DAERAH

Taruna Merah Putih Kenalkan Gus Ipul Lewat Takjil

Sidoarjo (KoranTransparansi.com) - Partai PDI Perjuangan Sidoarjo dan sayap partai Taruna Merah Putih menggelar kegiatan Safari Ramadan dengan membagikan takjil ke warga yang sedang melewati Jalan Jati, Sidoarjo., Senin (4/6/2018).

Ada 1.000 paket takjil disediakan. Hanya dengan tenggang waktu beberapa saat saja suah habis tebagikan. Ketus DPC Taruna Merah Putih Heru Sastrawan mengatakan, bagi bagi takjil dalam rangka pengenalan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur No Paslon 2 Gus Ipul dan Mbak Puti kepada Masyarakat.

Satu paket berisi nasi, kue dan tek kotak, air mineral. Stiker bergambar Gus Ipul dan Mbak Puti Serta Kalendernya untuk di pasang dirumah, Alhamdulillah cepat habis," ujarnya.

"Dengan Tujuannya ingin menjalin kedekatan kita terhadap masyarakat, dan tentunya Taruna Merah Putih bakal semaksimal mungkin melakukan terbaik dan program kegiatan ini akan menjadi salah satu langkah partai beserta sayapnya," ujarnya.

Taruna Merah Putih (TMP),yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa/i berkomitmen merangkul generasi millenial, mengajak turut serta untuk menjadi pelopor terdepan di masyarakat agar Taruna Merah Putih lebih dekat dan jaya. 

"Jadi kegiatan kita hari ini agar lebih dekat kepada masyarakat dan Insya Allah kita akan melakukan pendekatan persuasif dan masif terhadap masyarakat, Sekiranya ini menjadi langkah dan ke depan untuk Taruna Merah Putih ( TMP ) semakin dikenal lagi tentunya," pungkasnya. (med)

 

Foto : Kegiatan Operasi Pasar Murah saat berlangsung

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Operasi pasar murni (OPM) yang diselenggarakan Disperindag dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri, digelar, Senin (4/6/2018), yang bertempat di Kelurahan Ngadirejo dan Kelurahan Dermo, Kecamatan Kota Kediri.

Dalam acara itu, dihadiri secara langsung Pjs Walikota Kediri Jumadi yang juga ikut melayani warga yang ingin membeli kebutuhan pokok yang disediakan melipuri, beras, minyak goreng, telur dan gula. 

Menurut Yetty Sisworiny, diadakannya OPM guna menghadapi datangnya hari raya Idul Fitri, agar warga Kota Kediri merasa nyaman dengan ketersediaannya bahan pokok yang cukup dengan harga yang baik. 

tu, OPM juga memiliki peran yang vital dalam menekan angka inflasi yang ada di Kota Kediri. “Alhamdulillah, hingga saat ini inflasinya juga masih aman,” ujarnya.

Sekedar diketahui, dalam OPM ini, kebutuhan bahan pokok yang dijual adalah paket 5kg beras dengan harga Rp.46 ribu, tiap 1 kilogram, lalu harga telur 1kilogram, Rp. 17 ribu dan 900 mili liter minyak goreng, dijual dengan harga Rp. 9 ribu.(bud)

 

Amrullah dan Kuasa Hukumnya, Moh Iqbal

 

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) - Merasa dikriminalisasi Ketua Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, Purnomo  Amin Tjahjo, SH, MH,  Mohammad Amrullah, SH, M.Hum, warga Desa Pondoknongko, Kecamatan Kabat, Banyuwangi melaporkannya ke Komisi Yudisial (KY), Senin (4/6/2018). Amrulllah meminta kepada KY untuk menindak tegas Ketua PN tersebut.

“Saya merasa dikriminalisasi oleh Ketua PN Banyuwangi. Masak dalam putusan Majelis Hakim PN Banyuwangi saya tidak ditahan, eh surat memori banding ke PT justru pak Ketua PN meminta Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya agar menahan saya. Inilah bentuk kriminalisasi ke saya. Makanya saya laporkan ke KY,” tandas Amrullah kepada wartawan, Selasa (5/6/2018) di Banyuwangi. 

