Sidoarjo

Foto : Warga antusias dan rela mengantri untuk mendapatkan sertifkat tanah dari Kepala Desa.

Sidoarjo (Koran Transparansi) - Program Sertifikat tanah gratis ( Prona ) yang di canangkan melalui Kementerian Agraria dan Tata ruang atau Badan Pertanahan Nasional ( BPN ) masih menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan pengurusan sertifikat akte tanahnya, selain itu program tersebut juga mendapat perhatian dari Presiden RI Jokowi akan proses pengurusan serta pembuatan sertifikat tanah tersebut. 

Seperti saat pembagian sertifikat tanah yang dilakukan BPN Sidoarjo di Kantor Desa Wage Kecamatan Taman Sidoarjo.  Para warga penerima sertifikat tersebut berbondong-bondong mendatangi kantor desa  untuk mengambil sertifikat tanah tersebut.
 
" Jumlah  pengajuan pengurusan sertifikat tanah dan pembagian nya lewat undangan ke warga penerima sertifikat Prona," kata Bambang Heri
 
Kades Desa Wage Bambang Heri mengakui masih ada sertifikat tanah yang belum di bagikan kepada Warga Pemohon karena masih menunggu sertifikat tersebut jadi. "  Sisanya tinggal 197 sertifikat, sekarang yang di bagi sekitar 198 sertifikat tanah" katanya".
 
Bambang Heri atau yang biasa di panggil Barher menjelaskan pembagian ini dilakukan secara bertahap mengingat  ada  838 pengajuan sertifikat prona , tahap pertama sudah di bagikan 640 dan tahap ke dua  ada 198, untuk sisanya yang 197 masih menunggu keputusan dari BPN Sidoarjo. 
 
" Penyerahan nya Kami lakukan secara bertahap, karena pengajuan nya sangat banyak". " Imbuhnya".
 
Kades Bambang Heri berharap untuk sisa sertifikat tanah yang mencapai 197 sertifikat agar secepatnya di jadikan. " Saya belom tau kpn di bagi yang sisanya, nunggu penjelasan dari BPN, semoga cepat selesainya," terangnya. (eka)
Mini Bus jurusan Surabaya - Mojokerto dengan Nopol S 7129 N, yang di tumpangi nyemplung ke parit atau saluran air di Dusun Sidorogo Desa Trosobo kec Taman.

Sidoarjo (Koran Transparansi) - Belasan penumpang mengalami luka - luka akibat bus mini jurusan Surabaya - Mojokerto dengan Nopol S 7129 N, yang di tumpangi nyemplung ke parit atau saluran air di Dusun Sidorogo Desa Trosobo kec Taman. 

Diduga bus mini yang di kemudikan Kamas (64)  warga Magersari Kabupaten Mojokerto mengalami pecah ban depan. Selasa (23/1/2018).

Saat kejadian Sontak membuat para penumpang yang di dalam bus teriak histeris. Dari 12 penumpang yang ada, sebanyak 8 penumpang tujuan Mokokerto mengalami luka-luka.

Warga yang mengetahui kejadian langsung memberikan pertolongan. Setelah berhasil ditolong dan evakuasi keluar bus, para korban yang mengalami luka-luka dilarikan ke rumah sakit terdekat.

"Dalam bus ada 12 penumpang. Penumpang yang mengalami luka ringan ada 8, dan 4 orang masih dirawat di Puskesmas Krian, sementara 4 lainnya diperbolehkan pulang," kata Kanit Labtas Polsekta Taman, Iptu Sugeng Tri Hariyanto.

Iptu Sugeng Tri Hariyanto menjelaskan, dari keterangan sopir, kecepatan bus saat melaju sedang-sedang saja. Yakni antara 50 hingga 60 Km per jam. "Karena ban depan bagian kiri meletus mengakibatkan bus tersebut masuk sungai," jelasnya". (eka)

Satreskrim Polres Sidoarjo melakukan gelar perkara kasus Abrosi

Sidoarjo (Koran Transparansi) - Satuan Reskrim Polresta Sidoarjo melalui unit Perlindungan Perempuan dan Anak ( PPA ) berhasil membekuk sepasang kekasih berinisial IE perempuan berusia (20) tahun asal kota Surabaya dan tersangka AK laki-laki (22) tahun warga Pati Kabupaten Jawa tengah yang diduga dengan sengaja melakukan aborsi terhadap anak yang masih dalam kandungan dan mengubur janin hasil hubungan gelapnya.

Pengungkapan ini setelah Polisi menerima laporan masyarakat yang mengetahui ada dua remaja lain jenis yang menggali kubur dtengah sawah. Seorang petani yng kebetulan mengetahui, lalu melaporkan ke Polisi. Selang setengah jam Polisi menangkapnya tesangka aborsi.

