat menghadiri acara Maulid Nabi dan Haul Syekh Abdul Qodir Jailani Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (14/1)

Sidoarjo (Koran Transparansi) - Bakal Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengaku sudah menyiapkan program perubahan berkelanjutan yang akan digunakan untuk membangun Provinsi Jawa Timur.

"Saya dengan Mbak Puti (Puti Guntur) ini mewakili suatu perubahan yang berkelanjutan. Harus berubah, karena tantangan makin kompleks," katanya usai menghadiri acara Maulid Nabi dan Haul Syekh Abdul Qodir Jailani di Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu.

Ia mengatakan, dirinya sudah merumuskan sejumlah program dan siap disampaikan kepada masyarakat Jawa Timur dengan visi perubahan berkelanjutan untuk Jawa Timur makmur.

"Basisnya adalah capaian selama 10 tahun terakhir. Selama 10 tahun ini Pakde sama saya sudah kerja bersama, ada prestasi-prestasi yang akan dijaga dan pelihara," ujarnya.

Ia mengatakan, semua program yang sudah dilakukan dengan Gubernur Soekarwo selama memimpin Jatim dua priode akan diterapkan bersama Puti G Soekarno.

"Ada memang yang kami teruskan dan ada yang kami ubah, karena memang visi kami itu perubahan berkelanjutan untuk Jawa Timur makmur," katanya.

Menurutnya, perubahan berkelanjutan itu berbagai macam detailnya dari berbagai bidang seperti sembilan program yang nanti akan disampaikan kepada masyarakat Jawa Timur. 

"Seperti pertanian, masalah lapangan pekerjaan, pendidikan keterampilan, layanan kesehatan, infrastruktur, pemberdayaan perempuan, UMKM. Dan banyak lagi yang akan kami tawarkan. Termasuk juga ingin memperkuat pembangunan di desa," ucapnya.(ant/min)

 Kapolres Saat Melihat Jembatan Putus

BANYUWANGI-Nasib warga yang tinggal di daerah Babatan, Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, pasca banjir bandang yang memutuskan jembatan di atas Sungai Salakan belum juga teratasi. Pemkab Banyuwangi tak juga membangun jembatan darurat agar warga yang tinggal di sekitar lokasi bisa melintas.

Keprihatinan warga ini dicurahkan saat Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman SIK mengunjungi lokasi, kemarin sore. Perwira menengah dengan tanda pangkat dua melati di pundak tersebut menyaksikan langsung dua bibir sungai yang longsor pasca jembatan yang berdiri diatasnya runtuh dan terbawa arus Sungai Salakan.

Didampingi Kapolsek Pesanggaran AKP Heri Purnomo beserta jajaran pengurus Bhayangkari Cabang Banyuwangi, Kapolres Donny, mendengarkan paparan Kepala Desa Sumberagung Vivin Agustin. Warga Babatan yang dikunjungi pejabat utama Kepolisian Resor Banyuwangi pun terlihat sumringah.

“Terkait jembatan yang putus akan kita upayakan pembangunannya dengan pihak-pihak terkait termasuk pemda. Bantuan untuk pembangunan jembatan sementara karena akses jalan terputus segera diadakan,” ujarnya.

Jembatan putus itu merupakan penghubung antara warga RT 07 RW 02 yang tinggal di Babatan dengan tetangganya yang bermukim di dekat Pantai Pancer. Akibat tidak adanya jembatan, sedikitnya 80 kepala keluarga (KK) terisolir. Bahkan, warga nyaris tidak bisa melakukan aktivitas. 

Sebelum ada pembangunan jembatan darurat, personil Satuan Sabhara Polres Banyuwangi menyiapkan dua perahu karet dan satu kano untuk membantu warga yang hendak menyeberang ke Babatan. Tidak itu saja, pihaknya juga telah menyiapkan pelampung. Petugas juga membagikan air mineral kepada warga yang berkumpul di Masjid Al - Muhajirin.

