Sidoarjo

Kader Muslimat : Instruksi Kiai Wajib Dilaksanakan

SIDOARJO (Korantransparansi.com) – Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut dua, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) hadir pada silaturrahim bersama ribuan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Sidoarjo, Minggu (1/4/2018).

Dinkes Sidoarjo Berikan Pendampingan Menuju Sidoarjo Hidup Sehat dan Mandiri

Sidoarjo (Korantransparansi.com) - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan Dinas Kesehatan ( Dinkes ) Sidoarjo terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pola hidup sehat salah satunya dengan melakukan pendampingan atau advokasi untuk menuju Sidoarjo Mandiri, Sehat dan Berkeadilan.

Kegiatan yang bertempat di Gedung Delta Graha , Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo juga mengundang para Camat, Kepala Puskesmas, Kepala KUA (Kantor Urusan Agama) dan Kordinator Pendamping Desa (KPD) tingkat Kabupaten, serta dilibatkan dalam program advokasi pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan.Selasa, (27/3) 

Dalam sambutannya,  Bupati Sidoarjo Saiful Ilah berpesan agar pelaksanaan advokasi pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan bisa dilaksanakan dengan maksimal, tingkat kesehatan masyarakat harus meningkat seiring dengan cepatnya pertumbuhan ekonomi Sidoarjo. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Ika Harnasti , mengharapkan setelah mengikuti program advokasi pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan ini pemahaman mereka bisa lebih meningkat lagi dan yang lebih penting lagi bisa terwujudnya  “Program Peningkatan Perilaku Hidup Sehat” di setiap instansi pemerintah mulai di tingkat kabupaten hingga tingkat desa.

Perlu diketahui, tahun 2018 Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Kesehatan mempunyai target menjadikan Sidoarjo mandiri, sehat dan berkeadilan. " di butuhkan Kerjasama lintas sektor dan lintas program ini tujuannya adalah penintegrasian program kesehatan dalam melakukan advokasi atau pendampingan supaya terjadi peningkatan kesehatan secara merata diwilayah kabupaten Sidoarjo karena hal ini amanah UU''. tegas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Ika Harnasti". (eka/med).

 

Wanita Hamil  Ngidam Ketemu Khofifah , Lalu  Mbak Sri Doakan Paslon Nomor Satu Menang

SIDOARJO - Calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyapa warga pasar Sukodono, Sidoarjo, Jawa Timur. Saat tiba di pasar, seorang wanita hamil mengaku sudah lama ngidam ingin bertemu dengan Khofifah.

Wanita yang diketahui bernama Sri Handayani menuturkan sejak umur kandungan satu bulan ingin bertemu Khofifah. Kini, dikatakan Sri, umur kehamilannya mencapai 8 bulan dan berharap kelak buah hatinya memiliki cerdas dan bersahaja seperti Khofifah.

Wanita yang menjual tahu di pasar Sukodono ini menuturkan, pertama kali bertemu Khofifah saat menghadiri pengajian Muslimat NU. Sejak itu Sri yang sedang hamil muda ingin bertemu Khofifah.

Di pasar, Sri sejak jam 7 menunggu datangnya Khofifah. Tiba di Pasar Sukadana, Sri langsung memeluk Khofifah sejadi-jadinya. 

Menteri sosial 2014-2018 itu pun langsung menyambut Sri, berswafoto bersama dan mendoakannya.

"Semoga lancar ya, anaknya sehat, lancar persalinanya. Jadi anak saleh ya," kata Khofifah sambil mengelus perut Sri.

Impian Sri akhirnya teruwujud saat Khofifah menyambangi pasar Sudokono, Sidoarjo, Jumat (23/3/2018). Kehamilan Sri ini yang ketiga.

"Sekarang bulan delapan. Pengennya (ketemunya) dari dulu awal bulan pertama. Semoga ini kaya bu Khofifah, cerdas, sederhana, mau nyapa siapa aja, hebat. Pengennya ketemu mas Emil juga," harap Sri yang matanya berkaca-kaca semringah.

Wanita asli Sidoarjo ini mengaku kagum dengan Khofifah. Dia menilai Khofifah pemimpin impian masyarakat Jawa Timur.

"Seneng sama bu Khofifah, orangnya hebat, cerdas. Sangat pantes mimpin Jawa Timur. Dulu pernah Menteri dua kali, pengalamannya banyak hebat," ucapnya.

