DAERAH

 Pelaku diamankan di Mapolsek Kandat, Kabupaten Kediri.

KEDIRI (Koran Transparansi) - Usai melakukan penyelidikan secara intensif, Unit Reskrim Polsek Kandat, akhirnya berhasil menangkap pelaku tindak pidana penipuan dengan modus operandi penggandaan uang, Rabu (3/1/2018)

Adalah SR (40) warga Desa Jongbiru, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, yang ditangkap Polisi, setelah berhasil memperdayai Soleh (45) warga Desa Tegalan, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri.

Kapolsek Kandat AKP Ketut Suparta mengungkapkan, penipuan berawal Mei 2017 lalu. Sekitar pukul 15.30 WIB, pelaku bertemu dengan korban dan mengaku bisa mengandakan uang milik korban.

Selanjutnya, korban merasa yakin berkat bujuk rayu pelaku. Hingga, pelaku mendatangi rumah korban untuk meminta uang yang akan digunakan sebagai alat pemancing penganda.Kemudian, pelaku menukar uang milik korban, dengan satu buah kardus air mineral.

“Pelaku meminta uang kepada korbannya secara bertahap hingga total kerugian yang dialami korban mencapai Rp 15 juta,” terang AKP Ketut Suparta.

Lebih jauh dijabarkan AKP Ketut Suparta, tepatnya Agustus 2017, lalu, korban membuka kardus air mineral yang didaparnya dari pelaku dan kenyataanya, kardus tersebut hanya berisikan air mineral, bukanya uang sesuai yang dijanjikan oleh pelaku. 

" Dari sini, kasusnya dilaporkan ke Polsek Kandat Polres Kediri. Hingga, petugas berhasil meringkus pelaku saat bersembunyi di sebuah tempat yang tidak jauh dari tempat tinggalnya di Desa Jongbiru Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri" urainya.

AKP Ketut Suparta juga mengungkapkan, saat ini pihaknya masih melakukan serangkaian pengembangan, guna mendeteksi adanya korban lain. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan. 

“ Kami juga menghimbau, agar para warga yang merasa pernah menjadi korban penipuan pelaku penggandaan uang, bisa melapor ke Polsek Kandat," pungkasnya. (bud)

 Melanggar, Betor Ditilang

 

BANYUWANGI (Koran Transparansi) -Ini peringatan keras bagi pemilik becak motor, odong-odong maupun gerandong. Apabila melintasi jalur nasional aparat kepolisian bakal menindaknya dengan sanksi tilang.

Sikap tegas itu dibuktikan pada Rabu (3/1/). Sejumlah becak motor yang melintas di depan Mapolsek Muncar dihentikan. Para pemilik diinterogasi seputar alasannya merubah kondisi fisik sepeda motor sehingga menyalahi aslinya.

Para pemilik tak mampu berbuat banyak. Mereka tak mampu berkelit dari kesalahan yang telah dilakukan. Kanit Turjawali Satlantas Polres Banyuwangi Ipda Taufan Akbar yang memimpin jalannya penertiban terus memberikan nasehat.

Tiga becak motor terpaksa diberi sanksi tilang. Para pemilik diminta untuk segera merubah kendaraan becak mesinnya menjadi sepeda motor seperti semula. Bagi betor yang terjaring sementara diamankan di Mapolsek Muncar.

Kasatlantas Polres Banyuwangi AKP Ries Andrian Yudho Nugroho SIK menjelaskan, larangan ini sudah lama diberlakukan. Larangan ini merujuk aturan dari Undang – Undang Lalulintas pasal 287 ayat 6 junto pasal 106 ayat 4 karena bisa membahayakan pengendara maupun penumpangnya.

“Pembinaan betor di Banyuwangi selalu kita laksanakan. Di jalur nasional sudah dirazia. Mereka cari pasar yang untuk beroperasi. Kita selalu menghimbau bahwa itu bukan kendaraan standar untuk penumpang,” jelas AKP Ries Andrian.

Razia terhadap betor, gerandong dan odong-odong di Muncar dulu pernah digalakkan AKP Bakin. Kala itu perwira menengah asal Genteng tersebut menjabat selaku kapolsek. Puluhan becak motor dirazia dan tidak diambil pemiliknya sehingga menjadi barang rongsok. Pasca penindakan itu, betor kembali marak. (har) 

 

Tim dari Polres Saat Melakukan Penelitian di RSUD Blambanan

BANYUWANGI Koran Transparansi) – LT (17), terpaksa dilarikan ke RSNU Mangir, Rogojampi, pasca mengalami pendarahan. Wanita asal Desa Pengatigan, Kecamatan Rogojampi ini diduga mengalami keguguran. Kasus ini sedang diselidiki aparat Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Banyuwangi.

