DAERAH

Kadis Pertanian, Drs H Arief Setiawan

BANYUWANGI (koran Transparansi) - Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) di belakang Makodim Banyuwangi milik Dinas Pertanian Banyuwangi akan disulap menjadi Rumah Sakit (RS) Hewan. Hal itu menjadi rintisan RS Hewan untuk tahun 2018. Karena, di Jawa Timur ada 4 RS Hewan, termasuk Banyuwangi. Adanya RS Hewan tersebut menjadi rujukan bagi Puskeswan-puskeswan yang ada.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi, Drs H Arief Setiawan kepada wartawan kemaarin. “Pada tahun 2017 kita jadikan Puskeswan. Di Banyuwangi ini menjadi rintisan rumah sakit hewan banyuwangi. Untuk tahun 2018 ini kalau ada anggaran yang baru kita sesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhannya. Antara lain meja operasi, lighting, kamar-kamar untuk hewan, rawat inap,” ujar Arief.

Di Tahun 2018, kata Arief, sedang membuat regulasi dengan rumah sakit hewan. Rumah sakit hewan ini nantinya akan menjadi sebuah rujukan bagi puskeswan-puskeswan yang mempunyai kebutuhan terbanyak di Jawa Timur. 

“Kita punya 12 puskeswan harapan kami bentuk pelayanan kepada masyarakat menjadi bentuk yang benar-benar direct langsung. Kebutuhannya juga banyak masyarakat yang membutuhkan itu. Sekarang kan ada lifestyle baik hewan maupun setengah binatang,” paparnya.

Lokasinya di puskeswan Banyuwangi yang ada di belakang Kodim. Anggaran sementara alatnya saja,  karena masih belum mampu untuk memfasilitasi. Fasilitas yang ada ini ada usg, tempat beroperasi, tapi tak layak hanya operasi kecil saja dan belum memenuhi syarat. “Kita menggunakan puskeswan ini dan kita tingkatkan menjadi rumah sakit hewan. Jadi rintisan, di Jawa Timur baru ada 4, tapi milik Pemprov Jatim. Kalau yang Banyuwangi ini yang punya pemerintah daerah Banyuwangi,” papar mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Banyuwangi. (ari). 

Made dan Yusuf Widyatmoko Menyerahkan Santunan Anak yatim

BANYUWANGI (Koran Transparansi) - Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, SE secara tegas meminta kepada seluruh kader PDIP untuk merebut hati simpati rakyat Banyuwangi. Karena, tahun 2018 ini adalah tahun politik, sehingga bagaimana kader berjuang untuk mencari simpati hati rakyat Banyuwangi.

“PDIP saat ini sudah berusia 45 tahun. Kita sudah makin dewasa, makin matang dan makin cerdas. Maka dari itu, para kader PDIP, terutama yang akan mencalonkan diri sebagai calon legislatif tentunya harus bisa merebut hati masyarakat Banyuwangi,” tandas Made kepada wartawan usai memimpin upacara HUT PDIP ke-45 dihalaman sekretariat PDIP Jalan Jaksa Agung Banyuwangi, Rabu (10/1) kemarin.

Kader, kata Made,  mulai saat ini harus pandai-pandai mengambil hati rakyat untuk mempersiapkan Pemilu Legislatif 2019 mendatang. Karena, waktunya tidak sampai setahun. “Nah, mulai sekarang sudah waktunya bisa mengambil hati rakyat Banyuwangi. Karena waktunya tidak sampai setahun,” ungkap Made yang juga Ketua DPRD Banyuwangi itu.

Bahkan, dalam upacara yang diikuti seluruh pengurus harian Cabang hingga pengurus Anak Cabang benar-benar hikmah. Apalagi, komandan upacara dipimpingi langsung Slamet Buku, pengurus PDIP Cabang, seperti mirip Aparat dalam memimpin upacara atau apel. Made juga memberikan perintah, agar kader-kader PDIP tetap solid dan kompak.

