Malang

Polres Malang Kota Steril dari Narkotika. Ini Buktinya!

MALANG (KT) - Komitmen Polres Malang Kota memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika tidak main-main. Bahkan, untuk memastikan perang terhadap barang haram itu berjalan maksimal, pihaknya menggelar tes urine terhadap seluruh anggota.

Tak kurang dari 152 anggota polisi laki-laki anggota Polres dan Polsek seluruh Kota Malang, mengikuti pemeriksaan yang dilaksanakan di aula Mapolres Malang Kota, Senin (29/8/2017).

Kapolres Malang Kota AKBP Hoiruddin Hasibuan mengungkapkan, tes urine yang rutin digelar dua kali dalam setahun itu untuk memastikan seluruh anggotanya terbebas dari pengaruh narkotika.

"Dengan adanya pemeriksaan kesehatan berkala diharapkan seluruh anggota tidak ada yg terlibat Narkoba maupun minuman keras lainnya," tuturnya usai mengecek peralatan test di Aula Mapolres Malang Kota, Senin (29/8/2017).

Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan 5 parameter, antara lain Metamfetamina (MET), Amfetamin (AMP), Tetrahydrocannabinol (THC), Cocaine (COC) dan Benzodiazepine (BNZ). Hasilnya, seluruh anggota Polres Malang Kota negatif dari pengaruh obat-obatan terlarang.

Meski mendapatkan hasil memuaskan, Hoiruddin tetap mengingatkan anggotanya untuk menjauhi narkotika maupun minuman alkohol. Jika sewaktu-waktu diketahui ada anggota yang terbukti melanggar, ia tak segan memberikan sanksi tegas.

"Kalau ada yang mengonsumsi narkoba, apalagi sebagai pengedar, pasti diproses sesuai hukum yg berlaku," tegas mantan perwira Densus 88 Anti Teror Mabes Polri tersebut. (yat)

Berda‎lih Minta Belikan Rokok,Tua Bangka Ini Hamili Anak Tetangganya

MALANG (KT) - Warga Desa Peniwen Kecamatan Kromengan harus berurusan dengan pihak kepolisian, akibat telah tega melakukan tindakan asusila pada Mawar (Bukan nama sebenarnya).

Mawar (14) yang masih duduk di bangku SMP ini telah di setubuhi oleh PS (45) sebanyak enam kali. Aksi bejat tersebut dilakukan secara leluasa dirumah tersangka, karena dirumah tersebut, tersangka hanya tinggal bersama anaknya.

"Sudah 6 kali saya lakukan dirumah, istri saya kerja di Hongkong sudah 17 tahun," ujar PS di Mapolres Malang, Senin (28/8/2017).

Sementara menurut pengakuan korban, tersangka melakukan tindak asusila tersebut pada bulan Januari 2017 lalu. Waktu itu korban pulang dari sekolah kemudian dipanggil oleh PS di depan rumahnya dan dimintai tolong untuk membelikan rokok.

Setelah membelikan rokok tersebut, korban diseret kedalam rumah tersangka. Kemudian Bunga dipaksa untuk melayani nafsu bejat tersangka, kasus ini terbongkar setelah diketahui Bunga tengah hamil 8 bulan.

"Saya bilang ke dia (Bunga), kalau ada hal ini itu (Hamil) saya akan tanggung jawab. Itu tetangga dekat saya, saya gak maksa juga gak saya ancam, dia diam saja," kelit tersangka PS.

Tersangka sendiri berhasil diamankan Polsek Kromengan pada, Minggu (27/8). Atas perbuatannya, PS dijerat dengan Pasal 81 JO Pasal 76D dan atau Pasal 82 JO Pasal 76E Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara, akibat telah mencabuli anak di bawah umur.(toski).‎

Antisipasi ADD 2017,Pemkab Malang Gelar Pertemuan Dengan Tiga Pilar

MALANG (KT) - Pemerintah Desa sekarang ini merupakan ujung tombak dalam hak pembangunan bangsa Indonesia, ungkapan ini di lontarkan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menggelar acara Silaturahmi Polres Malang bersama Tiga Pilar dalam rangka Mengawal Anggaran Dana Desa (ADD) Tahun 2017, yang digelar di Pendopo Panji, Jalan Panji 158 Kepanjen.

