Sidoarjo

Khofifah Takziah ke Rumah Korban Bom Gereja Pantektosa Surabaya

SIDOARJO (KoranTransparnsi.com) - Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut merasakan duka mendalam atas insiden bom gereja Surabaya. Ikut berbelasungkawa, Khofifah bertakziah ke rumah salah satu korban bom Gereja Pantektosa Surabaya.

Menteri Sosial 2014-2018 ini datang setelah menuntaskan melakukan lawatannya bersama para kaia di Madura. Tak ada yang menduga Khofifah akan berkunjung takziah ke rumah duka almarhum Nuchin (56) di Tropodo, Waru, Sidoarjo, Selasa (15/5/2018).

Setiba di rumah duka, Khofifah langsung disambut keluarga mendiang Nuchin. Almarhum diketahui meninggalkan istri dan satu anak. Seketika itu pun Khofifah bersama ibu-ibu yang datang langsung nerdoa mendoakan almarhum Nuchin.

"Semoga Allah memberikan kesabaran keihkhlasan. Almarhum pak Nuchin, semoga dipanggil dengan panggilan sayang Allah. Ya ayyuhan nafsul muthmainnah, irji’i ila rabbiki radhiyatam mardhiyyah (wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati puas lagi diridhai-Nya)," kata Khofifah.

Mata Khofifah juga tampak berkaca-kaca saat mengelus anak mendiang Nuchin sambil memberi nasihat kepadanya.

"Kita tidak tahu dengan cara apa Allah memanggil kita. Makanya kita solatnya harus ditambah. Tetap rajin solat ya nak, doakan bapaknya alfatihah setiap setelah salat ya, nak. Rajin sekolah ya nak ya. Semoga ilmumu manfaat barokah," tuturnya.

Khofifah begitu mengecam pemboman di gereja Surabaya. Aksi keji tersebut dinilai tidak menghargai datangnya bulan ramadhan.

"Kita sebagai bangsa mengutuk perbuatan seperti itu. Kita beri kesempatan mengusut tuntas kepada polisi, pelaku dan jaringannya," ucapnya.

"Kita ingin bahagia menyambut ramadan. Kebahagiaan kita menyambut ramadan tercederai dengan bom itu," lanjutnya.

Diceritakan, almarhum Nuchin saat itu hendak pulang dari Pasar Loak Surabaya menuju kediaman di Sidoarjo. Namun takdir Allah berkata lain. Allah SWT memanggil Nuchin kembali ke pangkuan.

Di lingkungan warga, Nuchin dikenal sosok yang sederhana, ramah dan tidak pernah ikut kelompok manapun.(den)

 

Penghafal Al Quran Terima Rp 500ribu/triwulan

Sidoarjo (KoranTransparansi.com) -  Pemerintah Kabupaten Sidoarjo  memberikan penghargaan kepada  penghafal Al-Quran (Hafidz/Hafidzah) yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Jumlahnya mencapai 596 orang 

Mereka akan mendapatkan uang pembinaan. Pagi tadi, mereka diundang ke Pendopo Delta Wibawa untuk mengikuti Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Persiapan Pemberian Penghargaan Bagi Hafidz dan Hafidzah Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah SH,M.Hum. Asisten Tata Pemerintahan dan Kesra Heri Soesanto hadir dalam kesempatan tersebut.

Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah mengaku bangga dengan banyaknya Hafidz dan Hafidzah di Kabupaten Sidoarjo. Ia katakan membaca Al-Quran menjadikan jiwa lebih tenang. Ia berpesan kepada para  Hafidz maupun Hafidzah untuk dapat mengamalkan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga meminta kitab suci Al-Quran tidak sekedar dihafal saja. Melainkan juga dimengerti maknanya. Ia juga berpesan kepada para penghafal Al-Quran untuk terus mengulang-ulang hafalannya.

“Bagi yang sudah menghafal agar terus diulang-ulang supaya tidak lupa,”pesannya.

Kepala Sub Bagian Agama dan Kemasyarakatan, Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Sidoarjo  Mochammad Hudori mengatakan Hafidz maupun Hafidzah penerima penghargaan di khususkan bagi warga Sidoarjo. Selain persyaratannya wajib ber KTP Sidoarjo, Hafidz/Hafidzah harus mengabdikan ilmunya di Kabupaten Sidoarjo. Ada sekitar  700 orang lebih Hafidz maupun Hafidzah di Kabupaten Sidoarjo saat ini.

Syaratnya ber KTP Sidoarjo dan mengabdikan diri di Sidoarjo, mengajarnya di Sidoarjo, baik mulai mengajar TPQ, sekolah-sekolah, pondok pesantren maupun mengajar di majelis-majelis taklim, yang penting mengajarnya di Sidoarjo,”ucapnya.

Ia juga katakan ada tes baca sebagai persyaratan menerima penghargaan tersebut. Satu persatu Hafidz/Hafidzah akan di uji sambung ayat Al-Quran untuk mengetahui hafalan. Selain itu persyaratan lainnya adalah bukti ijazah hafal Al-Quran. 

