Sidoarjo

Published in Sidoarjo

Pagi Berdarah, Nyawa Melayang dan seorang lagi Kritis

Feb 20, 2018 Publish by 
Diduga karena mabuk mabukan menyebabkan salah paham dan berujung nyawa melayang, seorang lagi kritis
Diduga karena mabuk mabukan menyebabkan salah paham dan berujung nyawa melayang, seorang lagi kritis (med/eka)

Sidoarjo (KoranTransparansi.com) - Diduga rebutan purel berujung nyawa melayang. Peristiwa berdarah itu terjadi didepan tempat hiburan Cafe Yayang 1 komplek  Ruko Bungurasih desa Bungurasih kecamatan waru Sidoarjo. Selasa (20/02/2018 )

Menurut informasi di yang dihimpun KoranTransparansi, kejadian duel Berdarah tejadi sekitar pukul 3.00 dinihari , berlangsung 2 kali dengan selang waktu kurang lebih 10 menit.

Dari kejadian tersebut mengakibatkan dua korban, 1 korban meninggal dunia dengan luka bacok dengan  berisial mbok Tun , warga desa bangah dan 1 sekarat Slamet Riyadi alias Kebo warga Bungur Timur (preman terminal). 

Keributan tersebut diduga karena dendam lama antar teman ketika mabuk mabukan di TKP , setelah itu terjadi bentrok  hingga mengakibatkan 2 orang korban." Dua kali terjadi bentrok, bentrokan pertama di depan ramayana, bentrokan ke dua di depan cafe yayang". Saksi yang tidak mau di sebutkan namanya".

Secara terpisah Kepala Desa Bungurasih Eni , membenarkan adanya duel Berdarah yang mengakibatkan satu orang meninggal , dan satu orang lagi mengalami kritis. " Saya tidak tahu peris kejadiannya, tapi kabarnya memang begitu. Saya tahunya malah dari dari WA,"ungkapnya

Eni mengatakan , di Cafe tersebut memang di gunakan aktivitas seperti mabuk-mabukan hingga bernyanyi dengan Purel nya, " Saya sudah ingatkan ke semua pemilik cafe agar menjaga ketertiban dan ketentraman desa Bungurasih dan saya sendiri juga tidak tau apakah cafe-cafe sudah mempunyai ijin, karena tindakan tegas untuk menertibkan keberadaan cafe tersebut , ya dinas perijinan dan SatPol PP . " tegasnya".

Saat reka adegan , AKP Kuntoro Kanit Reskrim  Polsek Waru mengatakan untuk perkara ini masih di lakukan penyidikan dan memintai keterangan dari para saksi, dalam reka adegan Unit Reskrim dan tim INAFIS Polresta Sidoarjo memperagakan kurang lebih 8 adegan dalam dua kali proses reka ulang. " Kami masih belum berani mengambil keputusan, karena masih penyidikan, tdi sudah ada 8 kali reka adegan". " jelasnya. (med/eka)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...