DAERAH

 Foto : Kapolresta Kediri bersama Instansi yang terlibat saat melakukan cek kesehatan para pengemudi.

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Mendekati Hari Raya Idul Fitri,  jajaran Polresta Kediri dan Dinas Perhubungan serta BNN Kota Kediri melakukan cek kesehatan bagi para pengemudi angkutan umum, Minggu (10/6/2018),  bertempat di Terminal Tamanan Kota Kediri.

Tak hanya cek kesehatan bagi pengendara, petugas juga melakukan cek fisik kendaraan yang ditumpangi. Hal ini bertujuan, guna mewujudkan keamanan penumpang selama mudik lebaran.

“Untuk cek kedaraan kita sampai sekarang belum menemukan kendaraan yang tidak layak jalan dan untuk cek kesehatan pengendara hari ini di lakukan tes urine untuk memastikan pera pengemudi angkutan umum  khususnya Bus ,” jelas Kapolreta Kediri AKBP Anthon Haryadi, saat dilokasi. 

Menurutnya, saat tes kesehatan dilakukan memang terdapat satu sopir yang positif ada indikasi menggunakan narkoba, ketika dicek urinya. Namun,positif tersebut bukan dalam kategori pengguna.

“Kita sudah tanya sama Dokter yang memeriksa  bukan positif narkoba, melainkan sebagai pengonsumsi obat lantaran si sopir menderita sakit jantung" imbuhnya

Ditempat yang sama, Kasi P2M BNN Kota Kediri Kompol DN Indrawati membenarkan hal tersebut. Menurutnya, untuk satu orang yang positiv dalam pengecekan urin memang saat ini sedang dalam terapi pengobatan satu penyakit tertentu.

“Kita tidak bisa serta merta melakukan tindakan khusus karena biasanya di dalam obat tertentu seperti obat flu itu kan ada obat penenangnya. Asesmen nya kan jelas saat ini dia sedang menggunakan obat untuk terapi,” ucapnya.

Sekedar diketahui, dalam pemeriksaan kesehatan kali ini, selain tes urine BNN Kota Kediri juga melakukan screning tes termasuk cek tekanan darah.Dan, target pemeriksaan berkisar 500 pengemudi kendaraan jurusan AKDP. (bud)

Foto : Kapolresta Kediri, AKBP Anthon Haryadi

KEDIRI (KoranTransparansi) - Munculnya keresahan masyarakat akan keberadaan parkir liar ditindaklanjuti Polresta Kediri.Langkah yang dilakukan dengan melakukan koordinasi dengan pihak terkait, utamanya Dinas Perhubungan Kota Kediri dalam menangani hal itu.

Dijelaskan Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi, upaya dini yang dilakukan dengan melakukan pendataan akan keberadaan kantong-kantong parkir liar diwilayah Kota Kediri.

" Kami akan segera melakukan pendataan keberadaan parkir liar bersama Dinas Perhubungan. Jangan sampai, keberadaan para Jukir liar justru meresahkan masyarakat " kata Kapolresta Kediri, Minggu (10/6/2018).

Menurutnya, moment jelang Hari Raya Idul Fitri memang rentan dimanfaatkan para juru parkir (jukir) liar. Lantaran, kebutuhan masyarakat untuk berbelanja di beberapa titik pusat perbelanjaan relatif tinggi.

" Akan melakukan monitoring semaksimal mungkin, guna mencegah praktek pungutan parkir yang melebihi ketentuan. Kalaupun, keberadaan jukir masih bisa dibina akan diberikan toleransi. Namun, kalau upaya ini diabaikan, secara otomatis langkah hukum diterapkan " pungkasnya.

Sementara, pantauan dilapangan akan keberadaan para jukir liar berada disepanjang Jalan Hasanudin atau sekitar Kediri Mall Town Square dan sepanjang Jalan Doho, Kota Kediri.(bud)

Foto : Petugas Sat Lantas Polresta Kediri saat menertibkan kendaraan yang melanggar

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Ratusan sepeda motor terjaring razia oleh Satuan Lalu Lintas Polresta Kediri, dalam operasi yang digelar di Jalan PK Bangsa, Kelurahan Banjaran, Kota Kediri, Sabtu (09/06/2018) malam. Hal ini, sebagai wujud menertibkan kelengkapan surat dalam berkendara sekaligus mengurangi tingkat kecelakaan di wilayah hukum Polresta Kediri.