Wakil Bupati Malang, H. M Sanusi, yang mewakili Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna mengatakan bahwa fokus pembangunan saat ini tidak hanya di perkotaan, adanya Undang-undang Otonomi Daerah yang menjadikan Desa menjadi fokus sekaligus subyek pembangunan itu sendiri.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang saya menyambut baik dan menyampaikan terima kasih khususnya kepada Polres Malang, semoga dengan adanya kegiatan silaturahmi yang melibatkan tiga pilar ini dapat mengembangkan pembangunan desa yang semakin pesat dan membawa dampak positif dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat," ungkap Sanusi, Senin (28/8/2017).

Selain itu, lanjut Sanusi, hal ini digelar dalam dalam rangka untuk mengawal penggunaan Dana Desa 2017.

“Desa ini sebagai ujung tombak pembangunan. Semua harus dijalankan dengan benar sesuai aturan, kita semua sebagai pelaksana Pemerintah Daerah, kita sudah ditetapkan sebagai peyalan publik untuk mengabdi kepada masyarakat,” ujar Sanusi.

Lebih lanjut, Sanusi, menyampaikan pelaksanaan kegiatan ini memiliki nilai strategis di tingkat daerah mengingat sinergitas semua komponen wajib dicapai terlebih dahulu guna memaksimalkan jalannya berbagai program di lintas sektoral apalagi untuk memfokuskan bahasan tentang ADD yang dananya bersumber dari APBN Tahun 2017.

“Dimana Kabupaten Malang menerima total dana sebesar Rp. 312.979.973.000,- yang dibagi secara proporsional kepada seluruh desa dengan jumlah tertinggi diterima Desa Sukomulyo Kecamatan Pujon sejumlah Rp. 973.173.000,- Dan dari jumlah terendah diterima Desa Suwaru Kecamatan Pagelaran Rp. 769.313.000,-," jelas Sanusi.

Oleh karena itu, tambah Sanusi dengan besarnya dana desa tersebut, maka semua pihak diminta untuk mengawal dana tersebut hingga tepat sasaran.

“Kita sebagai pelayan publik untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat, anggap jabatan sebagai pengabdian karena peruntukkan dana desa sendiri tidak lain hanya untuk kepentingan masyarakat seperti apa yang dipesankan Bupati Malang kepada saya bahwa camat merupakan verifikator yang wajib mengawasi ADD jangan sampai ada dana yang disalahgunakan dan tetap menjadi pembina perangkatnya di masing-masing wilayahnya," tukas Sanusi.

Sementara, Wakapolres Malang Kompol Decky Hermansyah sekaligus Ketu Tim Saber Pungli Kabupaten Malang mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kesempatan yang bagus.

“Kegiatan silaturahmi yang dikemas dalam sosialisasi yang merupakan moment yang bagus karena bapak ibu sekalian bisa mendapatkan wawasan ilmu pengetahuan dari para pemateri. Saya harap jangan ada yang merasa takut karena sosialisasi ini perintah Presiden RI selaku penyelenggara tertinggi yang ditindaklanjuti oleh POLRI guna mengawal proses penyerapan ADD," jelasnya.

Menurutnya, dalam pengawalan ini diperlukan kerjasama tiga pilar agar tidak memunculkan kondisi yang menimbulkan permasalahan salah satunya dari segi SDM.

“Upaya negara untuk memberikan asistensi sudah dilakukan akan tetapi belum maksimal, untuk itu marilah kita bersama-sama mencegah jangan sampai bapak ibu kepala desa menjadi sasaran oknum terkait. Babinkamtibmas sebagai advice terbaik saya harap tidak ikut campur dalam proses tersebut,” paparnya.

