Malang

Gus Ipul Ngopi Bareng Masyarakat Tionghoa Malang Raya

 

MALANG (KT) - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 2 Saifullah Yusuf (Gus Ipul) ngopi bareng sekaligus berbincang tentang Prospek Ekonomi Malang dan Jawa Timur, dengan tokoh dan pengusaha Tionghoa se-Malang Raya, Rabu (2/5).

Gus Ipul melihat pertumbuhan ekonomi Jawa Timur saat ini terus bertumbuh. Tentunya berkat kerjasama semua pihak. Pemerintah dengan tokoh masyrakat dan agama terjalin komunikasi yang terjaga. Begitu juga masyarakat terus bekerja keras.

"Alhamdulillah Jatim juga selalu aman. Artinya ketika kemanan tercipta pembangunan dapat terwujud, dan kesejahteraan rakyat dapat terealisasi," kata dia.

Selain aman, Demokrasi di Jawa Timur juga terjaga, dimana demokrasi yang saling menghargai pilihan-pilihan, menjunjung tinggi akhlak, dan harmoni. "Kita bersyukur proses demokrasi berjalan aman dan lancar," ujarnya.

Untuk merawat iklim demokrasi yang kondusif ini, maka Jatim membutuhkan pemimpin yang tak hanya cerdas dan memiliki tumpukan sertifikasi. "Juga harus punya kemampuan untuk mengkonsolidasikan kekuatan semua pilar yang ada di Jawa Timur," kata dia.

Dengan keamanan dan demokrasi yang terjaga, pendapatan per kapita masyarakat pun juga terus membaik. "Indeks pembangunan manusia ahamdulillah meningkat terus," ungkap dia.

Namun masih ada dua pekerjaan rumah (PR) besar, yaitu kemiskinan dan ketimpangan. Jurang kemiskinan masih terbilang begitu dalam, lalu kemiskinan harus terus dicari solusi untuk terus dikurangi. (den)

 

Gus Ipul Dukung Industri Mamin Jatim Kembangkan Pasar Ekspor

MALANG (Korantransparansi.com) – Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 2 Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengunjungi pabrik olahan makanan ringan Kuda Mas di Desa Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang Senin (2/4).

Di perusahaan ini, kandidat yang berpasangan dengan Cawagub, Puti Guntur Soekarno ini sempat meninjau pengolahan produk tersebut. Mulai dari pembuatan hingga pengemasan.

Gus Ipul bahkan sempat ikut melakukan pengepakkan makanan ringan serta memasukkannya dalam kardus.

Di perusahaan yang didirikan oleh pasangan H Samari dan Mutrifah ini Gus Ipul ditunggu oleh ratusan pekerja perusahaan tersebut. Mereka dengan semarak menyambut Gus Ipul dengan menyanyikan jingle lagu kampanye Gus Ipul dan Mbak Puti, Kabeh Sedulur.

Dari proses dialog bersama direksi perusahaan yang kini diwariskan ke generasi kedua, Ahmad Muzakir, terungkap bahwa Kuda Mas akan memperluas pasar. Dalam waktu dekat, Kuda Mas menargetkan dapat melakukan ekspor ke Timur Tengah.

Berdasarkan penjelasan Muzakir, selama ini jumlah produksi perusahaan tersebut masih didasarkan pada jumlah pesanan. Sehingga, pihaknya tak dapat memastikan jumlah kuota produksi tiap harinya.

Meskipun demikian, industri ini telah meraih omset Rp15-30 juta untuk tiap harinya. Jumlah tersebut merupakan total pemasukan untuk lebih dari sepuluh varian yang diproduksi oleh perusahaan yang telah berdiri sejak 1996 ini.

Mendengar target tersebut, Gus Ipul memberikan dukungan penuh. Menurutnya, pemerintah Jawa Timur mendatang akan mendukung industri, khususnya industri olahan makanan dan minuman (mamin) untuk melakukan ekspor.

“Ini termasuk usaha yang harus dilanjutkan. Industri olahan harus meningkatkan kualitasnya agar pasar bisa meluas hingga mancanegara,” ujar Gus Ipul ketika ditemui di sela kunjungannya tersebut.

“Perusahaan ini kan pasarnya mayoritas masih di sekitar Malang, mungkin juga ke luar provinsi. Namun, saya senang pemiliknya menargetkan bisa ekspor,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan, pemerintah juga akan menjembatani pengurusan perizinan. “Kalau mau ekspor, memang harus mengurus banyak perizinan,” ujarnya.

“Sehingga, sebelum diuji dan lolos di negara tujuan, di sini harus dilihat dulu. Pengecekan mulai dari proses awal hingga kemasan,” jelas Wakil Gubernur Jatim dua periode ini.

Pengurusan perizinan sertifikat di antaranya dilakukan ke Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) maupun Ke Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Kalau perizinan itu lolos, mungkin bisa untuk ekspor. Kalau sudah lolos ke Amerika atau Eropa, selebihnya gampang. Termasuk, kemungkinan akan ke Timur Tengah,” pungkasnya. (ko/min)

  Presiden Jokowi kembali menyerahkan sertifikat tanah untuk 5.153 pemegang hak milik di Malang Jawa Timur, Rabu (28/3/2018)

MALANG (Korantrasparansi.com) - Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo mendampingi Presiden RI Joko Widodo/Jokowi dalam acara Penyerahan Sertifikat Tanah Untuk Rakyat di GOR Ken Arok Kota Malang, Rabu (28/3) sore.

