DAERAH

Foto : Ketua KPU Kabupaten Kediri, Sapta Andaruisworo

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Setelah melalui tahapan rekapitulasi baik dari tingkat Kecamatan maupun Desa, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri menetapkan hasil Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Perbaikan Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan Penetapan Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) Pemilihan Umum 2019.

Menurut Sapta Andaruisworo, Ketua KPU Kabupaten Kediri, bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan rekapitulasi, yang sebelumnya sudah dilakukan DPSHP di tingkat TPS dari desa berkelanjutan hingga ke kecamatan.

 “Hingga hari ini kita lakukan rekapitulasi DPSHP untuk Pemilu 2019 menghasilkan data sebanyak 1.202.630 pemilih, yang terdiri dari 602.881 laki-laki dan 599.749 perempuan. Data tersebut tersebar di 344 desa di wilayah Kabupaten Kediri,” jelasnya, Rabu (25/7/2108)

Menurutnya, dengan dilakukanya rekapitulasi agar mendapatkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang berkualitas di Pemilu 2019, mendatang.

“Tujuan rakapitulasi hari ini adalah untuk mendapatkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang berkualitas dalam Pemilu tahun 2019 nantinya,” imbuhnya.

Hal senada, juga diungkapkan Komisioner KPU Bidang Perencanaan dan Data, Eka Wisnu Wardana, pihaknya berharap tingkat partisipasi masyarakat untuk mengikuti pemilu Tahun 2019 dapat terlaksana secara maksimal. 

" Dari sini, bagi warga masyarakat yang sudah mempunyai hak pilihnya, dianjurkan untuk mencoblos dalam Pemilu 2019" ucapnya.

Sekedar diketahui, sebelumnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri menggelar rapat pleno terbuka “Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Perbaikan Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan Penetapan Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) Pemilihan Umum tahun 2019”, di Insumo Palace Hotel dan Resort, Minggu (22/7/2018), lalu.(bud)

 Foto : Defrizal, Kepala Bulog Sub Divre Kediri

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Munculnya gula impor yang beredar di Kediri sejak beberapa pekan lalu, Bulog Sub Divre Kediri belum mendapat instruksi membeli gula lokal, lantaran belum ada keputusan dari Bulog pusat terkait hal tersebut.

Diungkapkan Defrizal, Kepala Bulog Sub Divre Kediri, memang beberapa hari lalu, pihaknya melakukan rapat koordinasi bersama di Bulog Divre Jatim akan pembahasan terpuruknya harga gula lokal.

" Memang ada wacana pembelian gula lokal saat rapat berlangsung, guna menyikapi masuknya gula impor.Tapi, sejauh ini belum ada intruksi lanjutan dari Bulog Pusat akan akan hal ini " ungkap Defrizal, Rabu (25/7/2018)

Ditempat terpisah,Suprayitno salah satu Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR) Kediri, mengungkapkan, pihaknya berharap agar Bulog segera merealisasikan pembelian gula lokal guna menghindari keterpurukan para petani

" Dari rapat koordinasi bersama Bulog beberapa hari lalu, memang ada wacana membeli gula lokal yang saat ini anjlok dipasaran sejak munculnya gula impor" ucap Suprayitno

Dijabarkan Suprayitno, sejak masuknya gula impor berkisar awal Juni 2018 lalu, harga dipasaran saat ini Rp 9300,- tiap kilogramnya dan harga gula lokal Rp 9400,- per kilogramnya. Dari selisih harga ini, secara otomatis gula lokal akan terpuruk.

" Kalau secara estimasi apabila Bulog jadi membeli gula lokal petani, harganya berkisar Rp 9700,- tiap kiligramnya. Dan, harga ini terbilang sebanding dengan nilai produksi petani lokal " imbuhnya.

Suprayitno juga mengungkapkan, sebenarnya gula impor tidak perlu dilakukan apabila melihat hasil produksi gula lokal di wilayah Kediri yang terbilang relatif besar dan memadai.

" Di Kediri saja terdapat 4 Pabrik Gula (PG) dengan tingkat produksi mencapai 1500 ton-2000 ton, tiap PG dalam tiap pekannya. Nah, dengan kapasitas produksi gula yang besar ini seharusnya gula impor tidak diperlukan" tandasnya.(bud)

 

Bupati Jember dr Hj Faidah ketika melepad atlet PAMI menjuju kejuarfaan tingkat nasional yang akan berlangsung di Solo, Rabu (25/7/2018)

Jember (KoranTransparansi.com) - Bupati Jember dr Hj Faida, MMR memberangkatkan 30 atlet master yang akan berlaga dalam kejuaraan Atletik Master Solo Open Tingkat Nasional Tahun 2018 di Surakarta. 

