Malang

OJK Malang Catat Penyaluran Kredit Mengalami Peningkatan Signifikan

MALANG (KT) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang mencatat adanya pertumbuhan signifikan pada realisasi penyaluran kredit di semester I 2017. Secara Year on Year (yoy) dari Juni 2016-Juni 2017, pertumbuhan kredit meningkat sebesar 8,08 persen. Dengan total realisasi sebesar Rp 40,41 Triliun.

"Kalau dilihat dari pertumbuhan kredit, secara umum di wilayah kerja OJK Malang (Kota/Kabupaten Malang, Kota/Kabupaten Pasuruan dan Kota/Kabupaten Probolinggo) cukup tinggi dari tahun sebelumnya," ujar Pengawas Bank Senior OJK Malang, Yan Jimmy Hendrik Simarmata, pekan lalu.

Pertumbuhan tersebut diperkirakan akan berlanjut pada semester II, terlebih saat ini Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuan dari 4,75 persen menjadi sebesar 4,5 persen.

"Kalau melihat indikator ekonominya, Triwulan ke III, kita berharapnya terjadi pertumbuhan pada penyaluran kredit," imbuh alumnus Universitas Trisakti tersebut.

Adapun rasio pembagian penyaluran kredit, hingga saat ini masih didominasi oleh kredit rumah tangga atau konsumsi, yakni sebesar 41,87 persen. Disusul sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 25,66 persen dan sektor Industri pengolahan sebesar 16,79 persen.

"Selebihnya tersebar di sektor lain seperti pertanian, perburuhan, kehutanan, real estate dan pergudangan," paparnya.

Ia menambahkan, potensi kredit modal kerja dan investasi di wilayah kerja OJK Malang menurutnya masih sangat baik. Itu tercermin dr tumbuhnya sektor UMKM maupun industri. Umumnya, kredit investasi dibutuhkan untuk belanja modal.

"Disamping itu, kalau dihubungkan dengan pertumbuhan ekonomi, berarti kan ada pertumbuhan ekonomi juga. sehingga orang mau untuk mengambil pinjaman, karena adanya kemampuan membayar," terang mantan Manajer BI Malang itu.

Hal itu pulalah yang menyebabkan perbankan terdorong mengeluarkan pembiayaan. Sebab, dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga juga mengalami pertumbuhan. Secara Year on Year, pertumbuhan dan simpanan tercatat meningkat sebesar 10,66 persen dari Rp 52,58 T pada juni 2016 menjadi Rp 58,18 di tahun 2017. (yat)

Dikukuhkan, FKIJK Fokus Pacu Literasi dan Inklusi Keuangan

MALANG (KT) - Industri jasa keuangan diharapkan mampu mendorong peningkatan literasi keuangan di masyarakat. Ini dilakukan untuk memacu pertumbuhan inklusi keuangan yang saat ini dinilai masih rendah.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, Indra Krisna, mengungkapkan, nilai inklusi keuangan di wilayah kerja OJK Malang masih berada di angka 30 persen. Jumlah itu, masih juh lebih rendah dibanding target secara nasional sebesar 70 persen.

"Kita mengharapkan industri keuangan berkontribusi kepada daerah terutama mendorong pertumbuhan akses keuangan. Seperti kita ketahui masih banyak masyarakat yang kesulitan mendapatkan akses (keuangan)," ujarnya, usai pengukuhan pengurus Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Malang, Rabu (6/9/2017).

FKIJK merupakan wadah bagi pelaku industri keuangan, seperti perbankan, BPJS, finance, pegadaian hingga asuransi.

Indra menambahkan, salah satu terobosan yang dapat dilakukan adalah dengan mengoptimalkan pelayanan jasa keuangan non-kantor (Laku Pandai). Yakni melalui agen-agen di masyarakat.

"Layanan keuangan tanpa kantor itu boleh, dan saat ini sudah ada. Tetapi memang masih belum menunjukkan hasil optimal. Nah forum (FKIJK) ini diharapkan dapat segera mencari terobosan-terobosan baru, sehingga masyarakat yang tadinya sulit, nanti bisa menjangkau lembaga keuangan," imbuhnya.

Indra menilai, literasi keuangan sangat penting untuk memeberikan pengetahuan bagi masyarakat mengenai industri keuangan yang dibutuhkan. Sehingga tidak ada lagi keluhan mengenai sulitnya mengakses layanan keuangan.

Senada, Ketua FKIJK Malang, Yessi Kurnia, menyebut salah satu peran fungsi jasa keuangan adalah literasi dan inklusi keuangan. Pihaknya akan memaksimalkan peran para agen (layanan keuangan tanpa kantor) untuk meliterasi masyarakat mengenai layanan perbankan.

