Malang

Khofifah Inisiasikan Pabrik Pengolahan Ikan Sarden dan Salmon di Sendang Biru

 

MALANG  (KoranTransparansi.com) - Tempat Pelelangan Ikan Sendang Biru di Kabupaten Malang dinilai memiliki potensi besar untuk mengangkat taraf ekonomi masyarakat. Potensi tangkapan ikan nelayan Sendang Biru disebut bisa diberdayakan menjadi produk olahan.

Hal ini dikatakan calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi TPI Sendang Biru, Malang, Jawa Timur, Jumat (25/5/2018). Khofifah mengatakan sudah saatnya Jawa Timur memilkki lrlduk menggagas pengolahan sarden dan fillet Salmon.

"Ikan tuna di Sendang Biru ini potensi eksportnya luar biasa. Tentu ada hal yang bisa membuat nilai tambah bagi nelayan dan keluarganya di Sendang Biru jika olahannya dilakukan di sini," kata Khofifah.

Khofifah yakin gagasan tentang pembuatan pengolahan ikan sarden dan salmon fillet bisa diwujudkan di Sendang Biru. Pasalnya, potensi sumberdaya alam Malang dan Jawa Timur mendukung hal tersebut.

“Kalau bisa disiapkan olahan sarden di sini. Dihitung kapasitas listriknya. Rasanya menyiapkan salem menjadi sarden bukan sesuatu yang susah,” tuturnya.

Menurut Khofifah sudah saatnya dipikirkan bagaiamana tambahan kesejahteraan masyarakat Sendang Biru untuk bisa ditingkatkan. Antara lain olahan dan pengemasan ikan.

“Beberapa kapal tangkap yang besar mereka mengolah dalam kapal. Jadi keluar kapal sudah berbentuk Sarden. Jadi pascatangkapnya. Kalau tuna yang gede, difillet di sini, packaging di sini. Kalau Salem bisa dibikin Sarden di sini,” ungkapnya.

Gagasan ini merupakan perwujudan navigasi program Jatim Berdaya. Dalam Nawa Bhakti ketujuh ini memprogramkan pemberdayaan potensi sumberdaya masyarakat agar lebih memberikan dampak pada perekonomian masyarakat.

“Yang sering saya sebut petik olah kemas jual. Ini baru ada petik jual. Olahannya kalau salem bisa dibikin sarden. Akan memberikan nilai tambah lebih tinggi bagi masyarakat Sendang Biru sehingga yang sekarang petik-jual maka harus ada petik-olah-kemas-jual,” jelasnnya.

Soal anggaran, Menteri Sosial 2014-2018 ini akan membuka kerjasama dengan para investor sehingga bisa menjadi usaha bersama. “Kalau ini, investor akan banyak tertarik. Jadi kalau bikin pabrik sarden, bikin pabrik fillet, pabrik es investor banyak tertarik,” pungkasnya. (kho/min)

Pimpinan Muhammadiyah Nilai Khofifah Kaya Pengalaman & Layak Pimpin Jatim

MALANG (KoranTransparansi.com) - Pengalaman calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di berbagai bidang sudah tak diragukan lagi. Hal ini juga diamini Pimpinan PP Muhammadiyah, Hajriyanto Y Thohir.

Hal itu diungkapkan saat Khofifah menghadiri acara Kajian Ramadhan 1439 Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim, di Dome UMM (Universitas Muhammadiyah Malang), Kota Malang. Hajri mengatakan pengalaman Khofifah di berbagai bidang bisa menjadi modal kuat untuk memimpin Jawa Timur.

"Ibu Khofifah sudah pernah menjadi pimpinan DPR, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Kepala BKKBN, Wakil Ketua DPR lalu menteri lagi. Menteri saja sudah dua kali. Ditambah lagi Ketua Muslimat NU," kata Hajriyanto disambut tepuk tangan audiens.

"Saya rasa kalau hanya menjadi Gubernur Jawa Timur itu soal enteng saja," lanjutnya.

Sementara itu, Khofifah di forum yang sama memaparkan materi tentang politik kebangsaan dalam kajian ramadhan tersebut. Menurut Khofifah, politik adalah kendaran untuk memberikan maslahat untuk masyarakat agar bisa menjalankan perintah agama dengan baik.

"Politik ini posisinya sebagai politik mardhiyah (untuk mendapatkan keridhoan Allah). Maka posisinya adalah dalam rangka fi hirosatiddiin wa siasatiddunya (menjaga agama, menata dunia). 

