Malang

Kanit Reskrim Polsek Lowokwaru,AKP Roichan saat mengeler tersangka beserta barang bukti di Mapolsekta Lowokwaru.

MALANG (KT) -.Deva Alwan (20), salah satu mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Kota Malang, harus mendekam di sel Polsek Lowokwaru,sebab,mahasiswa semester 4 jurusan perikanan itu,nekat mencuri motor milik Wahyu Widyaningrum (21),warga Tanggulangin,Sidoarjo yang indekost di Ketawanggede,Kecamatan Lowokwaru,Kota Malang.
 
Kanit Reskrim Polsek Lowokwaru,AKP Roichan,mengungkapkan,pelaku merupakan warga asli Karang Pilang, Surabaya, yang saat ini tinggal di perumahan Bulan Terang Utama (BTU), Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang,itu dibekuk dikampusnya pada Rabu (16/8/2017) silam.
 
Mahasiswa semester 4 jurusan perikanan tersebut,menurut dia,sempat meminjam motor milik korban, yakni Wahyu Widyaningrum yang juga teman kuliah tersangka,dan indekos di daerah Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.
 
"Tersangka pernah meminjam motor milik korban. Pada saat itu, kunci motor sempat digandakan. Berbekal dengan kunci palsu itu, pelaku mengambil motor milik korban di tempat kosnya," ungkap Kanit Reskrim Polsek Lowokwaru,AKP Roichan, Kamis (24/8/2017).
 
Lebih lanjut,Kanit menjelaskan,tersangka mengaku mengambil motor milik teman karena merasa motornya sendiri kurang bagus. Selain, itu tersangka sempat mengamati motor Honda Beat milik korban yang lebih keren, sebelum akhirnya menggasaknya. Selanjutnya, motor dipakai sendiri dengan nomor polisi yang palsu.
 
 "Setelah mengamati motor teman, ia tidak kesulitan mengambil karena sudah mempunyai kunci, meskipun palsu. Setelah berhasil menggasak motor, nomor polisi yang asli N 5005 NB milik korban, diganti nomor palsu DA 2730 BAC," imbuhnya.
 
Dari laporan korban serta ciri ciri motor identik dengan yang digunakan tersangka,akhirnya unit Reskrim Polsek Lowokwaru bergerak cepat untuk membekuk pelaku saat berada di kampus.
“Kini,tersangka beserta barang bukti kami amankan di Mapolsekta Lowokwaru,guna mempertanggung jawabkan perbuatannya,tersangka terancam pasal 363, dengan ancaman 4 tahun,”pungkasnya.(cholil ozy)

Aksi Patroli Polwan Polres Malang Kota - Rangkaian HUT Polwan Ke 69
MALANG (KT) - Jelang puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Polisi Wanita (Polwan) ke 69 yang jatuh pada 1 September 2017 mendatang,puluhan Polwan dari Polres Malang Kota, yang dipimpin Ps.Kabag Sumda,Kompol Sri Heriyati, Kamis (24/8/2017) turun kejalan.
Aksi tersebut dilakukan dengan rute Mako Polres Malang Kota – Jalan Kaliurang – Jalan Dr Cipto – Jalan Tugu – Jalan Kayu Tangan – Mako Polres Malang Kota.
 
Dengan mengendarai kendaraan dinas (randis) polisi.Sebanyak 87 Polwan berkeliling Kota Malang menyampaikan pesan kamtibmas. “Polwan menyampaikan pesan kenyamanan dan keamanan berkendara agar tercipta lalu lintas yang kondusif,” kata Kasubbag Humas Polres Malang Kota Ipda Ni Made Seruni Marhaeni.kamis (24/8).
 
Selain itu,kata dia,puluhan Polwan juga berpatroli dengan menggunakan kendaraan BM dan juga Trail,melakukan pengaturan lalu lintas,aksi simpatik dengan membagikan bunga kepada pengguna jalan serta anjangsana ke para Polwan yang telah purna.
 
“Sebagai anggota kepolisian, Polwan selalu berhubungan erat langsung dengan masyarakat, maka diharapkan anggota  Polwan dari tahun ke tahun semakin baik, dan semakin dekat dengan  masyarakat ,” tandasnya.(cholil ozy)
Upaya Pemkab Malang Majukan Budidaya Tanaman Kebun
MALANG (KT) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus berupaya untuk memajukan budidaya tanaman kebun, hal ini terlihat dengan adanya usulan yang ditujukan kepada Direktur Jenderal (Dirjen) Holtikultura Kementerian Pertanian (Kementan), untuk dijadikan Kabupaten Malang sebagai pusat kawasan pembenihan bawang nasional terutama pada bawang jenis batu ijo.
            
Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Malang M Nasri Abdul Wahid, mengatakan bahwa secara nasional kebutuhan benih bawang masih kurang. Namun, petani di wilayah Kabupaten Malang telah mampu menghasilkan panen bawang yang berkualitas.

"Karena para petani bawang di Kabupaten Malang ini mampu meningkatkan produksi bawang merah jenis buto ijo, maka Pemkab Malang mengusulkan agar Kabupaten Malang mejadi pusat kawasan pembenihan bawang nasional," ujar Nasri, Kamis (24/8/2017).
            
Menurut dia, pengusulan Kabupaten Malang menjadi pusat kawasan pembenihan bawang secara nasional, sudah kita sampaikan kepada Bupati Malang dan bupati sendiri setuju dan mendukung. Karena petani bawang kini sangat militan dalam menghasilkan produksi bawang merah yang memiliki kualitas baik. Sedangkan dengan militan para pertani terhadap produksi bawang merah, maka pada tahun 2016 Kabupaten Malang mendapatkan sertifikasi nasional dari Pemerintah Pusat. 
            
"Dan dengan melihat bukti yang sudah ada itu, maka dirinya memberanikan diri mengusulkan kepada Dirjen Holtikultura agar Kabupaten Malang menjadi pusat kawasan pembenihan bawang merah nasional, serta pencanangan tahun holtikultura," ungkap Nasri.
            
Sedangkan, lanjut dia, sentra tanaman bawang merah yang selama ini ditanam petani yakni di wilayah Kecamatan Pujon, Ngantang, dan Kasembon. Dan tidak hanya ketiga wilayah kecamatan itu menghasilkan produk unggulan bawang merah, tapi wilayah itu juga sebagai sentra produksi sayur mayur. Dan bahkan, hasil produksinya dikirim ke berbagai daerah di Indonesia.
            
Sementara, lanjut Nasri, di Kabupaten Malang ini masih memiliki wilayah yang saat ini juga sebagai sentra produksi sayur mayur, yaitu wilayah Kecamatan Poncokusumo. Dan selain wilayah tersebut petaninya memproduksi sayur mayur, serta petani disana juga memproduksi buah apel, yang kualitas rasa dan bentuknya tidak kalah dengan apel dari Kota Batu.
            
"Dan kenapa dirinya mengusulkan ke Dirjen Holtikultura agar Kabupaten Malang dijadikan pusat kawasan pembenihan bawang merah nasional, karena kualitas bawang merah yang diproduksi petani Kabupaten Malang telah memiliki nilai jual yang tinggi, jika dibandingkan dengan harga panen bawang," tegasnya.
            
Ia menjelaskan, untuk saat ini harga benih bawang merah jenis buto ijo telah mencapai Rp 50 ribu per kilogram. Sedangkan harga tersebut lebih tinggi jika menjual bawangnya yang hanya Rp 12 ribu per kilogram. Sehingga dengan selisih harga antara benih bawang dan hasil bawang yang begitu banyak, maka lebih baik pihaknya mengembangkan benih bawang. Dan dari data yang kita miliki hasil produksi panen bawang merah di tahun 2016, surplus seberat 26.027 ton per tahun. Sedangkan untuk tahun ini target kita surplus bawang merah seberat 36.290 ton. 

Dalam kesempatan itu, Nasri berharap kepada Dirjen Hortikultura mendukung kemajuan pertanian di Kabupaten Malang. Sehingga kabupaten ini menjadi pusat kawasan perbenihan bawang secara nasional.

"Karena Kabupaten Malang telah memiliki lahan pertanian yang cukup luas, dan apalagi setiap tahun selalu surplus produksi bawang merah, dan sudah pantas jika Kabupaten Malang menjadi pusat kawasan pembenihan bawang nasional," pungkasnya.(tos/lil).

Waka Polres Malang Kota,Kompol Nandu Dyananta saat menunjukan aplikasi Panic Button diruang kerjanya

MALANG (KT) - Polres Malang Kota menjadi satu-satunya institusi Polri yang akan tampil pada Pameran inovasi pelayanan publik pekan kerja nyata revolusi mental,yang digelar Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB),di Stadion Manahan, Surakarta, Jawa Tengah, 25 - 27 Agustus 2017 mendatang.

