Sidoarjo

Published in Sidoarjo

Pembangunan Infrastruktur Molor, Bupati Akan Lakukan Evaluasi

Jan 01, 2019 Publish by 
Bupati Sidoarjo saat sidak  bangunan yang molor pembangunannya, pada Senin (31/12/2018)
Bupati Sidoarjo saat sidak bangunan yang molor pembangunannya, pada Senin (31/12/2018) (kt/ed)

Sidoarjo (KoranTransparansi.com)  - Beberapa Proyek pembangunan infrastruktur jalan dan bangunan tahun ini dipastikan molor.

Kepastian itu disampaikan Bupati Saiful Ilah usai sidak pembangunan rumah dinas Kapolresta dan wakapolresta, jalan raden patah, pembangunan gedung RPH Krian dan pembetonan jalan lingkar timur, Senin, (31/12/2018).

 Bupati Saiful Ilah akan mengevaluasi penyebab molornya beberapa proyek tersebut, karena sebelumnya beberapa hari yang lalu saat Bupati melakukan sidak, rekanan yang mengerjakan proyek tersebut mengatakan kalau proyek ditargetkan selesai sebelum 1 Januari 2019.

Seperti pembangunan RPH Krian, saat ini masih mencapai 85 persen, padahal anggaran yang dipakai bukan melalui PAK. Sedangkan pembetonan jalan lingkar timur dan jalan raden patah pengerjaannya masih sekitar  95 persen, yang mendekati selesai proyek pembangunan rumah dinas Kapolresta dan wakapokresta Sidoarjo yang berada di jalan Kombespol M. Duryat dan Sentra PKL ExCina yang berada di Jl. Gajah Mada.

 “ Setelah ini akan kita evaluasi semua, kenapa banyak proyek yang molor, apa karena proses perencannannya yang molor atau proses lelangnya yang mendekati akhir tahun “, ujar Saiful Ilah.

Tahun depan bupati Saiful Ilah berharap tidak ada lagi proyek yang pengerjaannya molor, mulai dari perencanaannya hingga proses lelangnya jangan sampai mendekati akhir tahun, karena alasan tersebut yang biasa dipakai rekanan.

 “Rekanan biasanya beralasan karena proses lelangnya mendekati akhir tahun “, ungkap Saiful Ilah.

 Rekanan yang mengerjakan RPH, Subianto menyampaikan ke Bupati Saiful Ilah, salah satu penyebab molornya karena dia harus membersihkan instalasi listrik bangunan lama, disisi lain tiap malam instalasi listrik tersebut tetap harus hidup karena tiap hari dipakai di RPH lama berada disebelah proyek.

 “Pengerjaan instalasi listrik ini tidak masuk dalam perjanjian, jadi waktu kita habis untuk urusan listrik, mestinya kita bisa mengerjakan pengecoran lantai dua sesuai dengan rencana, karena kendala instalasi aliran listrik akhirnya jadi molor “, kata Subianto.

 Rekann yang molor akan terancam sanksi, seperti Jefri yang mengerjakan pembetonan jalan lingkar timur mengaku siap disanksi.“Kita patuh pada aturan yang berlaku, kita siap menerima sanksi. Malam ini kita usahakan selesai semua pengerjaannya, ini tinggal gorong-gorongnya saja belum finishing “, kata Jefri.(med)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...