Sidoarjo

Kepala Dinas Perhubungan Sidoarjo, Drs. Ec. Asrofi MM

Sidoarjo (Koran Transparansi) Tahun Anggaran 2018 Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Perhubungan ( Dishub ) Sidoarjo segera memasang pintu perlintasan kereta api,  karena masih banyak di temui perlintasan KA di wilayah Sidoarjo yang belum ada palang pintunya. Selain itu juga banyak permintaan masyarakat Sidoarjo untuk pemasangan palang pintu perlintasan KA .

Kepada koran transparansi, Kepala Dinas Perhubungan Sidoarjo, Drs. Ec. Asrofi MM mengatakan tahun 2018 prioritaskan pemasangan palang pintu perlintasan Kereta Api yang sebelum nya tidak pernah ada perlintasan nya. " untuk pemasangan nya , segera dilakukan di sejumlah lokasi , dalam rencana ada 7 lokasi yang akan di pasang". " ungkapnya" .

Asrofi menjelaskan pemasangan tersebut menunggu hasil lelang anggaran tahun 2018 serta rencananya juga melibatkan kepala desa ,  Camat dalam perekrutan petugas jaga palang pintu , selain itu untuk pemasangan dari pihak desa harus mengajukan usulan terlebih dahulu". " Desa yang belum ada palang pintu perlintasan Kereta Api terlebih dahulu mengajukan usulan melalui Kepala Desa dan Camat" tuturnya".

Selain melibatkan Kepala Desa dalam pengajuan pemasangan palang pintu perlintasan Kereta Api , perekrutan petugas jaga juga dari desa setempat." petugas jaga nanti di ambil dari desa setempat , dan juga mendapatkan pelatihan dari petugas Kereta Api , serta nanti akan di gaji melalui APBD, selain itu Kami juga fokuskan pada pembangunan doble track rel KA ". tambah Asrofi". 

Warga Celep Sidoarjo melngisi malam pergantian tahun dengan Pawai Patrol anak anak di dampingi keluarga dan orang tuanya pada Minggu (31/12/2017) malam.

Sidoarjo ( Koran Transparansi ) - Forum Remaja Celep (FORCE) RW 1 Kelurahan Celep Sidoarjo, mengajak masyarakat mengisi kegiatan pergantian tahun baru dengan baca salawat dan pawai patrol keluarga.

“Remaja yang tergabung dalam FORCE, mengajak masyarakat baca salawat dan pawai patrol keliling kampung bersama anak-anak dengan didampingi orangtua atau keluarganya,” kata Shodikin, koordinator acara patrol malam pergantian tahun baru, Minggu (31/12) malam. 

Menurut Ketua RW 1 Saiful Manaf, acara membaca salawat dilanjutkan dengan acara pengajian singkat, sekaligus mengingatkan kepada warga supaya menjaga diri dengan baik selama acara pergantian tahun dengan kegiatan positif.   

“Saya juga mengingatkan supaya yang akan ujian di sekolah, selalu belajar dan tekun belajar serta berdoa dengan Istiqomah membaca salawat nariyah,” katanya. 

Setelah acara baca salawat dan pengajian, anak-anak dari berita sampai remaja, diajak pawai dengan membunyikan patrol keliling kampung. “Acara ini menanamkan kegiatan positif pada anak-anak supaya cinta tanah air dengan mencintai dan menjaga serta peduli  kampung, mulai dari menjaga kampungnya sendiri,” kata Junaidi, panitia bidang acara.

Kegiatan pawai patrol, Manurut Edy —panggilan Junaidi—, sangat berkesan karena anak-anak didampingi ibu-ibu serta keluarga kelihatan sangat senang, “Kegiatan  dilanjutkan dengan lomba patrol khusus anak-anak,” katanya.

Khusus acara baca salawat dan pengajian, Fian koordinator baca salawat diba’ mengatakan, bahwa khusus acara malam tahun baru gabungan seluruh generasi pria dan wanita membaca salawat bersama.

