DAERAH

Foto : Kapolresta Kediri, AKBP Anthon Haryadi

 

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Konvoi tengah malam akhir-akhir ini mengundang keresahan warga. Pasalnya mereka berkeliling sembari memutar musik dengan suara keras hingga setelah waktu sahur. Menanggapi hal itu, Kapolresta Kediri, AKBP Anthon Haryadi akan menindak tegas jika menemui konvoi di tengah malam. Selain imbauan, orang nomor satu di jajaran Polresta Kediri itu mengaku tak segan menerapkan sanksi tilang.

Kendati demikian, penerapan sanksi tilang itu tidak serta merta dilakukan. Langkah persuasif berupa imbauan dan edukasi akan diterapkan terlebih dahulu. Penerapan sanksi tilang itu dilakukan jika motor yang digunakan tidak sesuai standar. Semisal menggunakan knalpot brong dan spesifikasi motor yang tidak standar lainnya.

Selain itu, lanjut Anthon, terdapat petugas yang rutin melakukan patroli di beberapa titik yang dinilai rawan kriminalitas. Rutinitas patroli itu dilakukan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan warga serta mengantisipasi adanya gangguan keamanan lainnya.

“Jajaran Polres Kediri Kota mulai dari Satuan Sabhara, Satlantas, kemudian dengan Satreskrim, tim Anti Bandit, dan beberapa satuan lainnya setiap malam rutin gelar melakukan patroli dalam rangka mengantisipasi itu,” ujarnya, Kamis (7/6/2018)

Anthon menegaskan, konvoi yang dimaksud adalah berkeliling menggunakan kendaraan bermotor serta membunyikan suara musik keras di luar batas ketentuan waktu sahur seperti yang belakangan marak dijumpai.

“Faktanya kita temukan jam 24.00 WIB dan jam 01.00 WIB. Kami menganggap itu bukan patroli sahur, tetapi konvoi dengan menggunakan musik-musik dan juga menarik sound menggunakan kendaraan bermotor, roda dua khususnya,” tegasnya.( bud)

 

Foto : Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru saat digelar dilapangan Sat Brimob, Kediri

KEDIRI (KoranTransparansi) - Setidaknya ratusan personel dari Polresta Kediri mulai dioptimalkan, Kamis (7/6/2018), dalam rangkaian Operasi Ketupat Semeru 2018. Sebelumnya, apel gelar pasukan dilakukan di lapangan Ki 1 Dan C Satbrimob Polda Jatim yang ada di Jalan Veteran Kota Kediri 

“ Optimalisasi personel memang mulai dilakukan 7 Juni sampai 24 Juni 2018,” terang Kapolresta Kediri, AKBP Anthon Haryadi.

Kapolres juga menjelaskan, dalam operasi kali ini ada 4 potensi kerawanan yang akan menjadi sorotan pihak kepolisian diantaranya yaitu Keamanan, Ketertiban dan cara berlalulintas (Kamtibcarlantas), antisipasi Keamanan Ketertiban Masyarakat, antisipasi gangguan terorisme dan antisipasi harga pangan.

“Untuk yang pangan kita ada satgas khusus pangan yang disiagakan agar tidak ada harga yang terlalu melonjak tinggi dan supaya tidak ada penimbunan – penimbunan dan untuk Kamtibcarlantas kita terfokus untuk para pemudik lebaran,” jelas Kapolres.

Lebih lanjut, dalam giat kali ini anggota kepolisian yang diterjunkan dari Polresta Kediri ada 273 personil. Tak hanya kepolisian, kali ini Polresta Kediri juga menggandeng beberapa ormas dan TN

“Total keseluruhan ada yang diterjunkan ada 553 personil terdiri dari Kepolisian, TNI, Banser, Pramuka, Denpom dan untuk Pos pantau kita dirikan nanti ada di 7 titik terdiri dari 6 pos pengamanan dan 1 pos pelayanan,” pungkasnya.(bud)

 Foto : Bupati Kediri saat memberikan bingkisan secara simbolis

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Sama seperti tahun sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar Patroli Gabungan Hari Raya Idul Fitri 1439 H. Sebelum pelaksanaan Patroli, Forkopimda berbuka puasa bersama terlebih dahulu dan dilanjutkan shalat magrib berjamaah di pendopo Kabupaten Kediri (6/6/2018)

Patroli gabungan dibagi menjadi beberapa wilayah, yakni, kantor Kecamatan Ngasem, Pare, Plemahan, Purwoasri, Grogol. Kelima kecamatan tersebut merupakan titik-titik kepadatan lalu lintas selama Hari Raya Idul Fitri.

Pada patroli gabungan tahun ini Bupati Kediri bersama Dandim 0809 melakukan survey diwilayah Kecamatan Ngasem. Dimana, lokasi Simpang Lima Gumul biasanya terjadi kepadatan lalu lintas dan menjadi tujuan wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Kediri.

