DAERAH

Kapolres Saat Melempar Miras Untuk Dimusnahkan

BANYUWANGI (Koran Transparansi) – Peredaran minuman keras di ujung timur Pulau Jawa meresahkan aparat Kepolisian Resor Banyuwangi. Selama Operasi Lilin Semeru 2017 dalam rangka menyikapi malam pergantian tahun 7,49 ton miras tradisional dan produksi pabrikkan berhasil disita. Miras yang setara dengan 7.490 liter itu, Minggu (31/12/2017) sore, dimusnahkan.

Perwakilan dari ormas berbasis agama semisal Muhammadiyah, NU dan LDII menyaksikan pemusnahan minuman keras yang digelar di halaman Mapolres Banyuwangi. Danlanal Banyuwangi Letkol Suhartaya serta Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Ruli Nuryanto mendampingi Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman SIK saat pemusnahan minuman setan tersebut.

Berdasarkan laporan Kasat Sabhara Polres Banyuwangi AKP Basori Alwi, 7,49 ton miras itu didominasi miras produksi rumahan jenis arak Bali. Angka yang dilaporkan cukup fantastis, yakni tembus 6.355 liter atau setara dengan 6,35 ton. Sementara sisanya berasal dari miras pabrik sejumlah 1.135 liter.

“Rinciannya, arak Bali dalam jurigen berkapasitas 35 liter sejumlah 63 atau 2.205 liter. Untuk ciu atau tuak yang merupakan produk turunan dari arak sebanyak 37 jurigen atau 1.295 liter. Itu belum termasuk yang dikemas dalam botol 650 mililiter dengan angka 2.405 liter atau sama dengan 3.700 botol. Plus kemasan botol 1,5 liter berjumlah 300 botol setara 450 liter. Khusus miras pabrik total jumlahnya 1.135 botol/liter,” tandas Basori saat membacakan laporan hasil razia.

Dari hasil itu, sebanyak 125 tersangka dibawa ke Pengadilan Negeri Banyuwangi untuk disidangkan atas dugaan pelanggaran tindak pidana ringan. Sementara, sebanyak 100 orang menjalani pembinaan karena mengkonsumsi miras.

Kapolres Banyuwangi, AKBP Donny Adityawarman langsung bersikap usai mendengar paparan Kasat Sabhara AKP Basori Alwi. Petinggi Kepolisian Resor Banyuwangi ini mengajak seluruh elemen masyarakat dan intansi terkait untuk membangun komitmen untuk memerangi miras dan narkoba. Baginya, hasil razia singkat itu menunjukkan fenomena gunung es bahwa Bumi Minakjinggo belum aman dari miras.

“Miras bisa menjadi pemicu awal tindak kriminal yang lain. Contoh kasusnya terjadi Purwoharjo. Sejumlah pemuda mabuk menyerang Kantor Desa Sidorejo. Beberapa orang dari pelaku masih berstatus pelajar,” keluhnya.

Komitmen untuk memerangi miras harus didengungkan pada semua lini agar Banyuwangi kedepan lebih baik. Dia bahkan mengajak seluruh kapolsek untuk terus melakukan kegiatan tiada hari tanpa razia miras maupun narkoba. 

“Kalau cuek, maka masa kita tidak lama lagi. Pemusnahan ini menjadi tonggak komitmen pencegahan miras dan narkoba antar tokoh masyakarat, agama serta intansi pemerintahan,” tegas Kapolres.

Data yang dirilis aparat kepolisian dalam merazia miras selama satu tahun terakhir nilainya mencegangkan. Total ada 34.338 botol dan 267 jurigen miras yang sukses disita dari peredaran. Sebanyak 624 orang dinyatakan tersangkut dalam 624 perkara minuman yang meresahkan ini.

Para tokoh juga diajak menyadarkan kalangan muda agar bertindak disiplin di jalan saat berkendara. Ajakkan itu disimbolkan dengan pemotongan knalpot brong yang menyalahi standar pabrik serta menganggu kenyamanan. Selama Operasi Lilin Semeru 2017 terdapat 78 knalpot yang diambil dari pemiliknya untuk dimusnahkan bersamaan dengan pemusnahan miras. (ari)

Figur Kombes Pol Dr Syafiin kini mulai mendapat simpati dari amasyarakata Jombang sejalan dengan pencalonannya sebgai bakala calon Bupati Jombang pada Pemilukada Juni 2018 mendatan.

JOMBANG (Koran Transparansi) –  Dr Syafiin yang namanya mencuat karena ikut mendaftar ke parpol  sebagai bakal calon Gubernur Jawa Timur tiba tiba saja mulai diperbincangkan masyarakat Jombang. Pasalnya, perwira polisi aktif dan kini bertugas di Mabes Polri itu sering muncul di ranah publik.