“Ceramah agama oleh Aba Djoko Tetuko, diingatkan pentingnya bersyukur dan selalu baca salawat dalam keadaan apapun, terutama pada jaman akhir seperti sekarang ini,” kata Fian menirukan.

Khusus komunikasi modern di jaman now, lanjutnya, diingatkan supaya selalu menjaga silaturahmi dan komunikasi dengan peralatan modern secanggih apapun tetap jangan sampai merugi. 

Pergaulan melalui HP atau sejenis, menurut Aba Djoko Tetuko, diingatkan supaya kembali pada Al Qur’an. “Umat Islam 1400 tahun silam sudah diingatkan kalau mau baik dan tidak rugi, harus selalu iman dan beramal Sholeh atau amal kebaikan, juga saling mengingatkan tentang yang benar dan kesabaran, sebagaimana tersurat dalam surat Al Asr,” tandas Fian menirukan. 

Sedangkan pada jaman now ini, jika terbawa arus berita hoax, maka perbuatan itu sudah dikisahkan Al Qur’an, bahwa Abu Lahab dan istrinya selalu menyebarkan berita fitnah dan tidak benar, dan istrinya seperti kayu bakar terus menyebarluaskan fitnah dan kejelekan . 

“Berarti kalau suka berita hoax, atau menyebarkan berita hoax berarti sebagai pengikut Abu Lahab dan istrinya yang ditakdirkan masuk neraka. Atau generasi yang akan masuk neraka,” katanya.(jt)

Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), mengadakan diskusi bertema LKBH dalam Penegakan Hukum Berkeadilan yang menghadirkan pakar hukum Ahmad Riyadh UB,Ph,D, Sabtu (30/12/2017

SIDOARJO (KoranTransparansi.Com) - Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), memprogramkan peningkatan kapasitas anggota, guna hadir lebih aktif dan bermanfaat di masyarakat. 

Ketua LKBH Umsida, Rifki Ridlo Pahlevi, SH, MH, mengatakan bahwa sebagai penyelenggara “Launching dan Diskusi Umum” bertema LKBH dalam Penegakan Hukum Berkeadilan, bertujuan untuk mempertegas bahwa 

LKBH Umsida sesungguhnya adalah bagian dari struktur bagian universitas. Sedangkan kepedulian UMSIDA untuk terjun dan hadir dalam masyarakat untuk menyelesaikan persoalan hukum di masyarakat.

“Eksistensi LKBH Umsida baru terasa 2016, walaupun kerja kerja advokasi sudah berjalan sejak universitas lahir, sedangkan launcing pada tahun 2017 untuk menandai eksistensi yang sudah berjalan sejak berdiri, termasuk struktur yang tidak membatasi yang hanya di fakultas hukum,” kata Rifki. 

Jadi, menurutnya, para legal bukan dari fakultas hukum, tetapi pihak pihak lain, ada yang peduli, dan ada kepedulian dari LKBH Umsida untuk hadir di masyarakat. 

Program LKBH Umsida, lanjutnya di kampus Umsida Candi, sepanjang 2016-2017 akan dilaporkan menandai kinerja yang sudah berjalan, sejak program di tengah tahun. 

“Memang karena terkait dengan anggaran maka menyesuaikan. Dan yang sudah ditangani 4 kasus Litigasi serta 4 kasus non Litigasi. Dan itu secara normal merupakan bagian dari kiprah di masyarakat,” ujar Rifki.

Selain advokasi kasus, kata Rifki, ada pendampingan di desa desa, ada 4 desa di antara desa percontohan. Program lain, pelatihan legislatif drafting dan pelatihan para legal dengan peserta 7 kabupaten dan kota di wilayah kerja Univeristas Sidoarjo.

Rencana ke depan LKBH Umsida, kata Rifki, sebagai khas Muhammadiyah matahari simbol pencerahan, maka KKBH Umsida menjadi kekuatan untuk pencerahan di Univeritas serta di daerah Sidoarjo dan Jawa Timur pada umumnya.