"Pasti milih bu Khofifah sama mas Emil. Semoga hebatnya bisa kecipratan kesini" pungkas Sri sambil mengelus perutnya yg hamil.(eka/med/min)

Paslon nomor 2 Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guruh Soekarno mendapat dukungan  ribuan buruh pabrik Kopi Kapal Api se Sidoarjo pada Jumat (23/3/2018) .

SIDOARJO (Korantransparansi.com) - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut dua, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengunjungi pabrik kopi kemasan, Kapal Api, PT Santos Jaya Abadi, di kawasan jalan Raya Gilang, Sidoarjo, Jumat (23/3/2018). 

Kedatangan Keponakan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini disambut langsung oleh jajaran direksi dari PT Santos Jaya Abadi, serta ribuan buruh pabrik setempat. 

Setibanya di lokasi, Gus Ipul bersama buruh menyanyikan jingle kampanye Gus Ipul, "Kabeh Sedulur, Kabeh Makmur".

Mereka bergoyang bersama dengan aliran musik yang rampak. 

"Selamat Siang Bapak dan Ibu, bagaimana kabarnya?," tanya Gus Ipul kepada para buruh. 

Di kesempatan itu, Gus Ipul juga sempat menggelar pertemuan dengan jajaran direksi yang dipimpin langsung oleh Komisaris PT Santos Jaya Abadi, Christeven Mergonoto. 

Di dalam pertemuan ini, Gus Ipul menyaksikan presentasi dari proses pembuatan berbagai produk Kapal Api, mulai dari kopi tubruk, hingga kopi 3 in 1 instant. 

Proses tersebut dimulai dari pemilihan kopi, pengolahan, pengemasan, hingga distribusi. 

Ia juga menyempatkan menyeduh kopi Espresso produksi perusahaan yang memiliki 400 varian produk ini. 

"Melalui kopi, kita bisa tahu bahwa rasa pahit itu bisa dinikmati," ujar Gus Ipul usai menyeruput kopi espresso di hadapan jajaran direksi Kapal Api. 

Dalam diskusi ini juga dibahas perihal asal hingga harga bahan baku.

"Saat ini,  sekitar 95 persen menggunakan kopi lokal. Sisanya baru dari impor," ujar Christeven di depan Gus Ipul, Jumat (23/3/2018). 

Kopi tersebut ada yang berasal dari Jawa Timur, Lampung hingga Aceh. 

Sedangkan, untuk jenis kopi tertentu masih perlu melakukan impor, di antaranya berasal dari Jamaika dan Brasil.

Untuk mengurangi impor, perusahaan juga telah menyiasati dengan memperbesar produksi dan memperbanyak varian produk. 

Di antaranya dengan membuat creamer, dari yang awalnya berasal dari Belanda, kini bisa diproduksi sendiri. 

Tak hanya itu, perusahaan juga telah membuat kopi kapsul sebagai salah satu bentuk terobosan. 

Mendengar terobosan tersebut, Gus Ipul mengapresiasi dan berkomitmen untuk memperkuat basis produksi kopi lokal. 

"Kami bangga dengan perusahaan yang beroperasi dengan baik. Seperti Kapal Api yang sudah berdiri lama dan merambah pasar internasional," ujarnya. 

"Apalagi, mayoritas bahan bakunya masih menggunakan produk lokal," jelasnya.

Menurutnya, perusahaan yang memperkerjakan ribuan karyawan itu harus terus dikawal. 

Sebab, produksi kopi menimbulkan efek domimo positif yang bukan hanya bermanfaat bagi perusahaan, namun juga petani hingga distributor. 

"Salah satu yang membuat Jawa Timur maju adalah perusahaan seperti ini," jelasnya.

Di akhir kunjungannya, Gus Ipul lantas foto bersama dengan ribuan buruh. 

Bersama Christeven, keduanya dan para buruh duduk bersila di halaman pabrik. 

"Jangan lupa ya, kabeh Sedulur, Kabeh Makmur," pekik Gus Ipul yang lantas ditirukan oleh seluruh buruh "Gus Ipul gubernur kita semua". (min)

Operasi Keselamatan Satlantas Polresta Sidoarjo Bagikan Gandeng Ustadz dan Bagikan Helm

SIDOARJO (Korantransparansi.com) - Dalam kegiatan operasi keselamatan 2018 jajaran Satlantas Polresta Sidoarjo menggelar operasi kendaraan di jalan raya Pahlawan Sidoarjo dengan cara yang unik yaitu dengan menggandeng Ustadz dan membagikan helm kepada para pelanggar yang terjaring operasi. Selasa (20/3/2018).

