Malang

"Panic Button" Tarik Minat Pengunjung Pameran Inovasi 2017 di Solo

MALANG (KT) - Berkat aplikasi Panic Button on Hand (PBoH), Polres Malang Kota kembali meraih apresiasi dari Pemerintah RI. Terbaru, aplikasi berbasis android itu tampil dalam Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental yang dihelat Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).

Aplika Panic Button ditampilkan dalam Pameran Inovasi Pelayanan Publik yang digelar di Stadion Manahan, Solo (25-27/8/2017).

Hingga hari terakhir pameran, stan Polres Malang Kota terus diserbu pengunjung yang penasaran dengan sistem pengoperasian aplikasi tersebut. Dalam kesempatan itu Kapolres Malang Kota, AKBP Hoiruddin Hasibuan turun tangan menjelaskan langsung kepada masyarakat.

"Aplikasi ini merupakan solusi atas harapan masyarakat yang menginginkan pelayanan cepat dari Polri. Dan aplikasi ini sangat memungkinkan agar polisi hadir saat dibutuhkan,” kata Hasibuan.

Cara kerja aplikasi yang diluncurkan pada tahun 2014 lalu itu, sangat mudah. Pengguna hanya cukup mengunduh aplikasi tersebut dan mengisi data diri.

"Masyarakat hanya perlu tekan tombol "Help" tiga kali dan polisi akan hadir. Baik dalam kondisi genting karena aksi kejahatan maupun situasi darurat lainnya," imbuhnya.

Aplikasi ini dilengkapi GPS sehingga dapat melacak keberadaan pengguna yang membutuhkan penanganan polisi. Selain itu, masyarakat dapat melaporkan bebagai keluhan berkaitan dengan layanan Polri.

Alhasil, "Panic Button" masuk dalam 35 inovasi pelayanan publik pada 2016. Aplikasi tersebut juga menjadi contoh bagi Polres lain di Indonesia. (Dayat)

Sopir  Kecelakaan Maut Karangploso, Jadi Tersangka

MALANG (KT) - Kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Raya Kertanegara, Desa Girimoyo, Kecamatan Karangploso, dan menyebabkan 4 orang meninggal dunia, pada Jumat (25/8/2017) lalu, membuat Jajaran Satuan Lantas (Sat Lantas) Polres Malang menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dibantu oleh Team Accident Analize (TAA) Polda Jatim.

Wakapolres Malang Kompol.Deky Hermansyah mengatakan bahwa setelah Polisi melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) pada Sabtu (26/8) kemarin, Iwan Prasetyo (29), warga Jalan Gadang Gang VI, Kecamatan Sukun, Kota Malang, ditetapkan tersangka.

“Berdasarkan dari olah TKP yang telah kami lakukan dengan dibantu oleh TAA Polda Jatim, kemarin sore, kami berkesimpulan ada unsur pelanggaran pidana dalam kecelakaan yang terjadi di Jalan Kertanegara, Karangploso, baik subyektif, maupun obyektif, sehinga akhirnya kami tetapkan sopir truk yang benama Iwan Prasetyo, dalam kecelakaan tersebut sebagai tersangka,” ungkap Kompol. Deky Hermansyah,Minggu (27/8/2017).

Menurut Deky Hermansyah, bahwa penetapan tersangka Iwan Prasetyo ini, Polisi telah mempunyai dua alat bukti permulaan.

“Dasar penetapan adalah adanya dua alat bukti yang kami peroleh, yakni keterangan para saksi, dan surat yang dikeluarkan oleh TAA Polda Jatim terkait dengan kecelakaan tersebut,” tegas Deky.

Selain itu, lanjut Deky, bahwa kecelakaan maut yang terjadi pada sore hari itu berawal  seusai Iwan dan tiga orang rekannya pulang dari mengantar barang, nahas dalam perjalanan pulang menuju pool atau garasi truk milik, PT. Wijaya Putra di Kecamatan Pakis, crane  truck  yang dkemudikannya bermasalah pada gas dan remnya.

“Menurut pengakuan tersangka dan saksi-saksi yang ikut di kendaraan tersangka, gas truknya mbandang (lengket tidak bisa lepas-red), dan remnya tidak berfungsi, akhirnya truk yang dikemudikanya menabrak dua kendaraan, mobil jenis mikrolet warna merah dan panther warna biru, menjadi korban material atas kecelakaan itu,” terang Deky.