Selain itu, menurut dia, peningkatan  kapasitas anggota LKBH, tahun ini ada satu kader diikutkan latihan profesi. Ada agenda yang lain perluasan keilmuan untuk masyarakat, peningkatan kerja sama dengan pemerintah dan profesi. “Kita berharap tahun ini bisa lolos akreditasi di Kementerian Kum dan HAM. juga menyelesaikan 10 kasus  Litigasi akan ditangani, 4 kasus Litigasi perdataan dan 6 kasus kepidanaan. Namun keseluruhan program bersifat non-profit oriented. “LKBH murni kerja kemanusia dan murni kerja sosial, dan orang orang di dalamnya harus ikhlas dan kerja keras,” katanya, Sabtu (30/12)

Penbicara Emy Rosna Wati, SH, MH, bahwa Tri Darma Perguruan Tinggi; pertama, Pendidikan dan pengajaran; kedua, penelitian, dan ketiga pengabdian kepada masyarakat . “LKBH Umsida merupakan implementasi Tri Darma ketiga dan dijalankan berdasarkan ketentuan yang sudah diundangkan,” katanya.

Emy menjelaskan, bahwa keterlibatan dosen, mahasiswa dan advokat dalam pengabdian di masyarakat. “Ini tidak dimiliki LBH swasta.

SEMA nomor 10 tahun 2016 menjelaskan bahwa LBH perguruan tinggi boleh beracara di pengadilan, baik dosen, asisten dosen, dan mahasiswa yang mendapat rekomendasi,” tandas Emy. 

Hartono, SH menyatakan bahwa 4 (empat) pilar, yakni undang undang, penegakan hukum yang profesional, sarana dan prasarana, dan budaya hukum di masyarakat. “LKBH Umsida harus menjadi kekuatan membela kebenaran dengan profesional dengan tanpa melakukan cara-cara yang tidak profesional,” 

Ahmad Riyadh UB. Ph.D. menegaskan, bahwa salah satu dasar penegakan hukum yang profesional, maka harus mau menyatakan bahwa kalau ada masyarakat minta memenangkan kasusnya, maka itu harus ditolak. Tetapi kalau untuk membuktikan kebenaran atas kasus tersebut, maka itulah profesional dalam menegakkan keadilan. (JT)

Usai menjadi narasumber dalam seminar sehari yang belangsung di Umsida Sidoarjo, Sabtu (30/12/2017) Acahmad Riyadh UB,Ph,D menerima cidermata dari panitia.

SIOARJO (KoranTransparansi.Com) - Pancasila harus sebagai sumber penegakan hukum berkeadilan, sebab pendiri bangsa ini memberikan hadiah bagi umat Islam dengan Pancasila dengan menempatkan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa dan sila yang lain, menjadi kunci perwujudan dari agama Islam. 

“Sila pertama sudah final dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sila sila lain, dan keadilan tertuang secara tersurat di sila 2 dan 5,” ujar Ahmad Riyadh UB,Ph.D,di Kampus Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) Candi Sidoarjo, Sabtu (30/12/2017)

Menyampaikan pikiran tentang hukum berkeadilan, pada Launching dan Diskusi Umum bertema LKBH Umsida dalam Penegakan Hukum yang Berkeadilan, Doktor Riyadh menyatakan, bahwa bangsa Indonesia yang sudah mengikuti konvensi teori hukum partikular, harus kembali pada Al Qur’an dan Sunnah. 

“Cara Allah SWT dalam menyeimbangkan dunia dan seisinya, adalah adil (seimbang) dan beberapa ayat dan sejarah Rasulullah SAW, sudah memberi contoh bagaimana penegakan hukum yang berkeadilan,” ujar Doktor lulusan Univeristas Utara Malaysia.

Dalam berbangsa dan bernegara, menurut Riyadh, sumber hukum itu termasuk hukum agama, sebagai pasal 28 huruf J UUD 1945, sehingga kalau masyarakat mengganggap tidak sesuai atau tabuh, maka hukum harus tunduk terhadap pemikiran masyarakat dengan dasar agama tersebut,” katanya.

