Malang

Dua Truk Polres Malang,Siap Jemput Ratusan Suporter Jackmania.

MALANG (KT) - Kedatangan 400 Suporter Persija (Jackmania) di Stasiun,Kepanjen,Malang,disambut Kasat Shabara Polres Malang,AKP Moh.Lutif beserta jajaran serta Korlap Arema Ach Gozali,Minggu (24/9/2017).

Ratusan suporter Tim berjuluk Macan Kemayoran itu,tiba di Bumi Arema pada sekitar pukul 07.45 WIB di Stasiun Kepanjen,dengan menggunakan Kereta Api.

Sebagai antisipasi membludaknya kedua suporter, baik Aremania maupun Aremanita serta suporter dari Persija, maka Polres Malang dipimpin langsung Kasat Sabhara  AKP Moh Lutfi dengan melibatkan  Pawas (Kapolsek Ngajum) Pawas AKP Sugianto Kapolsek Ngajum ,  KBO Intel Polres Malang.

"Agar pertandingan Arema FC VS Persija Minggu (24/9/2017) sore, tepatnya Pukul 18.30 wib di stadion Kanjuruhan, kami telah persiapkan pengamanan semaksimal mungkin,"ungkap AKP Moh Lutfi saat dikonfirmasi viai Selulernya,  Minggu (24/9/2017).

Dijelaskanya,jajaran Polres Malang bersama Korlap Aremania Ach Gozali juga telah melakukan penyambutan kedatangan 400 suporter  Persija (Jakmania)  di stasiun Kepanjen.


" Sekitar pukul 07.45 Wib pihak Polres Malang bersama Korlap Aremania sudah menyambut kedatangan para suporter Persija (Jakmania) sebanyak 400 orang (tahap I) di stasiun Kepanjen." paparnya.

Selanjutnya, Polres Malang menyiapkan 2 kendaraan truck Dalmas untuk mengangkut para Suporter Jakmania dari stasiun ke stadion Kanjuruan secara bertahap sebanyak 400 orang itu.

"Jadi Total Suporter Jakmania tersebut sudah terangkut dari stasiun Kepanjen ke stadion Kanjuruan sekitar 200 orang yang lainnya dijemput teman aremania dan sebagian lagi mencari penginapan atau hotel "imbuhnya.

Ditegaskannya,selama proses penjemputan kedatangan suporter Jakmania, di angkut ke stadion Kanjuruan dalam keadaan aman tertib dan terkendali.(lil ozy).

Mengamalkan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

MALANG (KT)) - Memaknai pancasila sebagai ideologi bangsa tidak cukup hanya dengan melalui jargon dan simbol-simbol. Lebih dari itu, nilai pancasila harus digali dari perspektif historis atau kesejarahannya.

Hal itu diungkapkan Gus Baihaki, seorang Kolumnis dan pegiat dakwah dalam diskusi Lingkar Studi Pancasila di Kafe Kopilogi, Kota Malang, Jumat (15/9/2017).

"Zaman sekarang banyak orang yang tidak gemar membaca tetapi aktif di media sosial. Akhirnya dia jadi sok pintar," ujarnya.

Termasuk mengenai pancasila, akhir-akhir ini ia menilai banyak hal yang menjadi salah kaprah. Memaknai pancasila sekedar jargon dan tidak tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Padahal baginya, pancasila merupakan komitmen kebangsaan yang mempersatukan diantara perbedaan.

"Pancasila adalah perilaku sosial, antara hafalan dan perilaku sama. Komitmen yang dibangun merupakan komitmen kebersamaan yang mempersatukan segala perbedaan," imbuhnya.

Dijelaskan Baihaki, dari sisi sejarahnya, pancasila telah melalui proses panjang, diskursus antara pihak nasionalis dan agamis. Antara Soekarno dan Hasyim Asyari. Kedua kelompok ini akhirnya berkompromi untuk menyatukan pandangan tentang komitmen kebangsaan.

"Jadi, walaupun Islam adalah agama mayoritas yang dianut masyarakat Indonesia, tetapi sila ke satu yang awalnya berbunyi Ketuhanan yang Maha Esa dengan menjalankan syariat Islam Bagi Pemeluknya, kemudian ditetapkan hanya Ketuhanan yang Maha Esa. Itu untuk mengakomodir keberadaan agama lain," tegasnya.

