Malang

Wujud Kebersamaan,Polres Malang Kota Gelar Senam Pagi Bersama

MALANG (KT) - Berbagai kreatifitas dalam menyambut HUT Polisi Wanita (Polwan) ke 69 dan HUT Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari  (HKGB) ke 65 ditunjukan jajaran Polres Malang Kota.Salah satunya dengan olahraga senam pagi,Sabtu (26/08/2017).

Kegiatan yang digelar usai apel pagi itu,diikuti semua jajaran Polres Malang Kota dan Bhayangkari dan bertempat di halaman depan Mapolres Malang Kota.Kegiatan tersebut juga dipandu Instruktur Senam kawakan,Ellen dan Reny.

"Kegiatan ini masih dalam satu rangkaian HUT Polwan yang jatuh pada 1 September serta Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB).Selain itu juga sebagai sarana revolusi mental anggota, untuk mendukung kebijakan pemerintah baik di daerah maupun pusat,"tutur Kasubbag Humas Polres Malang Kota,Ipda Ni Made Seruni Marhaeni,Sabtu (26/8/2017).

Ia melanjutkan,olahraga bersama ini untuk menambah soliditas dari para anggota serta menambah profesionalisme Polri,khususnya Polwan.

"Yang tak kalah pentingnya,kegiatan ini sebagai wujud kebersamaan anggota Polres Malang Kota dan Bhayangkari,"tandasnya.(cholil ozy).

Polisi Tetapkan Sopir Tronton Maut Jadi Tersangka

MALANG (KT) - Kecelakaan yang terjadi di Jalan Raya Kertanegara, Desa Girimoyo, tepatnya di depan Rumah makan Pak Soleh, Kecamatan Karangploso, dan menewaskan 4 orang akhirnya pihak kepolisian menetapkan sopir truk tronton, Iwan Prasetyo (29), warga Jalan Gadang Gang VI, Kota Malang, sebagai tersangka.

Kepastian itu disampaikan Wakil Kepala (Waka) Polres Malang Kompol Deky Hermansyah, saat ditemui awak media di stadion Kanjuruhan Kepanjen, Sabtu (26/8/2017) sore.

"Untuk sopir sudah ditetapkan jadi tersangka. Akan kita jerat dengan UU nomer 22 tahun 2009 pasal 310 ayat 4," ungkap Deky.

Selain itu, lanjut Deky, hari ini (Sabtu 26/8-red) akan kita coba lakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), akan tapi jika tidak memungkinkan akan kita lakukan pada hari Senin (28/8) mengingat arus lalu lintas cukup padat.

"Jika dilakukan hari ini, dan jalan ditutup setengah jam saja akan berdampak kemacetan yang luar biasa, mengingat sekarang ini wekeend," ujar Deky.

Sementara, Kepala Satuan Lalulintas (Kasat Lantas) Polres Malang AKP. M. Porbandono Bobby mengatakan bahwa untuk Sopir truk sudah ditetapkan jadi tersangka dan ditahan.

"Secara kasat mata sopir terlihat sehat. Namun demikian, hari ini pihaknya akan melakukan tes urine kepada Iwan, apakah Iwan mengkonsumsi narkoba atau tidak," ujar Bobby.

Sementara ini, tambah Bobby pihak kepolisian bekerjasama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang untuk melakukan pemeriksaan terhadap truk tersebut.

"Dari hasil pemeriksaan, pengemudi truk (Iwan) pedal gas mengalami lengket sehingga Iwan tidak mampu menguasai laju kendaraan, atau tidak direm alias blong. Akan tetapi Iwan mengaku, waktu mengemudi remnya blong," tegas Bobby.(toski)

9,8 miliar Dialokasikan Pembangunan Kolam Renang Stadion Kanjuruhan
MALANG (KT) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang kembali melanjutkan pembangunan kolam renang stadion Kanjuruhan. Dalam pembangunan tahap V, setidaknya dialokasikan anggaran dari APBD Kabupaten Malang hingga mencapai Rp 9,8 miliar.
 
Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Pemkab Malang, Wahyu Hidayat mengatakan, saat ini proses lelang pembangunan kolam renang tahap V tersebut sudah selesai dilaksanakan. Dengan demikian pelaksana proyek memiliki waktu sekitar 5 bulan untuk menyelesaikan pembangunan kolam renang bertaraf Internasional untuk tahap V tersebut.

"Saat ini pelaksana proyek pemenang lelang klo nggak salah sudah mulai melakukan pekerjaanya," katanya,Jumat (25/8/2017).

Wahyu menjelaskan bahwa dalam melanjutkan pembangunan kolam renang di stadion Kanjuruhan tersebut telah melakukan berbagai langkah. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi persoalan di belakang hari. Termasuk menentukan kriteria dan persyaratan lelang cukup ketat.

"Tapi maaf, apa saja kriteria proyek kami tidak bisa menyebut. Yang jelas kualitas bangunan harus sesuai dengan kontrak dan tidak boleh ada penurunan kualitas bangunan apapun alasannya," ungkap Wahyu.

