Sidoarjo

Satpol PP Kecamatan Tanggulangin melakjkan razia di RT/RW untuk meminimalisir para teroris

SIDOARJO (KoranTransparansi.com) - Kasi Satpol PP Kecamatan Tanggulangin yang di pimpin Edi Nurcahya  melakukan Razia di beberapa Rumah kontrakan dan tempat Kost untuk meminimalisir Teroris. Ini dilakukan menyusul terjadinya bom di Gereja, Polrestabes Surabaya dan aksi teror di Sidoarjo.

Satpol PP Kecamatan perlu turun tangan sekaligus bekerjasama dengan RT an RW diwilayahnya beserta Masyarakat 

Razia dilaukan pada Senin  (14/05/2018) di desa Kalitengah perumahan Tanggulangin asri di RT.06 Rw.06 Dan Razia yang di pimpin o Kasipol PP Edy Nurcahya.

Camat Tanggulangin Didik W membenarkan Razia di rumah kontrakan juga tempat tempat kost itu untuk mengatisipasi terjadinya terjadinya Teroris oleh karena itu kami sering melaksanakan Razia tersebut, untuk menciptakan kondisi yang aman, kondusif untuk meminimalisir ruang gerak teroris tepatnya di kecamatan.

Tanggulangin.dan Camat Didik wiyodoko juga menyampaikan dengan Adanya kegiatan tersebut masyarakat berterima kasih pada satpol pp, dan supaya warga tidak takut lagi adanya teror BOM yang ada di surabaya juga di sepanjang, kabupaten sidoarjo.'Bengitu ungkapnya dan juga yang disampaikan dari salah satu warga kalitengah .

menyampai kegiatan selesai Telah berjalan lancar aman kondusif dan wargapun lebih tenang begitu ungkapnya.(med/eka)

Di Dukung Mbah Moen, Gus Ipul Sebar Semangat Perdamaian dan Peduli Tetangga

 

SIDOARJO (KoranTransparansi.com) - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut dua, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) hadir dalam acara Harlah Pondok Pesantren Bumi Sholawat, Lebo, Sidoarjo, Senin (14/2/2018). 

Di pesantren yang diasuh oleh KH Agoes Ali Mashuri ini, Gus Ipul hadir satu panggung dengan KH Maimun Zubair, pengasuh pondok pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang. 

Hadir juga dalam acara ini sejumlah ulama karismatik diantaranya Habib Ja'far Bin Muhammad bin Hamid bin Umar Alkaff dari Semarang. Juga tampak Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar, Sekjen PBNU Helmy Faisal Zaini; Mantan Gubernur Jatim Imam Utomo, serta sejumlah Kiai dan ulama.

Setiba di lokasi, Gus Ipul lantas mencium tangan para kiai, termasuk Mbah Moen (sapaan Kiai Maimun), sebagai bentuk tawaduk santri kepada kiainya.

Mbah Moen pada kesempatan tersebut juga turut mendoakan agar Jawa Timur dapat kembali aman dan damai.

"Jatim butuh pemimpin yang nasionalis dan religius. Jatim harus gubernur yang nasionalis religius agar aman dan makmur," kata Mbah Moen sambil menyapa Gus Ipul.

Ditemui di sela pertemuan tersebut, Gus Ipul menjelaskan kehadirannya ini juga sekaligus mengajak masyarakat untuk berdoa bersama agar kejadian teror yang selama ini terjadi dapat diatasi. 

"Kami prihatin dan berbela sungkawa. Ini adalah musibah besar bagi kita semua. Para kiai tadi juga telah berharap dan mendoakan agar kejadian ini menjadi kejadian terakhir di Jawa Timur,"  kata Gus Ipul.

Apalagi, bencana yang telah merenggut banyak korban jiwa tersebut berjalan masif dan terjadi di beberapa wilayah di Jawa Timur dengan hampir bersamaan. 

"Inilah PR kita semua. Kami mendukung penuh aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan mengambil langkah hukum untuk kasus ini," kata salah satu Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini.

Pihaknya juga berkomitmen untuk memperkuat lembaga pengamanan yang berfungsi untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan. 

"Mungkin bisa melalui regulasi yang bisa menghadirkan perlindungan. Baik kepada masyarakat pada umumnya dan juga aparat penegak hukum," kata Wakil Gubernur dua periode ini. 

