DAERAH

Mantan Sekretaris Daerah Jember Sugiarto ditahan Kejati Jatim selewenangkan dana hibah

Surabaya (KOranTransparansi.com) - Kejaksaan Tinggi Jawa Timur secara resmi menahan mantan Sekretaris Daerah Jember Sugiarto. Ikut ditahan pula Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset atau Pejabat Pengelolaan Keuangan (PPK) Ita Poeri Andayani.

"Hari ini kami melakukan penahanan dua orang, itu perkembangan dari yang sudah disidangkan," ujar Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim Didik Farkhan Alisyahdi di Surabaya, Kamis (2/8/2018).

Kedua tersangka ini, kata Didik, akan ditahan selama 20 hari. Sebelumnya, keduanya bersama dengan Ketua DPRD Jember Thoif Zamroni yang masih menjalani persidangan, melakukan korupsi anggaran dana hibah tahun 2015.

Dalam hal ini, Ita mengaku jika dia mengetahui uang anggaran ini memang tidak cair. Namun dirinya bersikeras mencairkan dana hibah dengan merekayasa laporan.

Mengutip DetikNews, Didik mengatakan untuk hasil audit kasus ini, uang yang baru diketahui sebanyak Rp 1,04 miliar. Tetapi sebenarnya uang yang dikorupsi sebesar Rp 38 miliar.

"Sementara hasil audit Rp 1,04 miliar dari uang yang dikorupsi sebanyak Rp 38 Miliar," kata Didik.

Dari pantauan detikcom, Ita yang menggunakan batik dan kerudung kuning bersama Sugiarto yang mengenakan kemeja abu-abu, turun dari Gedung Kejati Jatim sekitar pukul 18.40 WIB. Keduanya kompak memakai rompi khusus tahanan kejaksaan. Kemudian, keduanya langsung menuju rutan kejaksaan yang letaknya tepat di selatan gedung. (ais)

  Foto : Keberangkatan Jemaah Haji saat berlangsung di Aula Muktamar, Ponpes Lirboyo, Kota Kediri.

KEDIRI (KoranTransparansi) - Demi menciptakan rasa nyaman bagi Jemaah Haji dalam menjalankan ibadah di tanah suci, Kemenag Kota memberlakukan aturan, akan barang bawaan yang dibawa Jemaah Haji tidak boleh melebihi 32 kilogram.

Dijelaskan Tjijik Rahmawati, Kepala Seksi Haji dan Umroh Kantor Kemenag Kota Kediri, bahwa aturan akan barang bawaan menjadi hal yang baku diberlakukan bagi para Jemaah Haji

" Aturan akan barang bawaan tidak boleh melebihi 32 kilogram, sudah menjadi ketentuan dari Pusat. Dan, hal ini harus diterapkan dan dijalankan demi kenyamanan bersama "ungkap Tjijik, Sabtu (4/8/2018).

Menurutnya,aturan lain juga diterapkan perihal tidak diperbolehkanya membawa senjata tajam ( sajam), meliputi gunting atau lainya. Disamping itu, power bank yang dibawa untuk pengisian hand phone juga tidak boleh melebihi 2000 Mah.

" Membawa rokok, bagi Jemaah Haji kaum lelaki, juga dibatasi 2 pres, yang 1 pressnya berisi 12 pak. Dan, dari aturan yang diterapkan, para Jemaah Haji belum ada yang melanggarnya saat keberangkatan berlangsung" pungkasnya.

Sekedar diketahui, 341Jemaah Haji asal Kota Kediri diberangkatkan dari Aula Muktamar Lirboyo, Jumat (3/8/2018), sekitar pukul 07.15 WIB, menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Para Jemaah calon haji tersebut tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 53. (bud)

 

Foto : Terlihat beberapa pengurus DPC PDI P Kabupaten Kediri membuka paksa pagar, usai disegel perwakilan PAC

KEDIRI (KoranTransparansi) - Pengurus DPC PDI Perjuangan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, membuka segel kantor partai, Sabtu (3/8/2018). Hal ini dilakukan usai sehari sebelumnya, kantor partai berlambang 'Moncong Putih' yang bertempat di Jalan Kediri - Gurah, Kabupaten Kediri ini disegel oleh sejumlah pengurus PAC.

Pembukaan segel berlangsung sekitar pukul 14.00 Wib, dengan cara memotong kunci gembok dan rantai secara paksa. Bahkan, para pengurus DPC juga menurunkan spanduk berisi tuntutan yang ditandatangani 16 PAC di pagar.

