Sidoarjo

Ratusan pegiat Koperasi Kayu di Sidoarjo dukung Khofifah Indar Parawansa jadi Gubernur

Surabaya  (KoranTransparansi.com) - Pegiat yang mengatasnamakan Kopersasi dan UKM se Jawa Timur menyatakan dukungannya untuk pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak, Kamis (19/4/2018).

Dukungan itu disampaikan langsung Koordinator Barisan Koperasi (Bako)-UKM Suryadi Purnomo, pada acara bertajuk "Gathering/Temu Bisnis Koperasi dan UKM Jawa Timur Demi Eksistensi dan Kebangkitan Ekonomi Rakyat" yang digelar di hotel Halogen, Sidoarjo. 

Dalam acara yang didatangi langsung oleh Khofifah itu, juga dihadiri ratusan pegiat Koperasi dan UKM se Jawa Timur. 

Suryadi dalam sambutannya mengatakan, Khofifah yang pantas memimpin Jawa Timur. Karena menurutnya khofifah dinilai pemimpin yang tidak sombong serta mudah bergaul dengan semua orang. 

"Saya yakin Ibu Khofifah adalah magnet bagi seluruh rakyat Jawa Timur, beliau pemimpin yang tidak sombong, mudah berbaur dengan siapapun," kata Suryadi. 

"Saya kenal dengan beliau sangat lama, di manapun saya bertemu dengan Ibu Khofifah, beliau selalu mau diajak foto bersama,' imbuhnya. 

Sementara yang menjadi dasar alasan dukungannya kepada pasangan nomor urut 1 Khofifah-Emil, karena dia menilai pengalaman Khofifah di bidang koperasi sangat kompeten. Khofifah juga tahu tentang perkoprasian dan UKM. 

"Oleh karena itu, kami sebagai koordinator Koperasi dan UKM Jawa Timur mendukung penuh Ibu Khofifah untuk menjadi Gubernur," tegas Suryadi.

Selain menyampaikan dukungan penuh, dia jiga mendoakan Khofifah agar terpilih memimpin Jawa Timur. Dan jika terpilih dia berharap agar tidak lupa pada Koperasi dan U

"Mudah-mudahan ridha Allah dan doa kita bersama dikabulkan agar Ibu Khofifah memimpin Jawa Timur, dan tentunya memperhatikan koperasi dan UKM se Jawa Timur. Beliau adalah salah satu tokoh kita, tokoh religius, tokoh Muslimat NU, tokoh agamis. Jadi beliau ini islam tidak karbitan," pungkasnya. (den)

 

Pelayanan E - KTP Kecamatan Taman Buka Sampai Jam 21.00

Sidoarjo (KoranTransparansi.com) - Awal tahun 2018 tepat nya bulan  Januari , Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo terus berupaya melakukan terobosan berupa inovasi pelayanan untuk memberikan pelayanan terbaik dan mudah bagi masyarakat khususnya wilayah Kecamatan Taman.

Salah satu Inovasi tersebut berupa membuka pelayanan dari jam 07.00 sampai 21.00 Wib. Dengan istilah penambahan jam lembur " kami berlakukan jam lembur agar masyarakat terpuaskan dengan pelayanan E- KTP" kata Ali Sarbini". ( 16-4-2018 )

Camat Taman Ali Sarbini menjelaskan jam lembur tersebut untuk percepatan perekaman dan pembuatan E - KTP , karena blangko pada tahun 2016 dan 2017 masih terhitung cukup banyak, selain itu juga ada dua petugas perekaman dengan kerja secara bergantian." Kami sediakan 2 petugas setiap harinya dan bekerja lembur nya secara bergantian ,keuntungan jam lembur juga untuk proses percepatan perekaman e -ktp". "Jelasnya".