Amrullah menyoal surat PN Banyuwangi, tertanggal 04 Mei 2018, Nomor : W14-U.16/61/HK.01/05/2018.623. Perihal : Laporan Permohonan Banding Perkara Nomor : 688/Pid.Sus/2017/PN Byw.an. Terdakwa : Mohammad Amrullah, SH. M.Hum Bin Taufik. Menurut Amrullah pada surat yang dilayangkan ke Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur, di bagian penutup meminta kepada PT Jawa Timur agar melakukan penahanan terdakwa.

Akibat arogansi PN Banyuwangi ini, Amrullah langsung melayangkan surat ke Komisi Yudisial dan Komnas HAM  "Ini bentuk arogansi dan kesewenang-wenangan PN Banyuwangi, dan saya langsung melaporkan kasus ini ke KY dan Komnas HAM," jelas Amrullah.

Amrullah memaparkan sesuai amar putusan PN Banyuwangi, tertanggal 2 Mei 2018 terkait perkara Nomor : 688/Pid.Sus/PN Byw tersebut, dengan pokok putusan, 6 (enam bulan) dan denda Rp.6.500.00,- dan tidak ditahan. "Dalam putusan itu sudah jelas, saya diputus enam bulan dan denda Rp.6,5 juta, dan tidak ditahan,"paparnya.

Karena merasa dirugikan, Mohammad Amrullah akan melakukan perlawanan, dan dirinya melaporkan kasus ini ke KY dan Komnas HAM  "Sore ini, saya berangkat ke Jakarta, untuk melaporkan kasus ini, agar kejadian ini tidak terjadi lagi,"tegasnya.

Sementara, Kepala PN Banyuwangi, Purnomo Amin Tjahjo melalui Bagian Hukum PN Banyuwangi, Heru Setijadi mengatakan, untuk surat itu, pihaknya sudah mengklarifikasi surat tersebut. Dan ini human eror saja. "Surat itu sudah saya tindak lanjuti, dan menyalin surat itu, intinya pada point penutup itu sudah dihilangkan," tegas Heru Setijadi di PN Banyuwangi.

Dan yang harus diketahui, kata  Heru pihaknya tidak pernah melakukan kriminalisasi kepada siapapun, apalagi, sejak Amrullah ditetapkan menjadi tersangka oleh Polres Banyuwangi hingga dilimpahkan di Kejaksaan Negeri Banyuwangi tidak pernah dilakukan penahanan. "Intinya sesuai dengan putusan PN Banyuwangi itu, dan tidak ada kriminalisasi terhadap Amrullah, dan surat itu sudah direvisi," kilah Heru. (ari)

Bupati Sumenep A Busryo Karim saat menjadi  isnpektur upacara pada perngatan ahri lahir Pancasila di Sumenep, Senin (4/6/2018)

SUMENP (KoranTransparansi.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar upacara memperingati hari lahirnya pancasila ke 73. Upacara tersebut digelar dihalaman pemkab setempat,Senin (04/06/2018).

Bupati Sumenep, A. Buya Busryo Karim bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam sambutannya Bupati menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang tetap konsisten dalam menjaga, mengamalkan dan mewariskan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari. 

Selama 73 tahun, pancasila sudah menjadi bintang pemandu bangsa indonesia. Selama 73 tahun itu Pancasila sudah bertahan dan tumbuh di tengah deru ombak ideologi-ideologi lain yang berusaha menggesernya. 

"Pancasila sudah menjadi rumah kita yang ber-bhinneka tunggal ika. Insya Allah sampai akhir zaman, Pancasila akan terus mengalir di denyut nadi seluruh rakyat indonesia. 

Sungguh, pancasila adalah berkah yang indah yang diberikan tuhan yang maha esa kepada kita, melalui perenungan, pergulatan pemikiran dan kejernihan batin para pendiri bangsa," Ungkapnya.

Menurut orang nomer satu di Kabupaten Sumenep ini , peringatan hari lahir pancasila setiap tanggal 01 juni harus dimanfaatkan sebagai momen pengingat, pemacu dan aktualisasi nilai-nilai pancasila. 

"Marilah kita amalkan warisan mulia para pendiri bangsa ini untuk kemajuan bangsa.

negara manapun di dunia, akan selalu berproses menjadi masyarakat yang bineka dan majemuk" ujarnya.