"Di BNI ada agen 46, BRI ada BRILink dan bank-bank lainnya. Kita coba hitung seberapa besar agen ini bisa mengkover masyarakat. Sehingga kita bisa tahu berapa jumlah kebutuhan agen di wilayah Malang. Nanti wilayah mana saja yang belum terkover agen ini kita tutup dengan memberikan target ke masing-masing lembaga jasa keuangan yang diperbolehkan membuka agen," tuturnya.

Selain literasi, fungsi para agen ini nantinya akan didorong untuk mengedukasi masyarakat dalam menghindari praktek investasi bodong, serta layanan keuangan lain yang tidak sesuai ketentuan.

"Ketika agen ini bergerak, maka kita harapkan bisa meminimalisir dampak investasi bodong. Karena, beberapa jenis layanan keuangan, seperti kredit bisa dilakukan melalui agen dan tanpa harus berbondong-bondong ke kantor Bank," imbuh Yessi.

FKIJK sendiri, menurut Yessi telah menambahkan bidang baru di struktural kepengurusan, yakni bidang Legal dan Tata Kelola. Bidang ini akan mengkaji berbagai permasalahan dan penanganannya di masyarakat. (yat)

Gus Ipul Minta Maba Unisma Manfaatkan Kuliah dengan Baik

MALANAG (KT) - Wakil Gubernur JatimSaifullah Yusuf meminta para mahasiswa baru (maba) Universitas Islam Malang (Unisma) untuk memanfaatkan waktu kuliah dengan sebaik-baiknya. Diantaranya dengan tekun belajar dan aktif mengikuti kegiatan kemahasiswaan.

 

Hal ini dilakukan karena tidak semua orang mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan hingga tingkat perguruan tinggi.“Adik-adik semua adalah orang yang beruntung bisa kuliah, calon pemimpin masa depan, jadi harus memanfaatkan waktu kuliah dengan sebaik-baiknya,” pesanGus Ipul kepda Mahasiswa Baru Unisma di Malang, Rabu (6/9).

 

Gus Ipul mengatakan, tidak semua lulusan SMA bisa melanjutkan perguruan tinggi, prosentgasenya hanya  sekitar 31 persen. Sedangkanb di Jatim, sekitar 35-40 persen orang. Untuk itu, mahasiswa untuk mensyukuri nikmat bisa melanjutkan pendidikan hingga tingkat perguruan tinggi.

 

Dalam kesempatan ini, Gus Ipul menyampaikan apresiasi dan rasa hormatnya kepada Unisma yang setiap tahunnya terus mengalami kemajuan di segala bidang. Kemajuan ini karena dikelola dengan baik oleh orang-orang professional sehingga ikut membanggakan Jatim.

 

Menurutnya saat ini ada lebih dari 4 ribu kampus di Indonesia dan baru setengahnya yang akreditasinya A. Kampus Unisma ini, lanjutnya, masuk dalam 100 kampus unggul di Indonesia dimana Unisma ada di peringkat 57. “Adik-adik masuk di kampus yang dikelola dengan baik, jadi harus memanfaatkan dengan baik,” katanya.

 

Di akhir, Gus Ipul berbagi kunci sukses dalam kehidupan melalui Doa, Ibadah, Ilmu dan Tawakal atau disingkat “DUIT”, Doa disini sangat penting dimana setiap melakukan setiap aktifitas harus selalu diiringi dengan doa. Usaha disini berarti dalam mencapai sesuatu kita harus berusaha semaksimal mungkin.

 

Selanjutnya, ilmu disini dimaksudkan bahwa dalam hidup harus selalu dibekali dengan ilmu, karena dengan ilmu hidup akan lebih bermanfaat. Yang terakhir adalah tawakal, dimana setelah melakukan usaha dan berdoa dengan maksimal, kita harus menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.

 

Sementara itu, Rektor Unisma Malang, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si mengatakan, Unisma merupakan kampus yang terus mengibarkan sendi-sendi Islam yang menggunakan prinsip moderat, harmonisasi dan toleran di tengah heterogenitas dan perbedaan yang ada. Serta, siap mempertahankan kedaulatan RI. Selain itu, dalam menghadapi era persaingan seperti ini, Unisma akan menyiapkan lulusannya agar mampu bersaing di tengah persaingan global.

 

Mahasiswa baru Unisma tahun ajaran kali ini tercatat sebanyak 3.887 orang. Dalam acara ini turut dilaksanakan pembacaan deklarasi mempertahankan kedaulatan NKRI (cho/min)

 

Puluhan warga Dusun Ngrobyong,Desa Pakisjajar,Kec Pakis,Kab Malang saat mendatangi Polsek Pakis guna menanyakan proses hukum Pa'at
MALANG (KT) - Puluhan warga Dusun Ngrobyong Desa Pakisjajar Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang,Jawa Timur, melaporkan Pa'at (50) warga Rt.02, Rw.11 desa setempat akibat perseteruan dengan warga.