Tim dari kepolisian, Rabu (03/1), telah mendatangi kediaman korban dan RSNU Mangir. Informasi yang diterima dari aparat, LT yang masih berusia dibawah umur mengalami pendarahan setelah diberi obat oleh kekasihnya yang tinggal di kasawan Genteng.

Kabarnya, obat itu diberikan secara paksa oleh kekasih LT agar dikonsumsi. Pasca mengkonsumsi obat itu LT kemudian mengalami pendarahan sehingga mengalami keguguran. Janin malang tersebut telah diamankan di kamar mayat RSUD Blambangan.

Panjang janin yang bentuknya belum sempurna itu kurang lebih 6 cm. Diperkirakan masa kehamilan LT belum genap dua bulan. Ironisnya, kehamilan ini terjadi diluar pernikahan resmi. Kasat Reskrim AKP Sodiq Effendi membenarkan atas penyelidikan kasus ini. “Iya mas,” ujarnya membenarkan saat ditanya seputar kasus ini.

KBO Reskrim Satreskrim Polres Banyuwangi Iptu Hadi Waluyo bahkan menguatkan. Menurutnya, tim telah melakukan penyelidikan ke sejumlah lokasi. Sejauh ini petugas masih mengumpulkan sejumlah keterangan atas peristiwa yang diadukan masyarakat.

“Pacar LT belum kita amankan karena kasus ini masih sebatas aduan, belum laporan. Nanti kita adakan gelar perkara dulu,” bebernya. (ari)

 

Objek-objek Wisata di Banyuwangi Selalu Jadi Jujugan

BANYUWANGI (Koran Transparansi) - Sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Banyuwangi mengalami lonjakan jumlah wisatawan saat libur natal dan tahun baru. Di liburan akhir tahun kemarin, wisatawan meningkat hingga 200 persen dibanding akhir pekan biasanya. Sejumlah lokasi wisata yang menjadi primadona jujugan adalah Pantai Grand Watudodol, Bangsring Underwater, hingga Kawah Ijen. 

“Liburan natal dan tahun baru ini, Banyuwangi kembali menjadi destinasi favorit wisatawan Indonesia. Ini telah kami prediksi sebelumnya, makanya kami kemarin menyiapkan sejumlah destinasi untuk menemani wisatawan,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. 

Dari data yang ada menyebutkan selama 24 Desember 2017 s/d 1 Januari 2018 lalu Bangsring Underwater dikunjungi wisatawan sekitar 25 ribu orang, Pantai Grand Watudodol 16 ribu pengunjung, sementara Gunung Ijen 17 ribu wisatawan. 

“Saya sangat senang Banyuwangi tetap menjadi lokasi pilihan liburan keluarga. Ini menyemangati kami untuk terus membenahi destinasi dan meningkatkan kualitas lokasi wisata. Selain itu, agenda wisata Banyuwangi Festival akan terus kami tingkatkan, sebagai pelengkap atraksi bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke Banyuwangi. Tiap minggu kami akan menyuguhkan atraksi yang menarik,” jelas Anas. 

Ditambahkan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, MY Bramuda selain di  destinasi unggulan tersebut, sejumlah wisatawan juga mengunjungi lokasi wisata baru. “Banyak wisatawan juga tertarik menjajal destinasi baru yang tidak kalah menarik, seperti wisata alam Green Gumuk Candi Songgon dan Kampung Primitif di Desa Purwodadi Kecamatan Gambiran yang mulai jadi idola,” ujarnya.

Meningkatnya arus wisatawan ke Banyuwangi, lanjut Bramuda, tidak hanya didominasi penduduk lokal. Wisatawan yang sengaja datang berlibur ke Banyuwangi juga cukup banyak karena bertepatan dengan libur panjang sekolah. Ini terlihat dari melonjaknya tingkat hunian penginapan di Banyuwangi.

“Tingkat okupansi hotel mencapai 95 persen. Homestay-homestay juga banyak diminati wisatawan. Tidak heran, karena memang longweekend ya, libur natal bersamaan dengan libur anak sekolah,” bebere Bramuda. (ari)

 

Surat pengajuan rekom Paslon yang beredar saat ini

KEDIRI (Koran Transparansi) - Meski belum bersikap akan Pasangan Calon ( Paslon) yang diusung oleh PKB Kota Kediri, dalam Pilwali 2018, Rabu (3/1/2017), muncul Surat Permohonan Rekom DPC Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB ) Kota Kediri, yang diajukan ke DPP PKB dan berisikan nama Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Kediri.

