DAERAH

 Jenazah Ketua KPPS 11 Desa Gunung Putri, kecamatan Suboh, Situbondo, saat akan dimakamkan. Minggu (28/4/19) (istimewa)

 

Situbondo (KoranTransparansi)- Ketua Kelompok Penyelenggra Pemungutan Suara (KPPS) TPS 11 Desa Gunung Putri, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, meninggal dunia seminggu setelah melaksanakan penghitungan perolehan suara Pemilu 2019 tingkat TPS.

"Almarhum Purwanto (44), Ketua KPPS TPS 11 Desa Gunung Putri, Kecamatan Suboh, meninggal dunia pada Sabtu (27/4/) malam sekitar pukul 21.00 WIB di rumah sakit Bondowoso," kata Ketua KPU Kabupaten Situbondo, Marwoto di Situbondo, Minggu.

Sebelum meninggal dunia, menurutnya, bapak satu anak tersebut sempat menjalani penanganan medis di salah satu rumah sakit di Kabupaten Bondowoso, karena kelelahan usai penghitungan perolehan suara pemilu di tingkat TPS 17 April lalu.

Secara pribadi dan mewakili KPU Kabupaten Situbondo, ia menyampaikan turut berduka atas meninggalnya Purwanto. Katanya, dirinya akan segera mengusulkan santunan ke KPU RI.

"Hari ini juga kami akan mengusulkan ke KPU RI mengenai santunan, dan ke Gubernur jatim serta Bupati Situbondo," ujarnya.

Marwoto menambahkan, hingga saat ini penyelenggara Pemilu serentak 2019 (ketua dan anggota KPPS) di Situbondo, tercatat sebanyak tujuh orang ketua dan anggota KPPS rawat inap di rumah sakit pasca pemilu, dan satu di antaranya meninggal dunia.

"Sampai hari ini ada tujuh orang, baik anggota dan ketua KPPS yang rawat inap di rumah sakit. Untuk Pak Purwanto meninggal dunia, karena mengalami muntah darah," ujarnya.

Informasi dihimpun, jenazah Ketua KPPS Purwanto telah dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat pada Minggu (28/4) pukul 07.00 WIB. (ded)

Foto : Imam Sukandi Plt. BPPKAD. Kab. Sumenep

 

Sumenep (KoranTransparansi) – Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mengimbau masyarakat untuk tertib melakukan pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB).

“Pemerintah mengajak wajib pajak (WP) menunaikan kewajiban pajak agar program pembangunan yang bertujuan mensejahterakan masyarakat bisa terlaksana. Soalnya, peran pajak sangat penting dalam menjalankan pemerintahan dan pembangunan,” kata H. Imam Sukandi, Plt Kepala BPPKA Kabupaten Sumenep,

Menurutnya, saat ini BPPKAD mulai gencar melakukan sosialiasi di daratan, supaya masyarakat sadar untuk membayar PBB. Selain itu, sebagai langkah kongkrit untuk meningkatkan pendapatan dari sektor pajak bumi dan bangunan.

“Sosialisasi ini agar diketuktularkan kepada masyarakat dan bisa menggugah kesadaran membayar PBB,” ungkapnya.

Dia menegaskan, pihaknya tetap berupaya meningkatkan pendapatan di sektor PBB. Setidaknya kesadaran masyarakat akan semakin meningkat. “Kesadaran wajib pajak untuk membayar itu yang terpenting. Sehingga, target bisa tercapai,” tuturnya.

Menurut Imam Sukandi, sosialisasi PBB kepada masyarakat sudah dilakukan salah dengan melakukan cetak massal, penerbitan Surat Pemberihatuan Pajak Terhutang (SPPT), dan melakukan penyebaran SPPT. “Kami ingin tahun ini melonjak pendapatannya,” ucapnya.

Bagaimana dengan Kepulauan?, pihaknya juga memastikan akan melakukan sosialisasi secara massif. Meski saat ini masih konsentrasi di daratan. “Daratan maupun kepulauan kan wajib pajak PBB. Itu harus ditunaikan. Yang terpenting kesadaran terlebih dahulu,” ungkapnya.