“Surat Al Maidah 8 mengaskan, Hai orang orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang orang yang selalu menegakan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil ...dan seterusnya,” tandasnya.

Jadi, lanjut dia, penegakan kebenaran dan adil itu perintah Allah SWT. Oleh  karena itu, LKBH Umsida harus menjaga kebenaran yang berkeadilan dengan profesional dan proporsional.

Sebagai contoh, katanya, pencuri ayam dihukum 6 bulan penjara, pencuri sapi dihukum 1 tahun penjara, pencuri mobil mercy baru dihukum 2 tahun penjara, koruptor (korupsi Rp 2 miliar) dihukum 2 tahun penjara. Adilkah? “Adil,” tandasnya.

Riyadh menjelaskan, orang kehilangan ayam di desa dicari keliling kampung, sedangkan sapi lambang kekayaan di desa dan orang kehilangan sapi akan kehilangan segala galanya, orang kehilangan mobil mercy tidak mencari, kecuali lapor polisi dan di rumahnya biasanya sudah punya mobil lain. 

“Keadilan itu Hakim melindungi orang miskin dan orang desa, sebagai minoritas supaya ke depan tidak menjadi korban pencurian, karena dampaknya sangat terasa dan supaya pencuri tidak mencuri ayam dan sapi yang menjadi kebanggaan masyarakat desa,” ujarnya. 

Sedangkan kalau mobil mercy yang dicuri, lanjutnya,  dampaknya tidak sampai berpengaruh pada masyarakat, demikian juga koruptor satu triliun tidak berpengaruh pada masyarakat. Bahkan tidak pernah ada berita gara-gara korupsi tidak sampai masyarakat kelapaan. 

“Oleh karena itu, penegakan hukum berkeadilan harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dan masyarajat harus berdasarkan agama yang dianut dan di Indonesia mutlak harus kembali ke agama sebagaimana implementasi Pancasila sila kesatu. Dan bagi umat Islam harus berdasar dan bersandar pada Allah SWT sebagai tersurat pada Al Qur’an,” kata Riyadh. 

Indonesia ke depan, menurut Riyadh, dengan 85% umat Islam saat ini, survei membuktikan bahwa M1 (sebagai simbol muslim profesional dan peduli) hanya 5%. Sedangkan M2 (muslim profesional tidak tidak peduli) jauh lebih besar, demikian juga M3 (muslim profesional, tetapi justru melawan dan merugikan Islam) juga lebih besar. Maka LKBH Umsida harus meningkatkan M1 di bidang hukum, dan mempejuangkan permasalahan hukum, termasuk memberi masukan produk Perda atau peraturan yang ada di Sidoarjo. 

“LKBH Umsida harus hadir, memberikan pencerahan masyarakat dengan memperjuangkan keadilan karena berdasar kebenaran,” tandas Doktor Riyadh. (JT)

Penyuluh PKH harus perhatikan Indikator Kesejahtraan

SIDOARJO (KT) - Penyuluh Program Keluarga Harapan (PKH) harus memperhatikan dua hal yaitu infrastruktur dasar dan pelayanan dasar kepada masyarakat. Indikator kesejahteraan masyarakat bisa dilihat dari infrastruktur dasar yaitu kondisi rumah maupun sanitasi airnya.

Dalam hal menciptakan rumah yang layak huni, tutur wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf ketika membuka Rakor PKH di Sidoarjo, Rabu (23/8) ,Pemprov Jawa Timur  telah bekerjasama dengan KODAM V Brawijaya membangun rumah tidak layak huni (RTLH) di seluruh Kabupaten/Kota se Jatim.

 

Selama tahun 2009 – 2017  telah sukses membangun 108 ribu lebih RTLH di seluruh Jatim. Hal hal seperti dinding bolong, kondisi tempat tidur juga harus menjadi perhatian PKH. Tanpa memperhatikan infrastruktur dasar tersebut maka kesejahteraan tidak akan bisa meningkat.

