DAERAH

Petugas PT KAI saat melakukan penutupan akses jalan Perlintasan KA tanp palang pintu diwilayah Kediri.

KEDIRI (Koran Transparansi) - Dinilai membahayakan pengguna jalan dan merenggut banyak korban jiwa, PT KAI Daerah Operasional 7 Madiun, Sabtu (13/1/2018), melakukan penutupan Perlintasan Kereta Api (KA) tanpa dilengkapi palang pintu diwilayah kerjanya.

Supriyanto, Kepala Bidang Kehumasan PT KAI Daops 7 Madiun, mengatakan, hal ini dilakukan, lantaran trend kenaikan kecelakaan meningkat tiap tahunya.

" Mayoritas kecelakaan berlangsung di Perlintasan KA yang tidak dilengkapi palang pintu. Tahun 2016 sebanyak 50 kejadian kecelakaan dan meninggal.Lalu, tahun 2017, meningkat 78 kejadian" ungkap Supriyanto, Sabtu (13/1/2018).

Menurutnya, pihaknya sebenarnya sudah melakukan penutupan secara bertahap sejak September 2017, lalu. Setidaknya, sampai saat ini, sudah 56 Perlintasan KA tanpa palang pintu sudah ditutup.

" Total, ada 310 perlintasan KA diwilayah Daops 7 Madiun. Rincianya, 78 perlintasan KA sudah terjaga dan sisanya tidak terjaga. Dari sini, penutupan perlintasan KA yang tidak dilengkapi palang pintu akan dilakukan secara bertahap " imbuhnya.

Lebih jauh dikatakan Supriyanto, penutupan Perlintasan KA tanpa palang pintu dilakukan, sesuai UU 23 tahun 2007, tentang tidak diperbolehkanya perlintasan sebidang.

" Garis besarnya, ini wujud keselamatan dan kenyamanan bagi pengguna jalan. Dan, program penutupan Perlintasan KA tanpa palang pintu, juga sudah disosialisasikan ke masing-masing Kepala daerah diwilayah eks Madiun dan Kediri" pungkasnya. (bud)

Foto : Tersangka diamankan di Mapolsek Kediri Kota

KEDIRI (Koran Tansparansi) - Hanya gara gara tidak dipinjami duit, seorang pria di Kota Kediri mengembat alias mencuri sepeda motor milik mantan istrinya. Akibat perbuatannya, pelaku diamankan polisi bersama barang bukti satu unit sepeda motor Honda Beat.

Adalah Adi Ferdian (37) warga Jalan Mangga. Kelurahan Kaliombo, Kecamatan Kota Kediri. Dia diringkus petugas Unit Reskrim Polsek Kediri Kota usai mencuri sepeda motor mantan istrinya Tutut Heri Wuryanti  (47) warga Jalan Ngadisimo Gang I, Kelurahan Ngadirejo, Kota Kediri.

Pelaku melancarkan aksinya sekitar pukul 14.00 WIB, saat korban berada di rumah. Dia masuk ke gerbang, kemudian menyambar sepeda motor yang diparkir di teras rumah.Dan, korban baru tahu sepeda motornya raib saat diberitahu anaknya ada seseorang yang membuka pintu gerbang.

Pelaku akhirnya dapat diamankan petugas setelah ciri cirinya dikenali melalui keterangan sejumlah saksi. Kepada petugas, pria yang lengannya dipenuhi dengan tatto mengaku mencuri sepeda motor milik mantan istrinya karena jengkel tidak diberi hutang sebesar Rp 5 juta.

“Kami masih mengembangkan kasus ini. Apakah pelaku hanya sekali beraksi, atau pernah melakukan aksi serupa sebelumnya,” kata Kapolsek Kediri Kota, Kompol Sucipto, Kamis (11/1/2018).

Kini, tersangka Adi Ferdian kini harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Kediri Kota. Dia dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. (bud)

Wanita cantik ini akhirnya tak berkutik besama teman laki lakinya saat aparat Kecamatan menggerebek rumah kosnya.

Sidoarjo Koran Tansparansi) – Aparat Kecamatan terdiri Polsek, Koramil dan Kelurahan melakukan razia di rumah kos kosan  RT25/RW01  Dusun Panji Desa Siwalanpanji Kecamatan Buduran  yang dicurigai sering digunakan pesta narkoba.