Polisi pun kemudian melakukan tes urine dan darah kepada Iwan, hal ini untuk memastikan apakah tersangka saat mengemudikan kendaraannya dalam pengaruh narkoba atau alkohol, namun bagaimana hasil dari test tersebut masih belum bisa dijelaskan.

”Kita lakukan test darah dan urine untuk mengetahui dan memastikan kondisi tersangka apakah dalam pengaruh narkoba atau tidak,” kata Wakapolres Malang kepada awak media.

Terkait dengan kelaikan crane truck milik PT.Wijaya Putra, Polisi masih perlu melakukan penyelidikan lebih jauh dengan tim ahli dari Dinas Perhubungan, yang mempunyai kompetensi untuk menguji. Selanjutnya jika memang akhirnya terbukti dalam proses penyidikan selajutnya, bahwa truk milik PT. Wijaya Putra tersebut tidak laik jalan, maka ada harus ada pihak yang bertanggung jawab.

“Nanti dalam pengembangan penyidikan, dari bukti-bukti yang ada siapa saja nanti yang harus bertanggung jawab, apakah cukup driver saja, atau ada yang lain,” ungkap Deky.

Iwan Prasetyo sendiri, paska kejadian nahas itu langsung lari untuk mengindari dari amukan warga.

“Tersangka bukan lari, namun mengamankan diri ke pool, di Pakis, kemudian pihak manajemen perusahan menghubungi kami, yang kemudian tersangka kami jemput, kemarin malam,” jelas Deky.

Berdasarkan catatan kepolsian ada yang mengejutkan tentang diri Iwan Prasetyo ini, pada tahun 2007, tersangka ini pernah terlibat kasus kriminal pencabulan dan ditanggani pihak Polresta Malang. Selanjutnya pada tahun 2016, Iwan Prasetyo pernah melakukan tindak pidana pencurian kertas di PT.Ekamas Fortuna, Pagak.

“Tersangka memang pernah dua kali dihukum atas tindak pidana yang dilakukanya, tapi bukan residivis, karena  berbeda jenis kejahatan yang dilakukanya, pada 2007 melakukan tindak pidana pencabulan, dan kasusnya ditangani Polresta Malang. Tahun 2016 melakukan pencurian kertas di PT.Ekamas Fortuna,” beber Deky.

Kini Iwan Prasetyo, harus kembali menghuni bui lagi karena kelalaiannya dalam mengemudikan truk dijalan raya, mengakibatkan kecel.(toski)

Hengky Dimas Setiabudi,salah satu korban penipuan Linda Yunus (PT.Dua Permata Kembar) menunjukan foto terlapor beserta foto sumainya selaku Dirtu PT tersebutm
Malang (KT) - Henky Dimas Setiabudi (36) warga Darmo Permai Selatan, RT.01 / RW. 06, Kelurahan Pradahkalikendal, Kecamatan Dukuh Pakis, Kota Surabaya bersama para korban lain, mendatangi Mapolresta Malang, Jum'at (25/8/2017). 
 
Kedatanganya adalah untuk mempertanyakan laporan dugaan penipuan dan penggelapan yang dialaminya, ke pihak Kepolisian. 
 
"Kami ingin mengetahui sejauh mana perkembangan laporan saya beberapa waktu lalu. Karena, orang yang kami laporkan masih belum dilakukan penangkapan," tuturnya, Sabtu (26/8/2017).
 
Ia melanjutkan, sebelumnya ia melaporkan Linda Yunus (43), warga Jl. Arif Rahman Hakim IV, RT. 02 / RW. 02, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang atas dugaan penipuan dan penggelapan sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 dan 372 KUHP. 
 
Menurut dia,kronologis berawal saat dirinya pada Maret 2017 lalu membeli rumah di kawasan perumahan The Valley Residen, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang dengan uang muka Rp. 6.000.000. Pembayaran dilakukan di kantor pemasaran PT. Dua Permata Kembar (Nata Land) Jl. Ki Ageng Gribig nomor 1, Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.
 
"Setelah saya bayar tanda jadi, saya dijelaskan pihak marketing, Risa bahwa harga tersebut sudah termasuk BPHTB, IMB, bebas Notaris serta discount Rp.52 juta. Selanjutnya, karena pembelian harus tunai, akhirnya saya melunasi semua, Rabu (5/4) sejumlah Rp. 304.000.000. Kemudian, pihak marketing menjanjikan akan mengirimkan berkas PPJB satu minggu setelah tanggal pelunasan," lanjutnya. 
 