 “Ada tes hafal Quran secara sambung ayat, untuk mengetahui kalau dia memang hafal Al-Quran,”ucapnya.

Mochammad Hudori mengatakan penghargaan yang akan diberikan berbentuk tabungan. Setiap triwulan, mereka mendapatkan uang pembinaan yang akan di transfer ke rekening Bank Jatim. 

Besarannya Rp. 500 ribu/triwulan. Anggarannya dari APBD Sidoarjo. Pemberian uang pembinaan tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada Hafidz/Hafidzah di Kabupaten Sidoarjo.

“Anggarannya triwulan, besarannya 500 ribu per triwulan sehingga satu tahun Rp. 2 juta,”ujarnya (med)

 

Taruna Merah Putih Kabupaten Sidoarjo Siap  Hadapi Teroris.

Sidoarjo (KoranTransparansi.com) - Taruna Merah Putih sidoarjo dibawah pimpinan Heru Sastrawan S.Pi mengutuk keras aksi terorisme yang menyerang sejumlah Gereja-gereja / tempat- tempat ibadah di wilayah Surabaya pada Minggu (13/5/) dan rusunawa di sepanjang kabupaten sidoarjo.

“Warga Jawa Timur tidak takut pada terorisme, Masyarakat Jawa Timur Khususnya Sidoarjo adalah masyarakat pemberani yang sejak zaman penjajahan selalu berdiri di garis terdepan membela republik ini,”

“Teror yang diluncurkan para teroris hari minggu dan senin malam tidak akan membuat masyarakat Jawa Timur mundur sejengkal pun untuk terus berjuang mewujudkan bangunan masyarakat yang makmur dalam keberagaman dan bahagia dalam harmonis,

Ketua Taruna Merah Putih Heru Sastrawan juga mengajak seluruh warga, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk mendukung seluruh kekuatan negara guna memberantas segala bentuk aksi terorisme yang merongrong Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat selalu bersama dan mendukung penuh semua kebijakan negara untuk melawan segala bentuk terorisme,” ujarnya.

Kepada para keluarga Korban Heru Sastrawan menyampaikan duka dan empati yang mendalam. “Kita berdoa sepenuh hati untuk mereka, semoga Tuhan memberikan jalan terbaikan untuk korban dan keluarga,

Dan Ketua Taruna Merah Putih Kabupaten sudoarjo berharap,serta mengajak seluruh warga masyarakat mempererat tali solidaritas untuk tidak memberi ruang bagi tumbuhnya gerakan radikal. Mari kita tunjukan sikap dan kerja sama juga gotong royong dan saling memiliki harus terus dijaga dan ditumbuhkan di seluruh jiwa masyarakat," pungkasnya (med/eka)

 

FORUM BPD Kabupaten Sidoarjo Kecam Keras Aksi Biadab Teroris.

SIDOARJO (KoranTransparnsi.com) - Forum BPD Kabupaten Sidoarjo mengecam keras aksi teros di Surabaya dan Sidaorjo. Agus Tanto mengatakan, Forum BPD Sidoarjo mengutuk tindakan biadab tersebut .

Islam,  secara pasti mengajarkan kepada umat Islam untuk menghormati ibadah dan tempat ibadah agama lain. Dilarang mengganggu apalagi merusak dan membunuh orang tanpa haq.

Oleh karena itu, FBPD sidoarjo menyerukan kepada aparat keamanan untuk segera mengusut pelaku dan otak di balik tindakan keji tersebut. “Agar semua spekulasi segera terjawab,” tegasnya.

FORUM BPD Kabupaten Sidoarjo  melalui sekretarisnya Yulianto juga menyerukan kepada umat untuk tidak mudah termakan berbagai isu dan spekulasi, termasuk mengkaitkan tindakan itu dengan perjuangan untuk tegaknya Islam dan izzul Islam wal muslimin.

“Karena tegaknya Islam dan izzul Islam wal muslimin ini perjuangan yang mulia tidak akan mungkin menggunakan cara-cara yang bertentangan dengan ajaran Islam,” pungkasnya (med/eka)

Satpol PP Kecamatan Tanggulangin melakjkan razia di RT/RW untuk meminimalisir para teroris

SIDOARJO (KoranTransparansi.com) - Kasi Satpol PP Kecamatan Tanggulangin yang di pimpin Edi Nurcahya  melakukan Razia di beberapa Rumah kontrakan dan tempat Kost untuk meminimalisir Teroris. Ini dilakukan menyusul terjadinya bom di Gereja, Polrestabes Surabaya dan aksi teror di Sidoarjo.

Satpol PP Kecamatan perlu turun tangan sekaligus bekerjasama dengan RT an RW diwilayahnya beserta Masyarakat 

Razia dilaukan pada Senin  (14/05/2018) di desa Kalitengah perumahan Tanggulangin asri di RT.06 Rw.06 Dan Razia yang di pimpin o Kasipol PP Edy Nurcahya.

