Malang

Ini Pesan Walikota Malang pada Peletakan Batu Pertama Masjid Nurul Huda Gadang

MALANG (KT) - Walikota Malang HM Anton hadir dalam peletakan batu pertama Masjid Nurul Huda di RW 7 Kelurahan Gadang Kota Malang, Minggu (28/10).

Dalam sambutannya, Walikota yang biasa disapa Abah Anton tersebut menyampaikan apresiasi atas berdirinya masjid Nurul Huda, karena masjid tersebut berdiri atas inisiatif warga setempat.

Pada kesempatan tersebut, menurut Anton, pembangunan masjid penting dilaksanakan karena peran masjid saat ini sudah bukan saja sebagai tempat ibadah namun juga berkembang menjadi tempat pendidikan agama bagi anak-anak.

"Saat ini kita lebih dituntut untuk melaksanakan pembangunan manusia, dan pembangunan manusia lebih sulit daripada pembangunan infrastruktur. Sehingga saya berharap agar masjid ini dapat turut berperan dalam rangka melakukan pembangunan manusia melalui pendidikan keagamaan sejak dini" ujarnya.

Meramaikan masjid, lanjut Anton, melalui pelaksanaan sholat berjamaah di masjid juga harus terus dilaksanakan. "Masjid merupakan rumah Allah yang wajib kita ramaikan, selain melalui kegiatan sholat berjamaah juga dapat dilakukan berbagai pengajian secara berkala," imbuhnya.

Sementara itu, takmir masjid, Kiai Ahmad Yasin, menuturkan, pembangunan masjid ini dilaksanakan atas inisiatif dan hasil swadaya masyarakat sekitar khususnya di RW 7 Kelurahan Gadang. "Namun, kami juga sangat berharap agar Masjid Nurul Huda segera mengalami perluasan dan atas berbagai dukungan dari berbagai pihak maka Masjid Nurul Huda akan segera diperluas" tandasnya. (Yat)


Paling Beda, Begini Cara Musisi Lokal Kota Malang dalam Merayakan Sumpah Pemuda

MALANG (KT) - Sebanyak 18 band lokal unjuk gigi dalam gelaran parade band di Kampung Ngojel, RW 14 Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing Kota Malang, Sabtu (28/10/2017). Mereka beraksi diatas panggung Lajoeng Conspiracy #7.

Beberapa band yang naik panggung di antaranya Slanky, Nendes Kombet, BSP, Ruang 23, Lampu Merah, Ocehan Orang To, Ras Tahu Tempe, Primitif, Duwek Lungset, Lafuerza Old School, SkyWay, MBC, Radio Kobong, dan lain-lain.

Parade band Lajoeng Conspiracy merupakan agenda rutin yang digelar Karang Taruna RT 8-9-10 RW 14 Kelurahan setempat untuk mengisi peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh setiap 28 Oktober.

"Selain dalam rangkaian Sumpah Pemuda, kami ingin agar teman-teman mendapat pamggung untuk menampilkan karya mereka," ujar Dery Bramesta, Ketua Pelaksana.

Ajang tahunan ini berawal dari kegemaran pemuda dalam bermain band. Sebab, banyak pemuda setempat memiliki band baik di lingkungan kerja, sekolah, hingga pertemanan.

"Mereka butuh panggung. Walaupun dibilang ini masih sebatas festival kampung, tetapi band-band besar pun tentu lahir dari panggung-panggung kecil," tambahnya.

Ketua RW 14 Kelurahan Bunulrejo Harum Buchori menuturkan bahwa sejak awal gelaran parade band tersebut digelar agar anak-anak muda setempat memiliki kegiatan positif dan berkarya. Selain parade band, ada juga pembacaan teks Sumpah Pemuda dan pentas tari-tari tradisional oleh anak-anak setempat.

"Kegiatan ini semoga bisa memberi kontribusi bagi bangkitnya musik di Kota Malang. Bagi sebagian orang, musik band dianggap mengganggu. Padahal ini memang masa-masa mereka. Hanya bagaimana mengarahkan, bukan melarang," tuturnya. (Yat)

Cegah Praktik Pungli, Inspektorat Kota Malang Ingatkan Pejabat OPD

MALANG (KT) - Bagian Inspektorat Pemerintah Kota Malang, menggelar Sosialisasi Pencegahan Pungutan Liar (Pungli) khususnya di lingkungan OPD Pelayanan Publik Pemerintah Kota Malang, Kamis (26/10).

Dihadiri seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga Camat dan Lurah, sosialisasi dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji.

Dalam sambutannya, Sutiaji mengatakan, keberadaan Tim Saber Pungli sebagaimana amanah dari Presiden RI, Joko Widodo ini tak lain adalah upaya untuk memperbaiki layanan publik,  khususnya yang ada di Kota Malang. Karenanya, menurut Sutiaji, sosialisasi yang dilakukan pada hari ini sangat tepat dengan menghadirkan para Kepala OPD khususnya yang bersentuhan langsung dengan layanan publik.