Ia juga berpesan kepada para camat untuk tidak menakut-nakuti kepala desanya dalam proses penyerapan ADD dan berusaha menjalin kolaborasi yang bagus.

“Saya kira di Kabupaten Malang kolaborasi sudah terjalin dengan baik, lakukan hal-hal yang bersifat normatif jangan lebih dari itu. Jadi, saya mohon para camat jangan menakut-nakuti kadesnya karena jika sampai terjadi pelanggaran hukum, camat juga akan dikenakan sanksi, karena saya yang akan turun tangan bukan sebagai Wakapolres tetapi sebagai Ketua Saber Pungli di Kabupaten Malang,” pesan Decky.

Kegiatan ini juga dihadiri mitra kerja tiga pilar, muspika seluruh wilayah kecamatan se-Kabupaten Malang, Babinkamtibmas, serta sebagai narasumber/pemateri dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang dan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kepanjen maupun Singosari.(tos/lil).‎

"Panic Button" Tarik Minat Pengunjung Pameran Inovasi 2017 di Solo

MALANG (KT) - Berkat aplikasi Panic Button on Hand (PBoH), Polres Malang Kota kembali meraih apresiasi dari Pemerintah RI. Terbaru, aplikasi berbasis android itu tampil dalam Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental yang dihelat Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).

Aplika Panic Button ditampilkan dalam Pameran Inovasi Pelayanan Publik yang digelar di Stadion Manahan, Solo (25-27/8/2017).

Hingga hari terakhir pameran, stan Polres Malang Kota terus diserbu pengunjung yang penasaran dengan sistem pengoperasian aplikasi tersebut. Dalam kesempatan itu Kapolres Malang Kota, AKBP Hoiruddin Hasibuan turun tangan menjelaskan langsung kepada masyarakat.

"Aplikasi ini merupakan solusi atas harapan masyarakat yang menginginkan pelayanan cepat dari Polri. Dan aplikasi ini sangat memungkinkan agar polisi hadir saat dibutuhkan,” kata Hasibuan.

Cara kerja aplikasi yang diluncurkan pada tahun 2014 lalu itu, sangat mudah. Pengguna hanya cukup mengunduh aplikasi tersebut dan mengisi data diri.

"Masyarakat hanya perlu tekan tombol "Help" tiga kali dan polisi akan hadir. Baik dalam kondisi genting karena aksi kejahatan maupun situasi darurat lainnya," imbuhnya.

Aplikasi ini dilengkapi GPS sehingga dapat melacak keberadaan pengguna yang membutuhkan penanganan polisi. Selain itu, masyarakat dapat melaporkan bebagai keluhan berkaitan dengan layanan Polri.

Alhasil, "Panic Button" masuk dalam 35 inovasi pelayanan publik pada 2016. Aplikasi tersebut juga menjadi contoh bagi Polres lain di Indonesia. (Dayat)

Sopir  Kecelakaan Maut Karangploso, Jadi Tersangka

MALANG (KT) - Kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Raya Kertanegara, Desa Girimoyo, Kecamatan Karangploso, dan menyebabkan 4 orang meninggal dunia, pada Jumat (25/8/2017) lalu, membuat Jajaran Satuan Lantas (Sat Lantas) Polres Malang menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dibantu oleh Team Accident Analize (TAA) Polda Jatim.

Wakapolres Malang Kompol.Deky Hermansyah mengatakan bahwa setelah Polisi melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) pada Sabtu (26/8) kemarin, Iwan Prasetyo (29), warga Jalan Gadang Gang VI, Kecamatan Sukun, Kota Malang, ditetapkan tersangka.

“Berdasarkan dari olah TKP yang telah kami lakukan dengan dibantu oleh TAA Polda Jatim, kemarin sore, kami berkesimpulan ada unsur pelanggaran pidana dalam kecelakaan yang terjadi di Jalan Kertanegara, Karangploso, baik subyektif, maupun obyektif, sehinga akhirnya kami tetapkan sopir truk yang benama Iwan Prasetyo, dalam kecelakaan tersebut sebagai tersangka,” ungkap Kompol. Deky Hermansyah,Minggu (27/8/2017).