Pihaknya juga meminta aparat Desa untuk benar-benar menyampaikan SPPT kepada Wajib Pajak (WP). Sementara pihak Kecamatan memiliki peran untuk memberikan kesadaran bekerja sama dengan Kepala Desa. “Sebelum jatuh tempo sudah terbayar. Kami ingin pembayaran di atas 50 persen,” jelasnya.

Apalagi kata dia tahun ini Pemerintah Daerah membebaskan pembayaran denda PBB tahun 2019. Itu dilakukan untuk meringankan beban masyarakat, terutama bagi yang mempunyai denda yang berlipat.

“Melalui pemutihan denda PBB ditahun 2019 ini, masyarakat akan merasa terbantu dengan program itu,” ungkapnya.

Pelaksanaan pemutihan denda itu mulai berlaku sejak Januari hingga Desember 2019 mendatang. Oleh sebab itu pihaknya berharap masyarakat memanfaatkan program tersebut, sebab dikhawatirkan denda pajak tahun 2020 diberlakukan kembali.

“Pemutihan denda PBB ini berlangsung selama satu tahun. Jadi, masyarakat diharapkan segera melaksanakan kewajiban tanpa harus membayar denda,”  selain itu pihaknya sangat berkomitmen menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tahun 2019. Sehingga pendapatan di sektor pajak lebih meningkat dibandingkan tahun 2018.

Salah satu cara dengan memaksimalkan potensi pajak restoran dan perhotelan. Sejak beberapa tahun terakhir dua sektor ini sudah mulai berkembang di Kabupaten Ujung Timur Pulau Madura ini. Selain itu, sektor wisata juga tidak akan lepas dari bidikannya, sebab pariwisata saat ini mulai dikembangkan oleh Pemerintah Daerah.

“Kami akan terus berinovasi untuk meningkatkan PAD di 2019. Segala sektor potensial untuk meningkatkan PAD akan digarap pihaknya,” kata Imam Sukandi, Plt Kepala BPKAD Sumenep Imam Sukandi.

Menurutnya, pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumenep tahun 2018, mencapai Rp 180 miliar atau sekitar 79,66 persen. Dengan target Rp 226 miliar. Sehingga, hal itu dinilai sudah mencapai target. “Ini sudah bagus dari semua potensi yang ada,” tegasnya.

Imam menegaskan, komponen yang berperan besar dalam meningkatkan PAD adalah Pajak Daerah, Retribusi Daerah, pendapatan lain-lain yang sah, diantaranya BUMD. Sedangkan Total Rp 180 miliar pencapaian PAD Sumenep Tahun 2018 dengan target 226 miliar dengan rincian.

“Pajak Daerah dengan target 27,817 miliar terealisasi 30 miliar berarti ini melampaui target sekitar 3,93 Miliar. Sedangkan Retribusi Daerah dari target 16 Miliar hanya tercapai 13 Miliar,” jelasnya.

Pengelola kekayaan Daerah dari target Rp 18 Miliar terealisasi 18 Miliar. Sementara PAD paling besar dari target 163,545 Miliar berhasil terealisasi 117 Miliar.

“Kami berharap dari hasil ini, tahun 2019 terus ada peningkatan, melihat potensi yang ada,” harapnya. (Sal)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berbahagia brsama putranya yang baru saja di Wisuda di UB Malang, Sabtu (27/4/2019).

Malang (KoranTransparansi) - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengaku  optimis bahwa SDM berkualitas sangat dibutuhkan di pasar kerja formal dan profesional. Ini disampaikan Gubernur acara Wisuda Program Vokasi, Sarjana dan Pascasarjana Univesitas Brawijaya UB) Malang,  Sabtu (27/4/2049).

"Saya ingin sampaikan kepada seluruh wisudawan yang baru saja dilepas Universitas Brawijaya, yakinlah bahwa mereka hari ini sangat dibutuhkan oleh bangsa ini," kata gubernur perempuan pertama Jawa Timur ini. 

