DAERAH

 Foto : Rapat Paripurna Istimewa Penetapan Walikota dan Wakil Walikota Kediri saat berlangsung.

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - DPRD Kota Kediri menggelar Rapat Paripurna istimewa tentang pengumuman hasil penetapan Paslon Walikota dan Wakil Walikota Kediri Terpilih pada Pilkada 2018 Abdulah Abu Bakar dan Lilik Muhibah di Gedung DPRD Kota Kediri, 30 Juli- 1 Agustus 2018

Selain disaksikan anggota DPRD , beberapa pejabat Forkopimda juga turut menyaksikan pembacaan surat masuk dari KPU tentang Penetapan Walikota danWakil Walikota terpilih pada Pilkada serentak lalu. Diantaranya Dandim 0809/Kediri Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno, Wakapolres Kediri Kota Kompol Hendy Kurniawan.

Selain itu hadir pula Ketua KPU Kota Kediri Agus Rofiq, Komisoner KPU Kota Kediri, Ketua Panwaslu Kota Kediri  R. Yoni Bambang Suryadi  dan Komisoner Panwaslu Kota Kediri serta Sekda Kota Kediri Budwi Sunu Hernaning

Ketua DPRD Kota Kediri Kholifi Yunon dalam sidang mwmbacakan Surat Keputusan KPU Kota Kediri No.303/PK.01-BA/02.KPU-Kot/VII/2018 tanggal 26 Juli 2018 tentang penetapan pasangan Walikota dan Wakil Walikota Kediri terpilih dalam Pilwali Kota Kediri tahun 2018.

Selanjutnya  pembacaan Berita Acara tentang penetapan penetapan Paslon Walikota dan Wakil Walikota Kediri Terpilih pada Pilkada 2018 dan pembacaan Pengumuman Akhir Masa Jabatan Walikota dan Wakil Walikota Kediri oleh Ketua DPRD Kota 

"Wali Kota dan Wakil Walikota periode 2014-2019 berakhir masa jabatanya pada 2 april 2019" ungkapnya, Rabu (1/8/2018) malam, usai rapat.

Selananjutnya Berita Acara Rapat Paripurna Istemewa DPRD Kota Kediri akan dikirim kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Jatim sebagai dasar Pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Kediri yang akan habis masa jabatannya pada 2 April  2019 nanti. 

Sekedar diketahui Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri resmi menetapkan Pasangan calon Abdullah Abu Bakar- Lilik Muhibah sebagai pemenang Pemilukada Kota Kediri 2018. Penetapan ini dilakukan KPU dengan menggelar Rapat Pleno Terbuka Hotel Grand Surya Kediri, Kamis (26/7) lalu. 

Dan, Rapat Pleno terbuka itu, untuk penetapan pasangan calon terpilih dilaksanakan dan disampaikan secara resmi jumlah rekap perhitungan suara Pilwali 2018, yaitu untuk pasangan nomor urut 1 memperoleh 29.839 suara, pasangan nomor urut 2 memperoleh 85.528 suara dan pasangan nomor urut 3 memperoleh 32.749 suara.(adv/bud)

Gus Maki

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) - Ketua PCNU Banyuwangi, KH Ali Maki (Gus Maki) membantah keras atas pencatutanya namanya yang dikait-kaitkan dengan dugaan percobaan pembunuhan yang dilakukan Agus Siswanto (40) terhadap Lurah Penataban, Kecamatan Giri, Wilujeng, Selasa (31 Juli 2018). 

Dengan merebaknya kabar percobaan pembunuhan terhadap Lurah Penataban,  Sri Wilujeng melalui grup WA, yang mencatut nama Gus Makki. Saya, H.Muhamad Ali Makki tidak pernah kenal dengan nama Agus Siswanto, Sri wilujeng dan Jion atau Sujiono dan nama nama yang disebutkan dalam perkara tersebut. 

“Apalagi dalam kronologis peristiwa disebutkan jika alamat saya berada di Blokagung, Kecamatan Tegalsari, sementara alamat rumah saya di Dusun Rayud, Desa Parijatah Kulon,  Kecamatan Srono. Bisa jadi nama Gus Makki yang disebutkan dalam perkara tersebut bukan Saya, melainkan ada  Gus Makki lain,” ujarnya, Rabu (1/8/2018)..