Program yang diluncurkan di 2016 silam, pada awalnya diharapkan menjadi solusi menyelesaikan masalah sosial di lingkungan tempat tinggal. Misalnya, apabila ada tetangga yang sakit, tetangganya tidak boleh diam.

Gerakan yang diinisiasi Gus Ipul ini bertujuan menyikapi semakin lunturnya perhatian dan kepedulian terhadap sesama, khususnya tetangga di lingkungan sekitar. Kepedulian antar tetangga satu dengan yang lain dinilai semakin menipis. 

"Dulu kami telah mempunyai program Gerakan Peduli Tetangga. Melalui program ini, kita bisa mengetahui apa yang dikerjakan oleh tetangga kita," ujar Gus Ipul. 

Selain meningkatkan kepedulian, program ini juga sekaligus menjadi ajang untuk mencegah teror.

"Dengan begitu, kita bisa sekaligus melakukan tindak pencegahan. Caranya, apabila ada hal-hal yang mencurigakan, bisa melaporkan kepada aparat," kata mantan Ketua Umum GP Ansor dua periode ini. 

Lebih lanjut, pihaknya mengapresiasi berbagai upaya aparat kepolisian yang sejauh ini telah mengungkap identitas pelaku teror di Surabaya maupun Sidoarjo. 

"Kita mendukung penuh semua pihak yang telah berusaha menegakkan hukum pasca terjadinya kasus ini. Ini adalah masalah besar yan harus ditangani bersama," ujar Gus Ipul. 

"Kami mengutuk keras. Kedepan, kita perlu meningkatkan kerjasama antara masyarakat, pemerintah, dan juga aparat penegak hukumnya," kata Gus Ipul mengakhiri. (min/med)

 

Antisipasi Meluasnya Aksi Teros, Sidoarjo Siaga 1

 

SIDOARJO (Korantransparansi.com) -  Mengatisipasi meluasnya aksi teror, Sidoarjo dinyatkan siaga 1. Ini dilakukan menyusul penggerebekan teroris di rusunawa Wonocolo Sepanjang pada jam 20.30 hari Minggu malam dan Senin pagi. 

Tim Polri dari Densus 88 kembali melumpuhkan jaringan teroris di dua tempat sekaligus pada jam yang sama yaitu di Dusun Jedong RT 1 RW 2 Kelurahan Karangagung kecamatan Sidoarjo Kota dan di Perumahan Puri Maharani RT 13 RW 05 Block A4 no 11 Masangan Etan kecamatan Sukodono pada jam 8.30 wib .( 14/5 )

Setelah adanya aksi terorisme, Bupati Sidoarjo H.Saifull Illah dan Wakil Bupati Nur Ahmad beserta rombongan Muspika Kabupaten Sidoarjo melakukan sidak di dua lokasi kejadian aksi terorisme pada jam 12.00 wib. 

Saifullah Illah dalam sidaknya menyampaikan status kewaspadaan warga kabupaten Sidoarjo harus lebih di tingkatkan mengingat masih banyak aksi terorisme di sekeliling kita " kami tidak kecolongan, tapi tidak tau kalau ada aksi tersebut, jadi statusnya Sidoarjo saya tingkatkan menjadi Siaga 1 dan masyarakat Sidoarjo harus berani melawan aksi terorisme" himbauan nya".

Saat di singgung mengenai Sidoarjo yang menjadi target teroris , Saiful Illah tidak menampik karena sudah ada buktinya bahwa teroris ada di sekeliling kita semua, " di  Sidoarjo memang ada teroris tapi untuk jumlah nya, kami tidak tau". " Katanya". 

Saiful Illah menegaskan Segera saya kumpulkan semua elemen dari mulai kades sampai pejabat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan" kita harus lawan terorisme" tegasnya". 

Kapolresta Sidoarjo Kombespol Himawan Bayu Aji menambahkan dalam kejadian ini masih di analisis terkaitnya adanya sangkut pautnya dengan jaringan yang di Surabaya," kami belum bisa menyimpulkan karena masih di analisis oleh Mabes Polri dan Tim Densus 88 " ungkapnya". 

Dalam penggerebekan yang di Puri  Maharani Masangan Etan, Densus 88 melumpuhkan satu teroris yakni Budi Satrijo serta melumpuhkan teroris yang bersembunyi di Karangagung Sidoarjo Kota. " memang sempat terjadi baku tembak antara Densus 88 dan pelaku teroris serta sudah melumpuhkan para teroris dari 2 lokasi di kabupaten Sidoarjo," jelasnya. 