Dirumah tersebut ditemukan sepasang pria-wanita diketahui tengah asyiik pesta Narkoba pada Rabu (10/1/2018) malam. Penggrebekan dilakukan setelah berhari hari aparat Kecamatan mencium gelagat yang mencurigakan. Bahkan, ketua RW dan RT juga dilibatkan agar tau kondisi warganya.

Malam itu petugas Kecamatan langsung menuju titik yang menjadi incaran. Pelda Bagus Babinsa Dusun Siwapanpanji mengetuk pintu kamar kos, seorang wanita cantik yang mengaku bernama  Suci,22, asal RT01/ RW 05 Dusun Sidodi Desa Sidomulyo Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri

Setelah dilihatnya ternyata seorang Babinsa, Suci menutup kembali pintu rapat rapat. Namun petugas langsung memaksa masuk kamar. 

Suci ternyata tidak sendirian. Didapati laki laki yang mengaku bernama Risky Sedayu, 22. Rizki tiba tiba bergegas menuju Toilet dengan membuang sesuatu. Bahkan Rizky, warga dusun Bligo RT 06 RW 02 Desa Klurak Kecamatan Candi berusaha melarikan diri. Namun belum sampai pintu agar rumah, Rizky, ditangakap anggota Polsek yang sudah mengepung rumah kos tersebut.

Setelah dilakukan penggeledahan didapati dalam saku celana Riskysebuah bong bekas pakai  kemudian Pelda Bagus memanggil anggota Polsek Buduran Aiptu Narko dan Aiptu Bagus. Aparat Polsek mengamankan barang bukti berupa alat hisap yang habis dipakai . Lalu Susi dan Rizky digiring  ke Polsek Buduran (med)

 

DG,22 Th, pemuda pengangguran yang kini tinggal Dusun Melian Rt 07 Rw 08, Desa Kejapananan Kecamatan. Gempol,  Kabupateb, kini diamankan Polsek Tanggulangin untuk pengusutan lebih lanjut.

Sidoarjo (Koran Transparan) - Reskrim Polsek Tanggulangin Sidoarjo berhasil mengungkap kasus penggunaan obat terlarang setelah Polisi menerima laporan dari masyarakat pada Senin (8/1/2018). Ini melanggar unang undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan

DG,22 Th, pemuda pengangguran yang kini tinggal Dusun Melian Rt 07 Rw 08, Desa Kejapananan Kecamatan. Gempol,  Kabupateb, kini diamankan Polsek Tanggulangin untuk pengusutan lebih lanjut. 

Menurut Kapolsek Tanggulangin, tersangka pengedar pil koplo di tangkap Unit Reskrim Polsek Tanggulangin sat berada di SPBU Jalan Alteri Porong Desa Kesambi Kcamatan Porong Kabuoaten Sidoarjo. 

Kapolsek Tanggulangin Kompol Sridi ketika dikonfirmasi menyangkut pengungkapan peredaran narkoba membenarkan. Para pengedar dan pemesanya kini diamnkan berikut barang buktinya. 

DG mengaku barang haram tersebut bukan miliknya melainkan  pesanan dari salah satu teman  benama Budi santoso. 

Barang  bukti yang diamankan diantaranya 190 butir pil diduga jenis dengan logo LL warna putih terdiri dari 3 bungkus plastik kecil masing masing berisi 50 butir dan 4 bungkus plastik kecil masing masing berisi 10 butir, uang tunai Rp.150.000, satu potong celana pendek danHP merk Haiser Andromax

BS, 23 th, Islam, swasta, pemesan tingggal di  Kaplingan Kedungkampil, Desa Kedungkampil Kecamatan. Porong Kabupateb. Sidoarjo. SL,39 th,tinggal di  Aspol Tanggulangin, Kab. Sidoarjo. Dan UT, 38 th. alamat Aspolsek,Tanggulangin Kecamatan, Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo. (ari/eka)

 

Dinas Perhubungan (Dishub) Banyuwangi terpaksa melakukan tinakan represif agar mayarkat jera dan tidak sembarangan perkir.