Sementara itu,Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Malang Bidang Pembangunan, Darmadi mengatakan, pihaknya akan melakukan pengawasan  ketat terhadap pengerjaan pembangunan kolam renang di stadion Kanjuruhan. Hal itu dilakukan agar dalam pelaksanaan pembangunan tidak ada permainan yang bisa menurunkan kualitas dari bangunan kolam renang itu sendiri. Demikian juga dengan penggunaan material bahan bangunan juga harus sesuai perjanjian.

"Kami akan meminta laporan dari SKPD terkait perkembangan pembangunan kolam renang itu setidaknya sebulan sekali," ujar Darmadi.

Darmadi mengakui jika pembangunan kolam renang stadion Kanjuruhan sempat menimbulkan persoalan dalam pembangunannya pada tahun 2016 lalu. Dan kejadian tersebut tidak boleh terulang kembali dalam tahap berikutnya untuk pembangunan kolam renang itu. Karena bagaimanapun, kebutuhan warga Kabupaten Malang akan adanya fasilitas kolam renang berstandar Internasional cukup besar.

"Kami tidak ingin membuat masyarakat kecewa bila kolam renang tidak kunjung selesai dibangun," ucapnya.


Oleh karena itu, lanjut Darmadi, pembangunan kolam renang itu harus bisa diselesaikan tahun ini. Kalaupun ternyata hingga tutup tahun anggaran 2017 ternyata kolam renang belum selesai dikerjakan maka akan dialokasikan kembali anggaran pembangunan pada tahap berikutnya di tahun 2018 mendatang.

"Jadi kolam renang harus selesai dibangun secepatnya. Kamipun siap mengusulkan anggaran pembangunan untuk tahap selanjutnya," tandasnya.(tos/lil).

Kanit Reskrim Polsek Lowokwaru,AKP Roichan saat mengeler tersangka beserta barang bukti di Mapolsekta Lowokwaru.

MALANG (KT) -.Deva Alwan (20), salah satu mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Kota Malang, harus mendekam di sel Polsek Lowokwaru,sebab,mahasiswa semester 4 jurusan perikanan itu,nekat mencuri motor milik Wahyu Widyaningrum (21),warga Tanggulangin,Sidoarjo yang indekost di Ketawanggede,Kecamatan Lowokwaru,Kota Malang.
 
Kanit Reskrim Polsek Lowokwaru,AKP Roichan,mengungkapkan,pelaku merupakan warga asli Karang Pilang, Surabaya, yang saat ini tinggal di perumahan Bulan Terang Utama (BTU), Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang,itu dibekuk dikampusnya pada Rabu (16/8/2017) silam.
 
Mahasiswa semester 4 jurusan perikanan tersebut,menurut dia,sempat meminjam motor milik korban, yakni Wahyu Widyaningrum yang juga teman kuliah tersangka,dan indekos di daerah Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.
 
"Tersangka pernah meminjam motor milik korban. Pada saat itu, kunci motor sempat digandakan. Berbekal dengan kunci palsu itu, pelaku mengambil motor milik korban di tempat kosnya," ungkap Kanit Reskrim Polsek Lowokwaru,AKP Roichan, Kamis (24/8/2017).
 
Lebih lanjut,Kanit menjelaskan,tersangka mengaku mengambil motor milik teman karena merasa motornya sendiri kurang bagus. Selain, itu tersangka sempat mengamati motor Honda Beat milik korban yang lebih keren, sebelum akhirnya menggasaknya. Selanjutnya, motor dipakai sendiri dengan nomor polisi yang palsu.
 
 "Setelah mengamati motor teman, ia tidak kesulitan mengambil karena sudah mempunyai kunci, meskipun palsu. Setelah berhasil menggasak motor, nomor polisi yang asli N 5005 NB milik korban, diganti nomor palsu DA 2730 BAC," imbuhnya.
 
Dari laporan korban serta ciri ciri motor identik dengan yang digunakan tersangka,akhirnya unit Reskrim Polsek Lowokwaru bergerak cepat untuk membekuk pelaku saat berada di kampus.
“Kini,tersangka beserta barang bukti kami amankan di Mapolsekta Lowokwaru,guna mempertanggung jawabkan perbuatannya,tersangka terancam pasal 363, dengan ancaman 4 tahun,”pungkasnya.(cholil ozy)

Aksi Patroli Polwan Polres Malang Kota - Rangkaian HUT Polwan Ke 69
MALANG (KT) - Jelang puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Polisi Wanita (Polwan) ke 69 yang jatuh pada 1 September 2017 mendatang,puluhan Polwan dari Polres Malang Kota, yang dipimpin Ps.Kabag Sumda,Kompol Sri Heriyati, Kamis (24/8/2017) turun kejalan.
Aksi tersebut dilakukan dengan rute Mako Polres Malang Kota – Jalan Kaliurang – Jalan Dr Cipto – Jalan Tugu – Jalan Kayu Tangan – Mako Polres Malang Kota.
 
