DAERAH

Gara gara Narkoba, Pegawai PLN Diciduk Polisi

Sumenep (Koran Transparansi.com) - BA alias GM   Pegawai PLN di Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur diciduk Polisi setempat diduga sebagai pengedar narkoba jenis sabu sabu. BA ditangkap polisi pada Senin 11/6/2018 sekira 21.30 Wib.

Informasi yang dihimpun wartawan korantransparansi.com, bahwa dari tangan orang yang diamankan Polisi ini, barang bukti (BB) yang berhasil disita Polisi : a). 2 (dua) kantong plastik klip kecil berisi Narkotika jenis sabu berat kotor lk 0,45 gr. b). Satu sobekan tisu warna putih yg berfungsi sebagai pembungkus 1 (dua) kantong plastik klip kecil berisi Narkotika jenis sabu. c). 1 (satu) unit handphone merk Samsung Galaxy s7 berikut nomor Simcard 085233262672. 

Informasinya, laki-laki Islam yang berani nekat memakai narkotika jenis sabu dibulan puasa ini, ternyata seorang  pekerja karyawan PLN, asal Dusun Wakduwak RT. 01 RW. 01 Desa Pancor kecamatan Gayam Kabupaten Sumenep. Selasa 12/6/2018.

Tempat Kejadian Perkara (TKP) tersebut di Jl. Raya Gayam Dusun. Banasem, Desa Gayam Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep.

Sementara Kasuag Humas Polres Sumenep sampai berita ini dikeluarkan belum bisa memberi keterangan yang jelas, walaupun sudah dikonfirmasi oleh media (fidz).

 

BNN Sumenep Berlakukan Tes Urine Bagi ABK

Sumenep (KoranTransparansi.com) - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumenep gencar melakukan tes urine terhadap para penyedia jasa transportasi di wilayah kabupaten sumenep Madura jawa timur, kali ini giliran penyedia jasa transportasi laut di pelabuhan kalianget, namun sayang BNN enggan membeberkan hasilnya kepada awak media. Senin 11/6/2018.

Dharma Kartika, tujuan Pulau Ra’as menjadi sasaran pertama petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk di lakukan tes urine, saat tiba di pelabuhan kalianget petugas langsung menuju dermaga1.

Setelah berkoordinasi dengan pihak kapal, petugas langsung meminta semua nahkoda dan anak buah kapal (ABK) untuk melakukan tes urine dengan melakukan pendataan dan pengambilan sampel air kencing, seperti biasa tak ingin kecolongan petugas BNN berbagi tugas, sebagian mengawasi pengambilan sampel di kamar kecil.

Agung, salah satu nahkoda KM. Dharma Kartika, mengaku sangat welcome terhadap kegiatan yang di lakukan BNN untuk mendeteksi penyalahgunaan narkotika dikalangan penyedia jasa, hal ini sangat penting di lakukan karena akan memberikan efek positif kepada para penumpang.

“Saya sangat welcome tentunya dengan kegiatan BNN ini karena di perusahaan kami juga sangat ketat soal larangan penggunakan narkoba” kata Agung, salah satu Nahkoda, Km dharma kartika. Senin 11/06/018.

Sementara itu usai melakukan tes urine terhadap 21 Nahkoda dan Abk Km. Dharma Kartika, salah satu petugas BNN saat di Tanya hasil tes urine tersebut enggan menyampaikannya kepada awak media, ia hanya mengaku bahwa pihaknya ingin mengantisipasi penggunaan narkoba dikalangan penyedia jasa transportasi.

“kita ingin mengantisipasi penggunaan narkoba di kalangan penyedia jasa transportasi tadi ada 21 ABK dan nahkoda yang di tes urine"  kata Rahwini S, petugas BNN Kabupaten Sumenep.

Menurut Rahwini, pihaknya akan menyampaikan nanti hasil tes urine yang di lakukan seperti apa setelah menyampaikan laporan kepada pimpinannya, sehingga tidak bisa memberitahukan kepada awak media saat ini.

“Hasilnya nanti kami sampaikan” kata Rahwini, menambahkan.

Tidak semua nahkoda dan abk kapal yang ada di pelabuhan kalianget bisa di lakukan tes urine secara bersamaan karena terbatasnya personel BNN itu sendiri, di samping itu pemberangkatan kapal juga hampir bersamaan, namun pihak BNN berjanji akan tetap melakukan tes urine bagi mereka yang belum selesai (fidz).

Cegah Kelangkaan Elpiji, Hiswana Migas Kediri Kerahkan Satgas

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Himpunan Pengusaha Minyak dan Gas (Hiswanamigas) Kediri tidak ada kelangkaan dan menjamin ketersediaan gas elpiji untuk kebutuhan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 H.Bahkan, Hiswanamigas Kediri menerjunkan Satuan Tugas (Satgas) Pemantau Elpiji untuk mencegah terjadinya kelangkaan.