Dalam acara ini, Presiden menyerahkan sertifikat tanah untuk rakyat kepada 5.153 penerima yang berasal dari wilayah Malang Raya. Terdiri dari Kota Malang sebanyak 1.128 sertifikat, Kab. Malang sebanyak 4.000 sertifikat, dan Kota Batu sebanyak  25 sertifikat.

"Coba sertifikatnya diangkat tinggi-tinggi agar kelihatan semua sertifikat sudah diserahkan dan tidak ada pengibulan," kata Presiden yang langsung disambut masyarakat dengan mengangkat sertifikatnya masing-masing.

Presiden menjelaskan bahwa sertifikat ini sangat penting. Apalagi sekarang ini masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memiliki tanda bukti hukum atas tanah mereka. Hal  tersebut menimbulkan banyaknya sengketa pertanahan yang terjadi di masyarakat.

"Setiap ke daerah saya sering mendengar keluhan soal sengketa tanah dan lahan. Baik masyarakat dengan mmsyarakat, masyarakat dengan pemerintah ataupun masyarakat dengan perusahaan," katanya.

Untuk seluruh Indonesia, lanjutnya, pada tahun 2017 lalu pemerintah menargetkan penerbitan sertifikat sebanyak 5 juta sertifikat, tahun ini sebanyak 7 juta sertifikat dan tahun  depan sebanyak 9 juta sertifikat. Tahun 2023 mendatang, Presiden menargetkan sertifikat di Jatim seluruhnya rampung.

 

Tak lupa, Presiden berpesan kepada masyarakat yang telah menerima sertifikat agar berhati-hati dalam menggunakannya sebagai jaminan bila akan meminjam uang di bank. Presiden berharap masyarakat dapat menggunakan sertifikat tersebut dengan sebaik-baiknya dan telah melalui perhitungan atau kalkulasi yang matang.

"Tolong pinjamannya digunakan untuk untuk modal kerja, modal usaha dan modal investasi. Jangan sampai digunakan untuk hal-hal yang berbau kenikmatan seperti beli mobil atau motor, yang dibelikan sepeda motor atau mobil dari keuntungan saja,  bukan dari pinjaman," pesan Presiden.

Presiden juga berharap agar masyarakat menyimpan dan menjaga sertifikat terebut dengan baik. Caranya dengan diberi plastik dan difotokopi sebelum disimpan di lemari. Alasannya agar sertifikat tersebut tidak rusak ketika rumah bocor dan ada fotokopinya bila yang asli hilang.

*Ingatkan Jaga Kerukunan*

Pada kesempatan ini, Presiden juga mengajak masyarakat untuk menjaga persaudaraan, kerukunan dan persatuan kesatuan. Jangan sampai masyarakat terpecah belah hanya karena urusan pilkada ataupun pilpres.

“Negara kita negara besar. Marilah kita jaga dan rawat bersama. Jangan sampai tidak bersudara hanya karena pesta demokrasi,” kata Presiden.

Presiden juga mengingatkan masyarakat agar dalam pilpres dan pilkada memilih pemimpin yang paling baik menurut masyarakat. “Itu pesta demokrasi setiap lima tahun. Jangan sampai karena pilkada, pilpres dengan tetangga tidak rukun. Kita harus menyadari negara ini negara besar,” katanya.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara ini adalah  Menteri Agraria dan Tata Ruang RI, Sofyan A. Djalil dan Menteri Sekretaris Kabinet, Pramono Anung. (min)

Gubernur Jatim pada acara Pelantikan Pengurus DHD BPK 45 Prov. Jatim dan DHC Kab/Kota serta Peringatan HUT ke-58 BPK 45, di Pendopo Agung Kab. Malang, Jl. Agus Salim No. 96, Kiduldalem, Klojen, Kota Malang, Kamis (22/03).

 

MALANG (Korantransparansi.com) - Gubenur Jatim Dr. H. Soekarwo berharap pengurus Dewan Harian Daerah/DHD dan Dewan Harian Cabang/DHC Badan Pembudayaan Kejuangan/BPK 45 mampu menerapkan nilai-nilai kejuangan dalam kehidupan sehari-hari. 

Hal ini penting dilakukan karena nilai kejuangan harus bisa menjadi working ideology, sehingga bisa menyelesaikan masalah ketidakadilan yang dihadapi bangsa ini.

“PR besar kita bersama sampai sekarang yakni bagaimana menerapkan komitmen kejuangan dalam kehidupan keseharian kita,” ungkap Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim pada acara Pelantikan Pengurus DHD BPK 45 Prov. Jatim dan DHC Kab/Kota serta Peringatan HUT ke-58 BPK 45, di Pendopo Agung Kab. Malang, Jl. Agus Salim No. 96, Kiduldalem, Klojen, Kota Malang, Kamis (22/03).