Namun benarkah Kombes Syafiin kini tengah mengincar Jombang l pada Pemilihan Bupati Jombang Juni 2018 mendatang. Gus Syaf, panggilan akrapnya hanya mengatakan, lho saya ini asli Jombang. Kalau saya ada disini, Jombang itu tanah kelahiran saya. tegasnya kepada korantransparansi.com, setengah mengelak, Senin (1/1/2018).

Didesak soal pencalonannya sebagai Bupati Jombang, Gus Syaf hanya mengatakan, saya tau bahwa sebentar lagi masyarakat Jombang akan memilih pemimpinnya. " Pilkada itu itu pilihan rakyat, kalau masyafakat Jombang menghendaki, kami juga tidak bisa mengelak. Apalagi saya kan putra daerah. 

Dikabarkan bahwa Kombes Syafiin kini di gadang gadang PDI Perjuangan untuk menduduki Jombang l. Komunikasi politik Gus Syaf dengan PDI Prjuangan belakangan makin inten. Malahan ada beberapa partai yang semula memberikan sinyal pada calon lain kini mulai berbalik arah. Gus Syaf juga sudah menemui sesepuh Jombang yaitu Gus Solah (Salahudin Wahid) pengasuh ponpes Tebuireng.

Ia mengaku banyak kenal dengan pengurus partai di Jombang. Sekedar ketemuan sudah seringkali temasuk dengan  PDI Perjuangan dan beberapa partai lainya. Komunikasi dengan teman teman gak ada masalah.

Soal menyapa  dan ketemu warga Jombang itu hal biasa. Momentum pergantian tahun menuju 2018 juga dimanfaatkan Gus Syaf juga membaur dengan mereka. Ya sekedar ramei ramei saja. tandasnya.

Pada Minggu malam jelang pergantian tahun, Gus Syaf keluar dari hotel tempat ia menginap perlahan cucu Kiai Muhtar, pengasuh pondok pesantren terkemuka itu, membaur dengan kerumunan massa sambil membagi kembang api dengan gratis. Wargapun antusias dan bahkan berebut pembagian kembang api

“Momentum pergantian tahun ini, kami ingin bersama warga masyarakat Jombang untuk merasakan kebagiaan bersama. Di ujung tahun (2017 red.) ini saya manfaatkan pulang kampung untuk bersama-sama masyarakat Jombang menatap tahun depan yang lebih baik,”  ujarnya di Taman Kebun Ratu,  Jombang. jelasnya.

Gus Syaf berharap pergantian tahun ini bisa membuat kehidupan masyarakat Jombang lebih baik. Baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan terutama dalam mendekatkan diri kepada sang Kholiq, Allah swt.

“Jombang memiliki potensi yang luar biasa, termasuk pariwisatanya. Semoga 2018 ini menjadi pintu masuk perbaikan masyarakat  Jombang,” tandasnya.

Ditanya apakah kegiatan ini bagian dari pencalonannya menjadi Bupati Jombang? Gus Syaf membantah. “Sebagai orang asli Jombang, pulang kampung ini sudah menjadi tradisi. Kebetulan ini (Kebun Ratu, red) dekat tempat saya menginap, sekaligus ingin bersama-sama warga Jombang menyaksikan pergantian tahun dengan harapan lebih baik,” pungkasnya.

Ratusan warga menyambut antusias sosok Gus Syaf. Nama dan wajahnya yang sering menghiasi media massa, membuat sebagian warga mengenalnya. “Beliau Pak Polisi, asli Plandaan. Mantap juga menjadi bupati. Wajah baru yang ditunggu-tunggu,” jelas Abdul Kholiq, salah seorang warga Jombang kepada duta.co.  (min)

Warga Celep Sidoarjo melngisi malam pergantian tahun dengan Pawai Patrol anak anak di dampingi keluarga dan orang tuanya pada Minggu (31/12/2017) malam.

Sidoarjo ( Koran Transparansi ) - Forum Remaja Celep (FORCE) RW 1 Kelurahan Celep Sidoarjo, mengajak masyarakat mengisi kegiatan pergantian tahun baru dengan baca salawat dan pawai patrol keluarga.

“Remaja yang tergabung dalam FORCE, mengajak masyarakat baca salawat dan pawai patrol keliling kampung bersama anak-anak dengan didampingi orangtua atau keluarganya,” kata Shodikin, koordinator acara patrol malam pergantian tahun baru, Minggu (31/12) malam. 

Menurut Ketua RW 1 Saiful Manaf, acara membaca salawat dilanjutkan dengan acara pengajian singkat, sekaligus mengingatkan kepada warga supaya menjaga diri dengan baik selama acara pergantian tahun dengan kegiatan positif.   