“Mereka luar biasa. Usia lanjut semangat belia. Perlu dicontoh oleh yang muda-muda,” ujar Bupati Faida di Pendopo Wahyawibawagraha, Rabu (25/7/2018).

Pelepasan keberangkatan atlet PAMI (Persatuan Atlet Master Indonesia) itu berlangsung di depan Pendopo Wahyawibawagraha. Satu bis memberangkatkan mereka ke Surakarta. Sebelum berangkat, para atlet mendapat jamuan sarapan dan berbincang santai.

“Doa ibu itu tangguh. Untuk itu kami memohon doa restu Bu Bupati,” katanya. Tahun ini 30 atlet berangkat untuk ikut lomba. Ada beberapa atlet yang mengikuti 4 even. Setiap atlet mengikuti  minimal satu even.

Atlet master merupakan atlet dengan umur 40 sampai 79 tahun. Abdul Wahid dengan usia 78 tahun dan Sulasmi berusia 74 tahun menjadi atlet tertua dari Jember. keduanya akan mengikuti 4 cabang olahraga.

Bupati berpesan kepada para atlet untuk menjaga kesehatan. Saat pulng nanti, mereka juga diharapkan mampu memboyong piala yang ditarget mendapatkan 40 juara.

Para atlet itu juga diharapkan untuk membantu menyiapkan atlet muda di Jember. PAMI diharapkan seirng berkoordinasi dengan Pemkab Jember.

Bupati memberikan apresiasi atas koordinasi yang selama ini dilakukan oleh PAMI hingga mampu memberangkatkan 30 atlet yang membawa nama Jember ke pentas nasional.(guh)

Wakil Bupati Jombang Hj Munjidah saat memberikan sambutan pada Hahal Bi Halal paguyuban Ringin Comtong, Rabu (25/7/2018)

 

Jombang (KoranTransparnsi.com)- Silaturahmi yang bertajuk Halal Bihalal “Paguyupan Ringin Contong” yang digelar di Pendopo Kabupaten Jombang, Rabu (25/7/18) berlangsung meriah. Selain dihadiri sekitar dua ribu anggotanya yang terdiri dari para pensiunan acara rutin tahunan ini juga dihadiri empat mantan bupati.

Diantaranya H.Soewoto Adiwibowo Bupati Jombang Periode 1993-1998, H.Suyanto Bupati Jombang dua periode yakni Tahun 2003-2013, H.Ali Fikri Bupati Jombang Tahun 2018 dan  mantan Bupati Bondowoso dua periode 1998-2008 H.Mashoed. Mantan Wakil Bupati Jombang H.Widjono Soeparno dan para mantan Sekda Jombang juga tampak hadir.

H.Suwoto Adiwibowo saat memberikan sambutan mewakili para undangan menyampaikan selamat kepada Hj.Mundjidah Wahab selaku bupati terpilih.

“Semoga Bu Mundjidah diberi kekuatan lahir batin dalam memimpin masyarakat Jombang,”ucapnya.

H.Suwoto melanjutkan memimpin masyarakat saat ini sangat berat, apalagi dalam hal penganggaran. “kalo dulu ringan anggaran Jombang hanya  3,2 Miliar. Sekarang ratusan miliar sampai triliunan jadi harus hati hati dalamm pengawasan terutama pengendalian diri,”pesannya.

Wakil Bupati Jombang Hj.Mundjidah Wahab menyampaikan terima kasih kepada para senior yang hadir di halal bihalal ini. Tanpa mereka lanjutnya pembangunan di Kabupaten Jombang tak akan berjalan.

“Ini adalah silaturahmi yang rutin digelar setiap tahun. Mari kesempatan ini kita manfaatkan sebaik baiknya,”ungkap Hj.Mundjidah saat memberikan sambutan

Dihadapan para senior yang telah mewarnai Kabupaten Jombang, tak lupa Hj.Mundjidah Wahab selaku Plt Bupati Jombang sekaligus Bupati terpilih untuk periode 2018-2023 meminta kritik dan masukan.

“Saya pribadi kedepan akan terus meminta kritik maupun masukan dalam membangun Kabupaten Jombang ini. Karena kita semua ingin kedepan Jombang ini lebih baik,”ungkapnya.

