DAERAH

Peserta lomba Parade Kebangsaan HUT RI ke 73 di Desa Gintangan, Banyuwangi pada Senin (6/8/2018)

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) – Warga Desa Gintangan Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi melakukan doa dan ucapan belasungkawa atas tragedi gempa bumi di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu Malam (5/8/2018). 

Sebelum menggelar lomba ‘Parade Kebangsaan’ di lingkungan RW 2 Dusun Kedungbaru pada Senin sore (6/8/2018), peserta lomba dan warga setempat menggelar doa untuk keselamatan warga NTB.

“Segenap warga Gintangan turut berbelasungkawa atas gempa di Lombok. Semoga saudara kita di NTB diberi kekuatan dan ketabahan,” ungkap Ketua RW 2 Dusun Kedungbaru, Miftahul Huda.

Gempa berkekuatan 7 Skala Richter tersebut juga terasa di Banyuwangi. “Gempa terasa keras sekali. Warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri,” ungkap warga setempat, Ahmad Saidi.

Sementara itu, Kepala Desa Gintangan, Rusdianah mengajak warga untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan agar diberi kekuatan iman dan keselamatan.

“Semoga saudara-saudara kita di NTB diberi ketabahan dan kekuatan menghadapi musibah ini. Kepada korban yang meninggal dunia semoga diberi tempat yang layak disisiNya,” kata Rusdianah.

Warga perlu diberi pelatihan menyelamatkan diri

Untuk mengantisipasi jatuhnya korban jiwa, Rusdianah berharap ada pelatihan kepada warga tentang cara menyelamatkan diri saat terjadi peristiwa bencana alam.

“Masyarakat perlu diberi pemahaman bagaimana mereka harus bertindak saat bencana terjadi. Hal ini untuk meminimalisir jatuhnya korban jiwa,” ujar kepala desa perempuan ini.

Untuk itu, sebagai upaya untuk melindungi masyarakat dari berbagai musibah bencana alam yang kerap terjadi di Indonesia, Pemerintah Desa Gintangan akan berkoordinasi dan meminta bantuan dinas terkait untuk memberi pelatihan menyelamatkan diri saat bencana. (def)

 

PT. Mega Surya Mas Serahkan 360 Beasiswa di Sidoarjo dan Gresik

Sidoarjo (KoranTransparansi.com) - PT. Mega Surya Mas memberikan bantuan beasiswa kepada murid Sekolah Dasar (SD)  Tambak Sawah, Kecamatan Waru Sidoarjo. Biaya pendidikan yang merupakan CSR perusahaan diserahkan Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah, SH, M.HUM yang didampingi Direktur PT. Mega Surya Mas dan Kepala Dinas Pendidikan. 

Direktur PT. Mega Surya Mas Alok Kumar Ja`in menjelaskan PT. Mega Surya Mas sudah 25 tahun bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Sidoarjo melaksanakan dan mengantarkan program beasiswa ini secara konsisten.

Mereka yang menerima biasiswa sebanyak 360 siswa untuk 4 sekolah di Sidoarjo dan satu sekolah di Gresik. Untuk Sidoarjo diberikan beasiswa sebanyak 316 siswa yang terbagi dalam 4 sekolah yakni SD Tambak Sawah, SD Tambak Rejo, MI Darul Ulum, dan MI Nurul Ikhlas, sedangkan di SD Bedilan Gresik sebanyak 44 siswa yang menerimanya. 

Kriteria penerima beasiswa ini adalah siswa berprestasi, dalam artian siswa dari kelas satu sampai kelas 6 yang mendapat rangking 1 – 5, serta siswa prasejahtera. Dari 360 siswa penerima beasiswa, untuk tahun ini diberikan sebanyak 336 siswa berprestasi dan 24 siswa pra sejahtera. 