"Ketersediaan elpiji, khususnya melon (ukuran 3 kilogram) aman-aman saja. Tidak ada kendala di lapangan terutama di Karesidenan Kediri, termasuk di Tulungagung dan Trenggalek," kata Ketua Hiswanamigas Kediri, David Tompo Iswahyudi ditemui di Depot Pertamina Kediri Jalan Sultan Agung, No 52, Kota Kediri, Senin (11/6/2018).

Menurutnya, mendekati Lebaran, permintaan gas elpiji di wilayah kerja Hiswanamigas Kediri yang meliputi Karesidenan Kediri meningkat. Penyebabnya adalah tradisi mudik lebaran. Dimana, masyarakat menambah konsumsi gas elpiji untuk keperluan memasak untuk keluarga

"Karena ini menjelang Lebaran, otomatis pendatang semakin banyak, keluarga banyak dan mereka masaknya luar biasa. Sehingga terjadi peningkatan permintaan elpiji," beber David. 

Melihat adanya fenomena ini di lapangan ini, Hiswanamigas Kediri mengambil kebijakan untuk menambah pasokan gas elpiji melalui permintaan ke Pertamina.

"Ada penambahan pasokan yang artinya bersifat fakultatif pada hari libur antara 5-10 persen. Dan terus kita pantau perkembangannya di lapangan. Kalau pengguna masyarakat terus meningkat, kita tambah pasokannya," tegasnya. 

Selain menjamin ketersediaan stok elpiji, Hiswanamigas juga memastikan harga elpiji dijual sesuai dengan Harga Eceran Tetap (HET). Untuk gas elpiji ukuran 12 kilogram seharga Rp 140 ribu per tabung,  Bright Gas Rp 36 ribu dan elpiji melon subsidi pemerintah Rp 16 ribu per tabung.

"Kita imbau kepada masyarakat kalau membeli elpiji melon, belinya di agen resmi elpiji dengan harga Rp 16 ribu," tegas David.

Hiswanamigas memastikan agen maupun pangkalan elpiji tidak akan menjual diatas HET. Tetapi apabila di lapangan terjadi penjualan elpiji diatas HET, dipastikan berasal dari pengecer, bukan agen maupun pangkalan resmi.

"Pangkalan tidak boleh menjual diatas HET. Kalau diatasnya, itu pasti pengecer, karena mereka ambilnya di pangkalan. Sementara kami hanya bisa melakukan pemantauan sampai tingkat pangkalan, " imbuh David. 

Dalam memantau ketersediaan elpiji di lapangan, Hiswanamigas Kediri menerjunkan Satgas Pantau Elpiji. Mereka bergabung dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dari Pemerintah Daerah (Pemda) setempat. Di dalam TPID ini juga ada unsur Kepolisian dan Pertamina. 

"Personil kami yang ada di Satgas Pemantau Elpiji hanya ada dua, kemudian kepolisian ada dua orang, Pemerintah Daerah dua orang, dan Pertamina dua orang. Sehingga totalnya antara delapan sampai 10 orang. Tugas mereka monitoring di lapangan. Kalau ada kelangkaan, kita terjun ke lapangan untuk melakukan pengecekan. Setelah itu, kita mengajukan tambahan ke Pertamina sampai pada kegiatan dropping," pungkasnya. 

Data dari Hiswanamigas Kediri menyebutkan, total fakultatif penambahan pasokan elpiji melon untuk wilayah Kabupaten Trenggalek sampai 14 Juni 2018 sebesar 38.640 tabung.

Rinciannya, pada 1 Juni sebesar 10.080 tabung, 5-8 Juni sebesar 11.760 tabung,11-14 Juni sebesar 16.800 tabung.

Sementara untuk wilayah Kabupaten Tulungagung, pada 1 Juni 2018 sebanyak 21.280 tabung, 5- 8 Juni 2018 sebanyak 20.720 tabung, 11 - 14 Juni 2018 sebanyak  35.840 tabung. Sehingga totalnya sebanyak 77.480 tabung.(bud)

GP2 Sumenep Santuni 202 Anak Yatim & Dhuafa

Sumenep (KoranTransparansi.com) - Bulan Ramadhan 1439 H, Gerakan  Pemuda Peduli (GP2) Desa Dapenda Kecamatan Batang - batang  Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur menyantuni  202 anak yatim piatu dan Dhuafa' sekaligus berbuka puasa bersama yang digelar pada hari Minggu  (10/6/2018) kemarin yang di hadiri sejumlah tokoh masyarakat, pemuda, dan masyarakat.

Ketua GP2 Desa Dapenda, Masriyanto mengatakan, digelarnya acara santunan dan buka bersama digelar rutin setiap tahunnya. Selain itu, juga bertujuan untuk memberikan kebahagiaan dan cinta anak yatim dan dhuafa'.

“Acara digelar di bulan puasa memang rutin tiap tahunnya. Semuga sangat bermanfaat, barokah dan anak yatim dan dhuafa' juga merasakan bahagia" ujar Masriyanto pada wartawan korantransparansi.com. Minggu 10/6/2018 malam harinya.

Ia menambahkan, bahwa Gerakan pemuda peduli (Gp2) dengan tema "Panitia santunan anak yatim/piatu & dhu'afa' Desa Dapenda Kecamatan Batang - batang  kab. Sumenep" juga disuppot langsung oleh H. Mohammad Alim Ghani (toko mas pusaka).