Lebih lanjut ia menjelaskan, karena ditunggu tunggu tidak dikirimkan, akhirnya, Sabtu(15/4) korban mendatangi PT. dan ditemui Linda Yunus (terlapor). Saat itu terlapor mengatakan kalau tanah tersebut sengketa. 
 
Selanjutnya, korban mendatangi notaris Rahadyan Suryo untuk menanyakan terkait tanah yang dibeli. Notaris mengatakan, jika terlapor tidak bisa menunjukkan sertifikat tanah tersebut karena sengketa. 
 
"Setelah mengetahui sengketa, saya melakukan pembatalan pembelian, Senin (22/5). Linda menjanjikan 14 hari, untuk terbit surat pembatalan. Dari pembatalan itu, saya datang lagi ke PT. dan terlapor memberikan cek sebesar Rp. 310.000.000 tertanggal (12/6)," imbuhnya.
 
Usai menerima cek, keesokan harinya, korban mencairkan cek, namun ditolak pihak Bank, karena saldo tidak cukup. Selanjutnya, korban kembali mendatangi PT. namun pihak terlapor sudah tidak ada. Merasa telah dirugikan, akhirnya korban melaporkan ke Polres Malang Kota, Jum'at (7/8/2017).
 
Kepada media, ia menceritakan, bahwa yang menjadi korban serupa ada sekitar 11 orang pembeli yang sudah membayar lunas. Selain dari Surabaya, ada pembeli juga yang dari luar jawa.
Jika dihitung, total uang masuk dari para korban ada sekitar Rp. 1,7 miliar.
 
Sementara itu, KBO Reskrim Polres Malang Kota, Iptu Wasis membenarkan adanya laporan tersebut. Hingga saat ini masih dilakukan penyelidikan.
 
"Memang betul,korban telah melapor dan saat ini sedang dalam penyelidikan pihak kepolisian,"ungkapnya.(lil).
Wujud Kebersamaan,Polres Malang Kota Gelar Senam Pagi Bersama

MALANG (KT) - Berbagai kreatifitas dalam menyambut HUT Polisi Wanita (Polwan) ke 69 dan HUT Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari  (HKGB) ke 65 ditunjukan jajaran Polres Malang Kota.Salah satunya dengan olahraga senam pagi,Sabtu (26/08/2017).

Kegiatan yang digelar usai apel pagi itu,diikuti semua jajaran Polres Malang Kota dan Bhayangkari dan bertempat di halaman depan Mapolres Malang Kota.Kegiatan tersebut juga dipandu Instruktur Senam kawakan,Ellen dan Reny.

"Kegiatan ini masih dalam satu rangkaian HUT Polwan yang jatuh pada 1 September serta Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB).Selain itu juga sebagai sarana revolusi mental anggota, untuk mendukung kebijakan pemerintah baik di daerah maupun pusat,"tutur Kasubbag Humas Polres Malang Kota,Ipda Ni Made Seruni Marhaeni,Sabtu (26/8/2017).

Ia melanjutkan,olahraga bersama ini untuk menambah soliditas dari para anggota serta menambah profesionalisme Polri,khususnya Polwan.

"Yang tak kalah pentingnya,kegiatan ini sebagai wujud kebersamaan anggota Polres Malang Kota dan Bhayangkari,"tandasnya.(cholil ozy).

Polisi Tetapkan Sopir Tronton Maut Jadi Tersangka

MALANG (KT) - Kecelakaan yang terjadi di Jalan Raya Kertanegara, Desa Girimoyo, tepatnya di depan Rumah makan Pak Soleh, Kecamatan Karangploso, dan menewaskan 4 orang akhirnya pihak kepolisian menetapkan sopir truk tronton, Iwan Prasetyo (29), warga Jalan Gadang Gang VI, Kota Malang, sebagai tersangka.

Kepastian itu disampaikan Wakil Kepala (Waka) Polres Malang Kompol Deky Hermansyah, saat ditemui awak media di stadion Kanjuruhan Kepanjen, Sabtu (26/8/2017) sore.

"Untuk sopir sudah ditetapkan jadi tersangka. Akan kita jerat dengan UU nomer 22 tahun 2009 pasal 310 ayat 4," ungkap Deky.