Kalau kita di sini, kita semakin punya spektrum yang saling melengkapi dengan apa yang faktual dengan secara empirik," jelas khfifah.

Politik, Khofifah mengatakan, adalah bagian yang saling berkaitan dalam tatanan agama. Kondisi ini menjadikan politik sebagai ladang ibadah untuk memberikan kesejahteraan bagi umat manusia.

"Menurut Imam Ghazali agama dan kekuasan berdampingan. Bagaimana kita membangun negeri ini dan politik mengambil keputusan yang mengikat masyarakat umum, tapi ketika melihat kemungkaran harus yughoyyir biyadihi (melakukan dengan tindakan).

Maka di posisi inilah kekuasaan dan penguasa menjadi penting terlibat di dalamnya," pungkasnya. (kho/med)

 

Sekretaris Pusat Muhammadiyah Doakan Gus Ipul Jadi Pemimpin Amanah

MALANG (KoranTransparnsi.com) - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut dua (2), Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersilaturrahmi dengan keluarga besar Muhammadiyah, pada Sabtu (19/5/2018) malam.

Berlangsung di Gedung Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), acara ini dihadiri oleh sejumlah pengurus pusat, juga daerah, hingga ribuan kader pada umumnya. 

Di antaranya, Abdul Mu'ti (Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah), Saad Ibrahim (Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur), hingga Fauzan (Rektor UMM).

Pada sambutannya, Mu'ti mengingatkan warga Muhammadiyah untuk memberikan pilihan pada pemilihan kepala daerah, 27 Juni 2018 mendatang. 

"Demokrasi melalui pilihan mendatang adalah cara yang ditempuh bangsa ini untuk menentukan pimpinan kita. Oleh karenanya, berperan aktiflah pada pemilihan mendatang dengan tetap menjaga persatuan," ujar Mu'ti.

Mu'ti mengungkap tiga pendekatan yang dipegang oleh warga Muhammadiyah dalam menentukan pilihan. Yakni, pendekatan ideologis, strategis, dan pragmatis. 

Untuk pendekatan ideologis, pihaknya menyarankan memilih yang sepaham dengan ideologi Muhammadiyah. 

Sementara untuk pendekatan kedua, Muhammadiyah akan memilih pemimpin yang mau memrioritaskan kadernya untuk ikut serta membangun Jawa Timur.

"Peran strategis di dalam membangun Jawa Timur kami harapkan harus mengikutsertakan Muhammadiyah. Pilih yang jelas kontribusi, rekam jejaknya jelas, bisa bersinergi dengan membawa kerjasama dan mengakomodir Muhammadiyah," kata Mu'ti. 

Sedangkan untuk yang terakhir, yakni pendekatan pragmatis.

"Untuk pendekatan yang terakhir, kami harapkan bukan menjadi prioritas. Cukup murah untuk memberi pilihan hanya berdasar prioritas sesaat," lanjutnya. 

"Pada intinya, kami ingin mengedepankan yang mengutamakan keadilan. Muhammadiyah kami harapkan menjadi "minoritas yang menentukan"," katanya.

Di akhir sambutannya, Mu'ti mendoakan Gus Ipul agar diberikan kemudahan mewujudkan cita-citanya. 

"Serta, apabila sudah terpilih, semoga Gus Ipul diberi pertolongan oleh Allah," ujarnya mengakhiri.

Di sisi lain, Gus Ipul berencana mengajak Muhammadiyah untuk bekerjasama meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia di Jatim. 

Sebab menurutnya, peningkatan kesejahteraan di Jawa Timur harus mengedepankan peningkatan kualitas SDM. 

"Muhammadiyah melalui lembaga pendidikannya, kami harapkan bisa membantu meningkatkan kualitas SDM sekaligus melanjutkan capaian yang selama ini terwujud atas kerjasama pemerintah provinsi dan Muhammadiyah," kata Gus Ipul yang juga menjadi Wakil Gubernur Jawa Timur dua periode ini.

"Kami sangat mengenal Muhammadiyah beserta banomnya (Badan Otonomnya). 

Program kerjasama yang selama ini telah terjalin, kami harapkan bisa dilanjutkan. Sebab, kita tahu banyak sekali manfaat dan prestasi yang dihasilkan dari kerjasama ini," kata Gus Ipul yang juga mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal ini. (med)

 

Gus Ipul Ngopi Bareng Masyarakat Tionghoa Malang Raya

 

MALANG (KT) - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 2 Saifullah Yusuf (Gus Ipul) ngopi bareng sekaligus berbincang tentang Prospek Ekonomi Malang dan Jawa Timur, dengan tokoh dan pengusaha Tionghoa se-Malang Raya, Rabu (2/5).