Apalagi, hari Selasa (31/7) dirinya menghadiri undangan acara pengajian Halal Bihalal bersama dengan guru-guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) se Kecamatan Bangorejo. Sehingga dengan beredarnya kabar yang mencatut nama Gus Makki tersebut. “Saya tegaskan, jika yang dicatut bukan nama H. M. Ali Makki (Ketua PCNU Banyuwangi). Saya bilang, siapapun orang yang mengatasnamakan saya minta proyek dan minta-minta yang lainya, itu tidak benar,” papar Gus Maki di Kantor PCNU Banyuwangi. 

Kepada aparat kepolisian dan pihak berwajib silakan tetap melaksanakan tugas sebagaimana mestinya sesuai aturan perundang - undangan yang berlaku. Yang lebih khusus, kepada seluruh warga jam'iyah Nahdlatul Ulama (NU)  untuk tetap tenang dan jangan sampai terprovokasi hingga melakukan hal-hal yang tidak patut. “Pasrahkan tugas dan wewenang sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.Yang jelas, itu fitnah,” tegas Gus Maki. (ari)

 

Korban Usai Diperiksa Dimapolres

 

BANYUWANGI (KoranTransparnsi.com) - Kasus dugaan  percobaan pembunuhan  lagi viral. Korbanya adalah Lurah Penataban, Kecamatan Giri, Banyuwangi, Wilujeng. Lurah ini menjadi korban dugaan percobaan pembunuhan. Tubuh wanita ini ditemukan warga dalam kondisi kedua tangan terikat dan terendam dalam sungai.

Namun, nyawa pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Banyuwangi ini selamat setelah teriakan minta tolongnya didengar masyarakat yang tinggal di sekitar Sungai Sere Dusun Sendangrejo, Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, sekitar pukul 21.30 WIB, Selasa (31/7/2018). Wilujeng kemudian dientaskan dari sungai dan dilarikan ke Puskesmas Bangorejo.

Hal itu dibenarkan Kapolsek Bangorejo AKP Watiyo. Menurut Watiyo, ditubuh korban ada luka di bagian kepala korban. Luka itu akibat sejumlah pukulan yang diduga melibatkan pria berinisial AS (40), asal Desa Sumber Beras, Kecamatan Muncar dan DN (40), tinggal di Kota Banyuwangi. Lokasi penganiayaan versi korban terjadi di dekat sebuah pondok pesantren di Dusun Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari.

“Posisi kedua tangan terikat kantong plastik. Pemukulan berlangsung di dalam mobil. Dikira Bu Lurah sudah meninggal lalu tubuhnya dibuang ke sungai. Ternyata beliau masih hidup dan sempat berteriak minta tolong dan didengar warga. Untuk peran keduanya sedang didalami,” ujarnya, Rabu (1/8/2018).

Peristiwa ini berawal di Kantor Kelurahan Penataban. Wilujeng mengaku dihubungi oleh pelaku dengan dalih hendak dipertemukan dengan Gus Maki (KH Ali Makki Zaini), ketua PCNU Banyuwangi di Dusun Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari. Malam itu korban dijemput menggunakan mobil Merek Hyundai. “Korban mengiyakan ajakkan itu karena merasa kenal dengan pelaku. Malah sebelumnya Bu Wilujeng sempat meminjamkan uang Rp 40 juta kepada SN,” ungkap AKP Watiyo. (ari)

Jarak antara Banyuwangi - Tegalsari sekitar 55 kilometer. Ternyata laju kendaraan yang ditumpangi korban tidak langsung meluncur menuju Blokagung. Mobil keluaran Korea itu justru berputar-putar kearah Kalibaru, Genteng dan Muncar. Kendaraan baru mengarah menuju Blokagung setelah malam kian larut.

“Mendekati ponpes yang ada di Blokagung korban dipukuli sampai terluka. Di malam nahas itu Lurah Penataban tersebut membawa 2 unit HP plus uang Rp 60 juta. Lha barang berharga milik korban ini raib dibawa pelaku,” imbuh mantan Kasat Narkoba Polres Banyuwangi.