Meski begitu Khofifah menyampaikan bahwa kualitas SDM di berbagi sektor pekerjaan selalu berhadapan dengan daya saing baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Sebab setuju tidak setuju, menurut Khofifah, saat ini di era revolusi industri 4.0 menuntut kemajuan seluruh bidang kehidupan yang memiliki kualitas SDM dan daya saing yang tinggi. 

"Daya saing tinggi bisa diatasi antara lain kalau SDM kita berkualitas dan secara kuantitatif bisa dipenuhi. Profesi tertentu kita memiliki ahli sangat terbatas, misalnya pakar keuangan Islam sangat dibutuhkan seiring dengan pertumbuhan perbankan syari'ah, lalu juga pakar artificial intelligence kita juga belum banyak. Mereka sangat kita butuhkan tetapi jumlahnya sangat sedikit," kata Khofifah. 

Misalnya, wanita yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU ini menyebut di bidang infrastruktur, bidang pertanian, bidang pengairan, bidang perikanan. Sektor-sektor tersebut terbuka untuk menerima skilled labour para sarjana di bidangnya namun tetap butuh spesifikasi. Seperti pakar industri garam yang sesuai dengan karakter ladang garam di Madura, teknologi pertanian untuk meningkatkan produksi padi, jagung dan sebagainya yang terus berkembang.  

Khofifah mengajak untuk melihat bagaimana negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, investasi yang bagus, dan pemerataan kesejahteraan berjalan dengan baik berseiring dengan pertumbuhan ekonominya. 

Antara lain peran dunia usaha dan dunia industri (DUDI)  yang terus memberikan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia berharap pertumbuhan ekonomi di Jatim akan berseiring dengan tumbuhnya kesejahteraan dan pemerataan pembangunan yang semakin baik. 

"Maka hari ini ada harapan baru bahwa alumni Universitas Brawijaya yang baru selesai di wisauda akan jadi bagian dari penguatan dan peningkatan SDM di negeri ini,  khususnya Jawa Timur, baik secara kualitatif dan kuantitatif," ucapnya. 

"Besok pagi matahari akan terbit dan akan memberikan harapan pencerahan. Lapangan pekerjaan begitu banyak yang menunggu kedatangan mereka," imbuhnya. 

Lebih lanjut Pemprov juga banyak menggelar job market  fair di sejumlah Balai Latihan Kerja (BLK) yang dimiliki Pemprov Jawa Timur. Yang terbaru dibuka adalah di Jombang yang menyediakan lebih  2000 lebih peluang kerja dengan kualifikasi pekerjaan yang bervariasi di berbagai sektor dunia usaha dan industri. 

"Saat ini profil tenaga kerja Jawa Timur 64 persen tenaga kerja kita kualifikasinya lulus atau tidak lulus SD/SMP.  Terdiri dari 46,9  persennya lulus atau tidak lulus SD , sisanya lulus atau tidak lulus SMP. Maka kalau kita hari ini dapat tambahn energi luar biasa lulusan vokasi, S1, S2 dan S3, ini akan jadi penguatan sektor ketenagakerjaan kita. Kita berharap yang mengisi pasar kerja akan lebih banyak kategori skilled labour atau educated people," pungkas Khofifah. 

Hadiri Wisuda Putra Ketiga, Yusuf Mannagalli yang Raih Gelar Sarjana Kedokteran

Selain ingin memberikan motivasi pada para wisudawan Universitas Brawijaya,  agar mereka semangat menatap masa depan. Dalam momen ini, Gubernur Khofifah juga sekaligus menghadiri wisuda putra ketiganya, Yusuf Mannagalli yang meraih gelar Sarjana Kedokteran. Putranya berhasil lulus tepat waktu dan meraih indeks prestasi yang baik. 

"Anak saya begitu mandiri, jarang minta uang saku ke orang tuanya. Mulai awal kuliah sampai semester empat itu kan gawat-gawatnya karena jadi penentu bisa lanjut kuliah atau nggak, bisa droup out kalau tidak terpenuhi indeks prestasi minimalnya, ternyata dia Sabtu Minggu  malah jualan t-shirt di banyak tempat, saya juga baru tahunya belakangan," kata Khofifah.