Unit PPA mengamankan  barang bukti antara lain satu buah Cetok untuk menggali, baju dan celana dalam yang terdapat bercak darah dan 1 (satu) unit motor Honda Matic yang digunakan melancarkan aksi nya.‎ 

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muh. Harris mengatakan, aborsi tepaksa dilakukan karena takut dengan orng tua, sedang untuk ke rumah sakit terbentur dengan biaya. Janin yang dikandungnya sudah beusia kiaran enam bulan. Tesangka IE dan AK kini dimankan Polisi, jelasnya saat gelar perkara di Mapolres Selasa (23/1/2018).

Untuk menggugurkan kandungan nya, mulanya dengan mengkonsumsi makanan minuman yang diyakini bisa menggugurkan janinnya. Sayang selalu gagal.

"Setelah mencoba beberapakali gagal, akhirnya mengkonsumsi Obat penggugur kandungan yang didapat dari membeli melalui online dan meminum nya dalam jumlah banyak yang akhir nya berhasil gugur." terang Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muh. Harris saat gelar ungkap kasus dihalaman Satreskrim Polresta Sidoarjo.

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muh. Harris menjelaskan sebelum mengubur di sawah, kedua tersangka melakukan proses mengelurkan bayi nya didalam kamar mandi hotel yang berada didaerah kecamatan Waru. 

"Tersangka AK membantu mengeluarkan Janin dalam perut yang sudah tidak bernyawa dengan cara mengurut-urut perut IE, setelah janin keluar dari perut IE, tersangka AK membungkus janin dengan kain dan dimasukan kantong kresek. Lalu IE dan AK pergi  menggunakan motor dan mengubur janin tersebut diladang sawah." Jelasnya".

Kompol Harris menambahkan, Pelapor yang merupakan seorang petani mencurigai lalu menghampiri pelaku dan menghentikannya. "Setelah mengetahui mengubur janin dan akhirnya  melaporkan ke Polisi.

Dan atas perlakuan nya kedua tersangka terjerat pasal 77A Ayat (1) No.35 tahun 2014 tentang perubahan atas UURI No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Pidana paling lama 10 (Sepuluh) tahun penjara.‎", tegasnya". (eka)

Kasus 5,3 juta pil PCC, Polres Sidoarjo Libatkan BPOM

Surabaya (Koran Transparansi) - Polresta Sidoarjo kembali melakukan olah TKP terkait  pengungkapan tempat produksi obat-obatan ilegal jenis Somadril , DMP dan PCC dengan barang bukti yang jumlah nya sangat besar yakni 5,3 juta butir lebih yang disimpan disebuah rumah kosong terletak di Desa Sawocangkring Kecamatan Wonoayu, pada dua hari hari yang lalu. 

Olah TKP kali ini dengan menggandeng Kepala BBPOM Surabaya Harnaning dan  Kepala Dinkes Sidoarjo Ika Harnasti. Senin (22/01/2018).

Dari hasil analisa barang bukti yang ada, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji mengungkapkan tersangka melakukan pengemasan menggunakan mesin pengemas tablet pil , untuk pengisian nya satu tablet berisikan 10 butir pil. 

Selain itu saat penggeledahan ditemukan beberapa bungkus bahan pengawet yang sebelumnya untuk pengawet pil dalam bungkusan plastik yang sudah dibuka dan kemudian dilakukan pengemasan  dalam tablet dan diduga sudah diedarkan.

 “Karena pengawet ini sudah ada ditempat yang terbuka maka analisa kita pil ini sudah diedarkan.” kata Kombes Pol Himawan Bayu Aji.

Kepala BBPOM Surabaya Hardaningsih, menjelaskan sejak tahun 2013 Obat PCC sudah di tarik ijinnya, sehingga Obat tersebut ilegal. Apalagi dua jenis pil telah dikemas dalam tablet dengan cap yang sama yaitu sama-sama jenis PCC, “ini ada logonya PCC disini, terus yang kedua adalah Somadril dan isinya sama PCC juga.” jelas Hardaningsih.

Hardaningsih menghimbau agar masyarakat lebih berhati hati dalam mengonsumsi obat - obat an dan harus dengan sesuai resep dokter , jangan sampai obat tersebut membahayakan diri sendiri. " Masyarakat harus lebih berhati dalam mengonsumsi obat, karena jika berlebihan bisa membahayakan tubuh". Imbuhnya".

Kapolresta Sidoarjo Kombes  Pol Himawan Bayu Aji Menambahkan Pil PCC yang diproduksi pelaku, Tingkat bahaya nya menjadi berlipat, karena pelaku mengganti tablet yang sudah habis batas waktu nya diganti dengan tablet baru sehingga masa batas expaed nya baru lagi, mereka menganti sendiri karena mereka punya mesin printernya. 

" Pelaku mempunyai mesin printer untuk mempermudah pekerjaannya dengan mengganti massa expaied yang terdapat pada tablet tersebut". ," Jelasnya".

