DAERAH

foto: Kepala Kemenag Lamongan Sholeh AZ memberikan sambutan dalam upacara di halaman MAN 1 Lamongan

Lamongan - Momen upacara setiap hari Senin yang digelar civitas akademika MAN 1 Lamongan tampaknya tidak disia-siakan Kepala Kemenag Lamongan, Sholeh AZ. Pejabat kelahiran Gresik ini memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memberikan wejangan kepada civitas akademika MAN 1 Lamongan. Apalagi, saat ini masih segar-segarnya tahun masuk ajaran baru 2018/2019.

Bertindak sebagai pembina upacara, orang nomor satu Kemenag Lamongan ini menyampaikan lima pesan pada 1.210 siswa yang mengikuti upacara di halaman madrasah. “Ada lima hal yang ingin saya sampaikan anak-anakku semua,” kata Sholeh mengawali sambutannya dalam upacara,  Senin (23/07/2018).

Pertaa, lanjut pejabat yang mendalami ilmu-ilmu sosial program pasca sarjana ini, bersyukur kepada Allah Swt. Sebab, kata dia, siswa MAN 1 Lamongan berjumlah 1.210 anak merupakan orang-orang pilihan. “Banyak saudara kita, teman-teman kita yang ikut daftar, ingin masuk ke sini tapi tidak bisa. Kalian harus bersyukur, keinginan kalian masuk ke sini sudah tercapai,” tutur Sholeh.

Cara bersyukurnya, lanjut dia, dengan rajin belajar sehingga menjadi orang sukses di kemudian hari. Tidak kalah dengan kakak-kakak kelas yang tahun ini berhasil menembus Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Tahun ini, tercatat 150 siswa MAN 1 Lamongan berhasil masuk PTN ternama. “Alangkah senangnya hati bapak-ibu kalian bila melihat kalian sukses. Luruskan niat bersekolah, jangan seperti anak Kalimantan, baru sunat menikah,” pesan dia.

Hal kedua, kata dia, memiliki cita-cita tinggi seperti mantan Wakil Presiden BJ Habibie yang mampu membuat pesawat terbang. Ketiga, tambah dia, mencari teman yang baik, tidak sembarangan, apalagi ikut-ikutan nongkrong di warung-warung kopi. Dia mengaku prihatin melihat fenomena warung-warung kopi yang menjamur di hampir semua sudut Lamongan. Apalagi yang nongkrong di warung-warung kopi itu justru para pelajar.

“Padahal besoknya mereka masuk sekolah,” ucap dia. Dua hal lain yang jadi pesannya adalah mengenai sholat dan sikap tawakkal. “Andaikata kita punya cita-cita jadi pilot tidak terwujud, tapi jadi direktur BUMD ya nggak papa. Akhir dari semua usaha adalah tawakkal. Usaha dibarengi doa dan jangan lupa sholat,” pesan dia.

Fenomena pelajar yang lebih suka nongkrong di warung kopi rupanya jadi perhatian serius bagi Sholeh, hingga dia pun perlu mengumpulkan para guru setelah acara upacara, khusus untuk memberikan wejangan soal itu. Di ruang khusus aula, Sholeh memberikan arahan. Dia mengaku prihatin, apalagi pernah suatu ketika melewati jalan menuju Glagah, Lamongan selepas maghrib. Di tiap sudut menjamur warkop (warung kopi) dan penuh dengan pelajar.

Mereka, kata dia, nongkrong sampai pagi dan tidak baca buku, apalagi belajar. Pemandangan ini menggejala di mana-mana dan sudah menjadi bagian dari tantangan yang dihadai para siswa era sekarang. Dia berharap semua guru punya jiwa kepemimpinan dan punya tanggung jawab untuk mencetak anak didik unggul. “Jadi guru jangan hanya sekadar mengajar tetapi punya semangat membawa anak didik menjadi unggul. Itulah guru sesungguhnya,” pesan dia pada guru.

Selain punya jiwa kepemimpinan, dirinya berharap para guru respek pada lingkungan madrasah yang beradab. Diingatkan bahwa pelajar sekarang ini memiliki pola pikir dan karakter berbeda-beda. “Jangan dianggap semua pintar atau sama. Didiklah mereka sesuai dengan kondisinya dan bapak-ibu lebih tahu perbedaan itu pada siswa masing-masing,” tutur dia.