Usai membuang tubuh korban di sungai pelaku langsung meninggalkan lokasi. Kemana arahnya Wilujeng tidak tahu secara pasti. Tapi aparat Polsek Bangorejo sedang melakukan upaya pengungkapan dengan meminta bantuan Resmob Polres Banyuwangi. 

“Korban dalam kondisi sadar dan menceritakan kasusnya kepada petugas. Tas kresek yang digunakan untuk mengikat tangan korban kita jadikan alat bukti,” jelasnya. 

 Kapolres AKBP Donny Adityarwarman

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) - Kapolres Banyuwangi, AKBP Donny Adityawarman secara tegas menyatakan kalau Agus,  tersangka Pencurian dan Kekerasan (Curas) sudah dilakukan penahanan di sel Mapolres. “Sementara ini tersangka Agus mengaku melakukan hal tersebut sendirian,” tegas Kapolres Donny di Mapolres Banyuwangi, Rabu (1/8/2018).

Menurut Kapolres, yang dialami Bu Wilujeng, Lurah Penataban tersebut ada perjanjian dengan seseorang yang dikenal bernama Agus Siswanto. Keduanya pergi berdua dengan alasan Agus mengatasnamakan Gus Maki, salah satu ulama yang ada di Banyuswangi  akan meminjam sejumlah uang. Jumlah uang itu disepakati bu Wilujeng dan lurah  dijemput di kantornya. 

“Menurut keduanya menuju ke blokagung membawa uang yang disiapkan oleh bu lurah. Sesampai di daerah Tegalsari, ternyata tidak langsung ke Tegalsari, melainkan mengarah ke Gumitir. Sampai Gumitir dan lain sebagainya, dalam perjalanan bu lurah dianiaya dan dipukul dengan palu maupun ditodong pistol (seperti pistol, tapi mainan),” ujarnya.

Namun, masih diperjalanan, bu Lurah dipaksa untuk melempar uangnya dijok belakang sambil dipukuli dengan tangan kosong. Saat dipinggir sungai di daerah Bangorejo, lurah dikeluarkan dari mobil dalam kondisi badanya diikat, kemudian tubuhnya dibuang ke aliran sungai.

“Alhamdulilah ibu lurah bisa bertahan dalam kondisi badanya terikat dan itu hampir satu jam berhasil diselamatkan warga dan anggota polisi yang ada di Bangorejo. Dari hasil tersebut kita lakukan tindak lanjut untuk terduga tersangka maupun untuk penyelesaian masalah ini. Tadi subuh tidak sampai dua jam kita sudah bisa mengamankan orang yang diduga bernama Agus tersebut dan potonya tersebut kita sampaikan ke bu lurah,” papar Kapolres.

Awalnya, kata Kapolres, Agus tidak mengaku. Tapi berdasarkan keterangan-keterangan orang yang ada dikelurahan pada waktu itu kalau bu lurah keluar dari kantor. Kemudian pembantu rumah tangga yang ada dirumah Agus sendiri memang betul Agus memiliki mobil yundai warna silver dan orang yang ada di kelurahan menyampaikan hal yang sama. Jadi, semuanya jelas.

“Dari hasil keterangan tersebut kita lakukan pengembangan ternyata benar bahwa uang Rp 60 juta masih ada dengan bungkusnya dari Bank mandiri ditemukan dirumah pengasuh anaknya Agus yang ada Desa Kebaman, Kecamatan Srono, tidak ditaruh rumah Agus. Sedangkan tas rangsel yang digunakan bu lurah dibuang di daerah Tegalsari. “Sementara HP masih kita cari dididuga masih disekitar Bangorejo dan mobil disimpan di Bangorejo disalah satu kerabatnya,” bebernya. 