Saat kegiatan berlangsung, Satlantas Polresta Kediri menerapkan secara stasioner yang sifatnya selektif. Pengartinya, tidak semua kendaraan diperiksa melainkan hanya kendaraan yang melanggar langsung diberhentikan oleh petugas , guna diperiksa surat kelengkapan, meliputi, SIM, STNK serta kelengkapan lainnya.

Kasatlantas Polresta Kediri. AKP Ady Nugroho mengatakan, kegiatan razia pada malam ini adalah salah satu bentuk cipta kondisi menjelang malam takbir dan jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri.

"Kegiatan ini merupakan rangkian Operasi Ketupat Semeru 2018, dengan melaksanakan kegiatan yang khususnya menyasar kepada para pelanggar yang menggunakan knalpot bronk dan kendaraan yang tidak memenuhi standart kendaraan yang sudah di tentukan" kata AKP Ady Nugroho.

Menurutnya, dalam kegiatan ini petugas memprioritaskan  kepada pelanggaran- pelanggaran yang menjadi penyebab utama kecelakaan.

"Kita memprioritaskan pelanggaran batas rambu dan pelanggaran batas kecepatan, serta penggunaan helm SNI juga menjadi kegiatan prioritas " imbuhnya.

Dan, sekitar 250 kendaraan yang melanggar, yang tidak dilengkapi dengan surat kendaraan langsung dilakukan penindakan tilang. Namun, kendaraan yang tidak dilengkapi surat lengkap langsung dibawa petugas guna di amankan di kantor Satlantas Polresta Kediri.

"Kegiatan seperti ini akan terus kita galakkan sampai nanti pelaksanaan operasi ketupat semeru 2018 ini berakhir" pungkas.(bud)

Ingin Lebaran Malah Ditangkap Polisi, Perkosa Pacarnya di Ponpes

Sumenep (KoranTransparansi.com) – Sungguh memilukan peristiwa yang menimpa Melati (17) nama samaran, asal Dusun Taro, Desa Abunten Barat, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tahun 2016 silam.

Pasalnya, ABG yang baru berusia 17 tahun, harus kehilangan mahkotanya, yang selama ini ia jaga dengan ketat. Sebab mahkota Melati, sudah raib dipersembahkan kepada AS (30), warga Dusun Napote, Desa Ambunten Tengah, Kecamatan Ambunten, yang tak lain pacarnya sendiri.

Parahnya lagi, peristiwa asusila antara AS dan Melati, dilakukan didalam kamar Pondok Pesantren (Ponpes) tempat Melati menuntut ilmu agama. Tidak hanya itu, AS  yang sudah ketagihan dengan mahkota Melati, melakukan hubungan terlarang tersebut, lebih dari lima kali.

Dan akibat perbuatannya,AS harus berurusan dengan aparat Kepolisian Polres Sumenep, dan  diamankan Unit Resmob Polres Sumenep di rumahnya, Jumat, 8 Juni 2018, sekira pukul 21.00 WIB.

Sebagaimana keterangan dari Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Abd. Mukit, Sabtu (9/6/2018), peristiwa pencabulan tersebut berawal pada April 2016 lalu. Saat itu, AS mendekati korban untuk dijadikan pacar. Dan ternyata, upaya AS berhasil. Melati bersedia dijadikan pacar AS.

Namun pada suatu malam, AS datang menemui korban di salah satu kamar pondok pesantren, dan merayu korban untuk berhubungan badan layaknya suami istri.

“Saat itu AS mendatangi Melati, dan mengajaknya melakukan hubungan intim, sebagai bukti cinta korban pada tersangka,” terang AKP Mukit.

Setelah satu kali AS berhasil mencicipi kewanitaan Melati, rupanya AS makin ketagihan. Terbukti, sejak peristiwa malam itu, hingga April 2017, AS telah menyetubuhi Melati, lebih dari lima kali.