Tiba dikecamatan Ngasem Bupati Kediri bersama Dandim 0809 disambut oleh muspika Kecamatan, hansip dan banser yang terlibat dalam pengamanan selama arus mudik dan arus balik lebaran. Dan, Bupati Kediri menyerahkan beberapa bingkisan yang berisi keperluan bagi yang bertugas dipos pengamanan.

Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno mengatakan, tengah malam nanti pos-pos yang ada sudah bisa digunakan. Semua unsur yang terlibat juga sudah siap ditugaskan sesuai jadwal.

" Saya menghimbau kepada masyarakat yang melaksanakan tradisi mudik lebaran harus tetap berhati-hati. Dari tahun ketahun, volume jumlah kendaraan selalu meningkat.Dan, diharapakan konsentrasi dan kewaspadaan dalam berkendara tetap dijaga" himbaunya

Dia juga menuturkan, jika merasa lelah dalam perjalanan bisa istirahat terlebih dahulu direst area yang telah disediakan, seperti diarea SLG. 

" Yang paling penting pemudik harus selalu mentaati rambu-rambu lalu lintas agar tidak terjadi kecelakaan" tandasnya

Sementara, usai menyerahkan bingkisan kepada Dandim 0809, lalu melanjutkan patroli ke pos Simpang Lima Gumul yang masih dalam pengerjaan. Dandim 0809 bersama Kepolisian mengecek kesiapan dari pos tersebut dan rest area yang tersedia.(kominfo/adv/bud)

 

Masyarakat Petani Desa Tapal Kuda Tegaskan Dukungan untuk Khofifah-Emil

JEMBER (KoranTransparansi.com) - Masyarakat petani hutan desa yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) wilayah Tapal Kuda menegaskan dukungan terhadap pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak.

Dukungan yang dideklarasikan LMDH  rayon V di Warung Kembang Gumuk, Jember, Jawa Timur, Kamis (7/5/2018) ini sekaligus menegaskan dukungan sebelumnya disampaikan LMDH se-Jawa Timur.

Hadir dalam kesempatan tersebut ratusan masyarakat petani hutan desa dari bernagai wilayah Tapal Kuda. Mulai dari Bondowoso, Situbondo, Jember, Probolinggo hingga Banyuwangi. 

Berikut juga Ketua Tim Pemenangan Khofifah-Emil Jawa Timur, M Roziqi dan Ketua Masyarakat Desa Hutan Jawa Timur, NP. Adnyana. Ketua Forkom LMDH Jawa Timur, Buang Kurniawan dan seluruh petani desa hutan.

Ikrar dukungan dilengkapi dengan tandatangan seluruh masyarakat petani desa di lembar dukungan.

Ketua LMDH Jember, Nur Rohim mengatakan bahwa masyarakat petani desa seluruhnya mendukung pasangan nomor 1. Rohim menilai Khofifah punya komitmen kuat untuk bekerja membangun masyarakat desa.

"Dengan bukti tandangan itu semoga tidak ada lagi pembohongan publik, bahwa tekad dukungan ini diberikan untuk ibu Khofifah dan mas Emil. Semoga nomor satu jadi," tegas Rohim.

Sementara itu, Khofifah menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan LMDH. Masyarakat hutan desa, Khofifah menyampaikan, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan seluruh fasilitas yang diberikan pemerintah.

"Saya menyampaikan terima kasih panjengan hadir untuk membangun kekuatan. Taglinenya kerja bersama untuk Jatim bersama. Artinya bagaimana masyarakat yang sekitar hutan terlindungi. Masyarakat wilayah sekitar hutan adalah pemilik sah tanah di negeri ini," pungkas Khofifah. (min)

Foto : Suasana Bukber saat berlangsung

KEDIRI (KoranTransparansi) - Pemerintah kabupaten Kediri, selain menyelenggarakan safari ramadahan dan pasar murah, juga terdapat program lain yang Dinas komunikasi dan informatika, yang menyelenggarakan buka bersama (bukber) dengan admin medsos, Senin (4/6/2018) lalu

Turut hadir dalam acara ini Bupati Kediri dr.Hj.Haryanti Sutrisno beserta jajaranya, plt kepala dinas kominfo Krisna setiawan, SAP,Ms.i, Plt. Kepala dinas pariwisata dan kebudayaan ir.Adi Suwignyo,Ms.i, admin media sosial Kediri dan duta wisata Inu Kirana kabupaten Kediri serta beberapa perlaku UMKM Kabupaten Kediri.

Dalam sambutanya, bupati Kediri dr.Hj.Hariyanti Sutrisno menyampaikan, pertemuan para admin medsos sebaiknya tidak hanya di selenggarakan saat ramadhan ataupun setahun sekali.

" Pertemuan harus sering menggingat sekarang sosial media adalah salah satu promosi tepat, efektif dan cepat dalam mempromosikan potensi yang dimiliki kabupaten Kediri, tidak hanya pariwisata tapi juga komuditi daerah” kata Bupati Kediri

Pada kesempataan yang sama, plt.kepala dinas Kominfo Krisna Setiawan Sap.Msi juga menyampaikan, akan pentingnya membuat branding sosial media adalah diharapkan kita bisa menjadi netizen cerdas dan digunakan dengan hal positif.