“Saya juga mengingatkan supaya yang akan ujian di sekolah, selalu belajar dan tekun belajar serta berdoa dengan Istiqomah membaca salawat nariyah,” katanya. 

Setelah acara baca salawat dan pengajian, anak-anak dari berita sampai remaja, diajak pawai dengan membunyikan patrol keliling kampung. “Acara ini menanamkan kegiatan positif pada anak-anak supaya cinta tanah air dengan mencintai dan menjaga serta peduli  kampung, mulai dari menjaga kampungnya sendiri,” kata Junaidi, panitia bidang acara.

Kegiatan pawai patrol, Manurut Edy —panggilan Junaidi—, sangat berkesan karena anak-anak didampingi ibu-ibu serta keluarga kelihatan sangat senang, “Kegiatan  dilanjutkan dengan lomba patrol khusus anak-anak,” katanya.

Khusus acara baca salawat dan pengajian, Fian koordinator baca salawat diba’ mengatakan, bahwa khusus acara malam tahun baru gabungan seluruh generasi pria dan wanita membaca salawat bersama.

“Ceramah agama oleh Aba Djoko Tetuko, diingatkan pentingnya bersyukur dan selalu baca salawat dalam keadaan apapun, terutama pada jaman akhir seperti sekarang ini,” kata Fian menirukan.

Khusus komunikasi modern di jaman now, lanjutnya, diingatkan supaya selalu menjaga silaturahmi dan komunikasi dengan peralatan modern secanggih apapun tetap jangan sampai merugi. 

Pergaulan melalui HP atau sejenis, menurut Aba Djoko Tetuko, diingatkan supaya kembali pada Al Qur’an. “Umat Islam 1400 tahun silam sudah diingatkan kalau mau baik dan tidak rugi, harus selalu iman dan beramal Sholeh atau amal kebaikan, juga saling mengingatkan tentang yang benar dan kesabaran, sebagaimana tersurat dalam surat Al Asr,” tandas Fian menirukan. 

Sedangkan pada jaman now ini, jika terbawa arus berita hoax, maka perbuatan itu sudah dikisahkan Al Qur’an, bahwa Abu Lahab dan istrinya selalu menyebarkan berita fitnah dan tidak benar, dan istrinya seperti kayu bakar terus menyebarluaskan fitnah dan kejelekan . 

“Berarti kalau suka berita hoax, atau menyebarkan berita hoax berarti sebagai pengikut Abu Lahab dan istrinya yang ditakdirkan masuk neraka. Atau generasi yang akan masuk neraka,” katanya.(jt)

 Prees release ungkap kasus selama setahun saat digelar di Mapolres Kediri

KEDIRI (KoranTransparansi.Com) - Polres Kediri berhasil mengungkap berbagai kasus selama 2017 ini. Diantaranya, kasus narkoba berjumlah 345, yang rincianya kasus narkotika 48 tersangka dan kasus obat keras 297 tersangka.

Barang bukti, sabu - sabu seberat 104.01 gram, ganja 2.70 gram, pil extacy 2,5 butir, pil Alprazolam 100 butir, Pil double 1.086.363 butir, pil trex 49 butir, dan Hand phone 229 unit, berbagai merek.

Ditambah lagi, 30 buah bong, 8 buah timbangan, 39 buah pipet kaca, 23 buah korek gas, 31 buah sedotan, 9 buah gunting, 7 buah serok plastic dan uang tunai senilai Rp 11.906.000,-. 

Untuk kasus lainya, dari 1204 kasus, berhasil di ungkap 1146 kasus. Dan, kasus yang paling menonjol meliputi kasus Curas, Curat dan Curanmor.

Kapolres Kediri AKBP Erick Hermawan menuturkan, dari ungkap kasus selama 2017,   yang paling menonjol kasus 3C, yakni Curas, Curat, Curanmor. Setidaknya, 109 kasus berhasil di ungkap.

" Mayoritas hasil ungkap kasus Curas, Curat dan Curanmor, para pelakunya residivis, dengan serangkaian aksi yang dilakukan di beberapa TKP " kata AKBP Erick Hermawan kepada Wartawan, Sabtu (30/12/2017).

Disamping itu, lanjut Kapolres Kediri, pihaknya juga mengungkap serangkaian peredaran miras di wilayah hukum Polres Kediri, dengan barang bukti ribuan botol berhasil diamankan.

 " Peredaran minuman keras juga kami ungkap di 132 lokasi, dengan barang bukti 1613 botol.” pungkasnya.(bud)

Pemkab Gresik Jawa Timur menerima penghargaan dari Kemensos karna berhasil mengentas kemiskinan. Dan penghargaan tu diterima Wakil Bpati Gresik Qosim.

GRESIK (KoranTransparansi.Com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berhasil meraih penghargaan Program Keluarga Harapan (PKH) tingkat nasional tahun 2017 dari Kementerian Sosial RI. Penghargaan tersebut diraih karena Pemkab Gresik dinilai terbaik dalam berkinerja terhadap penyaluran bantuan social non tunai.