Wakil Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Kediri, Edi Santoso mengatakan, pembukaan segel kantor partai ini dilakukan usai para pengurus DPC melakukan koordinasi langsung dengan DPP PDIP. Tujuannya, agar tidak mengganggu kinerja partai menjelang Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019.

"Sekretaris cabang PDIP Kabupaten Kediri dalam hal ini bapak Sulkani telah berkoordinasi dengan DPP PDI Perjuangan yang ditemui oleh Bapak Idham Samawi, sekaligus ketemu dengan Bapak Hasto Kristianto, selaku Sekjen PDI Perjuangan. Menginstruksikan, bahwa untuk proses penyegelan ini harus segera dibuka. Karena, jangan sampai kinerja partai ini menghadapi tahapan-tahapan Pileg yang terus berjalan ini," kata Edi Susanto di Kantor DPC PDIP Kabupaten Kediri.

Menurutnya, proses persiapan menghadapi pemilu, tambah Edi, berdasarkan hasil koordinasi dengan DPP PDIP tidak boleh terganggu. Artinya, kinerja partai tidak boleh terhambat. Apabila ada dinamika akan diselesaikan secara bersama-sama.

"Untuk tuntutan dari temen-temen yang kemarin mengajukan surat tuntutan, tentu saja akan ada undangan untuk mereka menyelesaikan itu secara organisatoris. Kapan waktunya, kita menunggu dalam waktu dekat 3 sampai 4 hari kedepan," imbuhnya

Edi menjelaskan, perihal Peraturan Partai (PP) 25A Tahun 2018 yang dipertanyakan oleh para pengurus PAC adalah tentang mekanisme dan tata cara pencalonan anggota DPRD Provinsi dan DPRD kota kabupaten, sudah melalui mekanisme yang ada. Meliputi, tes psikologi dan lain-lain.

Lalu, saat ditanya akan penyelesaian secara pertemuan bersama dengan PAC nantinya apakah akan mempengaruhi formasi dan nama-nama bacaleg PDIP Kabupaten Kediri? Edi menjawab, masih memungkinkan. 

" Apalagi, dari hasil verifikasi KPU Kabupaten Kediri ada diantara bacaleg yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) " pungkasnya.

Sekedar diketahui dalam pemberitaan sebelumnya, puluhan massa dari 16 PAC PDIP Kabupaten Kediri meluruk partai karena merasa kecewa terhadap proses dan mekanisme pencalegan. Mereka, terpaksa menyegel kantor DPC PDIP Kabupaten Kediri dengan alasan dapat bertemu secara langsung dengan Ketua DPC PDIP Sutrisno maupun Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Kediri Sulkani. 

Dan, usai menyegel kantor, massa sempat datang ke KPU setempat untuk mempertanyakan bacaleg PDIP dengan pengawalan ketat aparat Kepolisian.(bud)

Foto : Puluhan massa saat mendatangi kantor DPC PDI P Kabupaten Kediri

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Setidaknya 16 Pimpinan Anak Cabang ( PAC ) PDIP Kabupaten Kediri , mendatangai dan menyegel kantor DPC PDIP, yang bertempat di Jalan Raya Kediri Gurah, Kabupaten Kediri, Kamis (2/8/2018).

 
Hal ini dilakukan, usai upaya mereka menemui Ketua maupun Sekretaris pengurus DPC PDIP Kabupaten Kediri, tidak membuahkan hasil.
 
Keterangan Antok Gondrong, Ketua PAC PDIP Kabupaten Kediri, pihaknya dalam hal ini menanyakan mekanisme pencalegan yang dianggap tidak sesuai ADART PDIP yang ada saat ini.
 
" Kita melakukan aksi damai dan bukan demo untuk menanyakan surat yang dikirim PAC ke DPC beberapa waktu lalu " ungkap Antok, yang juga sebagai Korlap saat melakukan orasi di kantor DPC PDIP.
 
Menurutnya, jika yang dilakukan oleh rekan-rekan PAC bukanlah aksi maupun demo ,melainkan lebih menanyakan pihak DPC terkait surat yang dikirim oleh PAC beberapa waktu lalu yang isinya ada lima item.
 
Diantaranya, Surat dari DPP SK 25 A mengenai proses pencalegan anggota PAC yang tidak dilalui oleh pihak DPC. Dan pihak DPC tak pernah berkordinasi dengan PAC terkait pencalegan serta tidak pernah diajak rapat pleno untuk mengusung Caleg yang ada 
 
" Dari 16 PAC yang ada di Kabupaten Kediri intinya ingin menanyakan hal tersebut pada Ketua DPC maupun Sekretaris DPC PDIP.Bahkan, pihak pengurus DPC PDIP Kabupaten Kediri tidak memberikan alasan, hingga menjadikan surat kami dibalas" pungkasnya.
 