"  Jangan sampai, Medsos menjadi hal yang berdampak negative seperti penyebaran ujaran kebencian, hate speech dan berita hoax” ungkap Krisna.

Selain buka bersama dan mendengarkan sambutan bupati Kediri dr.Hj.Hariyanti Sutrisno, acara ini juga dilaksanakan sharing dan Tanya jawab bersama bersama admin medsos. Tiyo salah satu admin medsos “Peh Kediri” mengungkapkan, bahwa dirinya terkadang kesulitan dalam menyampaikan informasi tentang simpang siur serta hal yang sedikit sensitive saat di Tanya netizen di sosial media.

Hal ini, langsung ditanggapi bupati Kediri dr.Hj.Hariyanti Sutrisno, bahwa pemerintah juga memiliki humas atau public relations untuk bisa diajak shareing terkait hal –hal seperti ini, harapan kedepanya pemerintah tidak akan membuat sesuatu berita yang dilebihkan tentang kebaikannya akan teteapi meluruskan yang sudah ada. (kominfo/adv/bud)

 

Diskes Siap Layanan Kesehatan Untuk Pemudik

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi turut bersiap menghadapi arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Salah satunya dengan menyiapkan pos layanan kesehatan di sepanjang jalur mudik dan tempat-tempat pariwisata.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, untuk menjamin keselamatan dan kelancaran para pemudik maupun wisatawan selama libur Lebaran, Pemkab Banyuwangi menyiagakan layanan kesehatan di berbagai tempat. Layanan ini akan berlangsung mulai H-7 hingga H+7 Lebaran.

“Kami  ingin para pemudik mendapatkan jaminan keselamatan dan kesehatan selama perjalanan. Harapan kita tentunya para pemudik menempuh perjalanannya dengan aman dan selamat, namun sebagai antisipasi kami menyiagakan pusat layanan kesehatan lengkap dengan tenaga medisnya di titik-titik rawan,” kata Bupati Anas.

Nantinya, akan ada disiapkan delapan pos layanan kesehatan yang disiagakan di sepanjang jalur mudik mulai Wongsorejo hingga Kalibaru. Selain itu Pemkab juga menyiagakan 25 puskesmas dan 2 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang membuka layanan kesehatan selama 24 jam. “Semua layanan kesehatan ini disiagakan selama 24 jam yang dilengkapi dengan tenaga dokter paramedis dan ambulance,” ujar Anas.

Kepala Dinas Kesehatan dr. Wiji Lestariono menambahkan delapan Pos Kesehatan yang disiagakan Pemkab akan bergabung dengan Pos Pengamanan Mudik (pospam) kepolisian. Lokasi tersebut berada di sepanjang jalur jalan nasional mulai dari Wongsorejo, Watudodol, Ketapang, Kota Banyuwangi, Rogojampi, Jajag, Genteng Kulon dan Kalibaru.

“Tenaga medisnya diisi oleh dokter dan perawat dari semua rumah sakit yang ada di Banyuwangi. Kita atur jadwalnya jadi tiga shift sehingga bisa terus siaga selama 24 jam. Layanan di Pos kesehatan ini tidak dipungut biaya,” kata dr. Rio sapaan akrabnya.

Pos kesehatan ini, lanjut dr. Rio disiagakan untuk penanganan stabilisasi kegawatdaruratan, dan pelayanan kesehatan sederhana. “Jadi pos kesehatan ini bisa dimanfaatkan untuk penanganan kesehatan ringan seperti mabuk perjalanan, diare juga stabilisasi pasien kegawatdaruratan sebelum di bawa ke rumah sakit,” papar dr. Rio.

Selain Pos Kesehatan, Pemkab Banyuwangi juga menyiagakan 25 Puskesmas di seluruh kecamatan. Ini berarti setiap kecamatan akan dicover satu puskesmas yang standby 24 jam. “Kita menyiagakan puskesmas di tiap kecamatan karena semua daerah di Banyuwangi menjadi tujuan pemudik,” bebernya.

Sedangkan untuk di lokasi pariwisata, penanganan kesehatan dilakukan oleh petugas penanggulangan penderita gawat darurat (PPDG) awam dengan pendampingan tenaga kesehatan dari puskesmas setempat. PPGD awam ini merupakan personel pengelola pariwisata yang telah dilatih secara khusus oleh dinas kesehatan.

“PPGD awam ini kita libatkan menjaga keselamatan wisatawan karena jumlah destinasi pariwisata di Banyuwangi sangat banyak. PPGD ini  telah menjalani training pertolongan pertama kesehatan, seperti metode pernapasan, menghadapi kecelakaan trauma maupun non trauma dan lainnya,” ungkap dr. Rio.(ari)

 

 

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...