Selain menyalurkan CSR-nya di bidang pendidikan PT. Mega Surya Mas secara rutin untuk masyarakat Tambak Rejo dan Tambak Sawah mendirikan poliklinik untuk pengobatan gratis bagi masyarakat sekitar dan keluarga miskin, serta biaya berobat sebesar 50 persen untuk masyarakat lainnya.

PT. Mega Surya Mas yang dibagikan menjelang Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh warga Tambak Rejo dan Tambak Sawah kurang lebih 5.000 keluarga, kegiatan buka puasa bersama di masjid – masjid dan pondok pesantren, dan pemberian hewan kurban di masjid – masji.

Lalu,  pembangunan sarana dan prasarana untuk tempat ibadah, transportasi dan kebersihan hingga bantuan rutin setiap bulan kepada 14 yayasan panti asuhan yang berada di wilayah Sidoarjo dan Surabaya. 

“ini merupakan wujud nyata PT. Mega Surya Mas dalam memberikan perhatian, kepedulian dan sumbangsih kepada masyarakat Desa Tambak Sawah dan Tambak Rejo,” jelas Allok. 

Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah, SH, M.HUM menyambut baik program CSR PT. Mega Surya Mas untuk turut memajukan dan meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan para siswa di lingkungan sekitar perusahaan ini. 

Dan saya berharap apa yang dilakukan PT. Mega Surya Mas pada hari ini akan menjadi contoh bagi pihak – pihak swasta lainnya, serta OPD terkait untuk terus mengembangkan, menjalin kerjasama guna meningkatkan kualitas pendidikan dan Sumber Daya Manusia yang ada di Kabupaten Sidoarjo ini. 

“untuk itu saya mengingatkan bagi para penerima beasiswa ini untuk dimanfaatkan sebaik – baiknya beasiswa ini guna meringankan beban biaya pendidikan serta untuk memotivasi dalam menijngkatkan prestasi,” jelas Abah Ipul. (eka/med)

 Menpan Saat Dialog dengan Masram Didampingi Kapolres Banyuwangi

 

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men-PAN-RB), Dr H Asnan Abrur, SE terkejut melihat seorang kakek bernama Masram (70) warga Desa Bayu, Kecamatan Songgon yang masih mengurus Surat Ijin Mengemudi (SIM) C.

Saat itu, Masram sedang antri di Satuan Pelayanan Satu Atap (Satpas) Polres Banyuwangi untuk mengurus SIM.

“Bapak masih naik motor,” ujar Asman kepada Masram. “Iya pak. Ini ngurus SIM C,” jawab Masram kepada Men-PA-RB yang mengunjungi tempat proses SIM. Sudah lama menunggu,’ tanya Menpan, baru 30 menit. Sebentar lagi sudah dipanggil,” jawab Masram.

Menpan juga menanyai kepada warga yang sedang ngurus di Satpas. “Bagaimana ngurus SIM,” kata Menpan. “Enak, murah dan cepat,” jawab seorang ibu yang sedang antri.

Pernyataan warga tersebut merupakan jawaban atas pertanyaan Menpan yang melakukan kunjungan di Mapolres Banyuwangi, Senin (6/8/2018). Sekitar pukul 08.45 WIB, Menpan yang datang mengecek layanan SIM memang berdialog dengan Masram.

“Benar cepat ya! Bukan karena bilang cepat karena ada Pak Polisi,” tanya Asman Abnur didampingi Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman SIK.

Menpan pun mendapat penjelasan penegasan dari sang kakek. Tidak ada pungutan tambahan agar proses pengurusan SIM berjalan cepat dan tuntas. Sesuai ketentuan mengurus SIM C cukup membayar Rp 75 ribu. “Benar tadi bayar segitu ya,” tanyanya sekali lagi memastikan.

Menpan datang ke Banyuwangi dalam rangka menyongsong Wilayah Bebas Korupsi (WBK). Karena itu sebelum menyambangi Satpas Polres Banyuwangi terlebih dulu melihat dari dekat pelayanan di mall layanan publik milik Pemda Banyuwangi dekat Ruang Terbuka Hijau (RTH) Sritanjung. 