BANYUWANGI (Koran Transparansi) – Dinas Perhubungan Banyuwangi terpaksa harus menerapkan tindakan tegas menyusul makin maraknya parkir liar. Padahal Dishub sudah memasang rambu rambu lalulintas. 

Sosialiasi tehadap parkir ini sudah tak henti hentinya dilakukn mulai mobil keliling  woro woro, pemasangan rambu rambu larangan berhenti atau larangan parkir, juga lewat iklan iklan baik itu media cetak, one line, radio dan televisi.

Kepala Dina Pehubungan Banyuwangi Kusiayadi mengatakan pihaknya akan melakukan penggebmbosan terhadap mobil mobil yang melanggar. Tak terkecuali mobil dinas. Langkah represif ini sudah waktunya dilakukan. Sebab kalau tidak parkir akan seenaknya. Banyuwangi sudah menjadi tujuan wisata sehingga masyarakatnya harus tertib.

Kusiayadi mengaku banyak menemukan sopir parkir semaunya. Tanda larangan parkir sudah didepan. Malah terkadang petugas juga ada disitu, tapi mereka seolah tidak tahu. ucap Kusiayadi ambil geleng geleng .   

Dishub Banyuwangi kata Kusiayadi, akan menerjunkan tim kusus yang beranggotkan tiga pesonil untuk langsung mlakukan penggebosan. Kalau perlu dikunci. “Sudah waktunya Banyuwangi menjadi wilayah tertib lalin sepanjang 24 jam,” tandasnya. (ifr)

Foto : Massa saat mendatangi rumah Ketua DPC PDI P Kota Kediri

KEDIRI( Koran Transparansi) - Pendaftaran pasangan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Kediri, Samsul Ashar dan Teguh Juniadi diwarnai aksi protes. Rabu (10/1/2018) malam, ratusan kader partai PDI Perjuangan dan Partai Hanura meluruk rumah Ketua DPC PDIP Agus Sunoto di Kelurahan Semampir, Gang I No 39, Kota Kediri.

Massa membawa atribut partai sembari meneriaki Ketua DPC PDIP dan Hanura untuk keluar menemui. Hal ini dilakukan, lantaran tidak adanya tanda tangan surat mandat pendaftaran terhadap pasangan Samsul Ashar dan Teguh Juniadi menjadi ganjalan.

Dari kondisi itu, KPU Kota Kediri belum memberikan tanda terima pendaftaran karena syarat yang dimiliki pasangan calon ketiga ini masih kurang. Diantaranya, SKCK, Laporan Kekayaan dan Mandat Ketua DPC partai pengusung.

"Kami datang kemari atas nama kader PDIP. Partai ini besar. Kami tidak ingin dilecehkan seperti ini. Ketua DPC PDIP dan Hanura harus hadir di KPU sebagai partai pengusung. DPP telah mengeluarkan rekom dan menginstruksikan DPC untuk mendaftarkan pasangan Samsul Ashar-Teguh Juniadi," tegas Agus Purwanto, salah satu kader PDIP.

Ditambahkan Agus, dari pertemuan yang berlangsung di rumah Ketua DPC PDIP, ternyata Ketua DPC Partai Hanura, Budi Santoso sempat menolak menandatangani surat mandat. 

Menurutnya, tidak ada alasan jelas penolakan tersebut. Tetapi Agus Beton, sapaan populer Agus Purwanto ini menduga adanya kedekatan antara Budi Santoso dengan calon lain, yakni Sujono Teguh Wijaya, bakal calon Wakil Walikota Kediri yang diusung koalisi Partai Golkar, PKB, PPP dan Gerindra.

" Massa terus mendesak agar Budi Santoso segera membubuhkan tanda tangan dan bergegas datang ke KPU. Setelah diteriaki beberapa kali, akhirnya Wicung, nama akrab Budi Santoso pun bersedia " pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, sebagian massa masih bertahan di depan rumah Ketua DPC PDIP. Sementara lainnya, kembali ke KPU untuk mengantarkan pendaftaran Samsul Ashar dan Teguh Juniadi. Mengingat, hari ini terakhir waktu pendaftaran dan KPU memberi batas waktu hingga pukul 24.00 WIB. (bud)

banner