“Yang sudah kompak harus tetap kompak dan yang  masih belum kompak harus dikompakkan. Nah, disinilah PDIP makin solid dan kompak, sehingga PDIP tetap jaya. Sesuai usinya 45 tahun, kader-kader harus kompak,” paparnya.

Ketika ditanya wartawan terkait pengganti Abdullah Azwar Anas, Made mengaku masih mengetahuinya. Tunggu saja, nanti malam pukul 19.00 Ketua DPC PDIP Se-Jatim akan ikut mengantar ke KPU Jatim untuk mengantar daftar Cagup-Cawagub yang diusung PDIP. “Tapi  nanti siapapun penggantinya yang ditugaskan oleh partai mendampingi Gus Ipul kita siap mengawal,” ujar Made. Dalam HUT PDIP ke 45 itu, dilakukan santunan anak yatim dan tasyakuran tumpengan. (ari) 

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawa Bayu Aji

Sidoarjo.(Koran Transparansi - Kepolisian Resort Kota Sidoarjo ( Polresta Sidoarjo )  menggelar upacara serah terima jabatan ( sertijab )  3 perwira pejabat utama di wilayah hukum Polresta Sidoarjo diantaranya Kasat Lantas Polresta Sidoarjo, Kapolsek Candi, dan Kapolsek Taman.

Upacara sertijab yang dilaksanakan di gedung Rupatama Bharadaksa Polresta Sidoarjo, berlangsung dengan kidmad.  Serah terima jabatan merupakan tindak lanjut dari keputusan Kapolda Jatim tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan lingkungan Polri. ( selasa, 09/1/2018 ).

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawa Bayu Aji bertindak sebagai inspektur upacara serah terima jabatan, juga diikuti oleh seluruh pejabat utama dan Kapolsek Jajaran serta anggota Bhayangkara Polresta Sidoarjo.

Kegiatan tersebut juga dilakukan pengambilan sumpah jabatan oleh Kapolresta Sidoarjo kepada pejabat baru serta melakukan penandatanganan berita acara sertijab, pakta integritas dan berita acara sumpah jabatan yang disaksikan seluruh peserta upacara.

Perlu diketahui, serah terima jabatan tersebut, posisi Kasat Lantas yang sebelumnya dijabat Kompol Wahyu Endrajaya sekarang berpindah tugas menjadi Wakapolres Kediri Kota dan digantikan oleh Kompol Dhyno Indra Setyadi yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Kasubbag Bagdalpers RO SDM Pold Jatim.

Untuk jajaran Kapolsek , Kompol Kusminto yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Candi berpindah tugas sebagai Kapolsek Wiyung Polrestabes Surabaya dan digantikan oleh Kompol Fahul Azmi yang sebelumnya menjabat KabagRen Polres Pasuruan Kota,  serta Kapolsek Taman Kompol Sujut berpindah tugas menjabat Kasubbag Proga Bagren Polrestabes Surabaya , untuk posisi Kapolsek Taman digantikan oleh AKP Samirin yang sebelumnya menjabat Panit II Subditkilas Dit Pamobvit Polda Jatim.

Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Himawan Bayu Aji dalam amatannya mengatakan mutasi jabatan merupakan hal biasa terjadi di lingkungan Polri maupun di intansi - intansi lain, karena mutasi jabatan merupakan salah satu kebijakan pimpinan dalam proses pengembangan karier setiap anggota Polri. “ Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan pengalaman dan keluasan wawasan bagi pejabat yang bersangkutan sebagai bekal pengembangan diri maupun jenjang karier berikutnya yang sesuai tujuan pembinaan personil,” ujar Kombes Pol Himawan Bayu Aji.