Sementara itu, Lurah Penataban, Wilujeng ketika dikonfirmasi wartawan di Mapolres Bnyuwangi enggan berkomentar. “Maaf, kepala saya lagi pusing, tidak bisa komentar,” ujar Lurah singkat. (ari) 

 

Kapolresta Sidoarjo Minta Bhabinkamtibmas Turut Kawal Dana Desa

Sidoarjo (KoranTransparansi.com) - Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji memberikan pengarahan evaluasi kinerja para Bhabinkamtibmas serta penyerahan Buku Pintar Pedoman Pencegahan, Pengawasan ,Pengawalan dan Penanganan dana Desa kepada para personil Bhabinkamtibmas.

“Buku pintar tersebut disalurkan kepada seluruh para Bhabinkamtibmas di Polresta Sidoarjo sebagai Pedoman atau panduan tugas dalam melakukan pengawalan/Pengawasan dana desa sesuai dengan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kemendes tertinggal, Kemendagri dan Kapolri yang telah ditanda tangani dalam beberapa pekan yang lalu,” ujar Kombes Pol Himawan Bayu Aji.

Buku pintar berisi tentang aturan aturan yang mengikat juga asas Pengelolaan Dana Desa, Pengawalan/Pengawasan Dana Desa, Peran Bhabinkamtibmas dalam pengelolaan Dana Desa, Ketentuan Pikor (tindak pidana korupsi).penyimpangan Dana Desa, dan Pengadaan Barang dan Jasa.

Dengan adanya panduan buku tersebut, tambah Kombes Pol Himawan Bayu Aji para Bhabinkamtibmas, tidak akan ragu lagi dalam melakukan tindakan di lapangan terkait penggunaan dana desa di Wilayah kabupaten Sidoarjo. (Eka/ari)

Aparat Pemdes Masangan Kulon Sidoarjo bersama Koramil, BNN dan Satpol PP sosialisasi Narkoba untuk menekan peredaran Narkoba.

Sidoarjo (KoranTransparansi.com) - Aparat pemerintahan desa mulai dari Kepala Desa (Kades)Chairil Anwar, Masangan Kabid Satpol PP, BNN, Koramil dan Polres Sidoarjo melakukan sosialisasi akan bahaya Narkoba kepada masyarakat setempat,Senin (30/7/2018).

Ini dilakukan menyusul makin tingginya kasus indak pidana narkoba slama tahun 2017 dengan jumlah 423 kasus Narkotika dengan jumlah tersangka 597 orang. 

Choiril Anwar Kades Masangan Kulon mengaku meski jumlah kasus narkoba makin banyak namun warga tidak ada yang terlibat. Tapi pencegahan tetap dilakukan, tandasnya kepada wartatransparansi.com.

Penanganan bahaya narkoba tidak bisa dilakukan sendiri, namun harus ada kerjasama dari semua elemen." Semua Linmas yang ada di desa masangan kulon wajib mensosialisasikannya kepada warganya, dan melaporkan jika menemukan serta mengetahui adanya peredaran narkoba",pesannya". 

Kabid Satpol PP bidang Linmas Mujib Jamil juga menceritakan organisasi linmas yang dulu pernah dibina TNI dan sekarang menjadi tanggung jawab Satpol-PP , berharap bisa menjaga ketentraman dan ketertiban di setiap masing - masing RT. 

Dan Sengaja menggandeng 3 narasumber yaitu Polresta Sidoarjo, Kodim Sidoarjo yang diwakili Koramil Sukodono dan BNN Kabupaten Sidoarjo. Karena 3 narasumber yang berkompeten dalam mensosialisasikan bahaya Narkoba." Sengaja saya libatkan 3 narasumber di bidangnya yaitu BNM Sidoarjo, Kodim 0816 dan Polresta Sidoarjo" , jelasnya.

BNN Sidoarjo yang diwakili bidang Penyuluhan Narkoba  Amalia P. Rahman dalam penyuluhannya mengatakan BNN Sidoarjo dalam mengatasi bahaya Narkoba dengan melakukan kebijakan P4GN yaitu pencegahan dini diutamakan, korban penyalahgunaan narkoba harus mendapat pengobatan (rehabilitasi ) , pelaku peredaran gelap Narkoba harus mendapat Hukuman, perkembangan kasus narkoba di Indonesia. (eka/med)

 

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...