Selain itu, lanjut dia, guru seharusnya menguasai materi pembelajaran, apalagi sekarang eranya sudah sangat berbeda dengan dulu. Sehingga, kata dia, guru sudah seharusnya melakukan update biar tidak ketinggalan zaman. Semangat untuk terus mengupgrade diri itu penting dimiliki semua guru. “Dan tidak kalah pentingnya adalah sikap dan jiwa guru untuk menfasilitasi siswa untuk belajar,” kata dia.

Juga, lanjut dia, guru seharusnya senantiasa melakukan refleksi. Mengevaluasi terhadap apa yang sudah dilakukan secara terus menerus sebagaimana pesan dari sahabat Nabi, Umar bin Khatab: Hasibu anfusakum qobla an tuhasabu (koreksilah dirimu sekalian sebelum dikoreks orang lain). “Mari kita semua menghitung, mengevaluasi diri. Mungkin metodenya kurang pas, atau terlalu cepat, apa apa,” ucap dia.

Menurut dia, mengajar dengan baik tidak ada ruginya bagi guru. Justru pendidikan bisa dijadikan sebagai ladang mencari amal.  Dikatakan, anak didik merupakan lahan luar biasa untuk mencari surga karena guru ikut kontribusi pada kepintaran dan kesuksesan mereka. “Kalau mengajar hanya karena ingin gaji dan tunjangan, ya nanti yang didapat hanya itu. Tapi kalau niatnya karena Allah, maka dua-duanya, dunia akhirat akan didapat,” kaa dia.

Jadi, lanjut dia, niatkan untuk memberikan kontribusi pada prestasi akademik siswa. Kualitas guru itu, kata dia, bisa dilihat kesuksesan siswa. “Kalau siswa berhasil, mudah nerima pelajaran, itulah kontribusi guru.  Kalau ada 150 siswa MAN 1 Lamongan masuk PTN seperti ITS, Unair, dan lain-lain. Itu adalah kontribusi guru.

Sementara itu, Kepala MAN 1 Lamongan Akhmad Najikh mengajak semua dewan guru untuk berdoa supaya diberi petunjuk dan kekuatan Allah Swt mewujudkan cita-cita itu. “Mudah-mudahan kita diberi petunjuk,” kata Najikh. (min)

 

Foto : Djoko Adie Purwanto

 

KEDIRI (KoranTransparansi) - Dalam rapat Badan Anggaran ( Banggar ) DPRD Kota Kediri, yang melakukan pembahasan anggaran di Solo, 20-23 Juli 2018, memprioritaskan pembahasan anggaran pendidikan untuk tingkat sekolah PAUD hingga SMP.

Keterangan Djoko Adie Purwanto anggota Banggar dari Fraksi PDIP DPRD Kota Kediri membenarkan, akan adanya pembahasan anggaran di Solo, 20- 23 Juli 2018.

" Benar, Banggar DPRD Kota Kediri sedang membahas anggaran di Solo " ungkap Djoko melalui telepon selulernya, Minggu

(22/07/2018).

Lebih jauh Djoko menguraikan, jika dalam pembahasan anggaran pendidikan memang lebih diprioritaskan.Karena, hal ini penting untuk peningkatan mutu anak bangsa.

" Pendidikan jadi bahasan prioritas karena penting untuk meningkatkan kwalitas suatu bangsa.Dan, supaya tidak membebankan orang tua dan siswa maka perlu subsidi anggaran di bidang pendidikan " imbuhnya.

Djoko juga menyarankan, agar pihak Dinas Pendidikan Kota Kediri lebih sering memantau Kepala sekolah agar tidak muncul pungutan dan informasi yang menyesatkan Wali Murid.

"Kepala Dinas Pendidikan harus menindak tegas sekolah apabila ketahuan menarik pungutan ke siswa." pungkasnya.

Sekedar diketahui, ikut andilnya kalangan DPRD Kota Kediri angkat bicara perihal pendidikan, seiring munculnya kabar di medsos akan pungutan pada Sekolah Menengah Negeri Pertama 4 Kota Kediri 

Dan, mulai seragam hingga SPP masih ditanggung oleh pemerintah kota Kediri. Dan, pihak kepala sekolah SMPN dan juga SD dilarang melakukan pungutan.Hal ini, sesuai penegasan Siswanto Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri.(adu/bud).

 

Foto : Siswanto, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri (dok)
KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Kabar mencuatnya pungutan pada Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Kota Kediri, ditepis pihak Dinas pendidikan Kota Kediri. Karena, mulai seragam hingga SPP ditanggung Pemerintah Kota Kediri. Dan, pihak SMPN dan juga SD dilarang melakukan pungutan.
 
Hal tersebut disampaikan oleh Siswanto Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, jika kejadian di SMPN 4 tersebut tidak benar akan munculnya informasi tarikan.
 
