DAERAH

Foto : Latihan yang terus ditempa Sat Sabhara Polresta Kediri dalam tiap harinya sebelum menjalankan tugas

 

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Dalam rangka memberikan pelayanan maksimal terhadap masyarakat, Satuan Sabhara Polresta Kediri rutin menggelar latihan terhadap para anggotanya. Hal ini bertujuan, agar fisik mereka terjaga dalam mengemban tugas.

Kasat Sabhara Polresta Kediri, AKP Riko Saksono menjelaskan, latihan rutin dilakukan supaya para anggota selau siap dalam menjalankan tugas dilapangan.

" Memang kami membiasakan latihan fisik bagi para anggota dalam tiap harinya, sebelum menjalankan tugas dilapangan. Karena, dengan pola semacam ini akan membuat anggota sigap dalam menjalankan tugas " kata AKP Riko Saksono, Selasa (31/7/2018).

Menurutnya, wujud latihan yang dilakukan berupa latihan baris berbaris dan push serta lari yang dipusatkan dihalaman Mapolresta Kediri. Hal ini, akan menjadi agenda rutin para anggota untuk menempa fisik mereka.

" Secara garis besarnya, jangan sampai fisik para anggota kedodoran selama berada dilapangan yang utamannya dalam menjalankan tugas. Hingga, moto kami Sebagai Pelayan dan Pengayom Masyarakat bisa terwujud " pungkasnya. (bud)

Dubes Saat Poto Bersama Pimpinan DPRD Banyuwangi

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) – Duta Besar Singapura di Indonesia, Anil Kumar Nayar, Senin (30/7) berkunjung ke kota ujung timur Pulau Jawa, Banyuwangi. Kedatangannya ke Banyuwangi dalam rangka penjajagan kemungkinan berpeluangnya para investor Singapura masuk ke Banyuwangi.

Selain bertemu dengan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Kumar juga menyempatkan diri bertemu langsung dengan para pimpinan DPRD Banyuwangi. Kumar ditemui di ruang lobi oleh Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, SE dan dua Wakil Ketua, Ismoko dan Jhoni Subagyo, SH, MH.

Kumar menyatakan, dari hasil perbincangannya dengan Bupati Anas, diketahui berbagai kondisi yang ada di Banyuwangi. Menurutnya, Banyuwangi memiliki progres yang cukup baik, sehingga cukup berpeluang untuk masuknya investor dari Singapura. “Progresnya cukup bagus, ada peluang investor dari Singapura untuk datang,” ujarnya di hadapan wartawan seusai bertemu pimpinan dewan.

Salah satu yang mendapat sorotan Kumar adalah majunya pengelolaan kepariwisataan di Banyuwangi. Menurutnya, berbagai kemajuan itu tidak terlepas dari kerjasama yang baik antara eksekutif dan legislatif. “Maka dari itu, selain bertemu Bupati, saya juga menyempatkan untuk bertemu pimpinan dewan. Saya ingin mengetahui bagaimana suasana politik di Banyuwangi ini,” tuturnya.

Dari hasil pertemuannya dengan para pimpinan dewan, Kumar dapat mengambil kesimpulan ternyata kondisi politik di Banyuwangi cukup terkendali dan terkontrol. Bahkan pada saat suhu politik mulai naik seperti saat ini menjelang Pilpres, ternyata kondisi politik di Banyuwangi masih tetap aman dan tenang. 

Sementara Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, SE menyatakan, kedatangan Duta Besar Singapura tersebut selain bersilaturahmi, juga ingin mengetahui perkembangan Banyuwangi secara detail. “Selain datang ke Bupati, Duta Besar juga datang ke DPRD.

Sebab menurutnya, peran penting di daerah tidak hanya berada di eksekutif, melainkan juga legislatif. Terjadinya hubungan baik antara eksekutif dan legislatif di Banyuwangi ini yang menyebabkan perkembangan Banyuwangi terus meningkat,” katanya. (ari)

 

Foto : Terlihat ribuan masyarakat saat mengikuti sehat senam kolosal di areal Simpang Lima Gumul

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Dalam rangka menyambut Asian Games XVIII sekaligus merayakan HUT BPJS Kesehatan yang ke-50, BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kediri,  menggelar Senam Sehat Kolosal di Simpang Lima Gumul, Minggu (29/07/2018).

 

Dan, kegiatan ini diselenggarakan serentak di seluruh Kantor Cabang BPJS Kesehatan se-Indonesia, yang total pesertanya mencapai 18.818 orang.Meliputi, peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan, stakeholder terkait, hingga para Duta BPJS Kesehatan.