Hal itu sempat membuatnya kaget. Namun semangat berwirausaha yang dimiliki anaknya didukung Khofifah. Terlebih karena putranya memiliki cita-cita positif kelak dalam menjalani profesinya sebagai dokter. 

"Dia sering bilang, Ibu, saya  punya cita-cita kalau nanti  jadi dokter saya nggak mau hidup saya incomennya dari profesi saya, saya ingin dedikasikan profesi saya untuk berikan pengobatan gratis ke masyarakat. Dan dia inginnya dapat income dari wirausaha," kata Khofifah. (min)

 

Kapores Lamongan AKBP Feby Hutagalung dan istri saat berkunjung kerumah duka AIPTU Gangsar yang ditrima istri amarhum, Sabtu (27/4/2019).

Lamongan (KoranTransparansi) – Korban meninggal akibat kelelahan saat bertugas Pemilu (Pilpres/Pileg) terus berjatuhan.

Meninggalnya AIPTU Gangsar, anggota Polres Lamongan menambah deretan panjang korban meninggal baik petugas PPS maupun petugas keamanan (TNI/Polri).

Gangsar meninggal pada Sabtu (27/4/2019) pagi sekitar pukul 08.30 Wib setelah mendapat perawatan di RSI Nasrul Ummah, Jalan Merpati, Lamongan selama empat jam. Saat itu Gangsar bertugas pengamanan di PPK Kecamatan Lamongan Kota.

Gangsar warga Perumahan Deket Permai Jalan Delima 08 Desa Deket Wetan Kecamatan Deket Lamongan berangkat sendiri ke RSI sekitar pukul 03.00 WIB karena merasa kelelahan.

Kapores Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung mengaku sangat berduka aas meningganya anggotanya. “Beliau sudah menjalankan tugas negara dengan baik,” ungkap Kapolres saat berkunjung kerumah duka, siang tadi.

Pihaknya menceritakan bahwa almarhum memiliki riwayat penyakit. Bahkan pernah di rawat di rumah sakit agak lama yaitu penyakit jantung. Almarhum bertugas  Pos Dapur sebelum akhirnya ditarik lagi di Polsek.

Ketika muncul keluhan, Gangsar berangkat ke rumah sakit tampa pengawaan teman atau petugas kesehatan.

AKBP Feby Hutagalung didampingi istrinya selaku ketua Bhayangkari ikut takziyah dirumah duka. Kapolres diampingi  Kabag Sumda Polres, Kompol Johar Nawawi, Kapolsek Deket, AKP Sunaryo Putro, Kapolsek Lamongan kota, AKP Budi S dan perwakilan anggota Polres, anggota Bhayangkari dan warga masyarakat sekitar.

Daam kesempatan itu Kapolres juga menyerahkan santunan langsung kepada istri almarhum.

Almarhum akan dilepas dan diupacarakan secara dinas serta dimakamkan di TPU Desa Deket Kecamatab Deket Lamongan. Mendiang meninggalkan seorang orang istri dan 2 anak laki-laki.(rin)

 Wagub Jatim Emil Dardak saat acara Jambore Inovasi Pelayanan Publik Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) di Ballroom Four Points by Sheraton Hotel Makassar, Kamis (25/4) siang.(foto/humas Pemprov Jatim)

MAKASAR - Wagub Jatim Emil Dardak saat acara Jambore Inovasi Pelayanan Publik Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) di Ballroom Four Points by Sheraton Hotel Makassar, Kamis (25/4) siang.(foto/humas Pemprov Jatim) 

MAKASAR - Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak berbagi kiat dalam membangun inovasi daerah dan pelayanan publik di wilayahnya. 

Berbagi kiat tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber di acara Jambore Inovasi Pelayanan Publik Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) di Ballroom Four Points by Sheraton Hotel Makassar, Kamis (25/4) siang.