 

Setelah itu, kondisi sanitasi air juga turut diperhatikan. Apabila sanitasi air tidak memadai, maka tidak akan tercipta masyarakat yang sehat. Kunci sukses kelaurga bisa sehat adalah tersedianya air bersih untuk kebutuhan kehidupan sehari-hari.

 

“Hal itu harus diperhatikan benar karena menjadi bagian dalam meningkatkan kesehatan dan secara tidak langsung mengurangi angka kemiskinan,” ungguhnya.

 

Kemudian, PKH juga harus memperhatikan pelayanan dasar yang diterima oleh masyarakat. Salah satunya fasilitas kesehatan dan pendidikan apa sudah diperoleh dengan baik. Selama ini, pemerintah sudah memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat melalui Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan  Kartu Indonesia Pintar (KIP). Namun demikian, masih belum banyak yang memanfaatkan karena berbagai hal.

 

“Oleh sebab itu, agar pelayanan dasar tersebut bisa tersampaikan kepada lapisan masyarakat paling bawah, para penyuluh harus bekerja lebih keras. Harus ada inovasi maupun formula baru agar pendidikan maupun fasilitas kesehatan yang layak bisa dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya. (min)

KARNAVAL RAKYAT: CARA WARGA CELEP SIDOARJO RAYAKAN KEMERDEKAAN KE-72 INDONESIA

Sidoarjo (KT) - Ada rona merah meyala, kuning cerah, sampai hitam legam. Semua tumpah ruah jadi satu. Ada balita usia tiga tahun, remaja, ibu-ibu PKK, sampai kakek nenek. Tumplek blek jadi satu. Itulah sekilas pemandangan di jalan protokol RW 01  Kelurahan Celep, Kamis 17 Agustus 2017. Dalam acara tahunan Karnaval Rakyat Kelurahan Celep. Teriknya matahari siang itu tidak menyurutkan semangat peserta dan penonton yang berjubel di jalanan kampung yang sempit.

Koordinator Acara, Ajeng, menyebutkan tahun ini antusiasme warga sangat tinggi. "Tidak kurang dari 500an pesera turut andil dalam karnaval tahun ini. Itu belum termasuk penonton dan pendamping peserta", ujarnya.

Sementara itu, Heru (Ketua Panitia), menambahkan bahwa lebih kurang 50 panitia diterjunkan untuk melancarkan acara karnaval kali ini. "Kebanyakan kami tempatkan di pos-pos yang rawan macet. Karena rute karnaval melewati jalan raya. Jadi kita melaksanakan agenda kampung, tanpa harus mengganggu hak pengguna jalan", jelasnya.

Peserta diberangkatkan pukul 15.00 oleh Ketua RW 01, Syaiful Manap. Start dari RW 01, berlanjut ke RW 06, RW 05, RW 04, RW 03, RW 02, dan finis kembali di lapangan RW 01.

"Walaupun panas, kita tetap senang. Karena acara tahun ini meriah sekali", ujar Tinek, peserta yang mengkreasikan kantong kresek sebagai busana karnaval.

Peserta lain, Melvin, dengan riang berjalam menyusuri rute karnaval. "Sing penting horeeee", ujar anak yang baru menginjak bangku kelas 1 SD ini.

Acara karnaval ditutup dengan lomba Kepruk Bantal yang dipusatkan di Lapangan RW 01. "Kita buat arena sendiri. Alasnya memakai damen dan sekam. Sementara peserta saling kepruk bantal di atas bambu yang diikatkan di tiang. Tujuannya satu, untuk menghibur warga saja. Terutama anak-anak", pungkas Haki, koordinator lomba kepruk bantal.

Kampung Celep memang sedang giat-giatnya membangun. Salah satunya dengan terus mengadakan acara-acara yang sasarannya adalah warga. Semoga tetap semangat. Mengisi dan memaknai Kemerdekaan Indonesia, dengan sebenar-benarnya. Sehormat-hormatnya.

banner