Terungkapnya kasus tersebut setelah pihak keluarga Melati melaporkan perbuatan AS pada aparat Kepolisian pada 15 April 2017 lalu. “Tapi sebelum AS ditangkap Polisi, AS sempat melarikan diri ke Kalimantan. Dan AS baru berhasil kami tangkap, setelah pulang dari Kalimantan, untuk merayakan lebaran bersama keluarganya,” papar Mukit.

Sementara barang bukti (BB) yang diamankan petugas saat penangkapan tersangka, berupa kaos lengan pendek warna biru, sarung warna biru motif batik, celana dalam warna biru, dan BH warna merah muda. (Fidz)

Meski Diluar Kota : Peserta BPJS Tetap Terima Layanan

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) - Menyambut hari raya idul fitri 1439 H, peserta jaminan kesehatan nasional kartu indonesia sehat (JKNL-KIS) tidak perlu kuatir saat libur lebaran tahun 2018. Meski di luar kota peserta tetap mendapat pelayanan kesehatan. 

Menurut keterangan kepala BPJS kesehatan cab Banyuwangi  Hernina Agustin mengatakan,  peserta JKN-KIS yang menjalani mudik tetep berhak atas jaminan pelayanan kesehatan walaupun di luar kota. 

Prosedur ini disepakati antara fasilitas kesehatan tingkat pertama(FKTP) dengan BPJS kesehatan. "Jamininan pelayanan kesehatan ini  walaupun peserta tidak terdaftar di FKTP tetap mendapat pelayanan kesehatan. Hal ini sudah menjadi bagian dari kerjasama antara BPJS kesehatan dan faskes, dan faskes tidak diperkenankan menarik biaya tambahan "kata Hernina

Hernina menjelaskan, kewajiban melayani peserta luar wilayah saat libur lebaran juga berlaku bagi FKTP non pukesmas(klinik pratama dan dokter praktek perorangan. 

Dalam libur panjang ini BPJS cab Banyuwangi  membuka 8 posko yang tersebar di berbagai titik arus mudik kab Banyuwangi. Yang perlu di perhatikan peserta JKN-KIS yang sedang mudik diimbau untuk selalu membawa kartu JKN-KIS. "perlu di ketahui bahwa pelayanan kesehatan  tersebut dengan baik harus status kepesertaan selalu aktif jelasnya. (ifr)

Camat Lenteng Joko Satrio memyerahkan bingkisan kepada 25 anak yatim poiatu  saat buka puasa bersama Forum Pimpinan Kecamatan Lenteng Sumenep

SUMENEP (KoranTransparansi.com) - Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep, menggelar buka puasa bersama anak yatim piatu yang ada dilingkungan Kecamatan setempat. Selain itu, buka puasa bersama juga di para Ulama' dan Umaro' yang di isi fadhilah bulan puasa oleh Habib Ja'far sebelum buka tiba. 

Hikmah ramadan dengan tema "Santunan anak yatim dan buka puasa bersama ulama' dan umaroh. Kecamatan lenteng tahun 2018".

Dalam sambutannya, Camat Lenteng Joko Satrio mengatakan bahwa buka puasa bersama anak yatim piatu merupakan kegiatan rutin setiap tahun. "Alhamdulillah saya sangat berterimakasih kepada semua yang hadir pada kesempatan kali ini tanpa terkecuali" tuturnya pada saat memberikan sambutan. 

"Demi santunan anak yatim, yang memang menjadi kegiatan rutin setiap tahun. Jadi kita sisihkan dana demi semua ini mulai dari sekdes" kata Joko kepada korantransparansi.com.

Kata Joko, tahun sebelumnya pihaknya hanya bisa mengumpulkan dan memberikan santunan anak yatim sebanyak 20 anak, "alhamdulillah tahun ini bertambah 5, berarti 25 anak yatim" lanjutnya

Bahkan kata Joko, saat ini pihaknya dapat support oleh Bank BPRS Kecamatan Lenteng. Dan dalam kegiatan itu, tampak hadir yaitu kepala desa sekecamatan lenteng, baik dari Koramil, polsek, para kiai setempat dan tetangga setempat.

"Semuga dengan kegiatan santunan ini membagi suka kepada sodara kita, yaitu anak yatim ini" tutupnya (ali f syahbana)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...