DAERAH

Caption : Bupati Anas menemui Mbah Soni di kediamannya. Nenek 70 tahun ini adalah penerima program Pari Kuning. (Humas Pemkab Banyuwangi)

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi mengintensifkan program kunjungan ke rumah pasien pasca rawat inap,  terutama bagi warga kurang mampu.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas pada Senin (10/9/2018) menyempatkan diri mengecek warga penerima program Pari Kuning (Pasca-Rawat Inap, Kunjungi Ning Griyo) tersebut di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu.

”Jadi ini inovasi jemput bola yang merawat pasien di rumah untuk melakukan kontrol kesehatan bagi pasien lanjut usia dan sebatang kara. Dengan segala keterbatasan yang dimiliki pemerintah daerah, tetap kita berikhtiar semaksimal mungkin hadir untuk pasien warga miskin,” ujar Bupati Anas saat mengunjungi Mbah Soni (70).

Nenek yang tinggal sebatang kara tersebut sebelumnya pernah rawat inap karena penyakit darah tinggi. Saat ini, sekali dalam sepekan, Mbah Soni mendapat perawatan dan kunjungan oleh dokter. 

"Alhamdulillah saya ada yang merawat, selama ini hanya sendiri," kata Mbah Soni kepada Bupati Anas.

Selain mendapat layanan kunjungan dokter secara rutin, Mbah Soni juga menerima program bedah rumah melalui Alokasi Dana Desa (ADD). 

Bupati Anas memaparkan, program Pari Kuning dilakukan dua sampai tiga hari setelah pasien pulang dari rawat inap. Kunjungan terus dilakukan secara rutin sampai kondisi pasien normal. 

"Ini untuk mem-follow-up kondisi pasien pasca rawat inap. Program Pari Kuning ini pegawai puskesmas yang terdiri dari dokter dan perawat mendatangi pasien ke rumahnya. Karena pasien lansia dan sebatang kara ini tidak punya kerabat untuk mengantar kontrol ke puskesmas," jelasnya. 

Para pasien tersebut juga diberikan kentongan bambu yang fungsinya sebagai alarm bagi tetangga sekitarnya jika sewaktu-waktu membutuhkan bantuan.

”Jadi ini wujud kearifan lokal. Mbah Soni yang tinggal sendirian ini tidak bisa akses WhatsApp dan Instagram. Kalau butuh pertolongan, bunyikan kentongan, tetangganya yang nanti segera lapor Puskesmas,” papar Anas. 

Sementara itu, Kepala Puskesmas Sempu, Hadi Kusairi menambahkan, saat ini sudah ada 204 pasien yang merasakan langsung manfaat program itu. Sebanyak 53 di antaranya diberikan fasilitas kentongan yang bisa digunakan untuk meminta bantuan dari tetangga terdekat apabila dalam kondisi sakit darurat.

"Tetangga sekitarnya juga sudah kami beri pengertian dan kami bekali nomor telepon petugas yang bisa dihubungi kapan saja," ujar Hadi. 

Pada kesempatan itu, Bupati Anas juga memantau warga Desa Jambewangi penerima program Rantang Kasih. Program pemberian makanan bergizi harian kepada lansia miskin.

"Alhamdulillah pak, setiap hari sudah dikirim sama warung sebelah, bisa buat makan dua kali dalam sehari menu di rantang ini. Tidak pernah absen," ujar Meseni. (def)

 

 
foto : Bupati Banyuwangi,Abdullah Azwar Anas di KHC Kaliploso. (Humas Pemkab Banyuwangi)

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) - Warga Kaliploso, Kecamatan Cluring, Banyuwangi punya cara unik untuk mengangkat potensi desanya. Mereka menggelar Kaliploso Horti Carnival (KHC) dengan mengarak hasil panen buah, pada Senin (10/9/2018).

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas melepas karnaval unik tersebut. Setiap Rukun Warga (RW) menampilkan kreasinya, mengarak gunungan yang berisi hasil bumi serta memperagakan pakaian-pakaian karnaval yang didesain dari aneka bahan dari hasil pertanian.