Ditempat yang sama, Edie Santoso Wakil Sekretaris DPC PDI P Kabupaten Kediri, jika Ketua maupun Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Kediri tidak bisa menemui PAC yang menyampaikan aspirasi, lantaran ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan.
 
" Bapak Ketua maupun Pak Sekretaris hari ini sedang ada agenda penting " ungkap Edie 
 
Perihal tudingan pihak DPC PDIP Kabupaten Kediri, belum membalas surat dari PAC, lantaran ingin mengajak PAC guna duduk bersama, supaya bisa menerima aspirasi.
 
" Pihak DPC sebenarnya mau mengajak PAC untuk duduk bersama namun pihak PAC masih enggan" pungkasnya.
 
Sekedar diketahui,  puluhan massa yang mendatangi kantor DPC PDI P Kabupaten Kediri, dengan memakai kaos bertuliskan ganti DPC PDIP Kabupaten Kediri.Mereka, naik beberapa unit mobil bak terbuka dan sepeda motor dengan pengawalan ketat aparat Kepolisian.(bud)
 
 
Kapolres Saat Menunjukkan Uang Rp 60 Juta Sebagai BB

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) - Tersangka percobaan pembunuah Lurah Penataban, Kecamatan Giri, Banyuwangi, Wilujeng  Esti Utami, S.sos, M.Si, Agus Siswanto (45) dilumpuhkan dengan timas panas. Karena, Agus mencoba melawan petugas yang akan menangkapnya. “Ya, karena melawan, tersangka dilumpuhkan dengan petugas,” tandas Kapolres Banyuwangi, AKBP Donny Adityawarman, Kamis (2/8/2018) petang di Mapolres.

Menurut Kapolres, pengakuan tersangka dalam melakukan percobaan pembunuhan tersebut dilakukan sendiri. “Mulai menjemput lurah di kantor Lurah Penataban hingga menganiaya dan mengikat serta menceburkan korban ke sungai ditangani sendiri,” papar Donny.

Dalam perbuatanya, tersangka dikenakan pasal 340 Jo 53 KUHP dengan ancaman hukuman mati/hukuman 20 tahun penjara subsider pasal 365 ayat (2) 4 E KUHP ancamanya 12 tahun penjara. “Karena perbuatanya, tersangka dijerat pasal itu. Karena, percobaan pembunuhan yang direncanakan dan atau pencurian yang didahului dengan kekerasan,”ungkap Kapolres.

Ditanya kenalnya dimana antara Lurah (korban) dan tersangka, Kapolres menyatakan kalau Agus dikenalkan dengan seseorang teman dengan korban. “Nah, yang dikatakan teman itu masih terus dilakukan pendalaman pemeriksaan lebih lanjut. Jadi, kami sudah melakukan pemeriksaan beberapa saksi,” bebernya.

Dilakukan rekontruksi, kata Kapolres, untuk menguatkan bukti-bukti yang ada dan ternyata, apa yang dikatakan tersangka sudah sesuai dengan yang dilakukan tersangka dalam melakukan kejahatanya. “Jadi, tadi sudah di rekontruksi, dan hasilnya sesuai yang dilakukan tersangka dalam percobaan pembunuhan itu,” jelas Kapolres.

Seperti diketahui, Wilujeng, Lurah Penataban mengalami percobaan pembunuhan yang dilakukan Agus Siswanto (Agus Welek). Bahkan, Selasa (31/7/2018) dijemput Agus dengan mnengendarai Hyundai. Menurut Agus kepada korban, korban akan dibawa menemui KH Ali Maki Zaini (Gus Maki) Ketua PCNU Banyuwangi. Kata tersangka, Gus Maki  akan meminjam sejumlah uang. Jumlah uang itu disepakati bu Wilujeng Rp 60 juta. 

“Menurut keduanya menuju ke blokagung membawa uang yang disiapkan oleh bu lurah. Sesampai di daerah Tegalsari, ternyata tidak langsung ke Tegalsari, melainkan mengarah ke Gumitir. Sampai Gumitir dan lain sebagainya, dalam perjalanan bu lurah dianiaya dan dipukul dengan palu maupun ditodong pistol (seperti pistol, tapi mainan),” ujarnya.

