Malang

Published in Malang

GP Ansor Desak Copot Kadisdik Kabupaten Malang.

Aug 31, 2017 Publish by  Aris, Redaktur
Kepala Dinas Pendidikan Kab Malang,M.Hidayat
Kepala Dinas Pendidikan Kab Malang,M.Hidayat

MALANG (KT)- Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) NU Kabupaten Malang, geram dengan sikap Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Kabupaten Malang M Hidayat tentang adanya Full Day School (FDS).

Hal ini disebabkan lantaran sikap Kadisdik yang mendukung FDS dan dimuat pada media cetak terbitan Malang, Rabu (30/8/2017) hari ini. Dimana M Hidayat selaku Kadisdik, akan menguji lima hari sekolah untuk pelajar SMP dan sederajat.

Atas rencana itu, GP Ansor Kabupaten Malang mendesak Kadindik M Hidayat, supaya dicopot dari jabatanya karena sudah melanggar janjinya serta ada upaya Kadisdik untuk membohongi para Kiai NU.

“Kadisdik Kabupaten Malang telah membohongi Kyai NU. Sudah berbohong dan Kadindik tidak faham tentang pendidikan karakter,” tegas Ketua GP Ansor Kabupaten Malang, Husnul Hakim Syadad, Rabu (30/8/2017).

Husnul menyampaikan bahwa Kekesalan GP Ansor dikarenakan Kadisdik dalam hearing dengan Uama dan Kyai NU di DPRD Kabupaten Malang beberapa pekan lalu menyatakan tidak akan menerapkan FDS.

“Ini Kadindik telah membohongi Kyai. Dalam hearing beberapa waktu lalu Kadisdik menyatakan tidak akan menerapkan FDS. Kok dia sekarang akan uji coba FDS,” terang Husnul kesal.

Ia melanjutkan, melihat statment Kadindik di media cetak hari ini, Kadisdik sudah membohongi Kyai sepuh di Kabupaten Malang.

“Kami GP Ansor sangat mengecam keras sikap Kadisdik. Kadindik harus dicopot dari jabatanya, harus diganti,” kata Husnul.

Husnul melanjutkan, M Hidayat selaku Kadindik Kabupaten Malang terkesan membohongi Kyai dan juga guru TPQ. Padahal dihadapan Kyai saat hearing, Kadindik menyatakan sendiri bahwa di Kabupaten Malang, tidak akan menerapkan FDS. FDS menurut Kadisdik saat hearing dengan Kyai, tidak bisa diterapkan karena akan berdampak pada pendidikan diniyah (Setingkat SD-red) yang telah nyata-nyata, memberikan sumbangsig terhadap pembentukan karakter anak-anak di Kabupaten Malang.

“Kadindik secara diam-diam akan melakukan uji coba FDS di Kabupaten Malang. Artinya dia telah membohongin para kyai dan guru diniyah di Kabupaten Malang,” beber Husnul.

Dia menambahkan, GP Ansor Kabupaten Malang sangat kecewa dan mengecam sikap plin-plan  Kadindik serta sudah membohongi Kyai dan guru Diniyah yang hadir dalam hearing membahas FDS.

“Dia (M Hidayat-red) tidak layak menjadi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. Kami akan bersikap dan bertindak jika hal ini diteruskan. Bupati Malang juga harus tahu dan paham akan tindakan bawahanya. Karena ini akan berdampak pada kpercayaan masyarakat  terhadap Bupati sebagai pemimpin Kabupaten Malang,” tegas Husnul.

“Kami minta M Hidayat selaku Kadindik harus diganti. Karena telah dengan mudah berani membohongi para Kyai sepuh di Kabupaten Malang,” pungkasnya.

Sekedar informasi, dalam hearing beberapa waktu lalu, M Hidayat selaku Kadin
dik Kabupaten Malang tidak akan menerapkan FDS atau tak sepakat dengan FDS. Namun dalam koran terbitan hari ini, M Hidayat akan menguji coba 5 hari sekolah bagi SMP di Kabupaten Malang.

Atas persoalan ini, M Hidayat dituding membohongi para Kyai sepuh yang ikut hearing menolak FDS di Kabupaten Malang. Nama-nama Kyai itu antara lain Kyai Fadol Hija yang juga Ketua MUI Kabupaten Malang sekaligus wakil Rois Syuriyah PCNU Kabupaten Malang. Kyai Imam Sibaweh selaku Katib Syuriah NU Kabupaten Malang, Kyai Buya Samsul Arifin Tumpang, Gus Holik Seketaris PCNU, Dokter Umar Usman selaku Ketua PCNU Kabupaten Malang serta Gus Nasrul selaku Ketua Forum Komunikasi Diniyah dan Taklimiyah Kabupaten Malang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang M. Hidayat belum bisa di hubungi sampai berita ini diturunkan.(toski).‎

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...