“Jika Banyuwangi masuk WBK maka tunjangan kinerja aparatur sipil negara (ASN) akan naik satu kali lipat. Apabila masuk Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) maka tunjangan kinernanya bakal naik dua kali lipat lagi,” tandas Asman kepada wartawan. 

Di institusi kepolisian, saat ini tunjangan kinerja bagi anggota biasa sekitar Rp 1,7 juta. Sedangkan untuk anggota yang memiliki jabatan tunjangan kinerjanya Rp 2.150.000. Andai Banyuwangi masuk kategori WBK maka tunjangan kinerja anggota biasa akan naik menjadi Rp 3,4 juta. Sedangkan untuk personil yang punya jabatan berada di kisaran Rp 4,3 juta.

Kini WBK sedang diupayakan. Penilaiannya berada di tangan eksternal masing-masing pengelola pelayanan publik. Eksternal itu salah satunya ada masyarakat. Penilaian itulah yang bakal menentukan apakah layanan publik di Banyuwangi layak masuk kategori WBK.

Disamping melihat layanan SIM, Menpan juga masuk di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dan Rupatama. Sekedar di ketahui, Polres Banyuwangi terus membenahi fisik bangunan maupun sistem layanan demi kenyamanan pelayanan publik. 

Kedatangan Menpan ke Banyuwangi sebenarnya hampir mampir sebentar. Sebelum ke Polres, Menpan juga mengunjungi Mal Banyuwangi yang didampingi Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas. Setelah selesai di Mapolres, Menpan langung meluncur ke Situbondo bersama Sekjen MA dan Waka Kajagung. (ari)

Sudarmono saat memberikan materi menejement pada Karangtaruna dan mahasiswa Inkafa yang sedang melakukan KKN di Gosari  Ujungpangkah Gresik, Minggu (5/8/2018)

Gresik (KoranTransparansi.com) -  Tempat Wisata Alam Gosari (Wagos) di Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik, diharapkan kedepannya menjadi tempat wisata alam andalan sekaligus menjadi alternatif bagi wisatawan lokal dan dan mancanegara di Jawa Timur.

Bukan saja lokasinya yang masih perawan, namun Wagos memiliki nilai sejarah yang tinggi. Setidaknya ada tiga obyek yang bisa dikunjungi diantaranya adalah sumber mata air (satu kolam dan mata air).

Lalu ada areal spot foto yang cantik dan  situs peninggalan Mojopahit. Situs ini ditemukan sekitar delapan tahun lalu. Dan sekarang Wagos terus dikembangkan serta dilengkapi kebutuhan lain untuk memenuhi kebutuhan tempat wisata.

Desa Gosari saat ini menjadi tujuan Mahasiswa Institut Keislaman Abdullah Faqih (Inkafa) melakukan Kuliah Kerja Nyata KKN selama sebulan sejak 9 Juli lalu. Ini adalah periode kali ketiga Inkafa KKN di Desa Gosari. kata Nurul salah satu mahasiswa yang sedang KKN di desa itu.    

Inkafa dan pemangku Desa Gosari, Minggu (5/8/2018) juga mengundang Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Provinsi Jawa Timur untuk memberikan pembekalan kepada perangkat Desa dan Mahasiswa yang sedang KKN. Ini untuk menambah pengalaman soal menejemen bisnis wisata maupun organisasi kepemudaan.

Hadir dalam kesempatan pertemuan terebut selain Sekdes Munir, juga Ketua Karang Taruna Mujib dan pengelola tempat wisata Wagos. Sedangkan dari LPM Provinsi Jawa Timur Wakil Ketua Bidang Humas H Amin Istighfarin,S.Sos, Wakil Sekretaris Fatkurahman,SE, Wakil Ketua bidang Ketenagakejaan, Pemuda dan Olahraga Dwi Sudarmono Wanudyantanto,ST, Sekretaris Korbid SDM Abdul Basith Arham,S.Psi. 