 

Menurut Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kediri, Gatot Subroto, digelarnya acara tersebut guna mempromosikan akan murahnya dan mudahnya menjalankan pola hidup sehat

 

“Kami ingin mempromosikan betapa murahnya dan mudahnya untuk menerapkan pola hidup sehat. Cukup dengan senam rutin setiap pagi, kita sudah bisa meningkatkan kebugaran dan sistem imun kita sehingga tidak mudah sakit.

 

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berperilaku sehat, diharapkan jumlah peserta JKN-KIS yang sakit bisa menurun, sehingga pembiayaan pelayanan kesehatan dapat dialokasikan ke program promotif preventif yang dilakukan agar masyarakat tetap sehat,” ujar Gatot Subroto, saat dilokasi.

 

Dia juga menjabarkan, dengan mengajak serta masyarakat untuk membiasakan berolahraga dan menerapkan gaya hidup sehat, dampak jangka panjangnya diharapkan bisa menekan jumlah penderita penyakit katastropik di Indonesia.

 

Menurutnya, tahun 2017, biaya yang dihabiskan untuk penyakit katastropik telah mencapai Rp 18,4 triliun atau 21,8% dari total biaya pelayanan kesehatan yang dikeluarkan BPJS Kesehatan. Oleh karena itu, BPJS Kesehatan juga fokus untuk menjaga masyarakat yang sehat tetap sehat melalui berbagai program promotif preventif yang dilaksanakan. 

 

Dan, bagi masyarakat yang berisiko menderita penyakit katastropik seperti diabetes melitus dan hipertensi, dapat mengelola risiko tersebut melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang juga merupakan bagian dari upaya promotif preventif perorangan peserta JKN-KIS.

 

“Berbagai penyakit katastropik tersebut sangat bisa dicegah melalui penerapan pola hidup sehat. Kesehatan menjadi salah satu pilar yang menentukan kemajuan suatu bangsa, sebab kesehatan mempengaruhi produktivitas penduduknya.

 

Ke depannya kami berharap kesadaran masyarakat untuk membudayakan pola hidup sehat dapat meningkat dari waktu ke waktu,” pungkas Gatot.

 

Sekedar diketahui, sampai 20 Juli 2018, peserta JKN-KIS yang terdaftar di BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kediri mencapai 2,3 juta jiwa. Angka ini, tersebar di Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Blitar, Kabupaten Blitar dan Nganjuk.

 

Bahkan, guna memberikan pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kediri, juga telah bekerja sama dengan 313 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 30 rumah sakit serta Klinik Utama.(bud).

 KH Anwar Manshur dan KH Marzuki Mustamar terpilih sebagai rais syuriah dan  ketua tanfidziyah melalui konferwil NU Jawa Timur

Kediri (KoranTransparansi.com) - KH Anwar Manshur dan KH Marzuki Mustamar terpilih sebagai rais syuriah dan  ketua tanfidziyah melalui konferwil NU Jawa Timur yang berlangsung selma dua hari di Ponpes Lirboyo Kediri Jawa Timur, Minggu (29/7/2018). 

Pemilihan rais syuriah dilakukan melalui sistem Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) yang beranggotakan 7 orang kiai yang terpercaya. Periodesasi kepengurusan selama lima tahun yaitu 2018/2024.

Tim AHWA terdiri KH. Nurul Huda Djazuli (Ploso Kediri), KH. Nawawi Abdul Jalil (Sidogiri Pasuruan), KH. Agoes Ali Masyhuri (Bumi Sholawat Sidoarjo), KH. Kholil As’ad (Walisongo Situbondo), KH. Ubaidillah Faqih (Langitan Tuban), KH. Abdullah Kafabih Mahrus (Lirboyo Kediri) dan KH. Safiudin Wahid.

“Alhamdulillah, KH. Anwar Mansyur menerima dengan baik,” kata KH. Abdullah Kafabih Mahrus saat membacakan keputusan tim AHWA dengan didampingi KH. Agoes Ali Mashuri.

Sedangkan untuk pemilihan ketua Ketua Tanfidiyah disepakati peserta Konferwil menggunakan sistem pemilihan suara terbanyak (voting) dengan ketentuan seorang bakal calon minimal mendapat dukungan 17 suara dari 45 suara cabang yang diperebutkan baru bisa ditetapkan sebagai calon.

Namun saat cabang-cabang memberikan suara untuk kandidat bakal calon ketua Tanfidziyah PWNU Jatim, hasilnya ternyata hanya ada satu orang yang sanggup memenuhi persyaratan calon yakni KH Marzuki Mustamar dari Malang dengan dukungan sebanyak 30 suara. 