Emil Dardak menjelaskan, pengembangan inovasi daerah memiliki delapan prinsip yang harus dijalankan. Diantaranya, peningkatan efisiensi, perbaikan efektivitas, perbaikan kualitas pelayanan, tidak menimbulkan konflik kepentingan, dan berorientasi pada kepentingan umum. Selain itu, juga dilakukan secara terbuka, memenuhi nilai kepatuhan, serta dapat dipertanggungjawabkan hasilnya. 

Delapan prinsip tersebut, menurutnya, akan diuji oleh komite inovasi daerah yang berada di Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Prov. Jatim. 

“Jika kedelapan prinsip ini bisa dijalankan, maka bisa mencapai sasaran seperti peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan dan peran serta masyarakat, dan peningkatan daya saing daerah,” ujar Emil Dardak panggilan akrab Wagub Jatim.

Menurutnya, inovasi daerah tidak akan menjadi sesuatu yang lebih baik jika inovasi tersebut tidak diresapi oleh setiap insannya. Jadi inovasi harus berubah menjadi kultur di daerah tersebut.

Dirinya menyadari, bahwa inovasi telah banyak lahir dari pemerintah kabupaten/kota. Dalam hal ini pemerintah provinsi akan terus mendorong kabupaten/kota untuk semakin sukses lagi dalam mengembangkan inovasi. 

Untuk menerapkan inovasi di pemerintahanya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama dirinya menerapkan Cettar dalam lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Cettar itu cepat, efektif, efisien, tanggap, transparan, akuntabel, dan responsif.

“Akan sangat bagus ketika melaksanakan sebuah kepemimpinan atau leadership ada satu warna yang dibangun. Maka di Jatim ada istilah Cettar. Setiap hal yang dilakukan oleh insan yang ada di Jatim harus Cettar. Kita juga mendorong setiap OPD harus Cettar,” jelasnya.

Dikatakan, Jatim memiliki prestasi yang luar biasa, tetapi pada saat disurvei di masyarakat tetap mengharapkan kehadiran provinsi lebih lagi. Apalagi di era media sosial yang luar biasa, kalau mau menjadi pejabat publik seperti bupati, walikota, gubernur, dan bahkan jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) harus bisa hadir di tengah-tengah masyarakat.  

Maka Cettar inilah yang bisa digunakan masyarakat untuk menilai Pemprov Jatim. Bahkan pihaknya juga membuat audit Cettar untuk menilai seberapa Cettar OPD di lingkungan Pemprov Jatim.

Dalam paparannya, Emil Dardak menjelaskan, saat ini  tidak pada era transfer of knowledge saja, tetapi lebih pada kolaborasi dalam menerapkan inovasi. Bukan mengenal pusat inovasi lagi, tetapi lebih mengenal jejaring inovasi atau innovation network.

“Jatim tidak hebat kalau berpikir sendiri. Jatim bisa semakin hebat karena hebatnya berpikir bersama-sama seperti dengan Sulawesi Selatan,” kata mantan Bupati Trenggalek ini.

Karena itu, Ia berharap, persahabatan antara Jatim dan Sulsel diharapkan terus terjalin erat ke depannya. “Jika keduanya kompak, maka kawasan Indonesia Timur akan semakin kokoh,” pungkasnya.

Sementara itu Deputi Bidang Pelayanan Publik Kemeterian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) RI Prof. Dr. Diah Natalisa mengatakan, inovasi merupakan satu rentetan yang tidak bisa terpisahkan. Oleh karena itu, Kemenpan-RB terus mendorong inovasi pada pemerintah daerah. 

Sebagai contoh 2018, Kemenpan-RB juga mengadakan forum replikasi inovasi. (fir)

 

Pemkab Pasuruan Peringkat Terbaik Kedua Se-Indonesia

BANYUWANGI (KT) -  Kinerja penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Pasuruan dibawah kepimpinan Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf kembali mendapat pengakuan dari Pemerintah Pusat.