Pada kesempatan tersebut, perwira berpangkat melati tiga ini mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada Kompol Wahyu Endrajaya yang telah berperan sebagai Kasat Lantas Polresta Sidoarjo serta Kapolsek Candi juga Kapolsek Taman. Karena selama ini Ketiganya dianggap telah berperan secara optimal saat bertugas Polres Sidoarjo ini.
"Untuk itu saya mengucapkan selamat bertugas ditempat yang baru dan jabatan baru, yaitu Kompol Wahyu Endrajaya sebagai Wakapolres Kediri Kota, Kompol Kusminto sebagai Kapolsek Wiyung Polrestabes Surabaya dan Kompol Sujut menjabat Kasubbag Progar Bagre Polrestabes Surabaya,"tuturnya. (eka/ary)

Gus Aiz-Jono saat meminta restu Kiai Sepuh di kediaman Gus Ab

KEDIRI (koran transparansi) - Memasuki hari terakhir pendaftaran Pilwali Kediri 2018, bakal calon pasangan Walikota dan Wakil Walikota Kediri, Aizzudin Abdurrahman dan Sujono Teguh Wijaya, resmi mendaftarkan diri, Rabu (10/1/2018). Hal ini, usai Gus Aiz dan Jono, sapaan akrab keduanya, direstui para Kiai Sepuh di kediaman Ketua PCNU Kota Kediri KH. Abu Bakar Abdul Djalil atau Gus Ab.

Diantar oleh empat Ketua Partai Politik pengusungnya, PKB, Gerindra, PPP dan Golkar, keduanya sungkem, meminta petuah atau nasihat dan doa dari para masayyih. Diantaranya, KH. Mahin Toha dan KH. Sholeh Abdul Djalil.

Dalam kesempatan itu, Gus Ab dalam nasehatnya meminta, agar pasangan Gus Aiz dan Jono mengawali dengan niat yang sungguh-sungguh, kompak dalam berusaha dan tidak menyalahkan satu sama lainnya. "Semua adalah kehendak Allah SWT," tutur Gus Ab.

Nasihat juga disampaikan oleh KH. Mahin Toha dan KH. Sholeh Abdul Djalil. Keduanya berdoa untuk kemenangan Gus Aiz dan Jono dalam kontenstasi Pilwali Kediri 2018.

Terpisah, Ketua DPC PKB Kota Kediri Oing Abdul Muid mengatakan, koalisi empar partai PKB, Gerindra, PPP dan Golkar, telah siap mengusung dan mengantar pasangan Gus Aiz dan Jono daftar ke KPU Kota Kediri.

"  Formasi 12 kursi di DPRD dirasa sudah ideal " ungkap Gus Muid, sapaan akrab Ketua DPC PKB Kota Kediri sekaligus Ketua Tim Pemenangan pasangan Gus Aiz-Jono.

Gus Muid juga enjelaskan, meskipun Gus Aiz, figur baru dan muda, tetapi memiliki segundang pengalaman. Diantarnya di PBNU dan Pagar Nusa. Selain itu, juga memiliki visi dan misi yang baik untuk kemajuan Kota Kediri.

"Saya melihat visi dan misinya bagus. Kami yakin masyarakat Kota Kediri bisa menilai mana yang terbaik," imbuhnya

Sementara itu, KPU Kota Kediri memperpanjang waktu pendaftaran di hari terakhir hingga pukul 24.00 WIB. (bud)

Kepala Dinas Perhubungan Sidoarjo, Drs. Ec. Asrofi MM

Sidoarjo (Koran Transparansi) Tahun Anggaran 2018 Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Perhubungan ( Dishub ) Sidoarjo segera memasang pintu perlintasan kereta api,  karena masih banyak di temui perlintasan KA di wilayah Sidoarjo yang belum ada palang pintunya. Selain itu juga banyak permintaan masyarakat Sidoarjo untuk pemasangan palang pintu perlintasan KA .