Gus Ipul melihat pertumbuhan ekonomi Jawa Timur saat ini terus bertumbuh. Tentunya berkat kerjasama semua pihak. Pemerintah dengan tokoh masyrakat dan agama terjalin komunikasi yang terjaga. Begitu juga masyarakat terus bekerja keras.

"Alhamdulillah Jatim juga selalu aman. Artinya ketika kemanan tercipta pembangunan dapat terwujud, dan kesejahteraan rakyat dapat terealisasi," kata dia.

Selain aman, Demokrasi di Jawa Timur juga terjaga, dimana demokrasi yang saling menghargai pilihan-pilihan, menjunjung tinggi akhlak, dan harmoni. "Kita bersyukur proses demokrasi berjalan aman dan lancar," ujarnya.

Untuk merawat iklim demokrasi yang kondusif ini, maka Jatim membutuhkan pemimpin yang tak hanya cerdas dan memiliki tumpukan sertifikasi. "Juga harus punya kemampuan untuk mengkonsolidasikan kekuatan semua pilar yang ada di Jawa Timur," kata dia.

Dengan keamanan dan demokrasi yang terjaga, pendapatan per kapita masyarakat pun juga terus membaik. "Indeks pembangunan manusia ahamdulillah meningkat terus," ungkap dia.

Namun masih ada dua pekerjaan rumah (PR) besar, yaitu kemiskinan dan ketimpangan. Jurang kemiskinan masih terbilang begitu dalam, lalu kemiskinan harus terus dicari solusi untuk terus dikurangi. (den)

 

Gus Ipul Dukung Industri Mamin Jatim Kembangkan Pasar Ekspor

MALANG (Korantransparansi.com) – Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 2 Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengunjungi pabrik olahan makanan ringan Kuda Mas di Desa Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang Senin (2/4).

Di perusahaan ini, kandidat yang berpasangan dengan Cawagub, Puti Guntur Soekarno ini sempat meninjau pengolahan produk tersebut. Mulai dari pembuatan hingga pengemasan.

Gus Ipul bahkan sempat ikut melakukan pengepakkan makanan ringan serta memasukkannya dalam kardus.

Di perusahaan yang didirikan oleh pasangan H Samari dan Mutrifah ini Gus Ipul ditunggu oleh ratusan pekerja perusahaan tersebut. Mereka dengan semarak menyambut Gus Ipul dengan menyanyikan jingle lagu kampanye Gus Ipul dan Mbak Puti, Kabeh Sedulur.

Dari proses dialog bersama direksi perusahaan yang kini diwariskan ke generasi kedua, Ahmad Muzakir, terungkap bahwa Kuda Mas akan memperluas pasar. Dalam waktu dekat, Kuda Mas menargetkan dapat melakukan ekspor ke Timur Tengah.

Berdasarkan penjelasan Muzakir, selama ini jumlah produksi perusahaan tersebut masih didasarkan pada jumlah pesanan. Sehingga, pihaknya tak dapat memastikan jumlah kuota produksi tiap harinya.

Meskipun demikian, industri ini telah meraih omset Rp15-30 juta untuk tiap harinya. Jumlah tersebut merupakan total pemasukan untuk lebih dari sepuluh varian yang diproduksi oleh perusahaan yang telah berdiri sejak 1996 ini.

Mendengar target tersebut, Gus Ipul memberikan dukungan penuh. Menurutnya, pemerintah Jawa Timur mendatang akan mendukung industri, khususnya industri olahan makanan dan minuman (mamin) untuk melakukan ekspor.

“Ini termasuk usaha yang harus dilanjutkan. Industri olahan harus meningkatkan kualitasnya agar pasar bisa meluas hingga mancanegara,” ujar Gus Ipul ketika ditemui di sela kunjungannya tersebut.

“Perusahaan ini kan pasarnya mayoritas masih di sekitar Malang, mungkin juga ke luar provinsi. Namun, saya senang pemiliknya menargetkan bisa ekspor,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan, pemerintah juga akan menjembatani pengurusan perizinan. “Kalau mau ekspor, memang harus mengurus banyak perizinan,” ujarnya.