Sedangkan suara sisanya terbagi kepada KH Abdul Hakim (Gus Kikin) dari Tebuireng Jombang sebanyak 11 suara dan KH Abd Nasir Badrus mendapat 4 suara.

Pimpinan sidang pleno pemilihan ketua Tanfidziyah PWNU Jatim, Robikin Emhas perwakilan dari PBNU mengatakan bahwa satu-satunya bakal calon yang memenuhi syarat dukungan hanyalah KH Marzuki Mustamar. Namun untuk bisa langsung ditetapkan sebagai ketua tanfidziyah terpilih, harus mendapat persetujuan dari rais syuriah terpilih.

Robikin pun meminta kepada KH Anwar Manshur selaku rais syuriah PWNU Jatim terpilih untuk menyampaikan kesediaanya atau bisa menerima KH Marzuki Mustamar sebagai ketua tanfidziyah PWNU Jatim.

Sayangnya saat itu, KH Anwar Manshur sudah meninggalkan lokasi Konferwil sehingga pimpinan sidang menunjuk KH Safrudin Syarif selaku wakil rais syuriah PWNU Jatim yang telah diberi mandat oleh KH Anwar Manshur untuk menyampaikan pernyataan.

“Dengan ini saya menyatakan bersedia untuk dipilih sebagai Rais Syuriah PWNU Jatim periode 2018-2023,” kata Kiai Safrudin Syarif saat membacakan surat mandat dari Kiai Anwar Manshur.

Tak ayal, KH Marzuki Mustamar pun langsung ditetapkan sebagai Ketua Tanfidiyah PWNU Jatim terpilih karena berdasarkan tata tertib pemilihan, setiap kandidat bisa maju sebagai calon jika mengantongi minimal 17 suara. “Kiai Marzuki Mustamar satu-satunya yang memenuhi syarat, sehingga secara otomatis langsung bisa ditetapkan sebagai ketua Tanfidiyah PWNU Jatim terpilih,” tegas Robikin Emhas.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim terpilih saat memberikan sambutan mengatakan bahwa dirinya siap mengikatkan diri dan menandatangani kontrak jamiyah. Diantara tiga isi kontrak jamiyah yakni tidak akan mencalonkan dalam jabatan politik apapun.

Terpilihnya KH Marzuki Mustamar diduga karena KH Hasan Mutawakkil Alallah tidak mau mencalonkan lagi sebagai ketua tanfidziyah PWNU Jatim sehingga para pendukung kemudian mencari calon alternatif yakni kiai asal Malang yang dikenal ceramahnya cukup keras terhadap pihak-pihak yang ingin mendiskreditkan NU.(bud/ais).

 

Foto : Dari kanan, Kepala DLHKP Kota Kediri, Didik Catur mendampingi stafnya usai mengambil sample air dialiran Sungai Kanal.

Foto : Dari kanan, Kepala DLHKP Kota Kediri, Didik Catur mendampingi stafnya usai mengambil sample air dialiran Sungai Kanal.

 

 

 

KEDIRI (KoranTransparansi) - Munculnya keluhan masyarakat  akan keberadaan limbah dan bau menyengat di aliran sungai Kanal, Kelurahan Dermo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, yang berimbas air warga setempat tidak bisa dikonsumsi, Sabtu ( 28/7/2018), petugas 

Dinas lingkungan Hidup Kebersihan dan pertamanan ( DLHKP ) Kota Kediri, diterjunkan ke lokasi.

Didik Catur Kepala DLHKP Kota Kediri mengatakan, pola yang diterapkan akan penanganan limbah tersebut, pihaknya membawa sample air sungai di pusat laboratorium Surabaya, guna dilakukan penelitian terkait kandungan air didalamnya.

" Untuk sample air sumur warga, kita melakukan uji penelitian di laboratorium Dinas Kesehatan Kota Kediri, supaya tidak memakan waktu lama. Dan, dari penelitian kadar air sumur ini bisa diketahui hasilnya minggu depan.Apakah, air sumur layak dikonsumsi ataukah tidak" ungkap Didik Catur, Sabtu (28/7/2018)

Dia juga menguraikan, langkah cepat yang dilakukan DLHKP, supaya menjawab keluhan warga dilingkungan Kelurahan Dermo, yang khususnya bertempat tinggal didekat sepanjang aliran sungai Kanal.

" Semoga, dengan langkah kami yang sudah menerjunkan petugas dilokasi, dengan berkoordinasi bersama perangkat Kelurahan setempat serta beberapa warga, bisa segera merampungkan permasalahan ini "imbuhnya.