Dari hasil pengembangan pemeriksaan , pelaku  yang di tangkap di sidoarjo bernama imam masih  satu jaringan dengan Edi pelaku yang di tangkap d Surabaya. " Kedua tersangka yang sudah di tangkap memang satu jaringan , sementara kami masih memburu satu pelaku lagi yang di nyatakan DPO". " ungkap Kapolresta Sidoarjo". (eka/med)

 

Anggota Komisi lll DPR RI Dr Ir Adies Kadir, SH.M.Hum  Jumat (19/1/2018) malam mengunjungi Masjid Wasitul Muttaqin di Desa Cangkringsari Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo yang pembangunannya baru  mencapai 65 persen. Adies siap membantu dengan sistem angsur setiap bulan, termasuk Masjid yang tak jauh dari kampung Cangkringsari.

Sidoarjo (Koran Transparansi)  – Dr Ir Adies Kadir,SH,M.Hum, anggota Komisi 3 DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil l) Surabaya dan Sidoarjo, Jumat (19/1/2018) malam,  mengunjungi Masjid Wasitul Muttaqin di Desa Cangkringsari, Jaboh, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo. 

Di Desa itu ada dua Masjid selain Wasitul Muttaqin yang jaraknya juga tidak terlalu jauh. Pembangunannya sama sama baru setengah jadi dan berada di tengah pemukiman padat penduduk. Mulai bulan depan , Adies sendiri akan membantu dua Masjid itu dengan sistem mengangsur melalui rekening Takmir setiap bulannya. 

"Kemampuan kami sangat terbatas. Tapi mudah mudahan saja yang kecil ini memberikan manfaat bagi warga disini dan para jamaah bisa beribadah dengan nyaman," tegas Adies Kadir. Meski begitu program yang lain harus tetap jalan. tambahnya lagi.

Desa ini sudah agak lama tidak saya dikunjungi sekitar delapan bulan lalu. Ini karena harus berbagi waktu dengan kampung yang lain.

Namun program Nglencer ziarah para wali songo atau lima wali tetap jalan. Adies Kadir sebelumnya secara rutine memberangkatkan warga untuk ziarah para wali. Setiap pemberangkatan minimal empat bus.

Dalam pertemuan yang berlangsung dirumah Pak Kasan, salah satu Takmir Masjid Wasitul Muttaqin itu hadir para pengurus Takmir dan tokoh masyarakat setempat. 

Abdul Gofur mengaku sangat berterimakasih atas kepedulian Pak Adies masih sempat menyambangi kampung disini. Apalagi ditengah hujan seperti ini. "Semoga bantuan Pak Adies bermanfaat, tandas Gafur singkat. (min)

 Sebuah pabrik Narkoba di Kecamatan Wonoayu Sidoarjo berhasil dibongkar jajaran Polres Sidoarjo. Barang bukti berupa ratusan pil PCC  dan seorang pelau diamankan di Mapolres.

Sidoarjo (Koran Transparansi) - Jajaran Polres Sidoarjo behasil mengungkap pabrik Narkoba jenis PCC di Desa Sawocangkring Kecamatan Wonoayu. Salah seoang pelaku berhasil diringkus petugas dan kini digelandang di Mapolres Sidoarjo.  

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji yang di dampingi Kasat Narkoba Kompol Sugeng beserta jajarannya saat melakukan sidak langsung ke TKP ( Tempat Kejadian perkara) mengatakan penggerebekan  Home industri Narkoba berkat laporan dari masyarakat yang curiga dengan keberadaan aktivitas tersebut. 
 
"Semua ini berkat laporan masyarakat, setelah dilakukan penyidikan akhirnya kami menggelar operasi gabungan antara Satnarkoba polresta sidoarjo dengan polsek wonoayu" katanya".
 
Dalam penggerebekan yang di lakukan pada hari Rabu dinihari ( 17-01-2018 )  berhasil mengamankan barang bukti sebagai berikut : 106 Dos yg sdh di kemas,45 botol pil pcc,dlm hal ini 1 botol isi nya 1000 butir pil pcc,NDP,timbangan,calculator jg mesin pengemas serta pil Somadril. Selain mengamankan barang bukti juga mengamankan seorang tersangka berinisial M ( 52 th)warga wonoayu.
 
Kombes Pol Himawan Bayu Aji menjelaskan hasil penangkapan kali ini akan di kembangkan dengan kasus penangkapan di perum Citra land surabaya, " akan kami pertemukan pelaku dengan pelaku yang di amankan di Surabaya, masih kamu dalami ada tidaknya keterkaitan antara pelaku". Imbuhnya".
 
Sementara untuk pelaku masih kami lakukan penyidikan dan status nya juga sudah jadi tersangka, "  pelaku kami jerat dengan UU kesehatan no 36 th 1996 serta pasal 196,197 KUHP dengan ancaman hukuman 10 th keatas", "tegas kapolresta sidoarjo". (eka/med)
banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...