Sudarmono memberikan materi menegement bisnis pariwisata sedangkan Arham memberikan meteri optimilisasi menejement insan pariwisata. 

Meski Wagos ini sudah lama menjadi tempat wisata baru di Kabupaten Gresik  namun belum banyak diketahui oleh masyarakat pada umumnya akibat minimnya promosi. Kendala utamanya malah terjadi pada person pengelolanya. Misalnya tidak semua masyarakat atau Karangtaruna bersdia menjadi pengurus paguyuban. ujar Mujib, Ketua Kartar Desa Gosari Kecamatan Ujungpangkah Gresik. 

Ditambahkan pula bahwa faktor kedua ternyata selama ini belum terbentuk kepengurusan. Sehingga untuk memilih siapa yang menjadi ketua saja mengalami kesulitan. Padahal Wagos ini bisa mendatangkan uang. 

Dan ketiga karena minimnya pengalaman menejement berujung pada kelambatan pengembangan Wagos. Usai paparan dilanjutkan dengan diskusi terbuka. 

Sekretaris LPM Provinsi Jawa Timur Fatkurahman mengatakan lembaganya siap melakukan pendampingan agar Wagos lebih berdaya  . Bentuk bantuan yang bisa diberikan pada langkah awal dengan memberikan bantuan pelatihan menejement dan diklat bagi pengurus Wagos. "organisasi Wagos harus ditata dengan baik," tandasnya.

LPM Provinsi Jawa Timur perlu bertemu dengan kepala Desa setelah Pak Kepdes pulang dari Ibadah haji . Wagos ini diyakini akan menjadi tempat wisata andalan. Potensinya sangat besar. kata Fatkur. (ais)  

 

 Terlihat Guyub, dari kanan Kabid Humas PT Gudang Garam, Tbk, Iwhan Tri Cahyono, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar dan Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi

KEDIRI (KoranTransparansi) - Acara Kediri Festival Scooter ( KSF) 2018 ke 3 yang berlangsung di Gor Jayabaya,Kota Kediri, 3-5 Agustus 2018 makin meriah dengan kemasan akhir acara. Yakni, Rolling Thunder yang diikuti Kabid Humas PT Gudang Garam, Tbk, Iwhan Tri Cahyono, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar, Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi dan unsur Forkopimda Kota Kediri.

Menariknya, sebelum acara Rolling Thunder berlangsung, para peserta memberikan santunan terhadap ratusan anak yatim piatu yang sengaja dihadirkan dilokasi. Dan, digelarnya acara KSF ini, juga sebagai rangkaian Hari Jadi Kota Kediri Ke-1139. 

Dan, hampir sepuluh ribu scooterist atau julukan para penggemar Vespa, dari Sabang sampai Merauke hadir dan berbaur menjadi satu dalam acara tersebut.

Dalam sambutannya, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar mengucapkan selamat datang kepada para Scooterist di Kota Kediri.

" Selamat datang di Kota Kediri. Saya senang sekali kedatangan ribuan scooterist dari Sabang hingga Merauke. Bahkan ada juga dari luar negeri," ujar Walikota Kediri, yang akrab disapa Mas Abu, saat dilokasi Gor Jayabaya, Minggu (5/8/2018)

Dirinya berharap, dalam acara Kediri Scooter Festival ke 3 ini bisa menjadi ajang silaturahmi terhadap para Scooterist.

" Mudah-mudahan acara seperti ini akan terselenggara kembali," ungkapnya.Dan, Walikota muda ini juga menghimbau, agar para Scooterist saat Rolling Thunder harus menghormati pengguna jalan lainnya. "Pada saat besuk roling thunder kita akan menikmati Kota Kediri. Untuk itu saya menghimbau agar kita semua tetap menghormati para pengguna jalan lainnya," tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Walikota Kediri juga memberikan cinderamata kepada perwakilan Scooterist dari Nusa Tenggara Barat, Lampung, Bali, Banyuwangi, Banjarmasin dan Manado.