Buah-buahan seperti jeruk, buah naga, wortel, tomat, jagung, labu, nanas, pisang, dan pepaya, hingga aneka sayuran seperti terong, bunga kol, kacang panjang dijadikan aksesoris pakaian para peserta.

Ada juga busana dari pelepah daun kelapa yang dikombinasikan dengan aksesoris unik dari cabai merah yang dirangkai apik menjadi kalung.

Ada juga yang mengkreasikan busana dari daun nangka yang dilipat dan ditata rapi yang dikombinasikan dengan topi dari bunga dan dedaunan. 

Sebagian peserta mengarak hasil bumi dengan tandu, sementara sebagian yang lain mengaraknya menggunakan mobil hias. "Semua busana dan gunungan yang ditampilkan hari ini adalah murni hasil kreativitas warga desa. Menariknya, ini adalah swadaya warga yang bergotong royong membuat gunungan dan kreasi busana berbahan buah dan sayuran," kata Kepala Desa Kaliploso, Rudi Hartono.

Sementara itu, Bupati Anas mengaku sangat bangga dengan kreativitas warga Kaliploso. "Mengangkat potensi hortikultura dalam sebuah karnaval, ini baru pertama di Banyuwangi. Apalagi ini hasil gotong royong dan swadaya warga. Saya sangat mengapresiasi warga Kaliploso," kata Anas. 

Bupati Anas menambahkan, dengan kemasan yang terus ditingkatkan, ajang ini bisa menjadi daya tarik wisata baru di Banyuwangi. "Jika Kaliploso Horti Carnival ini digelar dengan jadwal yang teratur, bisa jadi atraksi yang menarik bagi wisatawan. Tidak menutup kemungkinan ke depan kita masukkan dalam agenda Banyuwangi Festival," kata Anas. 

KHC diikuti ratusan warga Desa Kaliploso dari segala usia. Mulai anak-anak hingga orang tua terlihat bersemangat mengikuti kegiatan tersebut.

Salah satu warga, Soleh mengaku senang dengan kegiatan tersebut karena bisa memperkuat kebersamaan, sekaligus memacu dia berkreasi.

"Saat membuat gunungan, kita mikir bareng-bareng modelnya. Sayur dan buah apa yang pas untuk ditata. Seru. Lalu kita menatanya bareng-bareng. Belum lagi kita mikir pakaian kita, jadinya senang ada acara ini," kata Soleh. (def)

Foto   : Tim dari Perhutani yang berusaha memadamkan api di area Gunung Wilis
KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Setidaknya 25 Hektar hamparan ilalang dan dataran hijau di Gunung Wilis ludes dilalap api. Hingga, Senin (10/9/2018), kepulan asap masih terjadi. Karena lokasi terjal dan sulit digapai anggota, pemadaman belum bisa dilakukan secara maksimal.
 
Rathmanto, Kepala Adm Perhutani Kediri, mengatakan, kebakaran terjadi di wilayah Gunung Wilis atau tepatnya petak 54 A, RPH Salam Judeg, BKPH Pace, KPH Kediri. Lokasi ini, memang masuk wilayah administrasi Dusun Salam Judeg, Desa Blongko, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk.
 
"Benar, telah terjadi kebakaran area illalang di Gunung Wilis yang masuk wilayah Nganjuk.Anggota dibantu pihak terkait telah memonitor dan terus melakukan upaya pemadaman," ucap Rathmanto, saat dihubungi, Senin, (10/9/2018).
 
Menurutnya, kobaran api diketahui muncul sejak Sabtu (8/9/2018), sekitar pukul 10.00 Wib. Dan, luasan api mencapai 25 Hektar, hingga Minggu (9/9/2018) malam, masih berkobar dan belum bisa dipadamkan. Hal itu, lantaran lokasi terjal dan material kebakaran berupa ilalang serta tumbuhan yang diduga cepat merambat.
 
" Memang, sampai Minggu (9/9/2018) malam api masih berkobar, material kebakaran berupa ilalang dan tumbuhan bawah lain dengan kondisi sangat kering dan tebal disertai angin yang sangat kencang membuat api sulit dipadamkan," imbuhnya.
 
Dia juga menjabarkan, upaya pemadaman dilakukan dengan membuat ilaran api sebagai sekat bakar, tidak bisa dilakukan pemadaman secara langsung karena tiupan angin kencang dan medan terjal. 
 