Menurut Deky Hermansyah, bahwa penetapan tersangka Iwan Prasetyo ini, Polisi telah mempunyai dua alat bukti permulaan.

“Dasar penetapan adalah adanya dua alat bukti yang kami peroleh, yakni keterangan para saksi, dan surat yang dikeluarkan oleh TAA Polda Jatim terkait dengan kecelakaan tersebut,” tegas Deky.

Selain itu, lanjut Deky, bahwa kecelakaan maut yang terjadi pada sore hari itu berawal  seusai Iwan dan tiga orang rekannya pulang dari mengantar barang, nahas dalam perjalanan pulang menuju pool atau garasi truk milik, PT. Wijaya Putra di Kecamatan Pakis, crane  truck  yang dkemudikannya bermasalah pada gas dan remnya.

“Menurut pengakuan tersangka dan saksi-saksi yang ikut di kendaraan tersangka, gas truknya mbandang (lengket tidak bisa lepas-red), dan remnya tidak berfungsi, akhirnya truk yang dikemudikanya menabrak dua kendaraan, mobil jenis mikrolet warna merah dan panther warna biru, menjadi korban material atas kecelakaan itu,” terang Deky.

Polisi pun kemudian melakukan tes urine dan darah kepada Iwan, hal ini untuk memastikan apakah tersangka saat mengemudikan kendaraannya dalam pengaruh narkoba atau alkohol, namun bagaimana hasil dari test tersebut masih belum bisa dijelaskan.

”Kita lakukan test darah dan urine untuk mengetahui dan memastikan kondisi tersangka apakah dalam pengaruh narkoba atau tidak,” kata Wakapolres Malang kepada awak media.

Terkait dengan kelaikan crane truck milik PT.Wijaya Putra, Polisi masih perlu melakukan penyelidikan lebih jauh dengan tim ahli dari Dinas Perhubungan, yang mempunyai kompetensi untuk menguji. Selanjutnya jika memang akhirnya terbukti dalam proses penyidikan selajutnya, bahwa truk milik PT. Wijaya Putra tersebut tidak laik jalan, maka ada harus ada pihak yang bertanggung jawab.

“Nanti dalam pengembangan penyidikan, dari bukti-bukti yang ada siapa saja nanti yang harus bertanggung jawab, apakah cukup driver saja, atau ada yang lain,” ungkap Deky.

Iwan Prasetyo sendiri, paska kejadian nahas itu langsung lari untuk mengindari dari amukan warga.

“Tersangka bukan lari, namun mengamankan diri ke pool, di Pakis, kemudian pihak manajemen perusahan menghubungi kami, yang kemudian tersangka kami jemput, kemarin malam,” jelas Deky.

Berdasarkan catatan kepolsian ada yang mengejutkan tentang diri Iwan Prasetyo ini, pada tahun 2007, tersangka ini pernah terlibat kasus kriminal pencabulan dan ditanggani pihak Polresta Malang. Selanjutnya pada tahun 2016, Iwan Prasetyo pernah melakukan tindak pidana pencurian kertas di PT.Ekamas Fortuna, Pagak.

“Tersangka memang pernah dua kali dihukum atas tindak pidana yang dilakukanya, tapi bukan residivis, karena  berbeda jenis kejahatan yang dilakukanya, pada 2007 melakukan tindak pidana pencabulan, dan kasusnya ditangani Polresta Malang. Tahun 2016 melakukan pencurian kertas di PT.Ekamas Fortuna,” beber Deky.

