Malang

Binmas Polres Malang Kota, Ajak Komunitas Kamtibmas Gelar Sarasehan

Malang (KT) - Dalam rangka memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat-Binmas) Polres Malang Kota menggelar silaturahmi bersama Komunitas Potensi Masyarakat (POTMAS) dan Kelompok Kesadaran (POKDAR) Keamanan dan Ketertiban Masyarakat di Pos Forum Komunikasi Polisi dan Masyarakat (FKPM), Jl.Veteran Kelurahan Lowokwaru, Kota Malang, Senin (21/8/2017) malam.

Kasat Binmas Polres Malang Kota, AKP Nunung Anggraeni, mengatakan Kegiatan yang mengambil tema dalam rangka Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (HARKAMTIBMAS) Kota Malang yang aman dan kondusif, pihaknya menggelar silaturahmi dengan masyarakat yang terorganisir, yakni dengan Kamling Udara Polres Malang Kota. Adapun tujuan untuk memupuk ikatan silaturahmi antara polri dengan kamling udara sebagai mitra polri.

"Tingkatkan tali silaturahmi, ikut membantu menjaga dan melindungi lingkungan kita dan laporkan segera kepada polisi terdekat, bila mengetahui adanya gangguan Kamtibmas di lingkungan sekitar dan bisa dengan menggunakan panic button on hand, ," kata Nunung Anggraeni.

Nunung juga menyampaikan harapannya, kebersamaan antara polisi dengan Kamling Udara, melalui jiwa sosialnya bisa bersatu padu dan ikut berperan memelihara keamanan, ketertiban dan ketentraman masyarakat di Koya Malang.(lil)

Soal Penipuan 120 Orang, Ini Penjelasan Kuasa Hukum Tersangka Risna

MALANG (KT) - Pihak kuasa hukum Risna Buatasik, tersangka penipuan terhadap 120 kreditor di Malang akhirnya angkat bicara. Husain Tarang, selaku kuasa hukum tersangka mengungkapkan beberapa klarifikasi mengenai kasus yang membelit kliennya pada Selasa (22/8/2017) di Mapolres Malang Kota.

"Pertama, status klien kami bukan janda, dia punya suami dan 2 orang anak. Suaminya seorang dosen teologi dan anaknya berumur 9 dan 4 tahun," ujarnya.

Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa nilai kerugian bukan Rp 1,7 Miliar seperti yang disampaikan pihak kepolisian. Menurutnya, nilai tersebut merupakan tanggungan para debitur atau korban yang harus dilunasi.

"Karena, total uang yang diterima klien kami Rp 2,5 Miliar, sementara uang yang sudah dikeluarkan itu lebih dari Rp 2,5 Miliar. Sehingga sisa utang itu atas nama debitur-debitur itu," imbuh Husain.

Ia juga menjelaskan bahwa niat tersangka yang merupakan staf di salah satu gereja itu adalah membantu warga. Hanya saja, cara yang digunakan keliru. Hingga mengakibatkan dirinya terjerat masalah hukum. Apa yang dijanjikan berupa tanggungan 50 persen dan sumber dana berupa yayasan tertentu juga tidak benar.

"Saya pastikan, dia pemain tunggal. Bahkan dia juga sudah menggadaikan rumah mertua, motor dan menghabiskan biaya sekolah untuk melunasi. Niatnya cuma mau bantu, ya semacam jadi sinterklas lah, hanya tidak terwujud. Jadinya begini," tegas advokat asal Palembang Sumsel itu.

Ia menjelaskan sejauh ini sudah ada 39 orang yang sudah mendapatkan pelunasan kredit dan menerima BPKB sepeda motor. Hanya pada saat menerima debitur-debitur terakhir ia mengaku kewalahan.

"Kalau total orangnya 120, tapi jumlah sepeda motor yang diajukan sebanyak 170 unit," paparnya.

Pihak kuasa hukum juga mempersoalkan pihak finance atau leasing yang memberikan kesempatan dan sarana untuk melakukan suatu tindak kejahatan. Bagi Husain, seharusnya pihak finance dapat teliti melihat hal tersebut tidak akan terjadi kasus tersebut.