Kegiatan operasi keselamatan di pimpin oleh Kasatlantas Polresta Sidoarjo Kompol Dhyno Indra Setyadiyang , Wakasatlantas Polresta Sidoarjo AKP I Gusti Made dan Kanitturjawali Iptu Rohmat serta Kanitdikyasa Polresta Sidoarjo Iptu Saripi dan diikuti seluruh jajaran Satlantas Polresta Sidoarjo.

Dalam razia kali ini, polresta sidoarjo sengaja melibatkan dua ulama yaitu Ustadz Sugeng dan Ustadz Khalim, para ulama tersebut bertugas memberikan penyuluhan dan pencerahan kepada pengguna jalan yang ketahuan melanggar lalu lintas.

Kepada para pelanggar itu, dua ustad ini lebih banyak memberi pencerahan agar mereka yang melanggar tidak mengulanginya.

"Mari kita berkendara dengan baik dan menaati semua peraturan yang ada. Peraturan itu semua untuk kebaikan dan kesalamatan kita sendiri," ujar ustad Sugeng.

Kegiatan yang digelar Satlantas Polresta Sidoarjo ini masih dalam rangka Ops Keselamatan Semeru 2018.

"Yang dalam pelaksanaannya, lebih mengedepankan preemtif, edukasi kepada masyarakat," kata Wakasatlantas Polresta Sidoarjo AKP I Gusti Made Merta di lokasi kegiatan.

Dalam upaya edukasi kepada masyarakat itulah, menurut Gusti, Kapolres dan Kasatlantas memiliki gagasan untuk memberi penyuluhan kepada pelanggar lalu lintas dengan melibatkan ustad-ustad dari Pondok Pesantren di Sidoarjo.

"Tentu, tujuannya agar kesadaran masyarakat dalam berlalulintas lebih baik. Yang efeknya bisa terus menekan angka kecelakaan lalu lintas," ungkap Gusti.

Selama kegiatan Ops Keselamatan 2018 digelar, hasil evaluasi Satlantas Polresta Sidoarjo menyebut bahwa kesadaran hukum masyarakat Sidoarjo terhadap undang-undang lalu lintas sudah sangat bagus.

"Kami mencatat, dari evaluasi sepanjang Ops Keselamatan ini kesadaran hukum masyarakat sudah mencapai 80 persen. Ini perkembangan yang sangat bagus," pungkasnya. (eka)

Jajaran Polres Sidoarjo berhasil mengungkap peredaran Narkoba.

SIDOARJO (Korantransparansi.com) - Jajaran Satreskoba Polresta Sidoarjo tidak membutuhkan waktu lama dalam mengungkap jaringan kasus Narkoba, total ada 19 tersangka yang terlibat dalam 22 kasus narkoba berhasil ditangkap oleh Satreskoba Polresta Sidoarjo dalam waktu seminggu dengan Barang bukti yang berhasil disita 455 Gram ganja serta 177,96 gram sabu-sabu.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji mengatakan, para tersangka ini merupakan hasil ungkap kasus yang telah dilakukan Satreskoba dalam seminggu terakhir. “Mereka ditangkap saat melakukan transaksi mengedarkan narkoba jenis ganja dan sabu-sabu,” katanya Rabu (21/3/2018).
 
Himawan menjelaskan sebagian tersangka ini juga ada yang ditangkap dari hasil pengembangan kasus dari satu tersangka ke tersangka yang lain.
“Ini adalah bentuk upaya kepolisian dalam memerangi peredaran narkoba. Akan terus kita lakukan sampai kapanpun,”tegasnya.
 
Para tersangka yang tertangkap ini ada yang masuk dalam  jaringan Krian, Candi dan bertindak sebagai bandar, pemakai bahkan ada yang kurir. Mereka diringkus saat bertransaksi. Dari penyelidikan dan pendalaman kasus, kebanyakan untuk sabu-sabu berasal dari Madura.
 
“Dari kasus narkoba yang berhasil diungkap terdapat tersangka yang buron dan masuk dalam DPO yang saat ini  oleh anggota terus melakukan pengejaran,”jelasnya.

 

Kepada para tersangka akan dijerat dengan Pasal 111 ayat (1), Pasal 112 (1), Pasal 112 ayat (2), Pasal 114 ayat (1) dan Pasal 114 ayat (2) UURI No 35 tahun 2008 tentang Narkotika. (eka/med)
banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...