Kali ini adalah dari Kemendagri (Kementrian Dalam Negeri) RI yang mengganjar Pemkab Pasuruan sebagai Peringkat kedua untuk kinerja tertinggi penyelenggaraan pemerintahan kabupaten terbaik se-Indonesia.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Mendagri, Tjahjo Kumolo kepada Bupati Irsyad Yusuf yang diwakilkan kepada Wakil Bupati Pasuruan, KH Abdul Mujib Imron, dalam acara Peringatan Hari Otonomi Daerah XXIII Tahun 2019 Tingkat Nasional, di Stadion Diponegoro, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (25/04/2019).

Diraihnya penghargaan tersebut adalah berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 118 -8840 Tahun 2018, tentang Penetapan Peringkat dan Status Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah secara Nasional berdasarkan laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah (LPPD) tahun 2017.

SK tersebut ditandatangani langsung oleh Mendagri Tjahjo Kumolo tertanggal 31 Desember 2018 setelah mengukur kinerja 33 Pemerintahan Provinsi, 396 Pemerintah Kabupaten, dan 93 Pemerintah Kota di Indonesia.

Dari 396 daerah kabupaten, Kemendagri mengganjar Pemkab Pasuruan dengan skor 3,3978. Poin tersebut sedikit berada di bawah Kabupaten Sidoarjo, yang ditempatkan pada posisi paling atas secara nasional, karena mendapat skor 3,4108.

Kabupaten Pasuruan meraih peringkat kedua, disusul 10 besar yang lain adalah Kabupaten Karanganyar, Banyuwangi, Kuningan, Bone, Bintan, Bulukamba, Gianyar dan Pohuwato.

Dalam pesan whatsapp nya, Bupati Irsyad Yusuf menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukanlah tujuan utama. Melainkan bagaimana dirinya sebagai Kepala Daerah dapat menerapkan kinerja pemerintahan kepada seluruh karyawan Pemkab Pasuruan yang baik, tidak arogan, berdedikasi serta mengedepankan keterbukaan.

“Alhamdulillah, kita, Pemkab Pasuruan mendapat penghargaan melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri nomor 118-8840 tahun 2018 tentang Penetapan Peringkat dan Status Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dengan kinerja sangat tinggi. Urutan dan ranking ke-2 tingkat Nasional,” tulisnya.

Atas penghargaan tersebut, dirinya ingin mempersembahkannya untuk seluruh jajaran, tanpa terkecuali staf Pemkab Pasuruan secara keseluruhan. Khususnya atas dedikasi yang ditunjukkan selama dirinya memimpin daerah berpenduduk 1,6 juta jiwa ini.

“Terima kasih kepada Bapak Wakil Bupati, Sekda , Staf Ahli, Para Asisten, Bapak/Ibu Kepala OPD, Para Camat dan Seluruh Keluarga Besar Pemkab Pasuruan,” imbuhnya.

Bagi Irsyad, yang terpenting dalam pencapaian sebuah penghargaan adalah komitmen bersama untuk tetap mempertahankan kinerja sebaik mungkin. Hingga dapat meningkatkan capaian yang telah disematkan dengan bekerja dengan lebih baik dari yang dilakukan selama ini.

“Atas dedikasi serta kerja kerasnya, semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk berbuat lebih baik lagi, demi kesejahteraan dan Kemaslahatan Kabupaten Pasuruan yang berdaya saing. Amin yaa robbal alamin,” pungkasnya.

Sementara itu, Wabup Mujib Imron berterima kasih kepada semua pihak, mulai dari tokoh masyarakat, ulama, kiyai, ormas, LSM, media. Sehingga kinerja pemerintahan daerah Kabupaten Pasuruan terus dapat ditingkatkan. Bahkan telah mendapat acungan jempol dari Pemerintah Pusat.

“Dalam pencapaian ini, saya hanya ingin berterima kasih kepada semua jajaran Pemkab Pasuruan, wabil khusus seluruh staf Pemda. Berkat doa para alim ulama, dan dukungan dari tokoh masyarakat, LSM, kiyai, ulama, ormas hingga media yang sama-sama mendukung langkah Pak Bupati dan saya untuk semakin memajukan pemerintahan beserta pelayanan publiknya,” ungkapnya kepada Suara Pasuruan.(hen)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...