Waka Polres MalangKota Kompol Nandu Dyananta mengatakan, Panic Button merupakan inovasi dari Polres Malang Kota yang diundang dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi(Kemenpan RB).

"Dari 21 institusi di wilayah Indonesia, Polres Malang Kota menjadi satu-satunya wakil Kepolisian. Dengan Aplikasi Panic Button inilah Kemenpan RB mengundang kami,”kata Kompol Nandu Dyananta saat menemui awak media diruang kerjanya,Kamis (24/8/2017).

Menurut dia,pengguna Panic Button sejauh ini terus mengalami peningkatan, dimana saat ini user yang telah memakai dan mendownload Aplikasi Panic Button,lebih dari 6000, sehingga dengan hal ini harapannya semoga bisa banyak membantu masyarakat dalam keamanan didaerahnya.

"Dengan ikut sertanya Panic Button mewakili Polri, menunjukan sebagai bukti nyata Polri tetap eksis dalam memberikan sumbangsih pemikiran teknologi untuk menjaga keamanan, selain itu, harapannya bisa diadopsi dimana saja agar juga bisa membantu masyarakat luas,"paparnya

Sementara itu, Panic Button yang dimiliki Polres Malang Kota sendiri sebelumjya juga telah menuai banyak penghargaan baik dari Kempan maupun dari pihak Polri dan pernah menjadi nominator Top 35 Pelayanan Publik tahun 2016 sebagai program unggulan lembaga Kepolisian Negara Republik Indonesia.(cholil ozy).

DPKH Kab Malang,Proteksi‎ Dini Hewan Qurban
MALANG (KT) - Jelang Hari Raya Idul Adha, dan hari Qurban, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang memproteksi pendistribusian hewan ternak qurban dari daerah yang sudah lama memiliki penyakit-penyakit pada hewan ternak (endemis), seperti penyakit antrax.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Malang Sudjono, saat mengikuti kegiatan Sosialisasi Undang-Undang (UU) Pokok Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) di Pendopo Agung Jalan Agus Salim No.96 Kota Malang mengatakan, bahwa pihaknya melakukan proteksi dan memfilter penyebaran penyakit pada hewan ternak seperti antrax.

"Pemprov Jatim sudah dilakukan proteksi dini di daerah perbatasan Jawa Tengah dengan Jawa Timur. Biasanya di daerah Ngawi sudah diprotek," ungkapnya, Rabu (23/08/2017).

Pendistribusian ternak sapi dari Boyolali, Jawa Tengah yang pernah menjadi endemis antrax ini, lanjut Sudjono, sangat mengkhawatirkan, sebab itu sebelum ternak masuk ke wilayah Jatim di Ngawi sudah distop untuk pemeriksaan kesehatan hewan.

Sedangkan dari arah selatan, Kabupaten Blitar dulu pernah juga ada antrax sehingga patut diwaspadai. Hal ini, merupakan salah satu upaya Pemkab Malang untuk menjaga peredaran hewan qurban yang bebas dari segala penyakit.

"Beberapa penyakit yang harus diwaspadai masyarakat saat membeli hewan ternak qurban, diantaranya, antrax pada sapi, sakit mata pada kambing dan hewan ternak yang lesu dan berkudis harus diteliti saat akan membeli ternak untuk berqurban," ujar Sudjono.

Sudjono menargetkan di hari Raya Idul Adha nanti, belasan ribu ekor kambing dan sapi siap untuk disembelih. Terdapat 12 ribu ekor kambing dan 1100 ekor sapi yang akan diqurbankan oleh masyarakat Kabupaten Malang seperti pada tahun tahun sebelumnya.

"Dibanding tahun lalu, qurban tahun ini diperkirakan akan lebih banyak, karena harga kambing dan sapi menjelang lebaran qurban tahun ini relatif lebih murah," terangnya.

Sehingga otomatis akan banyak masyarakat yang berqurban. Sebab itu dihimbau kepada masyarakat agar memperhatikan kesehatan hewan qurban dan usia ternak.

Ditambahkan, saat ini tim dari dinas peternakan sudah mulai turun ke lapangan dan beberapa titik pasar hewan untuk memantau kesehatan hewan ternak yang akan dijual di pasaran.