Kepada koran transparansi, Kepala Dinas Perhubungan Sidoarjo, Drs. Ec. Asrofi MM mengatakan tahun 2018 prioritaskan pemasangan palang pintu perlintasan Kereta Api yang sebelum nya tidak pernah ada perlintasan nya. " untuk pemasangan nya , segera dilakukan di sejumlah lokasi , dalam rencana ada 7 lokasi yang akan di pasang". " ungkapnya" .

Asrofi menjelaskan pemasangan tersebut menunggu hasil lelang anggaran tahun 2018 serta rencananya juga melibatkan kepala desa ,  Camat dalam perekrutan petugas jaga palang pintu , selain itu untuk pemasangan dari pihak desa harus mengajukan usulan terlebih dahulu". " Desa yang belum ada palang pintu perlintasan Kereta Api terlebih dahulu mengajukan usulan melalui Kepala Desa dan Camat" tuturnya".

Selain melibatkan Kepala Desa dalam pengajuan pemasangan palang pintu perlintasan Kereta Api , perekrutan petugas jaga juga dari desa setempat." petugas jaga nanti di ambil dari desa setempat , dan juga mendapatkan pelatihan dari petugas Kereta Api , serta nanti akan di gaji melalui APBD, selain itu Kami juga fokuskan pada pembangunan doble track rel KA ". tambah Asrofi". 

Foto : Pelaku saat diamankan petugas gabungan dilokasi.

Kediri - Menganiaya istri dan mengancam petugas Satpol PP dan polisi dengan senjata tajam, pria paruh baya di wilayah Kota Kediri diamankan petugas, Selasa (9/1/2018Adalah Agus Misbakul Munir (53), warga Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, yang diringkus petugas, usai menganiaya Khoirul Ummatin (45) istrinya

Diduga, pemicu kejadian tersebut lantaran masalah biaya pendidikan anak mereka, yang akan dikirim ke pondok pesantren hingga berujung pada percekcokan.

Keterangan kerabat pelaku, Hj.Fanani (59), pelaku keseharianya hanya pengangguran dan kerap kali menganiaya istrinya apabila sedang marah.

"Dia ( pelaku) hanya seorang pengangguran. Kalau sedang marah dengan istrinya l, memang kerap menghajar dan memukul menggunakan sapu atau kayu," ucap Fanani Selasa (9/1/2018).

Hal senada diungkapkan Khoiru Ummatin, istri pelaku, bahwa dirinya sering menjadi korban kemarahan suaminya. Mulai dari tamparan, pukulan hingga tendangan serta pukulan benda tumpul kerap diterimanya

"Sering saya dipukul, ditampar dengan menggunakan kayu atau sapu. Yang paling parah hari, saat hendak hendak mengirim anak belajar ke Ponpes malah tidak memperbolehkan dan memukul saya," urainya.

Terpisah, Kasi Sumber Daya Aparatur Satpol PP Kota Kediri, Edy Santoso, mengaku, bahwa pihakmya menerima laporan adanya pertengkaran antar suami istri hingga mengakibatkan kekerasan dalam rumah tangga.

Selanjutnya, tiba dilokasi, pelaku sedang bersembunyi didalam kamar bersama anaknya. Dan, saat Satpol PP mendobrak masuk guna mengamankan pelaku, malah diancam sebilah pisau dapur. "Awas! Jangan Masuk," ucap Edi, menirukan ucapan pelaku saat mengancam petugas.

Lebih jauh dijabarkan Edi, guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, Satpol PP meminta bantuan Polresta Kediri. Hingga akhirnya, pelaku berhasil diamankan dan dibawa ke Polresta Kediri.

" Lantaran mengancam anggota saya dengan sajam. Akhirnya, kami meminta bantuan Kepolisian guna mengamankan pelaku," pungkas Edy, saat dilokasi kejadian.

Sementara, guna proses hukum selanjutnya, pelaku beserta barang bukti berupa sebilah pisau dapur, telepon genggam milil pelaku serta pecahan botol diamankan anggota Satreskrim Polresta Kediri.(bud)

banner