" Nggak benar , pihak kepala sekolah semua sudah disarankan diknas untuk tidak melakukan pungutan apapun terhadap Wali Murid " kata Siswanto,  Minggu (22/07/2018).
 
Menurutnya , jika subsidi ke sekolahan tingkat SMPN dan SD tetap ditanggung oleh pemerintah kota Kediri dan tidak dicabut.Bahkan, seragam juga tetap gratis untuk ajaran baru, bagi tingkat SMP dan SD.
 
" Kita sekarang membahas anggaran mengenai hal tersebut " imbuhnya.
 
Siswanto juga menambahkan , jika pihak 
Diknas Kota Kediri telah mengumpulkan Kepala sekolah SMPN dan SD yang ada diKota Kediri, guna diberikan arahan tidak melakukan pungutan pada Wali Murid.
 
" Kita sudah kumpulkan MKKS SMPN dan SDN, agar mereka tidak melakukan pungutan " pungkasnya.
 
Ditempat terpisah, Cahyaningtyas, Kepala Sekolah SMPN 4 membenarkan, jika pihak kepala sekolah telah dikumpulkan oleh Diknas.
 
" Memang benar, arahan langsung dari Kepala Diknas sekolah tidak melakukan pungutan" ungkap Yayuk.
 
Sementara, akan ramainya pemberitaan dimedsos Facebook yang menuding SMPN 4 telah melakukan pungutan, Yayuk menegaskan, bahwa kabar tersebut hoax 
 
" Tudingan itu tak mempunyai bukti yang kuat. Dan pihak SMPN 4 bakal melaporkan akun yang menyebarkan berita tersebut ke Polisi" pungkasnya.(bud)
Pemkab.Sidoarjo Siapkan Gedung Baru Untuk PKL

Sidoarjo (KoranTransparansi.com) - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sangat serius mengatasi keruwetan dalam penataan pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa mangkal di Gading Fajar tepat nya di trotoar JL Gajahmada, Sidoarjo . Para PKL tersebut bakal dipindahkan ke bangunan baru, mereka akan menempati bangunan sentra PKL  bekas bangunan MTsN Sidoarjo.

Diats lahan seluas 4.000 meter persegi itu, Pemkab Sidoarjo sudah membangun gedung baru seluas 2.000 meter persegi dengan 2 lantai, sedangkan sisanya bakal digunakan untuk lahan parkir.

Sampai saat ini sudah ada 63 pedagang yang menyatakan siap menempati sentra PKL itu dan sebagian dari mereka adalah pedagang kuliner nusantara serta ada 2 pedang lainnya yang merupakan pedagang asongan juga siap menempati sentra PKL itu.Pemindahan PKL ini, wujud untuk mengatasi kesemrawutan dan kemacetan yang ada di sepanjang JL Gajahmada itu. 

Rencana penataan PKL ke gedung baru sentra PKL ini sudah dibuktikan dengan hadirnya Wabup Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin bersama sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) saat sidak ke gedung baru itu pada tanggal 20-07-2018. 

Selain itu, Wabup yang didampingi Kasat Pol PP, Widyantoro, Kepala Dishub, M Bahrul Amiq dan Kepala Dinas PUPR, Sigit Setyawan berdialog dengan para pedang.

"Kami minta para calon pedagang kuliner yang menempati Sentra PKL Gajahmada ini bisa memanfaatkan dan menata lokasi dengan baik," terang Nur Ahmad Syaifuddin, Jumat di tempat sentra PKL Jl. Gajah Mada.

 Lanjutnya , Pemkab Sidoarjo memiliki komitmen untuk menata dan mendesain sentra Gajahmada itu. Dengan tujuannya, agar masyarakat Sidoarjo dan sekitarnya bisa merasa nyaman saat berkunjung menikmati kuliner ala Sidoarjo itu.

"Agar semua calon pembeli bisa menikmati tempat dan makanannya sekaligus memberikan kenyamanan ke pengunjung," tegasnya.

Sementara itu Kasat Pol PP Pemkab Sidoarjo, Widyantoro menegaskan untuk operasionalnya sementara jam operasional PKL mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WIB.

"Rencananya gedung baru sentra PKL ini akan ditempati sekitar 90 pedagang. Harapannya pedagang bisa tertib berdagang," ujarya.(eka/Med)

Foto : Program Gemarikan saat berlangsung di Kota Kediri

KEDIRI (KoranTransparansi.com)  - Dalam rangka Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) untuk generasi sehat dan cerdas, Ferry Silviana Abu Bakar (istri Wali Kota Kediri) Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kota Kediri, hadir di Posyandu Kenanga RT 01 / RW 05 Kelurahan Bujel Kota Kediri, Kamis (19/7/2018).