Puluhan warga pelapor tersebut tidak berhenti disitu saja, bahkan pada sekitar pukul 10.52 Wib,warga meluruk Polsek Pakis. Pasalnya mereka menuntut Pa'at sebagai terlapor selalu membuat resah warga supaya dan segera diproses oleh petugas Kepolisian Sektor Pakis. Hal ini bedasarkan Surat Laporkan Polisi Nomor: LP/55/VII/2017/JATIM/Res MLG/Sek Pakis.

“Kami menuntut proses hukum secepatnya untuk memberi efek jera kepada pelaku yang memang sering membuat ulah," ucap para warga yang merasa geram dengan ulah pelaku.Jumat (1/9/2017).

Menurut salah satu warga Rt. 03/Rw.10 Dusun Ngrobyong Desa tersebut, Mislan yang juga sebagai suami korban menyampaikan, bahwa terlapor di laporkan Novi Nur Fita (25) lantaran telah melakukan penganiayaan terhadap dirinya hingga betis kaki sebelah kiri lebam dan memar.

“Seharusnya polisi segera memproses laporan istri saya yang telah lapor ke Polsek pada hari Minggu tanggal 27 Agustus lalu,” imbuhnya.

Aksi warga ini,kata dia,didasari atas keprihatinan terhadap korban penganiayaan yang dilakukan oleh Pa'at yang masih satu dusun. Kami datang ke Polsek ini untuk mempertanyakan jalannya proses hukum.

Menurut korban dan juga sebagai pelapor Novi Nur Fita mengatakan bahwa kejadian penganiayaan tersebut terjadi sekitar satu Minggu yang lalu. Ketika itu, sedang mengantarkan anak yang sedang mengikuti lomba mewarnai di lapangan dusun Lowoksuruh Desa Mangliawan dan duduk disebelah anak terlapor (Pa'at). Akan tetapi, Pa'at memaki dan mengijak kaki kiri saya, serta menendang - nendang walau tidak mengenai. Korban mengaku tidak punya masalah dengan pelaku.

"Ketika saya duduk, Pa'at bilang 'kamu gemuk, habis-habisi tempat', sambil mengijak kaki kiri saya, dan menendang saya tapi tidak kena, dan saya pun pindah tempat," aku Novi.

Sementara, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Pakis AKP Hartono mengatakan, kasus tersebut sebenarnya sudah kami tangani dan sekarang ini kami masih memanggil para saksi.

“Kasusnya sudah kami tangani, dan kami masih menunggu kedatangan para saksi untuk memberikan keterangan,” tandasnya.(tos/lil)

Kadindik Kab Malang,M.Hidayat

MALANG (KT)- Polemik kebijakan peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Permendikbud) Nomor 23 tahun 2017 tentang Hari Sekolah atau yang lebih dikenal dengan Full Day School (FDS) dan sempat membuat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) NU Kabupaten Malang menuntut Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Kabupaten Malang agar dicopot dari jabatannya, lantaran sikap dan pernyataan yang dianggap plin plan dan berbohong terhadap para kyai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Malang terkait FDS.Hal itu mendapat tanggapan dan bantahan langsung dari Kadindik Kabupaten Malang.

Kadindik Kabupaten Malang M Hidayat, saat dikonfirmasi via selulernya membantah keras bila pihaknya berencana akan menerapkan FDS.

Ia meyakini telah terjadi salah persepsi dan salah tafsir terkait program FDS dengan PPK (Penguatan Pendidikan Karakter) di sekolah.

Padahal, antara FDS dan PPK itu berbeda serta tidak bisa dikait-kaitkan. PPK sebagai program Pemerintah dalam rangka penguatan pendidikan karakter pada anak didik.

"Tentunya PPK itu harus didukung dan dilaksanakan, dan itu bukan FDS. Ini telah terjadi salah penafsiran yang ditangkap oleh GP Ansor sehingga meminta saya untuk mengundurkan diri dari jabatan. Dan kami (Dindik) Kabupaten Malang tetap konsisten untuk menolak penerapan FDS di seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Malang," ungkap Hidayat, Kamis (31/8/2017) petang.‎

Hidayat menjelaskan, dari awal istilah FDS itu sebenarnya sudah salah. Justru FDS itu tidak benar bila diterapkan di Kabupaten Malang. Sebab, dilihat dari kondisi sekolah juga belum memiliki fasilitas dan pendukung yang memadai, bahkan guru pun juga belum siap.