Dengan mengendarai kendaraan dinas (randis) polisi.Sebanyak 87 Polwan berkeliling Kota Malang menyampaikan pesan kamtibmas. “Polwan menyampaikan pesan kenyamanan dan keamanan berkendara agar tercipta lalu lintas yang kondusif,” kata Kasubbag Humas Polres Malang Kota Ipda Ni Made Seruni Marhaeni.kamis (24/8).
 
Selain itu,kata dia,puluhan Polwan juga berpatroli dengan menggunakan kendaraan BM dan juga Trail,melakukan pengaturan lalu lintas,aksi simpatik dengan membagikan bunga kepada pengguna jalan serta anjangsana ke para Polwan yang telah purna.
 
“Sebagai anggota kepolisian, Polwan selalu berhubungan erat langsung dengan masyarakat, maka diharapkan anggota  Polwan dari tahun ke tahun semakin baik, dan semakin dekat dengan  masyarakat ,” tandasnya.(cholil ozy)
Upaya Pemkab Malang Majukan Budidaya Tanaman Kebun
MALANG (KT) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus berupaya untuk memajukan budidaya tanaman kebun, hal ini terlihat dengan adanya usulan yang ditujukan kepada Direktur Jenderal (Dirjen) Holtikultura Kementerian Pertanian (Kementan), untuk dijadikan Kabupaten Malang sebagai pusat kawasan pembenihan bawang nasional terutama pada bawang jenis batu ijo.
            
Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Malang M Nasri Abdul Wahid, mengatakan bahwa secara nasional kebutuhan benih bawang masih kurang. Namun, petani di wilayah Kabupaten Malang telah mampu menghasilkan panen bawang yang berkualitas.

"Karena para petani bawang di Kabupaten Malang ini mampu meningkatkan produksi bawang merah jenis buto ijo, maka Pemkab Malang mengusulkan agar Kabupaten Malang mejadi pusat kawasan pembenihan bawang nasional," ujar Nasri, Kamis (24/8/2017).
            
Menurut dia, pengusulan Kabupaten Malang menjadi pusat kawasan pembenihan bawang secara nasional, sudah kita sampaikan kepada Bupati Malang dan bupati sendiri setuju dan mendukung. Karena petani bawang kini sangat militan dalam menghasilkan produksi bawang merah yang memiliki kualitas baik. Sedangkan dengan militan para pertani terhadap produksi bawang merah, maka pada tahun 2016 Kabupaten Malang mendapatkan sertifikasi nasional dari Pemerintah Pusat. 
            
"Dan dengan melihat bukti yang sudah ada itu, maka dirinya memberanikan diri mengusulkan kepada Dirjen Holtikultura agar Kabupaten Malang menjadi pusat kawasan pembenihan bawang merah nasional, serta pencanangan tahun holtikultura," ungkap Nasri.
            
Sedangkan, lanjut dia, sentra tanaman bawang merah yang selama ini ditanam petani yakni di wilayah Kecamatan Pujon, Ngantang, dan Kasembon. Dan tidak hanya ketiga wilayah kecamatan itu menghasilkan produk unggulan bawang merah, tapi wilayah itu juga sebagai sentra produksi sayur mayur. Dan bahkan, hasil produksinya dikirim ke berbagai daerah di Indonesia.
            
Sementara, lanjut Nasri, di Kabupaten Malang ini masih memiliki wilayah yang saat ini juga sebagai sentra produksi sayur mayur, yaitu wilayah Kecamatan Poncokusumo. Dan selain wilayah tersebut petaninya memproduksi sayur mayur, serta petani disana juga memproduksi buah apel, yang kualitas rasa dan bentuknya tidak kalah dengan apel dari Kota Batu.
            
"Dan kenapa dirinya mengusulkan ke Dirjen Holtikultura agar Kabupaten Malang dijadikan pusat kawasan pembenihan bawang merah nasional, karena kualitas bawang merah yang diproduksi petani Kabupaten Malang telah memiliki nilai jual yang tinggi, jika dibandingkan dengan harga panen bawang," tegasnya.
            
Ia menjelaskan, untuk saat ini harga benih bawang merah jenis buto ijo telah mencapai Rp 50 ribu per kilogram. Sedangkan harga tersebut lebih tinggi jika menjual bawangnya yang hanya Rp 12 ribu per kilogram. Sehingga dengan selisih harga antara benih bawang dan hasil bawang yang begitu banyak, maka lebih baik pihaknya mengembangkan benih bawang. Dan dari data yang kita miliki hasil produksi panen bawang merah di tahun 2016, surplus seberat 26.027 ton per tahun. Sedangkan untuk tahun ini target kita surplus bawang merah seberat 36.290 ton. 

Dalam kesempatan itu, Nasri berharap kepada Dirjen Hortikultura mendukung kemajuan pertanian di Kabupaten Malang. Sehingga kabupaten ini menjadi pusat kawasan perbenihan bawang secara nasional.

"Karena Kabupaten Malang telah memiliki lahan pertanian yang cukup luas, dan apalagi setiap tahun selalu surplus produksi bawang merah, dan sudah pantas jika Kabupaten Malang menjadi pusat kawasan pembenihan bawang nasional," pungkasnya.(tos/lil).

banner