Artinya, pemerintah daerah melalui Dinas Sosial bersama pelaksana PKH berjasa dalam menyukseskan pengentasan kemiskinan di kabupaten Gresik.

Apresiasi dari Kemensos tersebut diserahkan oleh Direktur Jaminan Sosial Keluarga Kementerian Sosial RI Drs. Nur Pujianto kepada Wakil Bupati Gresik Dr. H. Moh. Qosim dalam acara yang bertajuk PKH Appreciation Day 2017 di Vasa Hotel Surabaya, Selasa (19/12/2017), yang juga disaksikan oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.

Wabup Qosim mengaku bersyukur atas penghargaan yang diraih oleh pemkab Gresik. Menurutnya, ini adalah bentuk upaya pemkab Gresik dalam keseriusan menjalankan program pengentasan kemiskinan di kabupaten Gresik.

Oleh sebab itu, ia berharap agar penghargaan ini menjadi motivasi pemerintah daerah dan pihak terkait untuk terus melakukan upaya-upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kabupaten Gresik.

“Alhamdulillah atas kerjasama semua pihak dan keseriusan pemkab Gresik dalam mendukung dan menjalankan program yang dimotori Kementerian Sosial RI, pemkab Gresik berhasil meraih penghargaan penyaluran bantuan social non tunai atas upaya kami dalam mengentas kemiskinan di kabupaten Gresik,” kata wakil bupati Moh. Qosim.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Ir. Sentot Supriyohadi mengatakan bahwa saat ini di Gresik terdapat 31 ribu Keluarga Penerima Manfaat  dari Program Keluarga Harapan. “Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp. 1.890.000 tiap tahun,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa yang menjadi prioritas adalah di bidang kesehatan bagi ibu hamil dan balita. Serta Pendidikan bagi anak-anak yang harus bisa sekolah hingga ke tingkat SMA.

“Perolehan penghargaan ini tidak terlepas dari dukungan pak Bupati Dr. H. Sambari Halim Radianto dan Wakil Bupati Dr. H. Moh. Qosim yang telah memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaan program PKH,” ujarnya.

Khusus untuk tenaga pendamping PKH, dirinya menjelaskan bahwa jumlahnya sebanyak 114 orang. “Kami harap para pendamping mampu menjalankan tugas sesuai dengan tugas dan fungsinya. Sehingga sesuai dengan apa yang diharapkan,” pungkasnya. (kh)

Bupati Lamongan Fadeli (kanan Mendagri Tjahyo Kumolo menerima penghargaan Leadership Award yang di serahkan di Jakarta Senin (18/12/2017)

Lamongan (KoranTransparansi.Com) - Berkat kepemimpinanannya yang mampu membawa kemajuan daerah, Bupati Lamongan Fadeli mendapat penghargaan Kepemimpinan Kepala Daerah (Leadership Award) dari Mendagri Tjahjo Kumolo di Grand Sahid Jaya Hotel Jakarta, Senin (18/12).

Hanya segelintir kepala daerah yang diakui kontribusinya bagi kemajuan daerah dan mendapat penghargaan ini.

Selain Bupati Lamongan, diantara yang mendapat Leadership Award adalah Walikota Surabaya dan Bandung serta Bupati Banyuwangi.

Bupati Fadeli seusai menerima penghargaan itu menyampaikan pentingnya sosok kepala daerah yang bukan hanya bisa memerintah, namun juga memberi inspirasi.

Sejumlah program yang sukses dilaksanakan di Lamongan terjadi karena adanya inspirasi itu.

"Sudah menjadi kewajiban kami untuk bekerja keras dan semaksimal mungkin demi kesejahteraan rakyat. Penghargaan ini akan semakin mempertebal semangat kami untuk membawa Lamongan lebih sejahtera dan berdaya saing, " ujar Fadeli.

Sementara Kabag Humas dan Protokol Agus Hendrawan menjelaskan Leadership Award 2017 adalah bagian dari upaya pemerintah pusat untuk mencari sosok pemimpin di daerah yang memang layak dijadikan contoh.

Leadership Award, kata dia, secara khusus memotret kualitas seorang kepala daerah. Bagaimana kepala daerah tersebut menjalankan perannya sebagai pemimpin di daerah.

Leadership Award ini seolah menjadi pemungkas kalender Lamongan selama 2017 yang sarat prestasi.

Lamongan sebelumnya sudah ditetapkan sebagai kabupaten dengan penyelenggaraan pemerintahan daerah terbaik di Indonesia dengan diterimanya Tanda Kehormatan Samkarya Parasamya Purnakarya Nugraha dari Presiden RI. (min)

banner