Bupati juga mengajak para tokoh agama, politisi, jajaran aparat pemerintahan, TNI dan Polri, para pelaku ekonomi serta seluruh komponen bangsa, untuk bersama-sama mengamalkan pancasila dalam keseharian kita. 

"Semangat bersatu, berbagi dan berprestasi akan meneguhkan derap langkah kita dalam membawa indonesia menuju negara yang maju dan jaya" Jelasnya.

Diahir sambutannya bupati  menyampaikan, terima kasih kepada seluruh masyarakat sumenep khususnya kalangan birokrasi, karena untuk pertama kalinya pemerintah kabupaten sumenep meraih predikat opini “wajar tanpa pengecualian”  (WTP) atas laporan hasil pemeriksaaan keuangan bpk tahun anggaran 2017. 

"Prestasi tersebut merupakan buah dari kerja keras dan semangat semua pihak dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional dan akuntabel" Harapnya.

Prestasi tersebut, lanjut bupati,  disatu sisi merupakan kebanggaan, tetapi di sisi lain merupakan tantangan besar untuk mempertahankannya. 

"Saya yakin, dengan semangat kebersamaan semua pihak, kita akan mampu mempertahankan prestasi tersebut. Yakinlah bahwa tidak akan ada perjuangan yang sia-sia" Tutupnya (fidz).

 

Bagi Takjil Sambil Minta Doa untuk Gus Ipul-Putih Gubernur Jatim

Sidoarjo (KoranTransparansi.com) – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo berbgai bahagia dengan mebagikan 3500 bungkus takjil kepada masyarakat di kawasan Monumen Jayandaru Sidoaro, Minggu (3/6/2018).

Nadia Bafagih, salah satu kader PDI Perjuangan mengemukakan pelaksanaan bagi-bagi Takjil ini membuktikan bahwa seluruh Kader PDI Perjuangan Sidoarjo sangat concern terhadap kepentingan sosial, kemasyarakatan,  beragama yang telah terbentuk dengan baik di Sidoarjo.

“ Ini membuktikan bahwa PDI Perjuangan Sidoarjo sangat Solid dan Kondusif. Kami dari tiga pilar bergotong royong untuk mewujudkan kegiatan membagikan Takjil kepada para pengguna jalan warga masyarakat yang  membutuhkan," ujar Nadia.

Hal senada juga diungkapkan Ketua DPC PDI Perjuangan Tito Pradopo mengatakan ini sebagai bentuk untuk mempersatukan kaum Nasionalis dan Religius, yang mana kita semua juga memperkenalkan kepada masyarakat bahwa acara ini untuk kemenangan Gus Ipul dan Mbak Puti, yang nantinya yang terpilih di pilgub Jatim. (med)

 

Foto ; Defrizal, Kepala Bulog Sub Divre Kediri

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Demi menjaga stabilisasi harga pangan selama bulan Ramadhan maupun menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah, Bulog Sub Divre Kediri meluncurkan program paket sembako murah.

Keterangan Defrizal, Kepala Bulog Sub Divre Kediri, dilucurkanya program sembako murah sebenarnya sudah berlangsung sejak awal bulan Ramadhan, lalu.

" Ada 4 paket sembako murah yang kami peruntukkan bagi masyarakat. Yakni, mulai harga Rp 60 ribu sampai Rp 100 ribu, tiap paketnya " kata Defrizal saat dihubungi, Minggu (3/6/2018) petang.

Menurutnya, tiap paket sembako murah yang dijual berisikan 4 komoditas bahan pokok. Meliputi, beras jenis premium maupun medium, tepung terigu, minyak goreng dan gula pasir.

" Paket yang disediakan beraneka ragam tergantung dari harga jual. Pastinya, semua harga yang dijual jauh dibawah pasaran. Harapanya, semua ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat " imbuhnya.

Defrizal juga menguraikan, untuk mendapatkan paket sembako tersebut, masyarakat bisa langsung datang di halaman kantor Bulog Sub Divre Kediri, Jalan Ir Sutami, Kelurahan Banjaran, Kota Kediri.

" Untuk pembelian masyarakat bisa langsung datang ke kantor kami yang membuka stand setiap harinya. Dan, program yang murni dari Bulog Sub Divre Kediri ini tidak meninggalkan program lainya yang sudah berjalan, yakni operasi pasar murni bersama Disperindag maupun TPID " pungkasnya. (bud)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...