Pengamanan lebih d intensif dan serta Warga tetap tenang, Jika ada yang mencurigakan langsung hubungi polsek terdekat dan polresta Sidoarjo. " Tegasnya". (Eka/med)

Serma Sutrisno

SIDOARJO (KoranTrabsparansi.com) - Dalam rangka menyongsong hari buku nasional pada tgl 17 Mei, anggota Kodim 0816 Sidoarjo menggalakan kegiatan sosialisasi gemar membaca dengan sasaran para pelajar sekolah SDN di daerah pedalaman.

Hal itu dilakukan Serma Sutrisno Bati Ter Kodim 0816 Sidoarjo yang saat ini sedang menemani salah satu pelajar di SDN 3 Kupang, Kali Alo, Kecamatan Jabon Kabupaten. Sidoarjo (08/5/2018).

Menurut Serma Sutrisno gemar membaca harus terus dilakukan oleh para generasi penerus bangsa sejak usia dini, khususnya bagi pelajar yang mungkin jauh dari perkotaan, mengingat daerah pedalaman memerlukan perhatian khusus karena dengan keterbatasan perpustakaan yang ada di sekolah pedalaman belum memaksimal seperti halnya wilayah perkotaan.

Selain itu sersan sutris juga menerangkan bahwa membaca adalah kegiatan yang sangat positif untuk terus dilakukan, dengan membaca kita bisa menambah wawasan dan mendapatkan informasi-informasi baru yang berguna bagi kita. Jendela keilmuan akan terbuka melalui membaca. Melatih kebiasaan membaca bacaan yang baik-baik akan membentuk pola pikir kita menjadi tertata, sistematis dan genius. 

Untuk itu kita harus rajin-rajin membaca buku-buku yang bagus dan berkwalitas serta memnerikan manfaat poaitif bagi kehidupan ini, seseorang yang banyak bertindak dan membaca, akan banyak melihat dan mengetahui tutur sersan sutrisno. (med)

 

Grup Salawat Al Banjari Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Ummah Kelurahan Celep, memeriahkan Haul Akbar dan Harlah ke-39 Masjid Al Hidayah Celep Sidoarjo.

SIDOARJO (KoranTransparansi.com) - Grup Salawat Al Banjari Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Ummah Kelurahan Celep, memeriahkan Haul Akbar dan Harlah ke-39 Masjid Al Hidayah Celep Sidoarjo.

Bertempat di depan Masjid Al Hidayah Celep, Rabu malam (9/5/2018) Grup Salawat Al Banjari Mi Nurul Ummah menampilkan perpaduan murid kelas 5 putra dan putri, mampu menghibur jamaah pengajian dengan syair-syair populer seperti “Ya Rasululloh” dan lainnya.

Kepala MI Nurul Ummah, Khoiriyah S.Pdi, mengatakan bahwa salah satu ekstra kurikuler di madrasah adalah mendapat bimbingan drum band dan Al Banjari disesuaikan dengan kemampuan masing-masing murid. Juga sertifikasi Munaqosah untuk menguji kemampuan murid bisa menjadi calon kader yang sudah bisa memimpin di masyarakat.  

“Kami di MI Nurul Ummah bersama guru pembimbing dan guru kelas, tetap mengutamakan mata pelajaran sesuai dengan kurikulum, tetapi ditambahkan dengan kebutuhan di masyarakat terutama bacaan Al Quran dan kebutuhan lainnya,” kata Khoiriyah. 

Kepala eluruhan Celep Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo, Sayudi. SH, mengatakan kegiatan Haul Akbar dan Harlah Masjid Al Hidayah di wilayah RW 1 dan RW 2 serta seluruh Kelurahan Celep, merupakan perwujudan kebersamaan jamaah masjid dan warga muslim di Celep untuk meningkatkan taqwa kepada Allah SWT dan menjaga kerukunan serta kebaikan bersama secara turun temurun mendoakan leluhur ahli kubur yang mendahului kita dan sejarahnya.

“Lebih baik lagi, kegiatan semacam ini sesuai dengan Pancasila sila pertama KeTuhanan Yang Maha Esa, dimana warga turut serta memakmurkan masjid dengan kegiatan positif untuk menjadi contoh yang baik, supaya dijauhkan dari hal-hal yang negatif,” kata Sayudi.