Perlu diketahui setiap hari kecamatan Taman mendapat distribusi 2000 blangko e-KTP dari Kementerian Melalui Dinas Kependudukan dan pencatatan sipil Kabupaten Sidoarjo ( Dispendukcapil ) , serta pelayanan tersebut juga melibatkan pegawai kecamatan untuk mengantarkan E -KTP yang sudah jadi ke masing-masing desa. "Ada petugas kecamatan yang mengantarkan E - KTP yang sudah jadi ke desa - desa" ungkap Camat Taman Ali Sarbini".(eka/med)

Kasus Narkobaa di wilayah hukum Sidoarjo terus naik. Ini memaksa aparat  penegah hukum harus rajun melakukan operasi.

SIDOARJO (KoranTranspaansi.com) - Dalam sepekan terhitung dari tanggal 8-15 April 2018 Satreskoba Polresta Sidoarjo berhasil mengamankan 11 tersangka dari 10 kasus. Dengan barang bukti ganja 1,88 gr, Sabu 17,79 gr, HP 9 buah serta uang tunai 410.000. 

Akan tetapi dalam penangkapan tersebut ada hal yang memilukan karena dari total 11 tersangka ada 2 oknum PNS lingkup Kabupaten Sidoarjo yang di amankan Satreskoba Polresta Sidoarjo, yang satu oknum PNS aktif dan yang satunya pensiunan PNS, mereka berdua sama-sama dari Dinas Perhubungan Sidoarjo.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji mengatakan pihaknya telah melakukan 10 ungkap kasus Narkoba di beberapa wilayah diantaranya Gedangan 2 kasus, Sidoarjo 2 kasus, Tanggulangin 2 kasus, Buduran 2 kasus, Jabon 1 kasus dan Pasuruan 1 kasus.

“Tersangka yang berhasil kita amankan sebanyak 11 orang dalam kurun waktu seminggu ini,”ungkap Kapolresta Sidoarjo saat melakukan rilis di halaman Mapolresta Sidoarjo,Senin (16/4/2018).

 Himawan menjelaskan pihaknya mengaku sangat prihatin karena dari 11 tersangka yang ditangkap, diketahui ada satu tersangka yang berprofesi sebagai PNS aktif dari dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo dan satu tersangka lagi merupakan pensiunan PNS. 

Dua pelaku pelaku tersebut yakni  DHN (37) dari Magersari Sidoarjo masih aktif sebagai staf di Dishub Kab. Sidoarjo  dan DS (62) warga Tanggulangin, sudah pensiun dari dinas yang sama. Keduanya ditangkap jadi satu TKP dan barang bukti yang diamankan dari keduanya 0,56 gram.

“Kami akan melakukan pengembangan tentang asal muasal barang haram  yang dikonsumsi oleh kedua pelaku ini ,” katanya.

Masih Kata Himawan, pihaknya segera melakukan koordinasi dengan dinas-dinas untuk melakukan penyuluhan agar nantinya tidak semakin banyak pemakai narkoba dari kalangan abdi negara ini.

“Kita tetap akan mengedepankan pencegahan baru kita lakukan penindakan,”tegasnya.

Kepada para tersangka atas perbuatannya akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (1) UURI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (eka/med)

Wakkil  Bupati Sidoarjo mengingatkan agar budaya buang sampah ditempatnya harus digerakan lagi dan tidak sekaki kali membuang sampah di Sungai karena akana menjadi persoalan kota.

SIDOARJO (KoranTransparansi.com) - Kesadaran warga Sidoarjo akan bersih lingkungan dinilai masih sangat memperihatinkan. Hal tersebut dibuktikan dengan makin keruhnya air sungai dan penuh sampah. Jika ini dibiarkann akanb menimbulkannbanyak persoalan Kota. Sungai bukan tempat pembuangan sampah 

Pada acara pembukaan Sosialisasi Sidoarjo Peduli Sungai di Sun City Sidoarjo , Wakil Bupati Sidoarjo yang akrab disapa Cak Nur mengatakan "Sungai menjadi salah satu parameter kemajuan suatu bangsa karena  ini wujud keberadaban masyarakat, kalau negaranya maju dan bagus pasti kondisi sungainya juga bagus, “ katanya" .Selasa (27/4/2018).