Camat Tanggulangin Didik W membenarkan Razia di rumah kontrakan juga tempat tempat kost itu untuk mengatisipasi terjadinya terjadinya Teroris oleh karena itu kami sering melaksanakan Razia tersebut, untuk menciptakan kondisi yang aman, kondusif untuk meminimalisir ruang gerak teroris tepatnya di kecamatan.

Tanggulangin.dan Camat Didik wiyodoko juga menyampaikan dengan Adanya kegiatan tersebut masyarakat berterima kasih pada satpol pp, dan supaya warga tidak takut lagi adanya teror BOM yang ada di surabaya juga di sepanjang, kabupaten sidoarjo.'Bengitu ungkapnya dan juga yang disampaikan dari salah satu warga kalitengah .

menyampai kegiatan selesai Telah berjalan lancar aman kondusif dan wargapun lebih tenang begitu ungkapnya.(med/eka)

Di Dukung Mbah Moen, Gus Ipul Sebar Semangat Perdamaian dan Peduli Tetangga

 

SIDOARJO (KoranTransparansi.com) - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut dua, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) hadir dalam acara Harlah Pondok Pesantren Bumi Sholawat, Lebo, Sidoarjo, Senin (14/2/2018). 

Di pesantren yang diasuh oleh KH Agoes Ali Mashuri ini, Gus Ipul hadir satu panggung dengan KH Maimun Zubair, pengasuh pondok pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang. 

Hadir juga dalam acara ini sejumlah ulama karismatik diantaranya Habib Ja'far Bin Muhammad bin Hamid bin Umar Alkaff dari Semarang. Juga tampak Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar, Sekjen PBNU Helmy Faisal Zaini; Mantan Gubernur Jatim Imam Utomo, serta sejumlah Kiai dan ulama.

Setiba di lokasi, Gus Ipul lantas mencium tangan para kiai, termasuk Mbah Moen (sapaan Kiai Maimun), sebagai bentuk tawaduk santri kepada kiainya.

Mbah Moen pada kesempatan tersebut juga turut mendoakan agar Jawa Timur dapat kembali aman dan damai.

"Jatim butuh pemimpin yang nasionalis dan religius. Jatim harus gubernur yang nasionalis religius agar aman dan makmur," kata Mbah Moen sambil menyapa Gus Ipul.

Ditemui di sela pertemuan tersebut, Gus Ipul menjelaskan kehadirannya ini juga sekaligus mengajak masyarakat untuk berdoa bersama agar kejadian teror yang selama ini terjadi dapat diatasi. 

"Kami prihatin dan berbela sungkawa. Ini adalah musibah besar bagi kita semua. Para kiai tadi juga telah berharap dan mendoakan agar kejadian ini menjadi kejadian terakhir di Jawa Timur,"  kata Gus Ipul.

Apalagi, bencana yang telah merenggut banyak korban jiwa tersebut berjalan masif dan terjadi di beberapa wilayah di Jawa Timur dengan hampir bersamaan. 

"Inilah PR kita semua. Kami mendukung penuh aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan mengambil langkah hukum untuk kasus ini," kata salah satu Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini.

Pihaknya juga berkomitmen untuk memperkuat lembaga pengamanan yang berfungsi untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan. 

"Mungkin bisa melalui regulasi yang bisa menghadirkan perlindungan. Baik kepada masyarakat pada umumnya dan juga aparat penegak hukum," kata Wakil Gubernur dua periode ini. 

Program yang diluncurkan di 2016 silam, pada awalnya diharapkan menjadi solusi menyelesaikan masalah sosial di lingkungan tempat tinggal. Misalnya, apabila ada tetangga yang sakit, tetangganya tidak boleh diam.

Gerakan yang diinisiasi Gus Ipul ini bertujuan menyikapi semakin lunturnya perhatian dan kepedulian terhadap sesama, khususnya tetangga di lingkungan sekitar. Kepedulian antar tetangga satu dengan yang lain dinilai semakin menipis. 

"Dulu kami telah mempunyai program Gerakan Peduli Tetangga. Melalui program ini, kita bisa mengetahui apa yang dikerjakan oleh tetangga kita," ujar Gus Ipul. 

Selain meningkatkan kepedulian, program ini juga sekaligus menjadi ajang untuk mencegah teror.

"Dengan begitu, kita bisa sekaligus melakukan tindak pencegahan. Caranya, apabila ada hal-hal yang mencurigakan, bisa melaporkan kepada aparat," kata mantan Ketua Umum GP Ansor dua periode ini. 

Lebih lanjut, pihaknya mengapresiasi berbagai upaya aparat kepolisian yang sejauh ini telah mengungkap identitas pelaku teror di Surabaya maupun Sidoarjo. 

"Kita mendukung penuh semua pihak yang telah berusaha menegakkan hukum pasca terjadinya kasus ini. Ini adalah masalah besar yan harus ditangani bersama," ujar Gus Ipul. 

"Kami mengutuk keras. Kedepan, kita perlu meningkatkan kerjasama antara masyarakat, pemerintah, dan juga aparat penegak hukumnya," kata Gus Ipul mengakhiri. (min/med)

 

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...