"Kondisi itu yang melatar belakangi kami menolak penerapan FDS. Dan FDS itu tidak identik dengan PPK yang memang harus diterapkan karena program dari Pemerintah," lanjutnya.

Program PPK meliputi penguatan karakter pendidikan yang religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas. Setiap SMP bisa melaksanakan program PPK tersebut dan tidak boleh dilakukan hingga sore hari atau lima hari masuk sekolah.

"Itu perintah yang kami sampaikan kepada Kasek SMP. Dan tidak boleh menerapkan FDS karena akan mengganggu proses pendidikan non formal yang telah ada dan berjalan baik di Ponpes atau Lembaga Pendidikan Islam NU di Kabupaten Malang," tandasnya.(tos/lil).

Kasat Reskrim,AKP Heru Dwi Purnomo (kaos hitam) menyisir TKP untuk mencari barang bukti sebagai petunjuk guna mengungkap sebab kematian korban.
MALANG (KT) - Warga sekitar bantaran sungai Amprong,Kedung Kandang,Kota Malang,dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat dalam kondisi mengenaskan.Rabu (30/8).
 
Mayat yang diketahui identitasnya bernama Zainudin (21),ditemukan di lahan kosong bekas kebun tebu, sebelah bendungan Rolak RT.01 / RW.06 Kelurahan Kedungkandang,saat pertama kal diketemukan dalam kondisi luka sayatan dibagian leher dan tangan kiri dan kanannya.
 
Dari informasi yang berhasil dihimpun,mayat tersebut adalah seorang karyawan dari perusahaan industri roti rumahan di Jl. Ranugrati, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.
 
Hal tersebut disampaikan Ruliawati (30), pemilik perusahaan industri Roti saat datang ke kamar mayat RSSA Kota Malang. Ia menjelaskan, bahwa kedatangannya untuk melalukan pengecekan, yang mana sebelumnya mengetahui dari group WA kalau terjadi penemuan mayat.
 
"Setelah saya tau ada pembunuhan di grup WA, saya baca ciri-citinya kok hampir mirip dengan karyawan saya. Yakni dua lengan bertato dan telingga bertindik serta memakai jaket abu-abu, maka saat itu saya langsung cek ke kamar mayat RSSA," ucapnya,Rabu (30/8).
 
Setelah melihat dan mengamati korban adalah salah satu karyawanya, yang berasal dari Desa Tangkor, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, Madura. Seketika itu, ia pun histeris dan langsung menghubungi keponakan korban yang juga bekerja ditempatnya. 
 
"Benar karyawan saya, namanya Zainudin(21) asal Madura. Terakhir ketemu kemarin," lanjutnya.
 
Lebih lanjut ia menjelaskan, sebelumnya korban berniat pulang memberikan HP yang baru ia beli kepada adiknya di Madura. Malam sebelumnya,  meminta uang sebanyak Rp 1 juta untuk membeli handphone baru. 
 
Saat membeli HP, sempat meminjam motor, biasanya cepat pulang untuk mengembalikan.Namun malam kemarin, korban tidak pulang, sehingga bos korban pun binggung untuk mencari - cari.
 
"Biasanya kalau pinjam cepat, tapi kok malam kemarin nggak pulang, saya sama suami saya sampai nyari - nyari. Ternyata kabar sudah begini tadi lihat WA," tandasnya.
 
Sementara itu,Kasat Reskrim Polres Malang Kota,AKP Heru Dwi Purnomo saat ditemui awak media di Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan.
 
Seluruh lokasi disisir jajaran Unit Reskrim Polres Malang Kota untuk menemukan barang bukti yang bisa digunakan mengungkap kasus dugaan pembunuhan itu. 
 
"Barang bukti awal yang kami temukan hanya sandal dua pasang dan bercak darah 25 meter dari lokasi penemuan mayat," ungkapnya.
 
Guna memastikan kapan tewasnya korban , pihaknya masih menunggu hasil autopsi.Ia juga menjelaskan masih memeriksa beberapa saksi yang diduga mengetahui kejadian tersebut.
 
"Masih kami periksa saksi yang menemukan korban serta keluarganya dan tempat korban bekerja. Dari temuan sementara hasilnya dugaan pembunuhan, karena ada luka sayatan di leher," bebernya.
 
Diketahui, saat ditemukan warga pagi tadi, kondisi korban sangat mengenaskan. Ia hanya memakai baju dan jaket. Sedangkan bagian bawahnya telanjang.
 
Darah korban masih terlihat segar di bagian leher. Saat ini jenazah korban masih dilakukan autopsi.(cholil ozy)
banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...