Kepedulian masyarakat yang kita tumbuhkan, terutama perlakuan yang bijak terhadap sungai ini bukan saja untuk kelestarian lingkungan kita pada saat ini, tapi untuk anak cucu kita kelak. Kalau sungai terpelihara dengan baik  maka akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sidoarjo, Ir. Sigit Setyawan, ST selaku leading sector kegiatan Sidoarjo Peduli Sungai ini mengungkapkan bahwa kegiatan ini melibatkan semua elemen masyarakat dan pemerintah.

Kegiatan Sidoarjo Peduli Sungai ini bersinergi dengan DLHK dengan program Zero Waste Academy, dan BPBD dengan program Sekolah Sungai diharapkan akan mampu untuk mengatasi permasalahan sampah dan banjir  di Kabupaten Sidoarjo.

Dan untuk sosialisasi kegiatan di hadiri Kepala Bappeda, Pimpinan OPD terkait, praktisi akademisi selaku  narasumber, dengan peserta dari kepala kelurahan/ Desa terkait dan tokoh masyarakat kecamatan Tanggulangin, Krian, Jabon, Krembung dan Porong.

Sigit menerangkat selama ini, Dinas PUPR setiap tahunnya selalu melakukan normalisasi sungai dan membersihkan sampah dari sungai, namun jika tidak tidak ada dukungan penuh dari masyarakat usaha yang kita lakukan tidak akan ada hasilnya.

“Ayolah kita semua bersama – sama memiliki kepedulian terhadap sungai agar tidak terjadi banjir dan sungai bisa berfungsi dengan baik,” tegasnya". (eka)

Serap Naker Gus Ipul Komitmen Dorong Industri Mebel Jatim

Sidoarjo (Korantransparansi.com) - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut dua, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berkomitmen memajukan industri mebel Jawa Timur. Industri mebel mayoritas padat karya, jika sektor ini maju maka tenaga kerja yang terserap akan semakin banyak.

"Perusahaan furnitur harus bisa lebih maju agar bisa menyedot tenaga kerja," kata Gus Ipul saat mengunjungi perushaan furniture PT Integra Group Sidoarjo, Rabu (17/4) siang.

Dalam kunjungan itu, Gus Ipul bertemu langsung dengan para buruh perusahaan yang berjumlah sekitar 7 ribu. Para buruh bersorak dan yel-yel menyanyikan 'Kabeh Sedulur' melihat kedatangan keponakan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini. Mereka tak ragu mengajak Gus Ipul selfie.

Gus Ipul mengaku kagum, perusahaan yang dipimpin oleh Halim Rusli ini dapat menembus pasar ekspor. Dimulai dari kawasan Eropa dan Amerika Serikat. Sehingga, perusahaan furnitur ini harus bisa dijaga dan dipertahankan.

Gus Ipul melihat masih ada pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan guna menggenjot produktivitas industri mebel Jawa Timur. Dimulai dari pengoptimalan penggunaan teknologi terkini dengan peremajaan alat dan teknologi industri. Masih banyak produsen mebel dalam negeri yang masih menggunakan teknologi yang sangat manual.

Selain itu, ketersediaan bahan baku log (kayu  gelondongan) dan rotan yang semakin menipis juga harus menjadi perhatian serius. Juga masalah distribusi logistik bahan baku dan produk jadi yang dinilai menelan ongkos yang tinggi. 

"Selain itu, para pengusaha banyak yang mengusulkan agar ekspor bahan baku dipermudah. Ini yang perlu didiskusikan lebih lanjut bersama pemerintah pusat,' jelasnya.