Namun, masih diperjalanan, bu Lurah dipaksa untuk melempar uangnya dijok belakang sambil dipukuli dengan tangan kosong. Saat dipinggir sungai di daerah Bangorejo, lurah dikeluarkan dari mobil dalam kondisi badanya diikat, kemudian tubuhnya dibuang ke aliran sungai.

“Alhamdulilah ibu lurah bisa bertahan dalam kondisi badanya terikat dan itu hampir satu jam berhasil diselamatkan warga dan anggota polisi yang ada di Bangorejo. Dari hasil tersebut kita lakukan tindak lanjut untuk terduga tersangka maupun untuk penyelesaian masalah ini. Tadi subuh tidak sampai dua jam kita sudah bisa mengamankan orang yang diduga bernama Agus tersebut dan potonya tersebut kita sampaikan ke bu lurah,” papar Kapolres.

Awalnya, kata Kapolres, Agus tidak mengaku. Tapi berdasarkan keterangan-keterangan orang yang ada dikelurahan pada waktu itu kalau bu lurah keluar dari kantor. Kemudian pembantu rumah tangga yang ada dirumah Agus sendiri memang betul Agus memiliki mobil yundai warna silver dan orang yang ada di kelurahan menyampaikan hal yang sama. Jadi, semuanya jelas.

“Dari hasil keterangan tersebut kita lakukan pengembangan ternyata benar bahwa uang Rp 60 juta masih ada dengan bungkusnya dari Bank mandiri ditemukan dirumah pengasuh anaknya Agus yang ada Desa Kebaman, Kecamatan Srono, tidak ditaruh rumah Agus. Sedangkan tas rangsel yang digunakan bu lurah dibuang di daerah Tegalsari. “Sementara HP masih kita cari dididuga masih disekitar Bangorejo dan mobil disimpan di Bangorejo disalah satu kerabatnya,” bebernya. 

Polres juga menyita beberapa kantong plastik warna hitam (untuk mengikat menjadi tali), sebuah pakaian korban,  uang senilai Rp 60 juta, tas warna hitam dan HP Merk Samsung warna putih.

Sementara itu, tersangka Agus Siswanto kepada wartawan mengaku menyesal atas perbuatanya. Dia juga mengaku kenal dengan Lurah, karena temanya bernama Sujiono. “Yang jelas saya menyesal atas perbuatan itu, Dan, saya kenal lurah dikenalkan Sujiono,” ujar Agus yang mengaku dari LSM Lembaga Peduli Rakyat Indonesia (LPRI). (ari)

 

Foto :  Terlihat Pangdam V Brawijaya Mayjen Arif Rahman saat melakukan cek kesiapan personel di Batalyon 521

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Panglima Kodam V Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman melakukan pemeriksaan kesiapan prajurit Yonif Mekanik di markas Batalyon Infanteri 521/DY Kediri, Rabu (01/8/2018). Hal ini dilakukan, lantaran Prajurit Macan Kumbang ini akan bertugas sebagai Satuan Tugas (Satgas) Operasi Pengamanan Perbatasan sektor selatan Papua.

Pemeriksaan ini dilakukan,  guna memastikan kelengkapan materiil, kesiapan tekhnis sekaligus perbekalan yang akan dibawa oleh para prajurit Yonif mekanik 521 Kediri saat berangkat menjalankan tugas negara, yang dijadwalkan pertengahan Agustus 2018, ini.

Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman menjelaskan , jika pasukan yang akan dikirim ke Papua Sektor selatan , tidak hanya menjaga perbatasan namun juga memberikan bantuan pada masyarakat dalam hal pendidikan serta pengairan disana.

" Mereka tidak hanya bertugas menjaga perbatasan, melainkan juga memberikan bantuan pada masyarakat disana ” ungkap Mayjen TNI Arif Rahman.

Menurutnya, pasukan yang dikirim ke Papua berjumlah tiga Satuan Setara Kompi (SSK) dengan jumlah pasukan sebanyak 450 prajurit .

Dan, Pangdam V Brawijaya juga berpesan kepada Satgas yang ditugaskan ke Papua selama 9 bulan lamanya, untuk menjaga kesehatan dan juga waspada karena didaerah tersebut juga masih ada sisa pemberontak.

” Pastinya, ada 450 personel yang akan diempatkan di 15 titik Pos Perbatasan Merauke Papua, Dan anggota diwajibkan untuk selalu waspada dan dekat dengan masyarakat disana ” pungkasnya.(bud)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...