Nilai-nilai berupa kebersamaan, gotong royong, keadilan sosial dan lainnya harus tercermin dalam setiap tindakan. Karena pancasila merupakan persoalan kebangsaan bukan individualitas.

"Ibarat sebuah rumah besar. Indonesia dihuni oleh beragam suku, agama, ras dan antar golongan. Tetapi satu tujuan," pungkasnya. (yat)

OJK Malang Catat Penyaluran Kredit Mengalami Peningkatan Signifikan

MALANG (KT) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang mencatat adanya pertumbuhan signifikan pada realisasi penyaluran kredit di semester I 2017. Secara Year on Year (yoy) dari Juni 2016-Juni 2017, pertumbuhan kredit meningkat sebesar 8,08 persen. Dengan total realisasi sebesar Rp 40,41 Triliun.

"Kalau dilihat dari pertumbuhan kredit, secara umum di wilayah kerja OJK Malang (Kota/Kabupaten Malang, Kota/Kabupaten Pasuruan dan Kota/Kabupaten Probolinggo) cukup tinggi dari tahun sebelumnya," ujar Pengawas Bank Senior OJK Malang, Yan Jimmy Hendrik Simarmata, pekan lalu.

Pertumbuhan tersebut diperkirakan akan berlanjut pada semester II, terlebih saat ini Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuan dari 4,75 persen menjadi sebesar 4,5 persen.

"Kalau melihat indikator ekonominya, Triwulan ke III, kita berharapnya terjadi pertumbuhan pada penyaluran kredit," imbuh alumnus Universitas Trisakti tersebut.

Adapun rasio pembagian penyaluran kredit, hingga saat ini masih didominasi oleh kredit rumah tangga atau konsumsi, yakni sebesar 41,87 persen. Disusul sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 25,66 persen dan sektor Industri pengolahan sebesar 16,79 persen.

"Selebihnya tersebar di sektor lain seperti pertanian, perburuhan, kehutanan, real estate dan pergudangan," paparnya.

Ia menambahkan, potensi kredit modal kerja dan investasi di wilayah kerja OJK Malang menurutnya masih sangat baik. Itu tercermin dr tumbuhnya sektor UMKM maupun industri. Umumnya, kredit investasi dibutuhkan untuk belanja modal.

"Disamping itu, kalau dihubungkan dengan pertumbuhan ekonomi, berarti kan ada pertumbuhan ekonomi juga. sehingga orang mau untuk mengambil pinjaman, karena adanya kemampuan membayar," terang mantan Manajer BI Malang itu.

Hal itu pulalah yang menyebabkan perbankan terdorong mengeluarkan pembiayaan. Sebab, dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga juga mengalami pertumbuhan. Secara Year on Year, pertumbuhan dan simpanan tercatat meningkat sebesar 10,66 persen dari Rp 52,58 T pada juni 2016 menjadi Rp 58,18 di tahun 2017. (yat)

Dikukuhkan, FKIJK Fokus Pacu Literasi dan Inklusi Keuangan

MALANG (KT) - Industri jasa keuangan diharapkan mampu mendorong peningkatan literasi keuangan di masyarakat. Ini dilakukan untuk memacu pertumbuhan inklusi keuangan yang saat ini dinilai masih rendah.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, Indra Krisna, mengungkapkan, nilai inklusi keuangan di wilayah kerja OJK Malang masih berada di angka 30 persen. Jumlah itu, masih juh lebih rendah dibanding target secara nasional sebesar 70 persen.

"Kita mengharapkan industri keuangan berkontribusi kepada daerah terutama mendorong pertumbuhan akses keuangan. Seperti kita ketahui masih banyak masyarakat yang kesulitan mendapatkan akses (keuangan)," ujarnya, usai pengukuhan pengurus Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Malang, Rabu (6/9/2017).

FKIJK merupakan wadah bagi pelaku industri keuangan, seperti perbankan, BPJS, finance, pegadaian hingga asuransi.

Indra menambahkan, salah satu terobosan yang dapat dilakukan adalah dengan mengoptimalkan pelayanan jasa keuangan non-kantor (Laku Pandai). Yakni melalui agen-agen di masyarakat.