Ketua Panitia Haul Akbar dan Harlah Masjid Al Hidayah, Murtadlo, SE menyatakan sangat gembira dengan warga dan jamaah masjid yang berpartisipasi, baik Shodaqoh jariyah berupa uang, makanan, minuman juga tenaga dari remaja masjid dan muslimat sangat membantu suksesnya acara ini. 

Oleh karena itu, lanjut Murtadlo, mengucapkan terima. Dan acara dengan tema “Haul Akbar dan Harlah Masjid Al Hidayah kita wujudkan shodaqoh jariyah kepada ulama, guru, orangtua, dan sesama mukminin dengan niat baik dan ikhlas”, semoga menjadi amalan yang diridloi Allah SWT, dan membawa dampak kebaikan bagi para jamaah serta ahli kubur senantiasa mendapat doa secara terus menerus. 

“Haul Akbar setiap menjelang bulan suci Ramadan, untuk mengirimkan doa ahli kubur sebagai kepatuhan dan amal sholeh jamaah masjid untuk mengamalkan firman sebagai termaktub pada surat Ibrahim agar senantiasa berdoa untuk minta ampun kepada diri sendiri, kedua orangtua dan mukminin supaya mendapat kemudahan dan pahala pada hari hisab di akherat kelak,” ujar ketua Badan Pelaksana Takmir Masjid Al Hidayah Celep Sidoarjo, H Djoko Tetuko Abdul Latif. 

Acara pengajian umum sendiri dengan penceramah, Nyai Hajjah Elok Aisyah Munir dari Krembung Sidoarjo. Dan Tahlil Kubro dipandu Ustad Achmady Romly dengan do’a oleh Modin Kelurahan M. Sholeh Adenan.

Kegiatan rutin setiap akhir bulan Sya’ban ini juga dikaitkan dengan pelantikan Pengurus Badan Masjid Al Hidayah Celep Sidoarjo, periode 2017-2022. Masjid Al Hidayah Celep, dan sesuai jadwal pada bulan Oktober 2018 menjadi tuan rumah gerakan sholat subuh berjamaah Kecamatan Sidoarjo. (ria)

 

Tersangka Priyo dan Arik diamankan polisi.

 

SIDOARJO (KoranTransparansi.com) - Sat Reskrim Polsek Wonoayu Sidoarjo menangkap dua pemuda yang diduga akan mengedarkan sabu sabu. Hasil pemeriksaan sementara Priyo Hermanto dan Arik Abrianto juga sebagai pengguna mengingat beberapa baang bukti yang disita polisi mengindikasikan kearah itu.

Dua pemuda yang diamankan Polsek Wonoayu  masing masing Priyo Hermanto, 27, warga Desa Pademonegoro, Kecamatan Sukodono, dan Arik Abrianto, 30, warga Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, Malang, dicokok karena kedapatan membawa sabu-sabu (SS).

Dari tangan keduanya, polisi menyita satu poket sabu dan seperangkat alat isap sabu. Mulai dari bong, pipet, korek api dan sedotan plastik.

Pengungkapan kedua pengguna sabu ini bermula ketika polisi mendapat informasi tentang dua orang mencurigakan di Jalan Desa Sawocangkring, Wonoayu. Polisi langsung merespons dengan mendatangi lokasi. 

"Tersangka kami hentikan, kemudian kami lakukan penggeledahan. Saat itu kami temukan satu poket sabu," kata Kapolsek Wonoayu AKP Agung Gede Putra Wisnawa, Minggu (6/5/2018).

Tidak hanya sabu satu poket seberat 0,28 gram. Polisi juga menemukan alat isap sabu yang ditaruh dalam tas. Polisi sempat kesulitan mencari barang bukti sabu ini. Hingga mereka memeriksa ponsel milik tersangka Arik. Di balik tutup ponsel ini ditemukan sabu.

Tersangka Arik mengaku sabu tersebut milik Priyo yang dititipkan padanya untuk disimpan. "Priyo mengakui sabu itu memang miliknya yang dititipkan pada Arik," ujar AKP Agung.

Tersangka Priyo mengaku barang haram tersebut didapat dari seseorang yang diketahui berinisial R alias Botak. Ia membeli seharga Rp 200 ribu per paketnya. "Rencananya, mereka hendak menggunakannya bersama, namun berhasil kami amankan dulu. Kami masih mencari pemasok sabu ke tersangka," kata AKP Agung. (eka/med) 

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...