H.Mastur Baidlowi Ketua Paguyupan Ringin Contong mengatakan silaturahmi ini rutin digelar setiap tahun. “Hari ini yang hadir adalah para perwakilan sekitar dua ribuan. Kalau kita undang semua bisa ratusan ribu orang,’ungkapnya. (fir)

Foto : Mengeluh sepi, para pedagang ikan laut di pasar Setonobetek Kota Kediri
 
KEDIRI (KoranTransparansi) - Munculnya cuaca yang kurang bersahabat sejak dua pekan ini, membuat pedagang ikan laut di Pasar Setono Betek Kota Kediri, mengeluhkan akan minimnya pasokan. Akibatnya, harga ikan laut melambung, lantaran nelayan takut melaut.
 
Pantauan di lapangan mmenywbutkan, beberapa jenis ikan laut yang mengalami kenaikan meliputi, ikan tengiri yang sebelumnya dijual Rp 60 ribu/kg, kini naik jadi Rp 80 ribu/kg, ikan tuna dari Rp 60 ribu, jadi Rp 100 ribu, ikan tongkol semula Rp 30 ribu, naik menjadi Rp 40 ribu/kg. Ikan kakap dari Rp 60 ribu jadi Rp 70 ribu/kg, ikan kembung dari Rp 35 ribu jadi Rp 40 ribu/kg dan ikan dorang dari Rp 60 ribu, jadi Rp 70 ribu/kg.
 
Keterangan Andik (40), salah satu pedagang ikan laut Pasar Setono Betek menjelaskan, sebelum cuaca buruk, kiriman ikan laut masih lancar. 
 
"Biasanya, pasokan lancar setiap hari selalu diberi. Untuk sekarang dikirim terkadang 2 sampai 3 hari. Bahkan, pasokannya masing-masing pedagang dikurangi. Biasanya kita dapat kiriman per hari 2 - 3 kwintal, tetapi sekarang paling antara 1 - 1,5 kwintal," kata Andik saat ditemui ditempat jualanya, Selasa (24/7/2018).
 
Menurutnya, pasokan ikan laut selama ini diperoleh dari pengepul di wilayah Tuban dan Pantai Prigi Trenggalek. Namun, semenjak 2 minggu terakhir ini, pasokan ikan berkurang, harga ikan juga mahal. Apalagi harga ikan tawar juga naik karena bibit ikan mati.
 
"Gagal panen juga kalau jenis ikan tawar. Ikan gurami dari sebelumnya Rp 35 ribu naik jadi Rp 40 ribu/kg. Udang kecil dari Rp 70 ribu jadi Rp 80 ribu/kg. Banyak bibit yang mati, karena cuaca dingin," tandasnya.(bud) 
Foto : Prosesi pengambilan sumpah PNS sekaligus penyerahan SK

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar Pengambilan Sumpah atau janji PNS dan Penyerahan SK CPNS menjadi PNS tahun 2018. Kegiatan ini, bertempat di ruang Kilisuci, kantor Pemkab Kediri, Selasa (24/7/2018).

Bupati Kediri, dr. Hj. Haryanti Sutrisno, mengambil sumpah sebanyak 52 PNS dalam acara tersebut. Hadir pula dalam kesempatan ini Sekda Kabupaten Kediri, Drs. H. Supoyo, SH, MSi. beserta seluruh kepala OPD di lingkungan Pemkab Kediri.

Dalam sambutannya, Bupati Kediri menyampaikan, dari 52 pegawai yang diambil sumpah, sebanyak 31 orang adalah bidan desa. Selanjutnya, terdapat 18 tenaga penyuluh pertanian dan 3 orang lulusan IPDN.

"Saya berpesan kepada para tenaga kesehatan saat pelayanan di desa, untuk menjaga agar tidak ada peningkatan angka kematian ibu dan anak. Sementara kepada penyuluh pertanian agar aktif turun ke petani guna mendampingi dan mensukseskan program swasembada,” jelas Bupati.

Dalam acara tersebut, juga diberikan pula pengarahan dari Sekretaris Tim Percepatan Pembangunan, Drs. Eko Ediono, M.Si, mengenai visi misi dan arah pembangunan Kabupaten Kediri. Selain itu, dilanjutkan pembekalan dari Plt. Kepala BKD Sukadi, SE, MM. tentang PP no 53 tahun 2010 mengenai disiplin PNS.

"Harapannya pembekalan ini dapat menjadi bekal bagi PNS baru dalam mengarungi dunia birokrasi. Pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja organisasi dan memberikan sumbangsih positif pagi Pemkab Kediri,” tegasnya. (adv/Kominfo/bud)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...