Muncul dugaan, surat tertanggal 1 Januari 2018 tersebut 'bocor' di kalangan Media Kota Kediri, menjelang pendaftaran Paslon ke KPUD Kota Kediri, yang dijadwalkan bulan ini.

Dalam isi Surat Permohonan itu berisikan, DPC PKB Kota Kediri mengusung Aizudin Abu Rachman Tokoh Nadliyin dari DPP PKB, sekaligus menantu kalangan Kyai sepuh di Kota Kediri, sebagai Calon Walikota Kediri dan Sujono Teguh Widjaya, menjadi Wakil Walikota Kediri.

Oing Abdul Muid, Ketua DPC PKB Kota Kediri, enggan berkomentar terkait hal itu dan justru menanyakan isu tersebut. " Isu dari mana. Maaf ya, nanti saya hubungi lagi. Maaf masih repot" ungkap Gus Muid, sapaan akrab Ketua DPC PKB Kota Kediri dan juga Wakil Ketua DPRD Kota Kediri, Rabu (3/1/2018)

Saat ditanya kembali akan kebenaran Surat Permohonan Rekom tersebut, Gus Muid hanya menjawab singkat. " Tunggu tanggal mainnya, siapa nanti yang bakal dapat rekomnya. Kemungkinan, 5 Januari akan diumumkan" pungkasnya.

Terpisah Muzer Zaidib, Ketua Dewan Syuro DPC PKB Kota Kediri , dirinya mengaku belum tahu yang akan diusung PKB nanti.

" Belum turun kok rekomnya " ungkapnya.

Ketika ditanya figur Tokoh Nadhliyin yang akan diusung oleh PKB, Muzer Zaidib mengaku tidak menahu. Namun, apabila nama tersebut diusung, pastinya banyak orang Kota Kediri yang tidak kenal.

" Kalau nama tersebut ( Aizudin) diusung, ya biar orang Jakarta yang memilih " tegas Muzer yang juga anggota DPRD Kota Kediri.

Untuk figur Sujono teguh Widjaya , Muzer Zaidib juga berkomentar, jika awalnya yang bersangkutan tidak mau dijadikan Calon Wakil Walikota.

" Lho, kalau Pak Jono khan dari awal tidak mau jadi wakil walikota " kata Muzer.(bud)

Ketua DPD ll Partai Golkar Kora Kediri mempertimbangkan pencalonannya  jika partainya memerintahkan.

KEDIRI (Koran Transparansi) - Masa pendaftaran Pasangan Calon Pilwali Kediri 2018 di KPUD Kota Kediri, tinggal menghitung hari. Dari sini, DPD Golkar Kota Kediri juga masih bimbang mengusung kadernya, Sujono Teguh Wijaya, yang santer didapuk mewarnai bursa pencalonan.

Padahal, sesuai tahapan Pengumuman Pendaftaran Pasangan Calon, akan berlangsung 1 – 7 Januari 2018. Dan disusul tahapan Pendaftaran Pasangan Calon

8 – 10 Januari 2018

Djuwito, Ketua DPD Partai Golkar Kota Kediri, mengatakan, pihaknya sampai saat ini memang belum mengambil sikap akan  Bacalon yang diusung dalam Pilwali 2018, mendatang.

" Pastinya, kami belum bersikap akan Bacalon yang diusung nantinya. Entah itu dari Kader ataupun dari luar Kader Partai Golkar. Yang jelas, keputusan tertinggi dan mutlak ada diranah DPP Partai Golkar " ungkap Djuwito, Rabu (3/1/2018).

Menurutnya, saat ini pihaknya lebih memilih diam dan terus melakukan koordinasi serta komunikasi dengan berbagai pihak. Tentang figur Bacalon yang diusung, akan terjawab saat pendaftaran ke Kantor KPUD Kota Kediri, nanti.

" Dillihat nanti sajalah, saat akan pendaftaran di Kantor KPUD Kota Kediri. Toh, semua nanti juga akan tahu kok, Bacalon yang kami usung dan Partai Politik yang akan berkoalisi dengan kami " tutupnya.

Sekedar diketahui, Partai Golkar di Kota Kediri memiliki 3 kursi di Legeslatif dan masih memiliki kekurangan 3 kursi, kalaupun  mengusung Bacalon dalam Pilwali 2018.

Dan sebelumnya, santer diberitakan akan mengusung Sujono Teguh Wijaya, Kader sekaligus Sekretaris DPD Partai Golkar, yang saat ini juga belum menuai kejelasan.(bud)

 

banner