"Layanan keuangan tanpa kantor itu boleh, dan saat ini sudah ada. Tetapi memang masih belum menunjukkan hasil optimal. Nah forum (FKIJK) ini diharapkan dapat segera mencari terobosan-terobosan baru, sehingga masyarakat yang tadinya sulit, nanti bisa menjangkau lembaga keuangan," imbuhnya.

Indra menilai, literasi keuangan sangat penting untuk memeberikan pengetahuan bagi masyarakat mengenai industri keuangan yang dibutuhkan. Sehingga tidak ada lagi keluhan mengenai sulitnya mengakses layanan keuangan.

Senada, Ketua FKIJK Malang, Yessi Kurnia, menyebut salah satu peran fungsi jasa keuangan adalah literasi dan inklusi keuangan. Pihaknya akan memaksimalkan peran para agen (layanan keuangan tanpa kantor) untuk meliterasi masyarakat mengenai layanan perbankan.

"Di BNI ada agen 46, BRI ada BRILink dan bank-bank lainnya. Kita coba hitung seberapa besar agen ini bisa mengkover masyarakat. Sehingga kita bisa tahu berapa jumlah kebutuhan agen di wilayah Malang. Nanti wilayah mana saja yang belum terkover agen ini kita tutup dengan memberikan target ke masing-masing lembaga jasa keuangan yang diperbolehkan membuka agen," tuturnya.

Selain literasi, fungsi para agen ini nantinya akan didorong untuk mengedukasi masyarakat dalam menghindari praktek investasi bodong, serta layanan keuangan lain yang tidak sesuai ketentuan.

"Ketika agen ini bergerak, maka kita harapkan bisa meminimalisir dampak investasi bodong. Karena, beberapa jenis layanan keuangan, seperti kredit bisa dilakukan melalui agen dan tanpa harus berbondong-bondong ke kantor Bank," imbuh Yessi.

FKIJK sendiri, menurut Yessi telah menambahkan bidang baru di struktural kepengurusan, yakni bidang Legal dan Tata Kelola. Bidang ini akan mengkaji berbagai permasalahan dan penanganannya di masyarakat. (yat)

Gus Ipul Minta Maba Unisma Manfaatkan Kuliah dengan Baik

MALANAG (KT) - Wakil Gubernur JatimSaifullah Yusuf meminta para mahasiswa baru (maba) Universitas Islam Malang (Unisma) untuk memanfaatkan waktu kuliah dengan sebaik-baiknya. Diantaranya dengan tekun belajar dan aktif mengikuti kegiatan kemahasiswaan.

 

Hal ini dilakukan karena tidak semua orang mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan hingga tingkat perguruan tinggi.“Adik-adik semua adalah orang yang beruntung bisa kuliah, calon pemimpin masa depan, jadi harus memanfaatkan waktu kuliah dengan sebaik-baiknya,” pesanGus Ipul kepda Mahasiswa Baru Unisma di Malang, Rabu (6/9).

 

Gus Ipul mengatakan, tidak semua lulusan SMA bisa melanjutkan perguruan tinggi, prosentgasenya hanya  sekitar 31 persen. Sedangkanb di Jatim, sekitar 35-40 persen orang. Untuk itu, mahasiswa untuk mensyukuri nikmat bisa melanjutkan pendidikan hingga tingkat perguruan tinggi.

 

Dalam kesempatan ini, Gus Ipul menyampaikan apresiasi dan rasa hormatnya kepada Unisma yang setiap tahunnya terus mengalami kemajuan di segala bidang. Kemajuan ini karena dikelola dengan baik oleh orang-orang professional sehingga ikut membanggakan Jatim.

 

Menurutnya saat ini ada lebih dari 4 ribu kampus di Indonesia dan baru setengahnya yang akreditasinya A. Kampus Unisma ini, lanjutnya, masuk dalam 100 kampus unggul di Indonesia dimana Unisma ada di peringkat 57. “Adik-adik masuk di kampus yang dikelola dengan baik, jadi harus memanfaatkan dengan baik,” katanya.