Selain itu, lanjut Deky, hari ini (Sabtu 26/8-red) akan kita coba lakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), akan tapi jika tidak memungkinkan akan kita lakukan pada hari Senin (28/8) mengingat arus lalu lintas cukup padat.

"Jika dilakukan hari ini, dan jalan ditutup setengah jam saja akan berdampak kemacetan yang luar biasa, mengingat sekarang ini wekeend," ujar Deky.

Sementara, Kepala Satuan Lalulintas (Kasat Lantas) Polres Malang AKP. M. Porbandono Bobby mengatakan bahwa untuk Sopir truk sudah ditetapkan jadi tersangka dan ditahan.

"Secara kasat mata sopir terlihat sehat. Namun demikian, hari ini pihaknya akan melakukan tes urine kepada Iwan, apakah Iwan mengkonsumsi narkoba atau tidak," ujar Bobby.

Sementara ini, tambah Bobby pihak kepolisian bekerjasama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang untuk melakukan pemeriksaan terhadap truk tersebut.

"Dari hasil pemeriksaan, pengemudi truk (Iwan) pedal gas mengalami lengket sehingga Iwan tidak mampu menguasai laju kendaraan, atau tidak direm alias blong. Akan tetapi Iwan mengaku, waktu mengemudi remnya blong," tegas Bobby.(toski)

9,8 miliar Dialokasikan Pembangunan Kolam Renang Stadion Kanjuruhan
MALANG (KT) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang kembali melanjutkan pembangunan kolam renang stadion Kanjuruhan. Dalam pembangunan tahap V, setidaknya dialokasikan anggaran dari APBD Kabupaten Malang hingga mencapai Rp 9,8 miliar.
 
Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Pemkab Malang, Wahyu Hidayat mengatakan, saat ini proses lelang pembangunan kolam renang tahap V tersebut sudah selesai dilaksanakan. Dengan demikian pelaksana proyek memiliki waktu sekitar 5 bulan untuk menyelesaikan pembangunan kolam renang bertaraf Internasional untuk tahap V tersebut.

"Saat ini pelaksana proyek pemenang lelang klo nggak salah sudah mulai melakukan pekerjaanya," katanya,Jumat (25/8/2017).

Wahyu menjelaskan bahwa dalam melanjutkan pembangunan kolam renang di stadion Kanjuruhan tersebut telah melakukan berbagai langkah. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi persoalan di belakang hari. Termasuk menentukan kriteria dan persyaratan lelang cukup ketat.

"Tapi maaf, apa saja kriteria proyek kami tidak bisa menyebut. Yang jelas kualitas bangunan harus sesuai dengan kontrak dan tidak boleh ada penurunan kualitas bangunan apapun alasannya," ungkap Wahyu.

Sementara itu,Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Malang Bidang Pembangunan, Darmadi mengatakan, pihaknya akan melakukan pengawasan  ketat terhadap pengerjaan pembangunan kolam renang di stadion Kanjuruhan. Hal itu dilakukan agar dalam pelaksanaan pembangunan tidak ada permainan yang bisa menurunkan kualitas dari bangunan kolam renang itu sendiri. Demikian juga dengan penggunaan material bahan bangunan juga harus sesuai perjanjian.

"Kami akan meminta laporan dari SKPD terkait perkembangan pembangunan kolam renang itu setidaknya sebulan sekali," ujar Darmadi.

Darmadi mengakui jika pembangunan kolam renang stadion Kanjuruhan sempat menimbulkan persoalan dalam pembangunannya pada tahun 2016 lalu. Dan kejadian tersebut tidak boleh terulang kembali dalam tahap berikutnya untuk pembangunan kolam renang itu. Karena bagaimanapun, kebutuhan warga Kabupaten Malang akan adanya fasilitas kolam renang berstandar Internasional cukup besar.

"Kami tidak ingin membuat masyarakat kecewa bila kolam renang tidak kunjung selesai dibangun," ucapnya.


Oleh karena itu, lanjut Darmadi, pembangunan kolam renang itu harus bisa diselesaikan tahun ini. Kalaupun ternyata hingga tutup tahun anggaran 2017 ternyata kolam renang belum selesai dikerjakan maka akan dialokasikan kembali anggaran pembangunan pada tahap berikutnya di tahun 2018 mendatang.

"Jadi kolam renang harus selesai dibangun secepatnya. Kamipun siap mengusulkan anggaran pembangunan untuk tahap selanjutnya," tandasnya.(tos/lil).

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...