Disinggung mengenai penyebab kebakaran, Rathmanto mengaku, api dapat muncul dan dipicu oleh beberapa hal.Mulai dari sisa serpihan abu rokok dan bekas api unggun.
 

 

"Mohon doanya, kendati medan terjal dan curam  api hari ini bisa dipadamkan petugas dibantu masyarakat dan instansi terkait,' pungkasnya.(bud)
Foto : Ribuan masyarakat saat menghadiri Istighosah di Masjid Agung
 
KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Area Masjid Agung Kota Kediri dipenuhi ribuan masyarakat untuk bersama-sama beristighosah memanjatkan Do'a kepada Allah dalam rangka mengakhiri tahun 1439 H dan menyambut datangnya 1 Muharram 1440 H.
 
Tidak hanya dari Kota Kediri saja, melainkan juga masyarakat dari luar kota yang ikut dalam acara rutin yang diselenggarakan oleh PCNU Kota Kediri dan Pemerintah Kota Kediri ini.
 
Wakil Walikota Kediri Lilik Muhibbah yang ditemui dalam kegiatan ini bersyukur acara istighosah ini dapat terlaksana setiap tahunnya. 
 
" Dengan adanya acara ini dapat membawa tahun baru yang akan dijalani menjadi semakin bermanfaat untuk Kota Kediri dan seluruh masyarakat yang mengikuti kegiatan ini" kata Wakil Walikota Kediri, Senin (10/9/2018) malam, usai acara.
 
Sekedar diketahui, dalam istighosah dan do'a bersama ini dipimpin oleh KH Anwar Mansyur Rais Suriah NU Jawa Timur, yang juga salah satu pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo 
 
Hadir pula, Kasdim 0809 Kediri, Wakapolres Kediri Kota, tokoh agama dan tokoh masyarakat.(bud)
Foto : Dari Kanan, mengenakan kacamata, Ketua Paguyuban Tosan Aji dan Keris Panji Joyoboyo Kediri Imam Mubarok dan Walikota Kediri,Abdullah Abu Bakar saat melihat koleksi keris
 
KEDIRI (KoranTranspasansi) - Antusiasme ribuan masyarakat dari berbagai penjuru luar biasa menyaksikan pembukaan Gugat Keris Jenggala 2, oleh Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar. Pameran keris yang memamerkan 200 keris, mulai abad ke-8 hingga abad ke-19, bertempat di pusat kuliner Titik Nol yang diselenggarakan 7 - 9 September 2018. 
 
Berbeda dari tahun sebelumnya, Gugat Keris Jenggala kali ini juga mengadakan edukasi terhadap 100 siswa SMP di Kota Kediri, mengenai warisan budaya keris. Pada pameran ini, juga dilakukan lelang keris untuk membantu korban gempa Lombok.
 
Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi Gugat Keris Jenggala 2 ini.
 
"Ini adalah tahun kedua kita selenggarakan Gugat Keris Jenggala bekerjasama dengan teman-teman dari Paguyuban Tosan Aji dan Keris Panji Joyoboyo. Ini semua untuk nguri-nguri kebudayaan," ujarnya.
 
Mas Abu sapaan akrab Walikota Kediri juga mengatakan, melalui Gugat Keris Jenggala 2 ini, masyarakat khususnya generasi milenial dapat teredukasi tentang keris, sebagai salah satu warisan budaya non benda yang telah ditetapkan oleh UNESCO
 
"Melalui pameran ini, harapannya masyarakat bisa tahu bahwa keris itu sebuah mahakarya yang dalam pembuatannya memiliki filosofi dan harapan. Jadi, tidak lagi dipandang mistis seperti yang ada di masyarakat," imbuhnya
 
Melalui pameran ini, Walikota Kediri juga berharap, agar keris ini terus dijaga dan dicintai agar tidak diambil oleh negara lain. 
 
" Hal seperti ini sangat disukai oleh negara lain. Untuk itu kita harus menjaga agar tidak diambil oleh negara lain," harapnya
 
Selain mengunjungi pameran Gugat Keris Jenggala 2, Mas Abu juga mengunjungi stan Kediri Creative Exhibition yang memamerkan produk-produk UMKM Kota Kediri. Bahkan, ada beberapa stand dari UMKM daerah sekitar, meliputi, Tulungagung, Nganjuk dan Blitar.
 