“Semoga saja dalam waktu dekat, pembangunan jembatan darurat ini bisa segera diupayakan. Sehingga warga tidak lagi terisolasi,” bebernya. 

Kepala Desa Sumberagung Vivin Agustin mengatakan, akibat banjir empat jembatan di desanya terputus. Yang paling parah adalah warga yang tinggal di daerah Babatan. Terjangan banjir menyebabkan tiga rumah hancur dan hanyut terbawa luapan air. Namun tiga rumah warga itu sudah didirikan lagi oleh warga dibantu pihak Perhutani. “Rencananya jembatan darurat akan dibangun dan diperbaiki oleh kepolisian. Untuk bangunan jembatan permanennya masih menunggu koordinasi dengan bupati,” katanya.

Vivin menambahkan, 80 warga yang berada di seberang sungai dan terisolir akibat putusnya  jembatan kebutuhan makanannya sementara diantar petugas. Pengiriman makanan terpaksa melalui jalur sungai. “Tidak ada akses lain. Satu-satunya jalan, ya tetap jalan kaki dan menyeberangi sungai,” tandasnya. (ari)

 

 Kapolres Saat Mengisi Galon Untuk Warga Kekurangan Air Bersih

BANYUWANGI (Koran Transparansi) - Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman memimpin pembagian air bersih terhadap korban banjir di Kecamatan Pesanggaran, kemarin  Penyaluran air bersih ini menggunakan watercanon yang merupakan kendaran taktis kepolisian untuk menghalau pengunjukrasa.

Rumah karaoke Inul Vista di lantai 5 Kediri Mall, saat disegel beberapa waktu lalu.

Kediri (Koran Transparansi) - Rumah karaoke Inul Vista ( Invis ) bertempat di lantai 5 Kediri Mall yang ditutup Pemkot Kediri 2017 lalu, lantaran menyajikan tarian streptese, Sabtu (13/1/2018) siang, kembali beroperasi. Padahal, sampai saat ini belum ada putusan hukum tetap dari PTUN Jatim .

Nurkamid Kabid Trantibum Satpol PP Kota Kediri, mengaku, memang beberapa waktu lalu pihaknya yang melakukan penyegelan. Dan, munculnya Inul Vista kembali beroperasional memang benar adanya.

" Benar sudah sejak kemarin siang mulai beroperasi " kata Nurkamid melalui telepon selulernya Minggu (14/01/2018).

Dijabarkanya, jika pihaknya saat ini masih melakukan pemantauan dan berencan akan menutup kembali Invis . Hal ini dilakukan, mengacu akan belum adanya hukum tetap dari PTUN Jatim.

" Dari hasil gugatan pihak invis pada Pemkot Kediri pada saat ini kan belum ada putusan " urai Nurkamid.

Dan saat ini, pihak Satpol PP masih melakukan kordinasi dengan Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu( DPM PTSP) akan jadwal penutupan.

" Kita masih berkondinasi dengan pihak perijinan akan penutupan kembali Inul Vista " pungkas Nurkamid

Terpisah, Bagus penanggung jawab Inul Vista dalam keterangannya mengakui jika kembali beroperasional isejak Sabtu (13/01/2018) siang.

" Benar, Iunvis sudah buka sejak siang kemarin " kata Bagus

Dalam keterangannya Bagus mengaku, dasar dalam membuka invis untuk beroperasional kembali mengacu putusan hukum sela, meski  belum ada putusan hukum tetap dari PTUN Jatim.

" Dasar kami membuka kembali invis adalah putusan sela dari PTUN " ucap Bagus melalui telepon selulernya Minggu (14/01/2018).

Saat ditanya rencana Pemkot Kediri akan menutup kembali rumah karaoke yang dijalankanya, Bagus enggan berkomentar lebih jauh akan hal tersebut.

 " Kalau masalah penutupan kembali oleh Pemkot Kediri, silahkan konfirmasi saja Penasehat Hukum Inul Vista " pungkasnya.(bud)

banner