Kini Iwan Prasetyo, harus kembali menghuni bui lagi karena kelalaiannya dalam mengemudikan truk dijalan raya, mengakibatkan kecel.(toski)

Hengky Dimas Setiabudi,salah satu korban penipuan Linda Yunus (PT.Dua Permata Kembar) menunjukan foto terlapor beserta foto sumainya selaku Dirtu PT tersebutm
Malang (KT) - Henky Dimas Setiabudi (36) warga Darmo Permai Selatan, RT.01 / RW. 06, Kelurahan Pradahkalikendal, Kecamatan Dukuh Pakis, Kota Surabaya bersama para korban lain, mendatangi Mapolresta Malang, Jum'at (25/8/2017). 
 
Kedatanganya adalah untuk mempertanyakan laporan dugaan penipuan dan penggelapan yang dialaminya, ke pihak Kepolisian. 
 
"Kami ingin mengetahui sejauh mana perkembangan laporan saya beberapa waktu lalu. Karena, orang yang kami laporkan masih belum dilakukan penangkapan," tuturnya, Sabtu (26/8/2017).
 
Ia melanjutkan, sebelumnya ia melaporkan Linda Yunus (43), warga Jl. Arif Rahman Hakim IV, RT. 02 / RW. 02, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang atas dugaan penipuan dan penggelapan sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 dan 372 KUHP. 
 
Menurut dia,kronologis berawal saat dirinya pada Maret 2017 lalu membeli rumah di kawasan perumahan The Valley Residen, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang dengan uang muka Rp. 6.000.000. Pembayaran dilakukan di kantor pemasaran PT. Dua Permata Kembar (Nata Land) Jl. Ki Ageng Gribig nomor 1, Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.
 
"Setelah saya bayar tanda jadi, saya dijelaskan pihak marketing, Risa bahwa harga tersebut sudah termasuk BPHTB, IMB, bebas Notaris serta discount Rp.52 juta. Selanjutnya, karena pembelian harus tunai, akhirnya saya melunasi semua, Rabu (5/4) sejumlah Rp. 304.000.000. Kemudian, pihak marketing menjanjikan akan mengirimkan berkas PPJB satu minggu setelah tanggal pelunasan," lanjutnya. 
 
Lebih lanjut ia menjelaskan, karena ditunggu tunggu tidak dikirimkan, akhirnya, Sabtu(15/4) korban mendatangi PT. dan ditemui Linda Yunus (terlapor). Saat itu terlapor mengatakan kalau tanah tersebut sengketa. 
 
Selanjutnya, korban mendatangi notaris Rahadyan Suryo untuk menanyakan terkait tanah yang dibeli. Notaris mengatakan, jika terlapor tidak bisa menunjukkan sertifikat tanah tersebut karena sengketa. 
 
"Setelah mengetahui sengketa, saya melakukan pembatalan pembelian, Senin (22/5). Linda menjanjikan 14 hari, untuk terbit surat pembatalan. Dari pembatalan itu, saya datang lagi ke PT. dan terlapor memberikan cek sebesar Rp. 310.000.000 tertanggal (12/6)," imbuhnya.
 
Usai menerima cek, keesokan harinya, korban mencairkan cek, namun ditolak pihak Bank, karena saldo tidak cukup. Selanjutnya, korban kembali mendatangi PT. namun pihak terlapor sudah tidak ada. Merasa telah dirugikan, akhirnya korban melaporkan ke Polres Malang Kota, Jum'at (7/8/2017).
 
Kepada media, ia menceritakan, bahwa yang menjadi korban serupa ada sekitar 11 orang pembeli yang sudah membayar lunas. Selain dari Surabaya, ada pembeli juga yang dari luar jawa.
Jika dihitung, total uang masuk dari para korban ada sekitar Rp. 1,7 miliar.
 
Sementara itu, KBO Reskrim Polres Malang Kota, Iptu Wasis membenarkan adanya laporan tersebut. Hingga saat ini masih dilakukan penyelidikan.
 
"Memang betul,korban telah melapor dan saat ini sedang dalam penyelidikan pihak kepolisian,"ungkapnya.(lil).
banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...