"Kepercayaan masyarakat kepada birokrasi harus ditingkatkan, karena itu maka harus ada peningkatan kualitas layanan, salah satunya adalah tidak melakukan pungutan liar," Kata Sutiaji.

Wakil Wali Kota dalam kesempatan itu juga mengimbau kepada Tim Saber Pungli dan Inspektorat agar juga melakukan sosialisasi terkait pungli kepada masyarakat. Sebab, jika warga mengerti dan memahami Standar Operasional Prosedur (SOP) maka peluang terjadinya pungli sangat kecil dan bahkan tidak ada.

"Termasuk pemahaman bersama antara masyarakat dan pemerintah terkait apa  makna pungli, karena hal itu sangat penting agar tidak terjadi simpang siur di masyarakat," ungkapnya.

Kepala Inspektorat Pemkot Malang, Subari menegaskan jika kegiatan sosialisasi ini dilakukan dalam rangka meningkatkan pemahaman tentang pungli kepada kepala perangkat daerah, hingga camat dan lurah.

"Semoga dengan adanya kegiatan ini pencegahan pungli bisa dilakukan di lingkungan Pemkot Malang sekaligus mampu meningkatkan layanan publik," kata Subari.

Acara diisi dengan penyampaian materi dari sejumlah tokoh, antara lain AKBP Hufron dari Unit Saber Pungli Polda Jatim hingga tim dari akademisi yang diwakili Bambang Sugiri dari Universitas Brawijaya. (yat)

Gubernur Pakde Karwo saat membuka Jatim Night Specta Carnival 2017 di Malang , Sabtu (7/10) .

MALANG (KT) - Gubernur Jawa Timur Soekarwo membuka Jatim Night Specta Carnival 2017, karnaval jalanan yang a.l. dimasudkkan untuk meningkatkan kreativitas seniman dalam berseni membentuk karnaval atau arak-arakan di jalan, serta apresiasi terhadap jenis, keunikan, dan keindahan seni budaya.

Karnaval diikuti perwakilan 38 kab/kota se-Jatim serta peserta kehormatan dari DIY dan Provinsi Riau. Pembukaan dilakukan di Simpang Balapan Jl. Ijen, Kota Malang, Sabtu (07/10) malam

Kegiatan  yang diselenggaran Pemprov. Jatim bersama kab/kota tuan rumah  ini  merupakan kali keempat dan menjadi salah satu rangkaian kegiatan Hari Jadi Jatim ke-72 tahun 2017. Tema karnaval yakni “Pesona Topeng Nusantara”. Tahun depan, karnaval ini akan diselenggarakan di Kabupaten Sumenep.

Gubernur Jatim Soekarwo menegaskan arti penting keberadaan kebudayaan yang mampu menjadikan masyarakat lebih humanis. Demikian pula, nilai-nilaiku ltural budaya mampu menjadikan masyarakat menghormati kebhinekaan.

“Budaya mampu membasuh dan menghaluskan kehidupan manusia yang keras karena konflik dan kompetisi yang tidak sehat.Itulah sebabnya lewat budaya masyarakat jadi humanis,”ujarnya.

Karnaval budaya tersebut merupakan peristiwa besar karena mampu membangun keseimbangan antara kepentingan rasional dengan kepentingan cipta, rasa dan karsa. Apalagi, di tiap 38 kab/kota se Jatim memiliki nilai budaya yang unik dan tersendiri.

Dicontohkan di daerah pesisir terdapat kesenian bagaimana mencari ikan atau saat panen raya ikan. “Rasa syukur kepada Tuhan YME diekspresikan menjadi suatu kebudayaan berupa seni tari atau seni ekspresif oleh masyarakat di Jatim,” terangnya.

Ditambahkan, khusus Kota Malang sangat terkenal dengan budaya Topeng Malangan yang sangat berbeda dengan Topeng Panji. Topeng Malangan merupakan ekspresi dari yang memakai topeng, baik dari segi warnanya ataupun bentuknya.

“Cara berkomunikasi dari Topeng Malangan sangat khas saat menyapa semuanya dengan ramah. Ini adalah warisan budaya yang harus terus dilestarikan,” tukas Pakde Karwo.

Kegiatan atraksi budaya, lanjutnya,  juga bisa menghadirkan mulitplayer effect. Efek pertama yakni bentuk jati diri bangsa, kedua efek industri pariwisata, yang ketiga efek ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Saya rasa banyak sekali masyarakat yang merasakan dampak ekonomi dari kegiatan ini karena banyaknya tamu yang hadir. Yang jelas saya usul Pak Walikota harus bisa memperlama para tamu ini berada di Malang,” harap Pakde Karwo.(cho/min)

Dua Truk Polres Malang,Siap Jemput Ratusan Suporter Jackmania.