"Coba kalau diketahui dari awal, kan tidak terjadi seperti ini. Harusnya di cut." tegasnya. Ia juga mempersilahkan kepada korban lain untuk membuat laporan polisi. Pihaknya siap menghadapi masalah tersebut sesuai prosedur hukum.(dayat)

Pencapaian Masih 51 Persen, Ini Langkah BPJS Malang Tingkatkan Peserta JKN-KIS

MALANG (KT) - BPJS Kesehatan Kantor Cabang Malang tengah fokus meningkatkan cakupan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS). Ini dilakukan agar kepesertaan program jaminan kesehatan lebih luas.

Kepala BPJS Kantor Cabang Malang, Hendry Wahjuni menyatakan, hingga Semester I 2017 jumlah peserta JKN-KIS masih sebesar 51 persen dari total populasi. Angka tersebut berada dibawah capaian peserta BPJS Kesehatan secara nasional sebesar 70 persen.

"Memang kalau di BPJS Kantor Cabang Malang dibandingkan jumlah penduduk masih 51 persen," ujarnya, Selasa (22/8/2017).

Namun, capaian tersebut tidak merata di tiga wilayah kerja BPJS Kantor Cabang Malang yang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu. Menurutnya, cakupan peserta JKN-KIS yang masih sedikit hanya pada Kabupaten Malang.

"Kabupaten Malang capaiannya paling sedikit padahal dari segi populasi paling besar. Kalau dari target sudah mencapai 87 persen, tetapi kalau dari populasi baru 47 persen," imbuh Wahjuni.

Capaian kurang maksimal tersebut, diakuinya bukan tanpa sebab. Setidaknya, terdapat beberapa hal yang mempengaruhi kinerja BPJS dalam mencapai target optimal. Selain masih banyaknya jumlah badan usaha yang belum mendaftarkan karyawannya, kondisi geografis Kabupaten Malang juga dinilai cukup memberikan tantangan tersendiri.

"Beberapa badan usaha yang sudah kami temui memang beralasan masih terkendala anggaran. Ada juga yang masih dikoordinasikan di internal perusahaan atau juga karena banyaknya pegawai kontrak," paparnya.

Untuk itu pihaknya kini tengah melakukan berbagai upaya untuk memaksimalkan daya jangkau program jaminan layanan kesehatan tersebut. Upaya yang dilakukan antara lain dengan melakukan pendekatan preventif dan represif.

"Kita ingatkan terus kepada perusahaan agar mendaftarkan karyawannya, karena itu kewajiban dan sudah diatur Undang-undang," tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga intens menjalin koordinasi untuk sinergi dengan Dinas terkait. Seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

"Kita mengupayakan untuk meneken kerjasama atau MoU dan juga koordinasi terkait NIK (Nomor Induk Kependudukan) dengan Disdukcapil. Kemudian pendekatan dengan pihak Kecamatan sampai RT/RW," Tukasnya. (Dayat)

Bripka (purn) Seladi saat mendapat kunjungan Syekh Ali Jaber di kedimannya.

MALANG (KT) ) - Brigadir Kepala (Bripka) Seladi (purn) tak menyangka dirinya bakal kedatangan tamu istimewa Syekh Ali Jaber dikediamannya,Gadang Gang 6 No.44 Kec Sukun,Kota Malang,Jawa Timur,Senin (14/8/2017).

Waka Polres Malang Kota,Kompol Nandu Dyanata didampingi Kasubbag Humas,Ipda Ni Made Seruni Marhaeni

MALANG (KT)  - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (14-16) pekan depan,akan memeriksa sejumlah 23 saksi dalam kaitan kasus yang saat ini sedang ditangani lembaga antirasuah di Kota Malang.

Polres Malang Kota Imbau Masyarakat Manfaatkan Pannic Button

MALANG (KT) - Polres Malang Kota terus berupaya memperkuat jalinan kerjasama dengan masyarakat. Ini dilakukan untuk menjaga situasi kondusif di Wilayah Kota Malang.

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...