Ditempat yang sama, Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi, yang juga ikut dalam Rolling Thunder juga mengatakan, jika acara ini juga sebagai ajang kampanye kepada masyarakat untuk tertib berlalu lintas.

" Kesempatan ini, juga kita manfaatkan untuk lebih dekat dengan Scooterist dalam mengkampanyekan tertib berlalu lintas pada masyarakat  melalui Komunitas ini" harapnya.

Hal senada juga diungkapkan Ihwan Tri Cahyono, Kabid Humas PT Gudang Garam, Tbk, bahwa pihak perusaahan sangat mensupport acara ini. Apalagi, PT GG juga dapat berpartisipasi dengan acara HUT kota Kediri ke 1139

" Semoga, agenda KSF ini bisa menjadi agenda tahunan Pemerintah dan lebih semarak lagi kedepannya. Namun, kami berharap peserta maupun pihak panitia tidak menjalani aturan yang ada" ucapnya. (bud)

Foto : Nur Nuhyar, Kepala Disbudparpora Kota Kediri dan Pagelaran Senam Poco-Poco serentak yang berlangsung di Stadion Brawijaya, Minggu (5/8/2018)

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Demi kesuksesan meraih Museum Rekor Indonesia atau Muri, dengan peserta senam Poco-Poco terbanyak yang diselenggarakan secara serentak Se - Indonesia, Minggu (5/8/2018), Kota Kediri juga ikut andil dalam moment akbar tersebut.

Hasilnya, acara yang berlangsung di Stadion Brawijaya tersebut diikuti peserta yang melebihi target. Awalnya, hanya diikuti 5 ribu peserta menjadi 5651 peserta. Dari kondisi inilah, antusiasme masyarakat Kota Kediri sangat luar biasa menyambut pagelaran tersebut.

Abdullah Abu Bakar Walikota Kediri yang hadir di senam Poco-Poco tersebut menjelaskan, pihaknya merasa kaget dan bangga dengan banyaknya warga Kota Kediri yang ikut andil dalam acara ini, apalagi hafal gerakanya.

" Ternyata, banyak warga Kota Kediri yang sudah bisa senam Poco-Poco.Semoga, agenda yang menjadi program Kemenpora ini bisa menembus rekor Dunia maupun Muri.Apalagi, Kota Kediri melebihi target yang ditentukan" kata Walikota Kediri yang akrab disapa mas Abu ini.

Menurutnya, pihak Pemerintah Kota Kediri ingin melibatkan pelajar, tapi tempatnya tidak memenuhi yang akhirnya dibatasi.

Mas abu berharap, senam menjadi olah raga yang murah meriah untuk menuju Kota Kediri Sehat.

" Banyak komunitas senam dikampung kampung dan ini sebagai olahraga masyarakat yang murah meriah untuk menuju sehat " pungkasnya.

Ditempat yang sama, Nur Muhyar Kepala Disbudparpora Kota Kediri, menjelaskan, jika program Kemenpora, yakni senam Poco-Poco juga diselingi Harmoni Nusantara atau Harmoni Kebangsaan dengan menyanyikan lagu kebangsaan.

" Usai melakukan senam Poco-Poco peserta langsung bernyanyi lagu kebangsaan " ucapnya.

Nur Muhyar juga mengakui, memang peserta senam Poco-Poco melebihi target yang ada. Dari target 5 ribu peserta yang teregister mencapai 5,651 peserta. Apalagi, acara senam Poco-Poco dikolaborasikan dengan acara Harmoni Nusantara dengan menyanyikan lagu Kebangsaan.

 " Dari sinilah letak Harmoni Nusantara yang digabung dengan senam Poco-Poco secara madley, hingga menjadikan jumlah peserta yang maksimal " ngsung menyanyikan lagu kebangsaan " tandasnya.

Dan, para peserta yang hadir bukanya dari masyarakat umum melainkan juga dari unsur TNI maupun Polri.(adu/bud)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...