"Alhamdulillah kami banyak didukung oleh masyarakat, dan ferutama oleh H. Mohammad Alim Ghani, pemilik toko mas pusaka yang ada di kota sumenep itu" tambahnya.

Tambahnya lagi, santunan yang diberikan kepada anak yatim itu 162 anak dan Dhuafa' 40 anak, jumlah keseluruhan 202 anak yatin dan dhuafa'.

"Santunannya berupa beras dan uang sebanyak Rp. 200.000 peranak yatim dan dhuafa'. Semuga ini semua sangat bermanfaat, dan kami berharap tahun depan bisa lebih banyak lagi" tutupnya (fidz).

Korban lakalantas jelang idul fitri mulai berjatuhan. Sepeti yang terjadi di Sumenep, Madura Jawa Timur.
Sumenep (KoranTransparansi.com) - Musim mudik kecelakaan lalulinfas mulai berjatuhan. Seperti yang terjadi di Jalan Raya Prenduan Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur. 
 
Kali ini antara Bus mini Warna Hijau Putih Bernopol M 7030 UV dengan sepeda Motor Supra-X 125 warna Hitam dengab Nopol M 6729 A.

Inj terjadi pada Senin 11 Juni 2018, sekitar Jam 09:30. Bermula ketika, sepeda motor dengan Nopol M 6729 A yang di duga hendak mendahului mobil Carry yang ada di depan dan setir sepeda motor tersebut tersenggol dari belakang body mobil Carry, sehingga sepeda motor itu oleng ke arah Bus Mini yang berlawanan arah dan ditabraknya, Kata saksi mata saat berada di tempat kejadian yang enggan disebut namanya.

Informasi yang dihimpun wartawan korantransparansi.com bahwa kejadian tersebut ada 2 korban, masing-masing atas nama Muksin (45) mengalami luka parah di bagian muka dan kakinya bersama Sandi Anas (20) meninggal dunia ketika hendak di bawa kepuskesmas Prenduan, kedua korban tersebut diketahui adalah Bapak dan Anak yang Beralamat Desa Kopedi, Kecamatan Bluto. Senin 11/6/2018.

Diketabui media ini supir Bus mini tersebut di ketahui bernama A Sutikna asal warga Desa Tanah Merah Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep. Sampai berita ini di terbitkan, tidak ada keterangan falid dari pihak Kepolisian setempat tetapi petugas laka lantas Polres Sumenep masih lakukan olah TKP (fidz).
Foto : Rangakaian acara Dikpol saat berlangsung di kantor DPC Kota Kediri

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Meski perhelatan Pemilihan Legeslatif ( Pileg) masih berlangsung 2019 mendatang, tapi koordinasi dan persiapan masing-masing Partai Politik ( Parpol) sudah menggeliat di Kediri. Salah satunya, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Kediri, Minggu (10/6/2018) petang, yang sudah memberikan pendidikan Politik ( Dikpol ) pada Struktural partai dan para kader partai Gerindra untuk memenangkan pemilu 2019 mendatang.

Bahkan, target yang akan diraih, yakni meraih kursi Ketua DPRD Kota Kediri. Hal ini, seperti diungkapkan Huda Salim, Ketua DPC Partai Gerindra kota Kediri. Bahwa, Dikpol yang digelar sebagai modal awal untuk memenangkan Pemilu 2019 nanti.

" Baian dari strategi partai Gerindra adalah Dikpol, agar nanti jika mendapatkan kursi DPRD para anggota sudah memahami arti Politik " ungkap Huda Salim, saat dikantor Partai Gerindra DPC Kota Kediri 

Menurutnya, para peeserta Dikpol yang dilibatkan meliputi struktural partai dan kader yang sudah mendaftarkan diri ke Partai Gerindra, guna maju pada Pileg 2019 nanti.

 " Sudah ada 22 formulir yang diambil oleh  pendaftar " ucapnya.

Berbicara target, Huda Salim menguraikan, partai Gerindra akan membatasi pendaftar Caleg 30 pendaftar. Dan, jumlah ini sudah termasuk perwakilan perempuan dari jumlah tiga dapil yang tersebar diwilayah Kota Kediri.

" Target partai tiap dapil mendapatkan tiga kursi " ungkapnya 

Dan, strategi pemenangan dalam pemilu 2019 selain memberikan Dikpol pada caleg, partai Gerindra kota Kediri juga akan menggaet  pemilih pemula dengan agenda beberapa program untuk pemuda dan pemilih pemula.

" Tentunya formula yang kami berikan sangat rahasia" pungkasnya.

Sekedar diketahui, pembicara dalam Dikpol partai Gerindra DPC kota Kediri menghadirkan Aizzudin calon Walikota Kediri yang diusung oleh partai Gerindra , PKB , PPP dan Golkar. Yang bersangkutan diundang, lantaran juga sebagai salah satu pendiri partai Gerindra saat di Jakarta. (bud)

 

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...