Didik Catur juga menjabarkan, dari hasil terakhir uji Laboratorium pihak Perusahaan PG Mrijtan, yang diduga sebagai penyebab limbah aliran sungai Kanal, dalam catatanya sudah sesuai baku mutu yang tertuang di Permen LH no 56.

" Meski pihak Perusahaan sudah melakukan uji Lab dan sudah sesuai standarisasi. Namun, kami dari DLHKP tetap akan lakukan uji Lab ulang, guna menjawab kekuatiran masyarakat akan keberadaan limbah itu dan kandungan air yang sebenarnya " pungkasnya.

Sekedar diketahui, keluhan warga berawal akan aliran Sungai Kanal di Kelurahan Dermo,Kecamatan Mojoroto,Kota Kediri , diduga meresap ke sumur warga RT 01 RW 02.Akibatnya, puluhan sumur warga tidak bisa dikonsumsi, lantaran airnya berbau.

Disamping itu, warga juga mengeluhkan akan bau sungai yang menyengat apabila aliran sungai tidak begitu deras. Dan, kondisi ini diduga sudah berlangsung lama.(adu/bud)

 

Poto: Bupati Anas

BANYUWANGI (KoranTransparnsi.com) - Persiapan menyambut ajang Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (WB) yang digelar Oktober mendatang di Pulau Bali terus dilakukan di Banyuwangi. Dalam ajang yang diikuti 17.000 delegasi sedunia itu, Banyuwangi menjadi daerah penyangga. Rombongan menteri keuangan dari sejumlah negara bakal mendarat di Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, pihaknya menargetkan bisa menggaet 2.000 wisatawan delegasi utusan berbagai negara untuk bisa singgah di Banyuwangi. Paket-paket wisata yang memadukan Bali dan Banyuwangi telah dipersiapkan.

“Sekarang persiapan teknis terus dikerjakan. Kemarin sudah kami laporkan ke Menko Kemaritiman yang juga ketua panitia pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia, Pak Luhut Binsar Panjaitan,” ujar Anas, Jumat (27/7/2018).

Anas mengatakan, dalam rapat di Kemenko Kemaritiman tersebut, dipaparkan berbagai perkembangan sejumlah pembangunan infrastruktur fisik untuk menyambut ajang tersebut, seperti penebalan landasan pacu dan perluasan apron Bandara Banyuwangi, perbaikan infrastruktur, jadwal penerbangan, serta penambahan fasilitas penunjang.

“Seperti hotel, bulan depan akan ada satu lagi hotel berbintang berkonsep resor yang diresmikan di Banyuwangi. Amenitas wisata tambah lengkap,” ujar Anas.

Banyuwangi berterima kasih ke pemerintah pusat yang memberikan dukungan penuh untuk terus memajukan daerah, termasuk lewat ajang IMF-Bank Dunia. Anas menambahkan, ajang IMF-Bank Dunia berkontribusi menggerakkan ekonomi daerah. Ekonomi berputar dari dua sisi, yaitu devisa saat ribuan delegasi berbagai negara datang ke daerah dan beragam pembangunan infrastruktur menyambut perhelatan itu.

“Di tengah berbagai tantangan ekonomi, event seperti Annual Meeting IMF-Bank Dunia yang melibatkan banyak daerah, tidak hanya Bali, adalah langkah strategis menggerakkan ekonomi lokal. Perputaran uang di daerah bertambah, dan saat bersamaan branding wisata Indonesia menguat dengan kehadiran 17.000 delegasi seluruh dunia,” jelas Anas.

Adapun untuk pembangunan infrastruktur, investasi pengembangan Bandara Banyuwangi oleh PT Angkasa Pura II mencapai ratusan miliar. Adapun perbaikan serta pembangunan infrastruktur mencapai Rp50 miliar dari Kementerian PU-PR. “Saat ini jalan menuju Gunung Ijen dalam pengerjaan. Ada perbaikan, ada pelebaran jalan, ada pula yang aspalnya di-hotmix. Oktober nanti beres,” ujarnya. 

Gunung Ijen menjadi destinasi yang akan dikunjungi delegasi ajang IMF-Bank Dunia karena di sana ada fenomena alam api biru yang mendunia. “Juga ada pengembangan jalan ke Taman Nasional Alas Purwo. Di sana ada yang tidak boleh diaspal, jadi dirapikan dengan pasir dan batu agar tetap nyaman dilewati. Itu jadi spot karena ada G-Land yang punya ombak terbaik untuk selancar,” brbernya.(ari)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...