Sementara, salah satu peternak dan penjual hewan Qurban yang juga merupakan peternak Hewan binaan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang Andi Geol menyampaikan bahwa sekarang ini penjualan hewan kurban melesu meski Hari Raya ruh Adha tinggal satu Minggu lagi. Hal ini akibat daya beli masyarakat Malang Raya khususnya Kabupaten Malang sampai hari ini menurun di bandingkan tahun lalu.

"Hari Raya idul Adha tahun ini berbeda dengan tahun lalu, dimana sebulan menjelang Idul Adha pemesanan dan penjualan hewan kurban cukup ramai. Di tahun ini penjualan hewan kurban menurun 30 persen dari pada tahun lalu,"tandasnya.(toski).
Hindari Wartawan Abal-Abal,PWI Bersama Pemkab Malang Gelar Sosialisasi UU Pers Dan KEJ.
MALANG (KT) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menggelar Sosialisasi Undang-Undang (UU) Pokok Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ), di Pendopo Agung, Jalan Agus Salim No.96, Kota Malang, Rabu (23/8/2017).
 
Hadir dalam acara tersebut Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Malang serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab setempat.
 
Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna menyambut baik dilaksanakanya kegiatan sosialisasi ini. Selain bisa memberikan pemahaman kepada insan pers sendiri, diharapkan juga bisa bersinergi dan dimengerti oleh seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tergabung dalam Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Malang. 
 
“Karena dengan semakin baiknya interaksi antara pers dan OPD Kabupaten Malang,hal ini akan membuat suasana yang lebih kondusif dan terus membangun,” ungkap Rendra Kresna,usai membuka secara resmi sosialisasi UUD Pers dan KEJ,Rabu (23/8/2017).
 
Selain itu, lanjut Rendra, wartawan merupakan suatu profesi yang dapat memberikan informasi yang dibutuhkan masyarakat, oleh karena itu kepada Kepala Dinas agar terbuka memberikan informasi yang dibutuhkan oleh wartawan yang profesional, dan jangan ragu untuk mengkomunikasikan langsung jika ada Kepala Dinas atau camat yang menutupi informasi. 
 
"Kalau tugasnya sudah selesai, artinya laporan itu bisa dibagikan sebagai informasi ke masyarakat, silahkan saja. Agar masyarakat lebih tahu perkembangan. Laporkan saja ke saya, kalian semua kan tahu nomor handphone saya. Nanti Kepala Dinas akan kena sanksi," tegasnya.
 
"Pers lebih banyak menginformasikan agar masyarakat lebih tahu, terdidik dan lebih obyektif. Jika baik, sampaikan baik," tandasnya.
 
Sementara, Ketua PWI Malang Raya Sugeng Irawan menjelaskan, kegiatan ini digelar karena adanya keluhan dari para kepala dinas dan camat. Umumnya, mereka sering mendapatkan 'gangguan' atau tindakan kurang menyenangkan dari wartawan abal-abal alias tidak​ profesional. 
 
"Kami mendapatkan keluhan, mengenai wartawan gadungan. Maka dari itu, digelar kegiatan ini agar Kepala Dinas dan camat mantap dalam menghadapi wartawan," kata Sugeng Irawan.
 
Selain itu, tambah Sugeng Irawan, dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat menimbulkan wartawan dari media massa baik cetak, elektronik ataupun media online menjadi jurnalistik professional sesuai dengan Kode Etik jurnalistik. 
 
"Di dalam Undang-undang Pokok Pers ini merupakan acuan menggenai batasan, hak dan kewajiban wartawan yang sesuai dengan kode etik jurnalistik," tuturnya.
 
Karenanya, menurut Sugeng Irawan standar kompetensi wartawan menjadi kebutuhan yang penting dan mendesak. 
 
“Wartawan itu harus melakukan kegiatan jurnalistik yang sesuai dengan Kode Etik jurnalistik,” tegas Sugeng Irawan usai memberikan cindra mata PWI kepada Bupati Malang,Rendra Kresna.
 
Kegiatan Sosialisasi Undang-Undang (UU) Pokok Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) ini diisi oleh dua pemateri jurnalis senior,yakni,Husnun Djuraid, akademisi, praktisi sekaligus penulis sejumlah buku jurnalistik serta Muhammad Zein, jurnalis senior dan penulis buku.(tos/lil).
banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...