“Sehingga, sebelum diuji dan lolos di negara tujuan, di sini harus dilihat dulu. Pengecekan mulai dari proses awal hingga kemasan,” jelas Wakil Gubernur Jatim dua periode ini.

Pengurusan perizinan sertifikat di antaranya dilakukan ke Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) maupun Ke Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Kalau perizinan itu lolos, mungkin bisa untuk ekspor. Kalau sudah lolos ke Amerika atau Eropa, selebihnya gampang. Termasuk, kemungkinan akan ke Timur Tengah,” pungkasnya. (ko/min)

  Presiden Jokowi kembali menyerahkan sertifikat tanah untuk 5.153 pemegang hak milik di Malang Jawa Timur, Rabu (28/3/2018)

MALANG (Korantrasparansi.com) - Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo mendampingi Presiden RI Joko Widodo/Jokowi dalam acara Penyerahan Sertifikat Tanah Untuk Rakyat di GOR Ken Arok Kota Malang, Rabu (28/3) sore.

Dalam acara ini, Presiden menyerahkan sertifikat tanah untuk rakyat kepada 5.153 penerima yang berasal dari wilayah Malang Raya. Terdiri dari Kota Malang sebanyak 1.128 sertifikat, Kab. Malang sebanyak 4.000 sertifikat, dan Kota Batu sebanyak  25 sertifikat.

"Coba sertifikatnya diangkat tinggi-tinggi agar kelihatan semua sertifikat sudah diserahkan dan tidak ada pengibulan," kata Presiden yang langsung disambut masyarakat dengan mengangkat sertifikatnya masing-masing.

Presiden menjelaskan bahwa sertifikat ini sangat penting. Apalagi sekarang ini masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memiliki tanda bukti hukum atas tanah mereka. Hal  tersebut menimbulkan banyaknya sengketa pertanahan yang terjadi di masyarakat.

"Setiap ke daerah saya sering mendengar keluhan soal sengketa tanah dan lahan. Baik masyarakat dengan mmsyarakat, masyarakat dengan pemerintah ataupun masyarakat dengan perusahaan," katanya.

Untuk seluruh Indonesia, lanjutnya, pada tahun 2017 lalu pemerintah menargetkan penerbitan sertifikat sebanyak 5 juta sertifikat, tahun ini sebanyak 7 juta sertifikat dan tahun  depan sebanyak 9 juta sertifikat. Tahun 2023 mendatang, Presiden menargetkan sertifikat di Jatim seluruhnya rampung.

 

Tak lupa, Presiden berpesan kepada masyarakat yang telah menerima sertifikat agar berhati-hati dalam menggunakannya sebagai jaminan bila akan meminjam uang di bank. Presiden berharap masyarakat dapat menggunakan sertifikat tersebut dengan sebaik-baiknya dan telah melalui perhitungan atau kalkulasi yang matang.

"Tolong pinjamannya digunakan untuk untuk modal kerja, modal usaha dan modal investasi. Jangan sampai digunakan untuk hal-hal yang berbau kenikmatan seperti beli mobil atau motor, yang dibelikan sepeda motor atau mobil dari keuntungan saja,  bukan dari pinjaman," pesan Presiden.

Presiden juga berharap agar masyarakat menyimpan dan menjaga sertifikat terebut dengan baik. Caranya dengan diberi plastik dan difotokopi sebelum disimpan di lemari. Alasannya agar sertifikat tersebut tidak rusak ketika rumah bocor dan ada fotokopinya bila yang asli hilang.

*Ingatkan Jaga Kerukunan*

Pada kesempatan ini, Presiden juga mengajak masyarakat untuk menjaga persaudaraan, kerukunan dan persatuan kesatuan. Jangan sampai masyarakat terpecah belah hanya karena urusan pilkada ataupun pilpres.

“Negara kita negara besar. Marilah kita jaga dan rawat bersama. Jangan sampai tidak bersudara hanya karena pesta demokrasi,” kata Presiden.

Presiden juga mengingatkan masyarakat agar dalam pilpres dan pilkada memilih pemimpin yang paling baik menurut masyarakat. “Itu pesta demokrasi setiap lima tahun. Jangan sampai karena pilkada, pilpres dengan tetangga tidak rukun. Kita harus menyadari negara ini negara besar,” katanya.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara ini adalah  Menteri Agraria dan Tata Ruang RI, Sofyan A. Djalil dan Menteri Sekretaris Kabinet, Pramono Anung. (min)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...