Hadir pula dalam acara ini, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Semeru Singgih, Kepala Kelurahan Bujel Mujiyo, Ketua TP PKK Kecamatan Mojoroto dan Ketua TP PKK Kelurahan Bujel

Kegiatan ini merupakan upaya memasyarakatkan makan ikan untuk meningkatkan konsumsi ikan dan mensosialisasikan pentingnya makan ikan bagi peningkatan gizi balita.

Tak kurang dari 1000 balita diberikan menu makan ikan secara bertahap sesuai dengan jadwal posyandu yang terbagi menjadi 3 wilayah yakni 350 balita di Kelurahan Bujel, 250 balita di Kelurahan Bangsal dan 400 balita di Kelurahan Kaliombo.

Fery Silviana yang akrab disapa Bunda Fey juga mengatakan, bahwa kegiatan memasyarakatkan makan ikan ini untuk memebrikan kesadaran keapda masyarakat Kota Kediri akan pentingnya tingkat konsumsi ikan terutama untuk anak-anak baik yang masih dalam kandungan maupun balita.

“Sering mengkonsumsi ikan baik untuk perkembangan otak anak, sehingga bisa membuat anak cerdas,” ujarnya kepada sejumlah awak media

Bunda Fey yang juga sebagai Ketua TP PKK Kota Kediri menjelaskan, bahwa dalam setiap tahun tingkat konsumsi ikan di Kota Kediri ini terus meningkat.

Pada tahun 2012, lanjut Bunda Fey, konsumsi Ikan di Kota Kediri hanya sebesar 15 kg/tahun. Namun pada tahun ini 2018 tingkat konsumsi ikan Kota Kediri sebesar 24 kg/tahun, dan tidak jauh dengan tingkat konsumsi ikan di Provinsi Jawa Timur.

“Sudah bagus untuk tingkat konsumsi ikan di Kota Kediri. Ikan yang dikonsumsi semua boleh baik ikan air tawar ataupun ikan air laut, yang penting ikan yang mudah dijangkau di sekitar kita karena semua ikan bagus untuk kebutuhan nutrisi otak kita,” katanya.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan imunisasi difteri ke-2 dan penyerahan simbolis kepada lima anak untuk menu makan ikan seperti samosa seafood, ekkado udang, donat isi abon ikan, tahu bakso ikan, nugget kepiting, nugget udang, lumpia udang dan pastel udang.(bud)

Foto : Eka Wisnu Wardhana, Komisioner Perencanaan dan Data KPUD Kabupaten Kediri.

KEDIRI (KoranTransparansi) - Dari serangkaian rekapitulasi yang dilakukan oleh KPU Kabupaten Kediri, masyarakat diminta supaya pro aktif apabila tidak terangkum ataupun belum masuk dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS).

" Himbauan dari kami, apabila masyarakat tidak masuk DPS, supaya menghubungi PPK atau Panitia Pemungutan Suara (PPS).Dan, bila perlu mendatangi kantor KPUD Kabupaten Kediri yang selanjutnya diterbitkan tanggapan masyarakat, guna dilakukan DPS perbaikan " kata Eka Wisnu Wardhana, Komisioner Perencanaan dan Data KPUD Kabupaten Kediri, Jumat (20/7/2108).

Dia juga menjabarkan, diprediksi jumlah pemilih Pemilu 2019 nanti mengalami kenaikan, dibandingkan Pilkada Serentak Pilgub Jatim 2018, kemarin.

" Data Pemilu 2019 diprediksi naik berkisar 5 persen, dibandingkan Pilgub Jatim 2018, yang jumlahnya 1.205.282 pemilih, dengan rincian 604.316 pemilih laki-laki dan 600.967 pemilih perempuan yang tersebar di 26 Kecamatan dengan jumlah 334 Desa " imbuhnya.

Menurutnya, rekapitulasi dilakukan guna mewujudkan data yang akurat di Pemilu 2019 mendatang.Dan, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Kediri terus melakukan perbaikan data. Dijadwalkan 19-20 Juli 2018, rekapitulasi data masih dilakukan ditingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK)

" Dari hasil rekapitulasi 19-20 Juli ditingkat Kecamatan, lalu akan dilanjutkan ditingkat KPU yang dijadwalkan 22 Juli 2018, nanti " pungkasnya.(adu/bud)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...