MALANG (KT) - Kedatangan 400 Suporter Persija (Jackmania) di Stasiun,Kepanjen,Malang,disambut Kasat Shabara Polres Malang,AKP Moh.Lutif beserta jajaran serta Korlap Arema Ach Gozali,Minggu (24/9/2017).

Ratusan suporter Tim berjuluk Macan Kemayoran itu,tiba di Bumi Arema pada sekitar pukul 07.45 WIB di Stasiun Kepanjen,dengan menggunakan Kereta Api.

Sebagai antisipasi membludaknya kedua suporter, baik Aremania maupun Aremanita serta suporter dari Persija, maka Polres Malang dipimpin langsung Kasat Sabhara  AKP Moh Lutfi dengan melibatkan  Pawas (Kapolsek Ngajum) Pawas AKP Sugianto Kapolsek Ngajum ,  KBO Intel Polres Malang.

"Agar pertandingan Arema FC VS Persija Minggu (24/9/2017) sore, tepatnya Pukul 18.30 wib di stadion Kanjuruhan, kami telah persiapkan pengamanan semaksimal mungkin,"ungkap AKP Moh Lutfi saat dikonfirmasi viai Selulernya,  Minggu (24/9/2017).

Dijelaskanya,jajaran Polres Malang bersama Korlap Aremania Ach Gozali juga telah melakukan penyambutan kedatangan 400 suporter  Persija (Jakmania)  di stasiun Kepanjen.


" Sekitar pukul 07.45 Wib pihak Polres Malang bersama Korlap Aremania sudah menyambut kedatangan para suporter Persija (Jakmania) sebanyak 400 orang (tahap I) di stasiun Kepanjen." paparnya.

Selanjutnya, Polres Malang menyiapkan 2 kendaraan truck Dalmas untuk mengangkut para Suporter Jakmania dari stasiun ke stadion Kanjuruan secara bertahap sebanyak 400 orang itu.

"Jadi Total Suporter Jakmania tersebut sudah terangkut dari stasiun Kepanjen ke stadion Kanjuruan sekitar 200 orang yang lainnya dijemput teman aremania dan sebagian lagi mencari penginapan atau hotel "imbuhnya.

Ditegaskannya,selama proses penjemputan kedatangan suporter Jakmania, di angkut ke stadion Kanjuruan dalam keadaan aman tertib dan terkendali.(lil ozy).

Mengamalkan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

MALANG (KT)) - Memaknai pancasila sebagai ideologi bangsa tidak cukup hanya dengan melalui jargon dan simbol-simbol. Lebih dari itu, nilai pancasila harus digali dari perspektif historis atau kesejarahannya.

Hal itu diungkapkan Gus Baihaki, seorang Kolumnis dan pegiat dakwah dalam diskusi Lingkar Studi Pancasila di Kafe Kopilogi, Kota Malang, Jumat (15/9/2017).

"Zaman sekarang banyak orang yang tidak gemar membaca tetapi aktif di media sosial. Akhirnya dia jadi sok pintar," ujarnya.

Termasuk mengenai pancasila, akhir-akhir ini ia menilai banyak hal yang menjadi salah kaprah. Memaknai pancasila sekedar jargon dan tidak tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Padahal baginya, pancasila merupakan komitmen kebangsaan yang mempersatukan diantara perbedaan.

"Pancasila adalah perilaku sosial, antara hafalan dan perilaku sama. Komitmen yang dibangun merupakan komitmen kebersamaan yang mempersatukan segala perbedaan," imbuhnya.

Dijelaskan Baihaki, dari sisi sejarahnya, pancasila telah melalui proses panjang, diskursus antara pihak nasionalis dan agamis. Antara Soekarno dan Hasyim Asyari. Kedua kelompok ini akhirnya berkompromi untuk menyatukan pandangan tentang komitmen kebangsaan.

"Jadi, walaupun Islam adalah agama mayoritas yang dianut masyarakat Indonesia, tetapi sila ke satu yang awalnya berbunyi Ketuhanan yang Maha Esa dengan menjalankan syariat Islam Bagi Pemeluknya, kemudian ditetapkan hanya Ketuhanan yang Maha Esa. Itu untuk mengakomodir keberadaan agama lain," tegasnya.

Nilai-nilai berupa kebersamaan, gotong royong, keadilan sosial dan lainnya harus tercermin dalam setiap tindakan. Karena pancasila merupakan persoalan kebangsaan bukan individualitas.

"Ibarat sebuah rumah besar. Indonesia dihuni oleh beragam suku, agama, ras dan antar golongan. Tetapi satu tujuan," pungkasnya. (yat)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...