Ditambah, perlu ada perluasan pasar. Selama ini, tujuan ekspor masih terbatas ke negara-negara tradisional, seperti Amerika dan Eropa. Diketahui, kedua kawasan ini mengalami kelesuan ekonomi dalam beberapa tahun. "Kalau bisa diekspor ke negara tetangga," ujarnya.

Sementara itu pemilik perusahaan Halim Rusli, mengharapkan bila terpilih nanti Gus Ipul mampu menciptakan iklim usaha yang kondusif terutama di sektor mebel Jawa Timur. Seperti menjembatani antara kepentingan pengusaha dan buruh. "Harus imbang, jangan karena kepentingan politik, pengusaha dikorbankan. Begitu juga sebaliknya," kata dia.

"Saya lihat dengan modal dua periode sebagai Wagub, Gus Ipul dapat menangkap apa yang menjadi kebutuhan kami sebagai pengusaha di Jawa Timur," pungkas Halim.(min)

JPU KPK Tuntut Mantan Walikota Batu 8 Tahun Penjara

SIDOARJO (Korantransparnsi.com)– Pembacaan surat tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam sidang perkara dugaan suap pengadaan barang dan jasa Pemkot Batu periode 2017 dengan terdakwa mantan Walikota Batu, Eddy Rumpoko, Jum’at (6/4) berlangsung tertib. 

Sidang yang digelar di ruang Cakta Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya itu dipimpin langsung oleh Hakim Unggul Mukti Warso.

Dalam dakwaan yang dibacakan JPU KPK, Ronald Ferdinand Worontika terungkap, terdakwa menerima suap berupa 1 unit mobil merk Toyota New Alphard senilai Rp 1,6 miliar dari pengusaha Filiphus Djap. Tak hanya itu, terdakwa diduga juga menerima uang suap sebesar Rp 95 juta dan Rp 200 juta.

Perbuatan tersebut, kata Ronald, telah melanggal pasal 12 huruf a juncto pasal 18 juncto pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP juncto pasal 64 ayat (1) KUHP. “Menuntut terdakwa dengan hukuman 8 tahun penjara dan wajib membayar sejumlah denda. Tapi bila denda tidak dibayar akan diganti dengan hukuman penjara,” ujarnya.      

Hukuman penjara dan denda rupanya dipandang JPU tak cukup membuat efek jera bagi terdakwa. Pencabutan hak politik terdakwa selama 5 tahun juga masuk dalam dalam surat tuntutan, karena terdakwa dianggap tidak kooperatif dan keterangannya selalu berbelit-belit. 

“Ini sudah bisa kami jadikan pertimbangan bahwa terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi,” sambung Ronald.

Menanggapi tuntutan tersebut, tim penasehat hukum terdakwa akan mempersiapkan nota pledoi atau surat pembelaan yang akan dibacakan dalam persidangan selanjutnya.

Seperti diketahui, Eddy Rumpoko yang saat itu masih menjabat sebagai Walikota Batu diringkus KPK melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) tanggal 16 September 2017. Ia ditangkap setelah diduga menerima suap dari Bos PT Dailbana Prima Indonesia dan CV Amarta Wisesa, Filiphus Djap untuk sejumlah proyek pengadaan barang yang bersumber dari APBD Pemkot Batu tahun 2016 sebesar Rp11 miliar.  

 Sedangkan di tahun 2017, Filiphus juga mengerjakan proyek pengadaan modal peralatan dan mesin untuk meubelair senilai Rp 5,26 miliar, termasuk pengadaan pakaian dinas beserta atributnya senilai Rp 1,44 miliar.

Untuk proyek pengadaan meubelair, Eddy minta fee 2 persen dari total fee 10 persen yang diterima Ketua Kelompok Kerja Badan Layanan Pengadaan Barang dan Jasa VI Unit Layanan Pengadaan Pemkot Batu, Edi Setiawan yang akhirnya juga ditangkap KPK. (den)  

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...