" Melalui pameran semacam ini para pelaku UMKM dapat saling berbagi untuk memajukan UMKM nya. Dengan seperti ini, mereka akan terasah daya saingnya dan kreativitasnya. Terutama dalam hal perbaikan packagingnya," pungkasnya.
 
Ditempat yang sama Nur Muhyar, Kepala Disbudparora Kota Kediri menjabarkan, bahwa event semacam ini diharapkan juga menarik animo Wisatawan, hingga bisa menjadi agenda tahunan.
 
" Menarik animo Wisatawan agar berkunjung ke Kota Kediri, dengan adanya event Gugat Keris Jenggala ini. Dan, acara semacam bisa dijadikan agenda tahunan kedepanya" katanya.
 
Sekedar diketahui, bersamaan dengan acara tersebut, Walikota Kediri juga menyerahkan Pemenang Lomba Parade Mobil Hias. Juara I diraih oleh Jatmiko Bagus Saputro, juara II diraih oleh Ani Rahmawati, juara III diraih oleh Tri Asri Rahmananto dan juara favorit Cecep Winarno.
 

 

Adapun tamu undangan yang hadir meliputi, Ketua TP.PKK Kota Kediri Ferry Silviana Abu Bakar, Ketua Paguyuban Tosan Aji dan Keris Panji Joyoboyo Kediri Imam Mubarok, perwakilan Forkopimda Kota Kediri, Kepala OPD dilingkungan Pemerintah Kota Kediri, serta pemerhati dan pedagang keris dari seluruh Indonesia yang tergabung dalam Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji Nusantara (Senapati Nusantara).(adu/bud)
Foto : Para peserta dari anak SD Se-Kediri saat mengikuti Kampanye Sarapan Sejak Dini, di Gor Jayabaya, Kota Kediri
KEDIRI (KoranTranspransi) - Dalam rangka mengkampanyekan pola hidup sehat, Minggu( 09/9/2018), Nestlé Koko Krunch menggelar kampanye sarapan sehat sejak usia dini yang dikemas secara edukasi. Yakni, menggelar lomba mewarnai dan menggambar bagi anak kelas 1- 3 SD yang diikuti 1.100 anak, bertempat di GOR Jayabaya, Kota Kediri.
 
Keterangan Sales Eksekutif Area Kediri, Ide Riabdi Abdilah, acara ini merupakan kelanjutan dari kampanye Ayo Bangun Indonesia (ABI). Kampanye ini, bertujuan mendorong masyarakat Indonesia menerapkan perilaku sarapan sehat.
 
"Nestlé Koko Krunch menggelar program Koko Olimpiade, yang tujuannya membangun kebiasaan sarapan sehat sejak usia dini. Salah satunya, melalui kegiatan kegiatan edukatif dan menyenangkan bagi keluarga," ujarnya saat dilokasi.
 
Menurutnya, Koko Olimpiade yang dikemas dengan lomba mewarnai dan menggambar ini, memasuki tahun ke-17. Dan, program Koko Olimpiade juga diikuti 200.000 anak di 80 Kota di Indonesia, yang menggelar acara serupa. Namun, sampai saat ini Sedangkan masih diikuti 45.000 peserta di 45 kota.
 
"Tujuannya, ajakan pentingnya sarapan pagi bagi anak kecil sebelum beraktifitas sehari-hari. Namun, dengan pesan ini kita kemas sebaik mungkin agar anak tertarik," imbuh Ide.
 
Ide juga menjabarkan, para pemenang lomba di tiap kota akan maju ke tahap Grand final pada November 2018 mendatang. Dan para pemenang di tahap Grand Final berkesempatan menikmati perjalanan bersama keluarga di Legoland Resort, Malaysia.
 
"Untuk pemenang wilayah Kediri akan bertarung lagi di Surabaya. Jika menang, akan dikirim ke Jakarta yang kemudian diambil satu pemenang guna diberangkatkan ke Malaysia," pungkasnya.(bud)
banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...