 

Di akhir, Gus Ipul berbagi kunci sukses dalam kehidupan melalui Doa, Ibadah, Ilmu dan Tawakal atau disingkat “DUIT”, Doa disini sangat penting dimana setiap melakukan setiap aktifitas harus selalu diiringi dengan doa. Usaha disini berarti dalam mencapai sesuatu kita harus berusaha semaksimal mungkin.

 

Selanjutnya, ilmu disini dimaksudkan bahwa dalam hidup harus selalu dibekali dengan ilmu, karena dengan ilmu hidup akan lebih bermanfaat. Yang terakhir adalah tawakal, dimana setelah melakukan usaha dan berdoa dengan maksimal, kita harus menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.

 

Sementara itu, Rektor Unisma Malang, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si mengatakan, Unisma merupakan kampus yang terus mengibarkan sendi-sendi Islam yang menggunakan prinsip moderat, harmonisasi dan toleran di tengah heterogenitas dan perbedaan yang ada. Serta, siap mempertahankan kedaulatan RI. Selain itu, dalam menghadapi era persaingan seperti ini, Unisma akan menyiapkan lulusannya agar mampu bersaing di tengah persaingan global.

 

Mahasiswa baru Unisma tahun ajaran kali ini tercatat sebanyak 3.887 orang. Dalam acara ini turut dilaksanakan pembacaan deklarasi mempertahankan kedaulatan NKRI (cho/min)

 

Puluhan warga Dusun Ngrobyong,Desa Pakisjajar,Kec Pakis,Kab Malang saat mendatangi Polsek Pakis guna menanyakan proses hukum Pa'at
MALANG (KT) - Puluhan warga Dusun Ngrobyong Desa Pakisjajar Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang,Jawa Timur, melaporkan Pa'at (50) warga Rt.02, Rw.11 desa setempat akibat perseteruan dengan warga.

Puluhan warga pelapor tersebut tidak berhenti disitu saja, bahkan pada sekitar pukul 10.52 Wib,warga meluruk Polsek Pakis. Pasalnya mereka menuntut Pa'at sebagai terlapor selalu membuat resah warga supaya dan segera diproses oleh petugas Kepolisian Sektor Pakis. Hal ini bedasarkan Surat Laporkan Polisi Nomor: LP/55/VII/2017/JATIM/Res MLG/Sek Pakis.

“Kami menuntut proses hukum secepatnya untuk memberi efek jera kepada pelaku yang memang sering membuat ulah," ucap para warga yang merasa geram dengan ulah pelaku.Jumat (1/9/2017).

Menurut salah satu warga Rt. 03/Rw.10 Dusun Ngrobyong Desa tersebut, Mislan yang juga sebagai suami korban menyampaikan, bahwa terlapor di laporkan Novi Nur Fita (25) lantaran telah melakukan penganiayaan terhadap dirinya hingga betis kaki sebelah kiri lebam dan memar.

“Seharusnya polisi segera memproses laporan istri saya yang telah lapor ke Polsek pada hari Minggu tanggal 27 Agustus lalu,” imbuhnya.

Aksi warga ini,kata dia,didasari atas keprihatinan terhadap korban penganiayaan yang dilakukan oleh Pa'at yang masih satu dusun. Kami datang ke Polsek ini untuk mempertanyakan jalannya proses hukum.

Menurut korban dan juga sebagai pelapor Novi Nur Fita mengatakan bahwa kejadian penganiayaan tersebut terjadi sekitar satu Minggu yang lalu. Ketika itu, sedang mengantarkan anak yang sedang mengikuti lomba mewarnai di lapangan dusun Lowoksuruh Desa Mangliawan dan duduk disebelah anak terlapor (Pa'at). Akan tetapi, Pa'at memaki dan mengijak kaki kiri saya, serta menendang - nendang walau tidak mengenai. Korban mengaku tidak punya masalah dengan pelaku.

"Ketika saya duduk, Pa'at bilang 'kamu gemuk, habis-habisi tempat', sambil mengijak kaki kiri saya, dan menendang saya tapi tidak kena, dan saya pun pindah tempat," aku Novi.

Sementara, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Pakis AKP Hartono mengatakan, kasus tersebut sebenarnya sudah kami tangani dan sekarang ini kami masih memanggil para saksi.

“Kasusnya sudah kami tangani, dan kami masih menunggu kedatangan para saksi untuk memberikan keterangan,” tandasnya.(tos/lil)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...