Malang

Published in Malang

Bupati Rendra Kresna Apresiasi Festival Sinden : Ifani Dwi Nur, Juara

Jul 04, 2018 Publish by 
Bupati Malang, Dr. H. Rendra Kresna didampingi Kadiparbud Kabupaten Malang menyerahkan hadiah dan throphy bagi pemenang terbaik Festival Sinden Kabupaten Malang, Ifani Dwi Nur S.
Bupati Malang, Dr. H. Rendra Kresna didampingi Kadiparbud Kabupaten Malang menyerahkan hadiah dan throphy bagi pemenang terbaik Festival Sinden Kabupaten Malang, Ifani Dwi Nur S. (kt/kol)

MALANG (KoranTransparansi.com) - Bupati Malang Rendra Kresna resmi menutup Festival Sinden Kabupaten Malang tahun 2018 di Pendopo Kepanjen, Selasa (3/7) sore. Tampil sebagai juara Ifani Dwi Nur dengan meraih trophy an uang pembinaan.

Sebagai pemenang terbaik adalah Ifani Dwi Nur S, dengan lagu berjudul Ijo-Ijo Kasembon yang merupakan wakil asal Kecamatan Wajak. Ia berhak meraih hadiah uang tunai dan trophy dari Bupati Malang usai menyisihkan 14 finalis terbaik lainnya.  

Event ini digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) yang salah satunya sebagai uri-uri budaya Jawa. Dari sebuah kepedulian dan keprihatinan melahirkan sebuah ide berupa Festival Sinden yang syaratnya bisa diikuti warga Kabupaten Malang dengan batasan usia di bawah 30 tahun.

Pak Rendra, sapaan akrab Bupati menyampaikan aspresiasi dan rasa hormat kepada seluruh peserta, pemerhati seni budaya, dan para pendukung event Festival Sinden. Dia berharap dari festival ini mampu turut menjaga tradisi sebagai sinden tidak sampai surut peminatnya. Dikatakanya, sebagai bagian budaya Jawa di generasi muda yang kini justru akrab budaya luar.

''Festival Sinden ini sebagai upaya Pemkab Malang mendorong dan membuka ruang lebih luas bagi para pelaku seni budaya tradisional. Selain itu, anak muda turut senang dan mencintai kesenian tradisional agar budaya bangsa kita ini tetap terjaga. 

Kita bisa lihat, peserta festival ini kalau dihitung semua sejak tingkat kecamatan jumlah ratusan mulai dari SD," ujar Pak Rendra ketika diwawancarai awak media usai menyerahkan hadiah bagi pemenang.

Ia menambahkan, nyatanya setelah Pemkab Malang kemudian memfasilitsi dengan adanya menggelar Festival Sinden ternyata anak-anak muda Kabupaten Malang tertarik turut andil. 

Ditegaskan Pak Rendra, maka kemudian seluruhnya perlu turut terus melestarikan kebudayaan Jawa ini, khususnya seni sinden ini sehingga tidak sampai hilang dikarenakan tidak ada lagi pemimpinnya dan pelakunya. Pasalnya, generasi muda saat ini cenderung lebih gampang mempelajari tertarik pada seni kontemporer. 

''Saya melihat dalam seni tradisional Jawa yang disampaikan melalui tembang dan dibawakan oleh sinden ini tercatat bahwa bahasa dalam gending itu disampaikan tidak dalam konten denotatif melalinkan konotatif. Jadi kata dan kalimat tersampaikan penuh kesopanan, tidak disampaikan secara vulgar melainkan bahkan secara kiasan. 

Hal itu menjadi daya tarik karena masyarakat Jawa dan Indonesia itu tidak kasar namun halus serta perwatakannya tidak kasar. Kalau ada sesuatu disampaikan melalui pola pengertian terlebih dahulu, barulah maksud dan tujuan aslinya," katanya. (kol/min)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...