Menurut Pakde Karwo, Indonesia patut bersyukur karena nilai-nilai kejuangan dan semangat 45 nya dilestarikan dan dibudidayakan. Karenanya, keberadaan organisasi BPK 45 sangat penting sebab yang diajarkan adalah transformasi nilai bukan hanya sekedar fisik. Nilai-nilai yang  ditekankan yakni tentang kejuangan dan  rasa cinta tanah air. “Rasa nasionalisme atau Aku Cinta Indonesia/ACI itu harus selalu ditanamkan pada berbagai bidang baik produksi, perdagangan, dan budaya,” terangnya.

Ditambahkan, dalam menjalankan nilai kejuangan jalan yang ditempuh adalah lewat keadilan baru kemakmuran. Salah satunya dengan menerapkan konsep musyawarah mufakat bukan lewat suara terbanyak. Konsep ini harus dilakukan karena nilai tidak bisa dikuantifikasi. Dicontohkan di RSJ Menur milik Pemprov Jatim ketika akan mengambil keputusan jika menggunakan suara terbanyak maka hasilnya akan tidak akurat. “Lewat musyawarah mufakat inilah salah satu upaya kita menyapa Pancasila yang saat ini berada di lorong yang sepi,” imbuh Pakde Karwo.

Pakde Karwo berpesan, di era keterbukaan informasi saat ini BPK 45 harus bisa menyaring segala informasi dengan baik. Apalagi, sekarang banyak beredar berita hoax yang menyebarkan berita tentang kebencian khususnya masalah SARA. Karenanya, semua anggota BPK 45 diharapkan bisa memberikan respon yang tepat pada setiap pemberitaan yang ada. “Jangan sampai dengar sesuatu langsung bereaksi, karena organisasi ini semangatnya luar biasa dan mengedepankan semangat api kejuangan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Harian Nasional/DHN BPK 45 Letjen TNI Purn. DR. H. Ramli Hasan Basri mengatakan, BPK 45 ini merupakan organisasi resmi milik negara yang ditetapkan lewat Keppres pada tahun 1984. Oleh sebab itu, semua anggota yang tergabung di dalamnya harus mengabdi kepada bangsa dan masyarakat dan bisa bersinergi dengan pemerintah. “Kita adalah lembaga milik negara yang berfungsi sebagi kekuatan pembangunan dan pemersatu bangsa. Organisai ini bukan ormas ataupun parpol maka pengabdian harus diutamakan,” tegasnya.

Turut hadir Bupati Malang Drs. H. Rendra Kresna, MM, MPM, Ketua Umum DHD BPK 45 Prov. Jatim Kol. TNI. Purn. H. Haryanto, S.IP, dan seluruh ketua DPC BPK 45 kab/kota se Jatim.  (ko/min)
 

 

Khofifah Indar Parawansa saat bertemu dengan Uskup Malang, Mgr Henricus Pidyarto Gunawan O Carm, Minggu (4/3/2018)

 

MALANG (Korantransparansi.com) - PSetelah bertemu dengan keuskupan Surabaya, pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jatim nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak, menemui Keuskupan Malang di Gereja Katedral, Minggu (4/3/2018).

Kedatangan Khofifah dan Emil langsung disambut oleh uskup Malang, Mgr Henricus Pidyarto Gunawan O Carm, serta Romo Joko, Sekretaris Keuskupan Malang  Romo Eko Atomono, Vikjen Keuskupan Malang  dan Himawan Loekito, Kerawam Keuskupan Malang.

Dalam diskusi tertutup selama 60 menit di kantor kesekretariatan, Uskup Mgr Henricus Pidyarto Gunawan O Carm, mengatakan diskusi dengan Khofifah lebih banyak pada pembahasan mencari solusi untuk permasalahan yang ada di Jawa Timur. (lil)

 Sejumlah petugas saat mengevakuasi mayat Kombes Pol (Purn) Agus Samad (71) yang ditemukan tewas dengan kaki terikat tali rafia di rumahnya di Perum Bukit Dieng, Kota Malang, Sabtu (24/2/2018).

 

MALANG (KoranTransparansi.com) - Kombes Pol (Purn) Agus Samad (71), ditemukan tewas bersimbah darah dengan kaki terikat di rumahnya yang ada di Perum Bukit Dieng, Kelurahan Pisangcandi, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Sabtu (24/2/2018).

Diduga, purnawirawan Polri yang pernah menjabat Wakapolda Sumatera Utara itu merupakan korban pembunuhan.

Mayat korban awalnya diketahui oleh Gunaryo, salah satu satpam di perumahan tersebut. Ia bersama warga di perumahan itu mendobrak rumah korban atas permintaan istrinya karena ditelepon tidak ada jawaban.

Kebetulan, istri korban sedang berada di luar kota sehingga korban berada seorang diri di rumahnya. "Di dalam, di ruang makan ada banyak darah," katanya.

Sementara, korban sudah dalam kondisi meninggal di taman bagian belakang rumah dengan kondisi kaki terikat tali rafia.(lil)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...